Anda di halaman 1dari 3

.

Contoh Kata Dan Kalimat Penghubung Intrakalimat


Kata penghubung intrakalimat yaitu kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam

sebuah kalimat.
Contoh :

Dan

1. Jika kita ingin sukses kita harus berusaha dan berdoa.

Atau

1. Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

Tetapi

1. Meski wajahmu secantik bidadari, tetapi kecantikanmu tidak bisa membuatku berpaling
kepadamu.

Sesudah
1. Sesudah makan jangan lupa cuci tangan kembali.

Jika

1. Menulis lebih merupakan minat dan kemauan untuk belajar jika berlatih.

Agar

1. Belajarlah yang rajin agar kamu menjadi orang yang berguna.

Supaya

1. Berolahragalah yang teratur supaya kamu sehat.

Dengan

1. Galih akan menikah dengan Ratna.

Bahwa

1. Ia sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha.

Karena

1. Ia telah bekerja keras, karena untuk kebutuhan hidupnya.

Ketika

1. Ketika semua telah terjadi, barulah penyesalan itu datang.

Maka

1. Jika kamu sukses, maka orang tua kamu juga pasti senang.

Sedangkan
1. Semua orang laki-laki bekerja di sawah, sedangkan para istri mereka bekerja di rumah.

Hingga

1. Saya kuliah mulai hari senin hingga hari jumat.

Meski

1. Meski ia jahat, tapi ia masih punya sifat yang baik.

Lalu

1. Dia masuk ke ruang pertemuan itu, kemudian dia duduk di kursi paling depan, lalu dia asyik
membaca novel.

Sambil
1. Menyelam sambil minum air.

Serta

1. Bulan depan saya akan datang ke rumah kamu, serta saya akan mengajak kedua orang saya.

Apabila

1. Apabila kamu mendapat juara kelas, saya akan memberikan kamu hadiah.

Lagipula

1. Kamu jangan sedih terus, lagipula dia bukan satu-satunya wanita di dunia ini.

Andaikata

1. Ia akan berhasil andaikata ia beusaha.

Sebab

1. Dimana ada sebab disitu ada akibat.

Sebelum

1. Ia telah minta maaf kepada temannya, tapi sebelum ia minta maaf temannya sudahnya
memaafkan ia.

Selama
1. Berapa besar hasil yang telah diperoleh dari belajar selama ini? Sudah puaskah dengan apa yang
tercapai atau ingin lebih maju lagi?

Sehingga
1. Karena subjeknya sama, salah satu subjek tersebut dapat dihilangkan sehinggamenjadi kalimat.

Seandainya

1. Seandainya kamu buta, saya merelakan kedua mata saya didonorkan buat kamu.

Sekiranya
1. Sekiranya kamu menduakan saya, maka tidak ada maaf buat kamu.

Melainkan

1. Andi bukan seorang pecandu masakan Padang, melainkan pecandu masakan Makassar.

Semenjak

1. Semenjak kita bertemu saya selalu memikirkan kamu.

Andaikan

1. Andaikan saya mendapat nila nilai A alangkah senang hati saya.

Bagaikan

1. Ia bagaikan bidadari yang turun dari kayangan.

Asalkan

1. Kamu akan dapat pahala asalkan kamu berbuat baik kepada semua makhluk.

Jangankan

1.

Janganpun menjadi pemimpin Negara, memimpin diri kamu sendiri saya tidak bias.

Walaupun
1. Menulis bukanlah bakat,walaupun ada orang yang memang berbakat di bidang ini.

Meskipun

1. Meskipun kamu telah menghancurkan cinta saya, saya akan mencintai kamu dengan kepingankepingan yang tersisa.

Kendatipun
1. Kendatipun hari hujan, ia pergi juga ke sekolah.

Lagi

1. Ia memndapat nilai A lagi.

Hanya

1. Rumah itu hanya untuk saya.

Sekalipun

1. Sekalipun ia sering ke Bali, satu kali pun belum pernah ia ke Pantai Lovina.

Sungguhpun

1. Saya tidak tahu membuat contoh kalimat sungguhpun.

Melainkan

1. Karena derajat informasinya tidak sama, jenis kalimat yang digunakan bukan kalimat majemuk
setara, melainkan kalimat majemuk bertingkat.
Sampai-sampai
1. Tulisan bagus sekali sampai-sampai saya tidak bias membacanya.

Tatkala
1. Cuci baju kamu sekarang tatkala baju kamu basah.

Kecuali

1. Saya ingin berteman dengan semua orang, kecuali dengan dia.

Seraya
1. Saya tidak mengerti kata Seraya