Anda di halaman 1dari 20

PENAPISAN FITOKIMIA

Kelompok 5
Oleh:
Dini Hayati
Halimatusyadiah
Intan Dewi Salmah
Lailiyatin Nuriyah
Muhammad Fuad
Rendi Amirudin
Rina Nurianingsih
Windy Sukamto Putri
Zakiyyah Hidayatul M

Uji Penapisan Fitokimia

Tujuan :
1.

Memahami aspek dasar dalam menentukan kandungan


metabolit sekunder di dalam daun buah mengkudu

2.

Mampu melakukan uji fitokimia

Metode : maserasi dan penambahan reagen-reagen spesifik

Prinsip : analisis golongan kimia tumbuhan dengan uji-uji


spesifik

PENGERTIAN PENAPISAN FITOKIMIA


Penapisan

fitokimia merupakan analisis


kualitatif terhadap senyawa-senyawa
metabolit sekunder. Penapisan fitokimia
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui
informasi awal golongan senyawa sehingga
memudahkan proses pengisolasiannya.

DAUN MENGKUDU

Morfologi daun mengkudu

Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak


berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan
tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 517 cm, tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal
daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hijau
mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek,
berukuran 0,5-2,5 cm.

Manfaat daun mengkudu


Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai
gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A dan
daun mengkudu dipercaya bisa menyembuhkan ambein
alias wasir bila kita rajin mengkonsumsinya

Sebagai obat penghilang jerawat batu

Metode : Maserasi dan penambahan reagen-reagen spesifik

Uji Fitokimia
1. Uji Alkaloid

Hasil

DataTidak
Pengamatan
terbentuk endapan merah bata pada

Ket
-

pereaksi dragendroff
Dan tidak terbentuk warna putih pada
penambahan pereaksi Meyer
2. Uji Saponin

Tidak terbentuk busa

3. Uji Flavonoid

Lapisan atas berwarna sedikit merah dan


lapisan bawah bening.

4. Uji Tanin

larutan tetap berwarna kuning

5. Uji Kuinon

Warna berubah dari hijau menjadi kuning


kehijauan

6. Uji Steroid

Terbentuk warna biru

7. Uji Triterpenoid

Terbentuk warna merah

Reaksi-Reaksi dalam Percobaan Penapisan


Fitokimia
1. Uji

Alkaloid

Pelarutan dengan Amoniak


H

OH

+H

+ R + NH2

H
N
H

N
H

Filtrat Daun Mengkudu di ekstraksi dengan HCl 1 : 10


OH
N
H

OH

HCl
N

Alkaloid (pelletierine)

+ Cl-

then

Pengujian alkaloid daun mengkudu dengan pereaksi


A. pereaksi dragendroff

B. pereaksi Mayer
HgCl2 + 2KI

HgI2 + 2KCl

HgI2 + 2KI

K2 (HgI2)

OH
N
H

OH

K2 (HgI2)
N

Alkaloid (pelletierine)

KH (HgI2)

2. Uji Saponin
H

H
OH

OH
N

H
HO

HO
O
H

HO

OH

HO

OH
OH

Filtrat ekstrak daun mengkudu + HCl 2N


menghasilkan busa

digojog, tidak

Uji Flavonoid

Penambahan serbuk Mg dan HCl

Mg

MgCl2

(aq)

2HCl

Mg2+ + 2Cl- + H2
MgCl+

Penambahan amilalkohol

(aq)

+ Cl- (aq)

Uji Tanin atau Senyawa Fenolik

Dengan penambahan reagen besi (III) klorida

Uji Kuinon
Penambahan NaOH

O
OH

H2N

+ NaOH

HO

KUINON

H2N

+ H2O

HO

Na

Uji Steroid dan Triterpenoid

Maserasi daun mengkudu dengan pelarut eter selama 1 jam. Filtrat diuapkan
sampai kering dan ditambah Anhidrat Asam Asetat+Asam Sulfat pekat.
O
O

OH

3HC

H
O
H3C

Steroid

H
OH

H
O
H

TRITERPENOID

CH3COOH
H

C
O

HO

CH3

DAFTAR PUSTAKA
Basri, 1996, Kamus Kimia, PT Rineka Cipta, Jakarta.
Budavani, 1989, The Merck Index, Thr Merck Index Co, USA.
Daintith, 1994, Kamus Lengkap Kimia, Erlangga, Jakarta.
Fessenden, 1999, Kimia Organik, Erlangga, Jakarta.
Harbone, 1977, Progress in Photochemistry, Pergamon Press, Oxford.
Herbert, 1995, The Biosynthesis of Secondary Metabolites, Chapman and Hall, London.
Leswara, 2005, Buku ajar Kimia Organik, Ari Cipta, Jakarta.
Linder, 1985, Nutritional Biochemistry and Metabolism, Elsevier Science
New York.

Publishing Company Inc,

Manitto, 1981, Biosintesis Produk alami, IKIP Semarang Press, Semarang.


Markham, 1988, Cara Mengidentifikasi Flavonoid, ITB Press, Bandung.
Rahway, 1960, The Merk Index : An Encyclopedia of Chemical Drugs and
Co Ink, New Jersey.

Biologicals, Merk Index

Yutian, 2005, Pharmaceutical Metabolite Research, School of Pharmacy Second


University, Shanghai, China.

Military Medical

XIE XIE