Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL USAHA

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL


DENGAN SISTEM BOSTER

DI AJUKAN KEPADA:

Bapak Hutomo Mandala Putra

Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM)


Pembudidaya Ikan Lele
Jl. Gondang Timur IV No. 45A Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota
Semarang. Telp. 0821 1245 8507 E-Mail: aripanggih@gmail.com

RINGKASAN USULAN USAHA

A. MENEJEMEN

Nama Perusahaan

: Clarias Jaya

Nama Pemilik/ Pimpinan

: Ari Panggih Nugroho

Bidang Usaha

: Budidaya Perikanan

Jumlah Karyawan/ Tenaga Kerja

: 4 orang (Termasuk Pimpinan)

B. PEMASARAN

Produk Yang Dipasarkan

: Ikan Lele Konsumsi

Sasaran Konsumen/ Pembeli

: Pelaku Usaha Rumah Makan

Wilayah Pemasaran

: Kota Semarang dan sekitarnya

Rencana Penjualan/ Tahun

: 2.570 Kg / Tahun

Penetapan Harga Jual

: 12.000 / Kg

C. PRODUKSI/ OPERASI

Kapasitas Produksi

: 850 Kg / Siklus Panen

Ketersidiaan Bahan Baku

: Bibit Lele dari BBI

Fasilitas/ Sarana Produksi

: Kolam Terpal

Dampak Lingkungan

: Tidak berdampak pada


lingkungan

D. KEUANGAN

Total Pembiayaan Produksi

: Rp 8.483.000

Modal Sendiri

: Rp. 2.000.000,-

Pinjaman yang diajukan

: Tidak ada

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENGELOLA

1. Nama

: Ari Panggih Nugroho

2. Tempat tgl lahir

: Kutai, 22 Mei 1995

3. Agama

: Islam

4. No. HP

: 082112458507

5. Alamat Rumah

: Jl. Banjarsari No. 62 Tembalang Semarang

6. Alamat Tempat Usaha

: Jl. Gondang Timur IV No.45A Tembalang

7. Pendidikan Terakhir

: Semester 3 di Akuakultur FPIK UNDIP

8. Pelatihan yang telah diikuti

: Pemijahan dan Pembesaran Ikan Lele


Secara Alami di Laboratorium Basah FPIK
UNDIP 2014

9. Keterampilan

: Manajemen, IT, dan Budidaya Ikan

10. Kegiatan Sosial

: Aktif dalam Relawan Indonesia dan Forum


Anak Nasional

1. LATAR BELAKANG
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah di
Budidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau
Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan :
1) Dapat di Budidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan
padat tebar tinggi,
2) Teknologi Budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat,
3) Pemasarannya relatif mudah dan
4) Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Ikan lele adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai
ekonomis penting. Ikan lele juga adalah salah satu kelompok ikan yang
sangat di minati oleh masyarakat di Indonesia. Di Kota Semarang, Jawa
Tengah sendiri, ikan lele hampir dapat selalu di jumpai di rumah-rumah
makan sederhana.
Membudidayakan ikan lele sendiri tergolong mudah. Ikan lele dapat di
budidayakan di kolam tanah, semen, ataupun kolam terpal. Kolam terpal
adalah salah satu media budidaya yang baru dan diminati oleh para
pembudidaya. Keistimewaan dari kolam terpal sendiri adalah harganya murah
dan mudah untuk di pindah pindah dan di bersihkan.
Sistem boster adalah system budidaya ikan lele dengan cara
memanfaatkan mikroorganisme. Mikroorganisme yang di gunakan dalam
system boster bertujuan untuk meningkatkan jumlah padat terbar dan
mengurangi FCR (Food Convercation Rate) dari ikan lele. Mikroorganisme
boster akan menumbuhkan pakan alami pada air, meningkatkan oksigen
terlarut, dan mengurai hasil sisa dari lele (fases), sehingga mengurangi resiko
stress pada lele saat di lakukan padat tebar yang tinggi.
Dengan melakukan budidaya lele dengan memanfaatkan media kolam
terpal dan system boster, di harapkan produksi lele ini akan hemat biaya,
tempat, dan produksi lele konsumsi yang tinggi. Teknologi ini cenderung
baru bagi masyarakat pembudidaya lele tradisional, sehinggi besar harapan
kami usaha ini juga dapat menjadi inspirasi dan bahan pembelajaran bagi
pembudidaya lele di sekitar lokasi usaha.

2. STRUKTUR KEPEMILIKAN
Budidya lele Clarias Jaya didirikan dan dimiliki oleh 4 orang yang sangat
ahli dalam bidangnya masing-masing
ARI PANGGIH NUGROHO
Sebagai
General Manager

HAFIS FIRMANSYAH

KHAHAP NURFAN

TEGUH TEDI KURNIAWAN

Sebagai

Sebagai

Sebagai

Manager Resourse Development

Manager Pemasaran & Keuangan

Manager Administrasi & HRD

3. MANAGEMEN
Budidaya lele Clarias Jaya memiliki sebuah tim manajemen yang
cukup kuat, dengan Ari Panggih Nugroho sebagai General Manager yang
telah punya banyak pengalaman dalam berbisnis yang bertanggung jawab
pada controlling manager serta pengembagan usaha. Khahap Nurfan Sebagai
Manager Keuangan yang memiliki kemampuan ekonomi dan akuntansi
berbasis syariah yang cukup memadai, dan Teguh Tedi sebagai Manager
Administrasi & HRD yang bertanggung jawab pada kepegawaian, keamanan
kolam dan rencana pengembangan usaha serta yang tidak kalah penting
adalah Hafis Firmansyah sebagai Manager Resource Development yang
bertanggungjawab pada pembesaran lele yang meliputi pembelian benih lele,
proses pembesaran lele, antisipasi & penanggulangan penyakit serta link
penjualan ketika lele sudah besar
Kami berempat adalah mahasiswa dari Program Studi Budidaya
Perairan (Akuakultur) Universitas Diponegoro yang sudah komitmen untuk
menjalankan dan mengembangkan bisnis ini dengan sungguh-sungguh, setiap
dari kami memiliki keunggulan masing-masing dibidangnya sehingga
menjadikan kami tim yang saling melengkapi, solid, amanah dan bertanggung
jawab.

4. VISI & MISI

4.1 Visi
Menjadi satu-satunya perusahaan yang bergerak dibidang peternakan lele
dengan media kolam terpal dan system boster yang amanah, sinergi dan
profitable.

4.2 Misi
a. Menjadi salah satu perusahaan yang menyuplai kebutuhan lele di Kota
Semarang
b. Membudidayakan lele yang berkualitas tinggi yaitu sehat dan murah
dengan media kolam terpal dan system boster.
c. Menjadi lahan berbagi ilmu perikanan kepada masyarakat sekitar.

5. FAKTOR KUNCI SUKSES


Kunci keberhasilan bagi Budidaya lele Clarias Jaya adalah :

Budidaya menggunakan bibit lele sangkuriang yang merupakan bibit


unggul di daerah Kota Semarang

Keadaan kolam yang strategis dan higeinis yaitu ditengah perkampungan


dan media kolam terpal yang mudah di bersihkan serta perawatan yang
berkala.

Menggunakan system budidaya intensif dengan menggunakan system


boster.

Manajemen keuangan dan sumber daya manusia yang profesional

Disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan setiap pekerjaan


yang ditanggung

6. GAMBARAN UMUM BENTUK USAHA


Kami adalah perusahaan yang bergerak dalam budidaya lele. Kami
memiliki sumberdaya-sumberdaya manusia yang handal dan memiliki
kapabilitas di dalamnya. Dari mulai menejerial, pengembangan, dan teknis
lapangan.

Dalam budidaya lele kami menggunakan metode pembudidayaan


intensif dengan menggunakan system boster yang memungkinkan kami
menggunakan padat tebar yang tinggi pada setiap kolamnya. Dalam setiap
siklus panen budidaya ini adalah 3 bulan dengan ukuran lele 1 kilo gram isi 7
ekor lele (Size 7). Dalam budidaya ini kami memprediksi SR (Survival Rate/
Keberhasilan Hidup) lele adalah 80%, sehingga pada setiap kolam dengan
ukuran 3x3 yang kami isi bibit lele sebanyak 3.500 lele mendapatkan hasil
panen sebanyak 3000 Kg/ Kolam/ 3 bulan.
Untuk tenaga ahli kami memiliki orang yang sudah sangat
berpengalaman baik secara teori maupun praktek dilapangan yang kami
peroleh dari Universitas Diponegoro yang merupakan Universitas ternama di
Indonesia sehingga sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam
budidaya dan pemanfaatan lele kedepan.
7. ANALISIS PERSAINGAN
7.1 Pesaing
Banyaknya

petani

yang

memBudidayakan

lele

di

daerah

KotaSemarang tidak membuat kami pesimis karena faktanya lele yang


dikonsumsi sehari-hari masih disuplay dari luar Kota Semarang sehingga
suplay dari Kota Semarang sendiri masih kurang.

6.2 Resiko atau Hambatan


Resiko yang dipertimbangkan dalam memulai dan mengembangkan
usaha ini adalah :
Hama penyakit yang ada ketika Budidaya berlangsung.
tingkat mortalitas yang tinggi.
Kedua resiko ini dapat diminimalisir dengan cara perawatan yang baik
dan benar oleh ahlinya.

8. ANALISIS SWOT
Kelebihan
1. Masih tingginya permintaan pasar terhadap lele terlihat dari mahalnya
harga lele di pasar.

2. Masih impornya perikanan Semarang terutama lele dari luar kota


3. Masih minimnya petani lele dengan media terpal dan system boster.
Kekurangan
1. Jauhnya jarak antara tengkulak dengan tambak menambah biaya
transportasi.
2. Angka penyusutan penjualan yang dikarenakan jauhnya jarak ke
tengkulak sehingga banyaknya lele yang mati membuat pengurangan
nilai produksi.
Ruang kesempatan yang tersedia
1. Banyaknya penjual lele di pasar menjadi nilai tambah karena berarti
lele masih mudah dalam pemasaran.
2. Banyaknya rumah makan yang terdapat di Kota Semarang yang
menyediakan olahan Lele.
Ancaman dan penanggulangannya
1. Hama seperti luak dan ular menjadi penting untuk di khawatirkan
karena dapat menurunkan jumlah produksi. Untuk itu kami
menanggulanginya dari membuat pagar dan menutupi kolam dengan
jaring hingga mengurangi jumlah kerugian yang dihasilkan karena
kemungkinan terserang oleh hama ini.
2. Penyakit juga biasa meyerang perikanan. Untuk itu kami menganggap
penting untuk menganalisis kualitas air dan kemungkinan tumbuhnya
penyakit dikarenakan adanya bibit2 penyakit, juga persiapan lahan
yang matang menjadi salah ssatu faktor penekatan terhadap
penyerangan penyakit ini. Kami juga mengadakan pemeriksaan rutin
terhadap lele dikarenakan kemungkinan terserang wabah juga besar
sehingga penting untuk segera ditanggulangi

9. ANALISIS KEUANGAN
7.1 Modal
Ada dua jenis pengeluaran dalam bisnis lele, biaya awal dan biaya
operasional. Perincian biaya awal dan biaya operasional antara lain sebagai
berikut:
- Biaya Awal
Biaya awal adalah biaya yang hanya dikeluarkan satu kali, perinciannya
sebahai berikut:
No

Nama
Kolam Terpal
1
(Rangka Besi & Terpal)
ukuran 3x3
Pagar, pipa paralon, selang
2
dan Jembatan
Jaring paranet dan jaring
3
serokan
4
Pompa Sirkulasi
Jumlah

Jumlah

Satuan

Harga satuan

Total

set

Rp 1.200.000,-

Rp 2.200.000,-

set

Rp 300.000,-

Rp 600.000,-

Set

Rp 300.000,-

Rp 600.000,-

Set

Rp 150.000,-

Rp 300.000,Rp 2.700.000,-

- Biaya Operasional
Biaya operasional dibagi menjadi 2 yaitu biaya operasional awal dan biaya
operasional berjalan. Pada masa pembesaran membutuhkan biaya operasional
awal dan biaya operasional berjalan, sedangkan pada masa peternakan hanya
biaya operasional berjalan.
No

Nama
Biaya operasi awal
1 lele pembesaran ukuran
Biaya operasi berjalan
2 kapur
3 garam
4 pupuk
5 Bakteri Boster
5 Pakan (Pelet)
Jumlah

Jumlah satuan
7000 ekor
2
25
64
2
550

sak
kg
kg
Botol
kg

harga satuan
Rp

150,-

Rp 1.000.000,-

Rp
4.000,Rp
1000,Rp 10.000,Rp 150.000,Rp. 7.000,-

Rp
8000,Rp 25.000,Rp 600.000,Rp 300.000,Rp 3.850.000,Rp 5.783.000,-

Sehingga modal yang dibutukan meliputi:


Biaya Awal + Biaya Operasional = Modal

Rp 2.700.000,-+ Rp 5.783.000,- = Rp 8.483.000,7.2 Keuntungan

Total

Dari investasi awal tersebut maka dapat dihitung cash flow (dengan asumsi bahwa
minimal lele panen 3 kali dalam setahun dan jumlah tingkat kehidupan 80%)
Bibit

Tingkat
kehidupan

7000

80%

Jumlah 7 lele per kg

850

Harga/Kg

Total

Rp 12.000,-

Rp 10.200.000,-

Maka Keuntungan bersih yang didapat pada panen pertama adalah


= Keuntungan modal awal
= Rp 10.200.000,- Rp 8.483.000,= Rp 171.7000,Jadi terlihat pada panen pertama saja kita sudah dapat balik modal dan
bahkan sudah memiliki keuntungan sebesar = Rp 171.7000,Pada panen kedua dan ketiga keuntungan bersih yang didapat persekali
panen adalah
= Keuntungan Biaya operasional total
= Rp 10.200.000, Rp 5.783.000,= Rp 4.417.000,Keuntungan bersih yang didapat pada periode panen kedua dan ketiga
adalah sama yakni sebesar = Rp 4.417.000,-/panen.
Sehingga keuntungan bersih sebelum zakat pertahun adalah akumulasi
keuntungan bersih pada:
= Panen Pertama + Panen Kedua + Panen Ketiga
= Rp 171.7000,- + Rp 4.417.000,- + Rp 4.417.000,= Rp

10.551.000,-

Keuntungan sebesar 10 juta rupiah per tahun di tahun pertama menurut


kami adalah suatu pencapaian yang baik mengingat kami di tahun pertama ini
hanya menggunakan 2 kolam. Terlebih lagi, Keuntungan kami sebesar 10 juta
rupiah pertahun ini sudah bisa membalik modal awal sebesar 2 kali lipat.
Untuk tahun berikutnya, kami berupaya untuk menaikan produksi dengan
menambah beberapa kolam lagi dengan upaya mandiri dari keuntungan yang kami
peroleh di tahun sebelumnya.
Kami juga berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha budidaya ikan
lele ini bersama masyarakat sekitar kami dengan ikut serta melakukan
pembelajaran dan pengawasan dengan ilmu yang kami miliki.