Anda di halaman 1dari 12

PENYAKIT SISTEM PERNAPASAN

FELINE RHINOTRACHEITIS VIRUS


Paper
Dibuat untuk melengkapi tugas tugas mata kuliah ilmu penyakit dalam hewan kecil
Oleh
Kelompok 3
Elsa suarni

Amalia fatma zahra

Cut lathifa nurrady

Debby novita ayumi

Cut erika ramadhana

Jessica anggun safitri

Nelly kartika

Ridhan akbar

ILMU PENYAKIT DALAM HEWAN KECIL


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM
2015
PENDAHULUAN

Rhinotracheitis adalah salah satu penyakit karena virus yang sangat patogen pada
kucing terutama kucing muda.Rhino berarti hidung,tracheitis adalah peradangan batang
tenggorok atau trakea,rhinotracheitis adalah peradangan hidung dan batang tenggorokan.
Feline Viral Rhinotracheitis ( FVR ) Merupakan penyakit infectious yang disebabkan
oleh virus yang dapat bersifat akut/kronis dan menyerang pada saluran pernafasan atau
konjungtiva pada kucing domestic dan eksotik. Bersama dengan Feline Calicivirus (FCV)
dapat menyebabkan Feline Respiratory Disease Complex.
Virus penyebab penyakit ini adalah Feline Herpesvirus 1 (FHV-1) yang peka terhadap
panas, asam dan desinfektan. Konsentrasi virus yang tinggi pada kucing sakit berada pada
pharynx dan rongga hidung. Virus ini sangat lemah jika berada diluar tubuh kucing, dia hanya
dapat bertahan dalam hitungan jam saja.

Kejadian dan prevalensi penyakit ini cukup tinggi, penyebaranya pun sangat luas
bahkan hampir di seluruh dunia. Pada anak kucing angka kematian dapat mencapai 30 % dan
angka kesakitan 100%. Anak kucing dapat terinfeksi pada umur 2-8 minggu, bahkan kadang
pada saat akan dilahirkan. Semua family felideae dapat menjadi induk semang pertumbuhan
FHV 1 ini.jika tidak mendapat perawatan segera prognosanya bisa buruk.

PEMBAHASAN

ETIOLOGI
Rhino diartikan sebagai hidung,tracheitis adalah peradangan batang tenggorok atau
trakea,rhinotracheitis adalah peradangan hidung dan batang tenggorokan.
merupakan penyakit akut pada kucing domestik dan eksotik. Yang ditandai dengan
bersin,demam,dan peradangan pada hidung,peradangan pada jaringan yang lembab dimata
(konjungtivitis),

SIGNALEMENT/ KETERANGAN TENTANG HEWAN


Species hewan yang bisa terjangkiti oleh felin rhinotracheitis virus (FVR)
berpengaruh pada semua kucing domestik dan beberapa kucing eksotik.
Predileksi virus berkembang biak : tidak ada, tetapi hidung pendek,muka datar
(dikenal sebagai brachycephalic) berkembang biak lebih parah pada kornea.
Rentang usia yang paling rentan terinfeksi :Kucing segala umur,tetapi anak kucing
lebih mudah terinfeksi.

TANDA TANDA / GEJALA KLINIS


1. Bersin akut
2. Mengedipkan mata secara tidak teratur (blepharospasm) dan pengeluaran sekresi dari
mata
3. Nafsu makan berkurang (anoreksia)
4. Demam tinggi,tanda umum adalah ketidaknyamanan dan rasa tidak enak (malaise).
Dan ketidak mampuan mencium pada kucing
5. Bisa terjadi keguguran bilahewan sedang buntung
6. Hewan carier :gejala klinis yang menunjukkan rhinotracheitis tidak ada,tetapi dalam
tubuh hewan terdapat virus herpes yang bisa ditularkan ke kucing lain.

7. Demam,suhu mencapai 41 o C
8. Terjadi peradangan pada hidung (rhinitis) pengeluaran sekreta dari hidung ,bening
atau bercampus mukus dan atau nanah.
9. Peradangan pada mata (konjungtivitis) ,pengeluaran sekreta dari mata,bisa bening
atau bercampur mukus dan atau nanah
10. Peradangan hidung kronik (rhinitis) dan sinusitis,dan pengeluaran sekreta dari hidung
yang bercampur nanah,kehadiran sinusitis harus dipastikan dengan X ray.
11. Peradangan kornea,keratitis.koreng pada kornea,koreng yang sangat dalam pada
kornea ke membran yang paling dalam dikenal dengan destemetocele,yang dapat
menyebabkan ruptur mata,atau inflamasi seluruh bagian mata yang dikenal dengan
panophtalmitis

PENYEBAB
Feline herpes virus tipe 1 (FHV-1). Atau disebut juga feline rhinotracheitis virus
( FVR ) , yang tidak hanya menyebabkan sekitar setengah dari semua kucing didiagnosis
infeksi virus saluran pernapasan atas , tetapi juga merupakan penyebab penting dari lesi mata
pada kucing . Seperti kasus infeksi alphaherpesvirus lainnya , fase akut FVR diikuti dengan
periode laten seumur hidup . Selama tahap laten , virus FeHV - 1 DNA tetap dalam bentuk
episom , terutama di inti neuron ganglion sensorik . Transkripsi virus RNA sangat terbatas,
dan virus yang menginfeksi tidak diproduksi . Pembalikan stadium laten , yang disebabkan

oleh stres alami atau administrasi kortikosteroid , dapat menyebabkan virus reaktivasi dalam
sel yang terinfeksi secara laten , menyebabkan produksi baru virus yang menginfeksi.
berpotensi menyebabkan tanda-tanda klinis ( kambuhnya ) , dan dapat menyebabkan
penularan virus.

FAKTOR RESIKO
Beberapa hal yang dapat menyebabkan seekor kucing terinfeksi FVR diantaranya:
1. Kekurangan vaksin untuk virus herpes tipe 1,meskipun vaksinansi tidak mencegah
infeksi secara keseluruhan.
2. Fasilitas dengan bermacam macam kucing yang terlalu padat tidak memadai,ventilasi
yang buruk,sanitasi,nutrisi yang buruk,atau stress fisik dan psikis.
3. Masa kehamilan atau menyususi
4. Hewan yang mengalami imunosupresif karena penyakit lain atau penyakit sistem
respirasi lain.
5. Anak kucing yang terlahir dari induk carier,akan terinfeksi setelah berumur 5 minggu
DIAGNOSA
Feline rhinotracheitis didiagnosa berdasarkan gejala klinis yang terlihat pada
kucing,selain itu dapat didiagnosa dengan

Cbc / biokimia /urinalisis


Tidak diagnostik,leukopenia sementara diikuti leukositosis mungkin dapat terjadi

Tes laboratorium lainnya


Immunofluerescent assay,virus dideteksi dari kerokan hidung atau konjungtiva,

Isolasi virus,dari sampel usapan faring, atau pewarnaan ulas konjungtiva,mendeteksi


inklusion body intranukleus. Sampel darah untuk serologi,ini harus diambil pada awal
penyakit dan 2 minggu kemudian menunjukkan perkembangan antibodi

Radiology

Buka mulut dan terlihat langit langit tengkorak menunjukkan adanya penyakit kronik
pada rongga hidung dan sinus frontal,infeksi tidak dapat dibedakan dari neoplasma dan
peradangan polip,jika tidak ada hal abnormal dalam radiohgrafi ditemukan penyakit akut.

Temuan patologi

Muka kotor (Discharge nasal dan discharge ocular) ,terjadi udem pada mukosa epitel saluran
pernapasan bagian atas,tracheitis,sinusitis,keratitis ulcerativ,dan panoptalmitis. Secara
mikroskopik, terjadi udema submukosa, infiltrasi sel radang pada saluran pernapasan atas dan
jaringa konjungtiva,sinusitis kronik,dan terjadi inklusion body pada sel epitel.

Temuan post-mortem
Konjungtiva merah dan edema ,Peradangan mukopurulen dari mata dan hidung

debit kuning kental. ulserasi nekrotik dari hidung dan kadang-kadang mukosa mulut,Tulang
konka mungkin nekrotik dan sinus meradang

(Kucing yang menderita feline herpes virus)

DIFERENSIAL DIAGNOSA
1. Calicivirus, lebih sedikit bersin,konjungtivitis,keratitis ulcerativ,stomatitis,pneumonia

2. Chlamydiosis,konjungtivitis

yang

lebih

kronis,yang

dapat

bersifat

unilateral,pneumonitis, inklusi intrasitoplasmik kerokan konjungtiva,respon terhadap


tetrasiklin atau kloramfenikol
3. Infeksi bakteri (bordetella,haemophillus,atau pasteurella ) keterlibatan mata dan
hidung kurang,sering berespon terhadap antibiotik

POINTERS TO CLINICAL DIFFERENTIATION OF FELINE RESPIRATORY


INFECTIONS
Pointer

Aetiological Agent
FVR

Severity

FCV

Chlamydia

Primaryinfection

Variable mild to

Mild

typically severe

moderate

ocular

Conjunctivitis often

Conjunctivitis mild to

Chronic and marked

symptoms

prominent maybe

absent

conjunctivitis

conjunctivitis

keratitis
Often profuse

Scanty to moderate

Scanty to moderate

Epithelial

Very occasionally tongue

Very frequently

Not associated

Ulcerations

or pharynx

tongue,also hard

Coughing

Common

palate,pharynx, external
Rare if ever

Discharge

Rare if ever

PERLAKUAN
Untuk pasien rawat inap: berikan nutrisi dan cairan yang cukup pada kucing yang
mengalami anoreksia,cegah terjadinya penyebaran virus.sedangkan pasien rawat jalan: jaga

agar kucing tetap dalam ruangan untuk mencegah terinduksinya stress karena
lingkungan,yang dapat memperpanjang perjalanan penyakit.
Cairan intravena atau subkutan untuk mencegah dehidrasi,untuk menjaga sekret dari
hidung tetap cair.

Aktivitas

Isolasi kucing,karena meraka dapat menyebarkan virus ke kucing lainnya.

Diet
Pasien rawat jalan : berikan makanan yang disukai kucing untuk menghindari

berkurangnya nafsu makan.berikan makanan yang menarik rasa dan aromanya.sementara


unruk pasien rawat inap : paksa kucing untuk makan makanan yang bergizi,bersihkan ingus
kucing sebelum melakukan feeding tube.
Operasi,pembedahan untuk implantasi atau pemasangan feeding tube dapat dilakukan
jika terjadi anoreksia dalam waktu yang lama.
PENGOBATAN
Pengobatan diarahkan pada penanggulangan atau pengurangan gejala yang disebut
terapi simptomatik. Selain itu, pengobatan dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh
melalui pemberian makan bergizi secara paksa. Untuk mencegah infeksi sekunder dan
membasmi mikoplasma chlamydia, penderita diberikan antibiotik spektrum luas. Obat
tetrasiklin salah satu obat yang cukup efektif mengatasi Chlamydia. Ingus yang keluar harus
sering dilap. Bila tidak, ingus akan cepat mengering dan menyumbat hidung sehingga
penderita akan sulit bernafas. Untuk mengurangi keluarnya ingus, berikan obat tetes hidung
yang berisi ephedrine sulfate 0,25% sebanyak dua tetes untuk setiap lubang hidung.
Gejala lain yang perlu dikurangi atau ditanggulangi adalah radang mata dan reaksi
alergi. Untuk mengobati radang mata dapat dipakai salep mata tetrasiklin sebanyak 5-6 kali
sehari untuk mengurangi reaksi alergi , berikan tablet CTM dengan dosis 8 mg untuk kucing
dewasa dan 4 mg untuk anak kucing dalam dosis yang terbagi 2-3 kali sehari.
Pencegahan

Pencegahan hanya dapat dilakukan melalui vaksinasi teratur sejak umur 7-8 minggu,
terutama pada kucing ras. Agar diperoleh kekebalan yang baik, vaksinasi diulang dua kali
dengan interval 3-4 minggu, lalu divaksinasi lagi setiap tahun. Vaksin terhadap penyebab
penyakit terhadap pernapasan kompleks (herpes, calicivirus, dan Chlamydia) ini sudah lama
ada di Indonesia dalam bentuk polivaksin.
Kesehatan Lingkungan
Virus penyebab penyakit ini disebarkan melalui ingus yang keluar dari hidung dan
kotoran dari mata penderita. Untuk itu, penderita harus segera diisolasi/dikarantina. Selain
itu, sebaiknya anda jangan memelihara kucing terlalu banyak karena penyakit ini berbanding
lurus dengan banyaknya kucing yang dipelihara kucing yang terlalu banyak pun perlu
mendapatkankan perhatian, gizi, dan perawatan individual yang kurang. Bila populasi kucing
tidak terkontrol keberadaan dapat sebagai hama dan pembawa jenis penyakit lain
PROGNOSA
Prognosa secara umum baik jika diberikan terapi cairan dan nutrisi yang
adekuat.biasanya 7-10 hari akan membaik jika tidak ada infeksi sekunder.
PENDIDIKAN KLIEN
Beritahukan kepada klien bahwa penyakit ini bersifat menular,diskusikan untuk
memberikan pemrograman vaksin yang tepat kepada klien.

PENUTUP
Feline rhinotracheitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh feline herpes
virus tipe 1,protokol vaksinasi yang tepat dan vaksinasi awal diperlukan untuk mengurangi
keparahan penyakit.vaksin tidak menghilangkan kemungkinan terinfeksi feline herpes
virus.penyapihan awal dan isolasi dari kucing lain dapat mencegah penularan penyakit.virus
ditularkan dari ingus kucing yang terkena penyakit,jadi sanitasi dan kebersihan kandang
harus diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA
Larry P. Tilley and Franciss W.K.Smith. 2011.Blackwells Five-Minute Veterinary Consult :
Canine and Feline 5th Ed. John Willey & Sons.Inc
Adam,robert.-.Feline Rhinotracheitis feline herpesvirus Type-1 Infection .Joondalup
Central Veterinary Hospital
Roger,Maes.2012.Felid Herpesvirus Type 1 Infection in Cats: A Natural Host Model for
Alphaherpesvirus Pathogenesis.International Scholarly Research Network ISRN
Veterinary Science Volume 2012.
Povey R.C.1976. Feline Respiratory Infections - A Clinical Review. The Canadian Veterinary
Journal.Volume 17
Cassie, Gombeda,- . Feline Herpes Virus/ Feline Rhinotracheitis. Guernsey Veterinary Clinic.