Anda di halaman 1dari 35

PENGANTAR

Kasus Perang Yugoslavia yang sangat kejam dan tidak manusiawi menarik
perhatian dunia hingga saat ini. Hal itu disebabkan karena banyaknya aturan-aturan
perang dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah dilanggar. Oleh karena itu berdasarkan
keputusan Dewan Keamanan PBB, dibentuklah pengadilan Internasional yang mengadili
para pelaku kejahatan perang Yugoslavia tersebut, yaitu International Criminal Tribunal
for the former Yugoslavia atau disingkat dengan ICTY. ICTY adalah sebuah
badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan untuk mengadili para penjahat
perang di Yugoslavia. Pengadilan atau tribunal ini berfungsi sebagai sebuah
pengadilan ad-hoc yang merdeka dan terletak di Den Haag, Belanda.
Badan ini didirikan oleh Resolusi 827 dari Dewan Keamanan PBB, yang diluncurkan
pada

tanggal 25

Mei 1993.

Jurisdiksi

materi

dari

ICTY

ini

mencakup

pertanggungjawaban pidana secara individual (individual criminal responsibility) atas


kejahatan seperti genosida (genocide), kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against
humanity), pelanggaran-pelanggaran berat Konvensi Jenewa dan Hukum Kebiasaan
Perang/kejahatan perang (graves breaches of the Geneva, Conventions, and violations of
the laws and customs of war /war crimes) yang dilakukan di dalam wilayah bekas
Yugoslavia sejak 1 Januari 1991. Badan ini hanya bisa mengadili orang secara pribadi
dan bukan organisasi atau pemerintahan. Hukuman maksimum adalah penjara seumur
hidup. Beberapa negara telah menanda-tangani perjanjian dengan PBB mengenai
pelaksanaan hukuman ini. Vonis terakhir dijatuhkan pada 15 Maret 2004. Badan ini
memiliki tujuan untuk mengakhiri semua sidang pada akhir 2008 dan semua kasus
banding pada 2010.
Dalam hal ini juga diatur 'Command Responsibility', baik yang bersifat aktif
maupun pasif (crimes by omission). ICTY juga mempunyai kedudukan 'primacy'
terhadap pengadilan nasional. Peradilan 'in absentia' tidak dimungkinkan. Dengan asas
'individual criminal responsibility', maka tidak dimungkinkan penuntutan pidana
terhadap Negara, organisasi dan asosiasi.

KASUS POSISI
1. Kasus Slobodan Milosevic
NO
1

TANGGAL
Tahun 1990

25 Juni 1991

PERISTIWA
Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu dan membentuk
Negara baru yang bernama Republik Federasi Jerman
(Bundesrepubliche Deutschland) yang ditandai dengan
diruntuhkannya Tembok Berlin sebagai batas antara
Berlin Barat dan Berlin Timur.
Uni Soviet mengalami kemunduran setelah dipimpin oleh
Mikhail Gorbacev setelah ia memoderisasi system
pemerintahan di Uni Soviet ke arah Demokrasi. Negara
Negara bagian di Uni Soviet ingin meninggalkan paham
komunisme yang selama ini mereka anut karena mereka
menganggap kehidupan mereka akan jauh lebih baik dan
tidak akan ketinggalan zaman dengan Negara lainnya.
Paham Komunisme mulai luntur dan mengalami
kemunduran di Negara Negara yang menganutnya
seperti Jerman Timur, Yugoslavia, dan tentu saja Uni
Soviet itu sendiri.
Negara Negara yang tergabung didalam Pakta Warsawa
menginginkan ditegakannya sistem demokrasi dan pasar
bebas (capitalisme).
Negara Negara di daerah Baltik memisahkan diri dan
merdeka dari Uni Soviet.
Slovenia dan Kroasia mendapatkan kemerdekaan secara
resmi dan terpisah dari Yugoslavia. Pemerintah
Yugoslavia khususnya Presiden Milosevic mengirimkan
tentaranya yaitu JNA untuk mengontrol dari Slovenia
tapi Slovenia telah mempunyai tentara nasional sendiri
yang terlatih. Perang berlangsung selama 10 hari dan
Slovenia mendapatkan batas daerah teritorialnya sendiri.
Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan akan terjadi
konflik mengenai batas wilayah dengan republic lainnya.
Perang di Slovenia menelan banyak korban dan banyak
orang yang kehilangan tempat tinggalnya. Banyak orang
sipil yang terbunuh.
Lain halnya di Kroasia. Di Kroasia, banyak juga daerah
yang ingin memisahkan diri seperti daerah Krajina yang
sebagian besar dihuni oleh orang Serbia. Mereka merasa

Januari 1992

Februari 1992

April 1992
Oktober 1995

didiskriminasi oleh bangsa Kroasia dan tidak ingin


menjadi bagian dari Kroasia. JNA ditugaskan untuk
melindungi orang orang Serbia yang ada dan bertempur
melawan orang orang Kroasia serta berharap daerah
tersebut kelak menjadi bagian dari Serbia Raya.
Akhir tahun 1991, 10.000 orang terbunuh dan ratusan
ribu lainnya kehilangan rumah mereka di Kroasia.
PBB mengirimkan Cyrus Vance seorang sekretaris
pemerintah dari Amerika Serikat, sebagai utusan khusus
untuk membentuk gencatan senjata antara kedua pasukan
dan mendapatkan pemimpin untuk melakukan negosiasi.
UNPROFOR (United Nation Protection Force) dikirim
untuk memonitor gencatan senjata dan menjaga kedua
belah pihak.
Setelah perang sudah berakhir, mereka melihat untuk
konflik kedepannya : ketika gencatan senjata
ditandatangani, Kroasia telah memperoleh territorial
terbesar dan menyetujui untuk gencatan senjata,
memungkinkan mereka untuk tetap menyerang. Dengan
demikian, banyak mata melihat legitimasi serangan
mereka.
Uni Eropa mengakui Slovenia dan Kroasia sebagai
negara merdeka pada bulan Januari 1992. Dan Jerman
yang pertamakali mengakui mereka sebagai negara
merdeka.
Bosnia Herzegovina menyelenggarakan referndum
kemerdekaan dan pada bulan April juga diselenggarakan
oleh komunitas internasional.
Perang yang terjadi di Bosnia merupakan perang yang
keji dan dengan berbagai konflik yang lengkap.
Jika digambarkan, Bosnia Herzegovina seperti miniatur
Yugoslavia. Sejarah politik selalu berawal dari
kerenggangan salah satu kompromi antara ketiga etnis
besar yaitu Bosniak, Kroasia, dan Serbia. Nantinya,
daerah yang ditempati oleh orang orang Serbia dan
Kroasia di Bosnia dideklarasikan sebagai daerah otonomi
di dalam negara tersebut. Dan pemerintah Bosnia yang
sering dikarakteristikan sebagai Bosniak dan selalu
begitu, berjuang untuk mempertahankan integritas dari
republik; Perjuangan internal Bosnia Herzegovina yang
merasa jengkel dengan kekuatan luar; hal ini akan

terungkap kemudian bahwa Presiden Kroasia Franjo


Tudjman dan Presiden Serbia Milosevic telah membuat
persetujuan rahasia untuk membagi Bosnia diantara
mereka berdua, menjadikan territorial mereka, dan
menginginkan etnis penduduk untuk negara mereka :
daerah Kroat untuk Kroasia, daerah Serb untuk Serbia.
Pertama adalah perang antara Serb Bosnia dan
pemerintah Bosnia, sebuah aliansi antara Kroat dan
Bosniak. Daerah yang ditempati oleh Bangsa Serbia
berjuang untuk memisahkan diri dari Bosnia, dan tentara
dari JNA membantu mereka. PBB menetapkan embargo
senjata terhadap wilayah tersebut, dengan tujuan untuk
mencegah pejuang membeli senjata dan salah satu unit
dari UNPROFOR dikirim untuk melindungi wilayah
aman / safe areas yang ditunjuk oleh PBB yaitu area
dimana untuk melindungi pejuang dan mengizinkan
pengungsi agar dapat melarikan diri dari kejahatan
perang. Kedua keputusan resolusi yang dibuat oleh PBB
tersebut dibuat dengan niat yang baik, akan tetapi akan
berubah dalam beberapa cara malah menciptakan hal
hal buruk selama perang berlangsung.
Tahun 1993, Vince dan seorang Diplomat dari Uni Eropa,
David Owen, memutuskan sepakat untuk bekerja sama
untuk menghentikan perjanjian. Hal itu sudah ditolak,
tidak ada satupun ingin menandatangani perjanjian
tersebut setelah teritorial sudah berubah ditangan
pemenangnya dan berpikir mereka bisa mendapatkan
lebih, sedangkan pihak yang kalah ingin dibuat yakin
bahwa mereka masih mempunyai kesempatan untuk
merebut kembali apa yang sudah hilang. Jadi konfliknya
terus berlangsung dan memasuki fase buruk. Bangsa
Kroasia memutuskan untuk mengalahkan bangsa bosnia,
jadi sekarang peperangan diantara ketiga tentara yang
berbeda. Mereka berebut kota Sarajevo. Sedangkan
Serbia menyerbu beberapa daerah aman / safe area,
membunuh pengungsi dan mengambil tawanan perang
PBB dan memamerkan aksi mereka kepada dunia seperti
tampak tidak mampu untuk melakukan apapun mengenai
hal ini. Stanislav Galic merupakan komando tertinggi dari
SRK yang memimpin serangan ini. Ia juga yang
menyebarkan berbagai propaganda negatif di Sarajevo.

Hal ini bersamaan dengan waktu dimana koran


memberitakan banyak sekali mengenai apa yang akan
terjadi dengan tragedi berdarah dari Perang Balkan :
tragedi mengerikan dan kekejaman dari pemusnahan etnis
/ ethnic cleansing. Sudah diketahui banyak orang dipaksa
keluar dari rumah mereka oleh tentara yang menyerang
mereka, dan juga pembunuhan pada warga sipil tapi
kejadian tersebut tidak dilaporkan kemana
mana.Setelah safe area di Srebrenica sudah diserbu oleh
tentara Serbia, dilaporkan lebih dari 6000 Muslim baik
pria maupun anak anak laki-laki terlihat dibantai. Cerita
lainnya dari pembunuhan massal, kamp konsentrasi,
pemaksaan evakuasi seluruh desa, dan kejadian rape
camps dimana ratusan wanita diperkosa sampai mengisi
berita.
Amerika Serikat memutuskan untuk membantu
mencarikan resolusi dari konflik yang terjadi dan
membantu memperluas tugas NATO yaitu menegakan
zona larangan terbang dan upaya perlindungan lainnya,
untuk langsung melakukan serangan udara kepada tentara
serbia agar segera pergi dan meninggalkan kawasan safe
areas.
Sebuah persetujuan diplomatik dengan Kroasia dirubah
dari peran tentara PBB menegakan garis gencatan senjata
disana : PBB memindahkan unitnya untuk batas resmi
dari Kroasia, dengan adanya kemungkinan bagi Kroasia
untuk memenangkan kembali tanahnya yang hilang dari
Tentara Serbia. Bangsa Kroasia juga bekerja sama dengan
bangsa bosnia kembali dan ofensif memimpin lagi bangsa
serbia, menekan mereka keluar dari banyak daerah yang
telah mereka klaim.
Sebuah upaya diplomatik dikepalai oleh Richard
Holbrooke, seorang asisten sekretaris negara Amerika
Serikat, terpaksa memimpin di meja perundingan.
Pada minggu ketiga tahun 1995, ketegangan terbawa pada
negosiasi tentang perjanjian perdamaian di Dayton,Ohio.
Perjanjian damai bosnia terpancang konsesi dari
pemimpin Republik Bosnia Herzegovina, Republik
Kroasia dan FRY untuk saling mengakui satu sama lain
batas batas wilayah dan kemerdekaan, menarik armada
tentara mereka, dan membantu mengikuti kemanusiaan

1998

1999

untuk mengurus penduduk dan pengungsi terlantar di


daerah. Pemerintah baru sementara diatur untuk Bosnia
Herzegovina. Negara tersebut akan dibagi menjadi 2
republik, yang satu untuk Bangsa Serbia, sedangkan yang
lainnya untuk Bangsa Kroasia dan Bosniak. Perjanjian
Daylon bukanlah dokumen yang sempurna, namun dapat
mengakhiri perang di Bosnia.
Kosovo merupakan sebuah provinsi di Serbia. Ketika
ketegangan meletus pada tahun 1998, Amerika Serikat
dan Eropa melangkah kembali sekali lagi.
Dibawah Tito, Kosovo mempunyai substansial otonomi,
tapi presiden Serbia Milosevic melaksanakan kontrol
ketat di provinsi. Kelompok Angkatan militer Kosovo
Albanian bentrok dengan Tentara Serbia, dan di tengah
tengah tuduhan terorisme, obat-obatan terlarang, dan
pemusnahan etnis diantara keduanya, mengancam dengan
kekerasan untuk mengatasi dan menstabilkan kedua
negara tetangga.
Usaha diplomatik digunakan untuk menghentikan
konflik, namun pada Matet 1999, Presiden Clinton dan
pemimpin NATO memutuskan untuk meluncurkan
serangan udara kembali kepada Tentara Militer Serbia di
Kosovo dan kembali Pemerintah Serbia Milosevic
dipercaya menjadi penghasut dari perselisihan.
Kampanye udara ke 77 hari sudah diakhir kepala perang
yang disebabkan oleh dibubarkannya Yugoslavia.
Milosevic menyetujui kesepakatan dengan NATO dan
pasukan perdamaian,KFOR, dipindahkan untuk perbaikan
keamanan dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada
Kosovo.

2. Kasus Stanislav Galic


Tanggal

Peristiwa

September 1992 Agustus 1994

Sarajevo Romanija Korps (SRK)


merupakan salah satu cabang dari
VRS.
Galic adalah komandan SRK.
AbiH
mengendalikan
bagian
utama Sarajevo. Sebuah garis

konfrontasi
sekitar
Sarajevo
memisahkan sisi damai (safe
area) dan sisi tidak aman (daerah
perang).
Galic
melakukan
propaganda
agar
melakukan
serangan penembakan secara
sengaja kepada warga sipil yang
dilakukan
oleh
penembak
misterius di Sarajevo yang berada
di
bawah
kendali
AbiH.
Propaganda
tersebut
mengakibatkan kematian dan cera
bagi sejumlah besar warga sipil.
Warga sipil Sarajevo
dijadikan
sebagai objek
serangan yang
disengaja dilakukan oleh pasukan
SRK. Banyak warga sipil Sarajevo
yang diserang ketika mereka
sedang
melakukan
kegiatan
aktivitas sehari-hari. Seranganserangan
ini
kebanyakan
dilakukan di siang hari.
Sarajevo
memiliki
topograf
berupa
pegunungan
dan
bangunan bertingkat tinggi, yang
digunakan oleh personil untuk
membidik titik target warga sipil di
kota. Lokasi tertentu di Sarajevo
menjadi
tempat
penembakan
misterius terkenal yaitu jalan raya
utama di Sarajevo dikenal sebagai
"Sniper Alley".
Meskipun
warga
sipil
sudah
melakukan berbagai upaya untuk
mencari keamanan dari SRK
seperti penutupan sekolah, keluar
pada
malam
hari
dan
bersembunyi di siang hari, tidak
banyak melakukan aktivitas di

11 Juli 1993

September 1993

5 Februari 1994

sekitar Sarajevo,
dan dengan
mendirikan gudang baja untuk
melindungi diri dari serangan
penembak gelap, mereka masih
tidak aman. Mereka masih terlihat
dan menjadi target. Gudang baja
yang digunakan sebagai tempat
berlindung tidak dapat melindungi
secara efektif.
Insiden ini merupakan insiden
pertama
adalah
mengenai
pembunuhan terhadap seorang
warga sipil yang bernama Munira
Zametica, seorang wanita 48tahun, yang ditembak di daerah
safe-area yaitu daerah gereja
Ortodoks di Dobrinja, yang kini
dikenal sebagai area penembakan
gelap yang dilakukan oleh SRK.
Adalah mengenai penembakan
seorang gadis berumur 8 tahun
dan ibunya yang terjadi di wilayah
aman (safe area) yang sudah
diberikan pembatas. Penembakan
tersebut terbukti dilakukan oleh
SRK.
Dua korban tersebut selamat dan
dijadikan saksi dalam persidangan
ICTY
mengenai
adanya
penargetan
dengan
sengaja
terhadap warga sipil.
Mortir(granat) meledak di daerah
pasar Markale Sarajevo yang
terletak di pusat kota. Peristiwa ini
menewaskan
60
orang
dan
melukai lebih dari ratusan warga
sipil. Berdasarkan bukti-bukti yang
ada, pelaku pemboman tersebut
dilakukan oleh pihak SRK.

Jumlah

pasti

korban

sipil

dari

serangan

penembakan

sniping

sebenarnya jumlahnya tidak diketahui. Namun, yang diketahui adalah


bahwa ratusan warga sipil tewas dan ribuan lainnya terluka dalam
insiden selama periode dua tahun, seperti yang dicakup didalam surat
dakwaan.
Bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi merupakan hasil propaganda
SRK, karena terdapat bukti bahwa banyaknya warga sipil yang
diserang secara sengaja oleh SRK.
Frekuensi serangan mungkin berfluktuasi dari hari ke hari, tetapi
mereka selalu menggarisbawahi fakta bahwa tidak ada warga sipil dari
Sarajevo aman di mana saja.

PUTUSAN HUKUM ICTY


SLOBODAN MILOEVI
Didakwa

Jabatan yang
dipegang saat

genosida, terlibat dalam genosida, deportasi,


pembunuhan, penganiayaan pada politik, ras atau
agama dasar, tindakan tidak manusiawi /
pemindahan secara paksa;
pemusnahan;
penjara, penyiksaan, pembunuhan yang disengaja,
pengurungan
secara
tidak
sah,
sengaja
menyebabkan besar penderitaan, melanggar
hukum deportasi atau pemindahan, kehancuran
dan perampasan properti, tidak dibenarkan oleh
kepentingan militer dan dilakukan secara tidak sah
dan ceroboh;
perlakuan kejam, perampokan harta benda milik
publik atau swasta, serangan terhadap warga sipil;
kehancuran atau kerusakan yang disengaja
dilakukan untuk monumen bersejarah dan
lembaga-lembaga yang didedikasikan untuk
pendidikan
atau
agama,
serangan
yang
melanggar hukum pada objek sipil.
Presiden Serbia dari 26 Desember 1990,

perang Yugoslavia

Meninggal
Pemutusan
yuridiksi

11
14

Presiden Republik Federal Yugoslavia (FRY) tanggal


15 Juli 1997 sampai 6 Oktober 2000,
Presiden Agung Pertahanan Dewan FRY
Agung Panglima Angkatan Darat Yugoslavia
Maret 2006
Maret 2006

Didakwa atas Kejahatan, yaitu:


Lokasi
kejahatan

Peristiwa

KOSOVO

The deportasi paksa sekitar 800.000 warga sipil Albania


Kosovo, untuk memfasilitasi
pengusiran dan pemindahan, pasukan FRY dan Serbia
sengaja menciptakan suasana ketakutan dan penindasan
melalui penggunaan kekerasan, ancaman kekerasan, dan
tindak kekerasan.
Pembunuhan ratusan warga sipil Albania Kosovo - pria,
wanita dan anak-anak, yang terjadi dalam meluas atau
sistematis dengan cara seluruh provinsi Kosovo.
serangan seksual yang dilakukan oleh pasukan dari FRY
dan Serbia melawan Albania Kosovo, khususnya
perempuan.
Sebuah kampanye sistematis penghancuran properti
milik warga sipil Albania Kosovo dicapai dengan
meluasnya penembakan terhadap kota-kota dan desadesa, pembakaran dan perusakan harta benda, termasuk
rumah-rumah, peternakan, bisnis, monumen budaya dan
tempat ibadah, sebagai akibat dari tindakan ini didalangi,
desa, kota, dan seluruh daerah yang dihuni diberikan
untuk Albania Kosovo.

KROASIA

Pemusnahan atau pembunuhan ratusan Kroasia dan


non-Serbia warga sipil, termasuk perempuan dan lansia
orang, di Dalj, Erdut, Klisa, Lovas, Vukovar, Voin, Bain,
Saborsko dan desa-desa tetangga, kabrnja, Nadin,
Bruska, dan Dubrovnik dan sekitarnya.
Penahanan berkepanjangan dan rutin dan pengurungan
ribuan Kroasia dan non-Serbia
warga sipil di fasilitas penahanan di dalam dan di luar dari

BOSNIA
DAN
HERZEGOVI
NA

Kroasia, termasuk kamp penjara yang terletak di


Montenegro, Serbia, dan Bosnia dan Herzegovina.
Pembentukan dan pelestarian kondisi hidup yang tidak
manusiawi untuk Kroasia dan non-Serbia sipil tahanan
dalam yang disebutkan di atas fasilitas penahanan.
The deportasi atau pemindahan paksa terhadap
setidaknya 170.000 Kroasia dan non-Serbia sipil dari
wilayah yang ditentukan di atas, termasuk deportasi ke
Serbia minimal 5.000 penduduk dari Ilok dan 20.000
penduduk dari Vukovar, dan pemindahan paksa ke lokasi
dalam Kroasia setidaknya 2.500 penduduk dari Erdut.
Perusakan sengaja rumah, milik umum dan swasta
lainnya, lembaga kebudayaan, sejarah
monumen dan situs suci dari Kroasia dan non-Serbia
penduduk di Dubrovnik dan sekitarnya,
Vukovar, Erdut, Lovas, arengrad, Bapska, Tovarnik, Voin,
Saborsko, kabrnja, Nadin, dan Bruka.
The berulang penyiksaan, pemukulan dan pembunuhan
dari Kroasia dan non-Serbia tahanan sipil dalam di atas
fasilitas penahanan.
Melanggar Hukum serangan terhadap Dubrovnik dan
Kroasia dipertahankan desa di seluruh wilayah yang
ditentukan di atas.
warga sipil terperangkap dalam kantong, yang dirancang
untuk menciptakan kondisi kehidupan yang tak
tertahankan.
Pembunuhan luas ribuan Muslim Bosnia selama dan
setelah pengambil- alihan wilayah dalam Bosnia dan
Herzegovina. Pembunuhan ribuan Muslim Bosnia di
fasilitas penahanan di Bosnia dan Herzegovina. Yang
menyebabkan jasmani serius dan mental yang berat
terhadap ribuan Muslim Bosnia selama mereka kurungan
di fasilitas penahanan di Bosnia dan Herzegovina.
Pengurungan ribuan Muslim Bosnia di fasilitas
penahanan di Bosnia dan Herzegovina, dalam kondisi
kehidupan yang dihitung untuk membawa kehancuran fsik
parsial kelompok-kelompok, yaitu melalui kelaparan, air
yang terkontaminasi, kerja paksa, perawatan medis yang
tidak memadai dan konstan fsik dan psikologis
penyerangan.
pemusnahan tersebut, pembunuhan dan pembunuhan

disengaja non-Serbia, terutama Muslim Bosnia dan Bosnia


Kroasia yang tinggal di wilayah Banja Luka, Bihac, Bijeljina,
Bilea, Bosanska Krupa, Bosanski Novi, Bosanski amac,
Bratunac, Brcko, ajnie, Doboj, Foca, Gacko, Sarajevo
(Ilija), Klju, Kalinovik, Kotor Varo, Nevesinje, Sarajevo
(Novi Grad), Prijedor, Prnjavor, Rogatica, Sanski Most,
Srebrenica, Tesli, Visegrad, Vlasenica dan Zvornik.
Perlakuan kejam dan tidak manusiawi Muslim Bosnia,
Bosnia Kroasia dan non-Serbia sipil. Demikian perlakuan
tidak manusiawi, termasuk, namun tidak terbatas pada,
kekerasan seksual, penyiksaan, fsik dan psikologis
penyalahgunaan dan eksistensi paksa di bawah kondisi
hidup yang tidak manusiawi.
Pengenaan tindakan pembatasan dan diskriminatif
terhadap Muslim Bosnia, Bosnia Kroasia dan non-Serbia,
seperti pembatasan kebebasan bergerak, penghapusan
dari posisi otoritas dalam pemerintah daerah dan lembaga
polisi, pemecatan dari pekerjaan, pencarian sewenangwenang dari rumah mereka; penolakan hak atas proses
peradilan, dan penolakan hak akses yang sama terhadap
pelayanan publik, termasuk yang tepat perawatan medis.
The pemindahan paksa dan deportasi ribuan Muslim
Bosnia, Bosnia Kroasia dan non-Serbia sipil untuk lokasi di
luar dari Serbia-daerah yang dikuasai.
Perusakan sengaja dan tanpa alasan rumah, bangunan
umum dan pribadi lainnya milik Muslim Bosnia dan Kroasia
Bosnia, lembaga budaya dan agama, monumen bersejarah
dan lainnya sakral situs.
Hambatan dari bantuan kemanusiaan, dalam pasokan
medis dan makanan tertentu, ke dikepung kantong Bihac,
Gorazde, Srebrenica dan epa, dan pemotongan pasokan
air untuk

TEMPAT
DAKWAAN
KOSOVO

SURAT DAKWAAN DAN TUNTUTAN


DAKWAAN
Dakwaan awal terhadap Slobodan Milosevic, Milan
Milutinovic, Nikola Sainovic, Dragoljub Ojdani dan
Vlajko Stojiljkovic (nr kasus IT-99-37.), mengenai
kejahatan yang dilakukan di Kosovo telah

dikonfrmasi pada 24 Mei 1999 dan diumumkan


pada tanggal 27 Mei 1999. Surat dakwaan diubah
pada tanggal 29 Juni 2001.
Pada tanggal 16 Oktober 2001, Jaksa mengajukan
dakwaan diubah kedua. Pada tanggal 5 September
2002, Pengadilan tersebut Chamber dipisahkan
proses hukum terhadap Milosevic dari proses
terhadap terdakwa lainnya.
Dakwaan menuduh bahwa operasi, antara tanggal
1 Januari 1999 dan 20 Juni 1999, Milosevic
berpartisipasi dalam sebuah perusahaan kriminal
gabungan (JCE) bersama-sama dengan sejumlah
orang lain termasuk Milutinovic, Sainovic, Ojdani,
Stojiljkovic dan lain-lain yang dikenal dan tidak
dikenal. Diduga bahwa tujuan PBE yang adalah
pengusiran sebagian besar dari populasi Albania
Kosovo dari Kosovo, dalam upaya untuk
memastikan kontrol terus Serbia atas provinsi.
Selama periode ini, pasukan Republik Federal
Yugoslavia (FRY) dan Serbia, bertindak di
arah, dengan dorongan, atau dengan dukungan
PBE, menandatangani kampanye teror dan
kekerasan yang ditujukan pada warga sipil Albania
Kosovo. Hal ini mengakibatkan deportasi paksa
sekitar 800.000 warga sipil Albania Kosovo. Untuk
memfasilitasi pengusiran dan pemindahan,
kekuatan FRY dan Serbia sengaja menciptakan
suasana ketakutan dan penindasan melalui
penggunaan kekerasan, ancaman kekuatan dan
tindak kekerasan. Sepanjang Kosovo, pasukan FRY
dan Serbia sistematis dikupas kota dan desa,
rumah-rumah dibakar dan peternakan, rusak dan
hancur Kosovo Albania budaya dan agama
lembaga, membunuh warga sipil Albania Kosovo
dan Albania Kosovo pelecehan seksual perempuan
Para anggota PBE yang diadakan secara individual
bertanggung jawab atas kejahatan yang dituduhkan
terhadap mereka, sesuai Pasal 7 (1) Statuta
Pengadilan, dan untuk kejahatan atau kelalaian
bawahan mereka, sesuai dengan Pasal 7 (3) Statuta

KROASIA

Roma.
Menurut surat dakwaan, selama periode yang
relevan, Milosevic adalah Presiden FRY, Presiden
Agung Pertahanan Dewan FRY dan Panglima
Tertinggi Angkatan Darat Yugoslavia (VJ).
Berdasarkan posisinya, dia menjalankan otoritas
atas perintah VJ dan pasukan polisi subordinasi ke
VJ. Selain jure nya kekuasaan de, ia juga melakukan
kontrol de facto luas atas berbagai lembaga penting
untuk, atau terlibat dalam, pelaksanaan kejahatan
yang dituduhkan dalam dakwaan.
Dakwaan awal terhadap Milosevic mengenai
kejahatan yang dilakukan di Kroasia, dikonfrmasi
pada 8 Oktober 2001 dan diumumkan pada tanggal
9 Oktober 2001. Pada tanggal 23 Oktober 2002,
Jaksa mengajukan diubah versi dakwaan "Kroasia".
Surat dakwaan tersebut diamandemen lebih lanjut
pada tanggal 26 Juli 2004. Ini kedua dakwaan
diubah menjadi dakwaan operasi pada tanggal 28
Juli 2004.
Menurut surat dakwaan, Milosevic berpartisipasi
dalam PBE yang muncul sebelum 1 Agustus 1991
dan berlanjut hingga setidaknya Juni 1992. Individu
berpartisipasi dalam PBE yang disertakan Borisav
Jovi, Branko Kostic, Veljko Kadijevi, Blagoje Adzic,
Milan Babic, Milan Martic, Goran Hadzic, Jovica
Stanisic, Franko Simatovi (juga dikenal sebagai
"Frenki"), Tomislav Simovi, Vojislav Seselj, Momir
Bulatovi, Aleksandar Vasiljevi, Radovan Stojii
(juga dikenal sebagai "Bada"), eljko Ranatovi
(juga dikenal sebagai "Arkan") dan lainnya
dikenal dan tidak diketahui peserta. Tujuan dari
perusahaan ini adalah pemindahan paksa
mayoritas dari Kroasia dan non-Serbia populasi dari
sekitar sepertiga dari wilayah Republik
Kroasia, daerah yang direncanakan Milosevic harus
menjadi bagian dari negara Serbia yang didominasi
baru. Daerah termasuk daerah-daerah yang disebut
oleh otoritas Serbia sebagai Otonom "Serbia
Kabupaten (SAO) Krajina ", yang" SAO Barat
Slavonia ", dan" SAO Slavonia, Baranja dan Barat

BOSNIA

Srem "(secara kolektif disebut oleh Otoritas Serbia


setelah 19 Desember 1991 sebagai "Republik
Serbia Krajina [RSK]") dan yang "Dubrovnik
Republik".
Milosevic adalah Presiden Republik Serbia selama
periode yang relevan, dan dengan demikian, itu
diduga, dilakukan pengendalian yang efektif atau
pengaruh penting terhadap peserta PBE, dan, baik
sendiri atau bertindak dalam konser dengan orang
lain, secara efektif dikendalikan atau secara
substansial mempengaruhi tindakan Federal
Kepresidenan Republik Federasi Sosialis Yugoslavia
(SFRY) dan kemudian FRY tersebut, Serbia
Departemen Dalam Negeri (MUP), Rakyat
Yugoslavia 'Army (JNA), petenis Serbia yang dikelola
Pertahanan Teritorial (TO) Staf di wilayah yang
relevan, dan kelompok relawan Serbia.
Menurut surat dakwaan, antara 1 Agustus 1991 dan
Juni 1992, pasukan Serbia, yang terdiri dari unit
JNA, lokal KE unit, UNTUK unit dari Serbia dan
Montenegro, Serbia lokal dan MUP unit dan unit
paramiliter, menyerang dan mengambil alih kotakota, desa-desa dan permukiman di wilayahwilayah yang tercantum di atas. Setelah
pengambilalihan, pasukan Serbia, dalam kerjasama
dengan otoritas Serbia setempat, mendirikan rezim
penganiayaan yang dirancang untuk mendorong
Kroasia dan non-Serbia penduduk sipil dari wilayah
tersebut.
Rezim ini termasuk pemusnahan atau pembunuhan
ratusan Kroasia dan non-Serbia sipil,
termasuk perempuan dan orang tua, deportasi atau
pemindahan paksa terhadap setidaknya 170.000
Kroasia dan non-Serbia sipil dan kurungan atau
penjara dalam kondisi yang tidak manusiawi dari
ribuan Kroasia dan non-Serbia sipil. Selain itu,
properti publik dan swasta di semua bidang yang
relevan adalah sengaja dan ceroboh hancur dan
dijarah, termasuk rumah-rumah, dan agama,
sejarah dan bangunan budaya.
Dakwaan awal terhadap Milosevic mengenai

HERZEGOVINA

kejahatan yang dilakukan di Bosnia dan


Herzegovina adalah dikonfrmasi pada tanggal 22
November 2001 dan diumumkan pada tanggal 23
November 2001. Pada tanggal 22 November 2002,
Penuntutan mengajukan versi diubah dari dakwaan.
Pada tanggal 21 April 2004, versi diubah dari
dakwaan menjadi dakwaan operasi.
Surat dakwaan tersebut menuduh bahwa Milosevic
berpartisipasi dalam PBE, yang muncul dengan 1
Agustus 1991 dan terus sampai setidaknya 31
Desember 1995. Individu-individu yang
berpartisipasi dalam PBE yang termasuk Radovan
Karadzic, Momcilo Krajinik, Biljana Plavi, Ratko
Mladic, Borisav Jovi, Branko Kostic, Veljko Kadijevi,
Blagoje Adzic, Milan Martic, Jovica Stanisic, Franko
Simatovi (juga dikenal sebagai "Frenki"), Vojislav
Seselj,
Radovan Stojii (juga dikenal sebagai "Bada"),
eljko Ranatovi "Arkan" dan lainnya dikenal dan
tidak dikenal peserta. Tujuan dari JCE adalah
pemindahan paksa dan permanen dari mayoritas
non - Serbia, terutama Muslim Bosnia dan Kroasia
Bosnia, dari daerah besar Bosnia dan Herzegovina.
Milosevic adalah Presiden Republik Serbia selama
periode yang relevan, dan dengan demikian, itu
diduga, dilakukan pengendalian yang efektif atau
pengaruh penting terhadap peserta dalam PBE,
dan, baik sendiri atau bertindak dalam konser
dengan mereka dan orang-orang yang dikenal dan
tidak dikenal tambahan, efektif dikendalikan atau
substansial dipengaruhi tindakan Presidensi Federal
SFRY dan kemudian FRY, MUP, yang JNA dan
kemudian VJ, Serbia Bosnia Army (VRS), serta
kelompok-kelompok paramiliter Serbia.
Diduga bahwa, pada atau sekitar 1 Maret 1992
sampai dengan 31 Desember 1995, Milosevic,
bertindak sendiri atau dalam konser dengan
anggota lain dari JCE tersebut, merencanakan,
menghasut, memerintahkan, melakukan atau
dibantu dan bersekongkol perencanaan, persiapan

dan pelaksanaan pembunuhan luas ribuan Muslim


Bosnia selama dan setelah pengambilalihan wilayah
di Bosnia dan Herzegovina dan penahanan ribuan
Muslim Bosnia di fasilitas penahanan di Bosnia dan
Herzegovina, dalam kondisi kehidupan
dihitung untuk membawa kehancuran fsik parsial
dari kelompok-kelompok. Selama pengurungan
mereka di fasilitas penahanan, ribuan Muslim
Bosnia dibunuh atau menyebabkan penderitaan
fsik dan mental.
Sebagai pelaku co-in PBE tersebut, Milosevic juga
bertanggung jawab atas pemusnahan atau
pembunuhan dan pemindahan paksa dan deportasi
ribuan Muslim Bosnia, Bosnia Kroasia dan nonSerbia warga sipil. Tuduhan juga termasuk jumlah
tindakan penghancuran sengaja dan tanpa alasan
rumah, lainnya properti publik dan swasta milik
Muslim Bosnia dan Kroasia Bosnia, budaya dan
agama lembaga, sejarah monumen dan situs suci
lainnya, dan perampasan dan perampokan harta
benda milik milik Muslim Bosnia, Bosnia Kroasia dan
non-Serbia sipil.
TUNTUTAN HUKUM
Milosevic didakwa atas dasar tanggung jawab pidana individu (Pasal 7
(1) dari Statuta
Tribunal), dan atas dasar pertanggungjawaban pidana pemimpin (Pasal
7 (3) Statuta)
dengan:
LOKASI
KOSOVO

KEJAHATAN
Deportasi, pembunuhan,
penganiayaan atas dasar
politik, ras atau agama, dan
tidak manusiawi lainnya
tindakan / pemindahan
secara paksa
Pembunuhan

PASAL
(kejahatan
terhadap
kemanusiaan,
Pasal 5),

pelanggaran
hukum atau
kebiasaan

KROASIA

Penganiayaan atas dasar


politik, ras atau agama;
pemusnahan, pembunuhan,
penjara, penyiksaan;
tindakan tidak manusiawi,
deportasi, tindakan tidak
manusiawi (pemindahan
paksa),
Pembunuhan disengaja,
pengurungan secara tidak
sah, penyiksaan, sengaja
menyebabkan penderitaan
besar, deportasi melanggar
hukum atau transfer,
kehancuran dan perampasan
harta, tidak dibenarkan oleh
kepentingan militer dan
dilakukan secara tidak sah
dan ceroboh
Pembunuhan, penyiksaan,
perlakuan kejam, nakal
penghancuran desa, atau
kehancuran tidak dibenarkan
oleh militer keharusan,
kehancuran atau kerusakan
yang disengaja dilakukan
untuk lembaga yang
didedikasikan untuk
pendidikan atau agama;
perampokan harta benda
milik publik atau swasta,
serangan terhadap warga
sipil, kehancuran atau
kerusakan yang disengaja
dilakukan untuk bersejarah
monumen dan lembaga yang
didedikasikan untuk
pendidikan atau agama,
serangan yang melanggar
hukum pada objek sipil

perang, Pasal 3
(kejahatan
terhadap
kemanusiaan,
Pasal 5)

(pelanggaran
berat Konvensi
Jenewa tahun
1949, Pasal 2),

(Pelanggaran
hukum atau
kebiasaan
perang, Pasal 3).

BOSNIA
HERZEGOVINA

Genosida, keterlibatan
dalam genosida
Penganiayaan atas dasar
politik, ras atau agama;
pemusnahan, pembunuhan,
penjara, penyiksaan;
deportasi, tindakan tidak
manusiawi, dan paksa
transfer,
Pembunuhan disengaja,
pengurungan secara tidak
sah, penyiksaan, sengaja
menyebabkan penderitaan
besar, deportasi melanggar
hukum atau transfer, dan
luas kerusakan dan
perampasan harta
Pembunuhan, penyiksaan,
perlakuan kejam, nakal
penghancuran desa, atau
kehancuran tidak dibenarkan
oleh kepentingan militer,
perusakan yang disengaja
atau kerusakan yang
disengaja dilakukan untuk
monumen bersejarah dan
lembaga didedikasikan untuk
pendidikan atau agama,
perampokan harta benda
milik publik atau swasta,
serangan terhadap warga
sipil).

(genocide, Pasal
4)
(kejahatan
terhadap
kemanusiaan,
Pasal 5),

(pelanggaran
berat Jenewa
konvensi tahun
1949, Pasal 2),

(pelanggaran
hukum atau
kebiasaan perang
yang melibatkan,
Pasal 3

PERJALANAN PERSIDANGAN DAN PEMERIKSAAN


Tanggal
12 Februari
Sidang dimulai pada sebelum Hakim Richard Mei
2002
(ketua, sampai dengan 31 Mei 2004), Hakim Patrick
Robinson (ketua, dari 1 Juni 2004 dan seterusnya) dan
Hakim O-Gon Kwon, dengan bukti yang relevan hanya
untuk biaya yang berkaitan dengan Kosovo.
11 September
Penuntutan menyimpulkan kasusnya mengenai Kosovo

2002
26 September
2002
25 Februari
2004
12 April 2004
1 Juni 2004,
31 Agustus
2004.

16 Juni 2004

, Kejaksaan mulai presentasi kasus yang menyangkut


Kroasia dan Bosnia dan Herzegovina.
Penuntutan menyimpulkan penyajian nya kasus-in-chief
Sekretaris Jenderal PBB menunjuk Lord Bonomy Iain
sebagai hakim dari ICTY.
Hari keefektifan Raja Bonomy menggantikan Hakim
Richard Mei yang telah pensiun karena sakit-kesehatan.
Kasus Pertahanan dimulai
ATURAN PROSES 98bis
Setelah JPU menyimpulkan penyajian bukti-bukti,
Pertahanan dapat meminta pemberhen- tian kasus jika
percaya bahwa bukti yang diajukan tidak cukup untuk
membuktikan tuduhan. Jika Ujian Chamber percaya
bahwa JPU tidak mengajukan bukti yang cukup, dapat
member- hentikan seluruh kasus atau biaya tertentu
dan memasukkan penilaian pembebasan sebelum awal
penyajian pertahanan bukti.
menyusul selesainya penyajian kasus Penuntutan, Trial
Chamber
menemukan bahwa ada bukti yang cukup untuk
mendukung setiap hitungan dalam tiga dakwaan.
Namun, Majelis Hakim juga menemukan bahwa ada
cukup / tidak ada bukti untuk mendukung tertentu
relevan dengan beberapa tuduhan dalam "Kroasia" dan
"Bosnia dan Herzegovina" dakwaan tuduhan.
Tuduhan tersebut meliputi:
Keberadaan, kondisi, organisasi, dan kejahatan yang
mungkin dilakukan pada penahanan
Fasilitas dijelaskan dalam paragraf 64 (b), 64 (f), 64 (h)
dan 64 (p) dari dakwaan "Kroasia".
Sejumlah tuduhan dari Jadwal A (pembunuhan tidak
terkait dengan fasilitas penahanan); Jadwal B
(pembunuhan terkait dengan fasilitas penahanan),
Jadwal C (keberadaan fasilitas penahanan), dan Jadwal
D (pemindahan paksa non-Serbia sipil) dari dakwaan
"Bosnia".
Semua kecuali satu dari 44 insiden sniper dugaan di
Sarajevo.
Semua kecuali satu dari 26 insiden penembakan

diduga di Sarajevo.
Tanggal
11 Maret 2006
14 Maret 2006

PEMUTUSAN YURISDIKSI
Peristiwa
Slobodan Milosevic meninggal
Majelis Hakim dihentikan proses
terhadap terdakwa

STANISLAV GALI
Jabatan yang dipegang
ketika perang berlangsung

Hukuman penjara yang


dijatuhkan
Alasan dijatuhi hukuman
penjara

Komandan Sarajevo Romanija Korps Tentara


Serbia Bosnia (VRS), berbasis di sekitar
Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, dari
November 1992, berpangkat Mayor Jenderal.
Hukuman penjara seumur hidup
melakukan tindak kekerasan dengan tujuan
utamanya adalah untuk menyebarkan teror
antara tindakan penduduk, pembunuhan dan
tidak manusiawi sipil - selain pembunuhan.

JENIS KEJAHATAN YANG DILAKUKAN


CARA YANG DIGUNAKAN UNTUK
MELAKSANAKAN KEJAHATANNYA

TUJUANNYA
ATURAN YANG DILANGGAR

Kekerasan
Galic melakukan kampanye
sniping dan serangan penembakan
di kota Sarajevo dan melakukannya
dengan tujuan utama menyebarkan
teror di kalangan penduduk sipil
kota.
Serangan, yang berlangsung pada
hampir setiap hari, selama
berbulan-bulan, mengakibatkan
pembunuhan ratusan pria dan
wanita dari segala usia, termasuk
anak-anak, dan melukai ribuan,
dengan maksud meneror penduduk
kota.
menyebarkan teror di kalangan
penduduk sipil.
Pasal 51 dari Protokol Tambahan I
untuk Konvensi Jenewa 1949
(pelanggaran hukum atau
kebiasaan perang) Pembunuhan
dan tindakan tidak manusiawi selain pembunuhan (kejahatan
terhadap kemanusiaan)

SURAT DAKWAAN DAN TUNTUTAN


Dakwaan terhadap Galic dan Dragomir Milosevic telah dikonfrmasi
pada tanggal 24 April 1998 tetapi tetap di bawah segel. Pada tanggal
15 Maret 1999, Jaksa diberikan izin untuk menyusun surat dakwaan
dan mengajukan terpisah dakwaan penamaan saja Galic. Bahwa
dakwaan diajukan pada tanggal 26 Maret 1999 dan diumumkan pada
penahanan Galic pada tanggal 20 Desember 1999.

Jumlah tuntutuan
Pasal yang
dikenakan
Alasan dikenakan
pasal tersebut

tujuh tuntutan
Pasal 7 (1) dan 7 (3) dari Statuta
Atas partisipasinya dalam kampanye sniping dan
penembakan terhadap warga sipil di Sarajevo dari
September 1992 sampai Agustus 1994.
Galic didakwa atas dasar tanggung jawab individu
pidana (Pasal 7 (1) dari Statuta Tribunal) dan tanggung
jawab superior pidana (Pasal 7 (3)) dengan:
Pembunuhan, tindakan tidak manusiawi lainnya dari
pembunuhan (kejahatan terhadap kemanusiaan, Pasal
5).
sah menimbulkan teror terhadap warga sipil,
serangan terhadap warga sipil (pelanggaran hukum dan
kebiasaan perang, Pasal 3).
PERSIDANGAN

Persidangan Galic dimulai pada tanggal 3 Desember 2001 dan


menyimpulkan pada tanggal 8 Mei 2003. Penuntutan disebut 120
saksi. Majelis Hakim mengakui 603 pameran ditenderkan ke bukti oleh
Jaksa. Itu Pertahanan disebut 51 saksi dan Chamber mengakui 651
pameran ditenderkan ke bukti oleh Pertahanan. Para pihak membuat
argumen penutup mereka pada 6, 7 dan 8 Mei 2003.
PENILAIAN DAN PENEMUAN HUKUM MAJELIS HAKIM
Tanggal
5 Desember 2003
Penilaian dan
Galic bersalah atas satu tuntutan pelanggaran
penemuan hukum
hukum atau kebiasaan perang (tindakan kekerasan
majelis hakim
dengan
tujuan
utamanya
adalah
untuk
menyebarkan teror di antara penduduk sipil,
sebagaimana diatur dalam Pasal 51 dari Protokol
Tambahan I untuk Konvensi Jenewa tahun 1949) dan
empat tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan
(pembunuhan,tindakan tidak manusiawi -selain
pembunuhan) pada dasar tanggung jawab individu
pidana berdasarkan Pasal 7 (1) Statuta Pengadilan,
dan menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun.
Jabaran penemuan
hukum majelis hakim

Persidangan Galic bersangkutan peristiwa yang


terjadi di dan di sekitar Sarajevo, ibukota Bosnia
dan Herzegovina (BiH). Pada saat peristiwa,
entitas yang dikenal sebagai Republik Srpska

telah memantapkan dirinya dalam wilayah BiH.


Tentara Bosnia dan Herzegovina (AbiH) dan
Tentara Republika Srpska (VRS) terlibat dalam
konflik bersenjata.

Pada September 1992, salah satu cabang dari


VRS, disebut Sarajevo Romanija Corps (SRK),
telah hampir dikelilingi Sarajevo. Galic adalah
komandan SRK sepanjang periode dakwaan,
yaitu, dari September 1992 sampai Agustus
1994. Bagian utama dari Sarajevo berada di
bawah kendali AbiH. Sebuah garis konfrontasi
sekitar Sarajevo memisahkan sisi berperang.
Jaksa menuduh bahwa Galic adalah pidana
bertanggung jawab untuk kampanye yang
dilakukan oleh SRK dari sniping dan serangan
penembakan terhadap warga sipil di bagian
Sarajevo dikendalikan oleh AbiH tersebut.
Kampanye ini dikatakan telah mengakibatkan
sejumlah besar kematian dan cedera untuk
warga sipil.
Hakim menemukan bahwa bukti yang
ditunjukkan diragukan lagi bahwa Sarajevo warga
sipil memang membuat obyek serangan yang
disengaja oleh pasukan SRK. Hakim mendengar
dari para saksi local yang pernah mengalami
serangan beberapa di lingkungan mereka.
Mereka diserang saat menghadiri pemakaman,
sementara di ambulans, trem, dan bus, dan saat
bersepeda. Mereka diserang saat merawat
kebun, atau belanja di pasar, atau sampah kliring
di kota. Anak-anak menjadi sasaran saat bermain
atau berjalan di jalan-jalan. Serangan-serangan
ini kebanyakan dilakukan di siang hari. Mereka
tidak menanggapi setiap ancaman militer. Para
penyerang bisa untuk sebagian besar dengan
mudah mengatakan bahwa korban-korban
mereka terlibat dalam sehari-hari kegiatan sipil.
Topograf Sarajevo, dengan pegunungan dan
bangunan bertingkat tinggi, disediakan pandang-

poin untuk SRK personil untuk menargetkan


warga sipil di kota. Lokasi tertentu di Sarajevo
menjadi tempat sniping terkenal. Untuk Sebagai
contoh, beberapa saksi bersaksi bahwa jalan raya
utama di Sarajevo dikenal sebagai "Sniper Alley".
Meskipun warga sipil disesuaikan dengan batas
tertentu untuk serangan sering, oleh sekolah
menutup, dengan hidup di malam hari dan
bersembunyi di siang hari, dengan bergerak di
sekitar Sarajevo sesedikit mungkin, dan dengan
mendirikan baja wadah untuk melindungi
terhadap penembak gelap, mereka masih tidak
aman. Mereka masih terlihat dan ditargetkan.
Sangat sedikit perlindungan yang efektif
terhadap penembakan.
Banyak saksi memberikan Trial Chamber dengan
kesan umum mengenai frekuensi dan pola
shelling dan serangan sniping selama periode
berlarut-larut yang merupakan subjek dari
dakwaan. Lain saksi berkonsentrasi pada kejadian
khusus, yang disampaikan kepada Majelis Hakim,
sering dalam merinci.
Dalam dakwaan, Jaksa terdaftar mengecam
insiden penembakan tertentu dan sebagai
teladan dari kampanye melawan warga sipil.
Kamar ini menemukan bahwa 18 dari 26 insiden
sniping terdaftar dan semua lima dari insiden
penembakan terdaftar terbukti oleh Jaksa sebagai
mencontohkan kampanye.
Berikut paragraf terus contoh insiden sniping
diterima oleh Chamber, dan dari insiden
penembakan diterima oleh mayoritas.
1. Insiden pertama terjadi mengecam
pembunuhan Munira Zametica, seorang wanita
48-tahun sipil. Pada tanggal 11 Juli 1993, Mrs
Zametica pergi ke Sungai Dobrinja untuk
mengambil air. Dia tetap untuk sementara di sisi
utara-barat jembatan. Jembatan melindunginya
dari api sniping yang sudah berlangsung melalui
hari itu. Setengah lusin orang yang berdiri

dengan dia ragu-ragu untuk mendekati tepi


sungai, untuk ini akan berarti meninggalkan
penampungan jembatan. Ketika Mrs Zametica
pergi ke sungai untuk mengisinya ember, ia
dipukul oleh peluru. Penembakan berlanjut. Para
pengamat dan putri korban, yang tiba sementara
itu, tidak bisa mendekati korban karena bahaya.
Mrs Zametica adalah menghadap ke bawah di
sungai, berdarah. Dia akhirnya ditarik keluar dari
air dan dibawa ke rumah sakit, di mana dia
meninggal. Majelis menyimpulkan bahwa dia
sengaja ditembak dari daerah gereja Ortodoks di
Dobrinja, sumber terkenal dari penembak gelap
di bawah kontrol SRK.
2. Dalam insiden lain, pada suatu sore pada
bulan September 1993, seorang gadis delapan
tahun, Elma, dan ibunya pergi keluar untuk
mengumpulkan beberapa buku dari salah satu
murid sesama Elma itu. Lingkungan mereka pada
hari itu memiliki sudah damai. Mereka mengikuti
garis kontainer baja yang telah disiapkan untuk
memberikan penutup dari SRK
penembak jitu beroperasi pada Hrasno Hill. Tidak
ada tentara atau sasaran militer mungkin dalam
langsung sekitar. Sebagai dua muncul dari
tempat penampungan dari wadah, mereka
ditembak. Sebuah peluru tunggal memukul paha
ibu, melewati daging, dan menembus perut Elma
itu. Keduanya jatuh ke tanah. Peluru mendesing
lain melewati mereka. Tidak ada penonton yang
berani datang ke bantuan mereka. Para korban
berhasil merangkak menjauh dari tanah terkena.
Mereka menghabiskan hampir dua minggu di
rumah sakit.
Bukti menetapkan diragukan lagi bahwa api
berasal dari posisi SRK. Elma dan ibunya adalah
ditargetkan dari sana, sengaja.
Pada tanggal 5 Februari 1994 mortir meledak di
pasar di pusat kota Sarajevo Markale,
menewaskan sekitar 60 orang dan melukai lebih
dari seratus. Chamber mendengar tentang

kejadian ini dengan sangat rinci dan memeriksa


penyelidikan kontemporer yang dilakukan oleh
personel PBB dan oleh masyarakat local peneliti,
serta analisis ahli yang disebut oleh para pihak
selama persidangan. Berbagai baru Informasi
dibawa ke cahaya. Mayoritas telah menyimpulkan
bahwa bom mortir yang menyebabkan Ledakan
dipecat dari wilayah yang dikuasai oleh SRK
tersebut. Itu adalah serangan yang
menghancurkan terhadap penduduk sipil target.
Mayoritas dengan demikian yakin bahwa warga
sipil di Sarajevo diserang secara langsung atau
tanpa perbedaan dari SRK-wilayah yang
dikuasai.Jumlah pasti korban sipil dari serangan
penembakan sniping dan tidak diketahui. Apa
yang diketahui adalah bahwa ratusan warga sipil
tewas dan ribuan terluka dalam insiden selama
periode dua tahun dicakup oleh surat dakwaan.
Sebuah fraksi ini, namun tidak lebih dari
pecahan, mungkin kecelakaan. Sebab, untuk
mayoritas, itu jelas dari bukti bahwa warga sipil
sengaja diserang oleh SRK dalam sejumlah besar
insiden selama jangka waktu yang panjang,
mereka diyakinkan bahwa serangan itu tidak
terisolasi insiden, tapi sebesar kampanye meluas
atau sistematis. Selain mendukung adanya
kampanye, bukti sebagaimana yang dipahami
oleh mayoritas mengungkapkan bahwa
kampanye terhadap warga sipil dimaksudkan
terutama untuk meneror penduduk sipil. Itu tidak
memiliki arti dilihat dari segi militer. Frekuensi
serangan mungkin berfluktuasi dari hari ke hari,
tetapi mereka selalu menggarisbawahi fakta
bahwa tidak ada warga sipil dari Sarajevo aman
di mana saja.
Ada beberapa kesaksian menunjukkan bahwa
AbiH yang berusaha untuk menarik simpati
internacional masyarakat secara berkala
melakukan serangan terhadap warga sipil sendiri,
mengetahui bahwa SRK akan disalahkan untuk

mereka. Mayoritas tidak percaya bahwa bukti ini


jumlah yang cukup banyak. Dalam kasus apapun,
bahkan jika hal-hal seperti terjadi sesekali,
mereka tidak mengubah kesimpulan mayoritas
sebagai partai yang dilakukan pada besar jumlah
sniping dan serangan penembakan terhadap
warga sipil yang dipertimbangkan dalam proses
persidangan.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA GALIC
ALASAN PENJATUHAN
PENUNTUTAN MAJELIS HAKIM

Dalam menilai pertanggungjawaban pidana


Galic itu, Kamar Dagang
mempertimbangkan apakah ia efektif
mengendalikan tindakan pasukannya dan
tahu tentang kejahatan yang dilakukan oleh
mereka. Kamar ini yakin dengan bukti
bahwa sniping dan aktivitas penembakan
terhadap SRK berada di bawah kendali
rantai SRK dari perintah. Kamar itu juga
puas bahwa Galic memiliki kemampuan
materi untuk menghukum mereka yang
pergi terhadap perintahnya, yang
melanggar disiplin militer, atau yang
melakukan kejahatan. Oleh karena itu telah
bahwa Galic, sebagai komandan SRK,
memiliki kontrol yang efektif dari pasukan
SRK.
Ada banyak bukti bahwa Galic diberitahu
tentang serangan terhadap warga sipil yang
dilakukan oleh SRK kekuatan. Pengaduan
formal yang diajukan dengan dia, dan ia
diberitahukan melalui rantai nya komando
tindakan pasukannya. Kamar memiliki tidak
ragu bahwa terdakwa sangat menyadari
yang haram kegiatan pasukannya.
Selanjutnya, dalam pandangan mayoritas,
Galic tidak hanya terus mengikuti kejahatan
nya
bawahan, ia benar-benar menguasai
kecepatan dan skala kejahatan-kejahatan
tersebut. Sebagai contoh, beberapa saksi

bersaksi pada penurunan frekuensi


serangan terhadap warga sipil oleh SRK
setelah tekanan mengenakan Galic agar
mereka berhenti.
Namun, tetes frekuensi tidak pernah
berlangsung lama, serangan segera akan
meningkat intensitasnya sekali lagi.
Pasukan SRK dilakukan pada tingkat di
mana komandan mereka memutuskan
mereka harus tampil dalam keadaan.
Mayoritas yakin bahwa SRK luas serangan
terhadap penduduk sipil dari Sarajevo tidak
bisa terjadi tanpa ini menjadi kehendak
komandan korps '. Itu jelas bahwa Galic,
melalui perintahnya, dan dengan cara lain
fasilitasi dan dorongan, melakukan
kampanye serangan. Dia melakukannya
dengan tujuan utama menyebarkan teror di
kalangan penduduk sipil Sarajevo. Gravitasi
dari kejahatan ditentukan oleh, pola
pengulangan skala, dan dari serangan, pada
hampir setiap hari dasar, selama berbulanbulan. Penduduk sipil dari Sarajevo - pria
dan wanita dari segala usia, termasuk anakanak - tewas dalam ratusan mereka dan
terluka dalam ribuan mereka, dengan
maksud meneror keseluruhan penduduk.
Mayoritas mengambil juga
mempertimbangkan fsik dan penderitaan
psikologis yang ditimbulkan pada warga
sipil selama rentang dua tahun dari periode
dakwaan.
Akhirnya, sebagian besar menemukan
bahwa fakta bahwa Galic menduduki posisi
komandan korps di VRS, posisi yang sangat
senior kepercayaan publik dan tugas, dan
berulang kali dilanggar bahwa tugas dan
kepercayaan, dihitung sebagai suatu faktor
yang memberatkan dalam menentukan
hukuman.

PUTUSAN MAJELIS HAKIM

PUTUSAN BANDING MAJELIS


HAKIM

PUTUSAN KASASI

Pertahanan berpendapat bahwa AbiH


sendiri melakukan kejahatan terhadap
warga sipil etnis Serbia dan dilakukan
permusuhan di bawah perisai yang
disediakan oleh penduduk sipilnya sendiri.
Sementara ada beberapa bukti untuk
mendukung pandangan ini, tindakan
melawan hukum sesekali salah satu pihak
yang terlibat konflik tidak bisa mungkin
maafkan sipil pihak lawan yang menyerang
sebagai bagian dari kampanye berlarutlarut teror.
Galic dinyatakan bersalah sesuai dengan
Pasal 7 (1) Statuta:
Kisah kekerasan tujuan utamanya adalah
untuk menyebarkan teror di kalangan
penduduk sipil, seperti diatur dalam Pasal
51 dari Protokol Tambahan I untuk Konvensi
Jenewa 1949 (pelanggaran hukum atau
kebiasaan perang, Pasal 3);
Pembunuhan dan tindakan tidak
manusiawi - selain pembunuhan (kejahatan
terhadap kemanusiaan, Pasal 5).
Hukuman pidana: penjara 20 tahun.
The Chamber Banding diberikan penilaian
pada 30 November 2006, menghukum Galic
hidup
penjara. The Chamber Banding menolak
semua 19 alasan banding oleh Galic,
termasuk yang menyatakan bahwa Majelis
Hakim salah menghukumnya karena
"tindakan atau ancaman kekerasan dengan
tujuan utama yang untuk menyebarkan
teror di kalangan penduduk sipil "dari
Sarajevo.
putusan tingkat kasasi Jaksa Penuntut pada
kalimat, Majelis Banding, oleh mayoritas,
menemukan bahwa, meskipun Majelis
Hakim tidak keliru dalam temuan faktual
dan benar mencatat prinsip-prinsip yang
meng- atur hukuman, "adalah kalimat dari

hanya 20 tahun ... tidak masuk akal dan


jelas tidak adil, dalam hal mere mehkan
gravitasi tindak pidana Galic itu. "The
Chamber Banding karena membatalkan
Kalimat dijatuhkan oleh Majelis Hakim, dan
menjatuhkan hukuman yang baru
imprisoment hidup.
Pada tanggal 15 Januari 2009, Galic dipindahkan ke Jerman untuk
menjalani hukumannya.

PEMERIKSAAN HUKUM
............

ANALISIS

Pasal 7 (1) dan 7 (3) dari Statuta ICTY


Article 7
Individual criminal responsibility
1. A person who planned, instigated, ordered, committed or otherwise aided and abetted in the
planning, preparation or execution of a crime referred to in articles 2 to 5 of the present Statute,
shall be individually responsible for the crime.
2. The official position of any accused person, whether as Head of State or Government or as a
responsible Government official, shall not relieve such person of criminal responsibility nor
mitigate punishment.
3. The fact that any of the acts referred to in articles 2 to 5 of the present Statute was committed
by a subordinate does not relieve his superior of criminal responsibility if he knew or had reason
to know that the subordinate was about to commit such acts or had done so and the superior failed
to take the necessary and reasonable measures to prevent such acts or to punish the perpetrators
thereof.

4. The fact that an accused person acted pursuant to an order of a


Government or of a superior shall not relieve him of criminal responsibility,
but may be considered in mitigation of punishment if the International
Tribunal determines that justice so requires.

Pasal 51 dari Protokol Tambahan I untuk Konvensi Jenewa tahun


1949

Pasal 51
Pelanggaran-pelanggaran berat yang dimaksudkan oleh Pasal terdahulu ialah
pelanggaran yang meliputi perbuatan-perbuatan berikut apabila dilakukan
terhadap orang atau harta benda yang dilindungi oleh Konvensi :
pembunuhan disengaja, penganiayaan atau perlakuan tak
berperikemanusiaan, termasuk percobaan-percobaan biologis, menyebabkan
dengan sengaja penderitaan besar atau luka berat atas badan atau
kesehatan, serta pembinasaan yang meluas dan tindakan pemilikan atsa
harta benda yang tidak dibenarkan oleh kepentingan militer dan dilakukan
dengan melawan hukum dan dengan semena-mena.

Pasal 51
Tawanan perang harus diberikan kondisi kerja yang pantas, terutama
mengenai tempat tinggal, makanan, pakaian dan perlengkapan; kondisi itu
tidak akan lebih daripada kondisi yang diberikan kepada warga negara
Negara Penahan yang dipekerjakan dalam pekerjaan serupa; keadaankeadaan iklim harus juga diperhatikan. Negara Penahan dalam menggunakan
tenaga kerja tawanan perang harus menjamin bahwa di daerah-daerah di
mana tawanan itu dipekerjakan, perundang-undangan nasional mengenai
perlindungan kerja, dan lebih-lebih lagi peraturan-peraturan mengenai
keselamatan para pekerja, dilaksanakan dengan sewajarnya. Tawanan
perang harus mendapat latihan dan harus diberikan alat-alat perlindungan
yang sesuai dengan pekerjaan yang akan mereka lakukan, serupa dengan
latihan dan alat-alat perlindungan yang diberikan kepada warga negara
Negara Penahan. Dengan tidak mengurangi ketentuan Pasal 52, tawanan
dapat dihadapkan pada risiko biasa yang dihadapi oleh pekerja-pekerja sipil.

ATURAN PROSES 98bis

.........................

genocide, Pasal 4

Article 4
Genocide
1. The International Tribunal shall have the power to prosecute persons
committing genocide as defned in paragraph 2 of this article or of
committing any of the other acts enumerated in paragraph 3 of this article.
2. Genocide means any of the following acts committed with intent to
destroy, in whole or in part, a national, ethnical, racial or religious group, as
such:
(a) killing members of the group;
(b) causing serious bodily or mental harm to members of the group;
(c) deliberately inflicting on the group conditions of life calculated to bring
about its physical destruction in whole or in part;
(d) imposing measures intended to prevent births within the group;
(e) forcibly transferring children of the group to another group.
3. The following acts shall be punishable:
(a) genocide;
(b) conspiracy to commit genocide;
(c) direct and public incitement to commit genocide;
(d) attempt to commit genocide;
(e) complicity in genocide.

kejahatan terhadap kemanusiaan, Pasal 5

Article 5
Crimes against humanity
The International Tribunal shall have the power to prosecute persons
responsible for the following crimes when committed in armed conflict,
whether international or internal in character, and directed against any
civilian population:

(a) murder;
(b) extermination;
(c) enslavement;
(d) deportation;
(e) imprisonment;
(f) torture;
(g) rape;
(h) persecutions on political, racial and religious grounds;
(i) other inhumane acts.

(pelanggaran berat Jenewa konvensi tahun 1949, Pasal 2

Article 2
Grave breaches of the Geneva Conventions of 1949
The International Tribunal shall have the power to prosecute persons
committing or ordering to be committed grave breaches of the Geneva
Conventions of 12 August 1949, namely the following acts against persons or
property protected under the provisions of the relevant Geneva Convention:
(a) wilful killing;
(b) torture or inhuman treatment, including biological experiments;
(c) wilfully causing great suffering or serious injury to body or health;
(d) extensive destruction and appropriation of property, not justifed by
military necessity and carried out unlawfully and wantonly;
(e) compelling a prisoner of war or a civilian to serve in the forces of a hostile
power;
(f) wilfully depriving a prisoner of war or a civilian of the rights of fair and
regular trial;
(g) unlawful deportation or transfer or unlawful confnement of a civilian;
(h) taking civilians as hostages.

KESIMPULAN