Anda di halaman 1dari 3

ANATOMI

Secara anatomi telinga terdiri atas : telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga luar terdiri atas daun telinga dan liang telinga sampai membrana timpani. Daun telinga
terdiri atas tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga berbentuk lurus pada saat anak-anak
sampai berumur 9 tahun yang perlahan berubah menjadi huruf S, panjangnya kira-kira 2 -2
cm, dengan volume 1-2 ml. Disertai dengan rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar,
sedang dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri atas tulang. 2
Liang telinga sebenarnya mempunyai lapisan kulit yang sama dengan lapisan kulit pada
bagian tubuh lainnya yaitu dilapisi epitel skuamosa. Kulit liang telinga merupakan lanjutan kulit
daun telinga dan kedalam meluas menjadi lapisan luar membran timpani. Lapisan kulit liang
telinga luar lebih tebal pada bagian tulang rawan dari pada bagian tulang. Pada liang telinga
rulang rawan tebalnya 0,5 1 mm, terdiri dari lapisan empidermis dengan papillanya, dermis dan
subkutan merekat dengan perikondrium. Lapisan kulit liang telinga bagian tulang mempunyai
yang lebih tipis, tebalnya kira-kira 0,2 mm, tidak mengandung papilla, melekat erat dengan
periosteum tanpa lapisan subkutan, berlanjut menjadi lapisan luar dari membran timpani dan
menutupi sutura antara tulang timpani dan tulang skuama kulit ini tidak mengandung kelenjar
dan rambut. Epidermis dari liang telinga bagian tulang rawan biasanya terdri dari 4 lapis
yaitu sel basal, skuamosa, sel granuler dan lapisan tanduk.7,8

gambar 1Coronal section of the ear canal. The skin of the cartilaginous and osseous canals are
magnified.(Reproduced, with permission, from Lucente F, ed. The External Ear. Copyright Elsevier,
1995.)

Bentuk dari daun telinga dan liang telinga luar menyebabkan benda asing, serangga, dan air sulit
memasuki liang telinga bagian tulang dan mencapai membrane timpani. Orifisium dan liang
telinga luar yang kecil dari tumpang tindih antara tragus dan antitragus merupakan garis
pertahanan pertama terhadap kontaminasi dari liangtelinga dan trauma membran timpani. Garis
pertahanan kedua dibentuk oleh tumpukan massa serumen yang menolak air, serumen yang
diproduksi bervariasi pada tiap individu.serumen biasanya bersifat asam(ph 4-5), sehingga
mencegah munculnya pertumbuhan bakteri dan fungi.bentukan wasx yang ada pada serumen
melindungi epitelum di bawahnya dari maserasi atau rusaknya kulit.

yang mengisi sebagian liang telinga bagian tulang rawan tepat dimedial orifisium liang
telinga. Garis pertahanan ketiga rawan dan bagian tulang liang telinga, hal ini sering lebih
terbentuk oleh dinding liang telinga yang cembung. Penyempitan ini membuat sulitnya serumen
menumpuk atau benda asing memasuki lumen liang telinga bagian tulang dan membrane
timpani.8,9

ETIOLOGI DAN PREDISPOSISI


Berbagai jenis jamur dapat menginfeksi liang telinga seperti Aspergillus, Candida,
Penicillium, Mucor dan Rhizopus.10,15,16,17. Namun Aspergillus dan Candida merupakan jenis
jamur yang paling sering menyebabkan otomikosis. 11,12,13Sedangkan spesies

Aspergillus

terbanyak Aspergillus niger dan spesies Candida terbanyak adalah Candida albican.13
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur Aspergillus niger

menghasilkan

eksudat yang bewarna kehitaman. Aspergillus flavus menghasilkan eksudat yang bewarna
kekuningan, Aspergillus fumigatus menghasilkan eksudat yang bewarna abu-abu. Sedangkan
Candida albicans menghasilkan eksudat yang bewarna putih kehijauan.15
Jenis jamur yang terbanyak dijumpai sebagai penyebab infeksi

telinga adalah

Aspsergillus niger sebanyak 90 % kasus, sedangkan penyebab nomor dua terbanyak adalah
Candida albicans.13 Dari penelitian di India tahun 2000 didapatkan bahwa penyebab
otomikosis

adalah Aspergillus fumigatus (41,1%). Aspergillus niger (36,9) dan Candida

albicans (8.2%).1

Sjarifuddin membagi faktor predisposisi penyakit jamur menjadi 2 bagian yaitu faktor
predisposisi fisiologi dan faktor predisposisi patologis :
a.

Predisposis fisiologi
Yang dimaksud dengan faktor predisposisi fisiologi ialah keadaan tubuh yang
menyuburkan pertumbuhan jamur, namun tidak dapat diatasi karena merupakan keadaan
fisilogis seperti kehamilan dan usia
b Predisposisi patologi
Faktor predisposisi patologis ialah berbagai keadaan yang mengubah tubuh seseorang
penderita sedemikian rupa sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan memudahkan
masuknya jamur tersebut ke dalam jaringan. Faktor faktor tersebut dapat berupa keadaan
umum yang jelek dan penyakit-penyakit tertentu seperti: diabetes melitus, leukemia,
keganasan dan lain-lain, dan juga pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang seperti
antibiotik dan kortikosteroid.10,12,14
Pathophysiology2,19
Patofisiology dari otomikosis menyerupai dengan otitis externa oleh bakteri.berdasarkan
penyebabnya dapat dikatergorikan sebagai
obstruksi oleh serumen, sufreexostosis, liang telinga pendek atau liang yang
berliku-liku yang dapat menimbulkan retensi air( berkurangnya kadar air)
tidak adanya serumen oleh karena pembersihan liang telinga yang terlalu sering
juga akibat paparan air yang sering pada orang yang senang berenang
trauma pad liang telinga yang tekontaminasi oleh jamur maupun bakteri
perubahan Ph dari liang telinga oleh pada orang yang immunokompromised
(salah satunya diabetes mellitus)
penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama pada otitis media supuratif
kronik yang mematikan flora normal di liang telinga.
Yang mana semuanya meningkatkan keadaan untuk tumbunhy jamur.