Slm dtng

Slm dtng

ROMBONGAN

WISTEK PESERTA
DARI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
Slm dtng

PT

UNIT BISNIS
PEMBANGKITAN
SURALAYA 3.400 MW
ISO 9001:2000

ISO 14001:1996

SMK3

Visi

Menjadi Perusahaan Publik dengan kinerja kelas dunia
dan bersahabat dengan lingkungan

Melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan
mengembangkan usaha-usaha lainnya yang berkaitan,
berdasarkan kaidah industri dan niaga yang sehat, guna
menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan
dalam jangka panjang

SEJARAH BERDIRINYA PLTU SURALAYA

UM

Persero) sebagai pengelola bidang ketenagalistrikan harus mampu melayani
ang semakin pesat secara optimal disamping mengusahakan peningkatan kemamampuan
itan, penyaluran dan pendistribusian.
Sejarah

Persero) memiliki 2 (dua) Anak Perusahaan yaitu :
donesia Power
Pusat berkedudukan di Jakarta
B
r Pusat berkedudukan di Surabaya

donesia Power memiliki 8 (delapan) Unit Bisnis Pembangkitan yang terdiri dari :
snis Pembangkitan Suralaya berkapasitas
3.400
MW
snis Pembangkitan Priok
berkapasitas
1.444,08 MW
snis Pembangkitan Saguling berkapasitas
797,36 MW
snis Pembangkitan Kamojang berkapasitsa
360
MW
snis Pembangkitan Mrica
berkapasitas
306,44 MW
snis Pembangkitan Semarang berkapasitas
1.414,16 MW
snis Pembangkitan Perak Grati berkapasitas
864,08 MW
snis Pembangkitan Bali
berkapasitas
335,07 MW

demikian PT. Indonesia Power memiliki Total daya terpasang adalah sebesar 8.921,19 MW
ply sebesar 30 % kontribusi pada sistem interkoneksi P. Jawa - Bali dan Madura)

PT. Indonesia Power juga memiliki
1 (satu) Unit Jasa Pemeliharaan yang berkedudukan di Jakarta
Pemasok

Selain bergerak dalam bidang Bisnis Pembangkitan dan Jasa Pemeliharan,
PT. Indonesia Power memiliki 3 (tiga) Anak Perusahaan yaitu :
 PT. Cogindo Daya Bersama
 PT. Artha Daya Coalindo
 PT. Indonesia Comnet Plus

Dari semua Jenis Usaha yang dikembangkan oleh PT. Indonesia Power, merupakan
komitment dari MISI Perusahaan yaitu :

Melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan
usaha-usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri dan
niaga yang sehat, guna menjamin keberadaan dan pengembangan
perusahaan dalam jangka panjang.

AYAT BERDIRINYA PLTU SURALAYA

dari terjadinya krisis Energi listrik yang melanda dunia pada tahun 1973, yang
t itu pula terjadi embargo minyak yang dilakukan oleh negara-negara Arab ter
Serikat dan negara-negara lainnya (termasuk Indonesia) serta disusul dengan kepu
suatu organisasi negara-negara pengekspor minyak) untuk menaikkan harga
5 (lima) kali lipat.
Riwayat

dari pengalaman tersebut diatas maka Pemerintahan Indonesia berusaha mencari
Energi Primer lainnya sebagai alternatif pengganti BBM (Bahan Bakar Minyak)
al ini pula Pemerintah menyadari akan dampak dari ketergantungan pada BBM ser
Uranium yang diperkirakan akan sulit diperoleh (habis) pada 60 - 80 tahun menda

melakukan berbagai riset dan esplorasi diberbagai wilayah Indonesia ternyata ba
adikan sumber energi primer kelima disamping Air, Minyak bumi , Panas Bum

il penelitian, kandungan batubara yang terdapat diwilayah Indonesia, stocknya s

in kelangsungan penggunaannya untuk lebih dari 200 tahun mendatang.

gan batubara terbesar yang terdapat di Indonesia berasal dari beberapa pulau antara
era, P. Kalimantan dan Lainnya

Dalam rangka memenuhi peningkatan kebutuhan energi listrik khususnya di Pulau jawa dan
sesuai dengan kebijakan Pemerintah serta untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi
primer dan diversifikasi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik, maka
dibangunlah suatu PLTU dengan menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya.
Rwyt

PERIODE PEMBANGUNAN
P.Pembang

No.

ITEM

UNIT 1

UNIT 2

UNIT 3

UNIT 4

UNIT 5

UNIT 6

UNIT 7

1.

PEMBANGUNAN

2.

PENYALAAN PERTAMA

26-05-84 11-03-85

28-05-88

3.

SYNCHRON

24-08-84 11-06-85

25-08-88 24-04-89 16-12-96 26-03-97 19-09-97

4.

OPERASI KOMERSIAL

04-04-85 26-03-86 06-02-89

5.

PERESMIAN PRESIDEN

1980

10-08-1985

1984

1994

04-02-89 22-06-96 26-01-97 14-07-97

06-11-89 25-06-97 11-09-97 19-12-97

17-05-1990

JUMLAH PEGAWAI
GENERAL MANAJER
DEPUTY GENERAL MANAJER
MANAJER
SPESIALIS SENIOR

Jml Peg

1
2
10
0

STAF / ENJINIR SENIOR

12

SUPERVISOR SENIOR

35

SPESIALIS

1

STAF / ENJINIR

34

SUPERVISOR

84

OPERATOR SENIOR

98

TEKNISI SENIOR
PELAKSANA SENIOR
OPERATOR

115
56
164

TEKNISI

36

PELAKSANA

79

TUGAS KARYA / BELAJAR

20

TOTAL

746
Kondisi : Nop 02

DATA PEGAWAI PERPENDIDIKAN
S2 TEKNIK

1
Peg Pend

S2 NON TEKNIK

3

S1 TEKNIK :
MESIN

33

LISTRIK

15

FISIKA

2

TEKNIK LAIN

5

S1 NON TEKNIK

14

D3 TEKNIK :
MESIN

8

LISTRIK

4

FISIKA

1

TEKNIK LAIN

4

D3 NON TEKNIK

0

SLTA

619

SLTP

26

SD

11

TOTAL

746

Kondisi : Nop 02

INTERKONEKSI SISTIM 500 KV JAWA BALI
Inter Kon

PLTU M. Karang

laya

Laut Jawa

PLTU Priok
PLTGU M.Tawar

on

Gandul

PLTU Semarang

Bekasi
PLTA Cirata

PLTG Sunyaragi

PLTGU Gresik

M.Rancan

Cibinong

Madura

B.Selatan

Gresik
Ungaran
Krian

A Saguling

PLTP Kamojang

PLTA Mrica

Samudera Hindia

PLTU Paiton

KONFIGURASI JARINGAN SUB SISTEM 500 kV

PERSERO) UBS P3B
DING DAN OPERASI SISTEM

GT3.2
112,45 MW
GT2.3
GT3.3
112,45 MW GT3.1
GT2.2
112,45 MW
112,45 MW
112,45 MW

A1
A1
175,18
MW
U5
600
MW

U6
600
MW

U7
600
MW

CWANG

A1

SRLYA

II
500
MVA

I
500
MVA

A2
175,18
MW

A3
175,18
MW

A4
175,18
MW

BDSLN
A2

II
500
MVA

I
500
MVA

105
MVAR

SGLNG

II
500
MVA

105
MVAR

BUS A
100
MVAR

100
MVAR

BKASI

ST3.0
188,91 MW

GRSIK

I
500
MVA

BUS A
BUS A

ST2.0
188,91 MW

GT2.1
112,45 MW

BUS A

BUS A

BUS A
BUS B
1
BUS B

5

6

7

1

BUS B
1

BUS B
2

DOVE
37,920 KMS

I
250
MVA

1

3

4

I
GANNET
37,515 KMS

5

4

2

3

6

4
A3 II
I
500
500
MVA
MVA

DOVE
119,344 KMS
105
MVAR

I
GANNET
80,352 KMS

A4

II
DOVE
23,900 KMS

II
500
MVA

I
DOVE
23,900 KMS

105
MVAR

500
MVA

II
GANNET
12,480 KMS

5

BUS B
1

II
GANNET
37,426 KMS

II
GANNET
83,796 KMS
I
GANNET
12,480 KMS

2

DOVE
16,840 KMS

DOVE
37,920 KMS

3

500
MVA
2

BUS B
4

2

CRATA

A2
126 MW

A3
126 MW

A4
126 MW

A6
130 MW
A5
130 MW

BUS A

MDRCN

A7
130 MW
A8
130 MW

100
MVAR

BUS A

UNGRN

GANNET
119,167 KMS
+
DOVE
224,294 KMS

A1
126 MW

BUS A

BUS A
BUS B

BUS A

6

II
DOVE
252,400 KMS

BUS B
1

2

3

BUS B

500
MVA

4

1

2

3

4

5

4

I
DOVE
251,110 KMS

5

BUS B
2

3

4
I
500
MVA

II
500
MVA

1

CIBNG

2

3

I
500
MVA

4

5

I
DOVE
25,166 KMS

II
500
MVA

6

5

II
500
MVA

1

2

I
DOVE
46,757 KMS

A1

I
500
MVA

II
DOVE
46,757 KMS

4

PAITON

II
500
MVA

U1
400 MW

GT1.1
145 MW

GT1.2
145 MW

GT1.3
145 MW

BUS A

BUS B
1

A2

GT2.1
145 MW

GT2.2
145 MW

ST1.4
225 MW

2

3

4

A2

GT1.2
100,98 MW
GT1.1
GT1.3
100,98 MW
100,98 MW

MTWAR

ST1.0
185 MW

GT2.3
145 MW

I
500
MVA

CBATU

II
500
MVA

I
500
MVA

GRATI

BUS B

BUS A

I
GANNET
30,143 KMS

II
GANNET
30,143 KMS

1

2

3

4

5

II
DOVE
21,271 KMS

I
DOVE
21,271 KMS

BUS B

1

2
I

3

4

5

5
II
DOVE
48,158 KMS

2

3

4

5
Ke Kediri /
Klaten

II
500
MVA

I
500
MVA

PT JP
50
MVAR

50
MVAR

A4

BUS A

BUS B

1

BUS A

BUS B
2

U5

U2
400 MW

Ke Kediri /
Klaten

II
500
MVA

GANDUL

3
I
500
MVA

A1
GANNET
130,810 KMS

A1

PE
LIST

BUS A

BUS B

ON
A1

PEDAN

II
DOVE
25,166 KMS

4

2

1

2

3

4

5

6

7

I
GANNET
88,530 KMS

II
GANNET
88,530 KMS

Single Line Pemakaian Sendiri PLTU Suralaya
Un it Bisn isPem b an g k it an
S URA LAY A

B us

" A" 4 kV S ST B u s # 5 A -0 1
5 Z -S S T -1
54 kV
Z -S S T 1-2
0. 5
10. 5

S ST

0 kW
- 0k v a r
S ST

kV
77 8
15 0U. ni t SW

15 0 kV
NO

kV

.5 54 S TA
G R #5
10 A
8 49 k W
5 57 k v ar

0 kW
0 kv a r

C BL

B u s # 7 A -0 1

57
Z -S S T -4
10 .5

2 54 9 k W
1 67 5 k va r
0 .0 % V d

1 69 8 k W
1 11 0 k va r
0 .0 % V d

U NI T SW G R #7 A
10. 5

C BL A C- 1

C W- 1

C BL

0 .1 % V d
" C"

7 27 7 k W
4 57 7 k va r

2 16 5 k W
1 11 1 k va r

A A- 1
C BL

0 .1 % V d
A ux " A" X ' FM R
10 . 6

X ' FM R

V
57 k

kV

P LT G

1 93 0 5 kW
S WG R1 28 5 4 k va r

C BL

B OP

0. 3 86

7 49 k W
E me r g . MC C4 64 k v ar

kV

1 69 k W
5 80 k W
1 05 k v ar 3 59 k v ar
NO
0. 3 86

kV

0. 3 86

P S P L TG S ta t i on
2 00 k VA 6 92 k VA

# 7A

NO
3 10 k W
1 96 k v ar

1 72 0 k W 2 51 5 k W 1 07 5 k W 3 08 k W 7 06 k W
4 29 k v ar 1 62 7 k va 5r 51 k v ar 1 78 k v ar 1 92 7 k va r

0. 3 86

kV

1 06 3 k W
4 64 k v ar

3 14 k W 0.3 86
0 kv a r
E ss . Se r v . M C C #7 A

kV

6 kV
0. 3 8

E ss .

L VS
G en - S et
1 86 0 kW
0 .4 k V
3 35 5 A

P ro je ct Dec rip ti on : S im ul at ion of PL T G-JB E B l ack -St a rt Uni t 7
Re vi s on
:0

7 49 k W
4 64 k v ar

Se r . #5 A ,
6 75 k VA

0.0 %Vd

kV

0. 3 86

kV

0 C.0BL% V dB L R- 1

C EP
2 12 6
0 .1 % V d

C WP
P A Fa n F D Fa n I D F an
kW 2 83 5 kW 1 82 4 kW 9 16 k W 2 07 6 kW
0. 4%Vd
0 . 1 %V d 0 . 0 % Vd
0 . 2 % Vd
V
kV
46 k
5
kV
.
7
kV
1
0
5
1

kV

&E 7SSA. Se r v . # 5 B,
6 75 k VA

0 . 0 %V d

0. 3 99

kV

0. 3 99

kV

10 . 5

46

10 . 5

3 .3

53

S WG R

Bu

33 kV
10. 5

7B

0 .0 % V d
S WG R X 'F M R

M ai n
6 00
#72 A3
1

3 16 7 k W
1 98 0 k va r

#7 A kV

3.2 23

B oi l e r LV S
3 64 k VA
kV

3. 2 16

kV

3. 1 98

kV

3. 1 98

kV

A sh B l w r AAsh B l w r CB 3W P M IL L - 1CM IL L - 1BM IL L - 1A
2 00 k W 2 00 k W 6 34 k W 6 34 k W 6 34 k W 6 34 k W
0 .1 % V d
0 . 7% V d
0 .2 % V d 0 .2 % V d
kV 0 .7 % V d 0 . 7% V d
3. 2 18

6B &

C BL I n c3 3

2 16 k W 2 16 k W
3 24 k W 6 71 k W 6 71 k W 6 71 k W
1 19 k v ar 1 19 k v ar 1 28 k v ar4 81 k v ar4 81 k v ar4 81 k v

3. 2 16

3 14 k W E ss . Se r v . M C C #7 B
0 kv a r
0. 3 86

6A

3 17 7 k WM ai n Ge n
2 15 9 k va r

P LT G

B OP L VS
9 09 k VA
0. 3 86

U1

kV

0 .4 % V d 1 93 0 5 kW
1 28 3 9 k va r
Z -C W - 2
Z AC- 1
Z AA -1
Z P L T G ZI P L TNO
G II
10 .
0 .2 % V d
.2 %k WV d
.2 k% WV d
0 .1 % V d
8 44 k W
80 44
80 44
5 23 k v arA ux . "C " MC5C23 k v ar
5 23 k v ar
CW M CC
1 93 0 5 kW
T ur b i ne / B O P X ' FM R
kV
. 3 93
1 28 4 0 k va r
8 44 k W
8 44 k W 0
A8ux
44.k W "A " MC C
V
V
0 .0 % V d
k
k
3
3
B oi l e r X ' FM R
9
9
3
3
P
LT
G
JB
E
G
en
7
0.
0.
5 23 k v ar
5 23 k v ar
5 23 k v ar
20 MW
20 MW
kV
V
V
1
36
1
A
1
36
1
A
k
k
0. 3 93
0. 3 93
0. 3 93
1 0. 6 kV 1 0. 6 kV
CW L VS
2 13 9 k W
3 09 k W
A ux I sl n d "C " A ux I sl n d "A "
1 00 0 kV A
kV 9 36 k v ar
1 00 0 kV A
1 00 0 kV A
1 92 k v ar
T ur b i ne / B OP M CC
0. 3 86
1 37 7 k W
7 62 k W
B oi l e r MC3C09 k W
4 64 k v ar
4 72 k v ar
1 92 k v ar
kV

M CC

kV

4 72 8 k W
2 90 2 k va r
0 .0 % V d
U ST

#5 A10 . 5 55
1 69 9 k W
1 11 4 k va r

S WG R

A ux

S TA

S ST

Z -S S T -310 . 5 55 kV

1 69 8 k W
1Z 11A 0u kx va
-1 r

0 .1 % V d
S WG R X' F M R 5 A

Sw it ch yar d Bu s A 15 0 kV

B us

8 49 k 8W 50 k W
0 kW
C Wk-5v166
ar k v ar
- 0k v a r Z5 55
0 .0 % V d
0 .0 % V d
8 49 k W
# 3
5 55 k v ar
0 .0 % V d

S ST B u s # 5 A -0 2

3. 1 98

kV

SINGLE LINE DIAGRAM 500 & 150 KV SURALAYA
7

G

6

5
Single

G

G

Cilegon 1

Cilegon 2

4

3

2

1

G

G

G

G

BUS

Gandul 1

Gandul 2

IBT 2

IBT 1
SST 3

SST 1

SST 2

150 kV BUS

Cilegon 1

Cilegon 2

Sal. Indah1

Sal.Inda

1. Tangki BBM.
2. Pompa Air Sirkulasi # 1-7
3. Gedung Administrasi
4. Cerobong
5. Boiler # 1-7
6. Turbine gen. #1-7
7. Control room #1-7
8. Kanal Air Sirkulasi
9. Switch Yard 150 kV.
10 Gedung Diklat.
11 Gedung Keamanan
12 Kantor PLN Proyek
13 Gedung GITET
21
14 Gudang
15 Stacker Reclaimer
16 Stacker
18 Reclaimer

22
Lay Ou

16

17

20
19

Coal open storage
29
26

17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

Setlement basin 1
1
Semi perm. Jetty
Oil jetty
Coal jetty
Saringan I Air Sirkulasi
Coal jetty
Conveyor Abu
Lembah Abu
Water treatment
Chlorination plant
H2 plant
Gudang
Conveyor Batubara

15
2

25

4 27
14

5

5 5
6
7

23

5 5 5 5
6
7
8

500 kV
SY

9
10

28

3
11

12

24

Asal BB

ROUTE TRANSPORTASI
BATUBARA
Route BB

Sumatra Selatan
M. Enim

Palembang
Prabumulih
B. Raja
K. Bumi
Tarahan

PLTU Suralaya

Selat Sunda
Jakarta

Jawa Barat

Kap AngLay Out

1.
2.
3.
4.

Kapal Dewi / Neil (Gearless) = 45.000 Ton
Kapal MV. Saraswati
= 25.000 Ton
Kapal MV. Tarahan
= 10.000 Ton
Tongkang
( 5.000 - 6.000 - 8.000 ) Ton

COAL HANDLING FACILITIES
COAL YARD :
• Type : Out Door Coal Yard
• Capacity : 1 200 000 Ton
• Area : 180 000 m²

Coal H Facil

Transfer Conveyor :
• Type : Rubber belt, Type
Conveyor, Horizontal Conveyor
• Cap. : 2 000 Ton/h & 2 400 Ton/h

Fuel unloading jetty :
• Semi permanent jetty (tongkang),
capacity : 8 000 Ton coal
• Oil jetty, cap. : 10 000 Kilo liter
• Coal unloading jetty 1, cap. : 40 000 Ton
• Coal unloading jetty 2, cap. : 60 000 Ton

Unloader :
• Type : Grab System
• Cap. : 3 500 Ton/h
• Quantity : 2

Stacker/Reclaimer :
• Type : Rotating Bucket
• Capacity : 4 000/2 000 Ton and 3 500/2 400 Ton
• Quantity : 2

COAL ANALYSIS ( DESIGN )
ROXIMATE ANALYSIS
.)
AVG.
RANGE
Moisture
23.6
Content
7.8
ile Matter
30.3
Shulpur
Carbon
38.3
32.9 - 59.3
ng Value (kcal/kg)
5242
ried Moisture ( Basis)
Grindability )
61.8
55 - 65
Coal Anal Desaign

WORST
28.3
12.8
15.1
43.8
4225
55

LTIMATE ANALYSIS
t. )

Moisture
Content
ogen
on
pur
gen
en

23.6
7.8
3.9
54.2
0.4
0.9
9.2

2.6 - 4.1
45.3 - 64.1
0.7 - 1.1
3.0

28.3
12.8
2.6
45.3
0.9
1.1
13.6

S/U. 01/02

SISTIM COAL
HANDLING
PLTU SURALAYA
UNIT 1 ~ 7

M/H. &
BF.32/33

Coal Ship
BC 32

JH. “H”

BC 33

BS.34/35
.
BC

ST / RE 2

35

.3
BC

BS.02
JH. “G”
&
HG36/37,
HG40/02

Coal stock area
E

1

BS.36/37

/R

04

JH.”B”
&
C S. &
MS.03/04

Telescopic
Chute

BC.
05

BC. 36/37
JH. “J”
&
HG. A/B

BC.
15A
BC.
BS. 16A
17A
BC.

BS.18/19

COAL ANALISYS

CHCR

BC.
06

17A

BC. 15

JH.”F”

BC. 16

ST

BC
.

0

RH. “D”
&
BF.09/10

JH. ”C”
&
MCC,
BF.11/12,
MS.09/10

.
BC

.
BC

BC. 11
BC. 12

BC. 17

BC.18/19

Telescopic
Chute

07

.
BC

01

08

JH. “E”
&
Coal
Sampling
Belt
Weigher

BC. 13

Plant Distribute Hopper &
BF 501A/B, BF 601A/B, BF 701A/B
BC. 702A
BC. 702B

Hopper “M”

BC. 26
BC. 27

BC. 14

BC
.0
3

.4
BC

BC. 02

BC. 09

B
W elt
ei
gh
er

4

RH.”A” &
BF.03/04

BC. 10

Coal Ship

Hopper “K” &
BF.20/21,
BF 26/27,MS.13/14

BC. 20
BC. 21

Hopper “L”

BC. 703A

BC. 602A

BC. 502A

SC.30

SC. 28

SC. 24

SC. 22

BC. 703B

BC. 602B

BC. 502B

SC. 31

SC. 29

SC. 25

SC. 23

Unit 2

Unit 1

Unit 7

Unit 6
COAL BUNKER

Unit 5

Unit 4

Unit 3
COAL BUNKER

Raw coal
Coal fineness

Mill

BABCOCK & WILCOX - USA

Primary Air

Motor

PULVERIZER

ISO 9001:2000

ISO 14001:1996

SMK3

Pem BB

UNIT
1
2
3
4
5
6
7

SATUAN
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Total

BATUBARA
186
186
186
186
279
279
279
1,581

Spesific Fuel Consumption ( SFC ) = 0,465 Kg / Kwh

Slaging

Slaging

27

3

2

31

1

15

14

17

4

STA

25
30

5
20

V

29

25

20

21
23

18

6

16
24

9
13

11

8

28

7

10

12

8.

P.A.FAN

15. SUPER HEATER

22. GENERATOR TRANSFORMER

29. H.P.HEATER

9.

COAL BURNER

16. H.P.TURBINE

23. CONDENSOR

30.ECONOMIZER

17. REHEATER

24. CONDENSAT EXT PUMP

31. STEAM DRUM

YOR 11. AIR HEATER

18. I.P.TURBINE

25. L.P.HEATER

32. CIRCULATING WATER PU

12. I.D.FAN

19. L.P.TURBINE

26. SEA WATER

13. ELECTRIC PRESIPITATOR

20. ROTOR GENERATOR

27. DEAERATOR

MER

10. F.D.FAN

CAROLINA TYPE, RADIANT BOILER
Boiler

TO LP TURBINE
TO HP TURBINE
FROM HP TURBINE
FROM HTX 8

TO EP

SDCC

BABCOCK & WILCOX – USA
Kapasitas : 1.168 Ton / Hr
Tekanan uap : 174 Kg/cm2
Temperatur uap : 540 C

FURNACE
Uk. 18 x 13 x t. 64 m

Generator

Turbin

Turbine
Blade
Incident
in in
South
Turbine
Blade
Incident
South
Africa
Africa

TUBE AND SHELL HEAT EXCHANGER
( CONDENSATE HEATER )
DRAIN
INLET

STEAM
INLET

CONDENSATE
OUTLET

DRAIN
OUTLET

CONDENSATE
INLET

TUBE AND SHELL HEAT EXCHANGER
( CONDENSER )
Cond

LP TURBINE
EXHAUST

HOTWELL
SEA
WATER
OUTLET

SEA
WAT
ER
INLET

PABRIK PEMBUAT
COOLING SURFACE
CONDENSER VACUUM
DESIGN PRESSURE
DESIGN TEMPERATURE
WEIGHT

:
:
:
:
:
:

CONDEN
SATE
OUTLET

MITSUBISHI ELECTRIC CORPORATION, LTD
32.000 m2
697 mmHg
4 kg/cm2 (tube) , 1,1 kg/cm2 (shell)
50 oC (tube) , 100 oC (shell)
300 ton

TUBE AND SHELL HEAT EXCHANGER
( CLOSED COOLING WATER )
SEA WATER
OUTLET
COOLING WATER
INLET

SEA WATER
INLET
COOLING WATER
OUTLET

SIKLUS UAP AIR PLTU
169 kg/Cm , 538
2

Na3PO4

MAIN DRUM

10 kg/Cm 2 , 330 O C

C

O

HP BY PASS

T U R B I N E S
HP

REHEATER

SUPER
HEATER

ONOMIZER

BOILER

51 C
O

HP HEATER 8

HP HEATER 7

LP 1

G

LP 2

40 kg/Cm 2 , 336 O C
39 kg/Cm 2 , 538 OC
FUEL

74 kg/Cm 2

IP

12 kg/Cm , 109
2

O

LP BY PASS

C

DEMINE WT

RFWT

N2H4
DEAERATOR

BOTTOM ASH

SEA

condenser
NH4OH
COND.
PUMP

LP HEATER 4

LP HEATER 3

HP HEATER 6
LP HEATER 2

DEMIN
PLANT

FWT

CO
POL
28 kg/Cm 2 . 40

DESALT PLANT

m 2 , 142 O C
BFP

LP HEATER

LP HEATER

SUBFP

GLAND S
COND

10 kg/cm²
330 C

169 kg/cm²
538 C

Na3PO4

T U R B I N E S

MAIN DRUM
Uai

PRIMARY

REHEATER

SUPER
HEATER

RAY
TER

ECONOMIZER

HP BY
PASS

IP

GEN

40 kg/cm²
336 C

LP 1

39 kg/cm²
538 °C

SCON
DARY

LP 2

CONDENSSOR

BOILER

LP BY PASS

Flame

FUEL

12 kg/cm²
109 °C

NH3

174 kg/cm²
251 °C

COND.
PUMP.

DWT

N2H4

ER 8

HP

RFWT
DEAERATOR

LP HEATER 4

COND
POLISH

DEMIN PLANT

ER 7

BOTTOM ASH

FWT

LP HEATER 3

BY PASS

TER 6

28 kg/cm²
40 °C

LP HEATER 2

N2H4

180 kg/cm²
142 C

BFP

LP HEATER

Anti Scal,
Anti Foam

DESALT
PLANT

GLAN
CON

BY PASS
LP HEATER

SEA WATER
BFPT

WATER TREATMENT
Reaksi Servis Pertukaran Ion :
Resin Anion :

FANT

RAW
WATER

BACK
WASH
OUT

STEAM

R - OH
R-H
R - OH
R-H

NaOH

SUMP

R - OH + Cl---->
R - OH + SiO3-- ---->
R - OH + SiO4-- ---->

R - Cl +
R - SiO3
R - SiO4

Resin Kation :
R - H + NaR - H + Mg++
R - H + Ca++

------>
------>
------>

DEMINE WATER :
H+ + OH------>

R - Na
R - Mg
R - Ca

H2O

Reaksi Regenerasi Pertukaran
Resin Anion :

BACK
WASH
IN

HCl

Demine
Water

R - Cl + OHResin Kation :
R - Na

+ H+

------>
------>

R-

R

BAHANKIMIAYANG DIPERGUNAKANDI PLTU. SURALAYA
No

NAMABAHAN KIMIA

1

Trisodium Phospate

2

Hydrazine

RUMUS KIMIA

LOKASI

KEGUNAAN

Na 3PO 4

MAIN DRUM

Mengikat garam - garam

N2H4

DAERATOR

Mengikat Oksigen

3

Amonium Hydroxyde

NH 4OH

CONDENSER

Menaikan pH

4

Hypo Chloride

NaOCl

AIR PENDINGIN COND

Pencegah Pertumbuhan Plankton

5

Anti Scale

-

Desalination Plant

Mengikat Garam - Garam

6

Ati Foam

-

Desalination Plant

Mencegah Pembusaan

7

Caustic Soda

WTP

Regenerasi Resin Anion

8

Hidrochlorid Acid

WTP/Desalination Plant

Regenerasi Resin KationAcid Cleaning DSLT

9

Lime/Kapur

WWTP

Menaikan pH

10

Alum

Al 2SO 4

WWTP

Koagulan

11

Ferrous Sulfat

Fe 2SO 4

WWTP

Koagulan

12

Polymer Anion

-

WWTP

Koagulan ( Meperbesar BJ )

13

Polymer Kation

-

WWTP

Koagulan (mempercepat Pengerasan)

14

Inhibitor

-

Desalination Plant

Acid Cleaning

NaOH
HCl
Ca(OH)

2

DESALINATION PLANT
Auxelerary Steam

To WTP

SURALAYA FREQUENCY PROTECTION
Turbin
Speed
3300 rpm

Generator
Frequency
55 Hz

3225 rpm

53,75 Hz

3090 rpm

51,5 Hz

3000 rpm

2898 rpm

2850 rpm

50 Hz

48,3 Hz

47,5 Hz

Mechanical Overspeed Protection
(Turbin Trip)
Electrical Turbin Overspeed Protection Control (OPC)
 Turbin Speed Control to hold Generator still ONLINE
Unit 7 HOUSE LOAD
by Over Freq Relay (OFR) Unit 7 (new Relay)
Setting Time : Instantenous
With permissive All Feeder Suralaya-Gandul OPEN
NORMAL OPERATION
ISLAND SURALAYA OPERATION
by Over Freq Relay (OFR) GITET Suralaya
All Feeder Suralaya-Gandul & Cilegon – Cibinong OPEN
To make stable LOAD Generator
ISLAND LOAD Suralaya 540-700 MW
Unit 2,3 HOUSE LOAD
Unit 6 HOUSE LOAD
Keep 2000 MW still ONLINE
All Unit Automatic House Load by UFR Generator

REGENERATIVE AIR HEATER
FLUE GAS

AIR

CONT ROOM UNIT I-IV

LP.TURBINE

CONT ROOM UNIT V-VII

TURBINE HALL UNIT I-IV

ISO 9001:2000

ISO 14001:1996

SURALAYA COAL FIRED POWER STATION PERFORMANCE

DESCRIBTION
Installed capacity (MW)
Energy generated (GWh )
Aux Power Cons (GWh )
Coal Consumpt (milly t)
Spec. Fuel Con (kg/kWh)
Gross Thermal Eff (%)
Capacity factor (%)
Opr . Availability Fact (%)
Forced outg . Fact (%)
Forced outg Rate
(%)
Planned Outg . Fact (%)
Fo -No of Occur.(x/unit y)
* August 1998

NERC 1995 1996 1997
59.87
81.71
4.76
6.41
12.91
12.04

1,600
9,893
673
4,499
0.462
36.05
70.58
88.59
2.09
2.33
8.74
4.5

1,600
10,851
721
5,028
0.472
35.87
77.21
89.89
2.9
3.15
6.09
3.75

2,800
15,041
842
6,570
0.443
38.10
70.92
88.70
1.62
1.85
6.7
14.16

1998 *
3,400
11.267
668
5,136
0.461
36.37
56.82
84.31
0.78
1.04
9.14
7.71

SURALAYA COAL FIRED POWER STATION PERFORMANCE

DESCRIPTION
UNIT 7
INST. CAPACITY (MW)
600
ENERGY GEN (GWH)
2,229
AUX POWER
(MWH)
96,371
COAL CONS (TON)
969,335
SFC
(KG/KWH)
0.436
GROSS EFF (%)
38.44
CAPACITY FACTOR (%)
63.72
OP. AVAIL. FACT (%)
95.27
FORCED OUT FACT (%)
0.69
FORCED OUT RATE (%)
0.82
PLANNED OUT FACT (%)
Fo-No of Occ (x/unit/year)
12

NERC

UNIT 1

UNIT 2

UNIT 3

UNIT 4

UNIT 5

UNIT 6

400

400

400

400

600

600

1,231

1,611

1,335

1,327

2,346

1,187

98,399

121,649

93,597

100,181

106,920

51,727

591,816

750,425

589,055

605,047

1,098,967

532,098

0.487

0.48

0.45

0.464

0.47

0.45

34.37

34.97

37.28

36.24

35.72

37.33

59.87

52.79

69.09

57.25

56.88

67.04

33.91

81.71

81.34

93.5

95.04

86.27

95.95

49.11

4.76

0.19

0

1.49

0.26

1.68

0.75

6.41

0.25

0

1.65

0.3

1.96

1.64

12.91

15.98

4.39

0

13.48

0

29.22

0

3

0

7.5

3

13.5

15

12.04

Mill. kWh

ENERGY DIBANGKITKAN

11

10
9
8
7
6
5
4
3
2
1

84/85 85/86 86/87 87/88 88/89 89/90 90/91 91/92 92/93 93/94

94

95

96

97

98

KONSUMSI BATUBARA
Tahun

Konsusi B.bara (ton)

1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998

4.270.401
4.726.927
4.827.402
4.232.112
4.319.413
4.499.031
5.028.062
6.570.062
5.136.746
* Agt. 98

FLAY ASH 40,8 KG/Jam

ASH CYCLE

170.000 Kg/Jam
6 % Ash
Coal

Ash Cycle

80 %

ELECTROSTATIC
PRECIPITATOR

MFO
OIL
HSD

BOILER

BOTTOM ASH 20%
2.040 Kg/ Jam

EP EFFICIENCY
FLY ASH

= 99,50 %
= 8.119,2 Kg/ Jam

STACK

SISTEM

PEMBUANGAN ABU

EP

Collecting plate

GAS -OUT
GAS - IN

Discharge Electrode

DUST HOPPER

ELECTROSTATIC PRECIPITATOR
+
GAS
FLOW

+

DISCHARGE
ELECTRODE

COLLECTING
PLATE

+

-

-

-

+

CLEAN
GAS
EXIT

SATUAN
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Ton
Total

ABU SISA PEMBAKARAN
13,02
13,02
13,02
13,02
19,53
19,53
19,53
111

ASH SAMPLING AND ANALYSIS
( As Received )
C. ASH ANALYSIS
( % by wt )
BUKIT ASAM

ADARO

BERAU
1. Silica ( SiO2 )
75
38.73
30.87
2. Iron (Fe2O3)
7
11.67
3. Aluminium Oxide ( Al2O3 )
33
10.32
4. Calcium Oxide (CaO )
3
16.76
5. Magnesium Oxide (MgO)
1.5
6.56
6. Sodium Oxide ( Na2O)
3.5
3.15
7. Pottassium Oxide (K2O)
0.97
1.09
8. Titanium Dioxcide ( Tio2 )
1.06
0.56
9. Phospathe Pentoxide (P2O5)
0.18

8.9

2.2

1.1

0.1

SISTIM ALIRAN UDARA, GAS DAN ABU

ASH
FALLEY

SILO BETON

t..9210C
t..5110C

STACK

t. 1520C

t. 134 0C
t. 138 0C

t..2420C

BOILER
t.1.232 0C

AIR HEATER

SILO
JUMBO

ID FAN

Elektric
Presipitator

t. 1400C
STEAM COIL
AIR HEATER

FD FAN

KE ASH FALLEY

Coal

TRANS. BIN

TRANS. BIN

TRANSPORTERS

TRANS. BIN

SILO A

TRANSPORTERS

TRANSPORTERS
JUMBO
TRANPORTERS
RMVL
DDCC

RMVL
DDCC

Collect.
DDCC

SILO B

DISTRIBUTION
DISTRIBUTION BOX
BOX
JUMBO
TRANPORTERS

JUMBO
TRANPORTERS

Collect.
DDCC

G.
ER
EM

CHAIN
CONV. B

CONV
U/L. 2A

COND.
U/L 1A

Collect.
DDCC

DISTRIBUTION
DISTRIBUTION BOX
BOX

CHAIN
CONV. A

RMVL
DDCC

SISTIM ASH
HANDLING
PLTU
SURALAYA
UNIT 1 ~ 7

CONV
U/L. 1B

CHUTE
CHUTE
CONV.
CONV.

COND.
U/L. 2B

CONV. 18

CONV. 16

CONV. 19

CONV. 17

CONV. 15

CONV. 8B

CONV. 7A

Dust Collector

Dust Collector

CONV. 12

CONV. 9A

CONV. 10A

CONV. 13

CONV. 14

Mill Reject

Dust Collector

CONV. 6

CHUTE
CHUTE
#
# 1/
1/ 2
2

CONV. 5

Mill Reject

CONV. 2B

ELECTROSTATIC
PRECIPITATOR #1

Dust Collector

CHUTE
CHUTE
#
# 3/
3/ 4
4

CONV. 11

Mill Reject

ELECTROSTATIC
PRECIPITATOR #2

Mill Reject

CONV. 2A

ELECTROSTATIC
PRECIPITATOR #3

Dust Hopper

CONV. 3

ELECTROSTATIC
PRECIPITATOR #4

Dust Hopper

CONV. 9B

Dust Hopper

CONV. 10B

Dust Hopper

MARINE
MARINE
TOWER
TOWER
#
# 1/
1/ 2
2

CONV. 8A

MARINE
MARINE
TOWER
TOWER
#
# 3/
3/ 4
4

CONV. 7B

CONV. 7

SDCC

CONV. 20

CONV. 1B

SDCC

SDCC

VIB.SCN &
CRUSHER

Mill
MillReject
Reject

CONV. 1A

Mill Reject

VIB.SCN &
CRUSHER

CONV.
8

Mill Reject

VIB.SCN &
CRUSHER

CONCRETE
CONCRETE
SILO
SILO

FLY ASH CONV. A

1ST & 2ND
TR. DDCC

CONV. 4

Mill Reject

1ST & 2ND
TR. DDCC

Mill
MillReject
Reject

SSC

VIB.GRID &
ASH CRUSHER

SSC

VIB.GRID &
ASH CRUSHER

SSC

VIB.GRID &
ASH CRUSHER

SSC

V.
CON
ILE
MOB

ASH VALLEY

FLY ASH CONV. B

1ST & 2ND
TRANSF DDCC

V.
ON
EC
BIL
MO

VIB.GRID &
ASH CRUSHER

1995 1996

1997

1998*

7773

8822

10016

9735

1600

1600

2800

3400

Dibangkitkan sistim Jawa-Bali(GWh) 48750 54982

62081

40533

Dibangkitkan Suralaya (GWh)

15041

11267

24

27.8

Beban (MW)
Kapasitas terpasang

Persentasi

( % )

(MW)

9893 10852
20

20

Kapasitas terpasang

(MW)

Dibangkitkan PT. IP (GWh)

1995 1996

1997 1998 *

1600

2800

1600

3400

Dibangkitan Suralaya (GWh)

24946 27628 30643 24846
9893 10851 15041 12387

Persentase ( % )

40

39

49

49.8

1.

EQUIVALENT AVAILABILITY FACTOR

= 90 %

2.

NET PLANT HEAT RATE

= 2.374 Kcal/KWh

3.

NET THERMAL EFFISIENCY

= 36,23 %

PRODUK ABU DAN PEMANFAATANNYA TAHUN 1997 - 199
KONSUMSI
NO MONTH BATUBARA
(TON)
1 JAN
379.766,74
2 FEB
319.700,45
3 MAR
476.914,20
4 APR
507.405,65
5 MAY
531.144,18
6 JUN
552.287,80
7 JUL
637.856,71
8 AGT
653.292,08
9 SEP
628.464,94
10 OCT
695.642,81
11 NOP
579.403,05
12 DEC
607.183,59
SUB TOT 97
6.569.062,21
13 JAN
14 FEB
15 MAR

595.508,97
580.553,18
658.952,02

ASH
CONT
(%)
5,21
4,60
4,68
4,59
4,54
4,82
4,84
4,62
4,68
4,61
4,31
4,46

3,81
3,94
4,48

PRODUK ABU
(TON)
BOTT ASH
EP
3.957,17
15.749,53
2.941,24
11.706,15
4.463,92
17.766,39
4.657,98
18.538,78
4.822,79
19.194,70
5.324,05
21.189,74
6.174,45
24.574,32
6.036,42
24.024,95
5.882,43
23.412,08
6.413,83
25.527,03
4.994,45
19.877,93
5.416,08
21.555,99
61.084,82 243.117,58
4.537,78
4.574,76
5.904,21

18.060,36
18.207,54
23.498,76

EMISSI.
(TON)

TOTAL
PEMANFAATA
PRODUK
(TON)
ABU
POZZOLAN RU
79,14
19.785,85 14.063,57
3
58,82
14.706,22
8.037,11
8
89,28
22.319,58 10.407,04
3
93,16
23.289,92
6.400,00
2
96,46
24.113,95
6.480,00
2
106,48
26.620,27
8.465,25
2
123,49
30.872,26 10.954,45
2
120,73
30.182,09
9.935,26
1
117,65
29.412,16 14.595,95
1
128,28
32.069,13 15.148,90
2
99,89
24.972,27 14.759,65
1
108,32
27.080,39 16.462,41
5
1.221,70 305.424,10 135.709,59 29
90,76
91,50
118,08

22.688,89
22.873,80
29.521,05

6.046,10
7.463,40
4.713,71

4
7
1

SKEDULE PEMELIHARAAN
2 Month

2 Month

First Year

First Year

INSPECTION

5 Weeks

INSPECTION

4 Weeks

4 Weeks

4 We

INSPECTION

VAL

1st Year

2nd Year

3rd Year

4th Year

5th Year 6th Y

Jadwal Pemeliharaan Periodik 2007

WI

n.

TW II
Feb

Mar

Apr

TW III
Mei

Juni

Juli

TW IV
Ags

Sept

Okt

Last OH
Nop

Inter

Des

22-Dec-05

24 Jun ~ 23 Agus

SE + EP
3-Sep-05

15Jan ~14Feb

ME
1-Jul-06

SE+Retubing

01 Nop ~ 31 Des
2-Mar-06

23Apr~21Mei

SI
5-May-06

20Ags~17Sep

SI
9-Aug-06

15-Oct-06

meter

F

F

3. Pelayanan pada Pelanggan
Sat

2005
Real.

%

87,89

2007

2006
RKA

Real/ RKA

Real.

87,32

90,04

Keterangan

RKA

103%

87,80• Memperpendek Durasi OH,
• Pengendalian Gangguan & ,Derated
• Memanfaatkan RSH u/ Corrective
Maintenance

%

6,50

7,74

6,75

87%

7,09Saving Outage POH:

• U5= 5hari, U3= 3hari, U6=1hari, U7=9

2,68Efektifitas Penanganan durasi Ganggu

OR

%

3,38

2,65

1,85

72%

F

x

6,0

3,15

4,26

135%

%

-

-

-

-

-

MWh

-

-

18.247

-

167.389

Derated,karena dilakukan penyempur
SOP

3,132006 :

Alokasi Gangguan = 20x, Real = 27x
boiler 3 bocor & kontrol sistem)
2007 :
Alokasi Gangguan= 19x

S PEMBANGKITANSURALAYA

DATA PEMANTAUAN UDARA AMBIENT
PADA TRIWULA I TAHUN 2000 OLEH LPM - ITB
Lokasi Pemantauan

Debu

NO x

Baku Mutu Lingkungan
Lebak Gede

260
115,67

µgr/m 3
92,50
12,97

Cipala Dua
Gerem
Brigil
Gunung Gede
Pengorengan
alira Indah
umur Ranja
Marga Sari
Komp PLTU.Suralaya
Hal PLTU Suralaya

145,82
146,64
151,75
94,42
188,01
111,93
161,68
128,15
71,86
110,69

10,50
25,33
8,65
6,18
27,80
1,85
11,12
3.112
9,27
8,65

µgr/m

3

SO 2
µgr/m

3

260
11,01
8,21
8,13
6,81
2,92
3,51
7,98
5,11
4,44
10,39
13,61

NIS PEMBANGKITAN

EMISI

DATA PEMANTAUAN EMISI FEBRUARI 2000
PADA TRIWULAN I OLEH LPM - BANDUNG
SATUAN

UNIT

SO 2
NO x

Mgr/m
3
Mgr/m

499
305

501
293

475
286

Th.2000
750
850

Partikulat

Mgr/m

3

38

11

15

150

3

5

6

BMES

STB : Baku Mutu Emisi Sumber Tak Bergerak

7

Ash disposal usage (Cone block, cement mix)

Terima Kasih

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.