Anda di halaman 1dari 67

BAB II

TINJAUAN KAIDAH DAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

2.1.

TINJAUAN

KAIDAH

PERENCANAAN

PEMBANGUNAN

JANGKA

MENENGAH DAERAH

 

2.1.1.

Pengertian

Dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Pasal 5 Ayat 2), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memeperhatikan RPJM Nasional, memuat arah kebijakan keuangan Daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan keuangan Daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 1

Merujuk pada ketentuan mengenai pengertian tersebut, maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang didefinisikan sebagai “dokumen perencanaan Kabupaten Serang untuk periode 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memeperhatikan RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi Banten, memuat arah kebijakan keuangan Daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan keuangan Daerah, strategi pembangunan Daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif”.

Sebagaimana definisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maka dapat disimpulkan bahwa RPJMD merupakan bagian penting dari keterkaitan sistem perencanaan pembangunan dengan penganggaran. RPJMD diharapkan dapat menunjukan kesadaran dan memberikan perhatian pada isu dan permasalahan pengelolaan keuangan daerah. Posisi RPJM dalam keterkaitan Sistem Perencanaan dan Penganggaran digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Keterkaitan Sistem Perencanaan dan Penganggaran

Mengacu RPJPD RPJPN 20 tahun Berpedoman Berpedoman 20 tahun Memperhatikan Berpedoman Berpedoman RPJMN RPJM
Mengacu
RPJPD
RPJPN
20 tahun
Berpedoman
Berpedoman
20 tahun
Memperhatikan
Berpedoman
Berpedoman
RPJMN
RPJM
Renstra
5 tahun
Renstra
5 tahun
SKPD
Dijabarkan
Dijabarkan
K/L
5 tahun
1 tahun
Berpedoman
1 tahun
5 tahun
Berpedoman
Diserasikan Musrenbang
Renja
RKPD
RKP
Renja
SKPD
Mengacu
Mengacu
K/L
1 tahun
1 tahun
1 tahun
Dibahas
bersama
KUA
PPAS
DPRD
NOTA KESEPAKATAN PIMPINAN
DPRD DGN KDH
RKA-SKPD
PEDOMAN
PENYUSUNA
KUA
TAPD
PPAS
TAPD
= Kebijakan umum anggaran
= Prioritas pagu anggaran sementara
= Tim anggaran Pemda
RKA-SKPD = Rencana kerja dan anggaran
RAPERDA
satuan kerja perangkat daerah
APBD
1 tahun

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 2

2.1.2.

Kedudukan

Sesuai dengan salah satu asas sistem perencanaan pembangunan nasional (SPPN), bahwa perencanaan pembangunan nasional disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan. Sementara itu, ditetapkan pula salah satu tujuan SPPN yaitu menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antardaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah. Selanjutnya, kedudukan RPJM Daerah Kabupaten Serang berdasarkan keterkaitannya dengan dokumen perencanaan antar pusat dan daerah, menurut hasil interpretasi terhadap ketentuan didalam UU No. 25 Tahun 2004 dan PP No. 8 Tahun 2008 adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2 Kedudukan RPJMD Kabupaten Serang Dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah

2.1.3. Tahapan
2.1.3. Tahapan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 3

Mengacu pada ketentuan dalam PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, maka tahapan penyusunan RPJM Daerah meliputi:

1. Penyusunan Rancangan Awal RPJM Daerah;

Bappeda menyusun rancangan awal RPJMD.

RPJMD memuat visi, misi dan program kepala daerah.

Rancangan awal RPJMD berpedoman pada RPJPD dan memperhatikan RPJM Nasional, kondisi lingkungan strategis di daerah, serta hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya.

Kepala SKPD menyusun Rancangan Renstra-SKPD sesuai dengan rancangan awal RPJMD.

Rancangan Renstra-SKPD disampaikan oleh Kepala SKPD kepada Bappeda.

Bappeda menyempurnakan rancangan awal RPJMD menjadi rancangan RPJMD dengan menggunakan rancangan Renstra-SKPD sebagai masukan.

2. Penyelenggaraan Musrenbang RPJM Daerah;

Musrenbang dilaksanakan untuk membahas rancangan RPJMD.

Musrenbang dilaksanakan oleh Bappeda dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan.

Musrenbang dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan penyampaian, pembahasan dan penyepakatan rancangan RPJMD.

Pelaksanaan Musrenbang ditetapkan oleh kepala daerah.

3. Perumusan Rancangan Akhir RPJM Daerah;

Rancangan akhir RPJMD dirumuskan oleh Bappeda berdasarkan hasil Musrenbang.

Pembahasan rumusan rancangan akhir RPJMD dipimpin oleh Kepala Daerah.

4. Penetapan RPJM Daerah

RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Daerah setelah berkonsultasi dengan Menteri.

Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan paling lama 6 (enam) bulan setelah kepala daerah dilantik.

Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten/Kota disampaikan kepada gubernur dengan tembusan kepada Menteri.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 4

Gambar 2.3

Pendekatan dan Tahapan Penyusunan RPJMD

PENDEKATAN

Bottom Up Top Down, Teknokratik, Partisipatif

Partisipatif

Teknokratik, Partisipatif

Politik

TAHAPAN

Partisipatif Teknokratik, Partisipatif Politik TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan
Partisipatif Teknokratik, Partisipatif Politik TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan
Partisipatif Teknokratik, Partisipatif Politik TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan
Partisipatif Teknokratik, Partisipatif Politik TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan

Penyusunan

Rancangan Awal

Partisipatif Politik TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan Rancangan Akhir Penetapan

Pelaksanaan Musrenbang

TAHAPAN Penyusunan Rancangan Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan Rancangan Akhir Penetapan (Perda RPJMD) 2.2.

Perumusan

Rancangan Akhir

Awal Pelaksanaan Musrenbang Perumusan Rancangan Akhir Penetapan (Perda RPJMD) 2.2. TINJAUAN KEBIJAKAN

Penetapan

(Perda RPJMD)

2.2.

TINJAUAN KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

2.2.1.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-

2014

2.2.1.1.

Visi RPJMN Tahun 2010-2014

Keberhasilan penyelenggaraan pembangunan yang telah menuai beragam hasil pada periode 2004-2009, tentu harus terus dipelihara dan ditumbuhkembangkan. Capaian dan prestasi pembangunan di periode 2004-2009 itu, pada hakekatnya adalah salah satu modal dasar yang harus dilanjutkan untuk meraih capaian dan prestasi pembangunan yang lebih baik lagi pada periode lima tahun yang akan datang, 2010-2014. Pada periode 2010-2014, bangsa Indonesia harus terus berupaya keras untuk mencapai perbaikan di bidang kesejahteraan rakyat, membangun keadilan, penerapan tata kelola pemerintahan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 5

yang baik, peningkatan kualitas demokrasi, serta menjaga kesatuan dan keamanan negara.

Untuk itulah dalam periode 2010-2014 ini, maka ditetapkan visi pembangunan yakni Terwujudnya Indonesia Yang Sejahtera, Demokratis, Dan Berkeadilan”. Makna yang terkandung dalam visi terebut adalah sebagai berikut:

Kesejahteraan Rakyat Terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demokrasi Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis, berbudaya, bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia.

Keadilan Terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif, yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

2.2.1.2. Misi RPJMN Tahun 2010-2014

Misi pembangunan 2010-2014 adalah rumusan dari usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai visi Indonesia 2014, yaitu terwujudnya Indonesia Sejahtera, Demokratis dan Berkeadilan, namun tidak dapat terlepas dari kondisi dan tantangan lingkungan global dan domestik pada kurun waktu 2010-2014 yang mempengaruhinya. Misi pemerintah dalam periode 2010-2014 diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, aman dan damai, serta meletakkan fondasi yang lebih kuat bagi Indonesia yang adil dan demokratis. Usaha-usaha Perwujudan visi Indonesia 2014 akan dijabarkan dalam misi pemerintah tahun 2010-2014, yaitu sebagai berikut:

1. Misi 1 : Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa Indonesia yang sejahtera merupakan tujuan akhir dari pembentukan negara Indonesia. Kesejahteraan rakyat tidak hanya diukur secara material, tetapi juga secara rohani yang memungkinkan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 6

rakyat Indonesia menjadi manusia yang utuh dalam mengejar cita-cita ideal, dan berpartisipasi dalam proses pembangunan secara kreatif, inovatif, dan konstruktif.

Pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera mengandung pengertian yang dalam dan luas, mencakup keadaan yang mencukupi dan memiliki kemampuan bertahan dalam mengatasi gejolak yang terjadi, baik dari luar maupun dari dalam. Ancaman krisis energi dan pangan yang terjadi pada periode 2005-2008 dengan harga komoditas pangan dan energi mengalami gejolak naik dan turun secara amat tajam dalam kurun waktu yang sangat cepat, telah mengakibatkan banyak rakyat merasa terancam kesejahteraanya meskipun pemerintah telah berupaya melindungi masyarakat melalui kebijakan subsidi pangan dan energi yang sangat besar. Dengan demikian, membangun dan mempertahankan ketahanan pangan (food security) dan ketahanan energi (energy security) secara berkelanjutan merupakan salah satu elemen penting dalam misi mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia.

2. Misi 2 : Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi Indonesia telah tumbuh sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Proses demokrasi yang berjalan dalam lima tahun terakhir ini menunjukkan proses demokrasi yang makin matang dan makin dewasa. Meskipun demikian, masih diperlukan penyempurnaan struktur politik yang dititikberatkan pada proses pelembagaan demokrasi dengan menata hubungan antara kelembagaan politik dan kelembagaan pertahanan keamanan dalam kehidupan bernegara. Penyempurnaan struktur politik, juga harus dititik-beratkan pada peningkatan kinerja lembaga-lembaga penyelenggara negara dalam menjalankan kewenangan dan fungsi-fungsi yang diberikan oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan.

3. Misi 3 : Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang Pembangunan yang adil dan merata, serta dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa di berbagai wilayah Indonesia akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, mengurangi gangguan keamanan, serta menghapuskan potensi konflik sosial untuk tercapainya Indonesia yang maju, mandiri dan adil. Percepatan pembangunan dan pertumbuhan wilayah-wilayah strategis dan cepat tumbuh, perlu didorong sehingga dapat melahirkan rasa keadilan bagi masyarakat di berbagai daerah dengan mengembangkan wilayah-wilayah tertinggal di sekitarnya dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang sinergis, tanpa mempertimbangkan batas wilayah administrasi, tetapi lebih ditekankan pada pertimbangan keterkaitan mata-rantai proses industri dan distribusi. Upaya itu dapat

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 7

dilakukan melalui pengembangan produk unggulan daerah, serta mendorong terwujudnya koordinasi, sinkronisasi, keterpaduan dan kerja sama antarsektor, antarpemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung peluang berusaha dan investasi di daerah.

2.2.1.3. Agenda RPJMN Tahun 2010-2014

Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional 2010-2014, ditetapkan lima agenda utama pembangunan nasional tahun 2010-2014, yaitu sebagai berikut:

1. Agenda 1 : Pembangunan Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Agenda peningkatan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas dari pemerintah mendatang. Wujud akhir dari perbaikan kesejahteraan akan tercermin pada peningkatan pendapatan, penurunan tingkat pengangguran dan perbaikan kualitas hidup rakyat. Perbaikan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan melalui sejumlah program pembangunan untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja, termasuk peningkatan program di bidang pendidikan, kesehatan, dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

2. Agenda 2 : Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Perbaikan tata kelola pemerintahan yang baik menjadi isu yang penting dalam konteks nasional dan internasional. Krisis ekonomi yang lalu tidak terlepas dari buruknya tata kelola pemerintahan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Krisis keuangan global, juga tidak terlepas dari masalah ini. Oleh karena itu, negara- negara yang tergabung dalam G-20 sepakat untuk menempatkan perbaikan tatakelola pemerintahan menjadi salah satu agenda perbaikan untuk mencegah krisis berulang. Wujud dari perbaikan tata kelola pemerintahan ini antara lain dapat dilihat dari penurunan tingkat korupsi, perbaikan pelayanan publik, dan pengurangan ekonomi biaya tinggi.

Di sisi lain, indeks persepsi korupsi terus membaik secara signifikan. Hal ini memberikan indikasi bahwa upaya keras pemerintah untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan selama lima tahun terakhir telah berada pada arah yang benar. Meskipun demikian, capaian selama periode sebelumnya masih belum memadai. Perlu upaya yang lebih keras dan sistematis untuk memperbaiki praktik tata kelola pemerintahan ini.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 8

3. Agenda 3 : Penegakan Pilar Demokrasi Transisi dari kehidupan demokrasi masa lalu dengan segala keberhasilan dan kegagalannya menuju Indonesia masa depan yang lebih sejahtera, demokratis, dan adil menuntut penegakan pilar-pilar demokrasi yang lebih konsisten. Oleh karena itu agenda penegakan pilar demokrasi merupakan agenda yang tetap penting dalam periode 2010-2014.

Wujud dari Indonesia yang demokratis adalah penghargaan terhadap hak asasi manusia, terjaminnya kebebasan berpendapat, adanya checks and balances, jaminan akan keberagaman yang tercermin dengan adanya perlindungan terhadap segenap warga negara tanpa membedakan paham, asal-usul, golongan, dan gender.

4. Agenda 4 : Penegakan Hukum Sistem yang demokratis juga harus disertai tegaknya ”rule of law.” Oleh karena itu, agenda penegakan hukum masih merupakan agenda yang penting dalam periode 2010-2014. Wujud dari penegakan hukum adalah munculnya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia. Kepastian hukum akan memberikan rasa aman, rasa adil dan kepastian berusaha bagi masyarakat. Terkait dengan kepastian usaha, salah satu persoalan yang dianggap kerap menganggu masuknya investasi ke Indonesia adalah lemahnya kepastian hukum. Karenanya penegakan hukum akan membawa dampak yang positif bagi perbaikan iklim investasi yang pada gilirannya akan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia

5. Agenda 5 : Pembangunan yang Inklusif dan Berkeadilan Peningkatan kualitas pembangunan yang inklusif dan berkeadilan terus menjadi agenda prioritas dalam pemerintahan 2010-2014 mengingat pelaksanaan agenda keadilan sampai saat ini belum mampu mewujudkan sepenuhnya hasil yang diinginkan. Penyebabnya antara lain proses pembangunan yang tidak partisipatif belum banyak diterapkan sehinga keadilan dan keikutsertaan secara luas belum diterapkan. Perwujudan keadilan keikutsertaan dapat diwujudkan dalam berbagai dimensi. Dalam bidang ekonomi, keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk perbaikan, atau terjadinya proses afirmasi terhadap kelompok yang tertinggal, orang cacat, dan terpinggirkan. Dalam bidang sosial-politik, perwujudan keadilan keikutsertaan (inklusif) dapat berupa perbaikan akses semua kelompok terhadap kebebasan berpolitik, kesetaraan gender dalam politik dan penghapusan segala macam bentuk diskriminasi.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 9

2.2.1.4.

Sasaran Utama RPJMN Tahun 2010-2014

Persoalan dan dimensi pembangunan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia selalu berubah dan makin kompleks. Permasalahan dan tuntutan pembangunan yang dihadapi akan bertambah banyak, sedangkan kemampuan dan sumber daya pembangunan yang tersedia cenderung terbatas. Pemerintah harus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi tuntutan yang tidak terbatas dengan membuat pilihan dalam bentuk skala prioritas. Dalam menentukan pilihan tersebut, pemerintah bersikap realistis, dengan tidak membuat sasaran-sasaran yang sejak semula disadari tidak bisa dipenuhi. Adapun sasaran-sasaran utama pembangunan nasional 2010-2014 ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 2.1 Sasaran Utama Pembangunan Nasional RPJMN Tahun 2010-2014

NO.

PEMBANGUNAN

 

SASARAN

I.

SASARAN PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

 

1.

Ekonomi

 

a.

Pertumbuhan Ekonomi

Rata-rata 6,3 6,8 persen per tahun

Sebelum tahun 2014 tumbuh 7%

b.

Inflasi

Rata-rata 4 6 persen per tahun

c.

Tingkat Pengangguran (Terbuka)

5

6 persen pada akhir tahun 2014

d.

Tingkat Kemiskinan

8

10 persen pada akhir tahun 2014

2.

Pendidikan

Status Awal (2008)

Target Tahun 2014

a.

Meningkatnya rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas

 

7,50

8,25

b.

Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun ke atas (persen)

 

5,97

4,18

c.

Meningkatnya APM SDLB/MI/Paket A (persen)

 

95,14

96,00

d.

Meningkatnya APM SMP/SMPLB/MTs/Paket B (persen)

 

72,28

76,00

e.

Meningkatnya APK SMA/SMK/MA/Paket C (persen)

 

64,28

85,00

f.

Meningkatnya APK PT Usia 19-23 tahun (persen)

 

21,26

30,00

g.

Menurunnya disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antarwilayah, gender dan sosial ekonomi serta antarsatuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat

3.

Kesehatan

Status Awal (2008)

Target Tahun 2014

a.

Meningkatnya umur harapan hidup (tahun)

 

70,70

72,00

b.

Menurunnya angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup

 

228

118

c.

Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup

 

34

24

d.

Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita (persen)

 

18,4

< 15,0

4.

Pangan

 
 

a. Produksi Padi

Tumbuh 3,22 persen per tahun

 

b. Produksi Jagung

Tumbuh 10,02 persen per tahun

 

c. Produksi Kedelai

Tumbuh 20,05 persen per tahun

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 10

NO.

PEMBANGUNAN

SASARAN

d.

Produksi Gula

Tumbuh 12,55 persen per tahun

e.

Produksi Daging Sapi

Tumbuh 7,30 persen per tahun

5.

Energi

 

a.

Peningkatan kapasitas pembangkit listrik

3.000 MW per tahun

b.

Meningkatnya rasio elektifikasi

Pada akhir tahun 2014 mencapai 80%

c.

Meningkatnya produksi minyak bumi

Pada akhir tahun 2014 mencapai 1,01 juta barel per hari

d.

Peningkatan pemanfaatan energi panas bumi

Pada akhir tahun 2014 mencapai 5.000 MW

6.

Infrastuktur

 

a.

Pembnagunan jalan lintas sumatera, jawa, kalimantan, sulawesi, nusa tenggara barat, nusa tenggara timur dan papua

Hingga tahun 2014 mencapai sepanjang 19.370 km

b.

Pembangunan jaringan prasarana dan penyediaan sarana transportasi anatar-moda dan antar-pulau yang terintegrasi sesuai Sistem Transportasi Nasional dan Cetak Biru Transportasi Multimoda

Selesai tahun 2014

c.

Penuntasan pembangunan jaringan serat optik di Indonesia Bagian Timur

Selesai sebelum tahun 2013

d.

Perbaikan sistem dan jaringan transportasi di 4 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan)

Selesai tahun 2014

II.

SASARAN PERKUATAN PEMBANGUNAN DEMOKRASI

1.

Meningkatnya kualitas demokrasi Indonesia

Semakin terjaminnya peningkatan iklim politik kondusif bagi berkembangnya kualitas kebebasan sipil dan hak-hak politik rakyat yang semakin seimbang dengan peningkatan kepatuhan terhadap pranata hukum

Meningkatnya kinerja lembaga- lembaga demokrasi dengan indeks rata-rata 70 pada akhir tahun 2014

Menyelenggarakan pemilu tahun 2014 yang dapat dilaksanakan dengan adil dan demokratis, dengan tingkat partisipasi politik rakyat 75% dan berkurangnya diskriminasi hak dipilih dan memilih

Meningkatnya layanan informasi dan komunikasi

Pada tahun 2014:

Indeks Demokrasi Indonesia : 73

III.

SASARAN PEMBANGUNAN PENEGAKAN HUKUM

1.

Tercapaianya suasana dan kepastian keadilan melalui penekan hukum (rule of law) dan terjaganya ketertiban umum

Persepsi masyarakat pencari keadailan untuk merasakan kenyamanan, kepastian, keadilan dan keamanan dalam berinteraksi dan mendapat pelayanan dari para penegak hukum

   

Tumbuhnya kepercayaan dan penghormatan publik kepada aparat dan lembaga penegak hukum

Mendukung iklim berusaha yang baik sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan pasti dan aman serta

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 11

NO.

PEMBANGUNAN

SASARAN

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2014 sebesar 5, yang menigkat dari 2,8 pada tahun 2009

efesien

2.2.1.5. Prioritas RPJMN Tahun 2010-2014

Visi dan Misi pemerintah 2010-2014, perlu dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program prioritas sehingga lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya. Sebelas Prioritas Nasional di bawah ini bertujuan untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara di masa mendatang.

1. Prioritas 1 : Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemantapan tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui terobosan kinerja secara terpadu, penuh integritas, akuntabel, taat kepada hukum yang berwibawa, dan transparan. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditopang oleh efisiensi struktur pemerintah di pusat dan di daerah, kapasitas pegawai pemerintah yang memadai, dan data kependudukan yang baik.

2. Prioritas 2 : Pendidikan Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas, terjangkau, relevan, dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. Pembangunan bidang pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga terdidik dengan kemampuan: 1) menciptakan lapangan kerja atau kewirausahaan dan 2) menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja.

3. Prioritas 3 : Kesehatan Penitikberatan pembangunan bidang kesehatan melalui pendekatan preventif, tidak hanya kuratif, melalui peningkatan kesehatan masyarakat dan lingkungan di antaranya dengan perluasan penyediaan air bersih, pengurangan wilayah kumuh sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan angka harapan hidup dari 70,7 tahun pada 2009 menjadi 72,0 tahun pada 2014, dan pencapaian keseluruhan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 12

4. Prioritas 4 : Penanggulangan Kemiskinan Penurunan tingkat kemiskinan absolut dari 14,1% pada 2009 menjadi 8-10% pada 2014 dan perbaikan distribusi pendapatan dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah.

5. Prioritas 5 Ketahanan Pangan Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3,7% per tahun dan Indeks Nilai Tukar Petani sebesar 115-120 pada 2014.

6. Prioritas 6 : Infrastruktur Pembangunan infrastruktur nasional yang memiliki daya dukung dan daya gerak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkeadilan dan mengutamakan kepentingan masyarakat umum di seluruh bagian negara kepulauan Republik Indonesia dengan mendorong partisipasi masyarakat.

7. Prioritas 7 : Iklim Investasi dan Iklim Usaha Peningkatan investasi melalui perbaikan kepastian hukum, penyederhanaan prosedur, perbaikan sistem informasi, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

8. Prioritas 8 : Energi Pencapaian ketahanan energi nasional yang menjamin kelangsungan pertumbuhan nasional melalui restrukturisasi kelembagaan dan optimalisasi pemanfaatan energi alternatif seluas-luasnya.

9. Prioritas 9 : Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana Konservasi dan pemanfaatan lingkungan hidup mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang keberlanjutan, disertai penguasaan dan pengelolaan risiko bencana untuk mengantisipasi perubahan iklim.

10. Prioritas 10 : Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca-Konflik Program aksi untuk daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik ditujukan untuk pengutamaan dan penjaminan pertumbuhan di daerah tertinggal, terdepan, terluar serta keberlangsungan kehidupan damai di wilayah pascakonflik.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 13

11. Prioritas 11 : Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi Pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya, karya seni, dan ilmu serta apresiasinya, untuk memperkaya khazanah artistik dan intelektual bagi tumbuh- mapannya jati diri dan kemampuan adaptif kompetitif bangsa yang disertai pengembangan inovasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dilandasi oleh keunggulan Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan.

Pada dasarnya kesebelas Prioritas Nasional di atas merupakan upaya untuk :

Pertama, Percepatan Pembangunan Infrastruktur Fisik (meliputi Prioritas 5 Ketahanan Pangan, Prioritas 6 Infrastruktur, Prioritas 8 Energi, serta Prioritas 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca-Konflik).

Kedua, Perbaikan Infrastruktur Lunak (Prioritas 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola dan Prioritas 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha).

Ketiga, Penguatan Infrastruktur Sosial (Prioritas 2 Pendidikan, Prioritas 3 Kesehatan, Prioritas 4 Penanggulangan Kemiskinan dan Prioritas 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana).

Keempat, Pembangunan Kreativitas (Prioritas 11 Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi).

Di samping sebelas prioritas nasional tersebut di atas, upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Pembangunan Nasional juga melalui pencapaian prioritas nasional lainnya di bidang politik, hukum, dan keamanan, di bidang perekonomian, dan di bidang kesejahteraan rakyat.

12. Prioritas 12 : Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Di bidang politik, hukum, dan keamanan mencakup: (a) pelaksanaan koordinasi terhadap mekanisme prosedur penanganan terorisme; (b) pelaksaan program deradikalisasi untuk menangkal terorisme; (c) peningkatan peran Republik Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia; (d) peningkatan pelayanan dan perlindungan tenaga kerja indonesia (TKI) di luar negeri; (e) penguatan dan pemantapan hubungan kelembagaan pencegahan dan pemberantasan korupsi; (f) pelaksanaan perlindungan saksi dan pelapor; (g) pengembalian aset (asset recovery); (h) peningkatan kepastian hukum; (i) penguatan perlindungan HAM; dan (i) pemberdayaan industri strategis pertahanan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 14

13. Prioritas 13 : Bidang Perekonomian Di bidang perekonomian mencakup: (a) pelaksanaan pengembangan industri sesuai dengan Peraturan Presiden No.28/2008 tentang Kebijakan Industri Nasional; (b) peningkatan peran dan kemampuan Republik Indonesia dalam diplomasi perdagangan internasional; (c) peningkatan pelayanan dan perlindungan tenaga kerja indonesia (TKI) selama proses penyiapan, pemberangkatan, dan kepulangan; serta (d) peningkatan upaya pelayanan dan perlindungan tenaga kerja indonesia (TKI) di luar negeri.

14. Prioritas 14 : Bidang Kesejahteraan Rakyat Di bidang kesejahteraan rakyat mencakup: (a) pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan lancar paling lambat pada 2010; (b) peningkatan kerukunan umat beragama melalui pembentukan dan peningkatan efektivitas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB); (c) peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam 5 tahun; (d) promosi 10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan yang kreatif dan efektif; (e) perbaikan dan peningkatan kualitas jaringan prasarana dan sarana pendukung pariwisata; (f) peningkatan kapasitas pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata lokal untuk mencapai tingkat mutu pelayanan dan hospitality management yang kompetitif di kawasan Asia; (g) perumusan kebijakan dan pedoman bagi penerapan pengarusutamaan (mainstreaming) Gender dan Anak (PUG & A) oleh Kementerian dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian lainnya; (h) pencapaian posisi papan atas pada South East Asia (SEA) Games pada tahun 2011, peningkatan perolehan medali di Asian Games tahun 2010 dan Olimpiade tahun 2012; (i) peningkatan character building melalui gerakan, revitalisasi dan konsolidasi gerakan kepemudaan; serta (j) revitalisasi gerakan pramuka.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 15

2.2.2.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2007-2012

2.2.2.1.

Visi RPJMD Provinsi Banten Tahun 2007-2012

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Banten periode tahun 2007- 2012, ditetapkan bahwa Visi Pembangunan Provinsi Banten adalah “Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman Dan Taqwa”, sehingga diharapkan seluruh stakeholder di Provinsi Banten secara bahu membahu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan dan mewujudkan seluruh masyarakat Banten agar lebih sejahtera.

Pada Visi Provinsi Banten 2007-2012 terdapat 2 (dua) kalimat kunci yaitu Rakyat Banten Sejahtera serta Iman dan Taqwa. Kalimat “Rakyat Banten Sejahtera” adalah merupakan refleksi dari berkurangnya masyarakat miskin, meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat, terpenuhinya sarana dan prasarana dasar pendidikan, kesehatan dan ekonomi serta ditemukannya jati diri masyarakat Banten. “Iman dan Taqwa” merupakan persyaratan mutlak untuk dapat terwujudnya kehidupan agamis, serta untuk menjadikan masyarakat yang saleh dan taat pada tuntunan ajaran agama yang diyakini. Pembangunan di bidang atau sektor apapun tidak akan mendatangkan kemaslahatan dan keberkahan tanpa dilandasi oleh iman dan taqwa.

Kemajuan ekonomi merupakan salah satu dari sekian banyak tujuan pembangunan lainnya, yang pada gilirannya akan mewujudkan masyarakat sejahtera. Namun demikian, kemajuan ekonomi dapat menjadi tidak bermakna tanpa dilandasi kehidupan masyarakat yang penuh magfiroh dari khalik-Nya, oleh karena itu pembangunan yang diarahkan untuk mencapai rakyat Banten Sejahtera harus dilandasi oleh Iman dan Taqwa sebagai ruh-Nya. sehingga diharapkan seluruh stakeholder di Provinsi Banten secara bahu membahu mengoptimalkan seluruh kapasitas yang dimilikinya untuk meningkatkan dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Banten. Hal ini ditempuh melalui peningkatan perekonomian rakyat, penguasaan iptek, pengelolaan sumberdaya alam maupun peningkatan kualitas sumberdaya manusianya.

2.2.2.2. Misi RPJMD Provinsi Banten Tahun 2007-2012

Sesuai dengan harapan terwujudnya “Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa”, maka ditetapkan “Misi Pembangunan Provinsi Banten 2007-2012” sebagai upaya dalam mewujudkan visi, sebagai berikut:

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 16

1. Melakukan Revitalisasi dan Refungsionalisasi Kelembagaan Pemerintahan dan Masyarakat menuju Tata Pemerintahan yang Bersih, Transparan dan Profesional yang Berorientasi pada Pelayanan Publik;

2. Meningkatkan Peran Aktif dan Menggalang Semangat Kebersamaan, Solidaritas dan Kemitraan Seluruh Komponen Pelaku Pembangunan;

3. Menjadikan Masyarakat Banten yang Bersandar pada Moralitas Agama dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;

4. Meningkatkan Taraf Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat Banten;

5. Memperkuat Struktur Ekonomi Masyarakat melalui Pengembangan Usaha Agribisnis dan Memperluas Kesempatan Kerja;

6. Mengembangkan dan Menata Ulang Hubungan antar Industri dengan Orientasi pada Penciptaan Iklim yang Kondusif bagi Investasi, Penggunaan Bahan Baku Lokal Unggulan dan Penciptaan Peluang Usaha;

7. Merevitalisasi Kawasan dan antar Kawasan dengan Dukungan Infrastruktur yang Memadai melalui Pengembangan ”Tiga Pintu Keluar Masuk Wilayah Banten".

Adapun tujuan atas setiap misi yang ditetapkan sebagai langkah pemfokusan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan adalah sebagai berikut :

1. Misi ”Melakukan revitalisasi dan refungsionalisasi kelembagaan pemerintahan dan masyarakat menuju tata pemerintahan yang bersih, transparan dan profesional yang berorientasi pada pelayanan publik”, mempunyai tujuan mewujudkan aparatur yang bersih, profesional dan bertanggungjawab serta menciptakan birokrasi yang efektif dan efisien agar dapat memberikan pelayanan yang bermutu.

2. Misi ”Meningkatkan peran aktif dan menggalang semangat kebersamaan, solidaritas dan kemitraan seluruh komponen pelaku pembangunan”, mempunyai tujuan menjadikan masyarakat Banten sebagai pelaku pembangunan yang aktif dan mandiri guna mempercepat proses pembangunan daerah diiringi rasa memiliki yang tinggi.

3. Misi “Menjadikan masyarakat banten yang bersandar pada moralitas agama dalam kerangka negara kesatuan republik indonesia”, mempunyai tujuan mendorong terwujudnya masyarakat religius dan berbudaya yang berlandaskan iman dan taqwa dalam bingkai kesatuan dan persatuan nasional.

4. Misi ”Meningkatkan taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat Banten”, mempunyai tujuan mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, produktif dan berdaya saing.

5. Misi ”Memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha agribisnis dan memperluas kesempatan kerja, mempunyai tujuan membangun struktur ekonomi daerah yang kuat ditopang oleh sektor-sektor strategis dan langsung menyentuh masyarakat.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 17

6. Misi ”Mengembangkan dan menata ulang hubungan antar industri dengan orientasi pada penciptaan iklim yang kondusif bagi investasi, penggunaan bahan baku lokal unggulan dan penciptaan peluang usaha”, mempunyai tujuan meningkatkan jumlah investasi yang masuk ke wilayah Banten guna menggerakan roda ekonomi daerah serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

7. Misi ”Merevitalisasi kawasan dan antar kawasan dengan dukungan infrastruktur yang memadai melalui pengembangan ‘tiga pintu keluar masuk wilayah banten’”, mempunyai tujuan optimalisasi pengelolaan dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan serta pemaduserasian pembangunan wilayah melalui pengintegrasian kawasan didukung infrastruktur wilayah yang berkualitas.

Ketujuh misi tersebut diatas akan dilaksanakan dengan memilih strategi dan menetapkan agenda pembangunan sebagai upaya keberlanjutan untuk mewujudkan keinginan luhur masyarakat Banten agar dapat hidup lebih sejahtera baik materi maupun non materi, dengan berlandaskan iman dan taqwa.

2.2.2.3. Strategi RPJMD Provinsi Banten Tahun 2007-2012

A. Strategi Perkuatan Perekonomian Daerah

Struktur ekonomi yang kokoh didasarkan pada basis ketersediaan sumber daya alam dan produk unggulan yang dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal dan lestari. Pendekatan yang dilakukan mengacu pada konsep pengembangan ekonomi lokal yang pada prinsipnya mengandung makna bahwa pembangunan ekonomi diarahkan pada upaya untuk secara optimal mengelola dan mendayagunakan potensi sumberdaya (sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya buatan). Pada dasarnya pembangunan ekonomi ekonomi lokal ditujukan dalam mewujudkan kemandirian masyarakat, untuk itu aspek penanganannya meliputi: 1) Optimalisasi pemanfataan sumberdaya alam, yang diiringi dengan upaya peningkatan kualitas produksi dan pengembangan pemasaran hasil produksi dan produk unggulan daerah; 2) Pelibatan dan peningkatan daya saing (keahlian) dan jiwa kewirausahaan masyarakat dalam mengelola sumberdaya alam; 3) Peningkatan dan pengembangan daya dukung sumberdaya buatan (prasarana dan sarana) dalam menunjang pengelolaan sumberdaya alam dan pengembangan kualitas masyarakat.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 18

Sebagaimana diketahui, bahwa separuh dari struktur perekonomian Provinsi Banten saat ini bertumpu pada sektor industri dan jasa, dimana pada sektor-sektor tersebut nilai ekonomi tinggi yang dihasilkan belum sejalan dengan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja. Disatu sisi, kemampuan masyarakat secara keseluruhan belum mendukung untuk dikerahkan dalam kegiatan usaha industri dan jasa yang menuntut keahlian dan profesionalisme kerja. Selain itu, tingkat pemanfaatan sumberdaya lokal (sektor industri dan jasa yang berkembang saat ini masih rendah, sehingga dapat dikatakan multiplier effects yang diberikan sektor industri dan jasa masih kurang signifikan bagi sektor-sektor ekonomi lainnya.

Dalam rangka pencapaian target pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten selama periode 2007-2012, pembangunan ekonomi diorientasikan melalui upaya pengembangan ekonomi lokal. Melalui pengembangan ekonomi lokal, kegiatan-kegiatan usaha yang akan diberdayakan dan dikembangkan setidaknya memenuhi ketentuan, yaitu: 1) dukungan ketersediaan sumberdaya alam lokal dan produk unggulan daerah yang dapat dimanfaatkan atau diolah; 2) penyerapan tenaga kerja lokal (khususnya masyarakat perdesaan dan masyarakat kurang mampu/miskin); serta 3) dukungan prasarana dan sarana dalam rangka pengelolaan dan pengembangan usaha.

Untuk dapat menjalankan strategi ”perkuatan struktur ekonomi berbasis agribisnis”, prioritas pembangunan diarahkan kepada : a) Pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian (tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, kelautan, kebudayaan dan pariwisata; b) Penataan ulang struktur industri yang berdaya saing dengan prioritas penggunaan bahan baku lokal unggulan; dan c) Pengembangan kapasitas kelembagaan sosial-ekonomi berbasis masyarakat.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan usaha yang akan diberdayakan adalah pada bidang Pertanian berbasis agribisnis (Pertanian Tanaman Bahan Makanan, Peternakan, Kehutanan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan), Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), Pariwisata serta Pertambangan dan Penggalian namun tetap didukung oleh pengembangan pada bidang perekonomian lainnya (Industri Pengolahan; Listik, Gas dan Air Bersih; Bangunan; Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan; dan Jasa). Strategi ini difokuskan pada: (1) Pengembangan produksi pertanian (dalam arti luas) yang difokuskan pada Wilayah Pembangunan II dan III yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak; (2) Perkuatan struktur industri yang berbahan baku lokal unggulan difokuskan pada Wilayah Pembangunan II yaitu Kabupaten Serang dan Kota Cilegon; dan (3) Pengembangan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 19

pemasaran hasil pertanian/agro yang difokuskan untuk pembangunan Terminal Agro sebagai pasar induk/pemasaran hasil pertanian di Wilayah Pembangunan I yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Disamping itu dalam menghubungkan pertumbuhan ekonomi antar wilayah tersebut diperlukan dukungan baik dari infrastruktur transportasi, kelembagaan pasar juga kemudahan modal usaha rakyat, dukungan teknologi tepat guna serta jaringan pemasaran dan promosi hasil agro.

B. Strategi Pemberdayaan Masyarakat

Pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya lokal harus meningkatkan peranan dan swadaya masyarakat. Agar pembangunan ekonomi ini berkesinambungan maka partisipasi masyarakat harus dijadikan modal utama dalam pengelolaan sumberdaya lokal, sehingga semua keputusan dan tindakan pengelolaan didasarkan pada aspirasi, kepentingan atau kebutuhan, serta kemauan masyarakat.

Konsep pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya lokal melalui pendekatan partisipasi dan peran serta masyarakat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menempatkan pemerintah dari fungsinya sebagai penyedia (provider) menjadi fungsi pembantu (enabler) dan fasilitator dengan demikian subjek pembangunan yakni masyarakat dengan dukungan bersama dari pihak lain yang terlibat.

2. Konsep pengelolaan sumberdaya lokal dengan prinsip TRIBINA meliputi:

a. Bina Manusia;

b. Bina Sosial Ekonomi (Usaha); dan

c. Bina Lingkungan.

3. Berdasarkan pada kemampuan masyarakat.

Berdasarkan prinsip TRIBINA tersebut, maka bentuk partisipasi masyarakat berorientasi pada upaya mensukseskan pembinaan lingkungan, usaha dan manusia, dengan berbagai bentuk kegiatan yang dapat digali sesuai dengan kondisi, potensi dan masalahnya masing- masing. Pada akhirnya bentuk partisipasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Secara umum bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya lokal dapat meliputi aspek:

1. Mengembangkan kontrol masyarakat (citizen control);

2. Mengembangkan kemitraan (partnership);

3. Meningkatkan ketentraman (placation)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 20

Dalam menjalankan strategi ”pemberdayaan masyarakat”, difokuskan kepada :

Peningkatan akses, mutu, relevansi dan tata kelola pelayanan pendidikan;

Pengembangan Bridging Programme (kesetaraan / jembatan penghubung) antara dunia pendidikan dengan dunia usaha;

Peningkatan promosi, pelayanan kesehatan dan pengembangan usaha kesehatan berbasis masyarakat;

Restrukturisasi, refungsionalisasi dan revitalisasi lembaga-lembaga pemerintahan, kemasyarakatan dan adat.

Pemberdayaan masyarakat yang menempatkan masyarakat sebagai objek dan subjek pembangunan, merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan sekaligus menciptakan pemerataan pembangunan bagi seluruh komponen masyarakat. Intinya adalah memperjelas perubahan pendekatan, yang selama ini cenderung sektoral bahkan instansional, kepada pendekatan kawasan melalui pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh pembangunan aspek sosial kemasyarakatan, politik, hukum dan keamanan sebagai pendekatan yang holistik dan utuh.

C. Strategi Revitalisasi Kawasan Dan Wilayah

Revitalisasi Kawasan dan Wilayah diorientasikan pada pemberdayaan masyarakat dan pemerataan pembangunan yang bertumpu pada pengembangan dan pengintegrasian kawasan melalui pembentukan keterkaitan geografis dan fungsional antar kawasan yang berperan sebagai penggerak utama (pusat pertumbuhan). Pengembangan kawasan terpadu pada prinsipnya mengandung makna bahwa upaya pengembangan kawasan dilaksanakan secara terpadu sehingga diharapkan mampu : (1) meminimalkan (memecahkan) berbagai permasalahan mendasar pada setiap kawasan, (2) mengembangkan dan meningkatkan potensi pada setiap kawasan, dan (3) menciptakan sinergi dan integrasi (keterkaitan) fungsional yang kuat antar kawasan.

Dalam menjalankan strategi ”revitalisasi kawasan dan wilayah”, diarahkan pada Pengembangan wilayah produktif (wilayah pertumbuhan ekonomi tinggi) dengan infrastruktur yang memadai; dan Pengembangan kawasan dan wilayah strategis melalui pola multigates system (3 pintu keluar-masuk wilayah Banten). Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk mengembangkan daerah dan menyerasikan laju pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar kabupaten/kota pada kawasan tertinggal, kawasan pengembangan ekonomi, kawasan perbatasan dan kawasan pesisir dan pulau-

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 21

pulau kecil. Pembangunan kawasan untuk sektor ekonomi dan non ekonomi dilaksanakan berlandaskan pada kerangka perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana tertuang dalam RTRW masing-masing strata wilayah. Dalam kerangka pemerataan pembangunan daerah, perlu adanya keterkaitan antara pembangunan kawasan, pembangunan sektoral dan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan sektor-sektor pendukung lainnya melalui pendekatan kesisteman, yaitu :

Sistem pengaturan tata ruang (perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang), Sistem pergerakan ekonomi (sistem pergerakan produk barang dan jasa), Sistem Jaringan Transportasi (sistem dukungan infrastruktur seperti jalan, jembatan, kereta api dll), dan Sistem Pengaturan Kegiatan (sistem yang mengatur kewenangan masing-masing instansi dan stakeholder baik provinsi, kabupaten/kota maupun masyarakat). Melalui pendekatan kesisteman ini diharapkan akan terwujud pemerataan hasil pembangunan yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan sektor ekonomi dan stabilitas daerah. Dengan penyebaran jaringan prasarana secara merata, maka kegiatan sektor-sektor ekonomi daerah cepat tumbuh akan lebih meningkat dan daerah-daerah tertinggal serta kantong-kantong kemiskinan akan lebih berkembang.

Oleh karena itu strategi ini difokuskan pada : (1) Pengembangan wilayah strategis berupa aksessibilitas jaringan transportasi barang dan orang dalam memperlancar aksessibilitas dari dan ke Kawasan Bandara Soekarno-Hata (PINTU 1) disamping pengembangan kawasan itu sendiri dalam menciptakan daya tarik bagi pertumbuhan kawasan disekitarnya; (2) Pengembangan aksessibilitas jaringan transportasi barang dan dukungan penyediaan infrastruktur dasar penunjang pelabuhan (listrik, telekomunikasi, jalan dan air) dalam operasionalisasi Pelabuhan Merak (PINTU 2) dan dukungan kepada pembangunan Pelabuhan Bojonegara yang diharapkan menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia dengan orientasi pembangunan infrastruktur wilayah; dan (3) Pengembangan wilayah produktif berupa aksessibilitas jaringan transportasi rakyat dan usaha agro untuk memperlancar sistem distribusi dan produksi agro melalui Pengembangan Stasiun Kereta Api Rangkasbitung (PINTU 3). Disamping itu dalam menunjang pengembangan kawasan pada masing masing pintu tersebut, perlu diperhatikan keterkaitan serta tipologi kawasan kawasan sekitar 3 (tiga) pintu tersebut yang mengacu pada struktur dan karateristik ruang yang ada.

Pada dasarnya tujuan revitalisasi kawasan dan wilayah ini adalah untuk menciptakan pemerataan pembangunan, yakni melalui penciptaan keterkaitan dan keterhubungan yang positif baik dari aspek ekonomi, sosial, infrastuktur, maupun spasial (ruang), melalui pelaksanaan program-program khusus yang diarahkan pada masing-masing

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 22

kawasan secara terpadu dan lintas sektoral. Untuk itu, kawasan-kawasan tertinggal diarahkan agar dapat mengoptimalkan potensi internalnya dengan cara memanfaatkan keterhubungannya (interpendensi) dengan kawasan-kawasan yang lebih maju disekitarnya.

Melalui pengembangan pengintegrasian kawasan, diharapkan mampu mendorong terwujudnya keseimbangan antara spread effects (efek penjalaran) yang diberikan oleh kawasan-kawasan yang berfungsi sebagai prime mover, yang terdiri dari Kawasan Strategis dan Kawasan Cepat Tumbuh, dan backwash effects (efek pengurasan) pada kawasan-kawasan hinterland, yang terdiri dari Kawasan Tertinggal, Kawasan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil serta Kawasan Perbatasan.

Untuk itu, keterkaitan fungsional diupayakan dengan membentuk dan meningkatkan keterkaitan sumberdaya maupun kegiatan ekonomi antar kedua kawasan tersebut. Sedangkan keterkaitan geografis akan dibangun dengan menciptakan sistem prasarana (transportasi) wilayah yang memadai antara kawasan prime mover dengan kawasan hinterland. Sehingga, peningkatan kuantitas, kapasitas dan kualitas jalur-jalur strategis turut menjadi agenda utama dalam penyelenggaraan pembangunan pada periode 2007- 2012. Jalur-jalur strategis sebagaimana dimaksud meliputi :

Jalan cincin;

Jalan utara-selatan;

Jalan barat-timur;

Jalan pada kawasan industri; dan

Jalan menuju infrastruktur strategis.

Bedasarkan hasil kajian dan analisa dengan memperhatikan karakteristik potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap wilayah, serta mengacu pada arah kebijakan pengembangan wilayah dan kawasan serta pola pengembangan kawasan, maka terpilih beberapa cluster atau kelompok wilayah yang dapat diidentifikasikan sebagai kawasan strategis terpilih pusat pertumbuhan di Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil kajian dan analisa tersebut, terpilih 7 (tujuh) lokasi potensial yang dapat dikembangkan sebagai Kawasan Pusat Pertumbuhan di Provinsi Banten, yaitu:

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 23

1.

Kawasan Pusat Pertumbuhan Waringinkurung di Kabupaten Serang;

2. Kawasan Pusat Pertumbuhan Kasemen di Kota Serang;

3. Kawasan Pusat Pertumbuhan Cilegon di Kota Cilegon;

4. Kawasan Pusat Pertumbuhan Panimbang di Kabupaten Pandeglang;

5. Kawasan Pusat Pertumbuhan Malingping di Kabupaten Lebak;

6. Kawasan Pusat Pertumbuhan Kronjo di Kabupaten Tangerang;

7. Kawasan Pusat Pertumbuhan Cipondoh di Kota Tangerang.

2.2.2.4. Agenda RPJMD Provinsi Banten Tahun 2007-2012

Ketujuh misi tersebut diatas akan dilaksanakan dalam tahapan atau agenda pembangunan sebagai upaya keberlanjutan untuk mewujudkan keinginan luhur masyarakat Banten agar dapat hidup lebih sejahtera baik materi maupun non materi dengan berlandaskan Iman dan Taqwa. Adapun agenda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Agenda Pemerintahan Agenda pemerintahan yang baik dan bersih bertujuan meningkatkan perilaku birokrasi yang efisien dan efektif dengan sistem kelembagaan dan ketata laksanaan pemerintahan yang profesional dan akuntabel yang pada gilirannya dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Sasaran dan Indikator Kinerja yang akan dicapai dalam Agenda Pemerintahan

tahun 2007 2012 secara makro adalah meningkatnya Indeks Keberdayaan Pemerintah Daerah (IKPD) Provinsi Banten dengan indikator kinerja sampai dengan tahun 2012 sebesar 36 % (Maks 36 % dari Indeks Pembangunan Daerah / IPD), melalui :

Meningkatnya Indeks Kapabilitas Aparatur dengan indikator kinerja sampai tahun

2012 adalah sebesar 45%;

Meningkatnya Indeks Keuangan Daerah dengan indikator kinerja sampai tahun

2012 adalah sebesar 30%;

Meningkatnya Indeks Dukungan Sarana dan Prasana Aparatur dengan indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 25%.

2. Agenda Pengembangan Sumber Daya Manusia Penetapan agenda pengembangan sumberdaya manusia bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menuju kepada manusia yang sejahtera lahir dan batin.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 24

Sasaran dan Indikator Kinerja yang akan dicapai dalam Agenda Pengembangan Sumberdaya Manusia tahun 2007 2012 secara makro adalah :

1. Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 70,5 71,0 %;

2. Meningkatnya Indeks Keberdayaan Masyarakat (IKM) Banten dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 40% (dengan nilai maksimal adalah 42 % dari Indeks Pembangunan Daerah / IPD), melalui :

a. Meningkatnya Tingkat Keberdayaan Penduduk dan Tenaga Kerja dengan

nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 20% (nilai maksimal sebesar 23% dari IKM);

b. Meningkatnya Derajat Kesejahteraan Masyarakat dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 45% (nilai maksimal sebesar 52% dari IKM);

c. Meningkatnya Keberdayaan Sospolbud Masyarakat dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 25% (nilai maksimal sebesar 25 % dari IKM);

3. Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 26,5 per 1.000 kelahiran hidup;

4. Menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 195 per 100.000 kelahiran hidup;

5. Meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 68,5 tahun;

6. Menurunnya Jumlah Rumah Tangga Miskin terhadap total Rumah Tangga dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 sebesar 28,9%.

3. Agenda Ekonomi dan Industri Penetapan agenda ekonomi dan industri bertujuan untuk Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pengembangan pertanian dan pariwisata, mewujudkan iklim investasi yang semakin sehat serta meningkatkan kapasitas dan daya saing industri sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

Sasaran dan Indikator Kinerja yang akan dicapai dalam Agenda Perekonomian tahun 2007 2012 secara makro adalah :

1. Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Banten dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 6,5 6,7 %;

2. Meningkatnya Pendapatan per Kapita Masyarakat Banten sebesar Rp. 15,5 - 16,4 Juta pada tahun 2012;

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 25

3. Meningkatnya Indeks Ekonomi Wilayah dengan nilai indikator pada tahun 2012 adalah sebesar 28% (nilai maksimal adalah sebesar 28% dari Indeks Perkembangan Wilayah/IPW);

4. Meningkatnya Daya Saing Industri Manufactur melalui peningkatan rasio Nilai Tambah Industri Manufacture terhadap Total Nilai Tambah sebesar 48% pada tahun 2012;

5. Meningkatnya Daya Beli Masyarakat Banten;

6. Mempertahankan Stabilitas Harga Pangan Pokok dengan meningkatkan distribusi dan cadangan pangan pokok masyarakat sehingga laju inflasi dapat ditekan di bawah 9%;

7. Meningkatnya Nilai Tukar Petani, dengan nilai indikator kinerja sebesar 100 % di tahun 2012.

4. Agenda Pengembangan Kawasan/Wilayah Penetapan agenda Pengembangan kawasan dan wilayah bertujuan untuk mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing kawasan dan wilayah secara terintregasi, dalam rangka peningkatan dan perkuatan ekonomi daerah.

Sasaran dan Indikator Kinerja yang akan dicapai dalam Agenda Pengembangan Kawasan dan Wilayah tahun 2007 2012 secara makro adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Daerah (IPD) melalui peningkatan Indeks Perkembangan

Wilayah (IPW) dengan nilai indikator kinerja sampai tahun 2012 adalah sebesar 22% (nilai maksimal adalah sebesar 22% dari IPD), sehingga dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Daerah sebesar 98 %, melalui :

1. Meningkatnya Indeks Pelayanan Fasilitas Publik dengan nilai indikator kinerja sebesar 49% di tahun 2012 (nilai maksimal sebesar 49% dari IPW);

2. Meningkatnya Indeks Ekonomi Wilayah dengan nilai indikator pada tahun 2012 adalah sebesar 28% (nilai maksimal adalah sebesar 28% dari IPW);

3. Meningkatnya Indeks Kondisi Fisik Daerah dengan nilai indikator kinerja pada tahun 2012 adalah sebesar 23% (nilai maksimal adalah sebesar 23% dari IPW).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 26

2.2.3.

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang Tahun 2006-2026

2.2.3.1.

Visi RPJPD Kabupaten Serang Tahun 2006-2026

Penetapan Visi mempunyai kedudukan yang strategis dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan selama 20 tahun. Visi di jadikan landasan pijakan untuk melangkah menuju harapan yang ingin dicapai bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan potensi,masalah dan aspirasi Masyarakat Kabupaten Serang.

Berdasarkan kondisi, analisis dan prediksi kondisi umum daerah Kabupaten Serang, maka Visi Kabupaten Serang Tahun 2006-2026 adalah mewujudkan Serang yang Islami, Maju, Adil, Sejahtera dan Harmonis.

Adapun makna yang terkandung dalam visi Kabupaten Serang Tahun 2006-2026 adalah sebagai berikut:

1. Islami Terealisasinya nilai-nilai islam dalam setiap sendi kehidupan aparatur dan masyarakat di Kabupaten Serang yang memiliki keutamaan untuk selalu menyerukan kebaikan dan Mencegah kemungkaran.

2. Maju Perwujudan Keadaan elemen elemen masyarakat,aparat pemerintah dan pelaku pembangunan lainnya yang mampu meningkatkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkan sumber daya alam untuk menjadikan Kabupaten yang terdepan dalam berbagai bidang.

3. Adil Dimaknai sebagai kondisi yang menempatkan sesuatu pada tempatnya.Keadilan diukur dengan perlakuan dan tindakan yang tidak diskriminatif,dan menjunjung tinggi prinsip persamaan dan kesetaraan serta memperlakukan masyarakat secara sama,baik dalam segi pelayanan maupun hukum.

4. Sejahtera Perwujudan keadaan masyarakat kabupaten serang yang maju,tercukupi keadaan lahirlah dan batiniah serta meningkatnya kualitas maupun martabat masyarakat Kabuapten Serang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 27

5.

Harmonis Perwujudan dari tercapainya keseimbangan sosial diantara seluruh elemen masyarakat dalam kerangka kesatuan dan persatuan serta tekad untuk dapat hidup berdampingan dengan mengenyampingkan perbedaan SARA.

Visi ini dijabarkan lebih lanjut ke dalam misi yang akan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Serang yang terdiri dari aparat pemerintah, DPRD, organisasi politik, organisasi sosial masyarakat, LSM, organisasi profesi, lembaga pendidikan, dunia usaha dan tokoh masyarakat untuk mencapai cita-cita dan masa depan Kabupaten Serang.

2.2.3.2. Misi RPJPD Kabupaten Serang Tahun 2006-2026

Guna mencapai visi, maka Misi Kabupaten Serang Tahun 2006-2026 adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas menejemen pemerintahan secara menyeluruh dan berkesinambungan guna mendukung pengembangan sektor unggulan. Hal ini diopersionalkan dengan cara merumuskan perencanaan pembangunan lima tahunan secara lebih mantap selama dua puluh tahun kedepan.melalui pembenahan proses dan prosedur perencanaan serta peningkatan kajian yang lebih objektif agar terjadi keselarasan dan kesinambungan atas persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan.Keterlibatan masyarakat secara lebih integraldalam proses pengambilan Keputusan,dan berlanjut dengan memberikan dukungan dalam pelaksanaan dan pengawasan di lapangan.pemantapan perencanaan ini di harapkan mampu mewujudkan hasil pembangunan yang tepat sasaran,tepat waktu dan berkualitas.

2. Meningkatkan prasarana dan sarana publik untuk mendukung pengembangan sektor unggulan yang dapat memberikan kontribusi positif untuk kegiatan pembangunan secara keseluruhan.

3. Meningkatkan kualitas sumberdaya aparatur sejalan dengan perkembangan dan pengembangan sektor unggulan melalui peningkatan kualitas aparatur pemerintah selaku ujung tombak pemerintahan. Kualitas aparatur tidak hanya peningkatan ilmu dan teknologi’namun lebih di tekan kan pula pada peningkatan moral agar dapat lebih menghayati fungsi dan perannya sebagai abdi negara dan abdi masyarkat.munculnya peningkatan rasa tanggung jawab dan pengabdian yang tinggi dalam melaksanakan tugas.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 28

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten serang melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan sejalan dengan pengembangan sektor unggulan.

5. Menyelenggarakan pembangunan berwawasan lingkungan dengan cara melakukan peningkatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan guna mencegah terjadinya peningkatan kerusakan lingkungan, melalui pengawasan, pengendalian dan pemulihan.

6. Menghayati dan mengembangkan nilai nilai religius islam untuk dapat diaktualisasikan dan di terapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan pengelolaan pemerintahan secara konsisten.

7. Meningkatkan potensi ekonomi daerah melalui pendayagunaan sumberdaya ekonomi lokal agar terpenuhinya hak-hak dasar rakyat,peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat serta mengembangkan pola kemitraan yang sinergis.

8. Meningkatkan ketentraman,keamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermayarakat serta menghilangkan ego keagamaan untuk mencapai keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

2.2.3.3. Arah Pembangunan RPJPD Kabupaten Serang Tahun 2006-2026

Pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional harus di laksanakan secara terpadu dan serasi serta diarahkan untuk mengembangkan daerah sesuai dengan prioritas dan potensi wilayah/kawasan.

Dalam pelaksanan pembangunan daerah perlu didukung adanya prakarsa dan peran aktif masyarakat termasuk pendayagunaan pengawasan serta koordinasi pembangunan’Kemampuan daerah dalam menejemen dapat lebih mendayagunakan potensi yang di miliki daerah dalam rangka mendukung sumber-sumber penerimaan daerah.Kerjasama antar daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pengembangan wilayah/kawasan perlu terus di tingkatkan agar daerah-daerah dalam satu wilayah pembangunan dapat tumbuhsecara serasi dan mampu memcahkan masalah-masalah wilayah secara bersama-sama.

Dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan,lebih di utamakan Kecamatan,Desa/Kelurahan yang tertinggsl dan kurang berkembang sehingga

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 29

ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial dengan Kecamatan, Desa/Kelurahan lain dapat dikurangi.

A. Pelayanan Umum Pemerintahan

A.1. Penyelenggaran Pemerintahan Daerah

a. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan keagamaan.

b. Menciptakan Sistem pemerintahan kabupaten serang yang good government dengan ciri-ciri siddiq(Transparansi),Amanah (Profesional), Fathonah (Visioner) dan Tabligh (Partisipatif)

c. Meningkatkan kepatuhan aparatur pemerintah pada kebijakan dan peraturan yang ditetapkan agar penyelenggaraan pemerintah lebih efesien dan efektif.

d. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana kerja dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

e. Membangun aparatur pemerintah yang memiliki kepekaan terhadap keshatan,pendidikan,keagamaan,sosial dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

f. Meningkatkan akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah melalui pengawasan

internal,ekternal dan pengawasan masyarakat.

g. Meningkatkan kesejahteraan pegawai pemerintah melalui pola tunjangan pegawai.

h. Menegakan system law enforsement yang berkeadilan dalam penerapan pemerintahan disemua struktur pemerintahan.

i. Meningkatkan peran serta masyarkat dalam penentuan kebijakan publik,perencanaan,pelaksanan,dan pengawasan pembangunan daerah melalui mekanisme yang sah.

j. Meningkatkan penyelenggaran pemerintahan desa yang semakin kuat,dinamis dan bertanggung jawab.

k. Mempertahankan netralitas birokrasi dalam kehidupan politik

l. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi termasuk pengembangan e- government dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan desa/kelurahan,kecamatan,pelayanan masyarakat dan pengembangan potensi.

m. Mempersiapkan peralihan kabupaten serang menjadi kota serang dengan seluruh sarana dan prasarana pemerintahan dan pelayanan publik serta batas- batas wilayah yang akan ditetapkan untuk ibukota provinsi.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 30

A.2. Politik

a. Mempertahankan keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang bertumpu pada ke- Bhineka Tunggal Ika-an dan membangun bangsa dan watak bangsa yang dinamis dan demokratis.

b. Meningkatkan etika dan budaya politik sesuai dengan prinsip demokrasi pancasila dan menjunjung tinggi nilai nilai hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara.

c. Meningkatkan kemandirian dan fungsi partai politik dalam menyerap,menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan mengembangklan sikap bijaksana dan menjunjung tinggi etika demokrasi.

d. Meningkatkan pendidikan politik dengan tujuan agar seluruh elemen masyarakat memahami hak dan kewajiban politiknya.

e. Mewujudkan kebebasan media massa,berkumpul,berserikat dan menyampaikan pendapat setiap warga masyarakat secara bertangguang jawab.

f. Meningkatkan kesadaran dan kewajiban bela negara kepada masyarakat dalam upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

A.3. Agama

a. a.Memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral,spiritual,etika

dan etos kerja dalam kehidupan individu,bermasyarakat dan bernegara.

b. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga keagamaan untuk membina umat menuju khairu ummah.

c. Meningkatkan kerukunan hidup beragama dan mengembangkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama.

A.4. Pembangunan Perdesaan

a. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya alam setempat,tetapi harus mempertimbangkan kel;estarian lingkungan.

b. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan lembaga masyarakat perdesaan agar mandiri dan berdaya saing serta memberdayakan desa sebagai pondasi pemerintah diatasnya.

c. melestarikan sifat kegotong royongan dan kebersamaan masyarakat sesuai budaya serta tradisi setempat dalam pengelolaan prasarana dan sarana perdesaan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 31

A.5. Pembangunan Perkotaan

a. Meningkatkan pembangunan perkotaan dengan prinsip berwawasan lingkungan melalui sektor andalan,yaitu pendidikan,jasa pariwisata,industri kecil dan perdagangan dan berjati diri budaya serta penyediaan tempat hunian yang layak.

b. Mengembangkan sarana dan prasarana perkotaan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kerjasama pemerintah dan swasta/masyarakat.

c. Membentuk kelembagaan pemerintahan di perkotaan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan pelayanan masyarakat perkotaan.

B. Ketertiban dan Keamanan

B.1. Hukum

a. Mengembangkan peraturan perundang-undangan yang mendukung kegiatan pereklonomian,sosial,budaya dan politik dalam menghadapi era persaingan global

b. Mengembangkan budaya hukum di masyarakat agar tercipta kesadaran dan ketaatan hukum.

c. Mendorong terlaksananya penegakan supermasi hukum agar lebih menjamin terciptanya kepastian hukum,keadilan dan kebenaran,serta menghargai dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

d. Mengupayakan pengakuan hak atas Kekayaan Intelektual secara luas

e. Meningkatan integritas dan profesional aparatur penegak hukum untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

f. Mendorong terwujudnya lembaga peradilan yang mandiri dan independen guna mewujudkan pengayoman pada masyarakat.

B.2. Ketentraman dan Ketertiban

a. Meningkatkan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat,untuk

menciptakan stabilitas daerah yang bebas dari ancaman,tantangan,hambatan dan gangguan.

b. Meningkatkan kesadaran swakarsa masyarakat untuk menjaga ketentraman dan ketertiban

c. Meningkatkan perlindungan masyarakat dengan meningkatkan kemampuan aparat pemerintah dan swadaya masyarakat

d. Meningkatkan pelayanan umum dan fungsi perlindungan kepada masyarakat dalam penanganan bencana dengan dukungan peran serta aktif masyarakat

e. Mewujudkan situasi kondusif di daerah melalui peningkatan peran penyidik pegawai Negeri Sipil dalam penegakan peraturan daerah

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 32

f. Meningkatkan upaya deteksi dini,pencegahan dan penanggulangan peredarran dan penyalahgunaan narkotika,obat-obatan terlarang dan zat adiktif.

C.

C.1. Pertanian

Ekonomi

a. Meningkatkan ketahanan pangan yang diarahkan pada keragaman sumberdaya pangan,peningkatan produktivitas hasil pertanian,penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

b. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam pelaksanaan pengembangan pertanian yang beroriantasi agro industri dan agra bisnis dalam memanfaatkan peluang yang ada.

c. Memantapkan kelembagaan untuk mewujudkan petani yang kuat,dinamis, mandiri dan berdaya asing.

d. Mengembangkan komoditas unggulan dan diversifikasi produk dengan menggali potensi wilayah secara optimal sesuai peluang pasar guna meningkatkan pendapatan petani.

e. Meningkatkan pembangunan holtikultura yang berkelanjutan melalui peningkatan pengenalan dan penerapan teknologi dalam budi daya pertanian maupun

pengelolaan pasca panen

f. Meningkatkan pembangunan perkebunan yang di arahkan untuk memenuhi kebutuhan industri,menunjang peningkatan ekspor serta mengembangkan agra bisnis yang terpadu.

g. Meningkatkan pembangunan peternakan yang diarahkan pada pemberdayaan dan pengembangan peternakan rakyat,guna mendorong diversifikasi produk dalam angka mencukupi kebutuhan proein hewani.

C.2. Perikanan dan Kelautan

a. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan arah kebijakaanya adalah:

Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana pangkalan pendaratan ikan,tempat pelelangan ikan dan balai benih ikan.

Meningkatkan sarana dan prasarana kegiatan budidaya dan penangkapan

Meningkatkan sarana kegiatan pembinaan pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan

Meningkatkan validasi data statistik perikanan dan kelautan.

b. Peningkatan Kemampuan aparatur,pebudidaya dan nelayan serta pelaku pembangunan perikanan dan kelautan, arah kebijakanya adalah:

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 33

Mengembangkan sumberdaya manusia pelaksana pemerintah untuk menunjang tugas pokok organisasi dalam melaksanakan pembangunan perikanan dan kelautan

Meningkatkan kualitas pelayanan publik dibidang perikanan dan kelautan

Meningkatkan perubahan dalam pengetahuan,sikap dan ketrampilan para pembudidaya dan nelayan

Penguatan kelembagaan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.

c. Pengembangan usaha perikanan dan kelautan, arah kebijakannya adalah:

Penciptaan iklim usaha perikanan dan kelautan yang kondusif

Mengembangkan dan memperkuat sistem informasi pasar

Penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

Mengembangkan usaha di bidang perikanan secara terpadu.

d. Peningkatan produktifitas,produksi dan daya saing produk perikanan dan kelutan

Meningkatnya produksi perikanan dan kelautan melalui optimalisasi penangkapan dan peningkatan produktifitas perikanan budi daya.

Meningkatnya ketahanan pangan protein hewani asal ikan

Meningkatnya penyediaan benih bermutu oleh masyarakat dan instansi pembenihan

Meningkatnya kualitas hasil perikanan dan kelautan.

e. Pemeliharaan dan peningkatan daya dukung serta kualitas lingkungan.

Meningkatkan pengawasan dan pengendalian sumberdaya perikanan dan kelautan

Meningkatkan rehabilitasi dan konservasi sumberdaya perikanan dan kelautan berbasis masyarakat

Meningkatkan pengkayaan stock ikan pada perairan umum.

C.3. Kehutanan

a. Meningkatkan pembangunan kehutanan yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya alam dan kelangsungan fungsi serta mutu lingkungan hidup.

b. Meningkatkan fungsi hutan sebagai salah satu faktor penentu ekosistem lingkungan,melindungi plasma nuftah,dan mengembangkan keanekaragaman hayati dengan memberdayakan mesyarakat di sekitar kawasan hutan.

c. Melestarikan hutan dengan prioritas didaerah aliran sungai,kawasan hutan lindung dan hutan rakyat

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 34

d. Mengembangkan hutan pendidikan yang berfungsi sebagai hutan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

e. Meningkatkan pengelolaan lahan kritis untuk mempertahankan kesuburan tanah,memelihara dan mempertahankan sumber air.

C.4. Pertambangan

a. Meningkatkan pembangunan pertambangan untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat,melalui penganekaragaman pengelolahan hasil pertambangan yang efesien dan efektif untuk memperluas dan menciptakan lapangan kerja dengan

tetap memperhatikan sumberdaya alam dan lingkungan hidup

b. Meningkatkan pengelolahan pertambangan di selenggarakan dengan melibatkan peran serta masyarakat dan terpadu lintas daerah.

C.5. Industri

a. Meningkatkan pembangunan industri, terutama pengembangan kelolmpok kecil yang terdapat di sentra/kantong-kantong industri, industri rumah tangga, dan perdesaan;

b. Meningkatkan pembangunan industri yang diarahkan dengan mengutamakan pemanfaatan bahan baku lokal dan teknologi tepat guna serta industri teknologi tinggi ramah lingkungan;

c. Meningkatkan pembangunan industri yang diarahkan sebanyak mungkin memanfaatkan dan mengolah bahan lokal dari hasil pertanian dan industri yang menghasilkan input bagi proses produksi pertanian serta rekayasa mesin/alat tepat guna dalam rangkla menghasilkan produk unggulan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor;

d. Meningkatkan pembangunan dan pengembangan industri menengah dan besar diarahkan sesuai dengan tata ruang dan dapat menyerap tenaga lokal sebanyak- banyaknya serta tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

C.6. Energi

a. Meningkatkan pembnagunan energi yang diarahkan untuk peningkatan produktivitas perekonomian daerah secara tepat guna serta memenuhi kebutuhan masyarakat;

b. Meningkatkan dan mengembangkan energi alternatif dengan memanfaatkan semua potensi sumber energi yang tersedia;

c. Meningkatkan pembnagunan jaringan listrik pedesaan keseluruh wilayah sehingga dapat meningkatkan kegiatan pembangunan yang bersifat produktif

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 35

untuk

masyarakat.

pengembangan

C.7. Perdagangan

potensi

yang

dapat

meningkatkan

kesejahteraan

a. Mewujudkan sistem perdagangan yang berkeadilan,efisien,dan efektif dengan memanfaatkan ketersediaan barang dan jasa,kelancaran arus distribusi,dan pemantapan pelaksanan perlindungan konsumen.

b. Meningkatkan perdagangan barang dan jasa yang diarahkan pada penganekaragaman jenis,jumlah dan mutu komoditas dalam negeri dan ekspor sesuai dengan permintaan pasar.

c. Memelihara dan menciptakan peluang pasar dengan peningkatan daya saing,penyempurnaan prasarana dan sarana perdagangan ,sistem informasi pasar,serta kegiatan promosi yang lebih tersetruktur dan terarah

d. Meningkatkan peran serta koperasi,pemilik modal,dan pemilik modal,dan lembaga keuangan melalui sistem kemitraan guna meningkatkan produksi,pemasaran dan perlindungan usaha kecil dan menengah;

e. Meningkatkan profesionalisme pengusaha kecil dan menengah untuk dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun luar negeri dan

f. Mengembangkan usaha informal dan tradisional yang di arahkan agar tumbuh menjadi unsur ekonomi masyarakat yang tangguh,mandiri dan berdaya saing serta mampu berperan dalam peciptaan usaha dan lapangan kerja.

C.8. Transportasi

a. Meningkatkan sistem dan menejemen trasportasi sebagai pendukung utama untuk mengembangkan kegiatan ekonomi,sosial budaya,politik,keamanan dan ketertiban,serta sarana meningkatkan kesehjahteraan masyarakat.

b. Memelihara serta meningkatkan kulitas prasarana trasportasi agar tetap dalam

kondisi mantap untuk mendukung kelancaran arus barang dan jasa dengan melibatkan peran serta swasta dan masyarakat;

c. Mengembangkan sarana trasportasi pedesaan dan perkotaan secara terpadu untuk menunjang pengembangan wilayah terutama desa-desa yang masih tertinggal.

d. Membuka akses jalan desa terpencil sehingga kegiatan ekonomi, transportasi, komunikasi dan informasi dapat di serap di daerah terpencil

e. Mendorong terealisasinya pembangunan pelabuhan bojonegoro, penyeberangan margagiri dan kawasan industri untuk membuka pelung ekonomi baru

f. Konsistensi penataan ruang yang terpadu di kawasan industri dan pelabuhan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 36

g. Meningkatkan peran BUMD dalam mengelola potensi ekonomi di bidang transportasi laut dan pelabuhan.

h. Mengembangkan sistem transportasi yang berbasis kepada angkutan massal.

C.9. Keuangan dan Kekayaan Daerah

a. Mengelola dan mengembangkan keuangan dan kekayaan daerah secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan,efisien,efektif,ekonomis,transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan,kepatutan,dan manfaat untuk masyarakat;

b. Meningkatkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan eksentifikasi sumber- sumber pendapatan daerah,dan sumber sumber penerimaan lainnya yang sah;

c. Meningkatkan kesadaran dan ketaatan masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi secara jujur dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

d. Meningkatkan peran serta swasta dan masyarakat dalam pembiayaan pembangunan daerah agar tercapai kesinambungan pembangunan dan kemandirian daerah;

e. Mengalokasikan pembiayaan pembanguanan untuk usaha-usaha produkitf yang

mampu menciptakan lapangan kerja baru dan kesempatan berusaha dengan tetap melaksanakan upaya penghematan tanpa mengurangi mutu pelayanan;

f. Meningkatkan pengendalian dan [pengawasan keuangan dan kekayaan derah terutama melalui pengawasan melekat untuk mencegah pemborosan dan segala bentuk penyimpangan.

C.10. Dunia Usaha

a. Menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi kegiatan investasi dan yang berwawasan lingkungan dan mampu meningkatkan kesempatan berusaha dan

kesempatan kerja lokal;

b. Membentuk dan atau meningkatkan kelembagaan yang profesional dalam pengembangan modal di daerah;

c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penanaman modal di arahkan untuk meningkatkan peran aktif swasta dan masyarakat dalam pembangunan daerah.

d. Mengembangkan kemitraan usaha antar lembaga usaha koperasi, swasta dan pemerintah.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 37

C.11. Koperasi

a. Mengembangkan koperasi dan UMKM dengan menitik beratkan kepada aspek permodalan,sumberdaya manusia,kelembagaan,dan pemasaran berbasis pada sentra dan KSP/USP agar menjadi unit usaha yang tangguh dan lebih mampu berperan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi,menciptakan lapangan kerja,dan meningkatkan daya saing;dan

b. Mengembangkan koperasi dan UMKM agart lebih mampu berperan sebagai penyedia barang dan jasa pada pasar domestik khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarkat banyak;dan

c. Mengembangkan Bussines Development Services (BDS) sebagai lembaga yang memberikan pelayanaan dan pendampingan kepada sentra-sentra produksi dan koperasi.

C.12. Tenaga Kerja

a. Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja untuk membentuk tenaga kerja yang memiliki etos kerja dan jiwa wirausaha yang tangguh,terampil,dan menguasai teknologi;

b. Meningkatkan pendayagunaan dan penyaluran tenag kerja yang di dukung informasi ketenagakerjaan dalam dan luar negeri serta perencanaan tenaga kerja yang komprehensif dengan memperhatikan kemampuan dan kualitas tenaga kerja;

c. Mendorong dan menfasilitasi terciptanya community college base untuk meningkatkan peran masyarakat dalam mempersiapkan tenaga kerja yang berkualitas;

d. Memantapkan perlindungan tenaga kerja meliputi hak bersertifikat,keselamatan dan kesehatan kerja serta jaminan sosial tenaga kerja;dan

e. Mengupayakan perlindungan khusus bagi tenaga kerja wanita sesuai dengan kodrat,harkat,dan martabatnya.

C.13. Telekomunikasi dan Informasi

a. Meningkatkan pelayanan pos dan telekomunikasi yang menjangkau dan merata keseluruh pedesaan;

b. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menguasai, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan keunggulan kompetitif daerah;

c. Meningkatkan peran media komunikasi dan informasi untuk memeratakan dan mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh informasi,dan menjalin

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 38

hubungan timbal balik antara masyarakat dengan pemerintahan dalam berbagai aspek;

d. Meningkatkan peran mass-media dan cyber media yang bebas dan tanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang objektif,akurat,edukatif,dan terkini sebagai alat kontrol sosial yang konstruktif;

e. Meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam mengembangkan media telekomunikasi dan informasi;dan

f. Meningkatkan upaya-upaya pencegahan dampak negatif atas pemanfaatan teknologi informasi.

D. Lingkungan Hidup

D.1. Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam

a. Melestarikan fungsi lingkungan hidup dengan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan,penanggulangan,dan pemulihan;

b. Mengelola sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan generasi sekarang tanpa mengabaikan kepentingan generasi yang akan datang dengan mempertimbangkan keseimbangan aspek ekonomi,sosial budaya,dan lingkungan;dan

c. Meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam yang efektif berdasarkan tata kelola yang baik melalui penegakan hukum dan partisipasi masyarakat.

D.2. Penataan Ruang

a. Menyusun rencana dan mengendalikan tata ruang secara transparan dengan melibatkan masyarakat dan swasta;

b. Memanfaatkan ruang secara serasi,selaras,dan seimbang dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan berdasarkan rencana tata ruang yang telah disepakati;dan

c. Mengembangkan produk-produk perencanaan tata ruang yang lebih rinci di kawasan strategis dan prioritas sebagai instrumen pengendalian lahan dan kepastian investasi’.

D.3. Pertanahan

a.

Meningkatkan

penatagunaan

tanah

yang

berdasarkan

keterpaduan,

kemanfaatan,

keserasian,

keselarasan,

keterbukaan,

keadilan,

dan

berkelanjutan;

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 39

b. Meningkatkan pengendalian penggunanan tanah secara adil,transparan dan produktif dengan mengutamakan hak-hak rakyat setempat dan masyarakat adat berdasarkan rencana tata ruang;dan

c. Mengembangkan sistem informasi dan menejemen pertanahan yang semakin handal,sehingga mampu meningkatkan kulitas pelayanan dan kepastian hukum.

E. Perumahan dan Fasilitas Umum

E.1. Perumahan

a. Mengembangkan perumahan yang memenuhi standar rumah sehat secara merata dan menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah dengan memperhatikan rencana tat ruang;

b. Mengembangkan perumahan vertikal di perkotaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan mengantisipasi tingginya hargan tanah;dan

c. Menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan perumahan oleh masyarakat dan swasta dengan melibatkan perbankkan dan koperasi sesuai dengan yang berlaku.

E.2. Fasiliatas Umum

a. Menyusun rencana dan mengendalikan tata ruang secara transparan dengan melibatkan masyarakat dan swasta;

b. Memanfaatkan ruang secara serasi,selaras,seimbang dan berkelanjutan,serta berwawasan lingkungan berdasarkan rencana tata ruang yang telah d sepakati;

c. Mengembangkan produk-produk perencanaan tata ruang yang lebih rinci di kawasan strategis dan prioritas sebagai instrumen pengendalian lahan dan kepastian investasi;

d. Mengembangkan upaya pengendalian pemanfaatan ruang,terutama yang terkait dengan kebijaksanaan, prosedur dan manual, peran serta mesyarakat,SDM aparat, pengawasan, koordinasi dan fasilitas lintas daerah, sosialisasi, serta monitoring, evaluasi dan pelaporan.

F. Kesehatan

a. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang di dukung kemajuan ilmu dan teknologi serta sarana dan prasarana untuk merespon permintaan masyarakat baik industri,pariwisata,maupun masyarakat umum.

b. Peningkatan kulitas SDM sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan sesuai dengan tata cara ilmu kesehatan yang islami.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 40

c. Pengelolaan menejemen RS berdasarkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas serta berpihak kepada kelompok masyarakat kurang mampu dalam memperoleh kesehatan

d. Penataan administrasi dan tersedianya data base yang jelas di RS

e. Pengembangan kerja sama lintas wilayah (APBD Provinsi Banten dan APBN)

f. Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas kinerja pelayanan kesehatan.

g. Tersedianya layanan kesehatan yang murah dan berkulitas

h. Peningkatan kemampuan operasional rumah sakit melalui langkah-langkah efesiensi dan efektifitas.

i. Peningkatan kesejahteraan pegawai.

G. Pariwisata dan Budaya

G.1. Pengembangan Pariwisata

a. Mengembangkan pariwisata dengan pendekatan sistem yang utuh dan terpadu bersifat multidisipliner dan partisipatoris untuk meningkatkan daya tarik objek wisata;

b. Meningkatkan ragam dan kualitas produk pariwisata serta promosi dan pemasaran,baik di dalam maupaun di luar negeri dengan memanfaatkan kerja

sama kepariwisataan regional secara optimal;

c. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepariwisataan untuk mendukung Program Sapta Pesona;dan

d. Mewujudkan pariwisata berwawasan lingkungan dengan berdasarkan pada kearifan budaya lokal agar mampu berdaya saing global untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

e. Mewujudkan sentra perdagangan cindera mata dan makanan khas Kabupaten Serang dalam satu tempat.

G.2. Pengembangan Budaya

a. Mengembangkan kebudayaan daerah melalui pelestarian dan perlindungan nilai- nilai luhur budaya daerah untuk memperkuat jati diri,meningkatkan harkat martabat serta kepribadian bangsa;

b. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggali nilai-nilai luhur budaya daerah dan menerima nilai-nilai positif yang berasal dari luar melalui pengembangan karya, cipta, rasa, karsa untuk memperkaya khasanah/keanekaragaman budaya bangsa di daerah;dan

c. Melestarikan nilai-nilai budaya serta peninggalan sejarah purbakala termasuk kawasan cagar budaya, sistem nilai dan norma-norma yang berlaku dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 41

masyarakat

menunjang pariwisata.

serta

mengembangkan

H.

H.1. Sumber Daya Manusia

Pendidikan

kesenian

tradisional

dan

kreasi

baru

a. Meningkatkan dan memperluas pendidikan anak usia dini dalam rangka mengembangkan sikap,nilai-nilai,pengetahuan dan daya cipta.

b. Meningkatkan kulitas sumber daya manusia yang memiliki jati diri dan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan pasar pada semua jenjeng pendidikan.

c. Meningkatkan kulitas tenaga kerja kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang memadai untuk mengembangkan pembelajaran inovatif serta memahami secara mendalam sistem pendidikan islam sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu menghadapi persaingan global;

d. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan dasar dan menengah menuju wajib bejajar 12 tahun dan kebijakan pengembangan SDM yang berpihak pada kelompok masyarakat kurang mampu untuk dapat memperoleh pendidikan secara optimal.

e. Mengalokasikan dana sebesar minimal 20 persen bagi pendidikan sesuai dengan konstitusi.

f. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan pendidikan.

H.2. Prasarana dan Sarana

a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana pendidikan pada

semua jenjang pendidikan

b. Menyelaraskan dan melengkapi kurikulum dengan aspek-aspek ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kondisi daerah.

H.3. Kelembagaan

a. Meningkatkan kerja sama antar lembaga pendidikan,lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi,dunia usaha maupun dunia industri dalam peningkatan mutu pendidikan

b. Terciptanya penyelenggaraan pendidikan gratis di tingkat dasar hingga menengah

c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan non formal yang setara dengan pendidikan formal

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 42

d. Meningkatkan kulitas lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi dan inovasi serta menciptakan iklim pendidikan yang kondusif bagi pembentukan akhlak,tingkah laku dan ilmu pengetahuan bagi peserta disik,tenaga pendidik dan penyelenggara pendidikan dalam pengembangan pembelajaran yang berstandar nasional maupun global.

I.

Perlindungan Sosial

I.1.

Kesejahteraan sosial

a. Meningkatkan ketahan sosial dan memberdayakan penyandang masalah kesejahteraan sosial;

b. Meningkatkan pemahaman masyarkat rawan bencana dan penyantunan terhadap korban akibat bencana;

c. Meningkatkan kepedulian sosial terhadap penyandang cacat,fakir miskin,anak terlantar,kelompok rentan sosial,serta lanjut usia dan lain-lain melalui kesadaran pembayaran zakat, infak dan sadaqoh;

d. Meningkatkan kualitas keluarga melalui program keluarga berencana menuju keluarga samarah (sakinah, mawadah, warrahmah);

e. Meningkatkan upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan.

I.2.

Peranan Perempuan

a. Meningkatkan peran perempuan dalam mengakses, mengontrol, memanfaatkan, dan berpartisipasi dalam pengaruusutamaan gender;

b. Meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan di segala bidang dengan hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria berdasarkan kodrat, harkat dan martabatnya;

c. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan perempuan agar dapat berperan aktif di segala bidang kehidupan bangsa;

d. Meningkatkan peran perempuan dan organisasi perempuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

I.3.

Pemuda dan Olah Raga

a. Menciptakan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam mengaktualisasikan segenap potensi diri, melalui organisasi sospol dan organisasi kemasyarakatan;

b. Meningkatkan kualitas generasi muda agar dapat mandiri, unggul dan berdaya saing;

c. Meningkatkan prestasi olah raga di sekolah dan masyarakat;

d. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana olah raga.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 43

2.2.4.

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Serang Tahun 2009-2029

2.2.4.1. Rencana Struktur Tata Ruang

A. Wilayah Pengembangan

Rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Serang sangat dipengaruhi oleh pengembangan pusat-pusat pertumbuhan yang ada. Wilayah yang relatif luas dengan potensi serta karakteristik kawasan yang berbeda-beda mendorong diperlukannya pembagian wilayah perencanaan dalam satuan kawasan yang lebih kecil, sehingga arah pengembangan kawasan dapat dioptimalkan sesuai potensinya masing-masing, dan dengan pengembangan sistem keterkaitan antar pusat kegiatan tersebut dapat dicapai tujuan dan sasaran pengembangan kabupaten secara keseluruhan.

Kabupaten Serang terbagi dalam lima (5) Wilayah Pengembangan (WP) yang disebut dengan Sentra Kawasan Pengembangan (SKP). Kelima SKP tersebut didefinisikan sebagai pusat wilayah pengembangan yang diharapkan akan menjadi pendorong bagi terwujudnya pengembangan wilayah secara keseluruhan. Kelima SKP tersebut didefinisikan sebagai pusat wilayah pengembangan yang diharapkan akan menjadi pendorong bagi terwujudnya pengembangan wilayah secara keseluruhan. Kelima Sentra Kawasan Pengembangan (SKP) tersebut, yaitu :

A.1. Sentra Kawasan Pengembangan Serang Timur Sentra kawasan pengembangan Serang Timur meliputi Kecamatan Cikande, Kragilan, Kibin, Kopo, Jawilan, Binuang, Bandung dan Pamarayan dengan pusat pengembangan di Kecamatan Cikande. Arahan Pengembangan Sentra kawasan pengembangan Serang Timur sebagai:

Pengembangan Industri, Agro Industri dan Industri Kecil/Kerajinan Rakyat

Pengembangan Pertanian Lahan Kering

Pengembangan Industri Peternakan

Perdagangan dan Jasa

Pengembangan Permukiman

A.2. Sentra Kawasan Pengembangan Serang Utara Sentra kawasan pengembangan Serang Utara meliputi Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Ciruas dan Carenang. Pusat Pengembangan adalah Kecamatan Pontang. Arahan Pengembangan Sentra kawasan pengembangan Serang Utara sebagai:

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 44

Pengembangan Pelabuhan Penerimaan dan Penyimpanan, serta proses konfigurasi pengelolaan energi.

Pengembangan Pertanian Lahan Basah

Pengembangan dan pengelolaan pulau-pulau di perairan Teluk Banten

Pengembangan Pusdiklat

Pengembangan Pariwisata

Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pantai

Pengembangan Perikanan dan Ternak Unggas

Pengembangan Agro-Industri dan Industri Perikanan

Pengembangan Pemukiman

A.3. Sentra Kawasan Pengembangan Serang Selatan Sentra kawasan pengembangan Serang Selatan meliputi Kecamatan Baros, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, Cikeusal, Petir dan Tunjung Teja dengan Pusat Pengembangan di Kecamatan Baros. Arahan Pengembangan Sentra kawasan pengembangan Serang Selatan sebagai:

Pengembangan Pusat Pemerintahan Kabupaten dan Jasa

Pengembangan Pemukiman

Pengembangan Pertanian Lahan Kering dan Pertanian Lahan Basah, Pengembangan Ternak Besar, Ternak Kecil, dan Unggas

Pengembangan Konservasi Lahan untuk melindungi catchment area Rawa Dano

Pengembangan Kawasan Hutan Lindung dan Cagar Alam

Pengembangan Pariwisata

Pengembangan industri pengelolaan air bersih

Pengembangan Perikanan Air Tawar, Padi, dan Sayuran.

A.4. Sentra Kawasan Pengembangan Serang Barat Sentra kawasan pengembangan Serang Barat meliputi Kecamatan Anyar, Mancak, Cinangka, Waringin Kurung dan Gunungsari. Pusat pengembangan yang direncanakan adalah di Anyar. Arahan Pembangunan Serang Barat sebagai :

Pengembangan Pariwisata

Pengembangan Jasa dan Perdagangan yang mendukung sektor pariwisata

Pengembangan Pemukiman

Kawasan konservasi DAS Cidano , Pertanian dan Perikanan

Pengembangan dan pengelolaan sumber daya air laut dan tawar/air bersih.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 45

A.5. Sentra Kawasan Ekonomi Kusus (KEK) Bojonegara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) meliputi Kecamatan Bojonegara, Puloampel dan Kramatwatu. Arahan Pengembangan Wilayah Khusus sebagai :

Pengembangan Pusat pelabuhan samudera

Pengembangan industri

Pengembangan Jasa dan Perdagangan

Pengembangan Permukiman

Pengembangan Pertanian Lahan Kering dan Kehutanan

B. Sistem Hirarki Perwilayahan

Sistem hirarki perwilayahan diperlukan untuk dapat menyusun pengembangan kegiatan kawasan yang efisien. Dalam hal ini sistem hirarki yang dimaksud lebih ditekankan pada kedudukan kota atau pusat kegiatan dalam memberikan pelayanan dalam sistem perekonomian kawasan baik di dalam kawasan maupun keluar kawasan. Sistem hirarki ini tidak terlalu mewakili sistem pola koleksi dan distribusi barang. Kondisi ini disebabkan oleh jaringan transportasi yang relatif baik sehingga arus barang bisa langsung dilakukan dari daerah ke pusat pengumpulan atau pemasaran tanpa perlu melalui jenjang hirarki ini.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan sistem hirarki perwilayahan ini adalah sebagai berikut :

Pelabuhan Bojonegara sebagai titik transit arus barang akan memiliki peran yang sangat penting tidak saja untuk kawasan sekitarnya tetapi juga untuk seluruh wilayah Serang, bahkan wilayah wilayah yang lebih luas lagi.

Pengembangan kawasan dan zona industri di kawasan Bojonegara akan semakin memperkuat fungsi dan peran kawasan ini sebagai titik sentral perekonomian Kabupaten Serang.

Sektor Pariwisata sebagai salah satu sektor andalan Kabupaten Serang yang dikembangkan di kawasan pantai barat

Cikande dan sekitarnya sebagai pusat kegiatan industri di Serang bagian timur akan merupakan sentral kegiatan perekonomian yang juga sangat penting untuk Wilayah Kabupaten Serang

Dengan pendekatan tersebut, maka arahan sistem hirarki perwilayahan kota secara garis besar menjadi :

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 46

Hirarki 1, merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), yaitu Bojonegara, Cikande dan Anyar .

Hirarki 2, merupakan Pusat Kegiatan Lokal (PKL), yaitu Baros, Petir, Pontang, Kragilan, Kramatwatu, dan Ciruas.

Hirarki 3, merupakan Desa Pusat Pertumbuhan (DPP), yaitu Cinangka, Padarincang, Petir, Kragilan, Mancak, Carenang.

Tabel 2.2 Rencana Sistem Hirarki Pusat-Pusat Kegiatan

NO

JENIS

HIRARKI

KECAMATAN

FUNGSI KEGIATAN

1

Hirarki 1

PKN

Bojonegara

Pelabuhan, Industri, perdagangan, jasa

2

Hirarki 2

PKW

Cikande

Industri, perdagangan, jasa

     

Baros

Pemerintahan kabupaten, permukiman perdagangan, dan jasa

Anyar

Pariwisata

Pontang

Pengembangan Pelabuhan Penerimaan dan Penyimpanan, serta proses konfigurasi pengelolaan energi.

3

Hirarki 3

PKL

Petir

Pertanian tanaman tahunan, lahan kering, permukiman

Pabuaran

Pendidikan, Tanaman pangan lahan kering

Kramatwatu

Permukiman dan jasa

Kragilan

Industri, permukiman

Ciruas

Perumahan, Perdagangan dan Pertanian

4

Hirarki 4

DPP

Cinangka

Pariwisata

Padarincang

Tanaman pangan lahan basah

Tunjung Teja

Tanaman pangan lahan kering

Mancak

Pertanian tanaman tahunan

Carenang

Pertanian tanaman lahan basah

C. Rencana Jaringan Infrastruktur Utama

Sistem jaringan infrastruktur utama atau dalam hal ini transportasi wilayah adalah penghubung bagi ruang ruang kegiatan yang potensial, dengan transportasi pula maka pembangunan dan pengembangan daerah terpencil dapat dilakukan.

Berdasarkan arahan baik yang telah dirumuskan dalam Sistranas maupun perangkat legalitas lainnya maka sistem transportasi darat diklasifikasikan menurut karakteristik fungsi pelayananannya :

Transportasi antar kota antar Provinsi

Transportasi regional (antar kota dalam Provinsi)

Transportasi kota

Transportasi pedesaan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 47

Selanjutnya pada masing-masing hubungan fungsional tersebut dalam hal ini berkaitan dengan sistem transportasi maka penataan peran dan fungsi jaringan yang terstruktur

harus dilakukan, yaitu melalui pendekatan sistem jaringan primer dan sekunder yang terdiri dari :

Jaringan arteri

Jaringan kolektor

Jaringan lokal

C.1. Transportasi Regional

Transportasi yang menghubungkan Kabupaten Serang dengan wilayah kabupaten lain dilayani oleh transportasi yang mempunyai fungsi pelayanan regional atau antar kabupaten (AKDP) dan fungsi pelayanan nasional atau antar Provinsi (AKAP).

Transportasi regional Kabupaten Serang sangat dipengaruhi oleh keberadaan Jalan Tol Jakarta Merak. Jalur penting ini telah terbukti mampu menjadi stimulan bagi tumbuh dan berkembangnya kegiatan-kegiatan perekonomian di sekitarnya. Antara ruas Tangerang Cilegon, saat ini telah terdapat empat interchange. Berkembangnya kegiatan industri di Serang Timur mengakibatkan dibutuhkannya pintu tol baru untuk melayani pertumbuhan industri tersebut. Saat ini telah ada penjajakan pembukaan interchange baru di daerah Serang Timur. Dalam kerangka pengembangan wilayah, realisasi pembangunan interchange baru ini akan sangat membantu. Maksud dan tujuan khusus dari usulan rencana pembangunan interchange baru ini adalah :

Meningkatkan aksesibilitas wilayah Serang Timur

Melancarkan arus keluar barang dan penumpang di Wilayah Serang Timur (ke Jakarta, ke Cilegon, Sumatera)

Mengurangi beban kemacetan jalur Kragilan Cikande

Merangsang percepatan investasi di Serang Timur

Salah satu alternatif jaringan jalan adanya potensi banjir Sungai Ciujung

Menunjang pengembangan kawasan Serang Timur

Dalam konteks regional dapat mendorong pula tingkat aksesibilitas wilayah Banten Selatan (Kabupaten Lebak)

Jalan alternatif menuju wilayah Tangerang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 48

C.2. Transportasi dalam Kabupaten Serang

Pergerakan orang dan barang antar kota dalam Kabupaten Serang dilayani oleh angkutan jalan serta angkutan rel. Transportasi ini sangat berperan dalam melayani pergerakan manusia dan barang antar pusat-pusat kegiatan wilayah dalam Kabupaten Serang. Pertumbuhan populasi kendaraan di Kabupaten Serang rata-rata per tahunnya mencapai 2 % dan cenderung meningkat di tahun-tahun mendatang.

Interaksi yang cukup kuat terjadi dari Jakarta dan Tanggerang melalui Serang Timur menuju Bojonegara dan Kota Cilegon yang melewati Kota Serang. Interaksi itu terjadi disebabkan kota-kota tersebut menjadi orientasi (kegiatan ekonomi, perdagangan dan jasa dan lain-lain) pusat kegiatan lokal yang tersebar disekitarnya.

Untuk menjamin kesinambungan pergerakan antar pusat-pusat orientasi tersebut yang merupakan urat nadi perekonomian di Kabupaten Serang, pergerakan dilayani oleh angkutan umum yang berkapasitas antara 50-55 tempat duduk. Populasi angkutan umum (bis dan minibus) yang membebani ruas jalan antara Serang Timur, Bojonegara dan Kota Cilegon jumlahnya cukup besar berkisar 2000-3000 kendaraan tiap harinya. Sedangkan untuk ruas-ruas jalan lainnya berkisar antara 100-1500 kendaraan tiap harinya.

1. Transportasi Kota Transportasi perkotaan yang cukup komplek yang ditemui di wilayah Kabupaten Serang, yaitu di wilayah Serang Timur. Kawasan permukiman, industri, perdagangan dan jasa yang tumbuh dan tersebar di wilayah merupakan potensi besar untuk membangkitkan pergerakan lokal untuk berbagai tujuan pergerakan seperti bekerja, sekolah dan sebagainya.

Dalam melayani pergerakan lokal (dalam kota) tersebut di kabupaten Serang terdapat angkutan perkotaan yang mempunyai trayek tertentu. Di Kabupaten Serang pada tahun 2007 terdapat 11 trayek angkutan umum dengan armada yang mempunyai kapasitas 11 tempat duduk.

2. Transportasi Perdesaan Pada dasarnya yang dimaksud transportasi pedesaan di sini adalah transportasi yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan wilayah dengan pusat kegiatan lokal. Transportasi antara dua pusat kegiatan ini lebih mengandalkan tranportasi jalan yang mempunyai aksesibilitas yang tinggi dibandingkan dengan jenis transportasi yang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 49

lain. Transportasi pedesaan ini dilayani oleh angkutan umum yang mempunyai jenis pelayanan yang menghubungkan antar koa baik dalam kabupaten maupun antar kabupaten (AKDP).

Pergerakan penumpang angkutan umum di Kabupaten Serang dilayani oleh trayek- trayek angkutan umum yang mempunyai radius pelayanan tertentu, dan mempunyai fungsi pelayanan sebagai angkutan yang melayani antar kota antar Provinsi, antar kota dalam Provinsi yang sama, serta angkutan yang melayani pergerakan lokal kawasan atau angkutan perkotaan.

Terdapat 15 (lima belas) trayek AKDP yang melintasi Kabupaten Serang, 60 (enam puluh) trayek merupakan angkutan yang beroperasi dalam Kabupaten Serang. Selain jaringan trayek angkutan umum eksisting, terdapat usulan-usulan penambahan jaringan trayek angkutan umum yang baru, dimana lintas AKDP akan ditingkatkan pelayanannya dengan menambah jaringan trayek baru sebanyak 7 (tujuh) trayek, serta usulan penambahan trayek sebanyak 4 (empat) trayek angkutan umum dalam kabupaten.

Jaringan trayek angkutan umum tersebut melayani pergerakan dari simpul ke simpul yang berupa terminal, dimana terminal-terminal tersebut mempunyai hirarki fungsi pelayanan, yakni tipe A, tipe B dan tipe C.

Selain dilayani oleh sistem angkutan jalan, pergerakan penumpang juga dilayani oleh angkutan rel walaupun kontribusinya dibandingkan angkutan jalan tidak besar, hanya sekitar 4 % dari seluruh pergerakan penumpang.

Secara umum beberapa arahan penting di sektor transportasi yang perlu dikembangkan adalah :

Pembangunan jalan Tol Cilegon Bojonegara

Percepatan realisasi pembangunan Kawasan Pelabuhan Bojonegara

Pembangunan interchange baru di STA 52 + 150.

Peningkatan fungsi jalan di pantai utara Kabupaten Serang

Peningkatan fungsi jalan di Pantai barat Kabupaten Serang.

Pembangunan terminal baru

Dengan arahan tersebut maka sistem jaringan jalan di Kabupaten Serang akan terbentuk oleh :

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 50

Jalan Arteri Primer yang dibentuk oleh Jalan Tol Jakarta Merak (melintas di bagian tengah Wilayah Kabupaten Serang) dan Jalan Pantai Barat Kabupaten Serang (Tanara, Tirtayasa, Pontang Kramatwatu, Bojonegara dan Pulo Ampel. Jalan ini akan menjadi bagian dari jalan cincin sebagaimana diarahkan dalam RTRW Provinsi Banten.

Jalan Arteri Sekunder : Jalan poros utara - selatan dari Kabupaten Serang ke Kabupaten Pandeglang

Jalan Kolektor Primer :

Jalan poros utara - selatan dari STA 52 + 150 ke Kab. Lebak

Jalan lintas selatan (Cinangka - Padarincang - Pabuaran - Baros - Cikeusal - Jawilan)

Jalan Lingkungan : merupakan jaringan jalan internal kawasan yang dibentuk untuk menciptakan keterkaitan/hubungan antar bagian kawasan yang ada. Jalan lingkungan ini akan selalu berorientasi pada sistem jaringan primer atau sekunder yang ada sebagai jaringan penghubung utama.

C.3. Angkutan Barang

Karakteristik moda transportasi angkutan barang di Kabupaten Serang, sangat berperan di dalam melancarkan arus barang, baik dari skala nasional antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera yang didukung oleh simpul terminal Pelabuhan Merak, serta skala regional antar wilayah Kabupaten Serang. Volume pergerakan angkutan barang di koridor jalan arteri primer Cikande-Merak, relatif tinggi dan merata di semua ruas kecamatan yang dilewatinya, kisaran antara 3000 4000 kendaraan perharinya. Pada skala regional antara Kabupaten Serang dengan kabupaten terdekatnya interaksi pergerakannya relatif tinggi, berkisar 2000-2400 kendaraan perharinya. Jenis komoditi yang banyak diangkut, berdasarkan hasil pendataan di pos penimbangan antara lain :

Untuk jenis sembako, yaitu beras, gula pasir, tepung terigu, minyak tanah, minyak kelapa, ikan asin, garam halus, sabun cuci dan tekstil.

Untuk jenis barang strategis, yaitu pupuk, semen, minyak sawit dan besi baja beton.

Barang lain berupa alat-alat mesin, kertas, klontongan, rokok, hasil pabrik dan hasil bumi.

C.4. Sistem Manajemen Transportasi

Dalam upaya meningkatkan kinerja sistem jaringan maupun sistem pergerakan maka diperlukan manajemen lalu lintas maupun angkutan, sehingga dapat mereduksi tundaan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 51

yang pada ruas-ruas jalan yang macet, tundaan akibat antrian kendaraan umum dan sebagainya. Diharapkan juga dapat mereduksi angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan yang rawan kecelakaan.

C.5. Manajemen Lalu Lintas

Penyebaran lalu lintas (LHR dan Volume Lalu Lintas) di Kabupaten Serang terutama pada ruas jalan sistem primer dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yakni padat, sedang, rendah dan rendah sekali. Rinciannya sebagai berikut :

Ruas jalan yang lalu lintas hariannya padat adalah ruas Kramatwatu-Ciruas-Kragilan dan ruas Kramatwatu-Baros, dengan tingkat kepadatan lebih dari 15.000 kendaraan setiap harinya.

Ruas jalan yang lalu lintas hariannya tergolong sedang adalah ruas jalan Pulo Ampel- Bojonegara dan ruas Kragilan-Cikande, tercatat 10.000-15.000 kendaraan setiap harinya.

Ruas jalan yang lalu lintas hariannya tergolong rendah adalah ruas Anyar-Cinangka, tercatat antara 5000-10.000 kendaraan per hari.

Ruas jalan yang lalu lintas hariannya sangat rendah adalah ruas jalan Anyer-Carita dan ruas Baros- Petir.

Terdapat ruas-ruas jalan yang bermasalah menyangkut lokasi rawan macet dan lokasi rawan kecelakaan, bercampurnya lalu lintas kendaraan berat dan ringan, kendaraan cepat dan lambat serta hambatan samping akibat aktivitas samping jalan. Permasalahan tersebut, yaitu :

Lokasi rawan kemacetan lalu lintas, yaitu di sekitar Anyer, Pasar Kragilan, Pasar Ciruas.

Ruas jalan yang rawan terjadi kecelakaan, yaitu ruas Jalan Kramatwatu-Cikande.

Aktivitas perdagangan pinggir jalan yang mengganggu lalu lintas ditemui di Kota Kecamatan Kragilan, Ciruas, Anyer, dan Bojonegara.

Bercampurnya lalu lintas kendaraan ditemui di kota-kota seperti wilayah Kramatwatu, Ciruas dan Cikande.

Kurangnya jalan alternatif untuk pencapaian tujuan membuat penumpukan beban lalu lintas di beberapa ruas jalan diantaranya sering terjadi di ruas jalan Ciruas-Cikande.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 52

C.6. Manajemen Angkutan Umum

Angkutan umum masih dirasakan kurang memadai dalam hal memberikan pelayanan transportasi jalan yang tertib, selamat, aman, nyaman, cepat, tepat, teratur, lancar, dan dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. Angkutan umum diharapkan mampu mewujudkan keterpaduan dengan moda transportasi lainnya.

Berbagai permasalahan yang sering ditemui baik dalam sarana maupun prasarana angkutan umum adalah :

Kinerja dari simpul-simpul transportasi darat (terminal) yang kurang optimal penggunaannya, dimana seringkali dijumpai antrian kendaraan angkutan umum berderet di sepanjang bahu jalan, dan tidak antri di dalam terminal.

Tata letak terminal yang kurang tepat, akses yang kurang baik, pengaturan lalu lintas di dalam terminal seringkali menjadi penyebab tidak berfungsinya terminal.

Waktu tunggu yang lama, rasa aman dan nyaman, menjadi alasan para pelaku perjalanan untuk beralih dan menggunakan transportasi angkutan penumpang umum.

Tidak konsistennya rute atau trayek yang dilalui oleh angkutan umum karena adanya permintaan dari penumpang.

C.7. Transportasi Kereta Api

Jaringan jalan kereta api dibutuhkan untuk transportasi masal dan juga angkutan barang. Angkutan kereta api ini merupakan angkutan regional yang menghubungkan Kabupaten Serang dengan wilayah wilayah lain. Jaringan rel kereta api telah tersedia menghubungkan Kabupaten Serang dengan Cilegon, Lebak dan Jakarta.

Pengembangan sistem transportasi kereta api ini dapat dilakukan melalui peningkatan fungsi jalan kereta api jalur Jakarta Serang Merak sehingga dapat memberikan kontribusinya terhadap pengembangan wilayah Kabupaten Serang. Pengembangan jalur ini penting untuk dapat membantu kegiatan angkutan penyeberangan Merak Bakauhuni tempat terjadinya perpindahan antar moda.

C.8. Transportasi Laut

Kabupaten Serang memiliki nilai strategis sebagai salah satu pintu gerbang ke pulau Jawa. Dalam posisi ini maka keberadaan pelabuhan laut menjadi suatu hal yang sangat penting. Adanya pelabuhan pada satu wilayah akan menjadi suatu pemacu bagi perkembangan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 53

dan pertumbuhan wilayah. Hal ini disebabkan karena sarana pelabuhan laut merupakan salah satu prasarana pembuka wilayah untuk berhubungan dengan wilayah lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pelabuhan laut yang ada di Kabupaten Serang merupakan satu sistem dengan transportasi darat (jalan raya dan rel kereta api). Adanya titik pertemuan dua arus transportasi antara transportasi darat dengan transportasi laut mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan wilayah, yaitu terjadinya perkembangan yang pesat di sekitar pelabuhan tersebut.

Rencana pembangunan pelabuhan di Bojonegara diharapkan dapat meningkatkan penghasilan daerah dan menjadi Kabupaten Serang sebagai salah satu pintu gerbang angkutan barang dan penumpang yang penting bagi Pulau Jawa. Rencana pengembangan pelabuhan Bojonegara ini telah diuraikan pada bab sebelumnya.

2.2.4.2. Rencana Pola Pemanfaatan Ruang

Dalam RTRW Kabupaten Serang proses identifikasi kawasan yang telah dilakukan berhasil mengidentifikasikan kawasan lindung seluas 41.662 Ha dan kawasan budidaya seluas 100.088 Ha. Setelah melakukan analisis dan identifikasi kawasan, maka kesimpulan dari langkah tersebut dapat dituangkan dalam bentuk Peta Penggunaan Lahan dengan rincian luas alokasi penggunaan lahan adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3 Pola Penggunaan Lahan Kabupaten Serang

NO

 

PENGGUNAAN LAHAN

LUAS (Ha)

PERSENTASE

A

KAWASAN LINDUNG

41.662

29,39%

 

1

Hutan Lindung

6.522

3,82%

2

Kawasan Cagar Alam

5.529

3,24%

3

Kawasan Danau

1.622

0,95%

4

Lahan Kritis

25

0,01%

5

Kawasan Hutan Bakau

9.871

5,78%

6

Ruang Terbuka/Hutan Kota

18.093

10,59%

B

KAWASAN BUDIDAYA

100.088

70,61%

 

1

Zona Perkotaan

27.055

15,84%

2

Zona Industri

14.872

8,71%

3

Zona Industri Logam, Kimia dan Rancang Bangun

2.366

1,39%

4

Zona Pengembangan Pelabuhan, Pertanian dan Perikanan

10.416

6,10%

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 54

NO

 

PENGGUNAAN LAHAN

LUAS (Ha)

PERSENTASE

 

5

Zona Penunjang Pengelolaan Pulau Perairan Banten

1.023

0,60%

6

Kawasan Pariwisata

2.121

1,24%

7

Pelabuhan

560

0,33%

8

Pertanian Lahan Basah

21.996

12,88%

9

Pertanian Lahan Kering

8.025

4,70%

10

Tanaman Tahunan

11.654

6,82%

 

LUAS WILAYAH KABUPATEN SERANG

141.750

100,00%

A. Kawasan Lindung

Kawasan Lindung didefinisikan sebagai kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya, guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.

Mengacu pada ketentuan tentang pengelolaan kawasan lindung, yaitu Keppres No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, maka kawasan lindung terbagi atas:

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya

Kawasan perlindungan setempat

Kawasan suaka alam hayati dan cagar alam

Kawasan Rawan Bencana

a. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan di bawahannya merupakan kawasan yang karena letak dan karakterisitiknya memiliki fungsi penting untuk melindungi kawasan bawahannya dari kerusakan atau bencana alam. Lebih jauh lagi kawasan ini terbagi atas dua jenis kawasan, yaitu Kawasan Hutan Lindung dan Kawasan Resapan Air.

Di Wilayah Kabupaten Serang, kawasan lindung jenis ini didominasi oleh kawasan hutan lindung yang meliputi area seluas 6.522 Ha tersebar di beberapa bagian, yaitu:

Hutan Lindung Gunung Parasak Kecamatan Ciomas/Pabuaran

Hutan Lindung Gunung Pinang Kecamatan Kramatwatu

Hutan Lindung Gunung Santri Kecamatan Bojonegara

b. Kawasan Perlindungan Setempat Kawasan perlindungan setempat merupakan kawasan yang harus dibebaskan dari pembangunan fisik dalam upaya untuk memberikan perlindungan pada obyek khusus yang ada. Dalam hal ini kawasan perlindungan setempat terdiri atas kawasan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 55

sempadan sungai, kawasan sekitar danau/waduk, Kawasan sekitar mata air, Kawasan terbuka hijau kota. Di Wilayah Kabupaten Serang kawasan perlindungan setempat ini diarahkan untuk kawasan sempadan danau (Rawa Dano) dan kawasan sempadan sungai meliputi sungai utama seperti Sungai Ciujung, Sungai Cidurian dan sungai-sungai lainnya serta kawasan sempadan pantai.

Selain kawasan sempadan sungai dan danau, di wilayah Kabupaten Serang juga terdapat kawasan lindung setempat yang berupa sempadan pantai. Secara umum, kawasan pesisir pantai Kabupaten Serang telah dimanfaatkan untuk perikanan tambak (pantai utara Serang) dan pariwisata (pantai barat Serang).

c. Kawasan Suaka Alam Hayati dan Cagar Alam Kawasan suaka alam/cagar alam merupakan kawasan lindung yang memiliki nilai tambah sebagai pusat pelestarian alam khususnya jenis-jenis satwa dan tumbuhan tertentu. Dari analisis yang telah dilakukan maka di wilayah Kabupaten Serang terdapat kawasan cagar alam yang luasnya sekitar 5.528,93 %, yaitu di:

Cagar Alam Rawa Dano di Kecamatan Mancak, Pabuaran, Padarincang

Cagar Alam Tukung Gede (1.700 ha) di Kecamatan Anyar, Cinangka, Mancak

d. Kawasan Rawan Bencana

Kendala Geologi Teknik Kendala geologi teknik yang terdapat di daerah Kabupaten Serang adalah :

korosi air tanah, perosokan tanah, tanah/lempung mengembang, abrasi, gerakan tanah, gunung api dan tsunami, serta gempa bumi dan likuifaksi.

Korosi Air Tanah Korosi air tanah dapat terjadi karena adanya beberapa unsur kimiawi (Cl yang dicirikan dengan rasa asin pada air tanah) yang terkandung dalam air tanah yang bersifat korosif terhadap bangunan. Untuk perencanaan pondasi khususnya pondasi dalam yang mencapai lapisan air asin perlu mempertimbangkan faktor korosi, karena dapat merusak bangunan baik yang terbuat dari beton maupun besi baja. Kendala korosi air tanah terdapat pada satuan geologi teknik : lanau lempungan, pasir dan lempung organik.

Kerusakan Tanah Daerah Kabupaten Serang sebagian tersusun oleh tanah berbutir halus dengan kompresibilitas tinggi. Dengan demikian penurunan tanah dapat terjadi sebagai

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 56

akibat adanya beban (bangunan yang berdiri di atasnya) yang ditanggung melebihi daya dukung tanahnya. Pemampatan/penurunan lapisan tanah ini dapat berlangsung dalam waktu yang lama, disebabkan oleh sifat yang plastis tanah dan drainase yang kurang baik.

Lempung Mengembang Untuk mengatasi masalah lempung mengembang ini, yaitu dengan menghindari perubahan kandungan kadar air aslinya. Sedangkan perubahan kandungan air dalam tanah sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca (antara basah dan kering). Oleh karena itu perlu sistem drainase yang baik pada daerah-daerah yang tanahnya tersusun oleh material lempung. Antisipasi ini perlu dilakukan di kawasan-kawasan yang mengandung Lempung, yaitu di Kabupaten Serang bagian barat, tengah dan timur.

Abrasi Abrasi laut terjadi setempat-setempat di sekitar Pasauran. Pada lokasi ini abrasi telah mengancam jalur jalan antara Anyer Labuan. Faktor penyebab terjadinya abrasi ini terutama besarnya gelombang laut dan hilangnya terumbu karang. Dari Peta Topografi Seri AMS tahun 1962, di lokasi ini masih tampak adanya terumbu koral yang dapat mengurangi abrasi air laut, tapi pada saat ini terumbu karang tersebut tidak tersisa lagi. Dengan demikian diperlukan usaha-usaha pelestarian dan perlindungan terumbu koral, yang dapat dimanfaatkan sebagai pengendalian abrasi.

Gerakan Tanah Berdasarkan atas kondisi geologi (litologi, stratigrafi dan struktur geologi), bentuk medan (sudut lereng dan bentuk muka tanah), curah hujan, tata guna lahan dan kondisi kegempaannya, maka wilayah Kabupaten Serang dapat dibagi menjadi 4 (empat) zona kerentanan gerakan tanah, yaitu :

Zona Kerentanan Gerakan Tanah Sangat Rendah, yaitu di Kabupaten Serang bagian utara dan daerah Padarincang serta Pabuaran

Zona Kerentanan Gerakan Tanah Rendah, yaitu di sebagian besar wilayah Kabupaten Serang khususnya di bagian selatan sampai timur

Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, yaitu di kawasan Ciomas sebagian Cinangka, Sebagian Anyar dan sebagian Waringin Kurung

Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi, yaitu di kawasan perbatasan antara Ciomas Pabuaran

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 57

Bahaya Gunung api dan Tsunami Gunung api aktif yang terdekat adalah Gunung Krakatau yang terletak di tengah laut (di sebelah barat). Gunung api Krakatau sampai saat ini merupakan gunung api aktif dan sering mengalami letusan-letusan kecil. Letusan terbesar yang pernah terjadi adalah pada tahun 1883 yang menyebabkan terjadinya gelombang pasang (tsunami) yang mencapai 30 45 meter, menimpa daerah pesisir Lampung, Selat Sunda dan pantai Jawa Barat.

Gempa bumi dan Likuifasi Berdasarkan peta zona seismik untuk konstruksi bangunan dan gempa bumi dangkal di Indonesia, daerah Kabupaten Serang termasuk jalur gempa menengah (zona 3) dengan percepatan getaran 0,20 0,25 kg. Pusat gempa dangkal yang terdekat yang pernah terjadi adalah di sekitar Selat Sunda dengan magnitude 6 6,9 dan 7 7,9 dengan kedalaman pusat gempa atntara 0 65 km.

e. Ruang Terbuka/Hutan Kota Untuk mempertahankan proporsi ruang yang ideal, maka dalam RTRW Kabupaten Serang ini perlu diatur pula keberadaan ruang terbuka yang akan berfungi sebagai kawasan reservasi dan paru-paru kota. Hasil identifikasi kawasan yang telah dilakukan menunjukkan keberadaan kawasan berfungsi lindung di Wilayah Kabupaten Serang sekitar 11%.

Proporsi ini dirasakan kurang sehingga perlu ditambah dengan menetapkan kawasan lain sebagai ruang terbuka atau hutan kota. Berdasarkan karakteristik lahannya serta implikasi kegiatan yang ditimbulkannya maka peruntukan ruang terbuka/hutan kota ini diarahkan di lokasi yang kondisi eksistingnya merupakan lahan pertanian lahan kering dan lahan tanaman tahunan. Adapun arahan yang diberikan untuk peruntukan ruang terbuka/hutan kota adalah meliputi area yang luasnya sekitar 18.093 ha. Dengan alokasi ini maka proporsi peruntukan kawasan lindung dalam rencana penggunaan lahan di Kabupaten Serang adalah sekitar 29.39 %.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 58

B. Kawasan Budidaya

Kawasan Budidaya didefinisikan sebagai kawasan yang dimanfaatkan secara terencana dan terarah sehingga dapat berdayaguna dan berhasilguna bagi hidup dan kehidupan manusia. Dalam RTRW Kabupaten Serang Kawasan Budidaya terdiri atas:

Pertanian Lahan Basah

Pertanian Lahan Kering

Pertanian Tanaman tahunan

Zona Pengembangan Pelabuhan, Pertanian dan Perikanan

Industri

Pelabuhan

Kawasan Pariwisata

Zona Perkotaan

Zona Penunjang Pengelolaan Pulau-Pulau

a. Kawasan Pertanian Lahan Basah Kawasan pertanian lahan basah merupakan lahan pertanian yang dalam pengolahannya memerlukan air dalam jumlah yang pasti. Di wilayah Kabupaten Serang, kawasan pertanian lahan basah yang ada mendapat pasokan dari sistem irigasi yang memanfaatkan potensi sungai-sungai yang ada. Dalam RTRW Kabupaten Serang ini, alokasi lahan untuk pengembangan kawasan pertanian lahan basah sedikit mengurangi lahan yang telah ada terutama kawasan yang tidak beririgasi teknis dikarenakan terdapat penambahan areal kawasan perkotaan sebagai dampak dari perkembangan wilayah. Dengan dipertahankannya fungsi pertanian lahan basah sebagai sektor yang cukup dominan, dimaksudkan untuk mempertahankan Wilayah Kabupaten Serang sebagai lumbung padi di Provinsi Banten.

Alokasi lahan untuk kawasan pertanian lahan basah dalam RTRW Kabupaten Serang adalah meliputi area yang luasnya sekitar 21.996 Ha. Lahan pertanian lahan basah ini memanfaatkan sistem irigasi yang terdiri atas 7 daerah irigasi, yaitu :

Daerah Irigasi Ciujung, meliputi area persawahan di Wilayah Tirtayasa, Pontang, Ciruas, Carenang, Cikande, Pamarayan

Daerah Irigasi Cicinta, meliputi area persawahan di Wilayah Kecamatan Kopo (Carenang udik, Nyampok, Cidahu)

Daerah Irigasi Cisangu, meliputi area persawahan di Wilayah Kecamatan Petir (Bojongcatang, Kamuning)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 59

Daerah Irigasi Cipari/Ciwuni, meliputi area persawahan di Wilayah Kecamatan Kragilan (Tagalmaja, Sentul, Cisait, Pabuaran, Pematang, Silebu)

Daerah Irigasi Ciwaka, meliputi area persawahan di Wilayah Kecamatan Kecamatan Ciruas (Rajeng, Citeureup)

Daerah Irigasi Cikalumpang, meliputi area persawahan di Wilayah Kecamatan Padarincang (Cikalumpang)

b. Kawasan Pertanian Lahan Kering Potensi pengembangan pertanian lahan kering cukup besar di Kabupaten Serang, tanaman lahan kering yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Serang diantaranya adalah palawija dan sayuran (padi, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang panjang, bawang, cabe, semangka, mentimun, tomat, ubikayu dan ubi jalar. Peruntukan lahan untuk pertanian lahan kering dalam RTRW Kabupaten Serang sebesar 8.025 Ha. Adapun sebaran lokasinya meliputi Wilayah bagian barat Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Baros, Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Petir, Kecamatan Tunjungteja, bagian selatan Kecamatan Pamarayan.

c. Kawasan Pertanian Tanaman Tahunan Pertanian tanaman tahunan merupakan sektor yang cukup potensial di Kabupaten Serang. Luas alokasi pemanfatan lahan untuk pertanian tanaman tahunan ini adalah sekitar 11.654 Ha. Terdapat 23 komoditi tanaman tahunan yang potensial untuk dikembangkan di Wilayah Kabupaten Serang, yaitu : Durian, mangga, duku, melinjo, rambutan, lada, alpukat, petai, salak, manggis, pepaya, nangka, jeruk manis, sawo, sengon, nanas, kelapa, kemiri, kopi, pisang, sukun dan aren. Adapun sebaran lokasinya dalam RTRW Kabupaten Serang ini meliputi wilayah Kecamatan Anyar, Kecamatan Cinangka, Kecamatan Mancak, bagian selatan Kecamatan Padarincang, Kecamatan Ciomas, dan Kecamatan Pabuaran. Seperti halnya, pertanian lahan kering, lahan pertanian tanaman tahunan juga merupakan lahan yang karakteristiknya sesuai untuk dilestariakan sebagai ruang terbuka/hutan kota.

d. Zona Industri Pengembangan kegiatan industri merupakan salah satu fungsi utama yang akan dikembangkan di Kabupaten Serang. Pusat pengembangan kegiatan industri di wilayah Kabupaten Serang adalah di Kawasan Bojonegara dan di Serang Timur khususnya di kawasan Cikande.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 60

Kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagai penunjang utama kegiatan perekonomian Kabupaten Serang, kegiatan industri telah menunjukkan kecenderungan perkembangan yang cukup besar dengan berkembangnya kegiatan- kegiatan industri di lokasi yang terbagi dalam Zona Industri Serang Timur dan Zona KEK Bojonegara.

Zona KEK Bojonegara meliputi area yang luasnya sekitar 6.399,5 ha. Zona ini menampung 147 perusahaan yang bergerak di bidang industri mesin logam dasar, industri kimia, industri maritim dan pelabuhan.

Zona Industri Serang Timur meliputi area yang luasnya sekitar 14.872 Ha. Di sini ditampung 283 perusahaan industri yang bergerak di bidang industri aneka, elektronika, sepatu, garment, mainan dll.

Beberapa sentra komoditi unggulan industri Kabupaten Serang adalah berikut:

Kecamatan Baros, Desa Curug Agung : Sepatu

Kecamatan Pamarayan, Desa Mander : Kerajinan Anyaman Bambu

Kecamatan Petir, Kadu Geuneup : Industri tas dan Pandai Besi

Kecamatan Ciruas, Desa Kepandean : Industri Kecil dan Pandai Besi

Kecamatan Ciomas : Industri Kecil dan Pandai Besi

sebagai

Alokasi rencana pemanfaatan lahan untuk kebutuhan pengembangan industri dalam RTRW Kabupaten Serang dilakukan dengan memberikan kemungkinan pengembangan di bagian-bagian lahan yang secara teknis memungkinkan dan memiliki integrasi yang baik dengan perkembangan industri yang telah ada. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan alokasi lahan untuk kebutuhan ini adalah sebesar 14.872 Ha. Lahan pengembangan ini lebih dikonsentrasikan untuk menghidupkan kawasan industri di Serang Timur khususnya di Cikande dan sekitarnya. Lokasi di kawasan ini lebih memungkinkan pengembangan dibandingkan dengan kawasan Bojonegara yang ketersediaan lahannya relatif lebih terbatas.

Permasalahan penting yang harus diperhatikan adalah, bahwa banyak lahan pengembangan ini yang merupakan lahan sawah. Pertimbangan yang diberikan dalam mengalokasikan lahan pengembangan ini adalah, bahwa untuk batas-batas tertentu, nilai ekonomi lahan menunjukkan potensi yang lebih tinggi jika dimanfaatkan sebagai pengembangan industri, sehingga kontribusinya dalam meningkatkan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 61

perekonomian Kabupaten bisa lebih ditingkatkan. Selain itu dalam hal penciptaan lapangan kerja, kegiatan industri lebih memungkinkan memberikan lapangan kerja yang relatif lebih luas. Walaupun demikian pengembangan ini tetap mempertimbangkan proporsi lahan yang ada sehingga produksi pertanian Kabupaten dapat tetap dipertahankan. Dengan pertimbangan ini maka alokasi pengembangan lahan industri dikonsentrasikan di kawasan yang sudah atau akan memiliki prasarana pengembangan yang mendukung kegiatan industri. Pengembangan ini meliputi area di wilayah Kecamatan Binong, Kibin, Cikande, Kragilan, sebagian Pamarayan dan sebagian Jawilan. Sementara itu pengembangan industri di Kawasan Bojonegara diarahkan di wilayah Kecamatan Pulo Ampel, Bojonegara dan Kramatwatu. Walaupun demikian beberapa industri yang berkembang di sekitar kawasan Anyer masih dapat dialokasikan seperti pengembangan kegiatan industri di Kosambironyok.

e. Zona Pengembangan Pelabuhan, Pertanian dan Perikanan Zona Pengembangan Pelabuhan, Pertanian dan Perikanan, merupakan rencana pemanfaatan ruang pada koridor SKP Serang Utara meliputi sebagian Kecamatan Potang, Tirtayasa dan Tanara. Rencana Pemanfaatan sebelumnya berupa Perikanan Tambak. Perubahan tersebut diantaranya mempertimbangkan faktor penurunan daya dukung lingkungan, antisipasi perkembangan wilayah terkait pengembangan pelabuhan Bojonegara serta peningkatan status jalan (jalan provinsi menjadi jalan nasional). Dalam konversi ini ditekankan bahwa konversi pemanfaatan lahan bukan berarti merubah peruntukan lahan yang sudah ada (tambak dan sawah) secara keseluruhan, namun lebih pada optimalisasi pemanfaatan lahan serta pembangunan kemitraan dengan investor (industri perikanan, industri pertanian, pergudangan/ pengembangan kepelabuhan) dalam rangka peningkatan produktivitas pemanfaatan lahan dan nilai lahan yang ada di wilayah tersebut dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan yang ada.

f. Pelabuhan Rencana pengembangan pelabuhan di wilayah Kabupaten Serang khususnya di Bojonegara telah dibahas dalam waktu yang cukup lama. Saat ini semakin dirasakan kebutuhan akan pelabuhan ini untuk menunjang pertumbuhan wilayah Kabupaten Serang. Sesuai dengan batas kepemilikan lahan dan kondisi geografis, pembangunan Pelabuhan Bojonegara dapat dilakukan pada lahan yang akan dibebaskan seluas 500 ha, ditambah dengan lahan hasil reklamasi pantai seluas 42 ha dan hasil reklamasi Pulau Kali seluas 37 ha. Pada tahap awal lahan seluas 500 ha yang akan dibebaskan, akan dikembangkan zona-zona sebagaimana disajikan pada tabel di

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 62

bawah. Sesuai dengan kebijakann PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II, Pelabuhan Bojonegara diperuntukkan sebagai terminal peti kemas, multipurpose dan curah air. Pada pengembangaan jangka panjang, bahkan untuk menerima limpahan peti kemas dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Luas Areal Zona Peruntukkan Di Kawasan Pelabuhan Bojonegara

No

Peruntukan

Luas (ha)

Persentase

1

Daerah kerja pelabuhan

148

29.6

2

Office center zone

27

5.4

3

Community area

30

6.0

4

Resort area

125

25.0

5

Port related industrial zone

170

34.0

 

Jumlah

500

100.0

Sumber : Studi Analis Dampak Lingkungan Pembangunan Pelabuhan

Umum Bojonegara

Secara

umum

rencana

pengembangan

Pelabuhan

Bojonegara

adalah

sebagai

berikut:

Pembangunan Terminal Peti kemas membutuhkan lahan 120 ha dan telah dimulai pada tahun 2002 dan direncanakan akan beroperasi sebelum tahun 2015.

Pada tahap pertama akan dibangun dermaga 700 m, container yard 35 ha dan peralatan, dan selanjutnya akan dibangun sampai 5 tahap diperkirakan selesai secara keseluruhan pada tahun 2015 dengan panjang total dermaga 2.100 m 2 dan luas lapangan penumpukan 106 ha.

Pada lahan tersebut direncanakan akan dibangun beberapa terminal seperti :

terminal peti kemas, terminal curah kering, terminal LPG, terminal curah cair dan kawasan industri penunjang kegiatan pelabuhan.

Selain pengembangan pelabuhan Bojonegara yang merupakan pelabuhan umum skala nasional, dalam RTRW Kabupaten Serang ini juga diarahkan pengembangan pelabuhan-pelabuhan ikan yang dapat menunjang sektor perikanan sebagai salah satu sektor potensial di Kabupaten Serang. Arahan pengembangan pelabuhan ini diberikan di kawasan pantai utara dan juga perairan Selat Sunda, di lokasi-lokasi yang secara fisik wilayah (darat dan perairan) mendukung pengembangan sarana ini.

Adapun pengembangan dermaga-dermaga khusus yang berkaitan dengan aktivitas industri pengembangannya dimungkinkan sepanjang memang dibutuhkan oleh industri

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 63

yang ada dengan tetap mempertimbangkan kriteria lingkungan dan keterkaitan dengan kegiatan sekitarnya.

g. Kawasan Pariwisata Perkembangan kegiatan wisata ditunjukkan dengan adanya dua potensi wisata yang berbeda, yaitu wisata pantai di kawasan pantai barat (Anyar Cinangka) dan potensi alam, buatan dan wisata ziarah pada taip SKP. Perkembangan yang ada menunjukkan angka yang cukup potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu fungsi utama selain industri. Ada perbedaan yang cukup jelas dalam mengembangkan kedua jenis kegiatan wisata di atas. Wisata ziarah pengembangnnya relatif tidak terlalu intensif karena mempertimbangkan faktor konservasi. Sementara pengembangan kawasan pantai barat pengembangan relatif lebih intensif dengan batasan-batasan yang tetap diberikan terutama masalah keberadaan kawasan sempadan pantai sebagai kawasan lindung.

Selain potensi wisata tersebut, Kabupaten Serang juga memiliki potensi kawasan wisata alam pegunungan yaitu Cagar Alam Rawa Dano dan air panas Batu Kuwung. Adapun kesenian daerah yang dapat menjadi unggulan untuk penunjang pengembangan pariwisata adalah debus, pencak silat, reog dan rudat (ada 18 jenis).

Alokasi pengembangan kegiatan pariwisata dalam RTRW Kabupaten Serang meliputi area yang luasnya sekitar 2.121 Ha. Area pengembangan ini dikonsentrasikan di kawasan Pantai Barat.

h. Zona Perkotaan Dalam RTRW Kabupaten Serang zona perkotaan tersebar pada semua SKP dan serta dialokasikan areal seluas 27.055 ha atau sekitar 15.84 % dari luas Kabupaten Serang.

i. Zona Penunjang Pengelolaan Pulau Perairan Teluk Banten Zona Penunjang pengelolaan pulau, merupakan penegasan rencana pemanfaatan pulau-pulau kecil di Kabupaten Serang. Penegasan rencana pemanfaatan pulau tersebut dapat digeneralisasikan sebagai berikut :

Pulau Panjang dan Pulau Tunda, diarahkan sebagai pulau untuk rencana pemanfaatan ruang berupa permukiman, kepariwisataan, pengembangan jasa kepelabuhan serta pusat pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengelolaan, pemanfaatan serta konservasi sumber daya alam dan potensi kelautan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 64

Pulau-pulau lainnya, diarahkan sebagai pulau untuk rencana pemanfaatan ruang untuk kepariwisataan, pengambangan jasa kepelabuhan serta pusat pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengelolaan sumber daya alam dan potensi kelautan.

2.2.5. Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDG)

Sebagaimana telah diketahui, Pemerintah Indonesia bersama-sama 188 negara lainnya telah berpartisipasi dan menandatangani Deklarasi Milenium pada KTT Milenium - PBB yang dilaksanakan pada bulan September tahun 2000. Deklarasi ini kemudian menyepakati tujuan-tujuan pembangunan global yang tertuang dalam Millennium Development Goals (MDG). Sebagai salah satu penandatangan Deklarasi Milenium, Pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban untuk merealisasikan dan memantau perkembangan pencapaian MDG tersebut.

Dengan adanya MDG, kondisi Indonesia dapat diperbandingkan dengan negara-negara lain secara lebih baik. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan agar pelaksanaan kerjasama pembangunan antara negara miskin dan berkembang dengan negara maju menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Secara nasional, MDG mempunyai peranan sebagai salah satu alat ukur pencapaian pelaksanaan pembangunan terkait bidang-bidang yang tercakup dalam MDG. Oleh karena itu, MDG menjadi masukan yang penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan nasional di Indonesia.

Saat ini target-target MDG telah menjadi salah satu acuan penting dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) hingga tahap pelaksanaannya (RKPD). Tujuan MDG telah pula menjadi dasar perumusan strategi penanggulangan kemiskinan di tingkat nasional dan daerah.

Dalam konteks inilah maka Kabupaten Serang sebagai salah satu daerah otonom di wilayah NKRI, secara bersama-sama dengan daerah lainnya mempunyai kewajiban untuk mengimplementasikan dan mensukseskan pencapaian MDG tersebut dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Serang secara khusus dan Indonesia secara umumnya.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 65

Adapun tujuan dan target-target pembangunan milenium (MDG) sebagaimana yang disepakati bersama adalah sebagai berikut:

1. Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan Target dari menanggulangi kemiskinan dan kelaparan adalah:

Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah $1 perhari menjadi setengahnya antara 1990-2015;

Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990-2015.

2. Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Target dari mencapai pendidikan dasar untuk semua adalah:

Menjamin bahwa sampai dengan tahun 2015, semua anak, dimanapun, laki-laki dan perempuan, dapat menyelesaikan sekolah dasar (primary schooling).

3. Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan Target dari mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan adalah:

Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada tahun 2005, dan di semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015.

4. Menurunkan Angka Kematian Anak Target dari menurunkan angka kematian anak adalah:

Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-pertiganya, antara tahun 1990 dan 2015.

5. Meningkatkan Kesehatan Ibu Target dari meningkatkan kesehatan ibu adalah:

Menurunkan angka kematian ibu antara tahun 1990 dan 2015 sebesar tiga- perempatnya.

6. Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Lainnya Target dari memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainnya adalah:

Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunnya jumlah kasus baru pada tahun 2015;

Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada tahun 2015.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 66

7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup Target dari memastikan kelestarian lingkungan hidup adalah:

Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang;

Penurunan sebesar separuh, proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015;

Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020.

8. Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan Target dari membangun kemitraan global untuk pembangunan antara lain mencakup:

Pengembangan lebih lanjut sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka berdasarkan aturan yang jelas, pasti dan tidak diskriminatif (termasuk komitmen good governance dan pengentasan kemiskinan baik secara nasional maupun internasional);

Menyelesaikan secara komprehensif masalah utang luar negeri melalui kesepakatan antar negara dan internasional;

Bekerjasama dengan sektor swasta menyalurkan manfaat teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2011-2015

II - 67