Anda di halaman 1dari 4

REFLEKSI BENDA PADA CERMIN SUDUT

1. TUJUAN PERCOBAAN

Mengamati bayangan pada cermin datar

Memahami prinsip hukum snellius

Menentukan jumlah bayangan benda yang dibentuk oleh cermin sudut

2. PRINSIP DASAR
Dua buah cermin datar yang digabung dengan cara tertentu dapat memperbanyak jumlah
bayangan sebuah benda. Jumlah bayangan yang terjadi bergantung pada besar sudut yang
dibentuk oleh kedua cermin itu. dua buah cermin segi empat diletakkan saling berhadapan
dengan salah satu sisi segi empat tersebut berhimpit hingga membentuk sudut 900, kemudian
letakkanlah sebuah benda P (pensil misalnya) diantara kedua cermin tersebut maka akan
terbentuk tiga buah bayangan. Penggambaran tersebut menggunakan prinsip dasar hukum
Snellius. Snellius menyatakan bahwa : 1) Sinar datang, garis normal dan sinar pantul terletak
pada bidang datar 2)Sudut datang sama dengan sudut pantul

Gambar 1. Dua cermin datar A dan B yang dipertemukan kedua ujungnya


membentuk sudut 90satu sama lain dapat memantulkan cahaya dari benda P hingga
membentuk tiga buah bayangan A, B, dan A= B

PRATIKUM FISIKA DASAR IIPage 22

Gambar 2. Dengan mempertemukan dua permukaan sermin A dan B di titik C


membentuk sudut apit sebesar 60 menghasilkan jumlah bayangan sebanyak lima
buah.
Bila sudut antara dua cermin datar 90 menghasilkan 3 bayangan dari suatu benda yang
diletakkan di antara kedua cermin tersebut dan sudut 60 menghasilkan 5 bayangan,
kesimpulan sememtara menyatakan jika sudut kedua cermin diubah-ubah (0<<900)
jumlah bayangan benda juga akan berubah-ubah sesuai dengan persamaan empiris
dengan :
n
: Jumlah bayangan

: sudut antara kedua cermin


Proses pembentukan bayangan :
1. Benda di depan cermin datar.
2. Berlaku hukum pemantulan.
3. Sinar datang pertama (biru muda) melalui ujung
benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh
cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (biru
muda).
4. Sinar datang kedua (merah) melalui ujung benda
dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh cermin,
sinar pantul diperpanjang putus-putus (merah).
5. Perpotongan perpanjangan sinar pantul pertama
dan kedua (biru muda dan merah putus-putus)
berpotongan, dan itu merupakan bayangan ujung
benda.
6. Sinar ke tiga (kuning) melalui pangkal benda dan mengenai cermin, akan dipantulkan oleh
cermin, sinar pantul diperpanjang putus-putus (kuning), merupakan bayangan pangkal benda.
7. Terbentuklah bayangan benda oleh cermin datar.
Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah :
1. Jarak bayangan ke cermin (s) = jarak benda ke cermin (s)

PRATIKUM FISIKA DASAR IIPage 23

2. Tinggi bayangan (h) = tinggi benda (h)


3. Sama besar dan berlawanan arah (perbesarannya = 1 kali)
4. Bayangan bersifat maya (di belakang cermin)

3. ALAT dan BAHAN


1. Cermin sudut

1 set

2. Busur

1 buah

3. Jarum pentul

1 set

4. Busa

1 buah

4. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Persiapkan alat dan bahan percobaan
2. Susunlah alat dan bahan percobaan seperti pada gambar 1.1 dengan sudut awal
900

Sumber gambar : http://www.pudak-scientific.com/


3. Hitunglah jumlah bayangan benda yang terbentuk pada kedua cermin
4. Isikan data yang diperoleh pada table percobaan
5. Ulangi langkah 2 s/d 4 dengan mengganti sudut sesuai table percobaan

5. TABEL PERCOBAAN

PRATIKUM FISIKA DASAR IIPage 24

No Sudut Jumlah Bayangan


1.

300

2.

450

3.

500

4.

600

5.

750

6.

900

7.

1050

8.

1200

6. EVALUASI
1. Gambar jumlah bayangan yang terbentuk untuk setiap sudut berdasarkan hukum
snellius
2. Tentukan jumlah bayangan yang terbentuk berdasarkan teori
3. Bandingan bayangan yang terbentuk secara teori dengan praktek
4. Gambarlah grafik hubungan antara sudut vs jumlah bayangan

PRATIKUM FISIKA DASAR IIPage 25