Anda di halaman 1dari 18

TEORI BARANG

SWASTA
Afifa Khusna R. 2823123001
Dewi Sinta W.

2823123029

Teori Barang Swasta


Barang swasta adalah barang-barang yang
dapat disediakan melalui sistem pasar. Sistem
pasar dapat menyebabkan alokasi sumbersumber ekonomi secara efisien. Barang swasta
memiliki ciri-ciri yaitu, excludability dan rivalry

Konsep Kepemilikan Umum

Kepemilikan umum adalah benda-benda yang telah telah


dinyataka oleh syari sebagai benda-benda yang dimiliki
komunitas secara bersama-sama dan tidak boleh dikuasai
hanya seorang saja.

Dalam
kepemilikan
umum
kepemilikan public antara lain

ada

beberapa

kriteria

1.fasilitas dan sarana umum


2.barang yang kepemilikannya tidak boleh dikuasai individu
3.barang tambang dalam jumlah besar

Efisiensi konsumen
Asumsi dalam analisis efisiensi konsumen
1. Dalam masyarakat hanya ada dua konsumen,
A dan B.
2. Hanya ada dua barang swasta yg tersedia,
makanan (M) dan Pakaian (P).
3. Distribusi pendapatan sudah tertentu

Analisis Diagram Kotak


Konsumen
Titik T bukan merupakan titik optimum; konsumen (A dan B) masih
dapat mengubah kombinasi konsumsinya ke titik F atau D.
T ke D, kepuasan konsumen A bertambah.
T ke F, kepuasan konsumen B bertambah.
Titik-titik D dan F merupakan kondisi pareto optimum, yaitu
tempat kedudukan di mana seorang konsumen tidak dapat
meningkatkan kepuasannya tanpa menyebabkan kepuasan
konsumen lain menjadi berkurang

Analisis Diagram Kotak


Konsumen
Garis OAOB merupakan garis kontrak yaitu garis di
mana pareto optimum terjadi.
Di titik mana sepanjang OAOB kedua konsumen A dan B
berakhir tergantung pada distribusi penghasilan awal
konsumen tsb.
Analisis di atas memecahkan masalah efisiensi dari segi
alokasi barang konsumsi antara kedua individu.
Analisis di atas tidak memecahkan masalah distribusi
barang yg dianggap adil.

Asumsi dalam analisis efisiensi


produsen
1.Dalam masyarakat hanya ada dua produsen.
2.Produsen menghasilkan dua jenis barang (X,
pakaian dan Y, makanan).
3.Hanya dua jenis faktor produksi yg digunakan
(Tanah, T dan Tenaga Kerja/ Buruh, B).

Analisis Efisiensi Optimum


Produsen
1. OXBT jumlah tenaga kerja dalam perekonomian.
2. OXTT jumlah tanah yang tersedia.
3. Pada titik D, jumlah tenaga kerja yg digunakan sebanyak OXB1
dan tanah yg digunakan sebanyak OXT1 untuk menghasilkan
pakaian sebanyak KPSX1.
4. Pada titik D, produsen makanan menggunakan tenaga kerja
sebanyak B1BT dan tanah sebanyak T1TT untuk menghasilkan
makanan sebanyak KPSy1.

Analisis Efisiensi Optimum


Produsen
1. Titik D bukan merupakan titik optimum karena dengan
merubah alokasi faktor produksi di antara kedua
produsen maka jumlah barang yg dihasilkan dapat
ditingkatkan.
2. D ke F, produksi pakaian bertambah.
3. D ke G, produksi makanan bertambah.
4. Titik-titik F dan G merupakan titik pareto efisiensi.
5. OXOY merupakan kurva kontrak di mana terdapat titik
pareto.

Kriteria Kompensasi
1. Pasar persaingan sempurna menyebabkan terjadinya pareto
optimum bagi konsumen dan produsen.
2. Namun definisi pareto yg demikian sangatlah sempit, sebab
setiap perubahan pasti ada pihak yg untung dan ada pihak yg
rugi.
3. Kaldor dan Hicks menyatakan bahwa setiap perubahan tetap
akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila pihak yg
dirugikan dapat memperoleh kompensasi atas kerugiannya tsb
sehingga ia berada pada tingkat kepuasan yg sama sedangkan
pihak yg untung mengalami kenaikan kesejahteraan.