Anda di halaman 1dari 4

Seorang laki-laki umur 55 th mengeluh tangan dan kaki gemetaran

saat periksa di poli saraf RISA Semarang. Dirasakan sejak 1thn yang
lalu secara perlahan-lahan dan makin berat. Dari amnesis kualitas :
susah untuk berjalan oleh karena rigiditasnya meningkat.
Riwayat penyakit dahulu : panas dan kesadaran menurun disangkal.
Riwayat minum obat-obatan untuk gangguan jiwa disangkal. Riwayat
tekanan darah tinggi dan kencing manis disangkal.
Riwayat penyakit keluarga : tidak ada keluarga yang sakit seperti ini.
Riwayat sosial ekonomi : penderita seorang petani, anak dua dan salah
satu sudah berkeluarga.
Setelah diperiksa : ditemukan Mask Face , Tremor , Rigiditas
Bradikinesia , Mikrografia , stapeqait ataxia .
81. Hasil pemeriksaan dokter ditemukan diagnosis klinis :
A. Tremor, Rigiditas dan Bradikinesia.
B. Disfoni, Afaxia, Mask Face
C. Tremor, Disartri dan Ataxia
D. Postural Refleks, Mask Face, Tremor
E. Tremor, Ataxia, Bradikinesia
82. Untuk Diagnosis Topisnya adalah :
A. Capsula Interna
B. Thalamus
C. Korteks
D. Substansia Nigra
E. Putamen
83. Kasus ini mengarah ke Diagnosis Etiologis yang disebut :
A. Sindrom Parkinson
B. Penyakit Parkinson
C. Pseudo Parkinson
D. Penyakit Parkinson Idiopatik
E. Gait Disorder
84. Gejala yang ditandai dengan tulisn tangan secara gradual
menjadi kecil & rapat
A. Dispraksia
B. Apraksia
C. Mikrografia
D. Mikropraksia
E. Agrafia
85. Neurotransmiter utama diganglia basalis yang terkait dengan
panyakit Parkinson.
A. NMDA
B. AMPA
C. DA, ACh dan Asam Amino Eksitatorik.
D. Glutamat
E. GABA

86. Hipotesis yang sederhana antara fungsi system saraf kolinergik


meningkat dan system saraf DA-ergik menurun maka akan timbul.
A. Gejala penyakit Parkinson
B. Dyskinesia
C. Astenia
D. Hiperkinesia
E. Akinesia
87. Bila ketidakseimbangan antara dopaminergik dan kolinergik,
akibat pengobatan jangka lama obat gol dopamine, maka akan
timbul :
A. Hiperkinesia
B. Hipokinesia
C. Penyakit Parkinson
D. Akinesia
E. Astenia
88. Teori ketidakseimbangan jalur langsung dan jalur tak langsung,
dimana Hiperaktifitas pada jalur langsung, maka output dari Gp ke
Thalamus / korteks menurun, akan menimbulkan :
A. Hipokinesia
B. Hiperkinesia
C. Diskinesia
D. Akinesia
E. Astenesia
89. Tremor yang didapat pada penggunaan obat obatan termasuk :
A. Tremor Kasar
B. Tremor halus
C. Tremor Kinetik
D. Tremor Intensi
E. Tremor Fisiologis
90. Tremor kasar pada penyakit Parkinson disebut :
A. Pill Rolling Tremor
B. Tremor Intensi
C. Tremor Postural
D. Tremor Kinetik
91. Tremor yang khas dijumpai pada penderita pengguna alkhohol
masuk kategori jenis :
A. Istrirahat
B. Postural
C. Intensif
D. Postural dan Intensif
E. Istirahat dan Postural
92. Chorea yang dihubungkan dengan gangguan obsessivecompulsif adalah :
A. Chorea Athetosis
B. Chorea Sydenham
C. Chorea Gravidarum

D. Hereditary Chorea
E. Paroxysmal Chorea Leighs disease
93. Chorea dianggap sebagai akibat :
A. Aktifitas dopa minergik yang meningkat
B. Cholinergik yang meningkat
C. Penurunan transmisi GABA
D. Peningkatan transmisi Glutamat
E. Tidak terpengaruh aktifitas Dopamin
94. Etiologi Chorea :
A. Developmental & Aging Chorea
B. Developmental Delay
C. Aging saja
D. Alzhaemer
E. Psikosis
95. Pusat miksi medulla spinalis pada :
A. Sacral 4 2
B. Sacral 1 2
C. Sacral 2 4
D. Thoracal 12 Lumbal 1
E. Sacral 4 1
96. Pusat miksi kortikal :
A. Lobus Temporalis
B. Hipocampus
C. Lobus Frontalis
D. Lobus Oxipitalis
E. Lobis Centralis
97. Mengompol oleh karena stress / stress urinary incontinence
disebabkan.
A. Hilangnya tonus elasitas jaringan
B. Aktifitas fisik meningkat
C. Kontraksi otot otot pelvis ( Perineum )
D. Spasme Spingter Uretra externa
E. Spasme Spingter Uretra ixterna
98. Tekanan normal Hidrosepalus termasuk dari Parkinsonisme plus
yang s\disebabkan oleh :
A. Pelebaran pembuluh darah di otak
B. Penimbunan cairan serebrospinal
C. Gangguan anatomi di ventrikel
D. Trauma
E. Proses Penuaan
99. Trias gejalan Hidrocepalus Normo Tensi
A. Dimensia, tremor, Ataxia
B. Dimensia, incontinence urine, Ataxia
C. Incontinence alvi, Demensia, Ataxia
D. Tremor, Ataxia, Chorea
E. Apraksia, tremor, Demensia

100.Penanganan pada kasus Hidrocepalus Normo Tensi :


A. Pemasangan Shunt tanpa gejala sisa
B. Pemasangan Shunt dengan gejala sisa
C. Medikamentosa
D. Konservatif
E. Kraniotomi