Anda di halaman 1dari 5

FLOTASI

Flotasi merupakan dasar dari proses pemisahan. FLotasi digunakan secara


luas dalam proses pemisahan mineral dan logam. Selain pada pertambangan dan
industri metalurgi, flotasi digunakan pada pengolahan air selokan, pemurnian air,
recovery aspal dari pasir tar, dan desulfurinasi batubara (Othmer,1998).

A. Definisi
Flotasi menurut bahasa asing berasal dari kata float yang berarti apung
atau kambang. Sehingga flotasi dapat diartikan bahwa sebagai fenomena
pengapungan atau pengambangan suatu zat yang ada dalam suatu zat cair maupun
gas (proses pemisahan material hidrofobik dari hidrofilik)
(gedehace.blogspot.com, 2008).
Flotasi digunakan untuk menyisihkan padatan tersuspensi dan minyak dari air
buangan serta pemisahan dan pengumpulan lumpur.
Jenis-jenis flotasi:
a. Aerasi pada tekanan atmosfer(air flotation)
Udara akan masuk kedalam fluida dengan menggunakan mekanisme rotor-
disperser. Rotor yang terendam dalam fluida akan mendorong udara menuju
bukan disperser sehingga udara bercampur dengan air sehingga partikel yang
mengapung dapat disisihkan. Sistem ini memiliki keuntungan antara lain tidak
memerlukan area yang luas dan lebih efektif dalam menyisihkan partikel minyak.
b. Dissolved Air Flotation (DAF)
Melakukan pengapungan dengan melarutkan udara kedalam fluida dengan
tekanan yang tinggi kemudian dilepaskan dalam tekanan atmosfer.
c. Vacum Flotation
Limbah cair diaerasi hingga jenuh sehingga akan terbentuk gelembung
udara yang akan lolos ke atmosfer dengan mengangkat partikel-partikel ke atas
(www.geocities.com).
Secara garis besar flotasi merupakan proses pemisahan suatu zat yang ada
di dalam zat cair (fluida) maupun gas dengan prinsip pengapungan. Dimana zat
yang akan dihilangkan berada di atas (hidrofobik) sedangkan fluidanya berada di
bawah (hidrofilik).

B. Mekanisme Secara Fisika dan Kimia


1. Secara fisika
Pengambilan bahan-bahan yang tersuspensi berukuran besar dan bahan
yang mudah mengendap atau bahan yang dapat terapung terlebih dahulu
disingkirkan atau dibuang. Cara yang paling efisien untuk menyisihkan bahan
yang tersuspensi berukuran besar dengan cara pengendapan. Sedangkan bahan
yang tersuspensi dapat mengendap dapat dipisahkan dengan cara pengendapan.
2. Secara Kimia
Pemisahan menggunakan cara kimia biasanya menghilangkan partikel-
partikel yang sulit untuk diendapkan atau tidak mudah mengendap. Sehingga
dengan adanya penambahan bahan kimia tertentu yang diperlukan maka partikel
yang tidak mudah diendapkan menjadi mudah diendapan. Sebagai contoh
penyisihkan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada
konsentrasi yang rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasikannya dengan
klor (Cl2), kalsium permanganate, dll.

C. Teori Persamaan
Flotasi pada proses dasar permukaan kimia dimana banyak terjadi
peristiwa secara bersamaan antar permukaan antara padatan, cairan, dan udara.
Variabel yang diketahui sebagai parameter adalah contact angel, θ . Saat θ = 0,
cairan menyebar di atas padatan, kontak antara media air dengan udara seperti
pada padatan yang disebut sebagai hidrofilik dan basahan oleh air. Gelembung
udara tidak dapat terikat pada padatan hidrofilik di air.
Sebaliknya, padatan hidrofobik tidak basah oleh air, gelembung udara dapat
berikatan pada air dan nialai contact angel lebih dari 0°, θ > 0°.
γ lg
air

udara
p θ
γ sg γ sl
padatan hidrofobik

Konsep contact angel dengan pengikatan gelembung pada medium cair, terikat
pada padatan hidrofobik. P adalah kontak 3 fase, dimana vector γ lg melewati p
dan membentuk tang pada permukaan kurva pada gelembung udara.
3 gaya tegangan antar permukaan saat kesetimbangan, sesuai dengan persamaan
Young’s. Dimana γ menunjukkan tegangan antar muka antara solid-gas, solid-
liquid dan liquid-gas.
γ sg -γ sl =γ lg .cos θ ……………………………………………………………..
(1)
(Othmer, 1998)

D. Penerapan dalam Kehidupan


Penerapan flotasi dalam kehidupan banyak digunakan di bidang
perindustrian, antara lain:
• Pemurnian air (di PDAM dengan elektroflotasi)
• Pengolahan air limbah
• Desulfurinasi batubara
• Industri metalurgi
• Industri Kertas, daur ulang kertas
• Pengolahan limbah logam
(Wikipedia, 2009)

E. Mekanisme yang Terjadi dalam Penerapan


Dalam industri misalnya pengolahan limbah industri yang kandungan
logamnya besar sebelum dibuang langsung kedalam sungai yang dapat
membahayakan makhluk hidup. Karena dengan proses flotasi dapat memisahkan
partikel yang berukuran kecil sekalipun secara sempurna. Pada flotasi ini separasi
dihasilkan dari gelembung-gelembung gas. Gas yang ditambahkan kedalam air
limbah akan mengalami kontak dengan partikel-partikel air limbah sehingga
partikel-partikel tersebut dapat mengapung kepermukaan karena adanya gaya
apung yang cukup besar yang dihasilkan gas tersebut (task-list.blogspot.com,
2008).
Pada intinya, penambahan gas pada pengolahan limbah akan berkontak
dengan limbah logam yang bersifat hidrofobik. Dimana gas ini yang bersifat
ringat akan memberikan gaya dorong ke hidrofobik sehingga hidrofobik akan
terpisah dari hidrofiliknya. Hidrofibik yang berupa limbah logam ini akan
mengapung karena adanya gaya dorong berupa gaya apung yang besar dari gas.
DAFTAR PUSTAKA

Othmer, Kirk, 1998, Consise Encyclopedia of Chemical Technology, John Wiley


and Sons, Inc., New York.
http://en.wikipedia.org/wiki/froth_flotation-59k-
http://task-list.blogspot.com/2008/03/pengolahan-limbah-cair.htm
http://www.geocities.com/mitrajasalingkungan/fisika.html
http://gedehace.blogspot.com/2008/08/elektroflotasi-si-pengolah-limbah.html