Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH GARDU INDUK

Nama : Alek Susi Putra


NPM : 054108014

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PAKUAN
2010 2011
KATA PENGANTAR

Puji sukur ats kehadiran tuhan yang maha esa, ats berkat dan
rehmatNya

juga

makalah

ini

dapat

kami

selesaikan

sesuai

yang

diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas Gardu Induk.


Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam
masalah Gardu Induk

pemahaman

yang sangat diperlukan dalam suatu harapan

mendapatkan keamanan dan mafaatnya.


Semoga makalah ini bermanfaat dan biasa di gunakan untuk mata kuliah
Peralatan Tegangan Tinggi bagi kita semua terutama Teknik Elektro UNPAK
tersendiri

DAFTAR ISI

KataPengantar....................................................................................................
Daftar Isi....................................................................................................... ....
1. Pengertian Gardu Induk............................................................................
1.1 Fungsi
garduinduk.........................................................................................
1.2 Persyaratan Perencanaan Gardu Induk...........................................
2. Jenis Gardu
Induk......................................................................................................
2.1Jenis Gardu Induk..............................................................................
2.1.1 Gardu Induk jenis pasang dalam.........................................
2.1.2

Gardu Induk jenis pasang luar............................................

2.1.3 Gardu Induk jenis setengah pasang luar..............................


2.1.4 Gardu Induk jenis pasang bawah Tanah..............................
2.1.5 Gardu Induk jenis Mobil......................................................
2.2
Jenis Gardu Induk Berdasarkan Isolasi
Busbar................................
2.2.1
Gardu Induk Konvensional...................................................
2.2.2 Gardu Induk GIS (Gas Insulated Switchgear).......................

2.3 Jenis Gardu Induk Berdasarkan Sistem Busbar................................


2.3.1
Gardu Induk dengan sistem ring busbar................................
2.3.2
Gardu Induk dengan busbar ganda / double busbar .............
2.3.3
Gardu Induk dengan satu setengah / one half busbar.............
Perlengkapan Gardu Induk...........................................................................
3.1Arrester...............................................................................
3.2Transformator instrument atau Transformator ukur...............
3.3Transformator Tegangan.................................... .................
3.4Transformator Arus...............................................................
3.5Transformator Bantu (Auxilliary Transformator)......................
3.6Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS)..........
3.7Sakelar Pentanahan atau Earthing Switch...............................
3.8Peralatan SCADA dan Telekomunikasi....................................
3.9Rele Proteksi dan Papan Alarm (Announciator)........................
3.10 Kompensator..................................................................
...

1. Pengertian Gardu Induk


Gardu induk merupakan bagian yang tak terpisahkan dari saluran
transmisi distribusi listrik.Dimana suatu system tenaga yang dipusatkan
pada suatu tempat berisi saluran transmisi dan distribusi,perlengkapan
hubung bagi,transfomator, dan peralatan pengaman serta peralatan
control.

1.1 Fungsi utama dari gardu induk :


1. Untuk mengatur aliran daya listrik dari saluran transmisi ke saluran
transmisi lainnya yang kemudian didistribusikan ke konsumen
2. Sebagai tempat control
3. Sebagai pengaman operasi system
4. Sebagai tempat untuk menurunkan tegangan transmisi menjadi
tegangan distribusi
Oleh karena itu,jika dilihat dari segi manfaat dan kegunaan dari gardu
induk itu sendiri,maka peralatan dan komponen dari gardu induk harus
memiliki keandalan yang tinggi serta kualitas yang tidak diragukan
lagi,atau dapat dikatakan harus Optimal dalam kinerjanya sehingga
masyarakat sebagai konsumen tidak merasa dirugikan oleh kinerjanya.
1.2 Persyaratan Perencanaan Gardu Induk
OLeh karena itu,sesuatu yang berhubungan dengan rekonstruksi
pembangunan gardu induk harus memiliki syarat-syarat yang berlaku dan
pembanguna gardu induk harus diperhatikan besarnya beban.Maka
prencanaan suatu gardu induk harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut
1. Operasi,yaitu dalam segi perawatan dan perbaikan mudah
2. Flexsibel
3. Konstruksi sederhana dan Kuat
4. Memiliki tingkat keandalan dan daya guna yang tinggi
5. Memiliki tingkat keamanan yang tinggi
2.

Jenis Gardu Induk

Sedangkan berdasarkan rekonstruksi letak pemasangan gardu induk,maka


gardu induk dapat dibedakan atas :
1. Gardu Induk jenis pasang dalam
2. Gardu Induk jenis pasang luar
3. Gardu Induk jenis setengah pasang luar
4. Gardu Induk jenis pasang bawah Tanah
5. Gardu Induk jenis Mobil
1. Gardu Induk jenis pasang luar adalah Gardu Induk yang terdiri dari
peralatan tinggi pasang luar,misalnya Transformator, peralatan
penghubung (switch gear) yang mempunyai peralatan control
pasang dalam seperti meja penghubung (switch board).Pada
umumnya,gardu induk untuk transmisi yang mempunyai
kondensator pasangan dalam dan sisi tersier trafo utama dan trafo
pasangan dalam disebut juga sebagai pasangan luar.Jenis gardu ini
memerlukan tanah yang luas akan tetapi biaya konstruksinya murah
dan pendinginnya mudah Oleh karena itu biasanya gardu induk jenis
ini dipasang dipinggiran kota
2. Gardu Induk jenis pasang dalam adalah semua komponen yang
berada pada gardu induk terpasang didalam,meskipun ada
beberapa sejumlah kecil peralatan terpasang diluar.Gardu induk ini
dipakai dipusat kota,dimana harga suatu lokasi sangat tidak relevan
(mahal) dan biasa digunakan untuk menghindari kebakaran dan
gangguan suara
3. Gardu Induk jenis pasang setengah pasang luar adalah gardu induk
yang sebagian dari peralatan tegaangan tingginya terpasang
didalam gedung.Gardu ini juga dapat dikatakan sebagai jenis
setengah pasang dalam.Biasanya jenis gardu ini bermacam-macam

bentuknya dengan berbagai pertimbangan yang sangat ekonomis


serta pencegahan kontaminasi garam
4. Gardu Induk jenis pasang bawah tanah dimana hamper semua
peralatan terpasang dalam bangunan bawah tanah.Biasanya alat
pendinginnya terletak diatas tanah terletak dipusat kota seperti
dijalan-jalan kota yang ramai dimana kebanyakan gardu induk ini
dibangun dibawah jalan raya
5. Gardu induk jenis mobil yaitu dimana gardu jenis ini dilengkapi
dengan peralatan diatas kereta hela (trailer).Gardu ini biasa
digunakan jika ada gangguan disuatu gardu lain maka digunakan
gardu jenis ini guna pencegahan beban lebih berkala dan juga biasa
digunakan pada pemakaian sementara dilokasi pembangunan
tenaga listrik.Maka dapat dikatakan bahwa gardu ini tidak dijadikan
sebagai gardu utama melainkan sebagai gardu induk cadangan
(sebagai penghubung yang dapat berpindah-pindah)
2.2 Jenis Gardu Induk Berdasarkan Isolasi Busbar:
2.2.1. Gardu Induk Konvensional
adalah Gardu Induk yang peralatan instalasinya berisolasikan udara
bebas,karena sebagian besar peralatannya

terpasang diluar gedung

(switch yard) dan sebagian kecil di dalam gedung (HV cell, dll), sehingga
memerlukan areal tanah yang relatif luas.
2.2.2. Gardu Induk GIS (Gas Insulated Switchgear)
adalah suatu gardu induk yang semua peralatan switchgearnya
berisolasikan gas SF-6 , karena sebagian besar peralatannya terpasang di
dalam gedun g dan dikemas dalam tabung
2.3 Gardu Induk Berdasarkan Sistem Busbar

Busbar atau rel adalah titik pertemuan/hubungan trafo-trafo tenaga,


SUTT, SKTT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan
menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. Berdasarkan busbar gardu induk
dibagi menjadi:

2.3.1

Gardu Induk dengan sistem ring busbar

adalah gardu induk yang busbarnya berbentuk ring yaitu semua


rel/busbar yang ada tersambung satu sama lain dan membentuk
ring/cincin.

gambar system cincin atau ring


2.3.2 Gardu Induk dengan busbar tunggal / single busbar:
adalah Gardu Induk yang semua peralatan listriknya dihubungkan hanya
pada satu / single busbar pada umumnya gardu dengan sistem ini adalah
gardu induk diujung atau akhir dari suatu transmisi

..

Sistem busbar tunggal atau single busbar


2.3.3 Gardu Induk dengan busbar ganda / double busbar

adalah Gardu Induk yang memiliki dua / double busbar. Sistem ini sangat
umum, hampir semua gardu induk menggunakan sistem ini karena sangat
efektif untuk mengurangi pemadaman beban pada saat melakukan
perubahan sistem (maneuver system).

. Sistem Busbar Ganda atau double Busbar.

2.3.4 Gardu Induk dengan satu setengah / one half busbar


adalah gardu induk yang mempunyai dua / double busbar . Gardu induk
pembangkitan dan gardu induk yang sangat besar menggunakan sistem
ini karena sangat efektif dalam segi operasional dan dapat mengurangi
pemadaman beban pada saat melakukan perubahan sistem (maneuver
system). Sistem ini menggunakan 3 buah PMT didalam satu diagonal yang
terpasang secara seri.

Sistem Busbar satu setengah atau one half busbar.

3. Perlengkapan Gardu Induk


3.1 Arrester
Lightning Arrester / LA atau Surge Arrester yang biasa di sebut
Arrester , di Gardu Induk berfungsi sebagai pengaman instalasi
( peralatan listrik pada instalasi ) dari gangguan tegangan lebih akibat
sambaran petir ( Ligthning Surge ) maupun oleh surja hubung ( Switching
Surge ).
3.2 Transformator instrument atau Transformator ukur

Untuk proses pengukuran di gardu induk diperlukan tranformator


instrumen. Tranformator instrument ini dibagi atas dua kelompok yaitu :
3.2.1 Transformator Tegangan
adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi
tegangan rendah yang dapat diukur dengan voltmeter yang berguna
untuk indikator, relai dan alat sinkronisasi.

3.2.2 Transformator Arus


Digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan ampere lebih
yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. Jika arus yang mengalir
pada

tegangan

rendah

dan

besarnya

dibawah

amper,

maka

pengukuran dapat dilakukan secara langsung sedangkan untuk arus yang


mengalir besar, maka harus dilakukan pengukuran secara tidak langsung
dengan menggunakan trafo arus (sebutan untuk trafo pengukuran arus
yang besar). Disamping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran
daya dan energi, pengukuran jarak jauh dan rele proteksi.
3.2.3 Transformator Bantu (Auxilliary Transformator)
Trafo yang digunakan untuk membantu beroperasinya secara keseluruhan
gardu induk tersebut. Dan merupakan pasokan utama untuk alat-alat
bantu seperti motor-motor listrik 3 fasa yang digunakan ada motor pompa
sirkulasi minyak trafo beserta motor motor kipas pendingin. Yang paling
penting adalah sebagai pemasok utama sumber tenaga cadangan seperti
sumber DC, dimana sumber DC ini merupakan sumber utama jika terjadi
gangguan dan sebagai pasokan tenaga untuk proteksi sehingga proteksi
tetap bekerja walaupun tidak ada pasokan arus AC. Transformator bantu
sering disebut sebagai trafo pemakaian sendiri sebab selain fungsi utama
diatas, juga digunakan untuk penerangan, sumber untuk sistim sirkulasi
pada ruang baterai, sumber

pengggerak mesin pendingin (Air

Conditioner)

karena

beberapa

proteksi

yang

menggunakan

elektronika/digital diperlukan temperatur ruangan dengan temperatur


antara

20C

-28C.

Untuk mengopimalkan pembagian sumber tenaga dari transformator


bantu adalah pembagian beban yang masing-masing mempunyai proteksi
sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Juga diperlukan pembagi
sumber DC untuk kesetiap fungsi dan bay yang menggunakan

sumber

DC sebagai penggerak utamanya. Untuk itu disetiap gardu induk tersedia


panel distribusi AC dan DC.

3.3 Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS)


Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau
instalasi lain yang bertegangan. PMS ini boleh dibuka atau ditutup hanya
pada rangkaian yang tidak berbeban.
4. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB)
Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat
berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus
gangguan). Pada waktu menghubungkan atau memutus beban, akan
terjadi tegangan recovery yaitu suatu fenomena tegangan lebih dan busur
api, oleh karena itu sakelar pemutus dilengkapi dengan media peredam
busur api tersebut, seperti media udara dan gas SF6.
5. Sakelar Pentanahan atau Earthing Switch
Sakelar ini untuk menghubungkan kawat konduktor dengan tanah / bumi
yang berfungsi untuk menghilangkan/mentanahkan tegangan induksi
pada konduktor pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian
suatu sistem. Sakelar Pentanahan ini dibuka dan ditutup hanya apabila

sistem dalam keadaan tidak bertegangan (PMS dan PMT sudah


membuka).
6. Peralatan SCADA dan Telekomunikasi
Data yang diterima SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition)
interface dari berbagai masukan (sensor, alat ukur, relay, dan lain lain)
baik berupa data digital dan data analog dan dirubah dalam bentuk data
frekwensi tinggi (50 kHz sampai dengan 500 kHz) yang kemudian
ditransmisikan bersama tenaga listrik tegangan tinggi. Data frekuensi
tinggi yang dikirimkan tidak bersifat kontinyu tetapi secara paket per
satuan waktu. Dengan kata lain berfungsi sebagai sarana komunikasi
suara dan komunikasi data serta tele proteksi dengan memanfaatkan
penghantarnya dan bukan tegangan yang terdapat pada penghantar
tersebut. Oleh sebab itu bila penghantar tak bertegangan maka Power
Line Carrier (PLC) akan tetap berfungsi asalkan penghantar tersebut tidak
terputus. Dengan demikian diperlukan peralatan yang berfungsi
memasukkan dan mengeluarkan sinyal informasi dari energi listrik di
ujung-ujung penghantar.
7. Rele Proteksi dan Papan Alarm (Announciator)
Rele proteksi yaitu alat yang bekerja secara otomatis untuk
mengamankan suatu peralatan listrik saat terjadi gangguan, menghindari
atau mengurangi terjadinya kerusakan peralatan akibat gangguan dan
membatasi daerah yang terganggu sekecil mungkin. Kesemua manfaat
tersebut akan memberikan pelayanan penyaluran tenaga listrik dengan
mutu dan keandalan yang tinggi. Sedangkan papan alarm atau
announciator adalah sederetan nama-nama jenis gangguan yang
dilengkapi dengan lampu dan suara sirine pada saat terjadi gangguan,
sehingga memudahkan petugas untuk mengetahui rele proteksi yang
bekerja dan jenis gangguan yang terjadi.
8. Kompensator

Kompensator didalam sistem Penyaluran tenaga Listrik disebut pula alat


pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh tegangan pada saluran
transmisi atau transformator, dengan mengatur daya reaktif atau dapat
pula dipakai untuk menurunkan rugi daya dengan memperbaiki faktor
daya. Alat tersebut ada yang berputar dan ada yang stationer, yang
berputar adalah kondensator sinkron dan kondensator asinkron,
sedangkan yang stationer adalah kondensator statis atau kapasitor shunt
dan reaktor shunt.
Beberapa klasifikasi gardu induk berdasarkan factor ekonomi:
Item/jenis
Saluran Transmisi

Pasangan Luar
Atas Tanah

Pasangan Dalam
Terutama Bawah

Bawah Tanah
Hanya bawah Tanah

yang keluar
Tanah
Keselarasan dengan Cocok untuk daerah Cocok untuk daerah Cocok untuk jalanlingkungan

Pencegahan

jalur hijau dan

perumahan dan

jalan yang ramai dan

daerah Industri

daerah Industri

banyak gedung-

Agak sukar

Mudah

gedung tinggi
Mudah

Mudah

Mudah

Sukar,perlu hati-hati

Mudah

Sukar,perlu hati-hati

terhadap gangguan
suara
Pencegahan

terhadap kebakaran
Pencegahan
Sukar didaerah
terhadap banjir
Pencegahan

rendah
Sukar dan perlu hati- Tidak perlu

Tidak perlu

terhadap salju
Pencegahan

hati
Sukar dan perlu hati- Tidak perlu

Tidak perlu

terhadap debu dan

hati

pengotoran garam
Daerah yang

Besar

Sedang

Kecil

diperlukan
Mudah atau sukar

Mudah

Agak sukar

Agak sukar

Agak lama
Cocok bila harga

Lama
Cocok bila harga

dibangun
Waktu pembangunan Singkat
Harga Tanah
Cocok bila harga
Operasi dan

tanah murah
Mudah

tanah sangat mahal tanah sangat mahal


Agak sukar
Agak sukar

pemeliharaan

DAFTAR PUSTAKA

http://dunia-listrik.blogspot.com/
http://www.scribd.com/
http://gilangmanyun.wordpress.com/2010/10/13/spesifikasi-gardu-induk/
http://ichsandi.blogspot.com/2010/04/peranan-gardu-induk-dalamsistem.html