P. 1
Laporan KO Kel 06_modul 6

Laporan KO Kel 06_modul 6

|Views: 1,448|Likes:
Dipublikasikan oleh Bibit Aurum

More info:

Published by: Bibit Aurum on Oct 11, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK KI 2152 SEMESTER I 2010/2011

PERCOBAAN 06 PEMBUATAN SIKLOHEKSENA
Tanggal : 5 Oktober 2010 Kelas ganjil Kelompok 06 Asisten : Nila T.B. - Melina Oleh Bunga Annisa 10509089

Laboratorium Kimia Organik Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung Bandung

1. Judul percobaan

Pembuatan Sikloheksana

2. Tujuan Percobaan y y

Menentukan kemurnian sikloheksena dengan data indeks biasnya. Menentukan massamolekul sikloheksana dan rendemenfraksi onalnya dalam sampel.

3. Data Pengamatan -

Distilasi pertama Suhu saat tetes pertama = 96 oC

-

Distilasi kedia Suhu saat tetes pertama = 46 oC

y

Filtrate hasil distilasi Indeks bias hasil pengukuran Indeks bias referensi = 1,650 n20 = 1,424 n20.

y

Massa tabung

= 21,55 gr = 22,631 gr

Massa tabung + distilat Massa distilat

= 1,081 gr

4. Pengolahan data y

Rendemanfraksional:

x 100% = 8,1894 %

y

Ketidakmurnian 
   

x 100%

x 100% = 15,871 %

5. Pembahasan

Pada percobaan kali ini, dilakukan pembuatan sikloheksena melalui dehidrasisikloheksanol.

Pertama tama, sikloheksanol ditambahkan dengan larutan H 3PO4 pekat, yang berfungasi sebagai katalis asam yang juga merupakan agen pengoksidasi kuat.Katalis ini dapat menimbulkan banyak reaksi sampingan, dimana ia dapat mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan disaat yang sama tereduksi dengan sendirinya menjadi s ulfur oksida. Yang mana kedua gas ini harus dikeluarkan melalui proses selanjutnya, yaitu distilasi. Selain itu, senyawa dengan ikatan rangkap yang dihasilkan selama dehidrasi alkohol dapat menghasilkan reaksi polimerisasi dengan adanya H3PO4yang berperan sebagai katalis asam. Kemudian kedalam filtrate juga ditambahkan toluene dengan menggunakan corong panjang. Untuk mengikat spesispesi yang tidak diinginkan.Distilasi dilanjutkan sampai volumenya berkurang setengah. Campuran reaksi kemudian dicuci dengan larutanNaCl jenuh yang berfungsi sebagai salting o ut, dimana ia akan menarik senyawa polar dalam larutan (air) dan mencegah terbentuknya emulsi akibat pengotorpengotor dalam distilat. Campuran kemudian diekstraksi sampai terbentuk dua fasa, dimana lapisan atas merupakan senyawa organik dan lapisan atas ad alah fasa air yang akan dipisahkan. Ke dalam lapisan organik kemudian ditambahkan CaCl 2anhidrat yang berfungsi sebagai pengikat air yang mungkin terbawa pada saat pemisahan.Laritan disaring, didistilasi, dan distilatnya diamati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa rendemanfraksional dari distilat yang diperoleh hanya sedikit, yaitu 1,081 gratau 8,1894 % saja. Hasil pengukuran indeks bias juga menunjukkan nilai 1,650 n20, dimana menurut referensi,indeks bias sikloheksena adalah 1,424 n20.Artinya, ketidakmurnian mencapai 15,871 % .Kedua fakta ini menunjukkan bahwa sikloheksena yang terbentuk belum murni, dimana ada kemungkinan masih ada reagen atau zat zatpengotor yang terbawa dalam proses

distilasi, ekstraksi, ataupun pemisahan campuran. Distilat juga dapat diukur gugus fungsinya dengan metoda spektroskopiinframerah yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0.75 ± 1.000 µm atau pada bilangan gelombang 13.000 ± 10 cm-1. Metoda ini meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission), teknik fluoresensi (fluorescence) yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui,karenaspektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut.Sehingga, dapat dilihat perbedaan antara sampel sikloheksanol dan filtrate sikloheksena dengan membandingkan spektrum IR nya. Karena daerah serapanakan meningkat dengan berbuahnya produk alkohol menjadi alkena.
Gugus C-H C-H C=C C=C C-O C=O O-H O-H alkana alkena Alkena aromatik (cincin) alkohol, eter, asam karboksilat, ester alkohol, fenol(monomer) alkohol, fenol (ikatan H) Jenis Senyawa Daerah Serapan (cm-1) 2850-2960, 1350-1470 3020-3080, 675-870 1640-1680 1500-1600 1080-1300 3610-3640 2000-3600 (lebar)

aldehida, keton, asam karboksilat, ester 1690-1760

6. Kesimpulan
y

Karena indeks bias sikloheksena yang didapat adalah 1,650 n20, sedangkan menurut referensi, indeks biasnya seharusnya bernilai 1,424 n20. Ketidakmurnian mencapai 15,871 %.

y

Massa molekul sikloheksena yang didapatkan adalah 1,081 gr dengan rendemenfraksionalnya 8,1894 %.

7. Daftar Pustaka http://ebenbohr.wordpress.com/alkena/ http://www.chem-istry.org/materi_kimia/sifat_senyawa_organik/alkohol1/dehidrasi_alkohol/ http://id.wikipedia.org/wiki/Spektroskopi_inframerah http://hanifkimia.blog.uns.ac.id/2010/05/11/sp ektroskopi-inframerah-ir/

8.

i
Cyclohexene

IUPAC name[hide] Cyclohexene Other names[hide] Tetrahydrobenzene, 1,2,3,4-Tetrahydrobenzene, Benzenetetrahydride, Cyclohex-1-ene, Hexanaphthylene, UN 2256 Identifiers CAS number 110-83-8 PubChem 8079 ChemSpider 7788 EC number 203-807-8 ChEBI 36404 RTECS number GW2500000 [show] SMILES InChI InChI key Molecular formula Molar mass Appearance Density Melting point Boiling point Solubility in water Vapor pressure 11.9 kPa (25 °C) Hazards R11, R19, R21/22 S16, S23, S24, S25, S33 [show] [show] Properties C6H10 82.143 g/mol Liquid 0.8110 g/cm3 -103.5 °C, 170 K, -154 °F 82.98 °C, 356 K, 181 °F 250 mg/l 8.93 kPa (20 °C)

R-phrases S-phrases

NFPA 704 3 1 0 -12 °C (10 °F) c.c. 244 °C (471.2 °F)

Flash point Autoignition temperature

Explosive limits

1-5% (what is this?) (verify) Except where noted otherwise, data are given for materials in their standard state (at 25 °C, 100 kPa) Infobox references

Cyclohexanol[1]

CAS number PubChem ChemSpider EC-number RTECS number SMILES InChI InChI key Molecular formula Molar mass Appearance Density Melting point Boiling point Solubility in water Acidity (pKa) Viscosity

IUPAC name[hide] Cyclohexanol Other names[hide] Cyclohexyl Alcohol, hexahydrophenol, hydrophenol, hydroxycyclohexane, Naxol Identifiers 108-93-0 7966 7678 203-630-6 GV7875000 [show] [show] [show] Properties C6H12O 100.158 g/mol Colorless, viscous liquid. Hygroscopic 0.962 g/mL, liquid 25.93 °C, 299 K, 79 °F 160.84 °C, 434 K, 322 °F 3.60 g/100 mL (20 °C) 16 41.07 mPa·s (30 °C) Hazards

MSDS R-phrases S-phrases Flash point LD50

MSDS for cyclohexanol R20R22R37R38 S24S25 67 °C 2.06 g/kg (oral, rat) (what is this?) (verify) Except where noted otherwise, data are given for materials in their standard state (at 25 °C, 100 kPa) Infobox references

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->