Anda di halaman 1dari 24

17

BAB I
STEERING GEOMETRI

A. Sudut Belok dan Radius Belok Roda Depan Kendaraan Roda


Empat
Salah satu spesifikasi suatu kendaraan roda empat
(mobil) adalah sudut belok roda depan. Sudut belok roda
depan mempunyai peranan yang cukup penting dalam rangka
membangun kesempurnaan sistem kemudi kendaraan yang
bersangkutan . Hal ini mengingat bahwa gerakan roda kemudi
di pengaruhi oleh poros roda depan yang padanya melekat
( terletak ) roda-roda depan. Agar sistem steering ( kemudi )
dapat lebih sempurna, maka poros roda sisi dalam apabila
mobil itu membelok harus mempunyai sudut belok yang lebih
besar daripada

sudut belok roda bagian luar.

depan

ro

ri

Gambar 1
Dari Gambar 1 tampak bahwa pasangan roda belakang
terpasang tetap sehingga selalu membentuk radius belok yang

18
sama terhadap titik pusat O, tetapi untuk roda depan masingmasing membentuk radius putar yang berbeda agar dapat
bertemu pada satu pusat yaitu titik O. Hal ini berarti bahwa pada
waktu mobil berbelok, sudut belok yang dibentuk oleh kedua roda
depan itu berbeda.
Roda sebelah luar harus melintasi jalan dengan radius
dengan radius yang lebih besar dan sudut belok lebih kecil ()
sedang roda depan sebelah dalam

membentuk lintasan jalan

dengan radius lebih kecil dengan sudut belok yang lebih besar
( ).

Jadi .

1. Perhitungan Sudut Belok Roda Depan :


Perhatikan Gambar 2 berikut ini :

depan
a

ro

ri

d
T

X
Gambar 2

19

Dari gambar 2 tampak bahwa :

ab = cd

ac = B (wheel base)

ab = (cO dO)

cO = X + T

ac
B
tg = ---- = ------------O
X+T
1
X+T
---- = -------
tg
B

1
----- =
tg

X
T
--- + ---B
B

.. (1)

Selanjutnya perhatikan bdO :


bd
tg = ------ dimana bd =B dan dO = X
dO
jadi B
tg

............. (2) =

atau

1
tg

X
B

Rumus (1) dan (2) tersebut masing masing adalah rumus


untuk menentukan sudut belok roda depan sisi luar dan
dalam.
Sekarang jika persamaan (2) dimasukkan ke persamaan (1)
maka akan diperoleh :

1
tg

1
tg

T
B

atau

1
tg

tg

20

Dalam hal ini T = track


B = wheel base

2. Perhitungan Jari jari Belok Maksimum :


Ukuran lain dalam sistim kemudi yang juga biasa
dicantumkan sebagai spesifikasi kendaraan adalah: jari jari
belok maksimum. Kendaraan yang baik (praktis) adalah
kendaraan yang mempunyai jari jari belok maksimum yang
kecil. Adapun jari jari belok maksimum dapat dihitung
dengan cara sebagai berikut : (lihat gambar 2).

Jari jari

belok yang maksimum pada keadaan di atas ditunjukan oleh


panjang ro ( jari-jari belok roda sisi luar )
Pada acO:

B
sin = -----ro

Jadi jari-jari belok maksimumnya :

ro=

sin

3. Contoh soal
a. Sebuah mobil diketahui mempunyai track = 125 cm dan
wheel base = 220 cm. jika mobil itu roda depan bagian
kanannya diputar dengan sudut 20, maka hitunglah sudut

21
belok roda depan bagian kiri dan juga radius belok
maksimumnya agar diperoleh efek steering yang benar !

Penyelesaian : Lihat Gambar 3 di bawah ini !


depan
a

= 200
ro

220 cm

ri

d
125 cm

X
Gambar 3

B
220
tg = ----- = -----X
X

220
220
X = ------- = -------- = 604,4
tg
tg 200

B
220
tg = ------ = -----------------X+T
604,4 + 125

= 0,3016

= 16,78o = 16o 47

Jadi diperoleh sudut belok roda depan bagian luar = 1647


Jari-jari belok maksimum = ro
B
220
ro = ------- = -------

220
= --------

22
sin

sin 1647

0,2792

Jadi ro = 788 cm

b. Akan direncanakan sebuah kendaraan yang mempunyai


wheel base = 240 cm. Dari kendaraan tersebut dikehendaki
jika sudut belok dalamnya 22 o maka akan dihasilkan sudut
belok luar sebesar 17o30. Berapakah ukuran

track

kendaraan agar rencana tersebut dapat tercapai ?

Penyelesaian:
Diketahui : Sebuah kendaraan dengan
B = 240 cm
= 220
= 17030
Ditanyakan : T = ... ?

Jawab :
B
tg = ----X

240
tg 22o = -----X

240
240
X = - ------ =
.
0
tg 22
0,4040
= 594,021

B
tg = -----X+T

220
tg 17030 = ------------- -594,021+ T

23
220
594,021+ T = ------------- -tg 17030

4. Rangkuman
a. Sudut belok adalah : sudut yang dibentuk oleh sumbu roda
depan

kendaraan roda empat pada posisi lurus dengan

posisi membelok.
b. Radius belok adalah: radius dari lingkaran belok roda depan
diukur dari perpotongannya terhadap perpanjangan sumbu
roda belakang.
c. Sudut belok roda bagian dalam ( ) kendaraan roda empat
dapat ditentukan dengan persamaan :

tg

B
X

d. Sudut belok roda bagian luar () dapat ditentukan dengan


persamaan
1
1
T
T
1
1
----- = ----- + ---- atau --- = ---- ---tg tg Btg
tg
e. Radius belok ( ro ) kendaraan roda empat dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :

24
B
ro =

sin

5. Soal Latihan
a. Sebuah mobil diketahui mempunyai track = 125 cm dan
wheel base = 220 cm. jika mobil itu roda depan bagian
kanannya diputar dengan sudut 20, maka hitunglah sudut
belok roda depan bagian kiri dan juga radius belok
maksimumnya agar diperoleh efek steering yang benar !
b. Sebuah mobil diketahui mempunyai track

180 cm dan

wheel base 340 cm. Jika roda depan mobil itu dibelokkan ke
kiri dengan sudut 22, maka hitunglah :
1). sudut belok roda depan bagian kanan.
2). radius belok maksimumnya agar efek steering yang
benar !
B. Mekanisme Steering Tipe Ackerman
Mekanisme steering

banyak digunakan oleh industri

otomotif dewasa ini adalah mekanisme steering Tipe Ackerman.


Q
Secara skematis komponen utama
yang digunakan pada
mekanisme steering type ini dapat dilihat pada Gambar 4.

Kanan

P
A

Kiri
C

D
E

F
Depan
Gambar 4

25

Keterangan Gambar :

AB = beam

AE = knuckle roda kanan

ED = tie-rod roda kanan

BF = knuckle roda kiri

DF = tie-rod roda kiri

P = gear box

CD = pitman arm

= roda kemudi

Secara singkat cara kerja mekanisme steering type Ackerman


dapat dijelaskan sebagai berikut :
Apabila roda kemudi diputar maka dengan perantaraan
gear box P, pitman arm CD akan bergerak searah dengan
putaran roda kemudi, selanjutnya pitman arm akan mendorong
tie-rod sehingga knuckle bergeser dan menggeser kedua roda
kendaraan sehingga roda tersebut berbelok.

1. Perhitungan Sudut Belok Roda Depan Bagian Dalam :


Kalau diperhatikan mekanisme sistem kemudi type
Ackerman

tersebut

tampak

bahwa

knuckle-nya

dibuat

menyudut sehingga membentuk bangun trapesium yang terdiri


dari titik-titik putar (engsel) knuckle arm dan titik-titk ujung tie-

26
rod. Hal ini sengaja dibuat agar pada saat kendaraan
membelok dapat terjadi sudut belok yang berbeda antara roda
kiri dan kanan.
Jika sistem kemudi di atas disederhanakan maka akan
tampak seperti Gambar 5 berikut ini :

L1

L2

O
B

R
p
R
L3

L4

C
P
Depan
Gambar 5

Keterangan :
L1 = OA = jarak king pin kanan terhadap pitman arm
L2 = OB = jarak king pin kiri terhadap pitman arm
L3 = panjang tie-rod roda kanan
L4 = panjang tie-rod roda kiri
p = panjang pitman arm
R = panjang knuckle arm
dan = sudut knuckle arm
Pada keadaan normal ( posisi lurus ) sudut = sudut yang
dapat dihitung dengan rumus :
(L1 + L2) (L3 + L4)
cos cos =

27
2R
Selanjutnya jika kendaraan dibelokkan ke salah satu
arah, misalnya ke kanan maka pitman arm akan bergeser ke
kanan dengan sudut , dan tie-rod juga tergeser ke kanan
dan

mendorong

knuckle

arm

sehingga

roda

kanan

membentuk sudut belok dan roda kiri membentuk sudut


. Pada kejadian ini sudut belok roda kanan disebut sudut
belok bagian dalam yang besarnya dapat dihitung dengan
rumus :

A
`

= o

E
o

R
p p

C
D D
C
X
X
X

Gambar 6
Besarnya sudut belok bagian dalam () tergantung
besarnya sudut knuckle arm ketika posisi belok (o).
Kalau diperhatikan sudut knuckle ( o) besarnya ada tiga
kemungkinan tergantung besar kecilnya pemutaran roda
kemudi, yaitu :
a. o < 900 ( lancip )

28
b. o = 900

( siku-siku )

c. o > 900 ( tumpul )


a. Kemungkinan I : o < 900 ( lancip )
Pada kemungkinan I ini posisinya dapat dilihat pada
Gambar 7 di bawa ini:

c
o

Gambar 7
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa :
X = p sin
c =a X
(L1 + L2) (L3 + L4)
a =
2
(L1 + L2) (L3 + L4)
p sin

Maka c =
2

(L1 + L2) (L3 + L4) 2 p sin


c=
2

29
Sekarang perhatikan ADM :
AM
a
cos = ------ = ----AD
R
(L1 + L2) (L3 + L4)
cos =
2R
Selanjutnya perhatikan ADN
AN
c
cos o = ------ = ----AD
R

cos o =

(L1 + L2) (L3 + L4) 2 p sin


2R

Dari rumus ini di peroleh harga o, selanjutnya


harga ini disubstitusikan ke rumus = o
maka diperolehlah harga .

b. Kemungkinan II : o =

900 ( siku-siku )

a
A

L1

p
L3
D

X
Gambar 8

30

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa :


C = a X karena a = X berarti c = 0
=
Karena sudah diketahui bahwa o = 900 maka langsung
bisa dihitung besarnya sudut , yaitu: = 900
c. Kemungkinan III : o 90 ( tumpul )
c

L1

o
p
R
2 1
p
L3P

D
P
D
X
X
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa :
X = p sin
c =X a
(L1 + L2) (L3 + L4)
Maka c = p sin

2 p sin (L1 + L2) + (L3 + L4)


c=

31
Untuk mempermudah dalam menentukan besar sudut
pada kejadian ini maka dibagi menjadi dua bagian, yaitu 1
dan 2

yang masing-masing dapat dihitung dengan

persamaan :
a
(L1 + L2) (L3 + L4)
tg 1 = ------ = ------------------- ------p
2p
c
2 p sin (L1 + L2) + (L3 + L4)
tg 2 = ------ = --------------------------------------p
2p
Jika 1 dan 2 telah diperoleh berarti juga terhitung,
= 1 + 2

karena dari gambar tampak bahwa

Dari ketiga kemungkinan harga o tersebut masingmasing

akan

Selanjutnya

menghasilkan
untuk

harga

menentukan

mana

yang

berbeda.

yang

benar

(memenuhi syarat) masih tergantung harag sudut belok


baguian luarnya ().
2. Perhitungan Sudut Belok Roda Depan Bagian Luar
Pada pemutaran roda kemudi kekanan sebagai mana
yang terjadi pada peristiwa terdahulu (pada roda kanan) maka
pada roda sebelah kiripun juga akan terjadi efek yang sama,
yaitu belok kekanan. Perbedaannya, untuk roda sebelah kiri

32
perubahan sudut o hanya ada satu kemung kinan yaitu o
90 ( selalu lancip ).
Perhatikan Gambar 10 berikut ini:
c

L2


Sudut belok bagian
luar ditunjukkan oleh sudut geser

pCR
knuckle roda kiri, yaitu sebesar yang dapat dihitung
L4
P berikut
P
sebagai
:
X
= o

C
X
Gambar 10

c+a
Adapun sudut o ditentukan dengan rumus: cos o = --------R
Karena c = X ; X = p sin dan a sudah tahu sebelumnya,
maka:
(L 1 + L 2 ) (L 3 + L 4 ) + 2p sin
cos o =
2R

3. Hubungan Sudut Belok Luar dengan Sudut Belok Dalam


Untuk mendapatkan efek steering yang benar, maka
seharusnya besar sudut belok dalam dengan besar sudut
belok luar berbeda, untuk itu hubungan keduanya perlu dicari.

33

R1

180O-
C

P D
X

D
X

Gambar 11
Agar perhitungan menjadi mudah maka dianggap pergeseran
tie-rod merupakan satu garis horisontal.
Dari Gambar 11 di atas tampak bahwa :
X = CC = DD dan AC = BD = R
Pada posisi normal =
Lihat ACC :
R12 = R2 + X2 2 R X cos
R1 = R2 + X2 2 R X cos
Lihat BDD :
R22 = R2 + X2 2 R X cos (180O )
karena cos (180O ) = cos
R22 = R2 + X2 + 2 R X cos
R2 = R2 +X2 + 2 R X cos
R2

R2 + X2 + 2 R X cos

maka :

34
=
R1

lebih dari 1
R2 + X2 2 R X cos

( perhatikan bentuk pembilang dan penyebutnya )


karena

R2
---- 1
R1

maka R2 R1

Menurut rumus sinus , maka berlaku :

Pada ACC :

X
R1
----- = -----sin
sin

X
sin = ----- sin
R1

X
R2
pada BDD : --------- = -----------------sin
sin ( 180 o - )
Karena sin ( 180 - ) = sin
o

X
maka sin = ----- sin
R2

Sekarang jika sin dan sin dibandingkan :


sin
(X/R1 ). sin
------- = ------------------sin
(X/R2 ). sin

sin
R2
-------- = - --sin
R1

R2
Karena ------ 1
R1

sin
maka ------sin

jadi sin sin

atau

Akhirnya dapat disimpulkan bahwa besarnya sudut belok


roda depan bagian dalam lebih besar dari pada sudut
belok roda depan bagian luar. Hal ini berarti bahwa

35
mekanisme

steering

type

Ackerman

akan

dapat

menjamin efek steering yang sempurna ( benar. ).

4. Perhitungan Jumlah Putaran Roda Kemudi


Apabila diketahui pitman arm bergeser dengan
sudut o , maka berarti pitman arm tersebut berputar
sebanyak :
o
= -------- putaran
360o

( satu putaran = 360 o )

Selanjutnya jika diketahui perbandingan roda gigi = n g : 1


yang berarti : 1 putaran pitman arm = ng putaran roda
kemudi.
Jadi banyaknya putaran roda kemudi ( n rk ) jika pitman
arm bergeser dengan sudut o adalah :

o
nrk

. ng
360

putaran

5. Contoh Soal :
Sebuah mobil menggunakan mekanisme steering type
Ackerman mepunyai ukuran-ukuran : panjang pitman arm :
22 cm, jari-jari knuckle : 25 cm, panjang beam kanan : 75
cm, panjang beam kiri :

36
55 cm, panjang tie rod kanan : 71 cm, panjang tie rod kiri :
51 cm, dan perbandingan gigi pada gear box = 24 : 1 . Jika
roda kemudi mobil tersebut diputar kekanan sehingga
pitman arm tergeser dengan sudut = 200 . Tentukanlah :
a. Sudut knuckle pada posisi lurus.
b. Sudut belok roda bagian kiri.
c. Sudut belok roda bagian kanan.
d. Banyaknya pemutaran roda kemudi.

Penyelesaian :
Diketahui:

Sebuah mobil dengan mekanisme steering type


Ackerman

p = 22 cm ; R = 25 cm ; L 1 = 75

cm ; L2 = 55 cm ;
L3 = 71 cm ; L4 = 51 cm; Roda kemudi diputar
kekanan , = 200 ;
Ditanyakan : a. atau
b.

ng : 1 = 24 : 1
c.
d. nrk.

Jawab :
(L1+L2)(L3+L4)
(75+55) (71+51)
a. cos = cos = --------------------- = --------------- -------2R
2 .25
= 0,1600
b. = o

diperoleh = = 80,79 0

37

( L1 + L2 ) ( L3 + L4 ) + 2p sin
cos o = -------- --------------------------------2R
( 75 + 55 ) ( 71 + 51 ) + 2.22 sin 200
= ---------------------------------------------2.25
o = 62,55 0

= 0,4610

Sehingga diperoleh = 80,79 62,55 0 = 18,24 0

c . Sudut belok roda kanan: = o


kemungkinan

ada 3

besarnya o

* kemungkinan I : o 90 0
(L1 + L2) (L3 + L4) 2p sin
cos o = ---------------------------------------=
2R
( 75 + 55 ) ( 71 + 51 ) 2.22 sin 200
= ----=

------------- ----------------------------2.25

0, 1410

tidak mungkin

(karena Cosinus sudut lancip selalu positif)

* kemungkinan II : o = 90o

= 90o 80,79o = 9,21o

( tidak memenuhi syarat, seharusnya > )


* kemungkinan III : o > 90 o

= 1 + 2

38

(L1 + L2) (L3 + L4)


(75 + 55) ( 71 + 51)
tg 1 = ------------------------- = -- -----------------------2p
2.22
tg 1 = 0,1818

diperoleh 1 = 10,300

2p sin (L1 + L2) + (L3 + L4)


tg 2 = ------------------------- -------------2p
2.22 sin 200 ( 75 + 55 ) + ( 71 + 51 )
= ----------------------------------------------2.22
tg 2 = 0,1602

diperoleh 2 = 9,10 o

Jadi = 10,30o + 9,10o = 19,40o


(memenuhi, karena > )

d. nrk

o
20
= -------- . ng = - ----- . 24 = 1,33 putaran
360o
360o

6. Rangkuman
a.Mekanisme steering type Ackerman adalah mekanisme
steering yang banyak dikembangkan di industri otomotif
dewasa ini. Komponen utama mekanisme ini terdiri atas : Roda
kemudi, poros kemudi, gear box, tie-rod, pitman arm dan
knuckle arm.
b. Sudut knuckle mekanisme steering type Ackerman pada posisi
lurus dapat dihitung dengan rumus :

39
(L1 + L2) (L3 + L4)
cos = cos =

2R

c. Sudut belok roda bagian dalam ( ) pada mekanisme steering


type Ackerman dapat ditentukan dengan rumus :

= o

e. Sudut belok roda bagian dalam ( ) pada mekanisme


steering type Ackerman dapat ditentukan dengan rumus :

= o

e. Banyaknya putaran roda kemudi (nrk) dihitung dengan rumus :

nrk

o
360o

. ng

putaran

7. Soal Latihan
Sebuah mobil menggunakan mekanisme steering type
Ackerman mempunyai ukuran ukuran: panjang pitman arm : 20
cm, jari-jari knukle: 24 cm, panjang beam kanan: 64 cm, panjang
beam kiri: 44 cm, panjang tie rod kanan: 59 cm, panjang tie rod
kiri: 39 cm dan perbandingan gigi pada gear box = 36 : 1. Jika

40
roda kemudi mobil itu diputar ke kiri maka pitman arm tergeser
dengan sudut = 15 o .
Tentukanlah : a. Sudut knuckle pada posisi lurus.
b. Sudut belok roda bagian kanan.
c. Sudut belok roda bagian kiri.
d. Banyaknya pemutaran roda kemudi.