Anda di halaman 1dari 6

Manajemen Operasi

Operasi merupakan cara anggota organisasi mengubah input yang berupa tenaga kerja, uang,
pasokan, peralatan, dan lain-lain menjadi output baik itu dalam bentuk barang atau jasa.
Praktek dari operasi cukup kompleks. Diperlukan semua hal-hal kecil, aktivitas sehari-hari
yang dilakukan oleh anggota organisasi dalam berjuang mencapai sasaran mereka. Operasi
meliputi semua proses yang membentuk mutu kehidupan kerja di samping efisiensi dan
keefektifan organisasi. Mula-mula kita akan melihat operasi sebagai suatu sistem di mana
operasi adalah ikatan umum yang menghubungkan proses manajerial yaitu merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Bagi sebuah organisasi, operasi adalah
tempat semuanya bersatu, atau berantakan.
SISTEM OPERASI: SEBUAH MODEL
Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa operasi adalah aktivitas produksi
dari sebuah organisasi dengan output sebagai sasaran organisasi. Organisasi dapat dipandang
sebagai sebuah sistem, sebuah subsistem yang saling berkaitan dan berinteraksi menjalankan
fungsi yang diarahkan untuk mencapai tujuan bersama, namun subsistem ini dapat juga
dipandang sebagai sistem terpisah. Jadi, operasi adalah sebuah sistem.
LINGKUNGAN EKSTERNAL

OUTPUT

INPUT
(Sumber Daya)
Manusia
Modal
Tanah
Mesin-mesin
Bangunan
Teknologi
Informasi

TRANSFORMASI
atau
PROSES PERUBAHAN

Barang
Jasa
Lain-lain

UMPAN BALIK
Gambar 1. Model Konseptual dari Sebuah Sistem Operasi
Seperti yang ditunjukkan dalam diagram tersebut, input termasuk tenaga kerja manusia,
modal (uang yang diperlukan untuk membeli tanah, peralatan, dan sebagainya), teknologi,
dan informasi. Ini merupakan sumber daya yang akan diubah menjadi output berupa barang
atau jasa. Output dapat termasuk hasil sampingan yang positif dan negatif, dapat juga
mempengaruhi subsistem yang lain dalam organisasi.

Proses transformasi dari input menjadi output untuk tiap organisasi bervariasi, di antaranya:
1 Transformasi fisik
Transformasi fisik merupakan transformasi dari bahan baku menjadi barang jadi terjadi di
banyak organisasi produksi, walaupun organisasi jasa juga melakukan transformasi
material (yaitu, formulir dan alat tulis menulis) menjadi barang jadi (misalnya formulir
pajak yang sudah diisi lengkap).
2 Transformasi lokasi
Contoh transformasi ini adalah transportasi.
3 Transformasi pertukaran
Contoh transformasi ini adalah pedagang eceran dimana uang ditukar dengan barang.
4 Transformasi Informasi
Contoh transformasi ini adalah kantor pengacara dan akuntan yang mengubah informasi
dari satu bentuk ke bentuk lain.
Umpan balik menggambarkan informasi yang didapat oleh orang di sebuah organisasi selama
proses keseluruhan yang dapat digunakan untuk memonitor prestasi kerja sistem dan
memutuskan apakah tindakan korektif perlu dilakukan. Umpan balik merupakan kunci dari
fungsi pengendalian.
Karakteristik Produk dan Jasa
PRODUK
JASA
Output
Berwujud
Tidak berwujud
Konsumsi output
Perlahan-lahan,
Segera,
dapat disimpan
tidak dapat disimpan
Sifat pekerjaan
Intensif produsen
Intensif tenaga kerja
Kontak pelanggan
Minimal, tidak langsung
Langsung
Partisipasi pelanggan
Sedikit atau tidak ada
Amat perlu
Sebuah organisasi produksi membuat barang-barang fisik yang dapat disimpan dalam gudang
dan dikonsumsi sedikit demi sedikit. Dalam hal ini hanya ada sedikit kontak atau partisipasi
dalam produksi dari masing-masing produk.
Sebaliknya, organisasi jasa menghasilkan barang tanpa wujud yang tidak dapat disimpan,
memerlukan partisipasi pelanggan dan tidak dapat dilakukan tanpa kontak dengan pelanggan.
PERANAN MANAJEMEN OPERASI
Manajemen operasi merupakan serangkaian kegiatan kompleks manajemen yang termasuk
merencanakan produksi, mengorganisasikan sumber daya, memimpin (mengarahkan operasi
dan personel), dan mengendalikan operasi sistem memonitor prestasi kerja sebuah organisasi.
Manajemen operasi menjadi penting karena dapat memperbaiki produktivitas, yang
memperbaiki kesehatan keuangan sebuah organisasi dan dapat membantu organisasi
memenuhi prioritas kompetitif pelanggan.
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS: UKURAN EFISIENSI
Produktivitas adalah perbandingan antara output dan input, merupakan sebuah ukuran
efisiensi manajer atau karyawan dalam menggunakan sumber daya langka milik organisasi
untuk menghasilkan barang dan jasa. Semakin tinggi nilai rasionya maka semakin besar
efisiensi.
Ada dua tipe dasar rasio produktivitas, yaitu:
1 Produktivitas total

Tipe ini menghubungkan nilai dari seluruh output dengan nilai seluruh input,
menggunakan rasio output total/input total.
2 Produktivitas sebagian
Tipe ini menghubungkan nilai dari seluruh output dengan nilai input utama saja,
menggunakan rasio output total/input sebagian.
Rasio produktivitas dapat dihitung untuk periode waktu tertentu, yang mengukur efisiensi
operasi pada waktu yang bersangkutan, atau rasio itu dapat dibandingkan dengan rasio dari
periode lain, sebagai ukuran untung rugi dalam produktivitas.
MEMENUHI PRIORITAS KOMPETITIF PELANGGAN
Organisasi perlu menetapkan sasaran berdasarkan kekuatan organisasi dan memenuhi
kebutuhan serta keinginan konsumen potensial. Manajer yang efektif perlu membuat
keputusan strategis terkait cara agar organisasinya dapat memenuhi prioritas kompetitif
pelanggan dan menyesuaikan dengan operasi dalam organisasi. Ada empat prioritas
kompetitif utama untuk manajemen operasi, yaitu:
1 Penetapan harga
Manajer operasi bertugas menjaga biaya tetap rendah sehingga organisasi bisa
menawarkan harga yang baik dan masih meraih laba. Organisasi perlu menggunakan
manajemen operasi untuk menekan harga sementara menyediakan pelayanan bermutu
tinggi.
2

Tingkat mutu
Tingkat mutu memiliki dua komponen yaitu desain berprestasi tinggi dan waktu
penyerahan yang cepat.

Keandalan mutu
Keandalan mutu artinya mutu konsisten dan penyerahan tepat waktu.

Fleksibilitas
Fleksibilitas merajuk pada fleksibilitas produk dan volume. Fleksibilitas produk artinya
desain produk dapat berubah dengan cepat dan manajer menekankan perubahan untuk
memuaskan pelanggan. Fleksibilitas volume adalah kemampuan membuat perubahan
dengan cepat dalam tingkat produksi ketika permintaan produk berubah.

MENDESAIN SISTEM OPERASI


Menyadari prioritas kompetitif hanyalah salah satu cara manajer dapat menyesuaikan rencana
operasional dengan rencana strategik. Rencana operasional ini, pada gilirannya,
mempengaruhi desain sistem operasi. Mendesain sistem operasi termasuk membuat
keputusan mengenai apa dan berapa banyak produk atau jasa akan dihasilkan, bagaimana dan
di mana akan dihasilkan, dan siapa yang akan menghasilkan.
Apa yang dihasilkan
Teknologi komputer seperti Design Form Manufacture (DFM) dan Computer-Aided Design
(CAD) dapat membantu manajer dalam desain produk.
Berapa Banyak yang Harus dihasilkan

Berapa banyak produk atau jasa yang akan dibuat disebut perencanaan kapasitas yaitu proses
meramalkan permintaan dan kemudian memutuskan apa saja sumber daya yang diperlukan
untuk memenuhi tingkat permintaan tersebut.
Proses kompleks dari perencanaan kapasitas antara lain :
Memperkirakan permintaan pada masa depan, termasuk, sejauh mungkin, kemungkinan
dampak teknologi, persaingan, dan peristiwa lain.
Menterjemahkan perkiraan tersebut menjadi kebutuhan kapasitas fisik yang sebenarnya.
Membuat beberapa rencana kapasitas alternatif untuk memenuhi kebutuhan tadi.
Menganalisis dan membandingkan pengaruh ekonomi dari rencana alternatif.
Mengenali dan membandingkan risiko dan pengaruh strategis dari rencana alternatif.
Bagaimana Menghasilkan
1. Pemilihan Teknologi Utama
2. Pemilihan Teknologi Tambahan
3. Pemilihan Komponen Spesifik
4. Pemilihan Arus Proses
Merencanakan lokasi fasilitas
Merencanakan tata letak
a) Fasilitas produktif,seperti tempat kerja dan peralatan untuk menangani material.l
b) Fasilitas nonproduktif, seperti tempat penyimpanan dan fasilitas pemeliharaan.
c) Fasilitas pendukung, seperti kantor, kamar kecil, ruang tunggu, kafetaria, dan
tempat parkir.
Siapa yang Akan Mengerjakannya
Keputusan akhir dalam mendesain operasi adalah memmikirkan perkerjaan individualnya.
Bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan dan siapa yang akan mengerjakannya. Sehingga,
kesalahan desain pekerjaan ini akan berpengaruh pada biaya operasi dan biaya tenaga kerja
itu sendiri.
Adapun 3 isu penting bagi pekerja desain :
1. Keterampilan pekerja
2. Keselamatan pekerja
3. Kerja sama di tempat kerja

Model Perencanaan Operasi dan Sistem Pengendalian


Perkiraa
n
Produksi agregat :
Penetapan rencana
Kapasitas jangka
pendek

Faktor-faktor lingkungan
yang mempengaruhi
permintaan

Umpan balik
informasi
mengenai
kemajuan

Rencana terinci dan jadwal :


Jumlah karyawan
Jadwal kerja
Jadwal mesin
Bahan Baku dan sediaan

Input :
Tenaga
Kerja
Material
Mesin
Energi

Proses Produktif

Output
berupa
barang
dan jasa

Monitor mutu,jumlah,
dan biaya output

Proses penyesuaian
untuk memenuhi
standar

Intreprestasi Hasil

Standar untuk
mutu,jumlah dan
biaya

Sistem Pengendalian
tingkat Luas

Manajemen Sediaan
Sediaan dapat disebut juga bahan baku. Barang setengah jadi adalah barang yang baru
setengah selesai atau masih memerlukan proses untuk menjadi barang jadi. Dan barang jadi
merupakan barang yang dapat dijual untuk keberlangsungan operasi perusahaan. Sehingga,
dari sediaan, barang setengah jadi, dan barang jadi perlu dikendalikan dengan cermat karena
dapat menjadi sumber yang potensial untuk terjadinya pemborosan.

Jika tidak dikendalikan, maka akan ada bahan baku yang terlalu lama disimpan sehingga
kemungkinan akan rusak atau hilang menjadi lebih tinggi. Atau proses akan dihentikan
sementara karena menunggu bahan sediaan yang akan digunakan tersedia.
Sehingga,langkah-langkah dalam manajemen sediaan ini adalah :
1. Perencanaan Kebutuhan Material (MRP, Materials Requirement Planning)
2. Perencanaan Sumber Daya Material (MRP II, Materials Resource Planning)
3. Sediaan Tepat Waktu (JIT, Just in Time)