Anda di halaman 1dari 21

Cara Penulisan Daftar Pustaka

Saleha Sungkar
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

13/05/10 1
Daftar Pustaka
 bagian makalah yang berisi sumber
informasi yang dikutip oleh penulis
 disusun menurut aturan
 dicantumkan diakhir makalah
 Sistem vancouver

13/05/10 2
Cara Penulisan kutipan pustaka
pada naskah (text)
 Kutipan ditulis dengan nomor
sesuai urutan contoh: 1,2
 Bila terdapat lebih dari dua nomor
yang berurutan ditulis nomor awal
dan nomor akhir, dipisahkan
dengan tanda hubung contoh: 1-4
 Nomor kutipan ditulis superskrip
13/05/10 3
 Nomor kutipan diletakkan setelah
koma, titik, titik koma, atau titik dua
 Nomor kutipan diletakkan sedekat
mungkin dengan isi kutipan
Contoh: pada tahun 1986 terjadi
wabah DBD di Jakarta,1 di
Surabaya,2 dan kota besar lainnya;3
tetapi wabah terbesar terjadi di
Jakarta.1

13/05/10 4
Jangan ditulis:
Pada tahun 1986 terjadi
wabah DBD di Jakarta, di
Surabaya, dan kota besar
lainnya; tetapi wabah terbesar
terjadi di Jakarta.1-3

13/05/10 5
letakkan nomor dekat nama penulis

1 2
Contoh: Sungkar, Nuhonni, dan
3
Harmani, menyatakan bahwa
insidens stroke Indonesia cukup
tinggi. Bila ditulis: Sungkar, Nuhonni,
dan Harmani, menyatakan bahwa
insidens stroke Indonesia cukup
1-3
tinggi. tidak jelas penulis mana yang
dimaksud dengan nomor 1,2 dan 3.

13/05/10 6
Penulisan daftar pustaka
 Dikutip dari majalah / jurnal
 nama penulis
- bila nama penulis < 6 tulis semua
- bila nama penulis > 6 tulis keenam
penulis diikuti et al
 judul makalah
 nama majalah
 tahun; volume: halaman.

13/05/10 7
1. Nama penulis: nama keluarga
diikuti inisial nama depan dan nama
tengah.
2. Judul makalah ditulis dengan huruf
kecil.
3. Nama majalah disingkat dengan
singkatan lazim sesuai Index
Medicus

13/05/10 8
Contoh :
1. Sungkar S, Nuhonni SA, Harmani
B. Situasi demam berdarah di
Indonesia. Maj Kedokt Indon 1983;
12:243-9.
2. Sungkar S, Nuhonni SA, Harmani
B, Sulistiadi W, Satar JP,
Budiman J, et al. Penatalaksanaan
demam berdarah. Medika 1986;8:
121-8.

13/05/10 9
Organisasi sebagai penulis

Departemen Kesehatan RI.


Petunjuk pelaksanaan survei
demam berdarah. Buletin
Departemen Kesehatan RI
1983;72:375-83.

13/05/10 10
Dikutip dari buku
 nama penulis
 Judul buku dengan edisinya
 Nama kota: penerbit; tahun.
Contoh:
Soemarso SR. Akuntansi suatu
pengantar. Edisi ke-4. Jakarta:
Bineka Cipta; 1996.
13/05/10 11
Dikutip dari seminar
Contoh :
Ramelan W. Kelainan genetika. Kongres
Genetika Kedokteran Asia Pasifik; Jakarta,
5 November 1995.
Dikutip dari disertasi / tesis
Ramelan W. Perkembangan genetika
hubungan manusia dalam hubungan dengan
reproduksi [disertasi]. Jakarta: Universitas
Indonesia; 1999.

13/05/10 12
Dikutip dari surat kabar

Bakir M, Julianto I. Hepatitis


C juga bisa ancam transfusi
darah. Kompas 14 Desember
1993; halaman 1 (kolom 3).

13/05/10 13
Ubahlah kutipan pustaka ini menurut
sistem vancouver
Sekretaris berasal dari bahasa latin
secretum, berarti sekretaris harus mampu
memegang rahasia perusahaannya
(Miriam Bredow, 1996). Menurut Thomas
Wijaya Bratawijaya (1996), sekretaris
adalah pembantu pimpinan untuk
korespondensi, menerima tamu,
menyimpan rahasia dan melakukan tugas
lain untuk meningkatkan efektivitas kerja
pimpinan.
13/05/10 14
Menurut Miriam Bredow (1996)
sekretaris medis adalah pembantu dokter
di bidang administrasi yang berfungsi
meningkatkan efektivitas pekerjaan
dokter. Tugas sekretaris medis antara lain
mengelola ruang, mempersiapkan alat
administrasi, mengelola pasien,
mengurus keuangan dan mengelola surat
(Sedarmayanti, 1997; Departemen
Kesehatan, 1994).

13/05/10 15
Untuk menjalankan pekerjannya,
sekretaris medik memerlukan
kepribadian, etika dan pengetahuan
yang berhubungan dengan
kesekretarisan maupun kedokteran
(Simanjuntak, 1998; Siwi Kadarmo
1997).

13/05/10 16
Etika berasal dari bahasa Yunani
ethos, yang berarti kebiasaan (Radiq
1998). Etika sekretaris adalah norma
atau nilai yang diterima masyarakat
sekretaris (Miriam Bredow, 1996;
Thomas Wijaya Bratawijaya, 1996).
Untuk seorang sekretaris medik, tentu
berlaku etika sekretaris yang umum
ditambah etika lain yang berkaitan
dengan pelayanan pasien (Davis A and
Aroshan MA, 1991; Susanto AB, 2000;
Ratna Suprapti Samil 2000).
13/05/10 17
1. Miriam Bredow. Medical
secretary procedures. Journal of
American Medical Association Vol
45 no 3 hal 51-58, 1996
2. Thomas Wijaya Bratawijaya.
Sekretaris profesional. PT
Pustaka Binaman. Jakarta 1996
3. Sedarmayanti. Tugas
pengembangan sekretaris. CV
Mandar Maju. Bandung 1997.
13/05/10 18
4. Departemen Kesehatan RI.
Pedoman pencatatan pelayanan
rumah sakit. Departemen
Kesehatan RI, Jakarta; 1994
5. Simanjuntak PJ. Pengantar
ekonomi sumber daya manusia.
Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia,
Jakarta 1998
13/05/10 19
6. Siwi Kadarmo. Sekretaris dan
tugas-tugasnya. Disertasi.
Universitas Indonesia Jakarta,
1989
7. Radiq. Manajemen sumber daya
manusia. Badan Penerbit IPWI.
Jakarta 1998.
8. Davis A and Aroshan MA. Ethical
dilemmas and nursing practice.
Third edition. California, Apleton &
Lange hal 1-18, 1991
13/05/10 20
9. Susanto AB. Pendidikan moral
dan globalisasi. Majalah Hidup
Vol 3 no 5 hal 34-39, 2000
10. Ratna Suprapti Samil. Ethics
and morality in health
services. Majalah Kedokteran
Indonesia Vol 49 no 9, hal
153-158, 2000

13/05/10 21