Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi Trauma dan Luka

Patofisiologi Trauma
Definisi:

Trauma adalah semua jenis kekerasan yang menimpa tubuh sehingga terjadi kerusakan/
gangguan pada struktur dan fungsi jaringan/ organ tubuh yang terkena.

Secara sistemik dapat berdampak pada


Fisiologis
Kejiwaan
Kondisi sosial individu
Trauma
Merupakan penyebab kematian yg cukup banyak .
Adanya kemajuan transportasi,senjata,dan berbagai modus kejahatan trauma makin berat .
Memerlukan biaya yg besar dalan penanganannya.
Jenis Trauma
Mekanik : ledakan, benda tajam, benda tumpul
Termal :
Suhu tinggi : uap atau air panas, api.
Suhu rendah : frostbite.
Arus listrik tegangan tinggi.
Bahan kimia: asam kuat atau basa kuat.
Radiasi atau Ionisasi.
Gigitan atau sengatan
Akibat Trauma
Rasa takut
Merupakan rangsangan psikologis
Merangsang respons melindungi diri (withdrawal) berupa reaksi fisiologis dan psikologis
Rasa takut menimbulkan respons terhadap :
Sistem saraf simpatik dan neurohumoral
Gangguan aliran darah dan mikrosirkulasi
Gangguan imunologik.

Nyeri
Respon fisiologis nyeri menyebabkan
1. Meningkatnya denyut nadi
2. Meningkatnya pernafasan
3. Meningkatnya tekanan darah
4. Meningkatnya gula darah
5. Meningkatnya asam lambung

Luka, perdarahan, syok


Respon inflamasi, imunologis sampai gagal organ
Kerusakan jaringan akibat trauma
Bentuk :
Diastase (robekan), memar, erosi, excoriasi, avulsi, hancur (crush injury), hilangnya jaringan.

Lokalisasi :
kulit / jaringan lunak : Vulnus apertum (terbuka)
Vulnus oklusum(tertutup).
Tulang/sendi : Fraktura / dislokasi.
Organ berongga (usus): Perforasi.
Organ padat : Ruptur / memar
Patofisiologi Luka dan Penyembuhan Luka
Definisi
Luka :
Gangguan ( putus ) integritas dari kulit ( jaringan )., karena trauma
Putusnya integritas (keutuhan) tak hanya sebatas jaringan dermis tapi dapat ke subcutan, lapisan
lemak, fascia, muskulus, bahkan sampai tulang.
Fase Penyembuhan Luka
1. Hemostasis
2. Inflamasi (0-5 hari)
3. Proliferasi (5-21 hari)
4. Remodelling (21 hari 1 tahun)
1. FASE HEMOSTASIS (0-1 hari)
Jaringan ikat bila mengalami perlukaan :
* Vasokonstriksi Pembuluh darah berkerut Perdarahan berhenti
* Faktor Intrinsik & Extrinsik Pembekuan darah Aktivasi protombin menjadi thrombin
fibrinogen menjadi fibrin polimerasi yang stabil dari bekuan darah ,ie :
- fibrino peptida
- fibrine split product
- complement componen
2. FASE INFLAMASI (0-5 hari)
* Efflux leukosit
yang pertama Neutrophyl ( PMNLs )
dan terakhir Monosit

24-48 jam pasca trauma : PMNLs populasi >>


melakukan : * diapedesis
* fagositosis : - bakteri
- corpus alieum
* sekresi sitokin
* 48-72 jam pasca trauma pada luka yang bersih dan tidak ada infeksi :
populasi makrofag dominan
Makrofage mensekresi Growth factor, menginduksi fibroblast dan endothelial cell utk migrasi
dan proliferasi
3. FASE PROLIFERASI (5-21 hari)
Terjadi proses :
a. fibro plasia
fibroblast yang mulai muncul hari ke 2 - 4 pasca trauma,mulai hari ke 3 - 3 minggu
mengadakan replikasi yang disebut fibroplasia.
Dipengaruhi banyak faktor : PDGF, TGF-, IGF.1, VEGF, IL-1, IL-8,IL.2,TGF,TNF
b. sintesa collagen

c. angio genesis
proses pembentukan pembuluh darah baru
- mulai tampak hari ke 3-4 sebagai sulur2
tonjolan
pada tepi luka
- diinduksi oleh
chemo attractan sel endothelial
* TGF
* PDGF
* VEGF
d. pembentukan jaringan granulasi
- Terbentuk bila tepi luka tidak saling bertemu
- Daerah gap terisi jaringan Granulasi yaitu struktur padat dibentuk dari
proliferasi
fibroblast, kapiler2, macrophage, matrix
collagen,GAG,HA,fibronectin,tenascin.
- Terbentuk 48 jam post trauma
e. epithelialisasi
Satu lapis sel epidermal dari tepi luka dalam beberapa jam membentuk penutup halus
pada daerah yang terekspos karena hilangnya epidermis, proses epyboly
12 jam post trauma :dimulai proses mitosis di basal sel pada tepi luka
Sel2 lepas mengikuti/melintas matrix luka (tenascin sbg rail road track)
4. FASE REMODELLING (21 hari 1 tahun)
- Mrpk. keadaan yang seimbang antara sintesis, penimbunan dan degradasi
- bila matrix matang : fibronectin dan HA tdk aktif collagen bundle diameter >
peningkatan tensile strenght
- penimbunan collagen diatur oleh MMPs (protein,collageneses,gelatinoses,stromelysin),
sedang kerja MMP,dikontrol oleh TIMPs
- penimbunan collagen bergantung pada keseimbangan MMPs-TIMP
Faktor-faktor klinis yang mempengaruhi penyembuhan luka:
1. Infeksi
2.

Nutritisi

3.

Oxigenasi and Perfusi.

4.

Diabetes Melitus and Obesitas

5.

Kortikosteroid.

6.

Terapi radiasi.

7.

Kemoterapi.