Anda di halaman 1dari 2

SOP ASUHAN GIZI

Nomor Dokumen:

Nomor Revisi:

1/2

PUSKESMAS
DUMBAYABULAN
Tim Penyusun :

Halaman :

Tanggal Terbit :

Tangggal Revisi :

Kepala Puskesmas Dumbayabulan

Felmy S Kude, SKM


Dr. Rahayu Tulen
Djeprianto Kamaru,

Revisi Ke :

AMG

Felmy S Kude, SKM

NIP. 19670825 198901 2 001

A. TUJUAN PROSEDUR
Agar setiap pasein dapat dipenuhi kebutuhan zat gizinya secara optimal
B. PENJELASAN SINGKAT TENTANG PROSEDUR

Adalah serangkaian kegiatan yang terorganisir / terstruktur yangmemungkinkan untuk


indentifikasi kebutuhan gizi dan penyediaan asuhan untuk memenuhi kebutuhan tersebut
C. PERATURAN DAN KEBIJAKAN INTERN TERKAIT PROSEDUR INI

1. Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan


Nasional
2. Undang - Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang
Perencanaan dan Penganggaran Bidang Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang
Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk
Teknis Bantuan Operasional Kesehatan
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2015 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat
D. PROSEDUR

1. Ahli gizi mempersilahkan pasien yang datang ke ruangan konseling gizi untuk masuk dan
duduk di tempat yang telah disediakan
2. Ahli gizi melakukan pengkajian status gizi pasien meliputi tinggi badan, berat badan, umur,
kebiasaan makan, serta riwayat gizi (alergi makanan)
3. Ahli gizi menentukan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizi dan penyakit yang diderita
pasien
4. Ahli gizi menentukan macam dan jenis diet sesuai dengan status gizi dan penyakitnya serta
cara pemberian makanan kepada pasien
5. Ahli gizi melakukan konseling gizi kepada pasien dan keluarganya
6. Ahli gizi mengisi leaflet masing-masing pasien sesuai diagnose gizi
7. Ahli gizi melakukan pemantauan dan evaluasi serta tindak lanjut terapi gizi dengan
menyarankan kepada pasien untuk melakukan kunjungan ulang dan bila diperlukan ahli
gizi melakukan kunjungan ke rumah pasien.
E. KETERLIBATAN PIHAK LAIN DALAM PELAKSANAAN PROSEDUR

Petugas Gizi
F. FORMULIR, DOKUMEN ATAU BLANGKO

Register Gizi
G. LAPORAN YANG DIHASILKAN

Laporan Gizi

H. KAITAN DENGAN PROSEDUR LAIN

SOP Pasien Rawat Jalan, SOP Pasien Rawat Inap


I. LAMPIRAN
J. REFERENSI