Anda di halaman 1dari 16

LATIHAN ICRA

LATIHAN ICRA

RS Anugerah Abadi mempunyai


jumlah tempat tidur 225 buah dan
merupakan RS Swasta kelas B.
Surveilance infeksi rumah sakit telah
dilaksanakan dengan baik. Untuk
keperluan perencanaan program PPI
tahun 2015 maka Komite PPI ingin
melakukan infection control risk
asesment.

Tugas : Lakukan risk assessment


dan stretegi penurunan risiko
dengan menggunakan form
TERLAMPIR

PROGRAM INFECTION CONTROL RISK ASSESMEN KOMITE PENCEGAHAN DAN


PENGENDALIAN INFEKSI

TAHUN 2015

JENIS KELOMPOK RISIKO

PENERAPAN PENCEGAHAN dan PENGENDALIAN INFEKSI


(PPI)
1Kegagalan melaksanakan tindakan pencegahan
2Kegagalan terlaksananya kegiatan kebersihan tangan
Kegagalan terlaksananya edukasi PPI terhadap
3 pengunjung RS

PENERAPAN ISOLASI
1Tidak adanya penerapan standar isolasi
2Tidak terlaksananya pemakaian APD yang sesuai
Tidak terlaksananya kewaspadaan penularan secara
3 droplet
Tidak terlaksananya kewaspadaan penularan secara
4 kontak
5Tidak adanya ruangan isolasi bertekanan negatif

PROBABIL RISIKO
ITAS
(IMPAK)

SISTEM
YANG

SKOR

CATATA
N

ADA
5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1

KEBIJAKAN, SPO dan IK mengenai PPI


1Tidak ada kebijakan dan Prosedur yang sedang berlaku
Kegagalan menerapkan Kebijakan dan
Prosedur
yang Rumah Sakit
Komisi
Akreditasi
2 sedang berlaku

NO JENIS KELOMPOK RISIKO


1 CLABSI (IAD)

2 CA-UTI (ISK)

3 VAP

4 HAP

5 SSI (IDO)

RESISTENSI ANTIBIOTIKA
Tidak adanya kebijakan yangKomisi
mengatur
pemakaian
Akreditasi
Rumah Sakit
1 antibiotika

KEJADIAN HAIs

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)


1 Tidak ada kebijakan mengenai penatalaksaan KLB
Ketidak mampuan menerapkan kebijakan terkait
2 penatalaksanaan KLB

VI

PROBA RISIKO SISTEM


CATAT
BILITAS (IMPAK) YANG SKOR AN
A
D
A

VII

LINGKUNGAN
1 Tidak adanya monitoring kebersihan lingkungan
Tidak adanya monitoring pemilahan dan
2 pemakaian disinfektan

serta tehnik disinfeksi


Kegagalan mengidentifikasi risiko infeksi akibat
3 kontruksi

4 Kurangnya Pemantauan Hemodialisis

5 Kurangnya Pemantauan Sterilisasi

6 Kurangnya Pemantauan Loundry :


Kurangnya maintenance
Kurangnya kepatuhan petugas dalam penerimaan

alat

Proses pengelolaan instrument

Proses pengepakan
Ketidakpatuhan penggunaan APD pada saat
pengelolaan instrumen dan distribusi

7 Kurangnya Pemantauan Gizi :


Cara pencucian alat makan dan alat masak yang
tidak benar
Penggunaan APD

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

VII
I

K3RS yang berhubungan dengan pajanan infeksi


(bekerja sama dengan K3RS)
Tidak ada kebijakan yang mengatur K3RS yang

1 berhubungan dengan pajanan


1 1 1 1
infeksi
Tidak adanya program yang mengacu pada
2 kebijakan diatas

1 1 1 1

Kegagalan menerapkan program yang mengacu

3 pada kebijakan diatas


3 3 3 27

Risiko kejadian tertusuk jarum/benda tajam atau

4 terkena cairan tubuh infeksius


4 4 3 48

77

IX

Kesehatan karyawan
1 Kurangnya Staf Imunisasi
Kurangnya Kepatuhan Tahunan Kebijakan
2 Kesehatan

2 2 16

2 2 16

32

ISSU
X

Pemberian obat Intra Vena

5 5 4 100

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

Potensial Risk/Masalah
ISSU
K3RS yang berhubungan dengan pajanan infeksi (bekerja
sama dg K3RS)
Kesehatan Karyawan

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

SCORE
100
77
32

FORMULIR ACTION PLAN INFECTION CONTROL


RISK ASSESSMENT (ICRA)
No

JENIS
KELOMPOK
RISIKO
1 ISSU

2 K3RS yg
berhub dg
pajanan inf
3 Kesehatan
karyawan

Potensial
Risk/Masalah

SKOR PRIORI
TAS
100

77

32

TUJUAN
UMUM
\

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

TUJUAN
KHUSUS

STRATEGI EVA PROGR


LUA ESS/AN
SI ALISIS

FORMULIR INFECTION CONTROL RISK


ASSESSMENT (ICRA) CAIRAN
No

JENIS
SKOR PRIOR TUJUAN TUJUAN STRATE EVALUA PROGR
Potensial
KELOMPOK
ITAS UMUM KHUSUS
GI
SI
ESS/A
Risk/Mas
RISIKO
NALISI
alah
S

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

No

JENIS
SKO PRIO TUJUAN TUJUAN STRATEG EVALUASI PROGRE
Potensial
KELOMP
R RITA UMUM KHUSUS
I
SS/ANALI
Risk/Masal
OK
S
SIS
ah
RISIKO

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

FORMULIR INFECTION CONTROL RISK ASSESSMENT


(ICRA) LOUNDRY
No

JENIS
SKOR PRIORI
Potensial
KELOMPOK
TAS
Risk/Masalah
RISIKO

Sarana dan
Prasarana

Personal

Prosedur

TUJUAN
UMUM

TUJUAN
KHUSUS

Komisi Akreditasi Rumah Sakit

STRATEGI

EVALUASI PROGRESS/A
NALISIS

PROBABILITY / LIKELIHOOD
Level

DESKRIPSI

1
05% extremely unlikely or virtually impossible
Very low HAMPIR TIDAK MUNGKIN TERJADI
2
Low
3
Medium
4
High

620% low but not impossible


JARANG TAPI BUKAN TIDAK MUNGKIN
TERJADI
2150% fairly likely to occur
MUNGKIN TERJADI / BISA TERJADI
5180% more likely to occur than not
SANGAT MUNGKIN

5
81100% almost certainly will occur
Very high HAMPIR PASTI AKAN TERJADI

SKOR DAMPAK
1

CEDERA
PASIEN

INSGNIFICANT

MINOR

MODERATE

MAJOR

CATASTROPHIC

Tidak ada cedera

Dapat diatasi
dengan
pertolongan
pertama

Berkurangnya

Cedera luas
Kehilangan

Kematian

fungsi motorik /
sensorik
Setiap kasus yang
memperpanjang
perawatan

fungsi utama
permanent

PELAYANAN/
OPERASIO
NAL

TERHENTI LEBIH
DARI 1 JAM

TERHENTI LEBIH
DARI 8 JAM

TERHENTI
LEBIH DARI 1
HARI

TERHENTI LEBIH
DARI 1 MINGGU

TERHENTI
PERMANEN

BIAYA /
KEUANGAN

KERUGIAN KECIL

KERUGIAN LEBIH
DARI 0,1%
ANGGARAN

KERUGIAN LEBIH
DARI 0,25 %
ANGGARAN

KERUGIAN LEBIH
DARI 0,5%
ANGGARAN

KERUGIAN LEBIH
DARI 1%
ANGGARAN

PUBLIKASI

RUMOR

- MEDIA LOKAL
- WAKTU
SINGKAT

- MEDIA LOKAL
- WAKTU LAMA

MEDIA NASIONAL
KURANG DARI 3
HARI

MEDIA NASIONAL
LEBIH DARI 3 HARI

REPUTASI

RUMOR

DAMPAK KECIL
THD MORIL
KARYAWAN DAN
KEPERCAYAAN
MASYARAKAT

DAMPAK
BERMAKNA THD
MORIL KARYAWAN
DAN
KEPERCAYAAN
MASYARAKAT

DAMPAK SERIUS
THD MORIL
KARYAWAN DAN
KEPERCAYAAN
MASYARAKAT

MENJADI
MASALAH
BERAT BAGI PR

MATRIX ASSESSMENT
Potencial Concequences / Impact
Likelihood /
Probability

Insignificant
1

Minor
2

Moderate
3

Major
4

Catastropic
5

Almost certain
(Tiap mgg /bln)
5

Moderate

Moderate

High

Extreme

Extreme

Likely (Bebrp
x /thn)
4

Moderate

Moderate

High

Extreme

Extreme

Posible (1-2
thn/x)
3

Low

Moderate

High

Extreme

Extreme

Unlikely (2-5
thn/x)
2

Low

Low

Moderate

High

Extreme

ACTION
:
Low
Low
Moderate
high
Extreme
Rare (>5 thn/x)
Can 1be
Clinical Manager / Lead
Detailed review &
Immediate review
manage by
procedure

Accept risk

Clinician should
assess the
consequences againts
cost of treating the risk

urgent treatment
should be
undertaken by
senior management

& action required


at Board level.
Director must be
informed

TERIMA KASIH