Anda di halaman 1dari 5

Indeks pemampatan (Compression Index, Cc)

Indeks pemampatan yang digunakan untuk menghitung besarnya penurunan yang terjadi
dilapangan sebagai akibat dari konsolidasi dapat ditentukan dari kurva yang menunjukkan
hubungan antara angka pori dan tekanan yang didapat dari uji konsolidasi di laboratorium.
1. Indeks pemuaian
Indeks pemuaian adalah lebih kecil daripada indeks pemampatan dan biasanya
dapat ditentukan dilaboratorium, pada umumnya. Batas cair, batas plastis, indeks
pemampatan, dan indeks pemuaian untuk tanah yang masih belum rusak strukturnya
2. Penurunan yang mengkibatkan oleh konsolidasi sekunder.
Pada akhir dari konsolidasi primer, penurunan masih tetap terjadi sebagai akibat
dari penyesuaian plastis butiran tanah. Tahap konsolidasi ini dinamakan konsolidasi
sekunder. Selama konsolidasi sekunder berlangsung, kurva hubungan antara deformasi
dan log waktu adalah merupakan garis lurus. Variasi dari angka pori dan waktu untuk
suatu penambahan beban akan sama. Indeks pemampatan sekunder dapat didefinisikan
sebagai.
Indeks pemampatan (Cc) adalah kemiringan dari bagian lurus graffik e-log p. Untuk dua
titik yang terletak padaa bagian lurus dari grafik
C c=

e 1e 2
e1e2
e
=
=
log p ' log p2log p1
p
log 2
p1

( )

Analisis Penurunan yang Disebabkan oleh Konsolidasi


Primer Satu Dimensi
Dengan pengetahuan yang didapat dari analisis hasil uji konsolidasi, kita dapat
menghitung kemungkinan penurunan yang disebabkan oleh konsolidasi primer dilapangan,
dengan menganggap konsolidasi tersebut adalah satu dimensi (Das, Braja M. 1985).
Penurunan total akibat konsolidasi primer yang disebabkan oleh adanya penambahan
tegangan diatas permukaan tanah dapat dihitung dengan menggunakan persamaan-persamaan.
Penurunan matematis dari persamaan didasarkan pada anggapan-anggapan berikut ini :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tanah ( sistem lempung air ) adalah homogen.


Tanah benar-benar jenuh.
Kemampumampatan air diabaikan.
Kemampumampatan butiran tanah diabaikan.
Aliran air hanya satu arah saja.
Hukum darcy berlaku.

Tinjauan suatu lapisan lempung jenuh dengan tebal H dan luasan penampang melintang A
serta tekanan efektif overburden rata-rata sebesar Po. Disebabkan oleh penambahan tekanan

sebesar p, dianggaplah penurunan konsolidasi primer yang terjadi adalah sebesar S. Gambar
2.10 menjelaskan kasus penurunan tersebut.

Perubahan volume dapat diberikan sebagai berikut:

dimana V0 dan V1 berturut-turut adalah volume awal dan volume akhir. Tetapi perubahan
volume sama dengan perubahan volume pori, Vv . Jadi:

Dimana Vv0 dan Vv1 berturut-turut adalah volume awal dan volume akhir dari pori. Dari definisi
angka pori didapat rumus:

dimana e = perubahan angka pori. Tapi,

dimana eo = angka pori awal pada saat volume tanah sama dengan Vo. Jadi dari persamaanpersamaan di atas maka akan di dapatkan:

untuk lempung yang terkonsolidasi secara normal maka,

dimana Cc=kemiringan kurva e versus log P dan didefinisikan sebagai indeks pemampatan
(compression index). Masukkan dua persamaan diatas yang didapat adalah:

Untuk suatu lapisan lempung yang tebal, adalah lebih teliti bila lapisan tanah tersebut
dibagi menjadi beberapa sub-lapisan dan perhitungan penurunan dilakukan secara terpisah untuk
tiap-tiap sub-lapisan. Jadi, penurunan total dari seluruh lapisan tersebut adalah:

dimana:
S

= Penurunan total

Hi

= sub lapisan i

Poi

= tekanan efektif overburden untuk sub-lapisan i

Pi

= penambahan tekanan vertical untuk sub-lapisan i

Lempung yang Terkonsolidasi Secara Normal atau Terlalu Terkonsolidasi


Suatu tanah dilapangan pada suatu kedalaman tertentu telah mengalami tekanan efektif
maksimum akibat berat tanah diatasnya dalam sejarah geologisnya. Tekanan efektif overburden
maksimum ini mungkin sama dengan atau lebih kecil dari tekanan overburden yang ada pada
saat pengambilan contoh tanah. Berkurangnya tekanan dilapangan tersebut mungkin disebabkan
oleh proses geologi alamiah atau proses yang disebabkan oleh makhluk hidup. Pada selama ini,
sebagai akibatnya tanah tersebut akan mengembang. Pada saat terhadap contoh tanah tersebut
dilakukan uji konsolidasi, suatu pemampatan yang kecil akan terjadi bila beban total yang
diberikan pada saat percobaan adalah lebih kecil dari tekanan efektif overburden maksimum
yang pernah dialami sebelumnya oleh tanah yang bersangkutan. Apabila, beban total yang
diberikan pada saat percobaan adalah lebih besar dari tekanan efektif overburden maksimum
yang pernah dialami oleh tanah yang bersangkutan, maka perubahan angka pori yang terjadi
adalah lebih besar , dan hubungan antara e versus log p menjadi linier dan memiliki kemiringan
yang tajam.

Keadaan ini dapat dibuktikan di laboratorium dengan cara membebani contoh tanah
melebihi tekanan overburden maksimumnya, lalu beban tersebut diangkat dan diberikan lagi.
Keadaan ini mengarahkan kita kepada dua definisi dasar yang didasarkan pada sejarah
tegangan:
1) Terkonsolidasi secara normal, dimana tekanan efektif overburden pada saat ini adalah
merupakan tekanan maksimum yang pernah dialami oleh tanah itu.
2) Terlalu terkonsolidasi, dimana tekanan efektif overburden pada saat ini adalah lebih kecil
dari tekanan yang pernah dialami tanah itu sebelumnya. Tekanan efektif overburden maksimum
yang pernah dialami sebelumnya dinamakan tekanan tekanan prakonsolidasi.