Anda di halaman 1dari 33

Jawaban Question Teori Akuntansi Craig Deegan dan Jeffrey Unerman (2006)

CHAPTER 1

1. Berikut perbedaan antara teori akuntansi positif dan teori akuntansi normatif:

Teori positif merupakan gabungan anatar deduktif (penjelasan) dan induktif (pengujian) yang
berguna untuk memprediksi sesuatu hal. Tujuannya teori akuntansi positif adalah
memberikan penjelasan dan prediksi terhadap praktek akuntansi yang diambil oleh
manajemen sebagai keputusan. Teori tersebut adalah teori yang didasarkan pada observasi
empiris dan praktik akuntansi yang benar.

Teori akuntansi normatif adalah teori yang didasarkan pada logika dan asumsi. Teori ini lebih
bersifat preskripsi dan memaparkan apa yang seharusnya dilakukan. Dasar pemikiran teori ini
adalah deduktif. Teori ini digunakan untuk mempreskripsikan atau mewajibkan. Teori yang
ada lalu melalui regulasi diwajibkan karena dianggap ini yang terbaik dan harus dijalankan.
Teori ini dibagi menjadi dua bagian yaitu true income dan decision usefulness. Beberapa
contoh dari teori akuntansi normatif adalah teori agency, decision usefulness, conceptual
framework, decision theory, portofolio theory, dll

2. Alasan ketidaktepatan untuk menolak teori akuntansi normatif adalah:

Teori positif yang dapat dibuktikan secara empiris belum tentu menjadi suatu teori yang tepat
untuk diterima. Buktinya yaitu teori positif mengasumsikan bahwa pasar modal efisien
berlandaskan kepentingan pribadi dan untuk mencapai kesejahteraan. Asumsi tersebut
merupakan salah satu asumsi yang dapat dikatakan sesuai dengan logika dan dapat dibuktikan
secara empiris. Namun asumsi yang empiris tersebut berlawanan dengan fakta bahwa
keadaan pasar modal tidaklah efisien dan tidak disetujuinya kepentingan pribadi masuk ke
dalamnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teori empiris belum sepenuhnya
menjadi teori yang selalu tepat. Untuk itu kita tidak boleh menolak teori akuntansi normatif

yang berbasis preskripsi. Teori yang berbasis preskripsi ini memungkinkan menjadi suatu
teori yang tepat untuk diterima karena pada dasarnya dalam preskripsi suatu teori didalamnya
juga terkandung unsur empiris yang tidak dapat dibuktikan secara langsung namun tetap
dapat berdampak.

3. Apakah mempelajari teori akuntansi menghabiskan waktu? Tentu tidak, alasannya:

TA mampu mempertahankan reputasi akuntansi disaat praktik akuntansi berada pada jalan
yang tidak tepat. Dengan mempelajari teori akuntansi tersebut maka suatu judgement atas
pemakaian suatu praktik akuntansi dapat dilakukan dengan baik, dengan demikian apa yang
kita lakukan melalui praktik akuntansi akan memiliki tujuan dan batasan yang jelas dengan
mengikuti salah satu teorinya. Teori akuntansi bermanfaat untuk menyediakan sebuah
kerangka kerja yang koheren dan sistematis dalam investigasi, memahami, dan
mengembangkan serta evaluasi berbagai macam praktik akuntansi. Untuk dapat mendukung
praktik akuntansi menjadi suatu ilmu maka diperlukannya untuk mempelajari teori akuntansi.
Tanpa memahami teori akuntansi maka akan terjadi hal-hal seperti: kesulitan mengevaluasi
praktik akuntansi, mengembangkan peningkatan praktik akuntansi yang tidak sesuai dengan
situasi perubahan, praktik akuntansi hanyalah suatu seni.

4. Penelitian akuntansi berdasarkan observasi dan dokumentasi perilaku dari praktik akuntan
bermanfaat untuk meningkatkan praktik akuntansi keuangan.

Ya, penelitian yang mendeskripsikan apa yang seharusnya saat ini dilakukan bermanfaat
untuk keseluruhan proses praktik akuntansi keuangan. Sebuah penelitian berdasarkan
observasi dan dokumentasi perilaku dari praktik akuntan dikatakan bermanfaat bila metode
penelitiannya terfokuskan pada keadaan yang tetap pada suatu keadaan tertentu.

5. Akuntansi yang dikerjakan oleh akuntan dihubungkan dengan akuntansi Darwinisme:

Akuntansi yang didasarkan pada apa yang dikerjakan akuntan dapat dikatakan sebagai teori
yang paling cocok. Namun fakta mengenai apa yang dikerjakan akuntan mengatakan bahwa
teori tersebut tidaklah yang paling baik dan paling efisien untuk dilakukan. Teori ini memang
akan menjadi teori yang tidak kontroversial dan tidak bertentangan dengan profesi akuntansi
namun mendasarkan teori kepada apa yang dilakukan oleh akuntan bukan merupakan
penelitian yang sesuai dengan logika bersama.

6. Alasan perbedaan radikal cukup dengan menghentikan pembuat regulasi yang adalah
sebuah pendekatan akuntansi khusus yaitu

Pembuat regulasi memiliki kecenderungan berfokus pada prosedur akuntansi yang


seharusnya tanpa melihat praktik yang terjadi. Dalam perbedaan yang radikal, sebenarnya
pembuat regulasi harus mempertimbangkan praktik yang sedang terjadi namun menurut
regulasi praktek akuntansi tetap harus mengikuti regulasi dari praktik yang telah ditetapkan.

7. Netral tidak memiliki implikasi dan representational faithfulness memiliki implikasi atas
pelaporan umum menurut standar akuntansi karena berikut:

Netral berarti pelaporan menurut standar akuntansi tanpa keadaan dukungan dari para
pendukung dalam pengambilan kebijakan mengenai pendekatan akuntansi khusus. Ketika
dukungan para pendukung dimasukkan didalamnya maka aka ada kecenderungan untuk
memasukkan

unsur-unsur

pribadi

yang

menyebabkan

ketidaknetralan.

Sedangkan

representasi faithfulness tercipta pada pelaporan umum menurut standar akuntansi


berdasarkan dukungan dari para pendukung yang memiliki kecenderungan untuk
menyuarakan kepentingan pribadi tetapi justru akan membawa pelaporan umum ke dalam
kondisi yang sesuai dengan fakta.

8. Pernyataan Watts and Zimmerman tidak merepresentasikan kegagalan atas kewajiban


akademik untuk menyajikan komunitas yang mendukung mereka karena menurut keduanya

praktik dari pemilihan metode memang tidak disarankan. Tetapi pada keadaan khusus, hal ini
harus dilakukan sehingga menjadi subjek kritikan tersendiri bagi akuntansi positif.

9. Ada dua cabang dari teori decision usefulness diantaranya yaitu:

Decision-makers emphasis: penelitian yang bertanya kepada pengguna mengenai informasi


apa yang mereka butuhkan barulah dirancang. Paham ini digunakan untuk mempreskripsi
informasi yang seharusnya ditawarkan kepada pengguna laporan keuangan dimana memiliki
kencederungan untuk tidak bergabung secara sehat sebagai pembelajaran yang berbeda.

Decision-models emphasis: model guna pembuatan keputusan yang efisien pada situasi yang
tidak pasti. Paham ini mengasumsikan pemilik memiliki informasi identitas yang banyak
diperlukan. Paham ini terfokus pada informasi yang bermanfaat untuk memprediksi peran
akuntansi dalam membuat keyakinan awal untuk dapat jadi pengambilan keputusan

10. Yang dimaksud perspektif revolutionare dari kemajuan pengetahuan oleh Kuhn (1962):

Pengetahuan revolusi ketika suatu teori digantikan oleh teori yang lain sebagai serangan
kredibilitas paradigma saat ini yang mana juga menjadi sebuah alternatif lanjutan dari para
peneliti khusus yang berpotensi membawa paradigma saat ini ke dalam kondisi krisis.

Perspektif ini menjelaskan pengembangan dalam kemajuan dari teori akuntansi namun tetap
belum ada teori akuntansi yang pernah berhasil dalam menjatuhkan keseluruhan dari berbagai
alternatif yang ada.

11. Penelitian akuntansi dapat menjadi tidak bernilai bebas karena.

Semua penelitian akuntansi memiliki nilai masing-masing dan tidak netral secara social.
Selain itu pengaruh preferensi dari peneliti dan pengguna terhadap prosesnya juga
menyebabkan penelitian akuntansi dapat menjadi tidak menjadi bernilai bebas lagi.

12. Faktor yang dipertimbangkan sebelum membuat jugdement yang menghasilkan teori:

Yang harus diperhatikan adalah ada tidaknya fenomena/isu-isu yang berupa argumen yang
mendukung teori yang dihasilkan tersebut. Argumen harus logis dan masuk akal dalam
konteks asumsi utama yang diajukan. Jika memungkinkan argumen/teori seharusnya
dijabarkan ke dalam premis guna melihat kelogisan dari argumen untuk judgement

13. Jika mencoba untuk meyakinan orang lain untuk mendukung teori mengenai sebuah
bagian khusus akuntansi keuangan, penggunaan bahasa yang emotive dan colorful harus
sesuai dengan kondisi karena kita harus mempertimbangkan saat kita berada pada posisi
dimana penulis dimana argumen diterima jika itu menggunakan bahasa netral sehingga
penggunaan bahasa yang emotive dan colorful perlu dihindari.

14. Teori adalah keabstrakan dari realitas. Arti dari pernyataan tersebut adalah:

Kita tidak dapat berekspektasi bahwa teori-teori khusus mengenai perilaku manusia dapat
diaplikasikan selamanya. Masyarakat memiliki kondisi yang berbeda dan berekspetasi bahwa
teori atau model dari perilaku manusia memiliki kesempurnaan atas kemampuan prediksi
masing-masing. Sehingga lebih baik jika kita mempertimbangkan beberapa teori dengan
berbagai perspektif yang tersedia untuk mendeskripsikan sebuah fenomena khusus.

15. Pernyataan insignificant and useless pada teori akuntansi positif berdasarkan pada
pembelajaran penelitian khusus yang menghasilkan kegagalan turunan untuk mendukung
hipotesis dan teori terkait memang tidak perlu ditolak.

Kesalahan untuk mendukung teori memang menjadi suatu yang wajar untuk data yang
dikumpulkan secara tidak tepat atau karena data tidak dilengkapi dengan koresponden yang
disyaratkan. Spekulasi untuk menerima teori tersebut dimungkinkan karena terdapat fakta
yang menyatakan terdapat teori yang menyesatkan untuk aktivitas manusia tetapi dapat selalu
menjadi pedoman berperilaku dan bertindak.

16. Pertimbangan yang dibutuhkan sebelum menyetujui hasil penelitian untuk digeneralisasi
kepada semua perusahaan yaitu mengetahui metode apa yang dipakai untuk mengasumsikan
fenomena yang sedang dipelajari, metode tersebut harus dapat dipastikan sejalan dengan
situasi yang ada, bagaimana data yang digunakan sebagai dasar melakukan generalisasi,
melihat apakah sudah benar dalam pengembangan argumen dan pengujiannya.

CHAPTER 2

1. Pengguna pelaporan keuangan seharusnya memiliki pengetahuan mengenai berbagai


standar akuntansi yang digunakan dalam pelaporan karena.

Tanpa mereka mengetahui mengenai berbagai standar akuntansi yang digunakan maka
mereka akan sulit untuk menginterpretasikan apa yang sebenarnya ingin dideskripsikan
dalam pelaporan keuangan perusahaan. Akhirnya jika mereka tidak memahami standar
akuntansi maka sangat mungkin pengambilan keputusan mereka menjadi keliru atau tidak
sesuai asumsi

2. Benarkah media mendeskripsikan angka-angka akuntansi seperti laba menjadi sesuatu


yang sulit dan menjadi tujuan indikator kinerja perusahaan.

Ya benar, banyak pembaca laporan keuangan mengira angka-angka akuntansi seperti laba
menjadi sesuatu yang sulit dan menjadi tujuan indikator kinerja. Ini dikarenakan karena
pengguna tidak memahami beberapa deskripsi dari akuntansi. Mereka terlalu berkeyakinan

bahwa mereka memahami betul arti dari laba dan aset bersih yang terdapat dalam laporan
keuangan. Padahal isi laporan keuangan tersebut bergantung pada pihak-pihak yang
menggabungkan pelaporan akuntansi, pengukuran laba, dan asset bersih yang mana metode
berbeda akan dapat menghasilkan hasil yang berbeda pula.

3. Beberapa argumen yang mendukung praktik regulasi dari akuntansi keuangan adalah:

a. Informasi pasar dapat menjadi tidak efisien tanpa regulasi karena informasi yang
suboptimal yang akan diproduksi.

b. Saat pendukung pendekatan pasar bebas memperdebatkan mengenai pasar modal rata-rata
efisien, beberapa diantara telah kehilangan investasinya sebagai hasil dari kepercayaan
kepada pengungkapan tanpa regulasi.

c. Permintaan informasi sering menjadi hak bagi kekuatan berlebih atas sumberdaya yang
langka sehingga butuh regulasi

d. Investor membutuhkan perlindungan dari kecurangan organisasi yang memproduksi


informasi yang menyesatkan dikarenakan adanya asimetri informasi

e. Regulasi memimpin untuk keseragaman metode yang diadopsi oleh berbagai entitas guna
meningkatkan daya banding.

4. Beberapa argumen yang mendukung eliminasi praktik regulasi dari akuntansi keuangan.

a. Informasi akuntansi seperti barang dan masyarakat harus disiapkan untuk membayar atas
ini untuk memperpanjang masa kegunaannya.

b. Pasar modal membutuhkan informasi dan beberapa organisasi yang gagal menyajikan
informasi akan diberi sanksi oleh pasar dengan sendirinya

c. Regulasi akan membawa kepada kelebihan penawaran atas informasi sehingga pengguna
akan cenderung berlebihan dalam membutuhkan informasi.

d. Regulasi memungkinkan pelarangan untuk metode akuntansi yang mungkin digunakan

5. Asumsi Stigler mengenai penolakan teori kepentingan pribadi dapat diterima jika:

Muncul isu mengenai siapa yang seharusnya bertanggungjawab untuk regulasi. Profesi
akuntansi seringkali dikatakan memiliki kemampuan terbaik untuk mengembangkan standar
akuntansi karena memiliki pemahaman mengenai pengetahuan akuntansi yang diatas rata-rata
dan memiliki kemungkinan besar untuk menerapkan peraturan dan regulasi yang sesuai
dalam komunitas bisnis. Namun perlu disadari juga bahwa masih ada pemerintah yang
memiliki kekuatan yang besar dalam mewajibkan entitas untuk mengikuti peraturannya.

6. Perspektif mengenai pengembangan pelaporan menurut standar akuntansi tidak dapat


mempertimbangkan kenetralan akibat dipertimbangkannya konsekuensi ekonomi dan sosial,
Saya tidak setuju karena saat ini kita telah memasuki era dimana konsekuensi ekonomi dan
sosial tidak dapat lagi dilupakan sebagai isu subtantif dalam pengaturan standar akuntansi.
Akan besar dampaknya terhadap standar akuntansi jika kedua konsekuensi tersebut tidak
dipertimbangkan. Memasukkan kedua pertimbangan tersebut dalam pengembangan standar
akuntansi akan menjadikan standar akuntansi netral dan tidak bias karena telah mengangkat
realitas yang ada tanpa menguntungkan pihak-pihak tertentu dimana konsekuensi ekonomi
dan sosial sepenuhnya bergantung pada pasar. Pertimbangan kedua konsekuensi ini dalam
standar akuntansi telah konsisten dengan atribut kualitatif dalam proyek kerangka konseptual

7. Pernyataan Hines mengenai ketertarikan akan profesi akuntansi untuk penyebarluasan


public terhadap pandangan informasi digeneralisasi secara objektif. Saya pikir itu adalah
kasus karena akuntan dapat menciptakan realitas yang berbeda bergantung pada
pertimbangan khusus yang diambilnya, keberadaan dari standar akuntansi, perspektif mereka
dan lain halnya tetapi mereka memang benar berusaha seobjektif mungkin.

8. Evaluasi atas pernyataan American Accounting Association yang dikutip kembali oleh
Solomons mengenai kebijakan akuntansi yang tidak dapat dijadikan netral adalah.

Memang benar, kebijakan akuntansi tidak dapat menjadi netral. Hal ini dikarenakan dalam
setiap pengambilan kebijakan pasti ada proses politik dimana proses itu merepresentasikan
adanya hubungan timbal balik antara kepentingan individu, konsekuensi, dan pembuat
kebijakan. Seharusnya pembuat kebijakan itu sendiri harus berada pada posisi yang
independen. Pertimbangan-pertimbangan tersebut harusnya hanya difungsikan sebagai saran
saja dan tidak menjadi acuan pengambilan kebijakan akuntansi.

9. Meskipun itu sulit untuk dikritisi sebagai proses yang secara potensial dianggap
berdampak, pada waktu yang sama itu sulit untuk diterima bahwa standar akuntansi adalah
netral dan tidak bias.

Evaluasi dari perrnyataan tersebut adalah meyakini bahwa standar akuntansi telah netral dan
tidak bias adalah tidak mudah dan gampang karena secara realita memang standar akuntansi
yang dibuat telah diintervensi oleh berbagai hal yang dapat membuatnya bias. Proses politik
telah menjadi bagian dari proses sehingga sangat tidak mungkin proses pembuatan standar
terbebas dari ketidaknetralan seutuhnya.

10. Hines memberikan pandangan bahwa praktik akuntansi keuangan merupakan hasil
implikasi dari konstruksi dan reproduksi dari dunia sosial.

Yang dimaksud Hines adalah praktik akuntansi dengan menekankan ukuran keberhasilan
perusahaan yang dinilai dari profit yang diterima. Gaji menurut profit bisa menyebabkan
karyawan bekerja lebih giat meskipun sebenarnya mereka tidak mendukung yang mana
akhirnya kinerja perusahaan akan lebih baik. Saya setuju dengan pendapat Hines karena
memang praktik akuntansi sangat dipengaruhi oleh keadaan di sekitar lingkungan sosial.
Pengguna dan pembuat informasi itu adalah sosial sehingga akan sangat tidak mungkin
lingkungan sosial tidak mempengaruhi praktik dalam akuntansi

11. Mengapa akuntan dapat dikatakan sebagai individu yang memiliki kekuatan penuh?

Akuntan ditafsirkan sebagai individu yang memiliki kekuatan penuh dikarenakan oleh:

Akuntan adalah pelaksana proses akuntansi yang mana hasilnya berupa laporan keuangan
akan banyak mempengaruhi keputusan yang diambil perusahaan. Akuntan dapat melegitimasi
sebuah perusahaan meskipun perusahaan tersebut tidak layak untuk dilegitimasi. Akuntan
dapat memberikan gambaran umum mengenai kondisi perusahaan meskipun secara subjektif
dalam artian penggunaan professional judgementnya.

CHAPTER 3

1. Beberapa pihak ada yang menolak adanya regulasi karena dianggap berlebihan dan harus
dikurangi.

a. Argumen yang menolak adanya regulasi di dasarkan oleh beberapa hal yaitu:

Informasi akuntansi adalah barang publik yang bebas bagi siapapun dan tidak perlu adanya
regulasi yang membatasi.

Produksi informasi bersifat sukarela dan bergantung dengan kebutuhan.

Informasi akuntansi berdasarkan kekuatan supply dan demand yang ada di pasar, yang akan
mempengaruhi pada jumlah informasi yang diungkapkan.

Manajer menjalankan perusahaan berdasarkan keuntungan pribadinya, tidak berdasarkan


peningkatan nilai perusahaan, sehingga manajer akan lebih bertindak oportunistik.

b. Kita dapat mendasari argumen-argumen yang menolak regulasi dengan berdasarkan pada
logika bahwa manajemen akan membutuhkan pihak eksternal dalam kegiatan operasinya.
Dan pihak-pihak eksternal ini tentu akan membutuhkan informasi mengenai keuangan
perusahaan sebelum mereka mengambil keputusan. Untuk itu dapat dilogikakan bahwa
manajemen pasti akan mengungkapkan informasi dengan sukarela meskipun tanpa ada
regulasi karena dia butuh dana dari pihak ketiga yang butuh informasi keuangan perusahaan.

2. What is the basis of lemons argument?

Pendapat lemon ini dikembangkan berdasarkan hasil penelitian oleh Akerlof pada 1970, yang
mana diungkapkan bahwa perusahaan yang tidak melakukan pengungkapan atas informasi
keuangannya dianggap sama saja dengan mengungkapkan informasi buruk, meskipun
sebenarnya informasi yang dimiliki bukanlah informasi yang buruk. Tapi karena dalam
pandangan lemon diasumsikan demikian, maka perusahaan akan memperoleh image buruk
ketika ia tidak melakukan pengungkapan atas informasi keuangannya.

3. What is meant by saying that financial accounting information is a public good?

Maksud dari informasi akuntansi dianggap merupakan barang umum adalah laporan
keuangan dapat digunakan secara luas oleh siapapun tanpa ada syarat atau batasan siapa

penggunanya. Selain itu dikatakan barang public karena bagi siapapun yang menggunakan
informasi keuangan, ia tidak akan merugikan pihak lain. Artinya informasi itu tidak akan
berkurang isinya sedikitpun ketika digunakan oleh siapapun.

4. Is regulation more likely to be required in respect of public goods than other goods?

Memang benar bahwa barang publik seharusnya tetap memiliki aturan yang membatasi dan
meregulasi. Hal ini karena informasi keuangan akan digunakan oleh semua pihak untuk
pengambilan keputusan dan karenanya pula informasi yang diungkapkan harus berdasarkan
standar agar semua informasi dapat disampaikan dengan isi dan kualitas yang sama.

5. Why would accounting standards overload occur?

Overload tersebut terjadi ketika standar akuntansi dihasilkan dari pertemuan yang
diselenggarakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan yang merubah kepastian atas standar
akuntansi yang sudah ditetapkan sehingga menimbulkan biaya baru untuk perusahaan dalam
kaitan untuk memenuhi persyaratan regulasi dari standar baru tersebut.

6. Bisakah intervensi peraturan dijelaskan pada keadilan atau alasan ekuitas? Jika demikian,
apa dasar dari argumen ini?

Intervensi dalam peraturan adalah alasan untuk mencapai keadilan baik untuk publik,
regulator dan pihak tertentu. Intervensi juga berkaitan dengan alasan ekonomis yaitu ekuitas
untuk kepentingan perusahaan. Regulator harus bersikap objektif dan bersikap adil ke semua
pihak yang memiliki kepentingan tersebut. Dasar argumen ini adalah pendapat Adam Smith
yang mengungkapkan bahwa adanya regulasi tidak bisa dilepaskan dari intervensi untuk
mencapai suatu keadilan bersama bagi pihak berkepentingan.

7. It should also be noted that the nature and degree of the effect of disclosure requirements
(and other aspects of security regulation) on public confidence in the financial markets is
unknown. Investor who have never read a prospectus or even thumbed through a 10-K report
may have a great deal more confidence in the capital market because the SEC and its
regulations are an integral aspect of the financial system. The salutary effect such
enhancement of the perceived integrity and credibility of the investment process is to reduce
the cost of capital for all firms, and the magnitude of this effect may be quite significant.

Evaluasi atas bacaan ini adalah luas tingkat pengungkapan sesungguhnya tidak menjamin
bahwa investor memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam mengambil keputusan. Peraturan
SEC tersebut seakan-akan hanyalah sebagai aspek pendukung dan pelengkap sistem
akuntansi. Rasa percaya diri seorang investor untuk membuat keputusan tidak hanya
didasarkan atas informasi keuangan yang diterima, tetapi juga harus mempertimbangkan halhal yang lain di luar aspek fundamental. Manajemen perusahaan jika mampu mengungkapkan
informasi sesuai dengan regulasi yang ada maka dapat menambah nilai perusahaan untuk
bersaing dan meningkatkan integritas dan kredibilitas manajemen yang mana akhirnya
asimetri informasi dapat teratasi.

8. Private contranctual incentives will asisst in ensuring that event in the absence of
regulation, organizations will provide such information as is demanded by its resprective
stakeholders. Evaluate this argument!

Kontrak insentif antara manajer dan investor akan dengan sendirinya membuat pengungkapan
informasi dapat terjadi tanpa harus adanya regulasi. Kontrak tersebut akan memberikan
intensif untuk manajer berdasarkan luasnya pengungkapan yang dilakukan oleh manajer.
Apabila keinginan para stakeholders terpenuhi maka manajer akan memperoleh insentif dari
stakeholders sesuai kesepakatan dalam kontrak akhirnya manajer akan menjadi lebih bersifat
terbuka dalam pelaporan tanpa harus ada regulasi yang mengatur.

9. Why would the managerial labour market motivate the manager to voluntarity provide
information to outside parties?

Manajer dengan orientasi pasar tenaga kerja tentu akan termotivasi untuk menyajikan dan
mengungkapkan secara sukarela informasi keuangan perusahaannya. Karena dengan ia
mengungkap informasi keuangan secara sukarela, ia akan dapat mempertahankan
kedudukannya dan pekerjaan bawahannya pula. Sehingga pengungkapan yang sukarela ini
dapat menekan manajer dengan sendirinya untuk melaporkan kinerja perusahaan demi
profesinya dalam pasar tenaga kerja.

10. Berdasarkan cerita Macquarie bank executive, teori yang mendasari adanya aturan hukum
yang melarang adanya insider trading adalah teori kepentingan ekonomi. Hannes yang
memiliki pandangan dengan pendekatan pasar bebas, tentu menganggap bahwa transaksi
yang dilakukan oleh Hannes merupakan hasil dari pasar modal dan itu merupakan suatu
kebebasan bagi siapapun sepanjang tidak merugikan siapapun. Namun peristiwa ini akan
memicu pergolakan sehingga aturan hukum sangat diperlukan sebagai pembatas agar
kebebasan dapat dipertanggungjawabkan atas tindakan yang ada.

11. Asumsi dasar yang merupakan motivasi dari regulator dalam membuat regulasi sesuai
dengan teorinya yaitu:

a. Jika The Public Interest Theory maka regulator memiliki asumsi dan motivasi bahwa
regulasi yang disusunnya adalah inisiatif dari publik sehingga ia harus membuat regulasi
yang bertujuan untuk melindungi kepentingan publik.

b. Jika Capture Theory maka regulator pada awalnya berasumsi dan termotivasi untuk
membuat regulasi untuk kepentingan publik, tetapi pihak-pihak lain yang juga memiliki
kepentingan berusaha untuk mengambilalih dan mempengaruhi regulator, sehingga asumsi
regulator akan berubah menjadi membuat regulasi untuk kepentingan publik dan juga
kepentingan pihak-pihak tertentu tersebut.

c. Jika Economic Interest Theory maka regulator membuat regulasi dengan asumsi bahwa
regulasi ini merupakan kebutuhan dan kepentingan bagi kelompok tertentu dan tidak ada
kepentingan untuk public sama sekali.

12. Is it realistic to assume, in accordance with public interest theory, that regulators will not
be driven by their own self-interest when designing regulations?

Dalam kaitannya dengan public interest theory maka cukup realistis jika dikatakan bahwa
regulator sebagai pembuat regulasi yang lebih mementingkan kepentingan umum daripada
kepentingan dirinya sendiri. Karena public disini diharapkan pihak yang independen. Di
dalam teori tersebut regulator hanya dipakai sebagai alat pembentuk regulasi oleh pihak
publik dimana nantinya keuntungan juga akan diterima oleh publik.

13. Is it in the public interest for regulators to be driven by their own self-interest?

Dalam public interest regulator bekerja dalam menyusun regulasi atas kepentingan dan
kemauan publik dan akan ditujukan kepada publik, bukan untuk kepentingan regulator sendiri
maupun kepentingan kelompok lain. Ingat kembali bahwa tujuan regluasi dalam teori ini
adalah untuk kepentingan bersama bukan individu sepeti capture dan economic.

14. Identify and evaluate the key negative economic and social consequencies which might
potentially arise from accounting standard with which you are familiar.

Dampak sosial ekonomi negatif yang berpotensi timbul dari standar akuntansi adalah ketika
adanya perubahan standar akuntansi maka dapat mempengaruhi perubahan nilai aset yang
dilaporkan, selain itu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akan semakin meningkat dalam
proses adopsi standar yang baru. Selain itu prinsip-prinsip dalam standar yang baru terkadang
bertentangan dengan prinsip atau nilai budaya di suatu negara.

15. Berdasarkan teori interst ekonomi regulasi, Faktor yang dapat menentukan bahwa
kepentingan kelompok akan mampu berada diatas kepentingan publik yaitu

- Adanya faktor kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok dalam mengatur dan menekan
regulator agar mau menuruti kemauannya dalam menyusun standar.

- Adanya faktor tidak independen yang dimiliki oleh regulator, yang dimana mental regulator
sangat rendah dalam mengendalikan kewenangannya sehingga kelompok-kelompok yang
memiliki kepentingan bisa melakukan intervensi.

- Adanya faktor ketidakpedulian yang dimiliki oleh masyarakat atau publik sehingga ia tidak
menginisiasi dan mengawasi jalannya proses penyusunan regulasi.

- Adanya faktor untuk mempertahankan kekuasaan dan mencari keuntungan diantara


regulator dan inisiator.

16. What do we mean when we say that financial accounting standards are the outcome of a
political process? Why is the process political?

Proses penyusunan standar akuntansi keuangan merupakan proses poltik yang panjang dan
harus memenuhi kebutuhan semua pihak hingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Untuk mencapai kesepakatan perlu proses politik antara pihak yang memiliki kepentingan
maupun pihak regulator agar keputusan dalam penyusunan standar ini dapat tercapai. Proses
politik ini meliputi pemberian masukan dan komentar oleh pihak-pihak yang berkepentingan
dalam standar akuntansi, pendapat yang bisa menentang dan merubah pandangan awal, dan
juga berkaitan dengan bagaimana pendistribusian kesejahteraan setelah implementasi standar
akuntansi bagi masyarakat itu sendiri.

17. Apakah fakta bahwa dewan standar akuntansi mempertimbangkan konsekuensi ekonomi
dan sosial dari standar akuntansi yang konsisten dengan pandangan bahwa laporan akuntansi
jika disusun sesuai dengan standar akuntansi dan prinsip akuntansi yang berlaku umum
lainnya akan bersikap netral dan objektif?

Fakta tersebut dapat terjadi bilamana kondisi dan situasi pembuatan regulasi adalah netral dan
objektif. Ketika pembuatan regulasi memiliki asumsi bahwa regulasi yang dibuatnya
merupakan pemikiran para regulator dengan bersikap independen namun dalam proses
mencapai kesepakatan tersebut terjadi intervensi-intervensi maupun masukan dan kritik dari
pihak-pihak lain yang dapat merubah asumsi awal para regulator menjadi tidak independen
maka regulasi yang dihasilkan akan menjadi tidak netral dn tidak objektif lagi. Sehingga
kondisi dan situasi juga menjadi perhatian diluar faktor individu dewan standard.

18. Jika dewan standar menganggap bahwa standar akuntansi tertentu akan berdampak
negatif pada beberapa pembuatan laporan keuangan, bagaimana menurutmu yang harus
dilakukan?

Menurut saya, dewan standar dapat melakukan review ulang atas standar yang ada dan
melakukan uji kembali standar tersebut kepada kerangka kerja konseptual akuntansi yang
betujuan umum sehingga standar yang telah ada menjadi sesuai kembali dengan prinsip dan
asumsi dasar kerangka kerja konseptual. Akhirnya standar tidak akan berdampak negatif pada
proses pembuatan pelaporan keuangan.

CHAPTER 4
1. In the context of financial accounting, what is harmonization and standarization?

Harmonisasi adalah proses meningkatkan komparabilitas dan kesesuaian praktik akuntansi


dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar keragaman dalam praktik-praktik

akuntansi tersebut. Bisa juga didefinisikan sebagai upaya untuk menyeragamkan standar
akuntansi tetapi tetap disesuaikan dengan kondisi lokal dan bersifat lebih fleksibel.
Standardisasi adalah proses yang dilakukan untuk menyamakan semua praktik akuntansi
yang ada di dunia dengan mengabaikan segala kondisi lokal, atau disebut juga sebagai satu
set peraturan yang harus ditaati oleh semua pengguna dan bersifat kaku, memaksa serta
sangat sempit cakupannya.

2. Identify some factors that might be expected to explain why different countries use
different system of accounting?

Terdapat beberapa faktor yang menjelaskan perbedaan akuntansi di berbagai negara, hal
tersebut diantaranya yaitu Sifat Kepemilikan Bisnis dan Sistem Keuangan, Warisan Kolonial,
Infasi, Perpajakan, Tingkat Pendidikan, Umur dan jumlah profesi akuntansi, Perkembangan
tingkat ekonomi, Sistem Hukum/Sistem yang Legal, Budaya, Sejarah, Geografi, Bahasa,
Pengaruh Teori, Sistem Politik, Keadaan Sosial, Agama, Accidents

3. After considering the Hofstede-Gray model, briefly explain the hypothesized link between
society values, accounting values and accounting practice.

a. H1: Semakin tinggi tingkat Individualisme dan semakin rendah tingkat Penghindaran
Ketidakpastian & Power Distance dalam suatu negara , maka akan semakin tinggi tingkat
Profesionalisme pada negara tersebut yang akan mempengaruhi dalam pelaksanaan tugas dan
tanggungjawab sesuai dengan wewenangnya..

b. H2: Semakin tinggi tingkat Penghindaran Ketidakpastian & Power Distance dan semakin
rendah tingkat Individualisme dalam suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat
Uniformity (keseragaman) pada negara tersebut yang akan mempengaruhi dalam pelaksanaan
tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan wewenangnya.

c. H3: Semakin tinggi tingkat Uncertainty Avoidance dan rendahnya tingkat Indiviualisme &
Maskulinity dalam suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat Conservatism pada negara
tersebut yang juga akan mempengaruhi tingkat pengungkapan dan metode dalam pengukuran
yang digunakan.

d. H4: Semakin tinggi tingkat Uncertainty Avoidance & Power Distance dan rendahnya
tingkat Individualism & Maskulinity pada suatu negara, maka akan semakin tinggi tingkat
Secrecy pada negara tersebut yang juga akan mempengaruhi tingkat pengungkapan dan
metode dalam pengukuran yang digunakan.

4. Setiap upaya menuju standardisasi praktik akuntansi secara internasional menyiratkan


keyakinan bahwa pendekatan satu ukuran cocok untuk semua adalah tepat.

Menurut saya pertanyaan tersebut tidak tepat. Dalam bab 4 ini kita telah mempelajari
sejumlah alasan mengapa sebenarnya standardisasi yang berusaha menerapkan satu ukuran
untuk semua praktik akuntansi adalah tidak seharusnya dipaksakan. Standardisasi
mengasumsikan bahwa semua jenis keputusan praktik akuntansi yang dibuat oleh orangorang di semua negara adalah sama dan oleh karena itu diasumsikan pula bahwa kebutuhan
informasi mereka juga sama. Standardisasi tidak mempertimbangkan berbagai faktor seperti
perbedaan budaya, kepemilikan usaha, sistem pembiayaan, agama yang akan berdampak
pada tuntutan informasi yang berbeda dari orang-orang dalam masyarakat tertentu sehingga
sangat naf jika standardisasi diartikan sebagai pendekatan satu ukuran cocok untuk semua.

5. Meskipun sering dikatakan bahwa dalam negara-negara tertentu harus ada hubungan antara
berbagai sistem nilai dan sistem akuntansi, diargumentasikan juga misalnya oleh Baydoun
dan Willett bahwa dari waktu ke waktu banyak peristiwa yang biasanya akan terjadi yang
mencampuradukkan hal tersebut yang diharapkan berhubungan.

Jenis peristiwa yang mencampuradukkan hubungan tersebut adalah perang dunia dengan
segala penjajahan dan kolonisasiannya. Pada halaman 98 bab ini dijelaskan bahwa peristiwa

perang dunia I telah membawa pengaruh terhadap praktik pelaporan keuangan di Lebanon.
Pemerintahan Prancis meminta pihak Lebanon (yang adalah negara koloni Prancis) untuk
mengikuti French United Accounting System. Tujuannya adalah agar hubungan perdagangan
tetap kuat diantara 2 negara tersebut. Jenis peristiwa perang tersebut telah mencampuradukan
hubungan sistem nilai (power distance, individualism, uncertainty avoidance, masculinity)
terhadap sistem akuntansi (keseragaman, konservatisme, kerahasiaan) dalam praktek
pelaporan.

6. Baydoun dan Willett mengidentifikasi sejumlah masalah dalam pengujian teori HofstedeGray. Mereka menekankan bahwa banyak sistem akuntansi yang diimpor dari negara lain
dengan budaya mungkin berbeda. Ketika mereka menyatakan Karena gangguan dalam apa
yang sebaliknya akan menjadi evolusi alami dari kebutuhan informasi keuangan, tidak ada
contoh praktek akuntansi modern yang tidak terkontaminasi di negara-negara berkembang.
Akibatnya perhatian besar harus diambil dalam menggunakan data dari negara-negara
berkembang untuk menarik kesimpulan tentang relevansi atas dasar kerangka HofstedeGray.

Ya menurut saya yang dijelaskan oleh Baydoun dan Willet ada benarnya, mereka telah
menyediakan sebuah sudut pandang bahwa negara-negara berkembang memiliki budaya yang
dipengaruhi oleh budaya negara-negara maju. Mengapa? Karena negara berkembang
merupakan negara koloni atau bekas jajahan dari negara maju. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa budaya lokal negara berkembang tidak terlalu mempengaruhi sistem akuntansi mereka
karena sebenarnya budaya mereka telah dipengaruhi budaya yang diimpor dari negara lain.

7. Seperti disebutkan dalam bab ini, Hamid, Craig dan Clarke (1993) memberikan argumen
bahwa agama dapat memiliki dampak besar pada sistem akuntansi yang dipilih oleh negaranegara tertentu dan bahwa sebelum metode akuntansi Barat yang diekspor ke negara-negara
tertentu harus ditentukan apakah keyakinan agama tertentu tersebut akan membuat kebijakan
akuntansi Barat tidak relevan.

Penjelasan tentang argumen mereka tersebut adalah memang benar bahwa keyakinan agama
yang berbeda mempengaruhi bagaimana seseorang melakukan bisnis sehingga berdampak
pula pada sistem akuntansi di suatu negara. Ketika mereka membuat keputusan, mereka
membutuhkan informasi yang berbeda ketika keyakinan agama mereka berbeda. Hamid
Craig dan Clarke memperlihatkan keyakinan Islam sangat berbeda dengan keyakinan Barat.
Mereka menjelaskan bahwa praktik akuntansi Barat tidak relevan dengan agama Islam.
Akuntansi menurut Barat dianggap sebagai kewajiban kepada penyedia utang dan modal
sedangkan menurut Islam sumber daya tersebut dianggap, diadakan dan dipercaya untuk
Tuhan. Dalam agama Islam, gagasan pengembalian bunga juga tidak relevan, pertimbangan
terkait nilai sekarang juga tidak berlaku untuk agama seperti agama Islam. Kerangka
konseptual yang dikembangkan di Barat membahas tujuan pelaporan keuangan dalam hal
membantu pengambilan keputusan ekonomi yang rasional saja sehingga menjadi tidak
relevan dengan negara Islam.

Hampir semua agama mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan individu


namun banyak metode akuntansi Barat mencetak nilai-nilai budaya pada dimensi
individualisme yang tidak sesuai dengan pandangan agama dan hanya sesuai dengan
komunitas tertentu, inilah yang juga menjelaskan metode Barat kurang dapat relevan dengan
agama apapun.

8. Nobes (1998) menunjukkan bahwa untuk negara-negara yang memiliki organisasi yang
mengandalkan relatif berat pada pasar ekuitas dan bukan dengan sumber pembiayaan lainnya,
akan ada kecenderungan yang lebih besar untuk organisasi tersebut untuk membuat
pengungkapan informasi publik.

Evaluasi saya atas argumen tersebut adalah dasar argumen tersebut mengatakan bahwa jika
dana diberikan oleh orang-orang yang memperoleh ekuitas entitas maka entitas umumnya
akan memberikan pengungkapan informasi yang ditujukan untuk pihak pemegang saham
perusahaan. Pemegang saham tersebut mengharuskan entitas untuk memenuhi tuntutan
informasi mereka melalui pelaporan keuangan. Pemegang saham tersebut merupakan
masyarakat umum bukan masyarakat kreditur dan masyarakat lembaga pembiayaan saja

sehingga tentu benar jika Negara dengan jenis pembiayaan ekuitas umumnya lebih cenderung
membuat pengungkapan informasi ke publik. Tanpa informasi ke publik tersebut maka
perusahaan tidak akan mendapatkan tambahan dana untuk pembiayaan usahanya.
Pengungkapan informasi akuntansi tersebut pasti berbeda dengan pembiayaan oleh pihak
kreditur karena jika pembiayaan oleh pihak kreditur (publik atau private) maka entitas hanya
akan menyediakan informasi untuk pihak tersebut saja bukan untuk masyarakat sehingga
cenderung lebih kecil untuk pengungkapan informasi publiknya.

9. Pada awal 1990, DSAK AS yang diketuai oleh Dennis Beresford menyatakan bahwa
akuntansi AS dan sistem pelaporan dianggap oleh banyak orang sebagai sistem yang paling
komprehensif dan canggih di dunia. Evaluasi pernyataan ini. Bagaimana menurut Anda
keabsahannya mungkin sudah berubah pasca kegagalan akuntansi di Enron, WorldCom dan
Andersen pada tahun 2001/02? Apakah Anda berpikir bahwa sistem AS akan dianggap
sebagai canggih dalam semua konteks budaya?

Menurut saya pernyataan bahwa SAK AS dan sistem pelaporannya tersebut sudah
komprehensif dan canggih di dunia tidaklah tepat karena standar tersebut telah gagal
memberikan pedoman sistem akuntansi yang baik pada perusahaan-perusahaan di negaranya
sendiri.

Enron merupakan perusahaan penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui
pipa) dengan Houston Natural Gas yang bergerak dalam industri energi kemudian melakukan
diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya
dengan industri energi. Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan
berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang ditandai dengan menurunnya
harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia mulai dari Amerika, Eropa,
sampai ke Asia. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya
manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600juta USD padahal perusahaan
mengalami kerugian. Lalu pada kasus Andersen, jika dilihat dari Agency Theory maka
Andersen sebagai KAP telah menciderai kepercayaan dari pihak stock holder atau principal
untuk memberikan suatu fairness information mengenai pertanggungjawaban dari pihak

agent dalam mengemban amanah dari principal. Hal yang sama terjadi pada kasus Worldcom
yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar nomer 1 di dunia yang mana pada tahun
1998 pendapatan Worldcom menurun drastis sehingga jauh dari yang diharapkan padahal
untuk biaya akuisisi dan untuk membiayai investasi infrastruktur Worldcom menggunakan
sumber pendanaan dari luar atau utang. Keadaan ini membuat pihak manajemen berusaha
melakukan praktek-praktek akuntansi untuk menghindari berita buruk tersebut. Dalam
laporannya, Worldcom mengklasifikasikan lebih dari $3,8 milyar untuk beban jaringan
sebagai pengeluaran modal. Dengan memindahkan akun beban kepada akun modal,
Worldcom mampu menaikkan pendapatan atau labanya yang menipu pihak kreditur dan
investor.

Kasus-kasus diatas tersebut membuktikan bahwa SAK AS masih kurang komprehensif dan
canggih dalam memberikan pedoman sistem akuntansi yang mampu menghasilkan laporan
keuangan yang bertujuan melindungi pihak-pihak pengambil keputusan bisnis. Sehingga ini
juga memberikan kesimpulan bahwa sistem akuntansi AS belum mampu menghadapi semua
konteks budaya untuk itulah mulai dipikirkan standar akuntansi internasional yang
berdasarkan pada principal (not rule) yang tidak mengatur aturan praktik secara khusus.

10. Apakah Anda pikir sangat realistis untuk mengharapkan bahwa suatu hari akan ada
standar akuntansi yang sama di dunia internasional? Faktor-faktor apa yang akan bekerja
untuk melawan mencapai tujuan ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita harus melihat kembali isi dari Bab 4 tersebut
mengenai harapan untuk memiliki sistem standar akuntansi tunggal. Bab tersebut telah
menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti perbedaan budaya, kepemilikan usaha, sistem
pembiayaan, agama, dan sebagainya akan berdampak pada tuntutan informasi dari orangorang dalam masyarakat tertentu yang berbeda dan tidak mungkin disamaratakan. Itu artinya
akan tidak realistis untuk mengharapkan keseragaman dalam persyaratan akuntansi di semua
Negara sampai kapanpun kecuali jika terjadi konvergensi dalam budaya. Tetapi jika hal
tersebut dilakukan dan direalistiskan maka organisasi yang mendorong harmonisasi dan
standardisasi di bidang akuntansi di seluruh dunia dapat dikatakan sebagai organisasi yang

tidak menganggap perbedaan dari keanekaragaman budaya, dsb. Ini akan berbahaya pada
keberhasilan akuntansi itu sendiri sebagai penyedia informasi bagi pihak berkepentingan
perusahaan.

11. Evaluasi bagaimana masuk akal untuk menganggap bahwa masuknya investasi asing ke
negara-negara anggota Uni Eropa akan dibatasi jika perusahaan UE yang listing dari tahun
2005 tidak membuat laporan keuangan sesuai dengan IAS / IFRS.

Menurut saya, sangat masuk akal jika regulator UE mensyaratkan perusahaan UE yang listing
untuk menggunakan standard IAS/IFRS. Hal ini karena standard tersebut adalah standard
berkualitas tinggi yang memang diciptakan untuk memberikan pedoman pelaporan keuangan
perusahaan listing di bursa internasional agar laporan keuangannya dapat dibandingkan
antara perusahaan di berbagai negara anggota UE. Sebagai contoh ketika perusahaan yang
listing di bursa efek UE tidak menerapkan standard IAS/IFRS maka akan berdampak pada
usaha mereka untuk memperoleh arus dana masuk investasi karena investor internasional
tidak dapat memahami dan membandingkan kinerja bisnis perusahaan tersebut sehingga
investor internasional akan cenderung menghentikan investasinya pada perusahaan tersebut.

12. Jelaskan kemungkinan hambatan untuk harmonisasi atau standarisasi akuntansi keuangan
di seluruh negara anggota Uni Eropa. Mengingat hambatan-hambatan ini, apakah Anda
berpikir bahwa Uni Eropa telah naif dalam merangkul proses harmonisasi?

Hambatannya adalah adanya pihak-pihak penentang Komite Eropa. Pihak-pihak tersebut


berpikir bahwa badan seperti IASB mengabaikan kebutuhan yang berbeda dari negara-negara
untuk mengadopsi pendekatan akuntansi yang berbeda (karena masalah seperti perbedaan
budaya, agama, sistem pembiayaan dan sebagainya) dan mereka percaya bahwa keuntungan
yang diperoleh sebagai hasil dari standarisasi terlalu keluar dari batasan kebutuhan mereka.
Standar akuntansi internasional tersebut terlalu overloud dan berbau politik menurut mereka.
Lalu apakah UE terlalu naf untuk tetap melaksanakan proses harmonisasi mengingat
hambatan-hambatan tersebut? Jawabannya adalah tidak. Hal ini karena upaya harmonisasi

merupakan upaya mereduksi perbedaan sistem akuntansi di berbagai negara anggota UE


bukan merupakan upaya mengadopsi standard baru dan menghapuskan standard lama
sehingga proses harmonisasi IFRS di UE tidak terlalu naf untuk dilakukan.

13. IASC (1998, hal. 50) menyatakan bahwa banyak negara berkembang dan negara industri
baru menggunakan Standar Akuntansi Internasional sebagai persyaratan nasional mereka,
atau sebagai dasar untuk kebutuhan nasional mereka. Negara-negara ini memiliki kebutuhan
yang berkembang untuk informasi keuangan yang relevan dan dapat diandalkan untuk
memenuhi kebutuhan baik pengguna domestik dan internasional penyedia modal yang
mereka butuhkan. Apakah Anda berpikir bahwa IAS / IFRS akan memberikan informasi
yang relevan dan handal yang memenuhi kebutuhan semua pengguna laporan keuangan di
semua negara?

Ya IAS dan IFRS dapat memberikan informasi yang relevan dan handal dalam memenuhi
kebutuhan penggunanya di berbagai Negara karena IAS dan IFRS tidak mengatur mengenai
hal-hal khusus praktik akuntansi yang mungkin berbeda di berbagai Negara. IAS dan IFRS
didasarkan pada prinsip-prinsip sistem akuntansi umum di berbagai Negara yang tidak seperti
sistem akuntansi barat (AS). Selain itu, adanya kualitas tertentu dan reputasi yang melekat
pada standar akuntansi yang dikembangkan oleh IASB juga menambah keyakinan saya
bahwa informasi yang relevan dan handal dapat diupayakan. IAS / IFRS juga dikembangkan
melalui proses yang logis dan ketat yang melibatkan banyak ahli yang berpengetahuan dan
tingkat tinggi dalam penelitiannya sehingga standard-standar yang tidak handal
penggunaannya dapat direduksi. Negara-negara yang mengadopsi IFRS berarti mengadopsi
standar kualitas tinggi yang membutuhkan persepsi praktik akuntansi yang berkualitas tinggi
pula.

CHAPTER 6

1. Apakah itu kerangka kerja konseptual akuntansi?

Menurut Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan No 1: Tujuan Pelaporan Keuangan oleh


Usaha Bisnis 1978, kerangka kerja konseptual akuntansi adalah sebuah sistem yang koheren
yang memiliki tujuan yang saling terkait dan menjadi fundamental sehingga diharapkan dapat
mengarahkan pada standar yang konsisten. Sehingga dapat dijelaskan bahwa kerangka kerja
konseptual akuntansi adalah sebuah konsep yang mendasari pelaporan keuangan. Kerangka
tersebut merupakan sistem yang saling menghubungkan konsep yang mengalir dari sebuah
tujuan pelaporan keuangan seperti mengidentifikasi batas-batas pelaporan keuangan, memilih
transaksi, peristiwa, bagaimana itu seharusnya diakui dan diukur, dan bagaimana itu
seharusnya disimpulkan dan dilaporkan.

2. Apakah kerangka kerja konseptual dibutuhkan? Alasan dan jelaskan.

Ya, kerangka kerja konseptual memang dibutuhkan untuk menjadi kerangka dasar berpikir
akuntansi dalam melakukan sistem pelaporan keuangan yang sangat kompleks. Berikut
uraian mengapa kita butuh kerangka kerja konseptual akuntansi:

a. Pembuatan standar seharusnya berlandasan dan berhubungan pada sebuah pendirian


serangkaian konsep dan tujuan

b. Memungkinkan dewan standar untuk mengeluarkan pernyataan yang lebih berguna dan
konsisten dari waktu ke waktu serta menghasilkan suatu standar yang saling berhubungan.

c. Tanpa kerangka standar yang jelas ini maka setiap orang akan membangun konsep individu
yang berbeda-beda.

d. Kerangka kerja mampu meningkatkan kemampuan memahami dan kepercayaan pengguna


laporan keuangan terhadap laporan keuangan

e. Meningkatkan kemampuan membandingkan laporan keuangan perusahaan

f. Akuntan mampu memecahkan secara cepat pratik permasalahan yang baru dan mendadak
dengan mengacu pada kerangka kerja sebagai teori dasarnya

g. Untuk mengembangkan budaya pelaporan keuangan secara logis dan konsisten sehingga
dapat mengatasi masalah-masalah

h. Para pendukungnya berpendapat bahwa tanpa kesepakatan mengenai isu-isu maka standar
akuntansi akan dikembangkan secara ad hoc oleh setiap akuntan

i. Akhirnya akan terbatas konsistensi antara standar akuntansi dengan tidak adanya kerangka
konseptual

3. Apakah keuntungan yang dimajukan oleh dewan standar untuk mendukung pengembangan
kerangka kerja konseptual? Apakah anda setuju praktik menguntungkan akan dicapai?

Berikut adalah keuntungan yang dimajukan dari kerangka kerja konseptual oleh dewan
standar:

Standar akuntansi menjadi lebih konsisten dan logis

Peningkatan internasional kompatibilitas standar akuntansi dapat dicapai

Standar-setter menjadi lebih bertanggung jawab atas keputusan mereka

Komunikasi antara standar-setter dan konstituen mereka dapat ditingkatkan

Pengembangan standar akuntansi dapat lebih ekonomis

Dengan adanya kerangka kerja konseptual mencakup isu tertentu maka dapat mengurangi
kemungkinan kebutuhan akan standar tambahan

Menekankan pada peran decision usefulness dari laporan keuangan bukan membatasi
perhatian untuk kepedulian asosiasi terhadap pelayanannya

Ya sangat mungkin bahwa praktik menguntungkan akan dapat dicapai tetapi hal-hal seperti
semua aktivitas, bagian-bagian yang kurang, proses lobi dan tindakan politik akan menjadi
hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan proyek kerangka kerja konseptual
akuntansi.

4. Dengan dasar kerangka kerja konseptual tepatnya kriteria kualitatif termasuk didalamnya
netralitas dan representational faithfulness maka saya mempercayai bahwa laporan keuangan
akan menjadi real, netral dan representational faithful. Mengapa? Alasannya adalah dengan
mengutamakan karakteristik kualitatif maka informasi keuangan perusahaan akan diupayakan
untuk menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan umum. Itu artinya bahwa
angka dan deskripsi pada laporan keuangan harus real sesuai dengan kondisi yang benarbenar terjadi. Keharusan tersebut dikarenakan pengguna laporan keuangan tidak memiliki
waktu dan keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi. Kenetralan dimana
perusahaan tidak boleh memilih-milih informasi yang mengedepankan salah satu pihak
berkepentingan bertujuan agar informasi tidak bias dan tetap lengkap dilaporkan. Dan yang
terakhir saya mempercayai bahwa laporan keuangan akan bebas dari kesalahan melalui
adanya kriteria kualitatif tersebut sehingga laporan menjadi real, netral dan faithfulness
representative. Meskipun begitu perlu diketahui pula bahwa dalam langkah pelaporan
keuangan juga melibatkan perkiraan dari berbagai jenis keputusan penilaian manajemen.

5. Dua karakteritik kualitatif utama adalah bahwa laporan keuangan seharusnya relevan dan
reliability. Manakah yang lebih penting atau mereka sama-sama penting?

Sebelum menjawab tersebut maka kita harus mengetahui bahwa yang dimaksud relevan
adalah hal-hal terkait dengan nilai prediktif dan nilai konfirmasi. Artinya informasi keuangan
mempunyai nilai prediktif jika mampu memberikan prediksi berkaitan dengan posisi investor
dalam membentuk ekspetasi mereka tentang masa depan perusahaan. Dan konfirmasi artinya
membantu pengguna mengkonfirmasi atau mengkoreksi harapan sebelumnya tentang
kemampuan perusahaan. Lalu yang dimaksud dengan realibitas adalah sejauh mana
pelaporan keuangan itu handal menunjukkan kondisi sebenarnya. Informasi dianggap dapat
diandalkan jika itu dengan setia mewakili transaksi entitas dan peristiwa yang harus bebas
dari bias dan kesalahan yang tidak semestinya. Keduanya adalah sama-sama penting,
kehandalan akan sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan saat ini dan relevansi akan
sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan di masa yang akan datang sehingga keduanya
akan sama sangat penting dalam kualitas infomasi keuangan.

6. Apakah tujuan yang tepat dari tujuan pelaporan keuangan bertujuan umum (GPFR)?
Manakah yang menunjukkan cakupan dalam kerangka kerja konseptual?

Tujuan dari GPFR ada dua yaitu tujuan tradisional yaitu untuk memungkinkan orang luar
dalam menilai pengelolaan manajemen dan tujuan umum akhir dari pelaporan keuangan yang
adalah untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi pengguna laporan. Kedua tujuan
tersebut sangat mungkin dan tepat menurut kerangka kerja konseptual. Berdasarkan SAC
nomer 2 dapat disimpulkan bahwa tujuan GPFR yang mencakup dalam kerangka kerja
konseptual adalah untuk memberikan informasi kepada pengguna yang berguna untuk
membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya yang langka.

7. Manakah grup di dalam masyarakat yang diuntungkan dari pengembangan kerangka kerja
konseptual akuntansi?

Menurut perspektif kerangka IASB pihak yang diuntungkan dari hal tersebut adalah investor,
karyawan, pemberi pinjaman, pemasok, pelanggan, pemerintah, lembaga dan masyarakat.
Menurut perspektif AS dalam SFAC 1, fokus utamanya adalah investor sekarang dan
potensial dan pengguna lain yang memiliki kepentingan keuangan terkait. Menurut perspektif
Inggris pihak yang diuntungkan adalah semua kelompok yang terkena dampak operasi
organisasi yang memiliki hak untuk informasi mengenai entitas pelaporan yang tidak selalu
berhubungan dengan keputusan alokasi sumber daya.

8. Akankah kamu menganggap kerangka kerja konseptual mensukseskan pencapaian tujuan


mereka? Mengapa?

Ya, kerangka kerja konseptual akan mampu membantu entitas dalam menghasilkan laporan
keuangan yang berkualitas tinggi. Ada 3 bagian dari kerangka konseptual pelaporan keuangan
yang mampu mensukseskan pencapaian tujuan entitas. Bagian pertama, menjelaskan tentang
tujuan dari pelaporan keuangan yang secara lengkap tertera pada Statement of Financial
Accounting Concepts No.1-Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises (SFAC
No.1). Bagian kedua menekankan pada karakteristik dalam pelaporan keuangan yang
dijelaskan pada SFAC No.2 Qualitative Characteristics of Accounting Information, dan
elemen dalam laporan keuangan yang dijelaskan pada SFAC No.6 Elements of Financial
Statement. Bagian yang ketiga adalah menjelaskan tentang asumsi-asumsi yang mendasari
pelaporan keuangan, prinsip-prinsip dalam pelaporan keuangan dan kendala-kendala yang
ada pada SFAC No.2 dan SFAC No.7 Using Cash Flow Information and Present Value in
Accounting Measurements. Apabila ketiga bagian itu dilaksanakan maka tentu informasi
keuangan yang dihasilkan entitas akan membantu mensukseskan pencapaian tujuan mereka.

9. Kerangka kerja konseptual menyediakan persepsi dalam hubungan dengan permasalahan


pengukuran, mengapa kamu berpikir ini adalah kasus?

Karena persepsi yang diberikan oleh kerangka kerja konseptual sangat terbatas dalam
hubungan dengan pengukuran. Contohnya aset dan liabilitas seringkali diukur pada variasi
yang berbeda yang mungkin berdampak langsung pada implikasi pelaporan laba. Ini akan
menjadi kasus sendiri bagi suatu perusahaan dalam tujuannya memberikan informasi yang
berguna bagi pengambilan keputusan pihak berkepentingan. Contoh kasusnya sebagai berikut
menurut IASB terdapat dua prinsip pengukuran yaitu cost principle yang mensyaratkan
perusahaan untuk melaporkan semua aset dan kewajibannya atas dasar harga perolehan dan
fair value principle yang menggunakan nilai wajar untuk menilai jumlah suatu aset dan
kewajiban. Informasi nilai wajar mungkin lebih berguna daripada biaya historis untuk
beberapa jenis aset dan kewajiban dalam industri tertentu. Maka dari itu, IASB memberikan
perusahaan pilihan tetapi pilihan tersebut menjadi masalah yaitu di satu pihak dewan
menganggap nilai wajar lebih relevan dari biaya historis karena menunjukkan nilai tunai
setara saat ini dari instrumen keuangan perusahaan dan di pihak yang lain prinsip biaya
historis terus menjadi dasar penting untuk pencatatan dan pelaporan sehingga hal tersebut
akan menjadi masalah ketika nilai wajar aset juga terus berubah.

10. Hines (1989, hal 89) berpendapat bahwa kerangka kerja konseptual adalah manuver
strategis untuk menyediakan legitimasi dewan standar dalam menghadapi ancaman intervensi
pemerintah.

Dasar dari argumennya adalah bahwa kerangka kerja konseptual mengutamakan kualitas
tertentu yang dianggap sebagai pusat untuk profesi yang sah. Kualitas tersebut termasuk
objektivitas, netralitas, faithful representation, dan kehandalan. Kehilangan dari adanya badan
formal berpengetahuan dapat merusak integritas profesi. Jika sekelompok profesional yang
berusaha untuk mengatur diri sendiri dapat menunjukkan bahwa mereka dapat bertindak
maka hal tersebu dapat menjadi pertahanan terhadap intervensi luar. Kaitannya dengan
sejarah adalah tidak ada sejarah kerangka kerja konseptual yang menyediakan dukungan
penuh untuk perspektif Hines. Kasus Canadian Institute of Chartered Accountants yang
bekerja pada tahun 1980 dan 1986 adalah kasus untuk mendukung pandangan bahwa
pekerjaan hanya dimulai ketika badan berada di bawah ancaman. Fakta bahwa dewan standar
juga tidak memberikan bimbingan definitif dalam kaitannya dengan masalah pengukuran
juga bisa memberikan dukungan untuk posisi Hines. Jika dewan standar mengharuskan salah

satu metode dalam preferensinya maka dapat dibayangkan hal tersebut akan mendapatkan
kritik dari banyak anggota masyarakat yang mungkin melemahkan posisi dewan standar itu
sendiri nantinya.

11. Laporan perusahaan menurut UK adalah diutamakan untuk hak publik dalam
mendapatkan informasi. Bagaimana ini berbeda dari perspektif yang diadopsi oleh kerangka
kerja konseptual lainnya?

Pemikiran di UK tersebut berawal dari identifikasi pengguna dan tujuan dari disediakan
laporan keuangan oleh perusahaan. Laporan keuangan disediakan sebagai bentuk kepedulian
dalam menangani hak-hak masyarakat untuk akses mereka terhadap informasi keuangan yang
mana awalnya isi umumnya tidak diterima oleh profesi akuntansi. Kerangka konseptual di AS
dan Australia hanya berfokus pada kepentingan pihak investor yang berhubungan langsung
dengan perusahaan tetapi menurut UK, semua kelompok yang terkena dampak operasi
organisasi memiliki hak untuk informasi mengenai entitas pelaporan sehingga inilah menjadi
perspektif utama tercetus kerangka kerja IASB.

12. Hines (1991) menyatakan bahwa dalam mengkomunikasikan realitas, akuntan secara
simultan menciptakan realitas.

Yang dimaksud dari pernyataan tersebut adalah ketika akuntan membuat laporan keuangan
maka laporan keuangan tersebut didasarkan pada proses pelaporan kejadian nyata dalam
proses bisnis entitas. Akuntan diharapkan dapat mengkomunikasikan hal yang realitas dalam
bisnis secara simultan secara tidak langsung melalui laporan keuangan.

13. Dalam bab ini telah didiskusikan bahwa bagaimana dewan standar menemukan kesulitan
untuk mendapatkan dukungan dalam pengembangan praktik yang telah ada. Mengapa ini
menjadi masalah dan bagaimana anda berpikir bahwa kekurangan dari dukungan akan
berpengaruh dalam adopsi strategi oleh dewan standar akuntansi?

Hal tersebut menjadi masalah dikarenakan tanpa dukungan dari masyarakat pengguna dan
akuntan maka kerangka kerja konseptual yang dibuat akan menjadi kerangka kerja yang
cenderung untuk kegunaan pihak-pihak yang ikut terlibat dalam penyusunannya saja.
Keuntungan yang dihasilkan dari standar juga menjadi tidak maksimal. Akhirnya hal tersebut
berpengaruh dalam pengambilan keputusan dewan standar dimana mereka perlu mengikuti
apa yang didukung oleh praktik pada umumnya agar dewan standar tidak mendapatkan
permasalahan pada badannya. Karena menurut Horngren (1981) sejalan dengan argument
dari Hines adalah lebih penting bagi kelangsungan hidup suatu badan untuk menetapkan
standar yang dapat menyelesaikan konflik pendapat daripada menciptakan konflik pendapat
lainnya. Ketika dewan standar menciptakan standar yang tidak didukung oleh umum maka
kemungkinan intervensi pemerintah atas standar akan semakin besar.