Anda di halaman 1dari 5

PEDOMAN AUDIT

Jakarta, 2004

DAFTAR ISI
Halaman
10. Pendahuluan
Audit sebagai proses membangun image
Pengenalan terhadap jasa audit KP&R
Perlunya pedoman audit
Pengacuan pada standar profesional akuntan publik (SPAP)
Struktur dan tanggung jawab dalam penugasan
Proses audit

10 1/3
10 1/3
10 1/3
10 2/3
10 2/3
10 2/3

20. Penerimaan Perikatan


Ikhtisar kebijakan
Pendahuluan
Langkah 1: Melaksanakan survei pendahuluan
Langkah 2: Melakukan komunikasi dengan auditor pendahulu
Langkah 3: Memutuskan diterima atau tidaknya calon klien
Langkah 4: Menyusun tim audit
Tanggung jawab anggota tim audit
Langkah 5: Membuat jadwal audit
Langkah 6: Membuat proposal / surat perikatan

20 1/10
20 1/10
20 1/10
20 4/10
20 5/10
20 5/10
20 6/10
20 9/10
20 9/10

30. Perencanaan Audit


Ikhtisar kebijakan
Pendahuluan
Langkah 1: Memahami bisnis dan industri klien
Langkah 2: Memahami dan menilai struktur pengendalian intern
Langkah 3: Menentukan tingkat materialitas awal dan salah saji yang bisa
diterima
Langkah 4: Menentukan tingkat risiko audit awal
Langkah 5: Melakukan komunikasi dengan auditor lain
Langkah 6: Menyusun rencana audit (audit plan)
Langkah 7: Menyusun program audit

30 6/11
30 7/11
30 9/11
30 10/11
30 11/11

40. Pengujian dan Pengumpulan Bukti


Ikhtisar kebijakan
Pendahuluan
Langkah 1: Melaksanakan prosedur audit tahun pertama
Langkah 2: Melaksanakan pengujian pengendalian dan transaksi
Langkah 3: Melaksanakan pengujian saldo akun
Langkah 4: Mengevaluasi hasil pengujian saldo rinci
Langkah 5: Melaksanakan pengujian tahap akhir
Langkah 6: Meminta surat representasi manajemen

40 1/18
40 1/18
40 1/18
40 3/18
40 6/18
40 13/18
40 13/18
40 17/18

30 1/11
30 1/11
30 2/11
30 3/11

Halaman
50. Penyelesaian Audit
Ikhtisar kebijakan
Pendahuluan
Langkah 1: Mengorganisasi kertas kerja
Langkah 2: Mereview kertas kerja
Langkah 3: Mengevaluasi apakah bukti audit telah cukup dan memadai
untuk memberikan opini audit
Langkah 4: Mengevaluasi apakah laporan keuangan telah bebas dari salah
saji yang material
Langkah 5: Mengevaluasi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan
Langkah 6: Menelaah informasi lain yang disertakan dalam laporan
keuangan
Langkah 7: Menyiapkan memorandum penyelesaian
60. Pelaporan Audit
Ikhtisar kebijakan
Pendahuluan
Langkah 1: Membuat draft laporan audit
Langkah 2: Review draft laporan audit
Langkah 3: Komunikasi draft laporan audit dengan klien
Langkah 4: Finalisasi laporan audit
Kebijakan-kebijakan
KM
KS

Kebijakan materialitas
Kebijakan sampling

ii

50 1/7
50 1/7
50 1/7
50 2/7
50 3/7
50 4/7
50 4/7
50 5/7
50 7/7
60 1/8
60 1/8
60 1/8
60 7/8
60 7/8
60 8/8

FORMULIR-FORMULIR

Jakarta, 2003

DAFTAR ISI
Halaman
20.01
20.02
20.03
20.04
20.05
20.06
20.07
20.08

Surat Jaminan Kerahasiaan


Survei Pendahuluan
Komunikasi Dengan auditor Pendahulu
Evaluasi Penerimaan / Pemberlanjutan Klien
Susunan Tim Audit (Tentative)
Pernyataan Bebas Benturan Kepentingan & Kerahasiaan
Jadwal audit (Tentative)
Proposal / Surat Perikatan

30.01
30.02
30.03
30.04
30.05
30.06

Pemahaman Bisnis Klien


Pemahaman Terhadap Struktur Pengendalian Intern
Perhitungan Materialitas
Penilaian Risiko
Identifikasi Risiko Pada Golongan Transaksi
Rencana Audit
Program Audit Standar

40.01a
40.01b
40.02a
40.02b
40.03
40.04a
40.04b
40.04c
40.04d
40.04e
40.04f
40.04g
40.05
40.06
40.07

Berita Acara Pemeriksaan Kas


Register Penutupan Kas
Pemeriksaan Fisik Persediaan
Berita Acara Pemeriksaan Fisik Persediaan
Berita Acara Pemeriksaan Fisik Aktiva
Konfirmasi Bank
Konfirmasi Persediaan
Konfirmasi Piutang
Konfirmasi Pembayaran Uang Muka
Konfirmasi Hutang
Konfirmasi Pinjaman
Konfirmasi Penasihat Hukum
Kejadian Setelah Tanggal Neraca
Kelangsungan Hidup Usaha
Surat Representasi Manajemen

50.01
50.02
50.09

Catatan Review
Evaluasi Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Memorandum Penyelesaian Audit

60.01
60.03
60.04
60.05
60.09

Contoh Laporan Auditor Independen Bentuk Baku


Management Letter
Review Akhir Oleh Manager
Review Oleh Partner
Checklist Penerbitan Laporan