TRANSMISI OTOMATIS

TRANSMISI OTOMATIS Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti training Transmisi otomatis peserta diharapkan dapat mengetahui fungsi dan cara kerja komponen transmisi otomatis.

Tujuan intruksional khusus
1. Peserta dapat menyebutkan nama-nama komponen 2. Peserta dapat menerangkan fungsi dan cara kerja pada masing-masing tingkat kecepatan. 3. Peserta dapat melakukan perawatan dan perbaikan Transmisi Otomatis

Alat bantu :
1. 2. 3. 4. Transparant / LCD PROJECTOR Simulasi Planetary Gear Transmisi Otomatis Front (Trans Exle ) Transmisi Otomatis Rear

Kepustakaan :
1. 2. 3. 4. Step 2 Training Toyota Chasis & Transmisi, VEDC Malang Automatic Transmission, 3 Speed Daihatsu Motor CO.,LTD. Materi Training PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (MITSUBISHI MOTORS )

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 1 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

STRUKTUR MATERI

Pengelompokkan Transmisi

Komponen Utama

Torque konferter Fungsi Cara Kerja

Planetary Gear Gearration Fungsi & Cara Kerja

Operasional Governor Manual Lingkage Cara Kerja

Kopling Brake Fungsi Cara Kerja

Aliran Momen

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 2 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

TRANSMISI OTOMATIS
Transmisi otomatis adalah transmisi yang perpindahan giginya terjadi secara otomatis berdasarkan beban mesin (besarnya penekanan pedal gas) dan kecepatan kendaraan. Transmisi otomatis dapat dibedakan dalam sistem perpindahan gigi dan waktu lock up yaitu : • Full hydraulic Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara hidraulis. Electronic Control Transmission (ECT) Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Tipe ini menggunakan data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam ECU sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe.

Full hydraulic

AT

Pengaturan shift dan lock up timing Fungsi Diagnosa ECT Fungsi fail-safe Lain-lain

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 3 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS (FULL HYDRAULIC)
Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: • Mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak ada pengoperasian pedal kopling dan pemindahan gigi. • Perpindahan gigi terjadi secara otomatis dan lembut. • Mengurangi beban mesin karena mesin dan pemindah daya dihubungkan melalui fluida secara hidraulis (torque converter).

KEUNTUNGAN ECT
Dibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, ECT mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: • Pengemudi dapat memilih mode penggendaraan. • Mengurangi getaran perpindahan gigi • Pemakaian bahan bakar lebih irit • Mempunyai fungsi diagnosa dan memori • Mempunyai fungsi fail safe •
DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF HAL 4 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATIS
Transmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: • Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Frontwheel-drive). • Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel-drive)

KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA
Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut: • Torque converter • Planetary gear unit • Hydraulic control unit • Manual linkage • Automatic transmission fluid

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 5 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

TORQUE CONVERTER
Torque converter dipasang pada sisi input shaft transmisi dan diikat dengan baut terhadap bagian belakang poros engkol mesin melalui drive plate. Fungsi torque converter adalah: • Memperbesar momen • Sebagai kopling otomatis • Meredam getaran perpindahan daya • Sebagai flywheel • Mengerakkan pompa oli

1

2 4

3

Komponen utama : 1. 2. 3. 4. Torque converter Transmission case Transmission input shaft Drive plate

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 6 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

5 3 2 1

4

8

7

6

Keterangan : 1. 2. 3. 4. Stator shaft Stator Pump Impeller Turbine Runner 5. 6. 7. 8. Converter case Oil pump Transmission input shaft One – Way Clutch

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 7 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Prinsip Kerja :
1. Kendaraan berhenti , mesin idling Pada saat mesin idle moment yang dihasilkan oleh mesin adalah minimum . Bila rem dioperasikan ( parking / foot brake ) beban pada turbine runner menjadi besar karena tidak dapat berputar . Akibat kendaraan berhenti, maka perbandingan kecepatan antara pompa impeller dan turbine runner nol sedangkan torque rationya maksimum . Oleh karena itu, turbine runner akan selalu siap untuk berputar dengan moment yang dihasilkan oleh mesin.

2. Kendaraan mulai bergerak Pada saat rem dibebaskan, maka turbine runner dapat berputar dengan poros input transmisi. Dengan menekan pedal Akselerator, maka turbine runner akan berputar dengan moment yang lebih besar dari yang dihasilkan oleh mesin, jadi kendaraan mulai bergerak. 3. Kendaraan berjalan dengan kecepatan rendah. Bila kecepatan kendaraan bertambah, putaran turbine runner dengan cepat mendekati pompa impeller. Torque rationya dengan cepat mendekati 1,0. Pada saat perbandingan putaran turbine runner dan pompa impeller mendekati angka tertentu ( Clutch Point ) , stator mulai berputar . Dengan kata lain Torque Converter mulai bekerja sebagai kopling fluida. Oleh karena itu kecepatan kendaraan naik hampir berbanding lurus dengan putaran mesin.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 8 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

KONSTRUKSI
1. PUMP IMPELLER Pump impeller disatukan dengan converter case dan converter case dihubungkan ke poros engkol melalui drive plate, ini berarti pump impeller akan berputar saat poros engkol berputar. Pump impeler berfungsi untuk melemparkan fluida (ATF) ke turbine runner agar turbine runner ikut berputar. Pump impeller terdiri dari vane dan guide ring. Guide ring berfungsi untuk membentuk celah yang memperlancar aliran minyak.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 9 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

2. TURBINE RUNNER
Turbine runner dihubungkan dengan over drive input shaft transmisi, ini berarti turbine runner berfungsi untuk menerima lemparan fluida dari pump impeller dan memutarkan over drive input shaft transmisi. Turbine runner terdiri dari vane dan guide ring. Arah vane pada turbine runner berlawanan dengan vane pump impeler.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 10 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

3. STATOR
Stator ditempatkan di tengah-tengah antara pump impeller dan turbine runner. Dipasang pada poros stator yang diikatkan pada transmission case melalui one way clutch. Stator berfungsi mengarahkan fluida dari turbine runner agar menabrak bagian belakang vane pump impeller, sehingga memberikan tambahan tenaga pada pump impeller. One way clutch memungkinkan stator hanya berputar searah dengan poros engkol. Oleh karena itu, stator akan berputar atau terkunci tergantung dari arah dorongan minyak pada vane stator.

CARA KERJA ONE WAY CLUTCH • Outer Race Berputar Searah Putaran Poros Engkol
Saat outer race berputar searah putaran poros engkol, ia akan mendorong bagian atas sprag. Karena panjang l1 lebih pendek dari l , maka outer race berputar.

• Outer Race Berputar Berlawanan Arah Putaran Poros Engkol
Bila outer race berputar berlawanan arah putaran poros engkol, sprag tidak dapat miring karena panjang l2 lebih panjang dari l. Akibatnya sprag berfungsi sebagai baji yang mengunci outer race dan mencegahnya berputar. Retainer spring dipasang untuk menjaga posisi sprag sedikit menghadap ke atas pada arah hampir mengunci outer race.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 11 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

PRINSIP PEMINDAHAN TENAGA
Bila kita memasang dua buah kipas angin A dan B berhadapan satu sama lain, kemudian kipas angin A dihidupkan, maka kipas angin B akan ikut berputar dengan arah yang sama. Ini terjadi karena aliran udara dari kipas angin A membentur daun (vane) kipas angin B dan selanjutnya kipas angin B akan terbawa berputar. Dengan kata lain, terjadi pemindahan tenaga dari kipas angin A ke kipas angin B melalui angin sebagai perantara. Torque converter bekerja dengan cara yang sama, pompa impeller memainkan peranan kipas A dan turbine runner sebagai kipas B. perantaranya adalah fluida (ATF).

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 12 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

PRINSIP PEMBESARAN MOMEN
Pada kedua kipas yang diceritakan sebelumnya ditambahkan air duct, udara yang mengalir ke kipas B akan dikembalikan ke kipas A dari belakang melaui air duct. Ini akan menyebabkan energi yang tertinggal di udara setelah melalui kipas B akan membantu putaran kipas A. Dalam torque converter, stator berfungsi sebagai air duct.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 13 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Mekanisme Lock Up Clutch (sistem ECT)
Pada coupling range ( tidak ada peningkatan momen puntir ) Torque Converter meneruskan momen input dari mesin ke transmisi pada ratio mendekati 1 : 1. Pada pompa Impeller dan Turbine Runner paling sedikit terdapat perbedaan kecepatan putar 4 sampai 5 %. Oleh sebab itu , Torque Converter tidak memindahkan 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mesin ke transmisi, jadi terdapat kerugian energi. Untuk mencegahnya dan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar, lock up clutch secara mekanik menghubungkan pompa Impeller dengan Turbine Runner pada saat kecepatan kendaraan mencapai 60 km/jam atau lebih , dengan demikian hampir 100 % tenaga yang dibangkitkan oleh mesin diteruskan ke transmisi.

Cara kerja
Lock Up Clutch bekerja berdasarkan aliran fluida yang mengalir ke Torque Converter. Saat kendaraan berjalan lambat, Converter Pressure mengalir ke bagian depan Lock Up sehingga Lock Up tidak bekerja . Engine Drive Plate Front Cover Pump Impeller Turbine Runner Turbine Runner Hub Input Shaft

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 14 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Saat kendaraan kecepatan sedang s/d tinggi . Aliran fluida menekan Lock – Up ke arah Converter Case sehingga Lock – Up Clutch bekerja. Engine Lock Up Clutch Drive Plate Front Cover ( Converter Case ) Turbine Runner Hub Input Shaft.

PLANETARI GEAR UNIT
Fungsi : 1. Merubah perbandingan gigi, untuk merubah momen dan kecepatan 2. Memungkinkan gerakan mundur 3. Memungkinkan gigi mundur

Planetari Gear set mempunyai tiga macam gigi yaitu : 1. Ring gear 2. Sun gear 3. Pinion gear. Pinion gear dipasang pada Carrier . Pinion gear berhubungan dengan Sun gear dan Ring gear.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 15 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Cara kerja :
Sun gear, Ring gear maupun pinion Gear ( carrier ) terkunci dengan gigi lain yang beraksi sebagai input dan output sehingga terjadi percepatan, perlambatan dan gerakan mundur.

Perlambatan
Cara kerja roda gigi Ring gear - Drive member (penggerak) = input Sun gear - Fixed ( ditahan ) Carrier –Driven member ( digerakkan ) = output
DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF HAL 16 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Bila Ring gear berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gear sambil berputar searah jarum jam. Ini menyebabkan putaran Carrier menjadi lambat sesuai dengan banyaknya gigi Ring gear dan Sun gear.

Percepatan
Cara kerja roda gigi Ring gear- Driven member (digerakkan) = output Sun gear - Fixed ( ditahan ) Carrier - Drive member ( penggerak ) = input Bila Carrier berputar searah jarum jam, pinion gear akan berputar mengelilingi Sun gear sambil berputar searah jarum jam. Ini menyebabkan putaran Ring gear menjadi cepat sesuai dengan jumlah gigi Ring gear dan sun gear, Dan ini berlawanan dengan contoh di atas.

Mundur
Cara kerja roda gigi Ring gear - Driven member ( digerakkan ) Sun gear - Drive member( penggerak ) Carrier - Fixed ( ditahan ) Bila sun gear berputar searah jarum jam, pinion gearyang terikat pada carrier akan berputar berlawanan dengan jarum jam dan mengakibatkan Ring gear juga berputar berlawanan dengan jarum jam. Pada saat ini Ring gear menjadi lambat sesuai dengan jumlah gigi Sun gear dan ring gear.

GEAR RATIO
Jumlah gigi digerakkan Gear Ratio = Jumlah gigi pernggerak Karena Pinion gear bekerja sebagai idle gear , jumlah giginya tidak dikaitkan dengan gear ratio. Oleh karena itu , gear ratio Planetary gear ditentukan oleh jumlah gigi carrier, ring gear dan sun gear. Karena carrier bukan merupakan gigi, banyaknya gigi perumpamaan dipergunakan pada carrier.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 17 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Banyaknya gigi carrier Zc dapat diperoleh dengan persamaan : Zc = Zr + Zs Di mana , Zc = jumlah gigi carrier Zr = jumlah gigi ring gear Zs = jumlah gigi sun gear

Contoh : Zr = 56 dan Zs = 24 , jika Sun gear fixed ( mati) dan Ring gear bekerja sebagai penggerak, maka gear ratio dari Planetary gear set adalah sbb : Digerakkan Jumlah gigi Carrier GR = Menggerakkan = Jumlah gigi Ring gear

=

Zr + Zs Zr

= 56 + 24 5 = 1,429

Planetary gear unit 3 kecepatan
• Counter drive gear diikatkan oleh alur dengan intermediate shaft dan berkaitan dengan counter driven gear. Front dan rear sun gear berputar bersama sebagai satu unit Front planetary carrier dan rear planetary ring gear masing-masing diikatkan oleh alur dengan intermediate shaft.
HAL 18 DARI 55

• •

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

TRANSMISI OTOMATIS

FUNGSI MASING – MASING ELEMEN
NAMA Forward Clutch (C1) Direct Clutch (C2) 2nd Coast Brake (B1) FUNGSI Menghubungkan input shaft dengan front ring gear Menghubungkan input shaft dengan front dan rear sun gear Mengunci front dan rear sun gear, mencegah berputarnya searah jarum jam maupun berlawanan jarum jam

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 19 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

2nd Brake (B2 )

1 st Reverse Brake (B2)

One-way Clutch No. 1 (F1) One-way Cutch No. 2 (F2)

Mengunci front dan rear sun gear, supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam, pada saat F, kerja. Mengunci planetary carrier supaya tidak berputar searah maupun berlawanan dengan jarum jam Pada saat B2 bekerja, mengunci front dan rear sun gear supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam Mengunci planetary carrier supaya tidak berputar berlawanan dengan jarum jam

CARA KERJA KOPLING (CLUTCH) DAN REM (BRAKE)
SHIFT POSITION P R N D.2 D D 2 L GEAR PARK REVERSE NEUTRAL FIRST SECOND THIRD SECOND FIRST C1 C2 B1 B2 F1 B3 F2

Posisi D ( gigi 1 )

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 20 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( D” ATAU 2 RANGE /Gigi pertama ) INPUT SHAFT INPUT SHAFT

C1
FRONT PLANETARY RING GEAR

FRONT PLANETARY PINION GEARS

FRONT & REAR SUN GEARS

REAR PLANETARY PINION GEARS

FRONT PLANETARY CARRIER

FRONT PLANETARY CARRIER

F2 REAR PLANETARY RING GEAR

INTERMEDIATE SHAFT

COUNTER DRIVE GEAR

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 21 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi D (gigi 2 )

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 22 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( D “ RANGE /Gigi ke dua )

INPUT SHAFT

C1

FRONT PLANETARY RING GEAR

FRONT PLANETARY PINION GEARS

FRONT & REAR SUN GEARS

FRONT PLANETARY CARRIER

F

INTERMEDIATE

B2
COUNTER DRIVE GEAR

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 23 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi D (gigi 3)

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 24 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( D” RANGE /Gigi ketiga )
INPUT SHAFT

C1

C2

FRONT PLANETARY RING GEAR

FRONT & REAR SUN GEARS

FRONT PLANETARY PINIION GEARS

FRONT PLANETARY CARRIER

INTERMEDIATE SHAFT

COUNTER DRIVE GEAR

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 25 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi 2

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 26 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( 2 “RANGE (2 ND GEAR), ENGINE BRAKING )

COUNTER DRIVE GEAR

INTERMEDIATE SHAFT

FRONT PLANETARY CARRIER

FRONT PLANETARY PINION GEARS

REAR PLANETARY CARRIER

FRONT PLANETARY RING GEAR

B1

C1

INPUT SHAFT

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 27 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi L

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 28 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( L” RANGE (1 ST GEAR), ENGINE BRAKING)

COUNTER DRIVE GEAR

INTERMEDIATE SHAFT

REAR PLANETARY RING GEAR

FRONT PLANETARY CARRIER

REAR PLANETARY CARRIER

REAR PLANETARY PINION GEARS

B3

FRONT & REAR SUN GEARS

FRONT PLANDETARY PINION GEARS

FRONT PLANETARY RING GEAR

C1

INPUT SHAFT

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 29 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi R

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 30 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

URUTAN PERPINDAHAN DAYA ( R “ RANGE )

INPUT SHAFT

C2

FRONT & REAR SUN GEARS

FRONT PLANETARY PINION GEARS

REAR PLANETARY CARRIER

REAR PLANETARY RING GEAR B2

INTERMEDIATE SHAFT

COUNTER DRIVE GEAR

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 31 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Posisi P dan N
Jika shift selector pada posisi P dan N Maka Clutch C1 dan C2 tidak bekerja Input dari input shaft t idak di teruskanke counter drive gear. Posisi P , Parking Lock pawl, terkait dengan driven Gear yang di hubungkan ke Differential shaft melalui alurnya,sehingga kendaraan tidak dapat bergerak Posisi P dan N dapat di Start

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 32 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

SISTEM KONTROL HIDROLIK

Hydraulic control system merubah beban mesin (sudut pembukaan throttle valve) dan kecepatan kendaraan menjadi bermacam-macam tekanan hidrolik yang akan menentukan shifting. Sistem ini terdiri dari oil pump, governor valve, dan valve body. Oil pump drive gear berhubungan dengan pump impeller pada torque converter dan selalu berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan mesin. Governor valve digerakkan oleh drive pinion dan mengubah putaran (kecepatan) drive pinion shaft menjadi hydraulic signal yang dikirimkan ke valve body. Valve body menyerupai jalan yang berliku-liku, mempunyai jalur-jalur yang banyak sebagai saluran minyak transmisi. Pada jalur-jalur ini dipasang banyak katup yang membuka dan menutup jalur-jalur ini untuk mengirimkan dan menghentikan “hydraulic signal”ke bagian-bagian planetary gear unit.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 33 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

OIL PUMP
Oil pump dirancang untuk mengirimkan minyak ke torque converter, melumasi planetary gear unit dan mengoperasikan tekanan kerja pada hydraulic control system. Drive gear dari oil pump terus menerus digerakkan oleh mesin melalui torque converter pump impeller.

TEKANAN MINYAK

TEKANAN MINYAK

FUNGSI Diatur oleh primary regulator valve, ini adalah tekanan yang paling dasar dan terpenting yang digunakan pada transmisi otomatis, karena berfungsi untuk mengoperasikan semua kopling dan brake dalam transmisi, dan juga karena ini adalah sumber semua tekanan yang lain (governor pressure, throttle pressure dll) yang digunakan pada transmisi otomatis. Dihasilkan oleh secondary regulator valve, ini digunakan dan untuk mengalirkan minyak ke torque converter, melumasi transmission case dan bearing dll serta untuk mengirimkan minyak ke oil cooler. Throttle prssure (yang dihasilkan oleh throttle valve) naik dan turun mengikuti penekanan pedal akselerator. Governor pressure (yang dihasilkan oleh governor valve) mengikuti kecepatan kendaraan. Keseimbangan atara kedua tekanan ini adalah faktor yang menentukan shift poit;oleh karena itu tekanan ini merupakan faktor yang sangat penting.

Line presure

Converter pressure lubrication pressure

Throttle pressure

Governor pressure

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 34 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

VALVE BODY
Valve body terdiri dari upper valve body, lower valve body dan manual valve body. Katup-katup yang terdapat di sini mengatur tekanan minyak dan memindahkan aliran minyak dari satu saluran ke yang lainnya.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 35 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

FUNGSI KATUP – KATUP UTAMA
1. Primary Regulator Valve Fungsi : Mengatur tekanan hidraulis yang dihasilkan oil pump, membuat line pressure yang merupakan dasar dari tekanan - tekanan lain seperti : governor pressure, lubrication pressure, throttle pressure dll.

2. Secondary Regulator Valve Fungsi : Membuat coverter pressure dan lubrication pressure.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 36 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

3. Manual Valve Fungsi : Dioperasikan oleh selector lever, membuka saluran minyak ke katup- katup yang diperlukan untuk masing-masing posisi.

4. Throttle Valve Fungsi : Membuat hydraulic pressure (throttle pressure) yang sesuai dengan pedal akselerator.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 37 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

5. Throttle Modulator Valve Fungsi : Pada saat throttle pressure naik pada tekanan tertentu, klep ini menurunkan line pressure yang dihasilkan oleh primary regulator pressure.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 38 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

6. Governor Valve Fungsi : Membuat tekanan hidrolik (governor pressure) yang sesuai dengan kecepatan kendaraan.

7. Cut back Valve Fungsi : Bila governor pressure lebih tinggi dari throttle pressure, maka katup ni menurukan throttle pressure yang dihasilkan oleh throttle valve.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 39 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

8. Shift Valve ( 1-2, 2-3 *) Fungsi : Memilih saluran - saluran (1st 2nd), (2nd 3rd) dan (3rd, untuk line pressure yang bekerja pada planetary gear unit. * Shift Valve 1 - 2

OD)

* Shift Valve 2 - 3

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 40 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

9. Lock – up signal valve Fungsi : Menentukan saat lock – up clutch On - Off dan mengirimkan hasilnya ke lockup relay valve.

10.

Lock – up Relay Valve

Fungsi : Memilih saluran untuk converter pressure yang menggerakkan lock – up clutch On – Off.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 41 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

11. Accumulator Fungsi : Mengurangi kejutan yang timbul pada saat piston Co,C1,C2 atau B2 bekerja.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 42 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

Model F4A2 Series ( MITSUBISHI)
Pada dasarnya semua transmisi otomatis mempunyai kesamaan cara kerja, hanya model-model dari Hidrolik Valve Control. Berikut ini cara kerja dari Hydrolic Valve control pada Transmisi Otomatis kendaraan Mitsubishi model F4A2 Series.

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 43 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 44 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 45 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 46 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 47 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 48 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 49 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 50 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 51 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 52 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 53 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 54 DARI 55

TRANSMISI OTOMATIS

DIKLAT KOMPETENSI GURU TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

HAL 55 DARI 55

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful