Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN

I. 1. LATAR BELAKANG
Human Resources Departement atau yang sering disebut dengan Personalia adalah
suatu bagian dari rumah sakit yang memberikan pelayanan pemenuhan sumber daya manusia
khususnya tenaga kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan mempunyai kompetensi
yang dapat dipertanggung jawabkan. Seleksi tenaga kesehatan tersebut harus dapat
memenuhi permintaan atau kebutuhan dari setiap unit kerja yang ada di rumah sakit.
Untuk dapat menunjang pencapaian dalam hal pelayanan maka proses Manajemen
Human Resources Development (HRD) diperlukan sebuah pedoman kerja sehingga
didapatkan hasil yang baik dan bermutu. Pelayanan yang bermutu di rumah sakit akan
membantu setiap karyawan untuk dapat berkarya sesuai dengan profesi, pendidikan serta
kemampuan yang dimiliki, membantu proses pelayanan pada customer di rumah sakit
sehingga customer yang datang berobat ke rumah sakit merasa puas terhadap pelayanan yang
diberikan, yang berarti pula customer tersebut nantinya akan sebagai sarana dalam
mempromosikan rumah sakit. Keuntungan lain jika pasien cepat sembuh adalah mereka dapat
segera kembali mencari nafkah untuk diri dan keluarga.
Pelayanan Manajemen tersebut adalah rangkaian kegiatan dalam melayani semua
karyawan baik untuk semua hak dan kewajiban karyawan, serta merupakan salah upaya
peningkatan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik sesuai
dengan standar rumah sakit.
Bentuk penyelenggaraan pelayanan untuk karyawan di rumah sakit bisa secara Sistem
Outsourcing atau Sistem Swakelola. Pada Sistem Outsourcing, pengusaha tenaga kerja selaku
penyelenggara sumber daya manusia dalam merencanakan,merekruitmen dan menentukan
standar karyawan sesuai dengan spesifikasi standar karyawan yang telah ditetapkan oleh
rumah sakit dalam lembar kontrak kerja. Sistem Swakelola, dalam penyelenggaraan
pelayanan untuk karyawan dilakukan dengan cara merekruitmen sendiri sesuai dengan
standar yang diberikan oleh rumah sakit.
Pelayanan untuk karyawan di rumah sakit ini dijalankan

berpedoman kepada

Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) antara Manajemen Perusahaan dengan Serikat Pekerja.
dan Undang Undang Tenaga Kerja No. 13 tahun 2003.

Pendidikan atau pelatihan adalah alat untuk mengubah, maka untuk perubahan yang
dapat dilakukan oleh perorangan, group dan organisasi dalam rangka meningkatkan
efektivitas jadi pelatihan sangat penting dalam rangka mengubah dari yang terlatih menjadi
lebh mahir dan dari yang belum terlatih menjadi terlatih.
Dalam manajemen sumber daya manusia juga dibahas tentang pelatihan dan
pengembangan sehingga dapat kita simpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan
merupakan salah satu penunjang untuk mencapai mutu pelayanan suatu perusahaan menjadi
lebih optimal.
I. 2. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kegiatan pokok pelayanan untuk karyawan di Rumah Sakit Royal
Progres terdiri dari :
1)

Penyediaan dan penambahanan tenaga kerja.

2)

Pemberian upah, bonus dan THR

3)

Kesejahteraan karyawan (cuti, izin pulang cepat dan berobat)

4)

Pengembangan karir.

5)

Pengembangan kemampuan (pelatihan dan pendidikan).


Penyediaan dan penambahan tenaga kerja meliputi pemasangan iklan, proses seleksi

dan orientasi tenaga kerja. Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan
tenaga kerja yang diperlukan di rumah sakit baik untuk semua untuk semua unit kerja.
Penyelenggaraan upah, bonus dan THR meliputi pemberian upah sesuai dengan
standar rumah sakit dan pemerintah, pemberian bonus berupa jasa service serta pemberian
bonus THR sebagai bonus hari raya. Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi
hak hak karyawan sesuai dengan standar rumah sakit dan pemerintah.
Kesejahteraan karyawan meliputi semua hak hak yang harus diterima oleh
karyawan yaitu untuk jatah cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, izin pulang cepat dan berobat.
Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi hak hak karyawan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Pengembangan karir meliputi pemindahan karyawan dari satu unit kerja ke unit kerja
yang lain atau dari satu jabatan di unit kerja ke jabatan lain di unit kerja yang berbeda tetapi
setaraf. Serta pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lainnya yang lebih tinggi
dari sebelumnya dikarenakan prestasi, kemampuan dan pendidikan yang dimiliki. Rangkaian

kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang
berlaku baik untuk kemampuan dan kualitas perunit kerja.
Pengembangan kemampuan meliputi memberikan pelatihan bagi karyawan lama
sebagai upaya refresh sehingga kemampuan yang sudah dimiliki akan makin terasah dan bagi
karyawan baru sebagai upaya pengenalan lingkup dan job desk dalam suatu pekerjaan di unit
kerja. Serta pendidikan bagi karyawan lama yang harus mempunyai sertifikasi ataupun
pendidikan lebih tinggi dari yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan yang dilakukan.
Rangkaian kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kerja karyawan sesuai
dengan profesi dan sertifikasi rumah sakit.
I. 3. LANDASAN HUKUM
-

Undang - Undang Republik

Indonesia

No. 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan
-

Undang - Undang No.21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Undang - Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga


Kesehatan

I. 4. KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT SDM


1.

Semua data calon pencari kerja/pelamar harus melalui Unit


SDM

2.

Semua karyawan baru harus melalui proses rekruitmen dan


seleksi oleh Unit kerja terkait dan Unit SDM.

3.

Semua data karyawan yang sudah lulus proses rekruitmen


dan seleksi harus dimasukkan pada daftar karyawan Rumah Sakit sesuai
peraturan yang berlaku

4.

Semua data file karyawan harus disimpan di Unit SDM

5.

Semua karyawan baru atau mutasi harus mengikuti Masa


Orientasi yang diadakan oleh Unit SDM.

6.

Semua karyawan baru atau mutasi yang sudah lulus Masa


Orientasi harus dilaporkan pada Unit SDM oleh Unit kerja terkait.

7.

Setiap karyawan yang sudah menjalani Masa Orientasi dan


dinyatakan lulus akan mendapatkan atribut/perlengkapan kerja dan harus
didata ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3

8.

Proses pemberian jaminan sosial pada karyawan dilakukan


pada Unit SDM

9.

Proses pengupahan, tunjangan dan bantuan pada karyawan


dilakukan pada Unit SDM

10.

Proses pemberian penghargaan pada karyawan berdasarkan


produktifitas dan kinerja dilakukan pada Unit SDM

11.

Proses pemindahan tugas oleh Unit Kerja terkait harus


berkoordinasi dengan Unit SDM

12.

Semua Manajer pada Unit kerja yang telah mendelegasikan


tugas/pelimpahan wewenang sementara kepada pejabat pengganti harus
dilaporkan pada Unit SDM

13.

Semua karyawan pada Unit kerja yang telah mendapat


tugas/pelimpahan wewenang sementara dari Manajer Unit kerja terkait harus
dilaporkan pada Unit SDM

14.

Pengaturan waktu kerja karyawan ditetapkan oleh Unit


SDM dengan berkoordinasi pada Unit Kerja terkait

15.

Semua karyawan yang mendapatkan tugas untuk pertemuan


ke luar rumah sakit harus dilaporkan pada unit SDM

16.

Proses pendistribusian dokumen ke/dari luar dan dalam


rumah sakit melalui Unit SDM

17.

Pelaksanaan rapat di masing masing Unit Kerja


dilaksanakan berdasarkan kepentingan Unit Kerja terkait dan Manajemen

18.

Proses Istirahat mingguan, hari libur, cuti dan izin


ditetapkan oleh Unit SDM dengan berkoordinasi pada Unit Kerja terkait

19.

Peraturan tentang tata tertib ditetapkan oleh Unit SDM

20.

Semua karyawan yang berobat di Rumah Sakit harus


mempunyai barkode/no kode untuk berobat dari Unit SDM.

I. 5. KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT DIKLAT


1. Semua Unit Kerja harus memberikan program pendidikan dan pelatihan setiap
akhir tahun pada Unit Diklat.
2. Semua karyawan wajib mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
yang diadakan Unit Diklat.

3. Semua karyawan yang mengajukan mengikuti program pendidikan dan


pelatihan dengan biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus melalui Unit
Kerja terkait dan Unit Diklat.
4. Semua karyawan yang mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
yang dibiayai oleh rumah sakit 100% (seratus persen) harus mendapatkan
surat tugas dari Unit SDM dan Direktur.
5. Semua karyawan yang mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
atas biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus menandatangi Surat Ikatan
Dinas dari Unit Diklat.
6. Semua karyawan yang sudah mengikuti program pendidikan dan pelatihan
atas biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus menyerahkan sertifikat dan
materi pendidikan atau pelatihan tersebut pada Unit Diklat.
7. Semua Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan harus mengikuti peraturan sesuai
dengan Kesepakatan Kerja Sama

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

II. 1. KUALIFIKASI SDM


NO
1.

NAMA JABATAN

PENDIDIKAN

SERTIFIKASI

JUMLAH
KEBUTUHAN
1 orang

Manajer SDM

S2 D3 Manajemen Rumah Manajemen SDM

2.

Koordinator

Sakit
D3 Sekretaris

SMK Memahami tentang

1 orang

3.

Sekretaris
Sekretaris Pelaksana

Sekretaris/perkantoran
Tata Naskah
D3 Sekretaris - SMK Memahami tentang

1 orang

4.

Sekretaris

Sekretaris/perkantoran
Tata Naskah
Pelaksana D3 Sekretaris - SMK Memahami tentang

1 orang

5.

Komite Medis
Office Girl

Sekretaris/perkantoran
SMK Perkantoran
Jawab D3

Akutansi-

Tata Naskah
Memahami tentang

1 orang

Dasar Administrasi
SMK Memahami tentang

1 orang

Manajemen SDM
SMK Memahami tentang

1 orang

6.

Penanggung

7.

Payroll
Staf Kepegawaian

Akutansi/perkantoran
D3
Akutansi-

8.

Ka. Instalasi Diklat

Akutansi/perkantoran
S1 Manajemen Rumah Sakit

Manajemen SDM
Memahami tentang

1 orang

9.

Staf Diklat

D3 Manajemen Rumah Sakit

Manajemen SDM
Memahami tentang

1 orang

Manajemen SDM
II. 2. DITRIBUSI KETENAGAAN
II. 2. 1. PENETAPAN JAM KERJA
Hari kerja di perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu dan jam kerja standar
perusahaan adalah 40 jam seminggu. Rumah Sakit Royal Progress merupakan rumah sakit
yang dibuka selama 24 jam sehari untuk melayani masyarakat umum dan disesuaikan dengan
ketentuan jam kerja standar perusahaan.
6

Bagi karyawan yang bekerja secara shift, maka waktu kerjanya akan diatur tersendiri
oleh perusahaan dan tetap mengacu pada jam kerja standar 40 jam/6 hari kerja seminggu.
Untuk karyawan yang waktu kerjanya melebihi jam kerja standar, maka kelebihan waktu
kerjanya akan diperhitungkan sebagai lembur.
Adapun untuk tata tertib jam kerja sebagai berikut :
-

Batas toleransi keterlambatan 4 (empat) menit/hari

Apabila keterlambatan terjadi 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) minggu, akan


diberikan evaluasi disiplin berupa pemberian informasi dari atasan langsung.

Apabila terjadi keterlambatan 3 (tiga) kali dalam seminggu dan selama 3 (tiga)
kali dalam setahun maka akan diberikan Surat Teguran.

Ijin meninggalkan jam kerja maksimal 2 (dua) jam dengan persetujuan atasan
langsung dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan urgensinya,
dengan jumlah maksimal 3 (tiga) kali dalam setahun.

Pengaturan tenaga kerja di RS. Royal Progress ini berdasarkan berdasarkan shift dan non
shift.
1 Jajaran Umum dan Keuangan
-

Senin Jumat : 08.00 17.00 wib

2. Jajaran Pelayanan (Manajer/Ass. Manajer)


-

Senin Jumat : 07.30 16.00 wib


Sabtu (piket) : 07.30 13.00 wib

3. Jajaran Staf Pelayanan (MCU dan Teknisi)


-

Senin Jumat : 07.30 15.30 wib


Sabtu

: 07.30 13.00 wib

4. Jajaran Ka. Inst/Karu Pelayanan


* Ka. Inst
Senin Jumat : 07.30 15.30 wib
Sabtu

: 07.30 13.00 wib

* Ka. Ruang Perawatan


Senin Sabtu : 07.00 14.30 wib
* Ka. Ruang Penunjang Medis
Senin Jumat : 07.30 15.30 wib
Sabtu

: 07.30 13.00 wib

II. 2. 2. KUANTITAS SDM

Pengaturan tenaga kerja di Unit SDM RS. Royal Progress ini berdasarkan non shift.
Tenaga kerja di Unit SDM RS. Royal Progress saat ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari
jam kantor biasa dengan komposisi sebagai berikut :
a. Jam kantor Biasa
a. Yang bertugas 3 orang karyawan untuk Unit SDM
Terdiri dari :
1 Manajer SDM
1 Penanggung Jawab Payroll
1 Staf Kepegawaian
b. Yang bertugas 4 orang karyawan untuk Unit Sekretariat
Terdiri dari :
1 Koordinator Sekretaris
1 Staf Sekretaris (menjabat juga sebagai Staf Pelaksana Instalasi Unit
Diklat)
1 Staf Sekretaris Komite medis
1 Staf Office Girl
c. Yang bertugas 2 orang karyawan untuk Unit Diklat
Terdiri dari :
1 Kepala Instalasi Unit Diklat
1 Staf Pelaksana Instalasi Unit Diklat
b. Shift Pagi
Yang bertugas Clinical Instruktur 1 orang karyawan unit keperawatan.
II. 3. ANALISA SDM
Kebutuhan ketenagaan di RS. Royal Progress dihitung berdasarkan Beban Kerja dan
telah mencukupi untuk melayani semua karyawan sebanyak kurang lebih 300 orang
karyawan.
Pengadaan, pembinaan dan pengembangan karyawan di Rumah Sakit Royal Progress
memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak, oleh karena itu maka diperlukan suatu
perencanaan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan perunit kerja di rumah
sakit.

Penerimaan calon karyawan adalah aktifitas atau usaha yang dilakukan untuk
mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga Unit SDM memiliki kesempatan
yang luas untuk menentukan calon yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang
diinginkan.
Penerimaan calon karyawan dapat dilakukan melalui Internal dan Eksternal
Recources. Internal Recources adalah proses rekruitment dari dalam Rumah Sakit; dimana
pelamar adalah sudah menjadi karyawan rumah sakit namun ingin mencoba di unit yang
berbeda atau karyawan yang memang dipromosikan oleh atasan langsung untuk dapat
menempati jabatan tertentu sebagai upaya untuk peningkatan karir. Sedangkan untuk
Eksternal Recources adalah proses rekruitment dari luar Rumah Sakit, dimana pelamar
adalah dari orang luar rumah sakit. Proses rekruitmen dapat dilakukan melalui iklan,
Depnaker, Outsourching, Lembaga pendidikan. Adapun proses rekruitment tersebut pada tiap
unit mempunyai kualifikasi sendiri berdasarkan unit kerjanya
II. 3. 1. KUALIFIKASI UMUM
1. Unit Pelayanan Medis
-

Pendidikan minimal Lulusan S-1 Kedokteran

Pengalaman minimal 2 tahun

Mempunyai sertifikast ACLS, ATLS

Sudah pernah menjalani PTT

2. Unit Keperawatan
-

Pendidikan minimal lulusan D-3 Keperawatan

Diutamakan yang bersertifikat

Pengalaman minimal 2 tahun di Unit kerjanya

Memiliki SIP (Surat Ijin Keperawatan)

Memiliki KTA PPNI (Kartu Tanda Anggota PPNI)

IPK minimal 2,75

3. Instalasi Radiologi
-

Pendidikan minimal D-3 ATRO (Akademi Teknik Rontgen)

Memiliki SIR (Surat Ijin Radiografer)

Diutamakan yang bersertifikat

4. Instalasi Laboratorium
-

Pendidikan minimal SMAK (Sekolah Menengah Analis Kesehatan)

Diutamakan yang bersertifikat Plebotomy


9

5. Instalasi Farmasi
-

Pendidikan minimal S-1 Apoteker untuk Penanggung Jawab Farmasi

Pendidikan minimal SMF (sekolah Menengah Farmasi)/D-3 Farmasi


untuk Asisten Apoteker

Minimal SMA jurusan IPA untuk Juru Resep

Memiliki SIKAA (Surat Ijin Kerja Asisten Apoteker)

6. Unit Marketing
-

Pendidikan minimal S-1, diutamakan Jurusan Public Relation

Dapat berkomunikasi dan berbahasa Inggris dengan baik

Memiliki kemampuan analisa dengan baik

Berpenampilan menarik

Pengalaman minimal 2 tahun di bidang marketing

7. Unit Customer Service


-

Pendidikan minimal D-3, diutamakan Jurusan Pariwisata

Dapat berkomunikasi dan berbahasa Inggris dengan baik

Memiliki daya tangkap yang baik

Memiliki kemampuan pengalaman sebagai event organizer

Berpenampilan menarik

Pengalaman minimal 2 tahun di bidang marketing

8. Unit Rekam Medis dan Admission


-

Pendidikan minimal D-3 Rekam Medis

Diutamakan yang bersertifikat

Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya

9. Unit Keuangan
-

Pendidikan minimal Lulusan D-3 Akutansi

Pengalaman minimal 2 tahun di bagian Keuangan

Bisa program komputer khususnya Excell

10. Unit SDM


-

Pendidikan minimal D3 Akutansi/Manajemen RS

Mengerti dan memahami tentang Manajemen SDM

Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya

10

11. Unit Sekretariat/Adm Umum


-

Pendidikan minimal D-3 Sekretaris/SMK Pekantoran

Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya

12. Unit Umum (Satpam, Kurir, Sopir,IPSRS)


-

Pendidikan minimal D-3 ATEM untuk Penanggung Jawab IPSRS

Pendidikan minimal SMA/SMK

Memiliki sertifikat dari kepolisian untuk Satpam

13. Unit Kasir/ADM IRNA/Log. Umum/TPK/Gizi


-

Pendidikan minimal SMA/SMK

Diutamakan yang bersertifikat

14. Unit Cleaning Service/Laundry/Taman


-

Pendidikan minimal SMA/SMK

II.3. 1. KUALIFIKASI KHUSUS


Setiap unit kerja mempunyai kualifikasi khusus untuk tenaga kerja yang
diperlukannya, khususnya tenaga kesehatan harus berdasarkan profesinya masing masing.
Standar Profesi adalah batasan batasan yang harus diikuti oleh tenaga kesehatan dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan kepada klien/pasien secara professional. Standar Profesi
tersebut terdiri dari:
a. Standar Kompetensi, yaitu semua hal yang mencakup tentang pelaksanaan tugas seorang
tenaga kesehatan mulai dari pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam mengerjakan dan
menyelesaikan di tempat kerja serta menerapkannya dalam situasi dan lingkungan yang
berbeda
b. Etika Profesi, yaitu semua hal yang mencakup tentang hak dan kewajiban yang harus
dijalankan oleh seorang tenaga kesehatan
II. 4. REKRUITMEN DAN SELEKSI
II. 4.1. REKRUITMEN (PENERIMAAN) CALON KARYAWAN
Rekruitment adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan induksi
untuk mendapatkan karyawan yang efektif dan efisien guna tercapainya tujuan rumah
sakit.
Penerimaan calon karyawan atau rekruitment dilakukan berdasarkan analisa
kebutuhan tenaga dimana ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan.

11

Dilihat dari sumbernya penerimaan calon karyawan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Dari dalam RS. Royal Progress sendiri (Internal Resources).
Menerima calon dari dalam RS. Royal sendiri memiliki keuntungan lebih yaitu calon
sudah dikenal dan proses dapat dilakukan dengan lebih cepat dibanding dengan
mengambil calon dari luar RS. Royal Progress. Calon karyawan nantinya akan masuk
ke Unit SDM akibat mutasi atau promosi. Untuk mendapatkan calon pelamar dapat
melalui :
-

Informasi dari mulut ke mulut.

Berkas berkas pelamar yang datang sendiri.

Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya kebutuhan


tenaga di Instalasi Latbang.

2. Dari luar RS. Royal Progress (Eksternal Resources)


Proses penerimaan calon dari luar RS. Royal Progress, ini dapat dilakukan dengan
cara :
-

Dari mulut ke mulut

Iklan

Lembaga lembaga pendidikan

II. 4.2. SELEKSI (PENYARINGAN) CALON KARYAWAN


A. Seleksi Umum
Proses Seleksi calon karyawan baru adalah proses penyaringan dan pemilihan pelamar
untuk diterima di perusahaan dilaksanakan oleh Unit SDM dan bagian bagian terkait di
Rumah Sakit Royal Progress yang meliputi seleksi administratif berupa pengecekan file dan
dokumen lamaran/curiculum vite. Penerimaan karyawan baru di rumah sakit diadakan satu
tahun sekali atau sewaktu waktu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga di setiap unit kerja,
sehingga tidak terjadi kekosongan atau pemborosan dalam hal ketenaga kerjaan.
Proses seleksi tersebut meliputi dari beberapa hal, yaitu :
1. Pemeriksaan Administratif, yaitu proses pengecekan kelengkapan surat
lamaran/curiculum vitae (Ijazah, KTP, Pas Foto, Sertifikat Kursus, Surat Ijin
Bekerja dari Depnaker, Surat Ijin Profesi).
2. Pengisian Formulir lamaran, yaitu proses pengisian formulir lamaran di rumah
sakit
3. Pemeriksaaan psikologis (psiko test), yaitu proses tes untuk bakat , minat dan
kepribadian pada diri pelamar
12

4. Wawancara Akhir, yaitu proses wawancara pada pelamar sesuai dengan


rekomendasi unit kerja yang membutuhkan
5. Pemeriksaan Kesehatan (khusus tenaga non medis), yaitu proses tes kesehatan
baik jasmani dan rohani pada diri pelamar. Standar kesehatan yang harus dimiliki
yaitu :
-

Sehat Jasmani maupun rohani.

Berpenampilan bersih dan menarik

Berkepribadian baik

A. Seleksi Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar diseleksi
secara khusus oleh semua unit kerja dengan berkoordinasi dengan Unit SDM yang
memerlukan penambahan atau penggantian karyawan. Hal ini menyangkut pengetahuan dan
kemampuan dalam menjalankan tugas sesuai dengan profesi, standar kompetensi dan kode
etik masing masing serta upah yang diterima oleh karyawan sesuai dengan peraturan dan
standar yang berlaku di pemerintah dan rumah sakit.
Sedangkan bentuk tes khusus yang dilakukan bagi semua calon karyawan disetiap unit kerja,
terdiri dari :
1. Test Ketrampilan Teknis (Tes Tulis dan Praktek), yaitu proses tes untuk
kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan unit kerjanya.
Tes tertulis diberikan dalam bentuk pilihan ataupun tanya jawab dengan materi
yang meliputi : Pengetahuan, Ketrampilan, Sikap dan Wawasan yang harus dimiliki
calon karyawan. Batas keseluruhan benar adalah 70% benar.
2. Wawancara Pendahuluan, yaitu proses wawancara pada pelamar sesuai dengan
curriculum vite yang dikirmkan dan unit kerja yang membutuhkan.
Tes ini dilakukan untuk mengetahui peminatan terhadap karyawan yang akan
bekerja di salah satu unit kerja yang ada di rumah sakit sesuai dengan tenaga yang
dibutuhkan di unit kerja tersebut dan berdasarkan kemampuan dan kualitas calon
karyawan.
II. 5. PROGRAM ORIENTASI
Program Orientasi atau Masa Percobaan merupakan salah satu program di bidang
Sumber Daya Manusia dalam memberikan pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan
para karyawan baru agar dapat bekerja cepat, tepat dan efisien sesuai dengan peran dan
fungsinya.
13

Program Orientasi di Rumah Sakit Royal Progress terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1. ORIENTASI UMUM
Program orientasi umum adalah proses pengenalan secara umum tentang organisasi,
tanggung jawab, hak dan kewajiban untuk seluruh calon karyawan.
Masa Orientasi Umum diadakan selama 2 hari (jadwal terlampir).
2. ORIENTASI KHUSUS
Program orientasi khusus adalah proses pengenalan secara khusus tentang organisasi,
tanggung jawab, hak dan kewajiban, standar prosedur perunit kerja untuk seluruh
calon karyawan berdasarkan profesi.
Masa Orientasi Khusus diadakan selama 4 hari (jadwal terlampir) dan kemudian
dilanjutkan dengan On The Job Training sampai dengan selama 3 (tiga) bulan pertama
dan penempatan di ruangan untuk 3 (tiga) bulan kedua sesuai dengan pengalaman
yang dimiliki.
Setelah menjalani masa orientasi khusus selama 3 (tiga) bulan pertama,maka untuk
menentukan apakah calon karyawan tersebut dapat melanjutkan untuk masa orientasi khusus
3 (tiga) bulan kedua, Ka. Instalasi dan Manajer perunit kerja memberikan penilaian terhadap
calon karyawan. Jika memenuhi standar perunit kerja maka calon karyawan dinyatakan lulus
oleh Ka. Instalasi/Manajer perunit kerja dan kemudian diserah terimakan kepada Ka.
Ruangan untuk dapat ditempatkan diruangan pada masa orientasi 3 (tiga) bulan kedua.
Jika memenuhi standar perunit kerja di ruangan maka calon karyawan dinyatakan
lulus pada masa orientasi 3 (tiga) bulan kedua oleh Ka. Instalasi/Manajer perunit kerja.
Kemudian calon karyawan tersebut diberi Surat Kelulusan dan diserahkan pada HRD untuk
dapat diproses untuk aingakat sebagai karyawan dengan menggunakan SK Pengangkatan.
II. 6. PROGRAM PRAKTEK KERJA
Program Praktek merupakan salah satu program SDM untuk memberikan lahan
pendidikan dan pelatihan bagi siswa/mahasiswa yang harus menjalani Praktek Kerja
Lapangan sesuai dengan jurusan yang diambilnya sehingga pada saat bekerja nanti sudah siap
dan terlatih.
Namun sebagai siswa/mahasiwa praktek kerja tetap harus mentaati peraturan yang
berlaku dan menjaga kerahasiaan pasien sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan
oleh pihak manajemen rumah sakit.

14

BAB III
STANDAR FASILITAS UNIT
SUMBER DAYA MANUSIA

III.1. DENAH RUANGAN


Dengan adanya denah ruangan untuk Unit SDM, maka dengan jelas dapat diketahui
letak dan posisi serta penempatan semua karyawan yang ada di Unit SDM. Adapun
perinciannya sebagai berikut :
1. Ruang Unit SDM
a. Ruang Manajer SDM
b. Ruang Kepegawaian
c. Ruang Payroll
2. Ruang Rapat
3. Ruang Sekretariat
4. Ruang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

15

DENAH LANTAI 8

16

DENAH LANTAI 3

17

III. 2. STANDAR FASILITAS


Agar kegiatan penyelenggaraan pelayanan terhadap karyawan yang diselenggarakan
oleh Unit SDM Rumah Sakit Royal Progress dapat berjalan optimal, maka perlu didukung
dengan sarana, peralatan dan perlengkapan yang memadai baik terutama Ruang Pelayanan
Untuk Karyawan dan Ruang Rapat.
1. Fasilitas Ruang Unit SDM
Ruang Unit SDM RS. Royal Progress terletak di Lantai 8 yaitu dengan luas 3 x
7 m2 dan 3 x 3 m2.
Untuk Ruangan 3 x 7 m2 terdiri dari :
o 2 buah meja sedang
o 1 buah meja komputer
o 1 buah meja kecil
o 1 meja panjang
o 3 buah kursi
o 1 buah pesawat telephone
o 2 buah komputer
o 1 buah papan tulis
o 1 buah AC
Untuk Ruangan 3 x 3 m2 terdiri dari :
o 1 buah meja sedang
o 1 buah meja kecil
o 3 lemari brankas file
o 3 buah kursi
o 2 buah pesawat telephone
o 1 buah printer
o 1 buah lemari kecil
o 1 buah AC
2. Fasilitas Ruang Rapat
Ruang Rapat RS. Royal Progress terletak di Lantai 8 dengan luas 3 x 3 m2.
Sarana terdiri dari :
o 1 buah meja berbentuk bulat
o 5 buah kursi
18

o 1 buah pesawat telephone


o 1 buah meja tempel
o 1 buah AC
3. Fasilitas di Ruang Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan
Ruang Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan RS. Royal Progress terletak di
Lantai 3 yaitu Ruang Kelas dengan luas 4 x 10 m2.
Sarana terdiri dari :
o 4 buah meja panjang
o 30 buah kursi
o 1 buah pesawat telephone
o 1 buah lemari tempel
o 1 buah LCD
o 1 buah laptop
o 1 buah AC
4. Fasilitas Ruang Sekretariat
Ruang Sekretariat RS. Royal Progress terletak di Lantai 8 tepat di depan koridor
arah masuk ruangan dan ujung koridor
Untuk Penanggung Jawab Sekretariat (ujung koridor) terdiri dari :
o 1 buah meja panjang
o 1 buah meja komputer
o 1 buah meja kecil
o 1 meja panjang
o 1 lemari rak
o 3 buah kursi
o 2 buah pesawat telephone
o 1 buah komputer
o 1 buah printer
o 1 buah AC
o 1 buah mesin fax
o 1 buah papan tulis
Untuk Staf Sekretariat (arah masuk koridor) terdiri dari :
o 3 buah meja sedang
19

o 1 buah meja computer


o 1 buah kursi
o 1 buah pesawat telephone
o 1 buah komputer
o 1 buah AC central
Untuk Staf Sekretariat Komite Medis (di Lantai 3 ukuran 3x3 m2) terdiri dari :
o 3 buah meja sedang
o 3 buah kursi
o 1 buah pesawat telephone
o 1 buah komputer
o 1 buah printer
o 1 buah AC
o 1 lemari besar

20

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

IV. 1. ARUS KERJA UNIT SDM


Permintaan pelayanan untuk karyawan dilakukan berdasarkan Kesepakatan Kerja
Bersama (KKB) dan Peraturan Internal Kepegawaian yang berlaku di RS. Royal Progress.

Karyawan

Permintaan
Pelayanan

Proses
BAB VII
IV. 2. ARUS KERJA UNIT DIKLAT
Permintaan dana untuk pelatihan dan pengembangan karyawan dari masing masing
unit kerja dilakukan berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara yang telah disetujui oleh
Direktur Rumah Sakit serta Direktur Umum dan Keuangan langsung diterima oleh Unit
Diklat untuk diberikan pada peserta atau pada pihak penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

Permintaan Dana
Peserta Pelatihan

Pihak Penyelenggara
Persiapan

21

Pelatihan

IV. 3. PELAYANAN UNTUK KARYAWAN


IV. 3. 1. Pemenuhan SDM
* Penggantian/Penambahan Karyawan
Permintaan akan penyediaan karyawan baik untuk penggantian atau penambahan harus
menggunakan form khusus untuk permintaan karyawan berdasarkan Analisa Beban Kerja
yang ada di semua unit kerja (form terlampir).
Semua karyawan yang telah menjalani proses seleksi maka diadakan wawancara dan
pengisian untuk data awal yang nantinya akan diproses untuk penerimaan karyawan
sesuai dengan kebutuhan (form terlampir).
* Pengisian Data Karyawan
Semua karyawan yang telah lulus masa percobaan/orientasi selama 3 6 bulan akan
mengisi semua data diri yang nantinya akan disimpan oleh Personalia/HRD untuk dapat
diproses sehingga karyawan tersebut sudah dapat menggunakan haknya secara penuh
dalan hal berobat (form terlampir).
* Permohonan Cuti/Izin
1. Cuti Tahunan
Semua karyawan yang telah menjalani tugas/kerja selama 12 bulan berturut
turut atau 1 (satu) tahun terhitung dari mulai pertama kali kerja maka akan
mendapatkan hak cuti selama 12 hari kerja atau secara proporsional. Adapun
jangka waktu jatuh tempo cuti tahunan adalah tahun berikutnya paling lambat
bulan Februari. Maka jika karyawan ingin menggunakan hak cuti tahunan dapat
mengajukan permohonan cuti tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku
(form terlampir)
2. Cuti Besar
Semua karyawan yang telah menjalani tugas/kerja selama 5 tahun berturut turut
terhitung dari mulai pertama kali kerja maka akan mendapatkan hak cuti besar
selama 24 hari kerja. Adapun jangka waktu jatuh tempo cuti besar adalah selama 3
tahun terhitung dari keluarnya cuti besar tersebut.

22

Maka jika karyawan ingin menggunakan hak cuti besar dapat mengajukan permohonan
cuti tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku (form sama dengan form cuti
tahunanan).
3. Cuti Sakit
Semua karyawan yang telah menjalani tugas/kerja selama 12 bulan berturut turut
terhitung dari mulai pertama kali kerja maka akan mendapatkan hak cuti sakit
selama 6 hari kerja. Jika cuti sakit tersebut tidak digunakan maka cuti sakit
tersebut dapat diuangkan. Surat cuti sakit hanya dapat dikeluarkan dari tempat
karyawan tersebut dirawat. Jika beRobat diluar RS. Royal Progress dan
mendapatkan surat sakit maka harus harus mendapatkan persetujuan dari minimal
Karu sampai dengan Manajer unit terkait dan diketahui oleh Dr. IGD.
4. Cuti Melahirkan
Semua karyawan wanita yang telah menjadi karyawan tetap yang bekerja selama 2
tahun berturut turut, maka akan mendapatkan hak cuti melahirkan selama 1
bulan menjelang kelahiran dan 1 bulan sesuah melahirkan. Berdasarkan
perhitungan/perkiraan dokter kandungan yang ditunjuk oleh perusahaan (form
sama dengan form cuti tahunanan).
5. Izin Meninggalkan Pekerjaan
Perusahaan memberikan ijin kepada karyawan yang meninggalkan pekerjaan untuk
keperluan keperluan tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mendapatkan upah penuh. Adapun ketentuannya sebagai berikut :
a. Pernikahan karyawan sendiri

3 hari kerja, syarat : buku nikah

(form terlampir)
b. Pernikahan anak karyawan

2 hari kerja, syarat : surat keterangan

c. Khitanan/pembaptisan/upacara/

2 hari kerja , syarat : surat keterangan

potong gigi (pangkur) anak karyawan


d. Istri karyawan melahirkan

2 hari kerja , syarat : surat kelahiran

e. Suami/istri/anak/orang tua/

2 hari kerja, syarat : surat keterangan

Mertua meninggal dunia


f. Anggota keluarga dalam satu rumah
Meninggal dunia

1 hari kerja, syarat : surat keterangan

Point b d (form sama dengan form cuti tahunanan).


6. Izin Meninggalkan Tugas

23

Perusahaan memberikan ijin kepada karyawan yang meninggalkan

pekerjaan

untuk keperluan keperluan tertentu mendadak 2 jam sebelum meninggalkan tugas


(form terlampir).
7. Izin Terlambat Kerja
Perusahaan memberikan ijin kepada karyawan yang terlambat kerja untuk
keperluan keperluan tertentu mendadak dengan batas toleransi 15 menit sebelum
jam masuk kerja (form terlampir).
* Permohonan Permintaan Pensiun
Semua karyawan yang telah memasuki masa bakti 55 tahun masa diatur oleh
peraturan yang berlaku dan selanjutnya diproses oleh HRD (form terlampir).
* Permohonan Pengunduran Diri
Semua karyawan yang ingin mengajukan pengunduran diri diatur oleh peraturan yang
berlaku dan selanjutnya diproses oleh HRD (form terlampir).
IV. 3. 2. Kesejahteraan Karyawan
* Penggajian
Penetapan gaji pada dasarnya ditetapkan berdasarkan pada keahlian, kecakapan,
prestasi kerja, kondite, jabatan dan lain lain dari masing masing karyawan atau
kemampuan perusahaandan pajak atas gaji karyawan adalah menjadi tanggungan
perusahaan.
Peninjauan gaji dilakukan setiap satu tahun sekali dan peninjauan gaji karyawan ini
tidak dilakukan secara otomatis, tetapi berdasarkan pertimbangan pertimbangan atas
kemampuan perusahaan, prestasi dan kondite masing masing karyawan.
Gaji bagi karyawan paruh waktu akan dihitung dan diberikan oleh perusahaan sesuai
dengan jumlah waktu kerjanya di perusahaan sesuai gaji dan waktu kerja yang ditetapkan
oleh perusahaan. Perusahaan tidak akan membayar gaji kepada karyawan yang :
- Tidak masuk tanpa pemberitahuan selama 5 (lima) hari berturut turut
- Melakukan unjuk rasa :
a. Pada hari karyawan yang bersangkutan melakukan unjuk rasa.
b.

Selama ketidakhadiran kerja karyawan sebagai akibat dari proses dan


tindakan hukum yang dikenakan kepada karyawan yang bersangkutan.

- Diskorsing oleh perusahaan sebagai akibat dari tindakan ketidakdisiplinan atas


pelanggaran tata tertib.
24

Penggajian terdiri dari :


a. Gaji pokok :
Yaitu

gaji

yang

diberikan

berdasarkan

pada

pendidikan

karyawan

(SMA/sederajat, SMAK/SMA+/D1, D3, S1, S2) dan lamanya bekerja


b. Tunjangan Kemahalan/Harkat (hanya bagi karyawan tertentu) dan merupakan
kelebihan gaji pada saat negosiasi awal
c. Tunjangan Profesi berdasarkan standar kompetensi tenaga kesehatan
d. Tunjangan jabatan (hanya bagi karyawan yang memangku jabatan), yaitu :
Manajer, Kepala Instalasi/Kepala Seksi, Kepala Ruangan, Wakil Kepala Ruangan,
Koordinator/Penanggung Jawab/MOD)
e. Tunjangan makan diberikan sesuai dengan jumlah hari kedatangan karyawan di
tempat kerja dengan ketentuan minimum 5 jam kerja untuk setiap kedatangan.
f. Tunjangan Lain lain (bila ada)
Tunjangan lain lain adalah setiap tunjangan yang diberikan kepada karyawan dan
bersifat tidak mengikat atau permanen, sehingga dapat sewaktu waktu dapt dicabut
kembali oleh perusahaan.
* Penghargaan
Pemberian penghargaan diberikan pada karyawan berdasarkan hasil Penilaian Kinerja
Karyawan yaitu Key Performance Indeks (KPI), Absensi dan Kedisiplinan Karyawan.
Penilaian dilakukan setiap bulannya dan dikumpulkan setiap 3 (tiga) bulan sekali di bagian
HRD untuk diolah secara sistem komputer untuk mendapatkan bonus berdasarkan job point
masing masing unit kerja dan berdarakan jumlah pasien rawat inap.
Penghargaan yang diberikan kepada karyawan dapat dalam bentuk uang berupa
fasilitas pinjaman, bonus, insentif/jasa service, piagam atau apa saja yang menurut penilaian
perusahaan tepat guna (efektif).
Penghargaan tidak diberikan kepada karyawan sedang dalam masa percobaan, masa
berlakunya surat peringatan atau kepada siapa saja yang menurut penilaian perusahaan
kurang pantas untuk menerimanya.
* Pemberian Jatah Makan
Pemberian jatah makanan diberikan pada karyawan berdasarkan jadwal dinas
karyawan tersebut. Sedangkan untuk yang dinas malam akan mendapatkan tambahan
konsumsi berupa mie dan telur. Pemberian jatah makanan tersebut dilakukan dengan cara
SDM berkoordinasi dengan Instalasi Gizi untuk mengetahui berapa banyak jumlah
karyawan yang harus mendapatkan jatah makan setiap shiftnya.
25

* Jaminan Sosial
Pengobatan
A. Pengobatan Rawat Jalan untuk karyawan, ditentukan sbb :
1. Karyawan diwajibkan untuk menggunakan fasilitas yang disediakan di Rumah
Sakit Royal Progress
2. Karyawan yang berobat diluar Rumah Sakit Royal Progress biaya pengobatan
tidak ditanggung oleh perusahaan.
3. Bagi karyawan yang akan menggunakan fasilitas pengobatan Rumah Sakit Royal
Progress harus terlebih dahulu meminta Surat Pengantar berobat dari Kasi SDM
perusahaan.
4. Setiap karyawan apabila selesai masa percobaan 3 (tiga) bulan akan mendapatkan
tunjangan pengobatan rawat jalan dalam setahun sebesar Upah Bersihnya sebulan
atau maksimal Rp. 1.500.000,5. Bilamana karyawan menggunakan tunjangan rawat jalan lebih besar dari
ketentuan yang telah ditetapkan, maka akan diperlakukan sebagai hutang
karyawan dan pelunasannya akan diperhitungkan dari upah karyawan yang
bersangkutan.
6. Untuk Medical Cek Up karyawan hanya dilakukan pada unit kerja yang beresiko
tinggi dan diambil dari jatah pengobatan yang tersisa.
7. Dalam hal karyawan menyalahgunakan tunjangan pengobatan antara lain :
a. Meminjamkan kartu pengobatan pada orang lain.
b. Menggunakan kartu berobat milik karyawan lain.
c. Turut membantu menyalahgunakan tunjangan pengobatan dari perusahaan.
Maka kepadanya akan dikenakan sangsi berupa pengurangan tunjangan
pengobatan sebesar 25% dari tunjangan pengobatannya dalam tahun berjalan
untuk setiap kali penyalahgunaan. Apabila sisa tunjangan pengobatan tidak
mencukupi, (kurang dari sangsi tersebut), maka kekurangan tersebut akan
diperlakukan sebagai hutang karyawan yang pelunasannya akan diperhitungkan
dari upah karyawan yang bersangkutan.
8. a. Perusahaan akan memberi fasilitas potongan harga pelayanan kesehatan Rumah
Sakit Royal Progress kepada karyawan dan keluarga karyawan.
b. Besar potongan harga tersebut ditentukan sesuai dengan tabel pemotongan
harga pelayanan kesehatan Rumah Sakit Royal Progress bagi karyawan dan
keluarga karyawan.
26

c. Besar/jenis potongan harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah sesuai


kebijakan yang berlaku di Rumah Sakit Royal Progress.

Tabel pemotongan harga pelayanan kesehatan Rumah Sakit Royal Progress bagi karyawan
dan keluarga karyawan.
PRODUK RS. ROYAL PROGRESS (RJ&RI)
A Apotik
Rekanan khusus (keluarga karyawan)
B Penunjang medis lainnya, atau Sewa ruang: RI, Operasi, ICU, ICCU
1. Rekanan khusus (keluarga karyawan)
2. Rekanan umum (orang tua dan mertua karyawan)
C. Jasa Pelayanan Dokter Medika Gria
1 Karyawan Medika Gria (tidak termasuk keluarganya)

HARGA/

Diskon obat dan barang farmasi tidak termasuk


5% atau 10%*

Rp. 0,0 **
25%

b. Medical Check Up(MCU)


50 pasien perbulan
dr umum atau dr gigi
Dr spesialis:
Pemeriksaan fisik dan konsultasi
Pemeriksaaan dengan Penunjang Medis

pembelian bebas(tanpa resep dokter)


Diskon obat dan barang farmasi , serta pemeriksaan
RJ = Rawat Jalan
RI = Rawat Inap

25%

2 Rekanan khusus (keluarga karyawan)


3 Rekanan umum (orang tua dan mertua karyawan)
a. Konsultasi, pemeriksaan, visit dan tindakan di RJ & RI

Ketentuan

DISKON

10%

DT= Diatur Tersendiri


Biaya gratis ini bernafaskan rasa kekeluargaan dan
kebersamaan untuk saling melengkapi
Sebagai partisipasi dokter untuk menciptakan daya
tarik dalam mempererat rasa kekeluargaan dan
mensukseskan
program pemasaran
Berpartisipasi menciptakan
daya tarik dalam
mensukseskan program pemasaran

Rp 15.000 **
Rp 30.000 **
10%

Penjelasan:
* Diskon pembelian obat dan barang farmasi dengan resep dokter di Medika Gria:
5 % di Rawat Jalan bila dibayar dengan kartu kredit; 10% di Rawat Jalan bila dibayar dengan kartu debet atau tunai.
10% di Rawat Inap baik dibayar dengan kartu kredit atau kartu debet atau tunai
** Harga

B. Pengobatan rawat jalan untuk keluarga karyawan


1. Keluarga karyawan yang menjadi tanggungan karyawan harus terdaftar Di Bagian
SDM
2. Keluarga karyawan yang akan menggunakan fasilitas pengobatan di Rumah Sakit
Royal Progress diwajibkan membawa no barkode berobat untuk mendapatkan
potongan harga, baik obat-obatan, penunjang medik maupun jasa dokter.
Apabila tidak membawa no barkode berobat dengan alasan apapun maka dianggap
sebagai pasien umum.
27

Perawatan (Rawat Inap)


a. Perawatan untuk karyawan
b. Perawatan untuk keluarga karyawan

Ad a. Perawatan untuk karyawan ditentukan sbb :


1. Perawatan karyawan hanya dapat dilakukan di Rumah Sakit Royal Progress dan
ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
2. Setiap karyawan atas anjuran dokter untuk dirawat inap (bukan permintaannya pasien)
harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kasi SDM perusahaan. Bilamana
Kasi SDM perusahaan tidak ada, maka persetujuan dapat dilakukan oleh dokter yang
ditunjuk oleh perusahaan.
3. Perawatan karyawan bila dilakukan diluar Rumah Sakit Royal Progress, biayanya
tidak ditanggung oleh perusahaan.
4. Selama dirawat inap, apabila karyawan tersebut memerlukan tindakan tindakan
khusus (tidak tersedia di Royal Progress) maka harus terlebih dahulu meminta izin ke
Direksi perusahaan baru tindakan tersebut boleh dilakukan.
5. Perusahaan menanggung biaya perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja
melalui program Jamsostek.
6. Penggunaan kelas rawat inap yang lebih tinggi dari haknya akan ditanggung
perusahaan jika kelas yang menjadi haknya penuh berdasarkan keterangan tertulis dari
Manager Perawatan. Jika keesokan harinya kelas rawat inap yang menjadi haknya
sudah kosong maka karyawan tersebut wajib dipindahkan kembali sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Kelas perawatan yang telah ditentukan berdasarkan jabatan sbb :
No.
1

Jabatan Karyawan
Staf

2
3
4

Setingkat Karu /Ka. Inst. / Kasi


Setingkat Manager/Asmen/Dr. Umum
Setingkat Direksi dan Dokter Spesialis

Kelas rawat inap


III
II
I
VIP

Ad b. Perawatan untuk keluarga karyawan

28

1. Bagi keluarga karyawan yang akan menggunakan fasilitas rawat inap Rumah Sakit
Royal Progress harus membawa kartu berobat agar mendapatkan potongan harga
sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Yang dimaksud keluarga tanggungan karyawan adalah istri/suami, anak-anak sah
karyawan dibawah umur 21 tahun dan belum menikah, yang terdaftar di Bagian SDM
Persalinan
Tunjangan persalinan hanya berlaku bagi karyawan penuh waktu dan terdiri dari :
a. Persalinan untuk karyawan
b. Persalinan untuk istri karyawan
Ad.a. Persalinan untuk karyawan dengan ketentuan sbb :
1. Tunjangan kelahiran hanya diberikan kepada karyawan/karyawati yang bekerja di
Rumah Sakit Royal progress sebelum tanggl 01 Juli 2009. Bagi karyawan baru
yang masuk tanggal 01 Juli 2009 tidak mendapat tunjangan kelahiran.
2. Yang termasuk biaya persalinan adalah biaya kelahiran secara normal atau sectio
caesaria karena adanya keharusan medis.
3. Setiap karyawan tetap yang akan melakukan persalinan harus mengunakan jasa
dokter kebidanan penuh waktu Rumah Sakit Royal Progress dan biaya dokter
Kebidanan

tersebut

ditentukan

maksimum

sesuai

tarif/jasa/pertolongan

melahirkan kelas III.


4. Untuk kelahiran diluar ketentuan tersebut diatas maka seluruh biaya akan menjadi
tanggung jawab karyawan tersebut.
5. Karyawan dapat menggunakan tunjangan pengobatan rawat jalan untuk biaya
konsultasi dokter sebelum dan sesudah melahirkan anak pertama dan kedua
karyawan.
Ad.b. Persalinan Istri Karyawan dengan ketentuan sbb :
1. Tunjangan kelahiran hanya diberikan kepada karyawan/karyawati yang bekerja di
Rumah Sakit Royal Progress sebelum tanggl 01 Juli 2009. Bagi karyawan baru
yang masuk tanggal 01 Juli 2009 tidak mendapat tunjangan kelahiran
2. Istri karyawan yang dimaksud adalah satu istri yang sah menurut hukum dan telah
terdaftar didepartemen Pengembangan dan Pengawasan Sumber Daya Manusia
perusahaan.

29

3. Biaya persalinan tidak termasuk biaya konsultasi dokter sebelum dan setelah
persalinan.
4. Yang termasuk biaya persalinan adalah biaya kelahiran secara normal atau sectio
caesaria karena adanya keharusan medis di Rumah Sakit Royal Progress Setiap
istri karyawan tetap yang akan melakukan persalinan harus menggunakan jasa
dokter kebidanan penuh waktu Royal Progress
5. Untuk kelahiran diluar ketentuan tersebut diatas maka seluruh biaya akan menjadi
tanggung jawab karyawan sepenuhnya.
6. Apabila tunjangan pengobatan perawatan dan persalinan dijamin oleh PT.
Jamsostek maka tunjangan pengobatan dari Rumah Sakit Royal Progress, kecuali
untuk kasus/ penyakit tertentu yang tidak masuk dalam jaminan jamsostek.
Tidak Mendapat Penggantian Biaya
1. Penyakit yang terjadi atau bertambah parah karena kesalahan/kelalaian karyawan sendiri
termasuk dalam hal ini tidak mau berobat ke dokter, tidak mentaati petunjuk dokter.
2. Pengobatan / perawatan / persalinan yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku atau
yang dilakukan diluar negeri.
3. Pengobatan / perawatan penyakit kelamin, kecanduan narkotik, kecanduan alkohol dan
penyalah gunaan obat serta segala akibat dari penyakit tersebut.
4. Pengobatan / perawatan yang bersifat kosmetik.
5. Pengobatan / perawatan / persalinan yang non konvensional (dukun, sinshe, dll), obatobat yang tergolong vitamin tonikum, obat-obat kuat, kosmetik, minyak kayu putih, susu
dan obat-obat yang sejenis.
6. Untuk vitamin kecuali vitamin tersebut merupakan faktor penunjang yang esensial untuk
pengobatan penyakit utamanya.
7. Kemandulan, yaitu : pengobatan / perawatan ketidak suburan dengan tujuan untuk
mendapatkan keturunan.
8. Kelebihan biaya perawatan dikelas yang lebih tinggi dari yang menjadi haknya atas
keinginan sendiri.
9. Kehamilan / persalinan dan segala akibatnya untuk anak ketiga dan seterusnya.
10. Untuk bayi karyawan yang baru lahir berupa imunisasi, vitamin, pembelian obat bebas /
alat kesehatan lainnya.

30

11.Alat bantu seperti tangan, kaki palsu, gigi palsu, alat bantu dengar, kursi roda, alat bantu
lainnya yang tidak bersifat menunjang kelangsungan hidup, kecuali hal tersebut
diperlukan sebagai akibat kasus kecelakaan kerja.
Apabila terdapat hal-hal lain yang belum/tidak tercantum dalam pasal ini mengenai Tidak
Mendapatkan Penggantian Biaya, maka perusahaan dapat mengambil kebijakan/keputusan
atas pertimbangannya dan kehendaknya

Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)


1. Setiap karyawan akan memperoleh Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
2. Jaminan Sosial Tenaga Kerja dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3
tahun 1992 tanggal 17 Pebruari 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1993,
terdiri dari :
(1) Jaminan kecelakaan
(2) Jaminan kematian
(3) Jaminan hari tua
(4) Jaminan pemeliharaan kesehatan
3. Iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan
pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
4. Iuran jaminan hari tua sebesar 3,70% dari upah sebulan ditanggung oleh perusahaan dan
sebesar 2% dari upah sebulan ditanggung oleh karyawan.
(1) Jaminan Kecelakaan Kerja
Tenaga kerja yang tertimpa kecelakaan kerja berhak atas jaminan kecelakaan kerja
dari Jamsostek berupa penggantian biaya yang meliputi :
a. Biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja ke Rumah
Sakit dan atau kerumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;
b. Biaya pemeriksaan, pengobatan, dan atau perawatan selama di Rumah Sakit,
termasuk rawat jalan;
c. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu (Orthese) dan atau alat ganti (prothese) bagi
tenaga kerja yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan
kerja.
Selain penggantian biaya sebagaimana dimaksud diatas, kepada karyawan yang
tertimpa kecelakaan kerja diberikan juga santunan dari Jamsostek berupa uang yang
meliputi :
31

a. Santunan sementara tidak mampu bekerja.


b. Santunan cacat sebagian untuk selama-lamanya
c. Santunan cacat total untuk selama-lamanya, baik fisik maupun mental
d. Santunan kematian.
(2) Jaminan Kematian
Jaminan kematian dari Jamsostek dibayar sekaligus kepada janda atau duda atau anak
dan meliputi:
a. Santuan kematian sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan
b. Biaya pemakaman sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah)
(3) Jaminan Hari Tua dari Jamsostek
a. Besarnya jaminan hari tua adalah keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta
hasil pengembangannya.
b. Jaminan hari tua dibayar kepada karyawan yang telah mencapai usia 55 (lima
puluh lima) tahun atau cacat total untuk selama-lamanya.
Medical Cek Up Karyawan
Kinerja dari pekerja merupakan resultante dari 3 komponen kesehatannya, yaitu
kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan
pada pekerja. Bila ke 3 komponen tersebut serasi, maka dapat dicapai suatu derajat kesehatan
yang optimal dan peningkatan produktivitas. Sebaliknya bila terdapat ketidak sesuaian dapat
menimbulkan masalah kesehatan kerja berupa penyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang
dapat menurunkan produktivitas

Kapasitas Kerja
Kualitas sumberdaya manusia di Indonesia masih sangat rendah, hal ini tercermin
dalam pendidikan pencari kerja. Studi menunjukkan 30-49 % angkatan kerja kurang
kalori dan protein, 30 % menderita anemia gizi dan 35 % kekurangan besi tanpa

anemia.
Beban Kerja
Pelayanan rumah sakit menuntut adanya pola kerja bergilir / tugas jaga malam.
Tenaga yang bertugas jaga malam dapat mengalami kelelahan yang meningkat akibat

terjadinya perubahan bioritmik.


Lingkungan Kerja
Lingkungan kegiatan rumah sakit dapat mempengaruhi kesehatan kerja dalam 2

bentuk yaitu kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.


Pekerja RS adalah pekerja dilingkungan RS terdiri dari :
a. Tenaga Medis :
- Dokter
32

- Perawat
- Bidan
b. Tenaga non medis :
- Insinyur
- Teknisi
- Apoteker
- Asisten apoteker
- Ahli gizi
- Fisiotherapi
- Penata Anasthesi
- Penata Rontgen
- Analis Kesehatan
- Tenaga Administrasi
Semua pekerja rumah sakit sebelum diterima sebagai calon karyawan akan menjalani
tes kesehatan untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan calon karyawan tersebut.
Tes kesehatan tersebut meliputi :
1. Pemeriksaan fisik /tanda tanda vital (tekanan darah, suhu, berat badan, dll)
2. Pemeriksaan thorax
3. Pemeriksaan HbSAg
4. Psikotest
Apabila pada hasil pemeriksaan terdapat adanya kelainan akibat suatu penyakit maka
karyawan tersebut tidak dapat diterima sebagi calon karyawan. Adapun standar untuk
pemeriksaan kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Calon karyawan tidak terindikasi penyakit TBC
2. Calon karyawan tidak terindikasi penyakit Hepatitis
3. Hasil psikotets personality calon karyawan sesuai dengan unit kerja
tempat karyawan tersebut akan berdinas
Untuk pemeriksaan Medical cek Up Karyawan diberlakukan pada tenaga kerja yang
beresiko terpapar zat zat berbahaya atau kuman penyakit akibat memberikan pelayanan
kesehatan. Apabila pada hasil pemeriksaan Medical Cek up terdapat indikasi karyawan
terkena Penyakit Akibat Kerja maka diberikan penangangan secara tepat dan cepat dengan
berkoordinasi pada Panitia Kesehatan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.

IV. 4. Pendidikan dan Pengembangan Karyawan


1. Tujuan
33

Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja karyawan secara optimal dan
perkembangan karir karyawan, maka perusahaan akan memberi kesempatan kepada
karyawan yang berpotensi untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan :
a. Perkembangan produk perusahaan, usaha atau organisasi perusahaan.
b. Lowongan atau pemindahan tugas.
2. Waktu
a. Pendidikan/ pelatihan karyawan harus dilakukan diluar jam kerja, kecuali untuk jenis
pelatihan on-job training.
b. Pendidikan/ pelatihan karyawan tidak diperhitungkan sebagai jam kerja di
perusahaan, kecuali on-job training, atau karena sesuatu hal terpaksa diadakan di jam
kerja karyawan.
3. Kewajiban atasan terhadap bawahannya
a. Atasan

karyawan

dan

departemen

pengembangan

dan

pengawasan

SDM

berkewajiban untuk memantau dan mengevaluasi kinerja karyawan untuk menentukan


jenis pendidikan dan atau pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan karyawan, serta kualitas dan produktifitas kerja karyawan.
b. Atasan karyawan berkewajiban untuk menjadi tenaga pendidik dan pelatih.
c. Modul pendidikan dan atau pelatihan bagi pengembangan karyawan disesuaikan
dengan kebutuhan unit kerja dimana karyawan tersebut berada, dimana jenis modul
dan pelaksanaan pendidikan dan atau pelatihan harus dibuat atau mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Departemen Pengembangan dan Pengawasan SDM.
4. Kewajiban karyawan untuk mengikuti diklat
a. Setiap karyawan wajib untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang telah
ditetapkan dan disediakan oleh perusahaan.
b. Bagi karyawan yang telah dikukuhkan untuk mengikuti pendidikan/ pelatihan dan
tidak dapat hadir, harus memberikan alasan tertulis yang disahkan oleh atasannya.
Karyawan yang lalai melaksanakan hal tersebut dapat diberi surat peringatan I
(pertama) dan dikenakan sangsi administratif.
5. Syarat dan ketentuan.
Untuk

mengikuti

pendidikan / pelatihan, setiap

karyawan wajib memenuhi

persyaratan sebagai berikut :


a. Tujuan pendidikan & pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan
b. Prestasi kerja
c. Masa kerja minimal 3 tahun
34

d. Usia dengan memperhatikan kecukupan waktu pasca pendidikan untuk mengabdikan


keahliannya bagi kepentingan perusahaan
e. Menyerahkan seluruh materi pendidikan kepada Departemen Pengembangan dan
Pengawasan SDM.
f. Mengajar dan mengalihkan pengetahuan (transfer knowledge) kepada karyawan yang
ditunjuk perusahaan.
Bagi karyawan yang mengikuti diklat, jika :
-

Waktu kerjanya kurang dari waktu kerja standar perusahaan, maka upah karyawan
yang bersangkutan akan dibayar secara proporsional, atau mendapatkan upah penuh
atas persetujuan perusahaan.

Menurut penilaian perusahaan pekerjaannya menjadi terganggu, maka perusahaan


dapat melakukan pemindahan tugas atau demosi dan menyesuaikan upah sesuai
dengan tugas dan posisi yang baru, atau kepada karyawan yang bersangkutan dapat
diberi ijin meninggalkan pekerjaan tanpa mendapatkan upah selama menjalankan
masa pendidikan.
Pendidikan dan Pelatihan dilakukan sebagai sarana untuk menunjang karir/pekerjaan

dari karyawan di unit kerja. Pendidikan dan pelatihan tersebut diatur oleh ketentuan yang
berlaku dan setiap peserta yang dikirim untuk pelatihan diajukan oleh Manajer perunit
kerja(lampiran ).
IV. 5. Kedisiplinan Karyawan
1. Tujuan dari tindakan kedisiplinan adalah agar :
a. Setiap karyawan mewujudkan kewajiban dan tanggung jawabnya, mengerti apa yang
harus dan tidak seharusnya dikerjakan satu dan lain sesuai ketentuan perusahaan dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat, termasuk apa yang benar dihati nurani.
b. Terciptanya budaya kerja yang selaras dengan Nilai Royal Progress.
c. Mayoritas karyawan yang alam dan kepribadian baik jangan sampai terpengaruh oleh
minoritas karyawan yang alam dan kepribadiannya nakal, vokal dan jahat. (sikap
malas tapi mau dapat banyak atau serakah. Hal ini, cenderung membuat dirinya
menjadi penjahat dan membuat hidupnya yang bersifat sementara ini sirna).
Sedangkan bagi karyawan yang nakal, vokal dan jahat, diberi kesempatan untuk
instropeksi dan memperbaiki sikap dan perilakunya sampai dengan batas waktu
35

tertentu, atau diambil langkah-langkah lain yang diperlukan sesuai dengan bobot
pelanggarannya.
2. Setiap pimpinan, yaitu mulai dari jabatan Wakil Kepala Urusan sampai dengan Ketua
Badan Pengurus, berwenang, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan
tindakan kedisiplinan bagi setiap karyawan dibawah pimpinannya yang telah melakukan
pelanggaran Tata Tertib yang berlaku di Perusahaan atau norma-norma yang berlaku di
masyarakat.
3. Pengenaan tindakan disiplin didasarkan pada :
a. Jenis dan besar kecilnya masing-masing pelanggaran.
b. Frekwensi pelanggaran.
c. Unsur-unsur kesengajaan.
4. Jenis tindakan kedisiplinan adalah :
a. Peringatan/ teguran lisan.
Teguran ini diberikan apabila karyawan tidak mengikuti aturan-aturan kerja dan atau
melanggar tata tertib perusahaan, yang dilakukan tidak berulang kali. Teguran lisan
hanya dilakukan bagi jenis pelanggaran ringan dan sedang sebanyak maksimal 2 (dua)
kali, dan lebih dari itu wajib diberikan Surat Peringatan.
b. Surat Peringatan.
Surat Peringatan adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh Kasi SDM Perusahaan
karena adanya tindakan atau perbuatan yang melanggar tata tertib atau peraturan yang
berlaku, atau karena diabaikannya teguran lisan.
Surat Peringatan tersebut terdiri dari :

Surat Peringatan Pertama.

Surat Peringatan Kedua.

Surat Peringatan Ketiga.

Pemberian surat peringatan ini tidak harus dilakukan secara bertahap, akan tetapi
disesuaikan dengan jenis dan bobot pelanggaran sesuai dengan Pasal 37 PKB ini.
Setiap surat peringatan harus melalui Kasi SDM Perusahaan.
Kasi SDM Perusahaan berwenang, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk
membuat, menanda tangani dan menyampaikan surat peringatan kepada setiap
karyawan yang melakukan pelanggaran Tata Tertib. Setiap surat peringatan dibuat
oleh Kasi SDM Perusahaan harus berdasarkan hasil pengamatannya sendiri atau
perintah dari atasannya atau usulan tertulis dari pimpinan karyawan yang
36

bersangkutan. Selanjutnya karyawan yang bersangkutan wajib menerima dan


menanda tangani surat teguran tersebut.
c. Skorsing.
Skorsing adalah pembebasan tugas sementara.
Skorsing dapat dikenakan kepada karyawan yang melakukan pelanggaran berat atau
melakukan pelanggaran setelah mendapat teguran, surat peringatan atau tindakan
yang merugikan Perusahaan.
Jangka waktu skorsing paling lama 1 (satu) bulan.
d. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pemutusan Hubungan Kerja dapat dilakukan oleh perusahaan, sanksi atas pelanggaran
berat yang dilakukan karyawan.
Dilihat dari tindakan pelanggarannya yang dilakukan oleh karyawan, maka tindakan
PHK dapat dibagi dalam 2 kategori :
1. Pelanggaran yang tidak termasuk dalam wilayah hukum pidana, maka akan
ditempuh prosedur PHK sesuai dengan PKB.
2. Pelanggaran yang termasuk wilayah hukum pidana, maka dapat ditempuh
prosedur PHK sesuai dengan PKB dan prosedur hukum pidana yang berlaku
secara paralel.
e. Wewenang melakukan tindakan PHK.
PHK terhadap jabatan Kepala Seksi dan keatas yang dilakukan oleh Kasi SDM harus
disetujui atas persetujuan Badan Pengurus terlebih dahulu, sedangkan PHK terhadap
setiap karyawan Perusahaan lainnya harus atas persetujuan Direksi perusahaan
terlebih dahulu.
IV. 6. Sistem File
Semua file yang berhubungan dengan karyawan disimpan oleh SDM dan bersifat
rahasia. File karyawan tersebut tidak boleh dipinjam atau dipindah tangan oleh pihak lain
kecuali oleh staf SDM yang berwenang.
Pengecekan file calon karyawan dilaksanakan pada tahap awal sebelum menjalani
proses rekruitmen. Setelah menjalani proses rekruitmen dan dinyatakan karyawan tersebut
diterima maka dilakukan proses verifikasi data. Proses verifikasi data dilaksanakan
beradasarkan pendidikan terakhir dan surat referensi kerja calon karyawan yang
bersangkutan. Setelah proses kelulusan sudah dilaksanakan pada calon karyawan tersebut
maka dilakukan kredensial berdasarkan standar kompetensi calon tersebut, yang kemudian
37

disyahkan dengan adanya Surat Penugasan Karyawan utnuk ditempatkan pada unit kerja
sesuai dengan satandar kompeteni yang dimilik karyawan tersbut.
Dengan adanya proses rekruitmen dan pengunduran diri karyawan serta banyaknya
dokumen yang berhubungan dengan karyawan makin bertambah dan memerlukan tempat
penyimpanan yang lebih luas. Sehingga untuk efisiensi dan utilitas ruangan yang ada maka
ada proses retensi/pemusnahan dokumen atau berkas karyawan setiap 10 (sepuluh) tahun
sekali yang disertai dengan berita acara.

HUBUNGAN PELAYANAN UNIT SDM


RS. ROYAL PROGRESS

UNIT SDM

INTERN

EKSTERN

KEUANGAN

PT. JAMSOSTEK

UMUM

DEPNAKER

INSTALASI GIZI
YANMED
IGD
IRJ
IRNA
ADM UMUM
JANG. MEDIS
BAB V
LOGISTIK

38

V. 1. KEBUTUHAN ALAT TULIS KANTOR


Pemenuhan akan kebutuhan alat tulis ataupun cetakan dapat diperoleh dari Logistik
Umum, dengan menggunakan form yang tersedia yaitu Form Permintaan Barang. Permintaan
barang untuk Unit SDM dan Unit Diklat harus dipisahkan sehingga pengontrolan untuk hal
tersebut mudah.
Pemenuhan akan kebutuhan alat tulis ataupun cetakan dapat diperoleh dari Logistik
Umum, dengan menggunakan form yang tersedia yaitu Form Permintaan Barang. Permintaan
barang dilakukan berdasarkan ketentuan yang ada yaitu pada hari Selasa dan Jumat.
Jikalau ada permintaan barang ataupun percetakan yang melebihi dari Rp.
1.000.0000,- (satu juta rupiah) harus melalui persetujuan Direktur Umum dan Keuangan.
Selain itu untuk permintaan barang diluar keperluan sehari hari seperti seragam dan
sepatu untuk karyawan harus langsung ke pembelian sehingga dapat langsung di realisasikan
sesuai dengan jumlah permintaan yang ada.
V. 2. KONSUMSI
Pemenuhan akan kebutuhan konsumsi khususnya untuk pegawai baru dapat diperoleh
dari Instalasi Gizi, dengan menggunakan form yang tersedia yaitu Form Permintaan
Konsumsi. Permintaan konsumsi untuk Unit SDM dilakukan berdasarkan masuknya pegawai
baru setelah menjalani proses seleksi.
Pemenuhan akan kebutuhan konsumsi untuk pelatihan dapat diperoleh dari Instalasi
Gizi, dengan menggunakan form yang tersedia yaitu Form Permintaan Snack dengan disertai
jadwal dan jumlah peserta untuk Unit Diklat. Jikalau ada permintaan snack harus melalui
persetujuan Direktur Umum dan Keuangan.
Selain itu jika ada kunjungan dari pihak luar berupa studi banding yang memerlukan
adanya konsumsi juga menggunakan form yang tersedia yaitu Form Permintaan Snack
dengan disertai keterangan berupa harga jual untuk pihak luar

yang sebelumya sudah

didiskusikan dan dikoordinasikan pada Manajer Keuangan dan Kepala Instlasi Gizi.
V. 3. PROSEDUR PERMINTAAN
V. 3. 1. PERMINTAAN KE LOGISTIK UMUM

39

Prosedur permintaan ke logistik umum adalah suatu permintaan alat tulis kantor yang
akan digunakan untuk pelayanan pada karyawan dan dibuat oleh petugas yang sedang
bertugas, serta diserahkan kebagian logistik umum untuk didapatkan penggantinya.
Adapun prosedurnya sebagai berikut
- Petugas mencatat keperluan alat tulis kantor yang sudah digunakan atau yang dibutuhkan
untuk pelayanan terhadap karyawan pada formulir permintaan rangkap 2 (putih dan
kuning)
- Formulir tersebut diberikan pada petugas logistik umum untuk dilakukan pendataan.
Sebagai bukti pengambilan maka formulir yang berwarna putih diserahkan ke logistik
umum untuk pengambilan barang yang sudah digunakan atau yang sedang dibutuhkjan
dan formulir berwarna kuning disimpan sebagai arsip
V. 3. 1. PERMINTAAN KE INSTALASI GIZI
Prosedur permintaan ke Instalasi Gizi adalah suatu permintaan konsumsi sebagai
konsumsi untuk pelayanan pada saat adanya pelatihan atau training dan rapat, dan dibuat oleh
petugas yang sedang bertugas, serta diserahkan kebagian Instalasi Gizi untuk dapat diberikan
konsumsi sesuai permintaan dan standar yang telah ditetapkan.
Adapun prosedurnya sebagai berikut
- Petugas mencatat keperluan konsumsi yang diperlukan untuk pelatihan atau training dan
rapat pada formulir permintaan rangkap 2
- Formulir tersebut diberikan pada petugas Instalasi Gizi untuk dilakukan pendataan.
Sebagai bukti pengambilan maka formulir yang berwarna putih asli

diserahkan ke

Instalasi Gizi untuk pengambilan konsumsi yang diperlukan dan formulir copy disimpan
sebagai arsip

BAB VI
KESELAMATAN KERJA
40

KESELAMATAN KERJA
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari kegiatan yang berkaitan erat
dengan kejadian yang disebabkan akaibat kelalaian petugas yang dapat mengakibatkan
penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja.
Kondisi yang dapat mengurangi bahaya dan terjadinya kecelakaan dalam proses
pelayanan terhadap karyawan ataupun penyelenggaraan pelatihan dikarenakan pekerjaan
yang terorganisir dengan baik, dikerjakan sesuai dengan prosedur, tempat kerja yang aman
dan terjamin kebersihannya serta istirahat yang cukup.
Kecelakaan kerja tidak terjadi dengan sendirinya, biasanya terjadi dengan tiba-tiba
dan tidak direncanakan sehingga menyebabkan kerusakan pada peralatan maupun dapat
melukai petugas.
VI. 1. PENGERTIAN
Keselamatan Kerja (Safety) adalah segala upaya atau tindakan yang harus diterapkan
dalam rangka menghindari kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan kerja petugas ataupun
kelalaian dan kesengajaan.
VI. 2. TUJUAN
Menurut Undang-Undang Keselamatan Kerja tahun 1970, Syarat-syarat keselamatan
kerja meliputi seluruh aspek pekerjaan yang berbahaya, dengan tujuan :
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
3. Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan.
4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian lain yang berbahaya.
5. Memberi pertolongan pada kecelakaan.
6. Memberi perlindungan pada pekerja.
7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban,
debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan
getaran.

41

8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik/psikis,


keracunan, infeksi dan penularan.
9. Menyelenggaraan penyegaran udara yang cukup.
10. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
11. Memperoleh kebersihan antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya.

VI. 3. PRINSIP KESELAMATAN KERJA


Prinsip keselamatan kerja di Unit SDM adalah :
1. Pengendalian Teknis, mencangkup :
Letak, bentuk dan konstruksi alat sesuai dengan kegiatan dan memenuhi
syarat yang telah ditentukan.
Ruangan harus cukup luas, denah sesuai dengan arus kerja dan ruangan
dibuat dari bahan-bahan atau konstruksi yang memenuhi syarat.
Perlengkapan alat kecil yang cukup disertai tempat penyimpanan yang
praktis.
Penerangan dan ventilasi yang cukup memenuhi syarat.
2. Adanya pengawasan kerja yang dilakukan oleh

penanggungjawab dan

terciptanya kebiasaan kerja yang baik oleh pegawai.


3. Pekerjaan yang ditugaskan hendaknya sesuai dengan kemampuan kerja dari
pegawai.
4. Volume kerja yang dibebankan sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan.
5. Perawatan pada peralatan dilakukan secara kontinyu sehingga peralatan tetap
dalam kondisi yang layak.
6. Adanya pelatihan mengenai keselamatan kerja bagi pegawai.
7. Adanya fasilitas pelindung dan peralatan pertolongan pertama yang cukup.
8. Adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan kerja.

VI. 4. PROSEDUR KESELAMATAN KERJA


1. Ruang Pelayanan Karyawan

42

Keamanan kerja di ruang pelayanan karyawan ini terlaksana

apabila sesuai

prosedur kerja sbb:


Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku pauing).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Menyimpan file/seragam milik karyawan pada lemari yang telah disediakan
dengan cara menutup secara perlahan lahan, sehingga jari tangan tidak
terjepit lemari.
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.
2. Ruang Rapat
Keamanan kerja di ruang rapat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
43

Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.


Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.
3. Ruang Penyelenggaraan Pelatihan dan Perpustakaan
Keamanan kerja di ruang penyelenggaraan ini terlaksana apabila sesuai prosedur
kerja sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Meletakkan sarana untuk pelatihan dengan teratur dan rapi (Laptop, LCD
dilemari)
Menyusun kursi yang tidak terpakai untuk pelatihan dengan tidak terlalu tinggi
sehingga tidak menimpa orang yang lewat.
Menyimpan buku buku perpustakaan pada lemari yang telah disediakan
dengan cara menutup secara perlahan lahan, sehingga jari tangan tidak
terjepit lemari.
Membersihkan konsumsi (makanan atau minuman) yang tumpah di meja
ataupun di lantai sehingga lantai dalam kondisi bersih dan tidak licin.

44

Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.
4. Ruang Sekretariat
Keamanan kerja di ruang sekretariat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja
sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.

BAB VII
45

PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MUTU

VII.1. PENGERTIAN
VII.1. 1. PENGAWASAN
Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang mengusahakan agar pekerjaan terlaksana
sesuai dengan standar, pedoman, rencana, instruksi, peraturan serta hasil yang telah
ditetapkan sebelumnya agar mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengawasan terhadap pelayanan karyawan harus selalu dikomunikasikan pada
Manajer perunit kerja, terutama masalah Cuti/Izin serta absensi sehingga Unit SDM dapat
menjalankan pelayanan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
VII.1.2. PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu merupakan suatu kegiatan yang mengusahakan agar pekerjaan
yang terlaksana sesuai dengan standar, pedoman, rencana, instruksi, peraturan serta hasil
yang ditetapkan sebelumnya agar tidak terdapat keterlambatan dalam pelayanan .
Pengendalian dalam memberikan gaji/upah dan bonus untuk karyawan harus terus
dilakukan sehingga karyawan dapat mendapatkan haknya sesuai dengan pekerjaan yang
dilakukan. Adapun standar pelayanan sebagai berikut :
1. Pembagian Gaji/upah setiap bulannya paling lambat tanggal 27.
2. Pembagian bonus intensif setiap 3 bulan sekali per tanggal 15.
3. Pembagian THR dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.
Pengendalian terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan harus selalu
dikomunikasikan terhadap Manajer perunit kerja sehingga Unit Diklat dapat mengontrol
proses pelaksanaan serta peserta pelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
VII. 2. TUJUAN
1. Umum
Sebagai dasar acuan dalam melaksanakan dan meningkatkan mutu pelayanan unit SDM
di Rumah Sakit Royal Progress

2. Khusus
46

a. Tersusunnya system monitoring pelayanan Unit SDM melalui indikator mutu


pelayanan
b. Mengetahui cara cara /langkah langkah dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan Unit SDM
c. Peningkatan mutu pelayanan Unit SDM dapat dilakukan secara paripurna dan
berkesinambungan serta efisien dan efektif
VII. 3. MANFAAT
Adapun manfaat adanya pengawasan dan pengendalian mutu adalah sebagi berikut :
1. Untuk meningkatkan pelayanan Unit SDM Rumah Sakit Royal Progress
2. Untuk mencegah dan menghindari masalah masalah yang berkaitan dengan
pelayanan Unit SDM sebagai support pelayanan kesehatan seperti : komplain
karyawan
VII. 4. SASARAN, WAKTU DAN PETUGAS PELAKSANAAN
Adapun sasarannya pengawasan dan pengendalaian mutu adalah :
1. Semua petugas Unit SDM
2. Karyawan
Waktu pelaksanaannya dilaksanakan setiap bulan
Petugas pelaksana dilaksanakan oleh tim pengendali mutu pelayanan yang ditunjuk
oleh SK Direktur
VII. 5. LANGKAH - LANGKAH
Dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanan unit umum maka perlu ditetapkan
langkah langkah kegiatan sebagai berikut :
1. Bidang Mutu Unit SDM mempunyai tugas menyusun rencana program penilaian mutu
pelayanan Unit SDM selama periode tertentu menyusun kriteria sebagai indikator
pelayanan mutu pelayanan Unit SDM, melaksanakan monitoring dan evaluasi dari
suatu penilaian yang dilaksanakan
2. Bentuk kegiatan dari bidang mutu Unit SDM yaitu melaksanakan pengelolaan mutu
kinerja pelayanan Unit SDM
3. Kegiatan dilakukan 1 bulan sekali :
Studi dokumentasi untuk evaluasi kelengkapan dokumen pelaporan
Unit SDM :
47

Melalui Laporan Tahuanan


Unit Diklat :
Melalui Laporan Tahuanan
4. Hasil pengendalian mutu pelayanan Unit SDM dilaporkan pada panitia mutu
pelayanan

BAB VIII
48

PENUTUP

Dengan adanya Sumber Daya Manusia yang telah diberikan pelayanan baik terhadap
hak dan kewajibannya juga untuk menunjang karir atau pekerjaan yang dilakukan maka akan
terkumpul sebuah Sistem Infomasi Sumber Daya Manusia dimana didalamnya terdapat suatu
prosedur sistematik pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan dan perolehan semua data
data tentang semua karyawan.
Selain itu untuk Perencanaan Sumber Daya Manusia akan terus berorginisir dengan
baik sehingga jika terjadi permintaan ataupun penambahan karyawan perunit kerja sudah
tersedia Sumber Daya Manusia yang berkualitas sesuai dengan standar perunit kerja yang ada
di rumah sakit.
Adapun suplai Sumber Daya Manusia dapat berasal dari internal dan eksternal. Suplai
internal berasal dari karyawan yang sudah ada saat ini, karyawan yang dapat dipromosikan,
dipindahkan atau didemosikan untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan untuk suplai eksternal
adalah dari orang yang melamar pekerjaan.
Personalia sebagai badan kepegawaian harus terus selalu memperbaharui sistem dan
selalu memfile estimasi kebutuhan tenaga yang ada untuk mendukung semua proses
pelayanan di rumah sakit. Sehingga proses pelayanan terhadap customer dapat berjalan
dengan baik dan lancar.

49