Anda di halaman 1dari 15

DEFINISI

 Mendefinisi adalah menyebut sekelompok
karakteristik suatu kata sehingga kita dapat
mengetahui pengertiannya serta dapat
membedakan kata lain yang menunjukkan obyek
yang lain pula.

Karakteristik kata adalah genus (jenis) dan
differentia (sifat pembeda).

 Agar pembuatan definisi terhindar dari kekeliruan, perlu diperhatikan patokan
berikut ini :
1. Definisi tidak boleh lebih luas atau lebih
sempit dari konotasi kata yang didefinisikan.
Contoh : - Merpati adalah burung yang dapat
terbang cepat (Banyak burung
yang dapat terbang cepat bukan
merpati)
- Kursi adalah tempat duduk yang
dibuat dari kayu, bersandar, dan
berkaki (Banyak juga kursi yang
tidak dibuat kayu).

2. Definisi tidak boleh menggunakan kata yang didefinisikan.
Contoh : Kafir adalah orang yang ingkar.

3. Definisi tidak boleh memakai penjelasan
yang justru membingungkan.
Contoh : Sejarah adalah samudera
pengalaman yang selalu bergelombang tiada
putus-putus.

4. Definisi tidak boleh menggunakan bentuk
negatif.
Contoh : Miskin adalah keadaan tidak kaya.

KATA, DEFINISI DAN KLASIFIKASI
 Pengertian adalah gambaran abstrak yang
dibentuk dan dimiliki oleh akal budi tentang inti
atau hakikat suatu obyek.
Contoh : Pengertian tentang kucing (diambil dari
pengalaman empiris tentang kucing di
rumah, pasar, jalanan, toko, dll )

Karena pengertian itu masih bersifat abstrak,

orang atau apa saja yang mempunyai eksistensi. beberapa rumah c. kursi. dan dewan (3) Konkret dan abstrak a. negatif. Suatu kata mempunyai pengertian yang konkret apabila ia menunjukkan suatu benda. Suatu kata mempunyai pengertian positif apabila mengandung penegasan adanya sesuatu. panitia. Suatu kata mempunyai pengertian kolektif apabila ia mengikat sejumlah barang yang mempunyai persamaan fungsi yang membentuk kesatuan. non. singular. Contoh : regu. Contoh : Buku. Contoh : Sebagian manusia. Contoh : Tidak gemuk c.  A. dan Privatif a. Contoh : Presiden RI pertama. rumah ini d. bukan. Suatu kata mempunyai pengertian negatif apabila diawali dengan salah satu dari : tidak. Contoh : Gemuk (adanya daging) Kaya (adanya harta) b. partikular. Contoh : Hewan. Contoh : Miskin (tidak adanya harta) Bodoh (tidak adanya ilmu) (2) Universal. tumbuhan dll b. rumah. Suatu kata mempunyai pengertian privatif apabila mengandung makna tidak adanya sesuatu. tak. Suatu kata mempunyai pengertian singular apabila ia hanya mengikat satu bawahannya. Suatu kata mempunyai pengertian universal apabila ia mengikat keseluruhan bawahannya tanpa kecuali. dan manusia . Kata mempunyai beberapa pengertian : (1) Positif. tetapi tidak mencakup keseluruhan. Suatu kata mempunyai pengertian partikular apabila ia mengikat bawahannya yang banyak. dan kolektif a. maka untuk mewujudkannya diperlukan suatu lambang yang disebut bahasa atau kata.

Spesia adalah term yang menunjukkan hakikat yang berlainan tetapi sama-sama terikat dalam satu jenis Contoh : Manusia. Jadi kata binatang adalah jenis. dan kepandaian  B. Propria adalah term yang menyatakan sifat hakikat dari suatu spesia sebagai akibat dari sifat pembeda yang dimilikinya. Suatu kata mempunyai pengertian abstrak apabila ia menunjukkan kepada sifat. sapi. Sifat berfikir pada manusia inilah yang disebut differentia. Contoh : Kesehatan. Accedentia (Sifat umum) Keterangan : a. manusia adalah spesia dari binatang. Contoh : Kuda. Accidentia adalah term yang menunjukkan sifat yang tidak harus dimiliki oleh suatu spesia. dan manusia adalah berbeda. kurus. Diffrentia adalah term yang membedakan satu hakikat dengan hakikat lain yang sama- sama terikat dalam satu jenis. Yang membedakan manusia dengan yang lainnya yang tercakup dalam binatang (kuda. berkebudayaan dan berperadaban. Propria (sifat khusus) e. Dari sifat berfikir inilah timbul sifat-sifat khusus. pandai . Kata sebagai predikat Kata atau susunan kata yang berfungsi sebagai subyek atau predikat disebut term. Genus (jenis) b. kegiatan yang dilepas dari obyek tertentu. Contoh : Manusia adalah binatang yang berfikir. Sebagai predikat. term dibedakan menjadi 6 macam : a. Spesia (kelas) c. Binatang adalah jenis. sapi) adalah sifat berfikir. berpakaian. b. Seperti : Membentuk pemerintahan. e. kekayaaan. tetapi kesemuanya mempunyai sifat sama yang mengikat keseluruhan bawahan yang berbeda- beda. gajah. Genus adalah term yang mempunyai bawahan banyak dan berbeda-beda. sapi adalah spesia. Differentia (sifat pembeda) d. b. d. kuda. Seperi gemuk. Sifat pembeda yang dimiliki manusia adalah berfikir. Jenisnya adalah binatang c. keadaan. tetapi kesemuanya mempunyai kesamaan sifat yaitu sifat kebinatangan.

segi tiga (spesia) b. Pembagian harus lengkap.Manusia dilihat dari segi ras bangsa : Manusia (genus) Ras (spesia) Agar didapat spesia yang benar. dan sifat dari manusia. Pembagian yang berlandaskan lebih dari satu dasar akan menghasilkan spesia yang simpang siur Contoh : Manusia (genus) Manusia berkulit hitam. manusia penyabar (spesia) Di sini terdapat 3 macam dasar pembagian yaitu : warna kulit. (2) Penggolongan adalah mengatur barang- barang dalam kelompok spesia.KLASIFIKASI  Klasifikasi adalah pengelompokkan barang yang sama dan memisahkan dari yang berbeda menurut spesianya. c. yaitu : (1) Pembagian adalah membagi suatu jenis kepada spesia yang dicakupnya. yakni dari genus ke spesia. Contoh : . Ada 2 macam cara membuat klasifikasi. Contoh : Membagi manusia atas dasar warna kulit menjadi manusia berkulit putih dan manusia berkulit hitam saja adalah tidak benar sebab tidak lengkap. manusia aria. Contoh : Bidang datar (genus) Segi empat. yakni harus menyebut keseluruhan spesia yang dicakup oleh suatu genera. yakni dari individu menuju spesia. Pembagian bergerak dari atas ke bawah. Contoh : . ras. Penggolongan bergerak dari bawah ke atas.Manusia dilihat dari jurusan binatang : Binatang (genus) Manusia (spesia) . Spesia merupakan perubahan tertentu dari sifat persamaan itu. Pembagian harus didasarkan atas persamaan sifat yang ada pada genus secara keseluruhan. Setiap pembagian harus dilandaskan satu dasar saja. maka dalam pembagian perlu diperhatikan patokan sebagai berikut : a.

(1) Dilihat dari segi sumber. (2) Dilihat dari zaman timbulnya. Sebagai makhluk rasional. secara kodrati. mawar (spesia) Bunga (genus) PENGANTAR LOGIKA  Logika adalah bahasa latin. Logika alamiah Setiap manusia.  Obyek formal Sudut pandang atau segi dari mana obyek material itu dikaji. logika dibedakan menjadi 2 jenis. cempaka.Besi. berasal dari kata logos yang berarti perkataan atau sabda. Logika ilmiah Logika ilmiah diperoleh dengan mempelajari dan menguasai metode penalaran sebagaimana mestinya. tembaga (spesia) Logam (genus) . memiliki jenis logika ini karena ia adalah makhluk rasional. yaitu : a. tergantung dari mana kita meninjaunya. Secara istilah logika adalah ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang benar dari penalaran yang salah. kemudian menerapkan metode tersebut secara terus- menerus agar setiap bentuk kekeliruan penalaran dapat dihindari. . b. Logika klasik Jenis logika ini merupakan ciptaan . yaitu : a. yaitu :  Obyek material Bidang kajian atau bidang penyelidikan.Melati.  Logika dapat disistematisasikan menjadi 4 (empat) golongan. logika dibagi menjadi 2 jenis. manusia dapat berfikir. timah.  Obyek logika dibedakan menjadi 2 bagian.

Contoh : Besi jika dipanaskan akan memuai Timah jika dipanaskan akan memuai Jadi : semua logam jika dipanaskan akan memuai (4) Dilihat dari bentuk dan isi argumen. Logika material Membahas tentang benar tidaknya proposisi-proposisi yang membentuk suatu argumen / isi argumen. PROPOSISI  Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya. Logika induktif Cara berfikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual (khusus). yaitu : a. Logika ciptaannya ini disebut juga logika Aristoteles atau logika tradisional. Dia sendiri tidak menggunakan istilah logika melainkan istilah analitika dan dialektika b. mencoba menerapkan prinsip-prinsip matematika ke dalam logika klasik. Logika deduktif Cara berfikir untuk menarik kesimpulan khusus dari pernyataan yang bersifat umum. Dia adalah orang pertama yang melakukan pemikiran sistematis tentang logika. b. . Logika modern Perkembangan baru dalam logika mulai nampak ketika beberapa ahli matematika Inggris. de Morgan (1806-1871) dan George Boole (1815-1864). (3) Dilihat dari proses penyimpulan. yaitu: a. Dengan mengunakan lambang-lambang non bahasa atau lambang matematis. seperti A. logika dibagi menjadi 2 jenis. logika dibagi menjadi 2 jenis. Logika formal Membahas tentang tepat tidaknya proses penalaran / bentuk penalaran . Aristoteles (384-322 SM). Contoh : Semua logam jika dipanaskan akan memuai Tembaga adalah logam Jadi : tembaga jika dipanaskan akan memuai b.

yaitu : (1) Proposisi Kategorik Proposisi kategorik adalah proposisi yang mengandung pernyataan tanpa adanya syarat. Contoh : .Sebagian manusia adalah mahasiswa (1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term Predikat .Ambilkan aku segelas air . maka kita mengenal 6 macam proposisi. satu kopula dan satu quantifier.Anak-anak yang tinggal di asrama adalah mahasiswa Proposisi kategorik yang paling sederhana terdiri dari : satu term subyek. bukanlah proposisi. Contoh : .Bung Tomo adalah pahlawan Semua pernyataan pikiran yang mengungkapkan keinginan dan kehendak serta tidak dapat dinilai benar dan salahnya.  Quantifier adalah kata yang menunjukkan banyak- nya satuan yang diikat oleh term subyek. Contoh : .  Kopula adalah kata yang menyatakan hubungan antara term subyek dan term predikat. Dalam keadaan apapun subyek selalu mengandung jumlah satuan yang diikat.  Subyek adalah term yang menjadi pokok pembicaraan.  Predikat adalah term yang menerangkan subyek.Budi sedang sakit . Bila ia mengiyakan disebut proposisi positif dan bila mengingkari disebut proposisi negatif.  Dari kombinasi kuantitas dan kualitas proposisi. satu term predikat.  Kopula menunjukkan kualitas proposisi.Semoga Tuhan selalu melindungimu  Proposisi menurut bentuknya dibedakan menjadi 3 macam.Semua mahasiswa tidak buta huruf (1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term predikat  Quantifier menunjukkan kuantitas proposisi. Contoh : .Besi bila dipanaskan memuai . yaitu : .

contoh : Rudi adalah pemain bulu tangkis 4.  Indikator itu menentukan negatifnya suatu proposisi apabila ia berkedudukan sebagai kopula. contoh : Rina bukan gadis pemalu Dengan pembahasan di atas. contoh : Sebagian manusia adalah guru 3. tidak atau bukan. jika. Partikular positif.Kopulanya : apabila. Perhatikan proposisi-proposisi berikut ini :  Semua yang tidak rajin bekerja mendapat sedikit.Kopulanya : adalah.1.Kopulanya : . Singular negatif. Partikular negatif. maka kita mengenal lambang permasalahan dan rumus proposisi sebagai berikut : Lambang Permasalahan Rumus A Universal positif Semua S adalah P I Partikular positif Sebagian S adalah P E Universal negatif Semua S bukan P O Partikular negatif Sebagian S bukan P  Dalam menentukan apakah suatu proposisi itu positif atau negatif. . contoh : Semua manusia akan mati. contoh : beberapa mahasiswa tidak lulus 6. kita tidak boleh semata-mata berdasarkan ada atau tidak adanya indikator negatifnya.Kopulanya : . (2) Proposisi Hipotetik Proposisi hipotetik adalah proposisi yang mengandung pernyataan dengan syarat. Bila indikator tidak berkedudukan sebagai kopula proposisi itu adalah positif. 2. manakala. Proposisi kategorik Proposisi hipotetik . Universal negatif. Universal positif.  Tidak semua orang pandai pidato. seperti : tak. bukan. .  Sebagian orang mempunyai harta yang melimpah bukan karena jerih payahnya. contoh : Semua kucing bukan burung 5. tidak. Singular positif.

Contoh : . Contoh : Jika permintaan bertambah.Budi ada di rumah atau di sekolah. . Proposisi hipotetik Proposisi disyungtif .Jika tanaman sering diberi pupuk. Rumusnya adalah : . yaitu :  Bila A adalah B. maka harga akan naik.  Proposisi hipotetik mempunyai 2 buah bentuk. Contoh : . ia akan naik kelas (A) (B) (A) (C) . maka Agus. . menghubungkan 2 menghubungkan 2 buah buah term. maka C adalah D. (A) (B) (C) (D) . Proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontradiktif.Agus berbahasa Arab atau berbahasa non Arab. Contoh : . yaitu :  Proposisi disyungtif sempurna.Budi berbaju putih atau non putih.  Proposisi disyungtif mempunyai 2 bentuk. Contoh : . Proposisi ini alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif.Jika bukan Budi yang mencuri. maka saya naik becak.Bila hujan turun. maka ia akan subur.Kopulanya : menghubungkan 2 menghubungkan 2 buah pernyataan alternatif (sebab-akibat). Rumusnya adalah : A mungkin B mungkin non B.  Bila A adalah B.Kopulanya : . maka A adalah C.Bila permintaan bertambah. pernyataan (sebab-akibat).  Proposisi disyungtif tidak sempurna. harga naik (A) (B) (C) (D) (3) Proposisi Disyungtif Proposisi Disyungtif adalah proposisi yang mengandung pernyataan pilihan.Bila Budi rajin.

M = Medium. SILOGISME  Silogisme merupakan bentuk penyimpulan tidak langsung. PSSI kalah atau menang. A mungkin B mungkin C Contoh : . Contoh 1 : Semua mahasiswa adalah terdidik (premis mayor) Budi adalah mahasiswa (premis minor) Budi adalah terdidik (konklusi) Contoh 2 : Semua manusia tidak lepas dari kesalahan Semua guru adalah manusia Semua guru tidak lepas dari kesalahan  Bentuk-bentuk silogisme kategorik : (1) Figur I : Medium menjadi subyek pada premis mayor dan menjadi predikat pada premis minor. . P = Predikat Contoh : Semua yang dilarang Tuhan mengandung bahaya S M P Mencuri dilarang Tuhan S P M Mencuri mengandung bahaya . silogisme dibedakan menjadi 3 macam. . Budi di toko atau di rumah. Menurut bentuknya. Budi berbaju hitam atau berbaju putih. Lambangnya : M P S M S P Keterangan : S = Subyek. Dikatakan demikian karena dalam silogisme kita menyimpulkan pengetahuan baru yang kebenarannya diambil secara sintesis dari dua permasalahan yang dihubungkan dengan cara tertentu. yaitu :  (A) Silogisme kategorik Yaitu silogisme yang semua proposisinya merupakan proposisi kategorik.

E. figur III ada 6 bentuk. Patokan-patokan itu adalah sebagai berikut : . I. maka terbentuk 19 bentuk utama (pada figur I ada 4 bentuk. kita harus memperhatikan patokan-patokan silogisme.S P (2) Figur II : Medium menjadi predikat pada premis mayor maupun premis minor. atau O. Lambangnya : P M M S S P Contoh : Semua pendidik adalah manusia Semua manusia akan mati Sebagian yang akan mati adalah pendidik Setiap proposisi dalam susunan silogisme bisa dalam bentuk A. Karena itu premis mayor. figur II ada 4 bentuk. Agar didapat kesimpulan yang benar. premis minor ataupun konklusi bisa berkemungkinan dalam bentuk A. E. atau O. I.  Hukum-hukum silogisme kategorik. Lambangnya : M P M S S P Contoh : Semua politikus adalah pandai bicara Beberapa politikus adalah sarjana Sebagian sarjana adalah pandai bicara (4) Figur IV : Medium menjadi predikat pada premis mayor dan menjadi subyek pada premis minor. dan figur IV ada 5 bentuk ). Dari kombinasi bentuk-bentuk proposisi itu. Lambangnya : P M S M S P Contoh : Semua tumbuhan membutuhkan air Tidak satu pun benda mati membutuhkan air Tidak satu pun benda mati adalah tumbuhan (3) Figur III : Medium menjadi subyek pada premis mayor dan premis minor.

Contoh : Kerbau adalah binatang Kambing bukan kerbau Kambing bukan binatang (Binatang pada konklusi merupakan term negatif.. Contoh : Kerbau bukan bunga mawar Kucing bukan bungan mawar ……. Contoh : Semua ikan berdarah dingin Binatang ini berdarah dingin Binatang ini adalah ikan (padahal bisa juga binatang melata) (6) Term predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. kesimpulan menjadi salah. Contoh : Bulan itu bersinar di langit . (tidak ada kesimpulan) (5) Paling tidak salah satu medium harus tertebar. sedangkan pada premis adalah positif) (7) Term medium harus bermakna sama. Bila tidak. Contoh : Semua korupsi tidak disenangi Sebagian pejabat adalah korupsi Sebagian pejabat tidak disenangi (3) Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Bila term medium bermakna ganda kesimpulan menjadi lain. tidak menghasilkan kesimpulan apapun. Contoh : Semua yang halal dimakan menyehatkan Sebagian makanan tidak menyehatkan Sebagian makanan tidak halal dimakan (2) Apabila satu premis negatif. kesimpulan harus partikular juga. baik dalam premis mayor maupun premis minor. Contoh : Beberapa orang kaya kikir Beberapa pedagang adalah kaya Beberapa pedagang adalah kikir (4) Dari dua premis yang sama-sama negatif. (1) Apabila dalam satu premis partikular. kesimpulan harus negatif juga.

Valid berkaitan dengan prosedur penyimpulan. Dikatakan valid apabila sesuai dengan patokan di atas dan dikatakan tidak valid bila sebaliknya. bumi basah Sekarang bumi telah basah Jadi hujan telah turun. saya naik becak Sekarang hujan Jadi saya naik becak 2. yaitu term subyek. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.  Ada empat macam tipe silogisme hipotetik.Benar berkaitan dengan proposisi dalam silogisme. . . Apakah pengambilan konklusi sesuai dengan patokan atau tidak. dan term medium. 3. . yaitu : 1. Januari adalah bulan Januari bersinar di langit. (8) Silogisme harus terdiri dari tiga term. seperti : Jika politik pemerintahan dilaksanakan - dengan paksa. maka kegelisahan akan - timbul Politik pemerintahan tidak dilaksanakan - dengan paksa Jadi kegelisahan tidak akan timbul.proposisi itu benar. seperti : Bila hujan turun. seperti : Jika hujan turun.  (B) Silogisme hipotetik Silogisme yang argumen premis mayornya berupa proposisi hipotetik. bila tidak ia salah. sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecedent atau term konsekuen premis mayornya. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent. Bila sesuai dengan fakta. term predikat. apakah ia didukung atau sesuai dengan fakta atau tidak.  Absah dan benar Dalam membicarakan silogisme kita harus mengenal dua isltilah yaitu absah (valid) dan benar.

Silogisme hipotetik dalam arti sempit Yaitu mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. peperangan tidak terjadi Jadi harga sembako tidak tinggi Contoh 3 : Bila terjadi peperangan. maka B juga tidak terlaksana 3. maka A terlaksana 4. yaitu : 1. peperangan terjadi Jadi harga sembako tinggi. Bila B tidak terlaksana. maka B juga terlaksana 2. harga sembako tinggi Nah. jadwal hukum silogisme hipotetik adalah : SILOGISME 1. Bila A tidak terlaksana. sedangkan premis minornya keputusan kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut premis mayor. maka A juga tidak terlaksana Contoh 1 : Bila terjadi peperangan.4. Silogisme hipotetik ada dua macam. Contoh 2 : Bila terjadi peperangan. Bila A terlaksana. Tetapi yang penting di sini adalah menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.  Hukum-hukum silogisme hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibandingkan dengan silogisme kategorik. pihak - penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah Jadi mahasiswa tidak turun ke jalan. harga sembako tinggi Harga sembako tidak tinggi Jadi peperangan tidak terjadi. . Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya. Bila B terlaksana. Contoh 4 : Bila peperangan terjadi. harga sembako tinggi Nah. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B. harga sembako tinggi Sekarang harga sembako tinggi Jadi terjadi peperangan.  (C) Silogisme disyungtif Silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif. seperti : Bila mahasiswa turun ke jalan.

Premis minornya mengingkari salah satu alternatif. yaitu : 1. seperti : Ia lulus atau tidak lulus Ternyata ia lulus Jadi ia bukan tidak lulus 2. konklusinya adalah mengakui alternatif yang lain. 2. Budi di kampus atau di pasar Ia berada di pasar Jadi ia tidak berada di kampus. Silogisme hipotetik dalam arti luas Yaitu premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Misalnya : Budi di kampus atau di pasar Ia berada di kampus Jadi ia tidak berada di pasar. Seperti : Hasan di rumah atau di pasar Ternyata tidak di rumah Jadi ia di pasar Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun luas mempunyai dua tipe. Contoh : Ia berada di luar rumah atau di dalam Ternyata ia tidak berada di luar Jadi ia berada di dalam. . Ia berada di luar rumah atau di dalam Ternyata ia tidak berada di dalam Jadi ia berada di luar. kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain. Premis minor mengakui salah satu alternatif.