Anda di halaman 1dari 5

PENENTUAN HASIL KALI KELARUTAN PbI2

I. Tujuan Percobaan
Mempelajari cara penentuan hasil kali kelarutan garam.

II. Perincian Kerja


Menentukan konsentrasi ion ion garam dengan cara mengukur absorbansi
larutan garam yang digunakan.
III. Alat dan Bahan
a) Alat yang digunakan
~ Gelas Beker

100 ml (3 buah)

~ Tabung Reaksi

(5 buah)

~ Pipet Ukur

1,0 ; 2,0 ; 3,0 ; 4,0 ; 5,0 ; dan 10 ml

~ Labu Isap

(1 buah)

~ Labu Takar

50 ml (5 buah)

~ Tabung Sentrifugal Kecil

(5 buah)

~ Rak Tabung reaksi


b) Bahan yang digunakan
~ Larutan 1 M Pb(NO3)2

50 ml

~ Larutan 1 M KI

50 ml

~ Larutan 1 M KNO3

50 ml

IV. Dasar Teori

Apabila suatu zat kita larutkan ke dalam suatu pelarut, ternyata ada
yangmudah larut (kelarutannya besar), ada yang sukar larut (kelarutannya
kecil), dan ada yang tidak larut (kelarutannya dianggap nol). Sebenarnya,
tidak ada zat yang tidak larut dalam pelarut. Misalnya, dalam pelarut air
semua zat (termasuk logam) dapat larut, hanya saja kelarutannya sangat
kecil. Jika suatu zat terlarut dalam pelarut sangat sedikit, misalnya kurang
dan 0,1 gram zat terlarut dalam 1.000 gram pelarut, maka zat tersebut kita
katakan tidak larut (insoluble). Di sini, kita akan membicarakan zat padat
yang sedikit kelarutannya dalam air.
Jika suatu zat padat, contohnya padatan PbI 2, kita larutkan ke dalam
air maka molekul-molekul padatan PbI 2 akan terurai, selanjutnya melarut
dalam air. Untuk melarutkan PbI 2 ke dalam air akan ada dua proses yang
berlawanan arah (proses bolak-balik), yaitu proses pelarutan padatan
PbI 2 dan proses pembentukan ulang padatan PbI 2 . Mula-mula, laju
pelarutan padatan PbI 2sangat cepat dibandingkan dengan laju
pembentukan ulang padatan tersebut. Makin lama, konsentrasi PbI 2 yang
terlarut meningkat dengan teratur dan laju pembentukan ulang padatan
juga meningkat. Pada saat laju pelarutan padatan PbI 2 sama dengan
pembentukan ulang padatan, proses yang saling berlawanan arah tersebut
kita katakan berada dalam kondisi kesetimbangan .
Pada kondisi kesetimbangan ini, larutan PbI 2 pada kondisi tepat jenuh.
Jumlah PbI 2 yang dapat larut sampai dengan tercapainya kondisi tepat
jenuh dinamakan kelarutan PbI 2 . Secara umum, pengertian kelarutan
suatu zat dalam air adalah batas maksimum dari jumlah suatu zat yang
dapat larut dalam sejumlah tertentu air.
PbI 2 melarut dalam air dalam bentuk ion Pb 2+ dan 2 ion I -, sehingga
proses kesetimbangan PbI 2 dalam air merupakan kesetimbangan ionisasi
PbI 2 dalam air, yaitu sebagai berikut.
PbI

2 (s)

--> Pb

2+

(aq)

+2I

(aq)

Dalam larutan PbI 2 jenuh terdapat reaksi ionisasi PbI 2 dalam keadaan
setimbang. Tetapan kesetimbangan ini kita namakan tetapan hasil kali
kelarutan(solubility product constant) dan disimbolkan dengan K sp .
Persamaan tetapan kesetimbangan PbI

Persamaan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) adalah sebagai berikut.

Dari persamaan K sp di atas dapat kita nyatakan pula bahwa nilai


dari K spmerupakan perkalian dari ion-ion yang melarut dipangkatkan
dengan koefisien masing-masing.
Besarnya nilai hasil kali kelarutan mencerminkan mudah atau tidaknya
larutan elektrolit larut dalam air.

Spektrofotometer
Pengertian
Spektrofotometer adalah suatu alat atau instrumen untuk mengukur
trasmisi atau absorben suatu contoh sebagai fungsi panjang gelombang.
Pengukuran terhadap sederetan sempel pada suatu panjang gelombong
tunggalpun dapat dilakukan.
Jenis
Ada tiga jenis spektrofotometer yang telah dikenal,yaitu :
a. Single beam ( berkas sinar tunggal ) spektrifotometer
Spektrofotometer jenis ini banyak digunakan karena cukup murah tapi
memberikan hasil yang memuaskan. Spektrofotometer jenis ini hanya satu
berkas sinar sehingga dalam praktek pengukuran sampel dan larutan
blangko atau standar harus dilakukan bergantian dengan sel yang sama 13
b. Double beam (berkas ganda) spektrofotometer
Spektrofotometer jenis ini biasa ditemui pada spektrofotometer yang telah
memakai automatis absorbansi (A) sebagai fungsi panjang gelombang ( ).
Spektrofotometer jenis ini mempunyai dua buah berkas sinar sehingga
dalam pengukuran absorbansi tidak perlu bergantian antara sempel dan
larutan blangko, tetapi dilakukan secara paralel.
c. Gilford spektrofotometer
Spektrofotometer jenis ini banyak dipakai di laboratorium biokimia dan
mempunyai beberapa kuntungan dibanding spektrofotometer biasa, karena
mampu membaca absorbansi (A) sampai satuan 3 (spektrofotometer biasa
0,1,-1,0). Ini disebabkan karen spektrofotometri ini menggunakan
photomultiplier feed back sirkut.

Metode
Ada tiga teknik yang biasa dipakai dalam analisis secara spektrofotometer,
yaitu :
a. Metode Standar Tunggal
Metode ini sangat praktis karena menggunakan satu larutan standar
yang telah diketahui konsentrasinya, selanjutnya absorbansi larutan
standar dan absorbasi larutan sampel diukur dengan spektrofotometri.
Rumus perhitungan kadar sampel :
x C baku x P sampel = ... mg/L (ppm) Abs sampel Abs baku14
b. Metode Kurva Kalibrasi
Dalam metode ini dibuat suatu seri larutan standar dengan berbagai
konsentrasi selanjutnya absorbansi masing-masing larutan tersebut diukur
dengan spektrofotometri.

c. Metode Adisi Standar


Metode ini dipakai secara luas karena mampu meminimalkan kesalahan
yang disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkaran (matriks) sampel dan
standar. Dalam metode ini dua atau lebih sejumlah volume tertentu dari
sampel dipindahkan kedalam labu takar.
Satu larutan diencerkan sampai volume tertentu kemudian diukur
absorbansinya tanpa ditambah dengan zat standar, sedangkan larutan yang
lain sebelum diukur absorbansinya ditambahkan terlebih dahulu
dengan sejumlah tertentu larutan standar dan diencerkan seperti pada
larutan yang pertama

VI. KESIMPULAN
Pada literatur dinyatakan bahwa Ksp dari PbI2 adalah 1,4x10-8 namun
pada hasil percobaan yg dilakukan hasil yang di dapatkan berbeda. Hal ini
terjadi karena pada saat praktikum terdapat kesalahan pada alat percobaan
dan pada saat pelaksanaan percobaan. Namun dapat di buktikan bahwa
pembentukan garam pada percobaan ini dapat terlihat dan di ukur dengan
menggunakan sprektrofotometer.

VII. SARAN
~ Penggunaan alat perlu di perbaharui.
~ Penggunakan alat ukur pada larutan pada praktikum adalah Buret mililiter
ukuran di bawah 50 ml.
~ Tambahan Literatur yang berhubungan dengan percobaan.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


www.scrib.com/kesetimbangan _larutan/
www.kimia_dasar.com
Sonny Widiarto, 2009 Kimia Analitik 1
Jobsheet Kesetimbangan Kimia

Diposkan oleh Ekky Chemeng di 03.43

http://rezkinugroho12.blogspot.com/2011/11/penentuan-ksp-pbi2.html