Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA

Paket Pekerjaan
UKL-UPL PEMBUATAN TANGGUL BANJIR DAN
PERKUATAN TEBING SUNGAI ALLU DAN
TAMANROYA KAB. JENEPONTO

Tahun Anggaran 2016

KERANGKA ACUAN KERJA


UKL-UPL PEMBUATAN TANGGUL BANJIR DAN PERKUATAN
TEBING SUNGAI ALLU DAN TAMANROYA KAB. JENEPONTO

I.

LATAR BELAKANG
Kegiatan pembangunan infrastruktur disamping memberikan dampak positif
juga memberikan dampak negatif berupa meningkatnya tekanan terhadap
lingkungan.

Hal

ini

terjadi

karena

pembangunan

yang

kurang

memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan setempat, pada


akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan
tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,
pemerintah dan pihak swasta.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka pemerintah mempunyai kebijakan
di bidang lingkungan hidup. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk
meminimasi dampak negatif yang timbul dari suatu kegiatan maka
diberlakukan kewajiban dalam penyusunan studi kelayakan lingkungan
UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan
Lingkungan) bagi pemrakarsa kegiatan. Studi tersebut merupakan studi
kelayakan lingkungan yang harus dibuat oleh pemrakarasa kegiatan,
sehingga melalui dokumen ini dapat diperkirakan dampak yang akan timbul
dari suatu kegiatan kemudian bagaimana dampak tersebut dikelola baik
dampak negatif maupun dampak positif.
Pemantauan lingkungan hidup yang dilakukan secara kontinyu dimaksudkan
untuk mendapatkan data selengkap mungkin dan bagaimana kecenderungan
data tersebut. Bilamana mengarah ke deteriosasi lingkungan yang lebih
besar, maka upaya pengelolaan lingkungan perlu diperbaiki. Dengan
melaksanakan pemantauan yang baik, diharapkan dapat diperoleh kegiatan
pembangunanyang berwawasan lingkungan.
Konsistensi

pemantauan

tidak

saja

dimaksudkan

dengan

metode

pemantauan, tetapi juga lokasi dan waktu pemantauan. Metode pemantauan


yang berubah-ubah akan menghasilkan data yang sulit dicari hubungannya.

Hal yang sama bila pemantauan dilaksanakan berpindah-pindah, terdapat


kemungkinan bahwa data yang dihasilkan sudah terkontaminasi oleh
pencemar dari kegiatan lain, sehingga data yang diperoleh tidak akurat lagi.
Waktu pemantauan diperlukan agar supaya dapat dilihat kemungkinan
terjadinya pengaruh alam (untuk data fisik-kimia dan biologi), sedangkan
untuk data sosial, faktor waktu tetap perlu diperhatikan karena dalam kurun
waktu yang panjang, perubahan-perubahan sosial dapat terjadi.
Maka dari itu pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
dengan dasar atau mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
No. 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, akan melaksanakan kegiatan Studi
UKL-UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Allu
dan Tamanroya Kab. Jeneponto, yang diharapkan pada tahap pelaksanaan
konstruksi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.
II.

MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN


Maksud dilaksanakannya studi UKL-UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan
Perkuatan Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto adalah :
a. Mengidentifikasi kegiatan proyek pada beberapa tahap antara lain: pra
konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi terutama pada aspek yang
diperkirakan akan menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan;
b. mengidentifikasi rona awal terkait dengan area kegiatan proyek maupun
disekitar lokasi proyek;
c. memperkirakan dan mengevaluasi dampak penting dan timbal balik
antara lingkungan dengan kegiatan proyek;
d. menyusun Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana
Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk melaksanakan pengelolaan
lingkungan.
Adapun tujuan dilaksanakannya studi UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir
dan Perkuatan Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto adalah:

a. Mengidentifikasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan terutama


yang berpotensi menimbulkan dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup;
b. Mengidentifikasikan komponen-komponen lingkungan hidup yang akan
terkena dampak besar dan penting;
c. Memprakirakan dan mengevaluasi rencana kegiatan yang menimbulkan
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup;
d. Merumuskan RKL dan RPL.

III.

SASARAN KEGIATAN
Sasaran penyusunan UKL/UPL adalah untuk menjamin kegiatan Pembuatan
Tanggul Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab.
Jenepontodapat berjalan sesuai tahapan pelaksanaan konstruksi tanpa
merusak lingkungan hidup dengan dikeluarkannya rekomendasi/izin
mengenaihal-hal yang harus diperhatikan guna mengoptimalkan dampak
penting kegiatan terhadap lingkungan hidupd an saran tindak dalam
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Dengan melalui studi
UKL/UPL diharapkan kegiatan pembangunan ini dapat memanfaatkan dan
mengelola sumber daya air secara efisien, meminimumkan dampak negatif
dan memaksimalkan dampak positif terhadap lingkungan hidup.

IV.

LOKASI KEGIATAN
Daerah terletak di Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto.

V.

ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai I SNVT
Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi
Selatan.

VI.

SUMBER PENDANAAN
Untuk

Pelaksanaan

Kegiatan

ini

diperlukan

biaya

kurang

lebih

Rp.197.600.000 (Seratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Ribu


Rupiah) termasuk PPN yang dibiayai APBN Rupiah Murni Tahun Anggaran
2016.

VII.

REFERENSI HUKUM
Dilandasi oleh pertimbangan prinsip-prinsip pelestarian sumber daya alam
dan lingkungan hidup, maka pelaksanaan UKL dan UPL didasarkan pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku guna pengelolaan sumber daya
air dan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan
antara lain adalah sebagai berikut:
1.

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

2.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan;

3.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan


Pengelolaan Lingkungan Hidup;

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman


Penyusunan Penyusunan Lingkungan Hidup

5.

Peraturan

Pemerintah

Nomor

27 Tahun 2012 tentang

Izin

Lingkungan;
6.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang


UKL-UPL dan SPPL;

7.

Kepmen

LH

Nomor

KEP-39/MENLH/8/1996

tentang

Jenis

Usaha/Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Analisis Mengenai Dampak


Lingkungan dan Kepmen Kimpraswil Nomor 17/KPTS/M/2003.
VIII.

LINGKUP KEGIATAN DAN WILAYAH KEGIATAN


1. Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup pekerjaan UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan
Perkuatan Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto meliputi
komponen yang ditelaah dan batas wilayah studi. Penyusunan UKL/UPL
Komponen yang ditelaah adalah sebagai berikut:

a. Rencana Kegiatan yang Dikaji


Dalam hal ini penyusunan UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan
Perkuatan Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto
berkewajiban mengumpulkan data dan memberikan uraian tentang
rencana kegiatan pekerjaan, khususnya kegiatan pekerjaan yang
berpotensi menimbulkan dampak.
b. Komponen Lingkungan yang Dikaji
Penyusunan UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan Perkuatan
Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto berkewajiban dalam
pengumpulan, analisis dan evaluasi data-data lingkungan khususnya
komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak.
c. Kajian Dampak Lingkungan yang Akan Terjadi
Penyusunan UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan Perkuatan
Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto memperkirakan dan
menganalisis serta mengevaluasi dampak yang diperkirakan akan timbul
dengan dibuat ringkasan dampak dalam bentuk tabulasi.
d. Kajian UKL/UPL
Penyusunan UKL/UPL Pembuatan Tanggul Banjir dan Perkuatan
Tebing Sungai Allu dan Tamanroya Kab. Jeneponto merumuskan upaya
pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dituangkan dalam matriks
UKL & UPL.
2. Wilayah Kegiatan
Batas wilayah studi bagi penyusunan UKL/UPL ditentukan oleh batas
kegiatan pekerjaan, batas ekologi, batas administrasi dan batas sosial. Batas
wilayah studi dimaksudkan untuk dapat memberikan kemudahan serta
membatasi lingkup kegiatan studi sesuai dengan fokus dan sasaran kegiatan
dalam Pembuatan Tanggul Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Allu dan
Tamanroya Kab. Jeneponto.

IX.

METODOLOGI
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan akan mencakup kegiatan penyelesaian kesepakatan
rencana kerja dan koordinasi yang akan dilakukan oleh tim penyusun
baik intern maupun extern pelaksanaan kegiatan.
2. Pekerjaan Survey Lapangan
Ketua tim dan para anggota penyusun melaksanakan survey lapangan
untuk mendapatkan data primer dan data sekunder yang diperlukan
dalam penyusunan dokumen UKL dan UPL ini. Pengumpulan data
primer, berupa pengambilan sample, pengamatan, penyebaran dan
pengumpulan kuesioner, wawancara harus memenuhi kaidah-kaidah
untuk kajian ilmiah dan disesuaikan dengan kedalaman dan cakupan
studi ini. Pengumpulan data sekunder, harus dilakukan dengan cermat
dengan data yang benar dari instansi terkait,
3. Analisis Data
Analisis data diperlukan untuk mengetahui rona lingkungan hidup,
komponen lingkungan yang akan terkena dampak, dampak yang
diperkirakan

timbul,

upaya

pengelolaan

lingkungan

dan

upaya

pemantauan lingkungan yang akan dilaporkan. Analisis dan pengolahan


data komponen lingkungan yang dilakukan diantarnya komponen fisik
dan komponen sosial.
Komponen Fisik :
a) Iklim
b) Kualitas udara dan kebisingan
c) Kualitas air
d) Tata ruang dan Tata Guna Lahan
e) Kebijakan Tata Ruang
Komponen Sosial :
a) Kependudukan
b) Produk Domestik Regional Bruto
c) Pertumbuhan Ekonomi

d) Sikap dan Persepsi Masyarakat


4. Standar Teknis
Pada prosedur penyusunan UKL/UPL harus memperhatikan standarstandar yang :
1) Kesesuaian dan pengembangan panduan penyusunan UKL/UPL;
2) Kesesuaian dan pengembangan peraturan perundang-undangan di
bidang sektor yang bersangkutan;
3) Kesesuaian lokasi dengan tata ruang;
4) Kesesuaian dan pengembangan metodologi;
5) Keabsahan

data

yang

digunakan

termasuk

hasil

pengujian

laboratorium.
5. Evaluasi dan Test Laboratorium
Beberapa data yang dikumpulkan baik data primer maupun sekunder
perlu dievaluasi dan ditest di laboratorium untuk mendapatkan data dan
sampel yang akurat dan teruji untuk digunakan dalam analisis
selanjutnya.
6. Penyusunan Laporan
Penyusunan UKL/UPL berkewajiban membuat laporan hasil studi yang
diperlukan baik untuk Pemrakarsa, instansi terkait maupun masyarakat.
7. Presentasi
Tim Penyusun UKL/UPL berkewajiban dan bertanggung jawab penuh
atas

pelaksanaan

presentasi/pembahasan

di

Unit

Pembina

AMDAL/UKL-UPL instansi terkait.


8. Pekerjaan Sosialisasi
Ketua tim dan para anggota penyusun melaksanakan sosialisasi untuk
memberikan informasi dan penjelasan kepada masyarakat yang berada
disekitar lokasi pembangunan kemungkinan terkena dampak.

X.

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 60 (enam puluh) hari
kalender.

XI.

TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah yang
terdiri dari sebagai berikut:
1. Ketua Tim (2 OB)
Ketua

Tim

yang

disyaratkan

Sipil/Lingkungan/Pertanian/Kehutanan

adalah
strata

Sarjana
satu

(S1)

Teknik
lulusan

universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang


telah diakreditasi; Mempunyai sertifikat keahlian sumber daya air (bagi
yang menggunakan tenaga ahli teknik sipil) serta sertifikat keahlian
dibidang lingkungan yang dikeluarkan oleh lembaga berkompoten;
Memiliki pengalaman dalam melaksanakan pekerjaan Amdal/UPL-UKL,
lebih diutamakan yang memiliki pengalaman pekerjaan 3 (tiga) tahun.
Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim
selama 1 (satu) paket pekerjaan dan telah mengikuti pelatihan tenaga ahli
konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tugas utama ketua tim adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh
kegiatan anggota tim kerja dalam pelaksanaan pekerjaan sampai dengan
pekerjaan dinyatakan selesai.
2. Ahli Lingkungan (2 OB)
Tenaga Ahli Lingkungan yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik
Lingkungan strata satu (S1) / Pengelolaan Lingkungan Hidup lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi;
Mempunyai sertifikat keahlian dibidang lingkungan yang dikeluarkan
oleh lembaga yang berkompoten; Memiliki pengalaman dalam bidang
lingkungan, lebih diutamakan yang memiliki pengalaman pekerjaan 2
(dua) tahun.

Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi


bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tenaga ahli lingkungan tugas utamanya adalah melakukan analisa yang
menyangkut lingkungan dilokasi dan disekitar lokasi studi pada tahap
prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi yang ditimbulkan dengan
adanya pelaksanaan pembangunan, serta melakukan presentasi.
3. Ahli Sosial Ekonomi Budaya (2 OB)
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Sosial Ekonomi
Pertanian/Ekonomi Manajemen/Ekonomi Studi Pembangunan strata satu
(S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah
terakreditasi; Memiliki pengalaman dalam bidang lingkungan khususnya
masalah sosial ekonomi budaya, lebih diutamakan yang memiliki
pengalaman pekerjaan 2 (dua) tahun.
Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tugas utamanya adalah melakukan analisa sosial ekonomi budaya akibat
dampak pra konstruksi, konstruksi serta pasca konstruksi dan bersamasama dengan tim membuat laporan dan melakukan presentasi.
4. Ahli Kualitas Air dan Biota Perairan (1 OB)
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi/Perikanan/Kelautan
strata satu (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta
yang telah terakreditasi; Berpengalaman dalam masalah lingkungan,
lebih diutamakan yang telah memiliki pengalaman pekerjaan 2 (dua)
tahun.
Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi
bidang ke-PU-an dari LPJK.
Tugas utamanya adalah melakukan analisa yang menyangkut kualitas air
dan biota perairan dilokasi dan disekitar lokasi studi pada tahap
prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi yang ditimbulkan dengan
adanya pelaksanaan pembangunan.

XII.

KELUARAN
Tersedianya dokumen hasil studi yang berupa Laporan Akhir yang terdiri
dari Laporan UKL/UPL sebagai bahan untuk memperhatikan aspek
lingkungan dari tahapan konstruksi nantinya.

XIII.

LAPORAN PEKERJAAN
Penyusunan hasil laporan harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, disusun laporanlaporan tentang kemajuan proses pelaksanaan pembuatan UKL dan UPL
yang diperlukan oleh Pemrakarsa.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Konsultan diwajibkan membuat laporan yang
terdiri atas :
a. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan memuat tentang uraian pekerjaan pada bulan yang
berjalan meliputi progress pekerjaan, aktivitas-aktivitas yang telah
dilaksanakan, permasalahan yang dihadapi, dan rencana kerja bulan
berikutnya.
Laporan bulanan diserahkan selambat-lambatnya pada akhir minggu ke
3 (tiga) setiap bulannya sebanyak 5 (lima) buku laporan.
b. Konsep Laporan Akhir
Laporan akhir yaitu Laporan UKL/UPL yang memuat hasil kajian dari
survey dan analisis data, hasil PKM, peta dan gambar rencana hasil
kajian.

Konsep Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari


sebelum pelaksanaan presentasi/diskusi sebanyak 20 (sepuluh) laporan
untuk dibahas dan didiskusikan.

c. Laporan Akhir
Laporan

Akhir

yaitu

Laporan

UKL/UPL

yang

memuat

Penyempurnaan Konsep Laporan Akhir berdasarkan masukan dan


koreksi hasil diskusi.
Laporan Akhir dibuat sebanyak 10 (sepuluh) rangkap.
Laporan

Akhir

dianggap

selesai

setelah

mendapatkan

rekomendasi/izin dari instansi setempat.


d. Eksternal Disk
Semua laporan di atas berukuran kertas A4 dan dicopy ke dalam
eksternal harddisk 1 (satu) buah berisi dokumen-dokumen fisual dari
seluruh kegiatan penyelidikan, survei, dan lain-lain.

XIV.

LAIN-LAIN
1) Peralatan dan Fasilitas Yang Harus Disediakan Oleh Konsultan.
Konsultan harus menyediakan perangkat keras maupun perangkat lunak
seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas Pekerjaan (BOQ) dan
memelihara setiap fasilitas serta peralatan maupun pemakaian bahan yang
diperlukan, berikut peralatan dan fasilitas yang disediakan. Hal ini perlu
karena untuk kelancaran dan kesempurnaan pekerjaan yang akan datang.
2) Lokasi dan Base Camp Konsultan
Konsultan berikut Konsorsiumnya harus menyediakan/menyewa bangunan
yang akan digunakan sebagai basecamp untuk menunjang kegiatan
pekerjaan di lokasi yang mudah dicapai dari semua akses baik dari lapangan
maupun dari Direksi Pekerjaan yang ditunjuk. Dan dilengkapi dengan
sarana komunikasi (telepon/ faximile).

3) Penjelasan Pelengkap
Segala sesuatu yang belum tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (terms
of reference) ini akan diberikan atau dapat ditanyakan pada saat Acara
Aanwijzing (penjelasan) di kantor dan di lapangan.
Makassar,

November 2015

Kepala SNVT PJSA


Pompengan-Jeneberang
Provinsi Sulawesi Selatan

( Mustafa, SST., MT)


NIP. 19690718 199803 1 007

Anda mungkin juga menyukai