Anda di halaman 1dari 1

EBOLA

Penyakit Ebola / Ebola Virus Disease (EVD) pertama kali kasusnya terjadi di NzaraSudan, yang berada di aliran sungai Ebola pada tahun 1976. WHO melaporkan sejak awal
tahun 2014 ditemukan 236 kasus dengan 158 kematian di Afrika Barat yang sekarang sudah
merebak ke Liberia dan Sierra Lione. Menurut WHO, angka Case Fatality Rate/CFR dari
EVD dapat mencapai 90%.
Virus penyebab penyakit ini dari genus Ebolavirus, family Filoviridae Virus. Virus ini
dapat ditularkan oleh penderita melalui jaringan tubuh, darah, sekresi dan cairan tubuh
lainnya. Dapat juga secara tidak langsung melalui lingkungan terkontaminasi.
Gejala awal EVD tidak spesifik, berupa demam tinggi, kelemahan terus menerus,
nyeri otot, sakit kepala dan tenggorokan. Gejala ini diikuti dengan muntah, diare, ruam merah
pada kulit, serta gangguan fungsi ginjal dan hati. Pada beberapa kasus terjadi perdarahan
internal dan eksternal seperti dari hidung, mulut, telinga, urin bahkan melalui pori-pori tubuh.
Masa inkubasi (sejak terpapar virus hingga timbul gejala) Ebola berkisar 2-21 hari.
Diagnosis pasti EVD adalah melalui tes antibodi ELISA, tes deteksi antigen, tes
penetralan serum, RT-PCR, mikroskop elektron dan isolasi virus dengan kultur sel. Hingga
saat ini, baru ditemukan vaksin dan obat EVD untuk hewan. Pengujian pada manusia masih
terus dilakukan. Pengobatan penderita dengan dugaan EVD berupa isolasi dengan perawatan
intensif.
Penyebaran virus Ebola dapat dicegah melalui:
1. Hindari kontak dengan kelelawar, hewan primata atau hewan liar lainnya
2. Jika akan berkontak dengan hewan-hewan tersebut gunakan pelindung (masker, sarung
tangan, dan pakaian pelindung)
3. Masaklah dengan sempurna daging atau olahan daging lainnya
4. Bagi petugas medis selalu gunakan alat pelindung diri dan selalu mencuci tangan setelah
bersentuhan dengan pasien, termasuk jenazah
5. Waspada jika akan berkunjung ke negara-negara yang endemis ebola. Jika mengalami
gangguan kesehatan segera ke fasilitas kesehatan
Langkah terbaik saat ini adalah pencegahan, segera bawa ke rumah sakit serta
laporkan ke dinas kesehatan setempat jika ditemukan gejala serupa.