Thresher
Drum Threshing
Drum Threshing adalah merupakan alat untuk melakukan pelepasan antara brondolan
dengan janjangan. Pelepasan berlangsung didalam drum Thresher yang berputar. Lepasnya
brondolan dari janjangan akibat bantingan dari ketinggian yang berlangsung berulang hingga
5-7 kali.
Pada drum Thresher dilengkapi dengan plat pelempar (stepper) yang berfungsi untuk
mengangkat TBS masak/janjangan keposisi tertinggi dan melepaskannya untuk proses
bantingan. Brondolan yang sudah terlepas dari tandan kemudian keluar dari celah kisi-kisi
drum dan masuk ke dalam Bottom Fruit Conveyor.
Untuk mendapatkan pelepasan yang maksimum dalam pengoperasian threshing harus
diperhatikan beberapa aspek,antara lain:
a)
Putaran Drum Thresher
Cepat lambatnya putaran pada drum Thresher memiliki dampak yang merugikan bila
putaran thresher terlalu lambat, maka banyak tandan buah yang tidak membrondol karena
frekunsi bantingan yang kurang. Sebaliknya bila putaran terlalu cepat berakibat banyak
kerugian minyak yang terikut pada janjangan karena frekuensi bantingan yang terlalu
sering. Putaran yang ideal dengan hasil yang maksimal berkisar antara 23 rpm 26 rpm.
b) Pemasangan Jarak Plat Kisi-Kisi
Bila jarak plat kisi-kisi terlalu rapat akan mengakibatkan pengeluaran brondolan dari
drum thresher tidak leluasa sehingga dapat mengakibatkan penyumbatan pada celah kisikisi sehingga tandan tidak membrondol dan losses tinggi.Bila pemasangan terlalu jarang,
hal ini akan mengakibatkan janjangan yang berukuran kecil (< 6 kg) akan terikut masuk
ke bottom fruit conveyor dan selanjutnya polising drum akan mengalami sumbat. Untuk
jarak kisi-kisi yang ideal antara 3.50-4.50 cm
c)
Pengumpanan yang continuous
Pengumpanan buah untuk thresher dari tipper harus disesuaikan dengan kapasitas press,
hal ini sangat baik karena tidak akan terjadi over flow dari brondolan sehingga dapat
dihindari kerusakan dari brondolan yang dapat meningkatkan kehilangan minyak serta
level dari unit digester beroperasi tetap pada kondisi/level penuh.
Bila pengumpanan TBS masak terhadap thresher kurang hal ini akan mengakibatkan
berkurangnya efesiency unit thresher danmempengaruhi hasil dan kualitas produksi.
Namun bila pengumpanan TBS masak yang berlebihan akan mengakibatkan hal-hal
seperti berikut ini :
Kerja dari drum threshing menjadi berat yang mengakibatkan peralatan pada thresher
tersebut menjadi cepat aus.
Brondolan yang dihasilkan berlebihan sehingga akan mengakibatkan tumpah pada
conveyor dan elevator yang akan mendistribusikan brondolan tersebut kedalam
digester.
Pemasangan jarak plate kisi-kisi yang ideal pada drum biasanya 40 mm sampai 50 mm.
Jarak kisi-kisi drum dikontrol secara periodik untuk memantau adanya penyempitan,
peregangan dan kerusakan (patah) sehingga janjangan tidak terikut ke stasiun press.
Untuk mendapatkan pemipilan yang maksimum pada drum thresher, maka putaran drum
harus diperhitungkan biasanya 23 sampai 25 rpm. Bila rpm tidak seimbang dengan jumlah
pengumpanan dari auto feeder misalnya rpm terlalu lambat atau terlalu cepat, maka hal ini
mengakibatkan kerugian, seperti berikut:
rpm terlalu cepat berakibat kapasitas/throughput lebih tercapai tetapi loss brondolan (oil
dan kernel) loss akan tinggi meskipun perlakuan disterilizer sudah baik, karena waktu
pemipilan tidak optimal.
rpm terlalu lambat berakibat waktu pemipilan terlalu panjang sehingga cenderung
menyebabkan oil loss tinggi pada empty bunch stalk, bahkan dapat menyebabkan
kemacetan dan keausan pada peralatan lebih cepat.
Maintenance Thresher
1. Pembersihan setiap hari body, sisi-sisi pintu dari kotoran minyak yang lengket dan
sampah-sampah yang menumpuk pada hanger bushing below thresher conveyor.
2. Pembersihan kisi-kisi yang terhambat oleh janjangan kecil atau dari benda asing
lainya.
3. Periksa kisi-kisi yang meregang, menyempit dan patah, jika ada segera diperbaiki.
4. Periksa las-lasan yang retak pada body dan drum, seperti pada engsel pintu, kisi-kisi,
stripper, jari-jari drum, shaft drum dan lain-lain, jika ada segera diperbaiki.
5. Lakukan pelumasan pada gear box, bearing-bearing yang cukup.
6. Periksa kabel instalasi dan panel elektrikalnya terpasang baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja threser :
1. Feeding, yaitu kualitas (ukuran buah) dan kuantitas (volume umpan ke threser).
Kecepatan putaran drum pemipil (stripper drum) yang baik adalah 23-26 rpm. Jika
putaran drum terlalu lambat atau terlalu cepat maka akan mempengaruhi peroses
pelepasan/perontokan brondolan.
2. Kebersihan kisi-kisi tempat keluarnya berondol.
3. Sudut pengarah (dengan kemiringan yang baik adalah 15 250C).
4. Sewaktu berputar tandan buah dalam alat perontok harus mencapai ketinggian maksimal
sebelum jatuh.
5. Pengaturan buah yang masuk kedalam alat perontok disesuaikan dengan kapasitas alat,
sehingga tidak terjadi kelebihan kapasitas.
Kecepatan Putar Drum Berputar
Kecepatan putar drum adalah merupakan cara untuk mengangkat buah dan
menjatuhkannya sesuai besarnya gaya angkat dan gaya gravitasi yang terjadi selama proses
berputar-putar searah. Pada umumnya kecepatan putar tandan lebih cepat dari putaran drum
dan sewaktu jatuh akan menghantam poros dan dinding bagian dalam Drum sehingga terjadi
pelepasan buah.
Untuk mengangkat buah dalam drum dipasang besi strip (fifting bors) di dinding
drum. Buah yang terangkat akan bergerak maju dan kecepatan ini dipengaruhi oleh letak,
jumlah dan sudut strip.
Sudut strip yang terbaik adalah 15 - 13, dan tergantung kepada diameter, panjang
dan kecepatan putar drum.
Untuk menghasilkan buah yang terbanting dengan baik diusahakan agar bentuk heliks
aliran lebih panjang hal ini dipengaruhi, sudut sirip dan jumlah sirip yang ada dalam drum.
Klasifikasi alat / mesin
Thresher drum
Thresher drum merupakan drum yang berputar pada poros sentral yang terbentuk dari
besi pelat strip untuk proses penebahan atau bantingan tandan buah. Terdiri dari 2 buah
tingkatan drum berputar yaitu Thresher drum no 1 dan Thresher drum no 2. Pada sekeliling
sisi drum terdapat sirip-sirip sebagai pembanting dan penghantar tandan buah di dalam
Thresher, sehingga tandan buah akan terbanting bergerak dari ujung satu ke ujung drum
lainnya. Data-data teknik Thresher drum :
Kapasitas 50 Ton TBS/Jam
Diameter drum 2200 mm dan panjang drum 6000 mm
Putaran Thresher drum no 1 adalah 26 rpm sedangkan Thresher drum no 2
adalah 23 rpm
Drum dibentuk dari besi pelat strip dengan tebal 12 mm dan lebar 50 mm.
Jumlah kisi-kisi pelat strip adalah 120 kisi-kisi dengan jarak satu sama lainnya
45 mm.
Drum thresher dilengkapi dengan tiga buah Spider yang dikonstruksikan dari
besi pelat setebal 20 mm.
Terdapat corong pengeluaran dari Thresher drum no. 1 corong pengeluaran
yang menuju ke Empty Bunch Chrusher sedangkan Thresher drum no. 2
menuju ke Horizontal Empty Bunch Conveyor.
Dinding dari mesin penebah terbuat dari besi pelat setebal 4 mm dan
dilengkapi dengan pintu engsel untuk memudahkan pemeliharaan dan
pemeriksaan
Thresher drum berputar pada poros sentral. Poros padu berdiameter 240 mm.
Digerakkan oleh 30 Hp elektromotor melalui Pulley Fluid Coupling
menggunakan Belt ( Sabuk ) ke geared motor dan di koppelkan ke poros
Thresher drum.
Elektromotor motor Thresher Drum no 1 : TECO, 3 Phase Induction motor( 4
pole; 30 Hp; 22 kW; 50 Hz; 380 Volt;1455 rpm)
Thresher drum no 2 : Electrim Electric Motor ( 22 kW; 30 Hp; 50 Hz; 1470
rpm )
Pada perencanaan kecepatan putaran Thresher drum perlu diperhatikan kondisi TBS
yang akan diolah, yaitu dengan melihat ukuran TBS rata-rata terkecil. Sehingga proses
bantingan TBS didalam Thresher lebih optimal.
Apabila putaran Thresher terlalu cepat maka mengakibatkan TBS akan ikut terbawa
berputar bersama Thresher dan tidak akan terjadi bantingan. Dan apabila putaran Thresher
terlalu lambat maka TBS tidak akan terangkat ke atas dan terbanting, Tbs hanya bergerak di
bagian dasar/bawah Thresher saja.