Anda di halaman 1dari 2

Sarana Penanggulangan Kebakaran dan Rambu Peringatan

Berdasarkan standar seharusnya jarak antara alat pemadam api yang satu dengan
lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas
atau ahli keselamatan kerja, tinggi tanda pemasangan 125 cm dari dasar lantai serta
semua tabung APAR berwarna merah. Setelah di lakukan pengamatan dan identifikasi
pada perusahaan ini jumlah APAR sudah memenuhi standar dimana dalam satu area
kerja terdapat empat tabung APAR berwarna merah, di masing- masing lorong terdapat
satu APAR dan di tiap bagian ruangan juga terdapat satu APAR dengan jarak yang tidak
melebihi 15 m. Di atas APAR tersebut terdapat rambu tanda alat pemadam api dengan
tanda panah ke bawah serta petunjuk pemakaian APAR, dimana tinggi tanda pemasangan
APAR tersebut tidak memenuhi standar, karena yang berada di dalam ruangan melebihi
125 cm dari dasar lantai, dan yang di lorong kurang dari 125 cm dari dasar lantai. Selain
APAR terdapat alat pemadam api lainnya yaitu HYDRANT sebanyak dua unit di setiap
area kerja yang terletak di sekitar pintu masuk dan keluar. Setiap satu bulan dilakukan
pengecekan kondisi APAR dan HYDRANT oleh tim perusahaan serta tiap enam hingga
satu tahun dilakukan pengecekan oleh tim dari perusahaan yang memproduksi APAR dan
HYDRANT. Simulasi kebakaran juga dilakukan sebanyak 1 kali dalam waktu 1 tahun
yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran yang di bentuk oleh perusahaan tersebut
yang dinamai tim BALAKAR.
Pada area kerja juga sudah banyak jenis rambu peringatan antara lain rambu
peringatan pemasangan APD, jalur evakuasi, pintu darurat, terdapat peringatan awas hatihati terjepit dan panel selalu tertutup di bagian mesin, serta peringatan jangan
menggunakan lift bila terjadi kebakaran. Di luar ruangan, di area tank alkohol dan solar
juga terdapat rambu hati-hati mudah terbakar dan dilarang merokok serta terdapat safety
area yg dibatasi dengan garis kuning.

Personil Keselamatan Kerja


Pada perusahaan ini terdapat 3 personil keselamatan kerja yaitu bapak Toto
Suharto sebagai head general affair K3, bapak Sanyata Adi Putra sebagai direktur HRD
dan ibu Ani Karwiyanti sebagai paramedis. Selain itu terdapat 2 orang dokter perusahaan
yang telah di tunjuk oleh perusahaan tersebut dan telah bersertifikat.