Anda di halaman 1dari 11

Nama : Muhammad Chudori Azhar

NIM : 130511616240
OFF : A1
1. Penelitian sebagai upaya sistematik untuk menemukan dan/atau
mengembangkan pengetahuan yang benar. Jelaskan secara singkat makna
dari (a) upaya sistematik, (b) menemukan atau mengembangkan, dan )c)
pengetahuan yang benar ?
2. Upaya sistematik untuk menemukan dan/atau mengembangkan
pengetahuan yang benar dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif,
dan kualitatif. Identifikasi pembeda kedua pendekatan tersebut dalam
bentuk table dari aspek: (a) tujuan, (b) desain, (c) proses, dan (d) hasil,
dalam memecahkan masalah bidang pendidikan yang sesuai dengan
program studi anda.
3. Masalah penelitian yang potensial memiliki delta sumbangan yang
signifikan adalah yang memenuhi unsur-unsur : (a) feasibility, (b)
interesting, (c) novalty, (d) ethnics, dan relevancy. Jelaskan secara
singkat maksud dari kelima unsur tersebut dengan diberikan contohnya !
4. Jelaskan secara singkat perbedaan esensial dari : (a) masalah dan hipotesis;
(b) latar belakang dan kajian pustaka; dan (c) metodologi dan metode
penelitian dalam menulis proposal penelitian yang sesuai dengan program
studi anda !
5. Jelaskan perbedaan pengertian dan peranan antara variable: bebas,
tergantung, moderator, control, dan intervening dalam suatu upaya untuk
menemukan dan/atau mengembangkan pengetahuan yang benar melalui
kegiatan penelitian? Masing-masing disertai contohnya!
6. Identifikasi dan tetapkan satu masalah penelitian yang relevan dengan
program studi anda. Lalu lakukanlah:
a. Berikan justifikasi dari aspek novelty dan potensi delta sumbangannya!
b. Rumuskan judul dan masalah penelitiannya secara operasional!
c. Identifikasi variable yang ada dalam rumusan masalah butir b!
d. Tentukan perian dan hubungan variable dalam bentuk kerangka kajian
pustakanya!
1. A. Upaya Sistematik
Menurut Mukhadis (1999:2) Sistematik sebagai indicator kegiatan

Ilmiah dimaksudkan bahwa daam penelitian kuantitatif harus


dilaksanakan berdasarkan pemikiran system, metode, dan teknik yang
sesuai, prosedur yang ditempuh jeals dan teratur rasional serta terbuka.
Upaya sistematik dalam konteks ini ditandai dengan adanya
kejelasan langkah-langkah yang ditempuh secara exsplisit, jelas dan
lugas mulai dari penentuan masalah sampai penarikan kesimpulan dana
tau generalisasi (perampatan) dan dapat direplikasikan oleh peneliti lain
temuan (Mukhadis, 2013:70)
B.Menemukan atau Mengembangkan
Menemukan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah
yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
Sedangkan pengembangan berarti memperdalam dan memperluas
pengetahuan yang telah ada. Sugiyono (2008:3)
C.Pengetahuan yang benar
Menurut Bloom dan Skinner pengetahuan adalah kemampuan
seseorang untuk mengungkapkan kembali apa yang diketahuinya dalam
bentuk bukti jawaban lisan atau tulisan, bukti atau tulisan tersebut
merupakan suatu reaksi dari suatu stimulasi yang berupa pertanyaan baik
lisan atau tulisan (Notoatmodjo, 2003).
Mukhadis (1999;1) adalah jawaban atas pertanyaan (pada saat itu)
yang diangkat dari isu atau fenomena (teoretik atau praktis) yang telah
diidentifikasi, dibatasi, dan dirumuskan secara oprasional.

2. (Suhiyono. 2011:14-21)
Perbedaan
Tujuan

Kualitatif
Menemukan pola

Kuantitatif
Menunjukkan hubungan

antar variable.
Menguji teori.
Mencari generalisasi

hubungan yang

bersifat interaktif.
Meneukan teori
Menggambarkan

yang mempunyai nilai

realitas yang

prediktif.

kompleks.
Memperoleh
pemahaman

Desain

makna
Spesifik, jelas,

rinci,
Ditentukan secara

mantap sejak awal.


Menjadi pegangan

Umum
Fleksibel.
Berkembang dan muncul
saat proses penelitian.

langkah demi
Proses

langkah.
Bersifat linier.
Dilakukan melalui

studi pendahuluan

deskripsi.
2. Tahap

dengan fakta-fakta

Hasil

Bersifat sirkuler
Ada tiga tahap :
1. Tahap

empiris.
Masalah dijawab

secara spesifik.
Bentuk kalimat

tanya.
Hasilnya berupa

Hasilnya berupa

data statistic.
Gejala gejala di

naratif/kata-kata
Gejala-gejalanya dilihat

reduksi/focus
.
3. Tahap
seleksi.

jadikan bagian-

dalam perspektif

bagian untuk

keseluruhan.

analisis.
3.
a. Feasibility adalah masalah yang akan diteliti berada dalam jangkauan
kemampuan, tersedianya subyek penelitian, dana, waktu, alat, dan
keahlian.
Contoh: Bagaimanakah pengaruh keecpatan putaran mesin bubut
terhadap kehalusan permukaan benda kerja?
b. Interesting adalah masalah yang akan diteliti hendaknya menarik untuk
peneliti.

Contoh: Kepala sekolah harus selalu mengamati seluruh proses serta


hasil pembelajaran yang diberikan kepada siswa.
c. Novalty adalah penelitian yang akan dilakukan dapat mengkonfirmasi,
membenarkan atau membantah hasil penelitian terdahulu, atau
melengkapi hasil penelitian sebelumnya, dan menemukan sesuatu yang
baru yang belum ada sebelumnya (orisinalitas).
Contoh: jika suatu penelitian itu hasilnya kurang menurut pendapat
peneliti yang baru, maka hasil peneliti itu bias di bandingkan dan di
buat tambahan untuk penelitian yang lama.
d. Ethics adalah penelitian yang akan dilakukan harus tidak bertentangan
dengan etika.
Contoh: Bagaimana minat berwirausaha siswa setelah menguasai
materi pelajaran kewirausahaan yang telah diajarkan oleh guru
pembimbing?
e. Relevancy adalah penelitian yang hendak dilakukan harus sejalan
dengan perkembangan ilmu dan penelitian tersebut penting sebagai
dasar bagi peneliti selanjutnya dan sesuai dengan keadaan zaman.
Contoh: Bagaimana pengaruh gadget terhadap anak-anak kecil?
(Sastroasmoro dan Ismael. 1995)
4. A. Masalah dan Hipotesis
Bila mengacu Darmadi, Hamid (2014;18) masalah merupakan
penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar
terjadi, antara teori dengan praktek, antara harapan dengan kenyataan yang
sesungguhnya. Sedangkan hipotesis merupakan dugaan yang bersifat
sementara mengenai sesuatu objek/subjek yang akan dibuktikan
kebenarannya melalui suatu penelitian Darmadi, Hamid(2014;49)
B. Latar belakang dan Kajian pustaka.
Kajian pustaka menurut Nyoman Kutha Ratna (2012), memiliki
tiga pengertian yang berbeda.
1. Kajian pustaka adalah seluruh bahan bacaan yang mungkin
pernah dibaca dan dianalisis, baik yang sudah
dipublikasikan maupun sebagai koleksi pribadi.
2. Kajian pustaka sering dikaitkan dengan kerangka teori atau
landasan teori, yaitu teori-teori yang digunakan untuk

menganalisis objek penelitian. Oleh sebab itu, sebagian


peneliti menggabungkan kajian pustaka dengan kerangka
teori.
3. Kajian pustaka adalah bahan-bahan bacaan yang secara
khusus berkaitan dengan objek penelitian yang sedang
dikaji.
Latar belakang masalah berisi tentang sejarah dan
persitiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu proyek
penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, nampak adanya
penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada, baik
standar keilmuan maupun aturan-aturan. Dalam latar belakang
ini peneliti harus melakukan analisis masalah, sehingga
permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini,
peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan
dan menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti (Sugiyono,
1999:302)
C. Metodologi dan Metode penelitian.
Menurut Sugiyono (2013:2) metode penelitian merupakan cara
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Metodologi menurut Darmadi, Hamid (2014; 12) merupakan
pengkajian terhadap langkah-langkah yang sistematis dalam menggunakan
metode untuk

memperoleh

ilmu.

Sedangkan metode merupakan

pendekatan atau cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data


dengan tujuan tertentu.
5. Variable
a. Variabel Independen/ Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau
menjadi sebab perubahan atau tumbuhnya variabel terikat/ dependen.
b. Variabel Dependen/ Terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau
menjadi akibat karena adanya variabel independen/ bebas.
c. Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat
dan memparlemen) hubungan antara variabel bebas dengan variabel
terikat.

d. Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan


sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak
dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
e. Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis
mempengaruhi (memperkuat) hubungan antara variabel bebas dengan
variabel terikat, tetapi tidak dapat diamati dan diukur.
(Deni, Darmawan. 2012: 109-110)
Contoh dari masing- masing variabel:
a. Intensitas Masuk Kuliah dan Hasil Nilai Ujian Mahasiswa:
Variabel Bebas: Intensitas Masuk Kuliah
Variabel Terikat: Hasil Nilai Ujian Mahasiswa
b. Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila
peranan dosen dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik,
dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baik
dalam menciptakan lingkungan belajar. (Variabel Moderator)
c. Membandingkan kualitas hasil produksi pabrik A dengan hasil
d.

produksi pabrik B (Variabel Kontrol)


Hipotesis: Pada siswa yang memiliki minat yang meningkat
terhadap tugas pada pelajaran Kewirausahaan yang diberikan,
unjuk kerja terhadap tugas yang diukur meningkat.
Variabel bebas : minat terhadap tugas
Variabel intervening : belajar
Variabel terikat : unjuk kerja tugas

6. Masalah Penelitian
Seiring dengan bertambah banyaknya jumlah penduduk di
Indonesia maka bertambah pula permasalahan yang harus dihadapi, salah
satunya adalah menyempitnya lapangan pekerjaan. Tidak imbangnya antara
lapangan pekerjaan dengan pencari kerja serta adanya Masyarakat
Economic Asean (MEA) menyebabkan banyak orang yang tidak
mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Akibatnya jumlah pengangguran
semakin besar. Mengahadapi kenyataan itu Sekolah Menegah Kejuruan
(SMK) sebagai bagian dari system pendidikan menengah yang ikut
berperan dalam mencetak generasi muda pengisi pembangunan, sudah
seharusnya mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
dimaksud.SMK seharusnya dapat mempersiapkan peserta didiknya untuk

mampu menjadi tenaga mandiri yang kompeten dalam bidangnya, SMK


membekali para siswanya untuk bekerja secara mandiri atau menjadi
wirausaha sesuai kompetensi yang dipilihnya dan tentu saja dapat bersaing
di dunia global. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka sekolah dituntut
untuk mengadakan berbagai program untuk mendukung proses
pembelajaran yang mengarahkan ketertarikan siswa pada hal hal yang
berhubungan dengan wirausaha. Salah satu usaha untuk mewujudkan hal
tersebut adalah dengan meningkatkan mutu dan kualitas kemampuan siswa
SMK melalui pengalaman kerja secara langsung pada Dunia Usaha/Dunia
Industri (DU/DI) yang sesuai dengan program studi siswa yang
bersangkutan.
Pemerintah telah mencanangkan program Pendidikan Sistem Ganda
(PSG) yang dilaksanakan mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan
Sistem Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan.Adapun pelaksanaanya
dimulai pada tahun ajaran 1998/1999.Dalam rangka merealisasikan PSG
tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Praktik
Kerja Industri (Prakerin) yaitu suatu kegiatan pendidikan dan latihan kerja
dengan mengembangkan kemampuan, keahlian dan profesi di tempat kerja
sesuai dengan bidang studi atau jurusan siswa masing masing. Pelaksanaan
Prakerin ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK
sebagai SDM yang handal dan profesional dan mampu bersaing serta
mengenal dunia usaha yang bertujuan akhir untuk dapat menumbuhkan
minat siswa ke arah wirausaha.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap minat berwirausaha
siswa. Diantaranya adalah faktor dari dalam diri siswa (internal) misalnya
prestasi belajar, motivasi, sikap, minat, maupun kondisi fisiologis seperti
kesehatan dan panca indera. Contohnya adalah kurangnya pandangan siswa
pada dunia wirausaha dan kurangnya keinginan dari siswa itu sendiri untuk
membuka usaha maupun dari faktor dari luar diri siswa itu sendiri
(eksternal), misalnya dari, pengalaman, peluang, lingkungan sekolah,
lingkungan sekitar siswa, lingkungan masyarakat atau dari lingkungan
keluarga siswa. Contohnya adalah kurangnya dukungan dari orang tua
siswa untuk membuka usaha setelah lulus dari bangku sekolah dikarenakan

perekonomian keluarga yang kurang, daerah tempat tinggal yang kurang


stategis untuk dibukanya suatu usaha, tidak adanya dukungan dari
pemerintah setempat, tingkat perekonomian masyarakat sekitar yang
kurang dan bagaimana peran aktif guru pembimbing dan pihak sekolah
didalam mendampingi siswanya saat pelaksanaan praktik industri juga
berpengaruh terhadap minat berwirausaha.
Berdasarkan uraian di atas maka pendidikan, pengalaman dan
pengetahuan merupakan beberapa factor yang menumbuhkan minat
berwirausaha. Pengalaman dana pengetahuan dapat diperoleh melalui
kegiatan Prakerin. Pelaksanaan Prakerin secara tidak langsung akan
memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam bekerja. Pengalaman
yang diperoleh pada saat melaksanakan praktik industry secara tidak
langsung dapat mempercepat transisi siswa dari sekolah kedunia industry,
selain mempelajari cara mendapatkan pekerjaan juga belajar bagaimana
memiliki pekerjaan yang relevan dengan bakat dan minatnya.Prestasi
pengalaman praktik kerja industry tersebut diharapkan akan berhubungan
terhadap minat berwirausaha siswa. Pengalaman yang didapat dan
dipahami dengan baik akan memungkinkan tingginya minat berwirausaha,
sebaiknya siswa yang prestasi pengalaman praktik kerja industrinya
rendah memungkinkan rendahnya minat berwirausaha, jadi minat
berwirausaha tersebut akan timbul jika sebelumnya siswa memiliki
prestasi pengalaman praktik kerja industry yang baik.
Pada pendidikan teknik dan kejuruan ditingkat SMK telah
dimasukan mata pelajaran kewirausahaan. Fungsi dari mata pelajaran
kewirausahaan adalah memberikan pengetahuan dasar dalam berwirausaha
bagi siswa karena secara langsung menuntut kecakapan kognitif, afektif,
dan psikomotor sekaligus. Dengan adanya materi kewirausahaan
diharapkan siswa akan mempunyai pengetahuan dan teknik dasar untuk
berwirausaha sehingga akan mempunyai bekal untuk menghadapi
tantangan kerja setelah mereka lulus dari sekolah. Pengalaman kerja
industry dan pengetahuan kewirausahaan, yang dmiliki oleh siswa dapat
menggugah minat siswa dalam mengembangkan jiwa kewirausahaaanya.
Siswa akan terdorong minatnya untuk menekuni materi mata pelajaran ini

dan terbuka dirinya untuk memperoleh minat dalam berwirausaha


sekaligus juga dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Dari uraian di
atas timbul pemikiran saya untuk meneliti tentang pengaruh prestasi
praktik kerja industry dan prestasi belajar kewirausahaan terhadap minat
berwirausaha siswa.
a. Dari paparan masalah di atas maka siswa diharuskan mampu mengerti
dan menguasai mata pelajaran kewirausahaan dan mendapatkan
pengalaman yang banyak dan baik pada saat praktek industry sehingga
dapat menumbuhkan minat siswa untuk berwirausaha.Dalam hal ini
delta sumbangannya dilihat dari segi strukturnya : Interesting bahwa
masalah di atas sudah mencakup hal-hal yang dapat menarik minat
penelitinya, dalam noveltynya masalah tersebut sudah mencakup halhal yang bersifat kebaruan, serta sudah Relevancy karena kepaduan
masalahnya mudah untuk dipecahkan.
b. Judul: Hubungan Hasil Praktik Kerja Industri Dan Hasil Belajar Mata
Pelajaran Kewirausahaan Siswa Terhadap Minat Berwirausaha Siswa
Kelas XII Teknik Permesinan Di Salah Satu Smk Di Pasuruan.
Masalah:
1. Adakah hubungan yang signifikan dan positif antara hasil praktik
kerja industry terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik
Permesinan di salah satu SMK di Pasuruan.
2. Adakah hubungan yang signifikan dan positif antara hasil belajar
mata pelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa
kelas XII Teknik Permesinan di salah satu SMK di Pasuruan.
3. Adakah hubungan yang signifikan dan positif antara hasil praktik
kerja industry dan hasil belajar mata pelajaran kewiraushaan
terhadap minat berwirausaha siswa kelas XII Teknik Permesinan di
salah satu SMK di Pasuruan.
c. Variabel yang ada dalam rumusan masalah butir b adalah :
1. Variabel bebas
: hasil praktek kerja industry
2. Variable moderator : hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan
3. Variable terikat
: minat berwirausaha
d. Perian dan hubungan variable dalam bentuk kajian pustaka.
1. Prestasi Belajar
Prestasi Belajar berasal dari dua kata yaitu Prestasi dan
Belajar. Dua kata tersebut memiliki pengertian yang berbeda.

Secara umum, prestasi dapat diartikan sebagai bukti keberhasilan


usaha yang telah dicapai seseorang. Dalam kaitannya dengan proses
pembelajaran, definisi dari prestasi yang disebutkan di atas didasarkan
pada pengertian bahwa prestasi adalah hasil usaha yang telah dicapai
seseorang (siswa) setelah mengikuti proses pembelajaran atau
program pelatihan tertentu yang hasilnya di wujudkan dalam bentuk
nilai atau angka-angka.
Menurut Syaiful Bachri Djamarah (1994:21), Menyatakan
bahwa Prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan
dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan
pelajaran baik teori maupun praktek yang disajikan kepada mereka.
Sedangkan pengertian belajar menurut pengertian secara psikologis
adalah suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interakasi
seseorang dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses usaha
yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya. (Slameto, 2010).
2. Praktek Kerja Industri
Praktek Kerja Industri adalah sebagai realisasi dari program
Pendidikan Sistem Ganda yang diselenggarakan oleh pemerintah
sesuai dengan ketentuan pada Undang- Undang Nomor 2 / 1989
tentang Sistem pendidikan Nasional, dan peraturan Pemerintah Nomor
29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, dan Peraturan
Pemerintah Nomor 39 tahun 1992 tentang Peranan masyarakat Dalam
Pendidikan Nasional, dan Kepmendikbud Nomor 080 / U / 1993
tenang Kurikulum SMK.
3. Mata Pelajaean Kewirausahaan
Mata Pelajaran kewirausahaan merupakan salah satu mata
pelajaran yang diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan. Secara
umum, tujuan diajarkannya mata pelajaran kewirausahaan adalah
untuk membeli siswa dengan kompetensi kewiraushaan dengan
harapan agar setelah siswa meneyelesaikan studinya siswa tersebut

mampu untuk berwirausaha.


4. Minat Berwirausaha
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal
atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar
dirinya. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka akan semakin
besar pula minatnya (Slameto, 2010).
Sedangkan wirausaha Menurut Buchari Alma (2010), adalah proses
menciptakan sesuatu yang lain dari yang lain atau sesuatu yang berbeda
disertai dengan modal dan resiko serta menerima balas jasa serta di ikuti
dengan kepuasan pribadi dari individu tersebut. menurut Joseph Schumpeter
seperti yang dikutip oleh Buchari Alma (2010), Wirausahawan adalah orang
yang mendobrak sistem Ekonomi dengan memperkenalkan barang dan jasa
yang baru dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolahbahan
baku baru.
Dari definisi dan pengertian tentang Minat dan wirausaha di atas, maka
dapat diambil kesimpulan bahwa minat berwirausaha adalah kecenderungan
hati dari dalam diri individu untuk mempunyai keinginan atau ketertarikan
menciptakan suatu usaha melalui ide-ide yang kreatif disertai dengan rasa
percaya diri yang tinggi, serta dapat melihat peluang yang ada dan mampu
mengelolanya dengan jalan bekerja keras serta berani menanggung resiko
untuk mengembangkan usaha yang telah dirintisnya dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.