Anda di halaman 1dari 4

Proses Miksi

Pembentukan Urin
Urin yang dikeluarkan pada proses miksi adalah hasil dari filtrasi darah
yang masuk ke ginjal yakni Arteri renalis. Dalam ginjal banyak terdapat unit
penyaring yang disebut Nefron. Setiap Ren memiliki 1 juta nefron. Darah datang
dari Aorta Pars abdominalis melalui arteri renalis selanjutnya ke arteri arkuata
dan terus ke glomerulus. Glomerulus adalah suatu bangunan menyerupai jumbai.
Terdapat Capsula Bowman yang berperan sebagai unit penyaring . darah akan
disaring dan kemudian diteruskan ke arteriol efferent, untuk selanjutnya bersatu
dengan pangkal vena arkuata kembali ke vena renalis (Guyton and Hall, 1997).
Dalam satu menit, ada sekitar 1 liter darah yang difiltrasi. Jika volume total
darah adalah 5 liter, ini berarti dalam waktu 5 menit seluruh darah telah difiltrasi
oleh glomerulus. Filtrasi ini terjadi karena adanya tekanan filtrasi yaitu selisih
tekanan hidrostatis dan tekanan onkotik trans kapiler glomerulus. Pada orang
dewasa normal, dari 1 liter darah difiltrasi oleh glomerulus akan menghasilkan
sebanyak 120 ml filtrate glomerulus dalam capsula Bowman. Pada dasarnya,
cairan filtrate glomerulus ini komposisinya sama dengan komposisi cairan
extrasel yang bebas protein dan sel darah. Banyak zat yang dapat difiltrasi oleh
glomerulus, tetapi akan diarbsorbsi semuanya oleh Tubulus (Guyton and Hall,
1997).

Transpor Urin dari Ginjal ke Vesica Urinaria melalui Ureter


Urin mengalir mengalir melalui ductus koligentes masuk ke kaliks renalis,
meregangkan kaliks renalis dan meningkatkan pacemakernya, yang kemudian
mencetuskan kontraksi peristaltic yang menyebar ke pelvis renalis dan kemudian
turun sepanjang ureter, dengan demikian mendorong urin dari pelvis renalis ke
arah kandung kemih. Dinding ureter terdiri dari otot polos dan dipersyarafi oleh
saraf simpatis dan parasimpatis seperti juga neuron-neuron pada pleksus
intramural dan serat saraf yang meluas di seluruh panjang ureter. Seperti halnya
vescera yang lain, kontraksi peristaltic pada ureter ditingkatkan oleh
perangsangan parasimpatis dan dihambat oleh perangsangan simpatis (Guyton
and Hall, 1997).
Ureter memasuki vesica urinaria menembus otot detrusor di daerah
trigonum vesicae. Normalnya, ureter berjalan secara oblique sepanjang beberapa
sentimeter menembus dinding vesica urinaria. Tonus normal dari otot detrusor

pada dinding vesica urinaria cenderung menekan ureter, dengan demikian


mencegah aliran balik urin dari vesica urinaria waktu tekanan di vesica urinaria
meningkat selam berkemih atau sewaktu terjadi kompresi vesica urinaria. Setiap
gelombang peristaltic yang terjadi di sepanjang ureter akan meningkatkan
tekanan dalam ureter sehingga bagian yang menembus dinding vesica urinaria
membuka dan member kesempatan urin mengalir ke vesica urinaria (Guyton and
Hall, 1997).
c

Pengisian vesica urinaria dan Tonus Dinding Kandung Kemih.


Dalam diagram dibawah ini, diperlihatkan tekanan intravesicular selama
vesica urinaria terisi urin. Bila tidak ada urin dlam vesica urinaria, tekanan intra
vesicular sekitar 0, tapi pada saat ada 30 sampai 50 mililiter urin terkumpul,
tekanan meningkat menjadi 5 sampai 10 sentimeter air. Penambahan urin 20
sampai 300 ml dapat terkumpul dengan hanya meningkat sedikit tekanan; tingkat
tekanan yang konstan ini ditimbulkan oleh tonus intrinsic dari dinding vesica
urinaria itu sendiri. Namun, pengumpulan urin selebihnya, melebihi 300 sampai
400 ml, menyebabkan tekanan meningkat secara cepat (Guyton and Hall, 1997).
Bersama dengan perubahan tekanan tonik selama pengisian vesica urinaria
adalah peningkatan periodic akut pada tekanan yang berlangsung hanya
beberapa detik sampai lebih dari semenit. Puncak tekanan dapat meningkat
hanya beberapa sentimeter air atau dapat sampai melebihi 100 sentimeter air.
Puncak puncak tekanan ini disebut gelombang kemih pada sistometrogram
Volume (Guyton and Hall, 1997).
yang di timbulkan pada reflex berkemih

Refleks Berkemih

(ml)

Dari Gambar, kita dapat melihat bahwa selama vesica urinaria terisi, banyak
yang menyertai kontraksi berkemih mulai tampak, seperti yang diperlihatkan
oleh gelombang tajam dengan garis putus-putus. Keadaan ini disebabkan oleh
reflex peregangan yang dimulai oleh receptor regang sensorik pada dinding
vesica urinaria, khususnya oleh reseptor pada urethra posterior ketika daerah ini
mulai terisi urin pada tekanan vesica urinaria yang lebih tinggi. Sinyal sensoris
dari reseptor regang vesica urinaria dihantarkan ke segmen sacral medulla
spinalis melalui nervus pelvicus dan kemudian secara reflex kembali lagi ke
kandung kemih melalui serat saraf parasimpatis melalui saraf yang sama ( Putz,
R & Pabst, R, 2007).

Ketika vesica urinaria hanya terisi sebagian, kontraksi berkemih ini


biasanya secara spontan berelaksasi setelah beberapa detik, otot detrusor
berhenti berkontraksi dan tekanan turun kembali ke garis basal. Karena kandung
kemih terus terisi, reflex berkemih menjadi bertambah sering dan menyebabkan
kontraksi otot detrusor lebih kuat. Sekali reflex berkemih mulai timbul, reflex
ini akan menghilang sendiri . artinya , kontraksi awal vesica urinaria
selanjutnya

akan

mengaktifkan

reseptor

regang

untuk

menyebabkan

peningkatan selanjutnya pada impuls sensorik ke kandung kemih dan urethra


posterior, yang menimbulkan peningkatan reflex kontraksi kandung kemih lenih
lanjut. Jadi, siklus ini berulang dan berulang lagi, sampai vesica urinaria
mencapai kontraksi yang kuat. Kemudian, setelah beberapa detik samapai lebih
dari semenit, reflex yang menghilang sendiri itu mulai melemah dan siklus
regenerative dari reflex miksi ini berhenti, menyebabkan vesica urinaria
berelaksasi. Sekali reflex berkemih terjadi, elemen saraf dari reflex ini biasanya
tetap dalam keadaan terinhibisi selama bebrapa menit sampai satu jam atau
lebih sebelum reflex berkemih lainnya terjadi. Karena vesica urinaria semakin
terisi, reflex berkemih menjadi semakin sering dan semakin kuat (Putz, R &
Pabst, R, 2007).
e

Perangsangan dan Penghambatan Berkemih


Reflex berkemih adalah reflex medulla sepinalis yang seluruhnya
bersifat autonomic, tetapi dapat di hambat atau dirangsang oleh pusat dalam
otak. Pusat-pusat ini antara lain (Guyton and Hall, 1997) :
1

Pusat perangsang dan penghambat kuat dalam batang otak, terutama terletak
di pons,

Beberapa pusat yang terletak di korteks serebral yang terutama bekerja


sebagai penghambat tetapi dapat menjadi perangsang.
Berkemih dibawah keinginan biasanya tercetus dengan cara sadar

mengkontraksikan otot-otot abdomennya, yang meningkatkan tekanan dalam


kandung kemih dan mengakibatkan urin ekstra memasuki leher kandung kemih
dan urethra posterior di bawah tekanan. Sehingga meregangkan dindingnya. Hal
ini menstimulasi reseptor regang, yang merangsang reflex berkemih dan
menghambat sfingter eksternus urethra secara stimultan. Biasanya, seluruh urin
akan keluar, terkadang lebih dari 5 sampai 10 ml urin tertinggal di vesica
urinaria (Guyton and Hall, 1997).

Guyton & Hall. 1997.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : EGC
Putz, R & Pabst, R. 2007. Atlas Anatomi Manusia Jilid II, Edisi 22.Jakarta : EGC