Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM GELOMBANG DAN OPTIK

CERMIN CEKUNG

Disusun oleh:
Asrul Husain

(12030654016)

Nurul Azizah

(12030654029)

Tsalis Istighfarin P.

(12030654048)

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari cermin cekung banyak dimanfaatkan sebagai komponen
utama berbagai macam alat. Salah satu contoh pemanfaataan cermin cekung adalah pada
lampu senter dan lampu depan mobil. Penggunaan cermin cekung pada lampu senter, lampu
depan mobil atau lampu sorot lainnya adalah untuk memparalelkan cahaya sehingga semua
cahaya dapat bergerak lurus ke depan. Jika kita membuka kaca penutup depan lampu senter
dan melepaskan cermin cekung maka cahaya senter yang dihasilkan akan melebar ke semua
arah dan tidak dapat menerangi benda atau permukaan jalan pada jarak jauh.
Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa
cekungan, atau berupa bagian dalam dari sebuah bola. Cermin cekung bersifat
mengumpulkan sinar pantul (konvergen). Ketika sinar-sinar sejajar dikenakan pada cermin
cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik, yang dinamakan titik api atau titik
fokus (F). Jarak fokus (f) cermin cekung merupakan jarak antara titik fokus (F) dengan
permukaan cermin cekung. Untuk mengetahui jarak fokus pada cermin cekung, maka
dilakukan percobaan cermin cekung.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara menentukan jarak fokus cermin cekung?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, didapatkan tujuan praktikum sebagai berikut:
1. Menentukan jarak fokus cermin cekung
D. Hipotesis
Berdasarkan tujuan praktikum diatas, didapatkan hipotesis sebagai berikut:
Semakin jauh jarak benda terhadap cermin cekung maka jarak bayangan yang dihasilkan
semakin dekat dan jarak focus semakin besar

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pemantulan Cahaya
Cahaya sebagai gelombang dapat memantul bila mengenai suatu benda.

Salah

satunya yaitu cahaya dapat dipantulkan melalui cermin, baik cermin datar, cekung, maupun
cembung. Pemantulan pada cahaya terjadi sesuai dengan hukum pemantulan yang
dikemukakan oleh Snellius, yang berbunyi:
1. Sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.
Pemantulan cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu pemantulan baur dan pemantulan
teratur. Pemantulan cahaya pada permukaan datar seperti cermin, atau permukaan air yang
tenang, termasuk pemantulan teratur. Sedangkan pemantulan cahaya pada permukaan kasar
seperti pakaian, kertas dan aspal jalan, termasuk dalam pemantulan baur.
B. Pengertian dan Ciri Cermin Cekung
Cermin cekung adalah cermin yang memiliki bagian pemantul cahaya berupa
cekungan, atau berupa bagian dalam dari sebuah bola. Cermin cekung di sebut juga cermin
konkaf atau cermin positif. Cermin cekung biasa digunakan sebagai reflektor (benda yang
memantulkan cahaya) misalnya pada senter, lampu sepeda, lampu mobil dan alat kerja
dokter.
Ciri-ciri cermin cekung antara lain ialah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Melengkung ke dalam.
Bagian pinggirnya tebal,sedangkan bagian tengahnya tipis.
Dapat mengumpulkan berkas sinar.
Titik kumpulnya disebut titik fokus yang bernilai positif.
Memiliki sinar istimewa.

C. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung


Sifat pemantulan cahaya pada cermin cekung adalah sebagai berikut :
1. Bayangan yang dihasilkan adalah bayangan nyata atau maya.
2. Mengumpulkan berkas cahaya (kovergen).

Gambar 1. Pemantulan pada Cermin Cekung


Pada gambar di atas di lukiskan cermin cekung. Titik M disebut titik pusat
kelengkungan cermin dan titik O disebut vertex. Garis yang melalui titik O dan M disebut
sumbu utama cermin. Jika sinar datang tidak terlalu jauh dari sumbu utama sehingga titik A
dekat dengan titik B, maka FA dan MF mendekati nilai FO. Karena MF = OF maka
, dengan f adalah jarak fokus cermin.

D. Sinar Istimewa pada Cermin Cekung


Ada 3 sinar istimewa yang dapat digunakan untuk menentukan letak bayangan sebuah
benda yang berada di depan cermin cekung yaitu:
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus

Gambar 2. Sinar Datang Sejajar Sumbu Utama

2. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama

Gambar 3. Sinar Datang Melalui Titik Fokus

3. Sinar datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali

Gambar 4. Sinar Datang Menuju Pusat Kelengkungan

Sinar-sinar istimewa tersebut digunakan menentukan sifat bayangan benda yang


berada di depan cermin cekung.
E. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh pada cermin cekung adalah sebagai berikut :
1. Benda berada di ruang 3 ( dibelakang titik pusat kelengkungan M )
Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua.
Sifat bayangan yang dihasilkan yaitu terletak di ruang 2, diperkecil, terbalik dan
nyata.

Gambar 5. Pembentukan Bayangan Ketika Benda Berada di Ruang 3

2.

Benda berada di ruang 2 ( antara M dan F )


Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan
kedua. Sifat bayangan yang dibentuk adalah berada di ruang 3, diperbesar, terbalik
dan nyata.

Gambar 6.Pembentukan bayangan Ketika Benda Berada di Ruang 2

3. Benda berada di ruang 1 ( diantara F dan O )


Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua.
Sifat bayanganny yakni berada di ruang 4, tegak dan diperbesar

Gambar 7. Pembentukan Bayangan Ketika Benda Berada di Ruang 1

4. Benda berada di titik pusat kelengkungan cermin (M)


Sifat bayangan yang terjadi yaitu nyata, terbalik, tinggi bayangan sama dengan
benda,dan terletak pada pusat kelengkungan cermin (M).
5. Benda berada di titik focus (F)
Sifat bayangan yang terbentuk adalah tak hingga, sebab sinar pemantulannya tidak
berpotongan.
F. Fokus Cermin Cekung

Untuk menentukan jarak fokus, dapat digunakan persamaan cermin yaitu :

dengan, f = fokus ( ); s = jarak benda; s = jarak bayangan


Sedangkan untuk menentukan nilai perbesaran, digunakan :

dengan, m = perbesaran; h = tinggi benda; h = tinggi bayangan; s = jarak benda;


s = jarak bayangan. Di mana, tanda minus disisipkan sebagi aturan.

BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Rancangan Percobaan

Gambar 1. Rancangan Percobaan Cermin Cekung


B. Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.

Cermin cekung
Rel optik
Lilin
Korek api
Kertas HVS/ layar

2 buah
1 buah
1 batang
1 buah
1 lembar/buah

C. Identifikasi Variabel
1. Variabel manipulasi: jarak benda (s)
Definisi operasional variabel manipulasi:
jarak benda adalah jarak pada benda yang diletakkan di depan cermin dengan
cermin itu sendiri.
2. Variabel respon: jarak bayangan, jarak fokus cermin
Definisi operasional variabel respon:
Jarak bayangan adalah jarak pada bayangan yang dihasilkan oleh benda, dihitung
dari cermin.
Jarak fokus cermin adalah hasil perhitungan antara 1/s ditambah 1/s
3. Variabel kontrol: jenis cermin
a. Definisi operasional variabel kontrol:
jenis cermin yang digunakan sama yaitu cermin cekung.

D. Langkah Percobaan
1. Memasang cermin cekung pada rel optik sesuai dengan rancangan percobaan.
2. Meletakkan lilin yang sudah dinyalakan pada jarak 40 cm di depan cermin cekung.
3. Meletakkan layar/kertas HVS di belakang sehingga menangkap bayangan lilin
4. Mengukur jarak lilin ke cermin (s) dan layar/kertas HVS ke cermin (s).
5. Mengulangi langkah 1, 2 dan 3 sebanyak 4 kali dengan harga s yang berbeda-beda.
6. Mencatat nilai s pada tabel.
7. Menghitung fokus dan mencatat pada tabel.

BAB IV
DATA DAN ANALISIS

A. Data
Cermin cekung fokus 10
Percobaan ke-

s 0,1 (cm)

s 0,1 (cm)

Fokus (f) (cm)

50,0

70,9

29,3

51,0

68,5

29,2

52,0

66

29,1

53,0

63,3

28,8

54,0

63

29,1

Percobaan ke-

s 0,1 (cm)

s 0,1 (cm)

Fokus (f) (cm)

5,0

16

4,0

6,0

14,3

4,2

7,0

13

4,6

8,0

12,5

4,9

9,0

12,1

5,2

Cermin cekung fokus 50

B. Analisis
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:

Pada percobaan yang digunakan untuk mencari nilai fokus (f) setelah didapatkan nilai
jarak benda (s) dan nilai jarak bayangan benda (s). Pada percobaan pertama pada cermin
cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 50,0 cm didapatkan nilai s sebesar 70,9 cm dan nilai
f sebesar 29,3 cm. Pada percobaan kedua pada cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar
51,0 cm didapatkan nilai s sebesar 68,5 cm dan nilai f sebesar 29,2 cm. Pada percobaan
ketiga pada cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar 52,0 cm didapatkan nilai s
sebesar 66 cm dan nilai f sebesar 29,1 cm. Pada percobaan keempat pada cermin cekung
fokus 10 dengan nilai s sebesar 53,0 cm didapatkan nilai s sebesar 63,3 cm dan nilai f
sebesar 28,8 cm. Pada percobaan kelima pada cermin cekung fokus 10 dengan nilai s sebesar
54,0 cm didapatkan nilai s sebesar 63,0 cm dan nilai f sebesar 29,1 cm. Berdasarkan nilai f
dari kelima percobaan pada cermin cekung fokus 10 didapatkan rata-rata f sebesar 29,1 cm
dengan taraf ketelitian sebesar 99,76% serta taraf ketidakpastian sebesar 0,24%.
Adapun grafik nilai fokus terhadap jarak benda pada cermin cekung fokus 10 seperti
berikut:

Pada percobaan pertama pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 5,0 cm
didapatkan nilai s sebesar 16 cm dan nilai f sebesar 4,0 cm. Pada percobaan kedua pada
cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 6,0 cm didapatkan nilai s sebesar 14,3 cm
dan nilai f sebesar 4,2 cm. Pada percobaan ketiga pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai
s sebesar 7,0 cm didapatkan nilai s sebesar 13 cm dan nilai f sebesar 4,6 cm. Pada percobaan

keempat pada cermin cekung fokus 50 dengan nilai s sebesar 8,0 cm didapatkan nilai s
sebesar 12,5 cm dan nilai f sebesar 4,9 cm. Pada percobaan kelima pada cermin cekung fokus
50 dengan nilai s sebesar 9,0 cm didapatkan nilai s sebesar 12,1 cm dan nilai f sebesar 5,2
cm. Berdasarkan nilai f dari kelima percobaan pada cermin cekung fokus 50 didapatkan ratarata f sebesar 4,58 cm dengan taraf ketelitian sebesar 89,52% serta taraf ketidakpastian
sebesar 10,48%.
Adapun grafik nilai fokus terhadap jarak benda pada cermin cekung fokus 50 seperti
berikut:

C. Diskusi
Pada cermin cekung fokus 10 menghasilkan bayangan benda yang terbalik. Jarak
benda yang semakin jauh akan menghasilkan jarak bayangan yang semakin dekat. Dengan
kata lain semakin besar nilai s maka semakin kecil nilai s. Nilai s berbanding terbalik
dengan nilai s. Pada praktikum ke satu sampai keempat nilai fokus semakin kecil, tetapi nilai
fokus pada percobaan kelima menjadi naik. Pada percobaan ini menghasilkan jarak rata-rata
fokus sebesar 29,1 cm dengan taraf ketelitian sebesar 99,78% (percobaan akurat).

Pada cermin cekung fokus 50 menghasilkan bayangan benda yang terbalik. Jarak
benda yang semakin jauh akan menghasilkan jarak bayangan yang semakin dekat. Dengan
kata lain semakin besar nilai s maka semakin kecil nilai s. Nilai s berbanding terbalik
dengan nilai s. Pada praktikum ini nilai fokus semakin besar saat nilai s semakin besar. Nilai
s dan nilai f berbanding lurus. Pada percobaan ini menghasilkan jarak rata-rata fokus sebesar
4,58 cm dengan taraf ketelitian sebesar 89,52% (percobaan akurat).
Sifat bayangan yang dihasilkan dari percobaan cermin cekung fokus 10 dan cermin
cekung fokus 50 adalah sama yaitu nyata, terbalik dan diperbesar. Hasil percobaan ini
didukung oleh teori yang mengatakan bahwa bayang benda yang diletakkan diantara F dan M
(2F) memiliki sifat nyata, terbalik dan diperbesar. Hal ini menunjukkan bahwa percobaan
yang telah dilakukan sudah sesuai dengan teori.
Pada percobaan cermin cekung fokus 10 memiliki ketidakpastian sebesar 0,24%, dan
percobaan cermin cekung fokus 50% memilik ketidakpastian sebesar 10,48%. Hal ini
dikarenakan terjadi kesalahan pada saat praktikum. Kesalahan ini dikarenakan oleh beberapa
faktor yaitu kesalahan paralak (kesalahan saat memebaca skala pada percobaan), kekeliruan
tindakan (kesalahan dalam menggunakan alat dan bahan), dan kesalahan dalam
memanipulasi data sudut sinar datang pada percobaan sehingga menghasilkan data yang
tidak sesuai.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
Cara menemukan jarak focus cermin cekung adalah dengan menggunakan persamaan
. Semakin jauh jarak benda maka jarak bayangan akan semakin dekat. Dengan
kata lain semakin besar nilai s maka semakin kecil nilai s. Nilai s berbanding terbalik
dengan nilai s. semakin besar focus cermin cekung, maka nilai fokus semakin besar,
sebaliknya jika semakin kecil focus cermin cekung , maka nilai focus semakin kecil.
B. Saran
Berdasarkan banyaknya kesalahan pada saat praktikum, diharapkan untuk praktikum
selanjutnya lebih teliti dan cermat lagi. Agar hasil praktikumnya tidak memiliki banyak
kesalahan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim._______. Cermin Cekung. (Online) http://gurumuda.net/cermin-cekung.htm. Diakses
pada 15 Maret 2015 pukul 22.30 WIB.
Anonim. _______. Cermin Lengkung. (Online)http://www.disdikgunungkidul.org. Diakses pada
15 Maret 2015 pukul 22.16 WIB
Giancoli C. Douglas. 1998. Fisika Jilid II Edisi ke V. Jakarta: Erlangga.
Martin, Elizabeth A. 2012. Kamus Sains. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wiratri,

Rahmi.

2012.

Pemantulan

Cahaya

Pada

Cermin

Cekung.

(Online)

http://ilmupengetahuanalamsma.blogspot.com/2012/04/pemantulan-cahaya-pada-cermincekung.html. Diakses pada 15 Maret 2015 pukul 22.35 WIB


Zemansky, sears. 1972. Fisika Universitas III. Bandung: Bina Cipta

LAMPIRAN
Menentukan nilai f pada cermin cekung dengan fokus 10

Percobaan 1
s = 50,0 cm dan s = 70,9 cm

Percobaan 3
s = 52,0 cm dan s = 66 cm

Percobaan 2
s = 51,0 cm dan s = 68,5 cm

Percobaan 4
s = 53,0 cm dan s = 63,3 cm

Percobaan 5
s = 54,0 cm dan s = 63 cm

Menentukan nilai f pada cermin cekung dengan fokus 50

Percobaan 1
s = 5,0 cm dan s = 20,9 cm

Percobaan 2
s = 6,0 cm dan s = 14,3 cm

Percobaan 3
s = 7,0 cm dan s = 13 cm

Percobaan 5
s = 9,0 cm dan s = 12,1 cm

Percobaan 4
s = 8,0 cm dan s = 12,5 cm

Ketidakpastian cermin dengan fokus 10


Percob

d2

29,3

0,2

0,04

29,2

0,1

0,01

29,1

28,8

-0,3

0,09

29,1

145,5

aan ke-

Ratarata

0,14

29,1

Ketidakpastian =

Ketelitian =
Ketidakpastian cermin dengan fokus 50
Percob
aan ke-

d2

`
Rata-

4,0

-0,58

0,3364

4,2

-0,38

0,1444

4,6

0,02

0,0004

4,9

0,32

0,1024

5,2

0,62

0,3844

rata

22,9
4,58

0,968

Ketidakpastian =

Ketelitian =