Anda di halaman 1dari 8

KARAKTERISTIK LISTRIK DARI SALURAN

TRANSMISI

Tujuan Umum:
Mahasiswa dapat memahami karakteristik listrik saluran
transmisi

Tujuan Khusus:

Mahasiswa dapat memahami pengertian tahanan R


Sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Transmisi Arus
Bolak-Balik
Mengetahui tahanan spesifikasi penghantar arus listrik

Latar Belakang

Yang dimaksud dengan karakteristik listrik dari


saluran transmisi ialah konstanta-konstanta saluran yaitu;
tahanan (R), induktansi (L), konduktansi (G), dan
kapasitansi (C). Pada saluran udara konduktansi sangat
kecil sehingga dengan mengabaikan konduktansi itu
perhitungan-perhitungan akan jauh lebih mudah dan
pengaruhnyapun masih dalam batas-batas yang dapat
diabaikan.

Istilah tahanan atau resistansi tidak asing lagi bagi


para orang – orang yang bergelut dalam dunia kelistrikan .
Tahanan pada umumnya sangat diperlukan untuk
membatasi sejumlah besar arus agar tidak merusak
peralatan listrik, namun terkadang tahanan itu dapat
merugikan apabila jumlah tahanan itu dikatakan relative
besar karena dapat mengurangi arus atau daya yang akan
dikirim ke konsumen.

Tahanan terdapat pada kabel penghantar maka


dalam malakah ini kami menyajikan tentang resistivitas
kabel penghantar tersebut

Maka dari itu kali ini kami akan mencoba untuk


membahas tentang tahanan jaringan.
1.Tahanan R

Tahanan dari suatu konduktor (kawat penghantar)


diberikan oleh:
1
R=ρ
A (2.1)
Dimana: ρ = resistivitas
l = panjang kawat
A = luas penampang kawat

Dalam tabel-tabel yang tersedia sering kita jumpai


penampang kawat diberikan dalam satuan ”Circular Mil”
disingkat CM. Definisi CM ialah penampang kawat yang
mempunyai diameter 1 mil (=1/1000 inch). Bila
penampang kawat diberikan dalam mm2, maka
penampang kawat dalam CM adalah:

CM = 1973 x ( Penampang dalam mm 2 )


atau
mm 2 = 5,067 x 10 −4 x ( Penampang dalam CM )

Dalam sistem MKS satuan untuk resistivitas ρ


diberikan dalam ohm-meter, panjang dalam meter dan
luas dalam meter kuadrat. Sistem yang lain (CGS), ρ
diberikan dalam mikro-ohm-centimeter, panjang dalam
centimeter kuadrat (tabel 2.2).

Karena pada umumnya kawat-kawat penghantar


terdiri dari kawat pilin (stranded conductors) maka
sebagai faktor koreksi untuk memperhitungkan pengaruh
dari pilin itu, panjang kawat dikalikan dengan 1,02(2%
faktor koreksi).
2. Tahanan Pengaruh Temperatur

Tahanan kawat berubah oleh temperatur , dalam


batas temperatur 100C sampai 1000C, maka untuk kawat
tembaga dan aluminium berlaku rumus:

R = Rt1 [1 + α t1 ( t 2 − t1 ) ]
t2 (2.2)

dimana:
Rt 2 = tahanan pada temperatur t
2
Rt1 = tahanan pada temperatur t
1
α t1 = koefisien temperatur dari tahanan pada
temperatur t1 C0.

Jadi,

Rt 2
= 1 + α t1 ( t 2 − t1 )
Rt1 (2.3)

Rt 2 T0 + T1
=
R1 T0 + t1
dimana:
1
α t1 =
T0 + t1
atau
1
T0 = − t1
α t1 (2.4)
Jelas kelihatan bahwa –T0 adalah sama dengan
temperatur dimana tahanan kawat akan menjadi nol, bila
persamaan linear yang sama berlaku untuk daerah
temperatur itu. Dan bila ini benar maka – T0 adalah sama
dengan temperatur absolut -2730C. Untuk tembaga (CU)
yang mempunyai konduktivitas 100%, koefisien
temperatur dari tahanan pada 20 C adalah:
0

α 20 = 0,00393 -20 = 234,50C


Untuk konduktivitas yang lain dari tembaga, α
berubah langsung dengan konduktivitasnya. Jadi untuk
konduktivitas 97,5%.

α 20 = 0,00383 dan T = 241,00C


0

Untuk aluminium (Al) dengan konduktivitas 61%,


α 20 = 0,00383 dan T = 228,10C
0

Dalam tabel 2.1 di bawah ini diberikan harga-harga


T0 dan α untuk bahan-bahan konduktor standar.

Tabel 2.1. Harga-harga T0 dan α untuk bahan-bahan


konduktor standar

Koefisien temperatur dari tahanan


Materi T00C x 10-3
al
α0 α 20 α 25 α 50 α 75 α 80 α 100

Cu 234, 4,2 3,9 3,8 3,5 3,2 3,1 2,9


100% 5 7 3 5 2 5 8 9
Cu 241, 4,1 3,8 3,7 3,4 3,1 3,1 2,9
97,5% 0 5 3 6 4 6 2 3
Al 61% 228, 4,3 4,0 3,9 3,6 3,3 3,2 3,0
1 8 3 5 0 0 5 5

Tabel 2.2 Tabel resistivitas kabel tanpa isolasi pada


suhu 200 C

Sifat fisik Kondu- Resistivta Resistivita Koofisien


ktivita s s suhu
s Isi Massa Tahanan
Jenis ( μΩCm) (Ω mg)
Kawat
Internasiona
l 100 1,7241 0,15328 0,00393
Standar

Annealed 101 1,7070 0,15176 0,00397


Copper

Hard Drawn 98 1,7593 0,15641 0,00385


Copper

Cadmium 85 2,0284 0,10833 0,00343


Copper

Silicon 50 3,4482 0,30656 0,00197


Bronze

Hard Drawn
Copper 96 1,7958 0,15967 0,00381
Silver Alloy

Copper Nikel 45 3,8313 0,34062 0,00177

Sillicon Alloy
40 4,3103 0,38320 0,00157

Dalam tabel 2.3 dibawah ini diberikan resistivitas dari


bahan-bahan konduktor standar untuk berbagai
temperatur.

Tabel 2.3. Resistivitas dari bahan-bahan konduktor


standar untuk berbagai temperatur

Mikro – Ohm - cm
Materi
al
Cu ρ0 ρ 20 ρ 25 ρ 50 ρ 75 ρ 80 ρ100
100%
Cu
97,5%
Al 61%
Cu 1,5 1,7 1,7 1,9 2,0 2,1 2,2
100% 8 2 5 2 9 2 6
Cu 1,6 1,7 1,8 1,9 2,1 2,1 2,3
97,5% 3 7 0 7 4 8 1
Al 61% 2,6 2,8 2,8 3,1 3,4 3,5 3,7
0 3 9 7 6 1 4

Tahanan arus searah yang diperoleh dari


perhitungan-perhitungan diatas harus dikalikan dengan
faktor:
1,0 untuk konduktor padat (solid wire)
1,01 untuk konduktor pilin yang terdiri dari 2 lapis (strand)
1, 02 untuk konduktor pilin lebih dari dua lapis.

Contoh Soal:

Hitung tahanan DC dari konduktor 253 mm2 (500.000


cm) dalam ohm per km pada 250C. Misalkan Cu-
97,5%. Dari tabel diperoleh:

ρ 25 = 1,8 mikro − ohm − cm


l = 1 km = 10 5 cm
A = 253 mm 2 = 253 × 10 −2 cm 2
1 10 5
R25 = ρ 25 = 1,8 x 10 −6 x = 0,0711 ohm / km
A 253 x10 −2
dengan memperhatikan pengaruh lapisan (umumnya
konduktor terdiri dari 3 lapis).
R25 = 1,02 x 0,0711 = 0,0726 ohm / km

2. Tentukan tahanan DC dari ACSR 403 mm2 (795.000


cm) pada 250C. ACSR ialah konduktor aluminium yang
mempunyai inti besi yang gunanya untuk mempertinggi
kekuatan tarik. Penampang konduktor itu (403 mm2)
tidak termasuk penampang baja, hanya penampang Al
saja, sehingga untuk Al konduktivitas 61% maka
tahanan DC menjadi:
10 5
R25 = 1,02 x 2,89 x 10 −6 = 0,0731 ohm / km
403 x 10 −2

3. Tahanan pengaruh efek kulit

Pada frekuensi yang lebih besar dari nol, arus akan


cenderung mengalir didekat kulit penghantar sehingga
penampang efektif mengecil dan harga tahanan akan
menjadi lebih besar ( efek kulit ).

Harga tahanan pada frekuensi system ( 50 Hz atau


60 Hz ) didekati dengan cara mengalirkan tahanan dc
dengan suatu factor koreksi kulit m r :

1 mr 4
Rdc ( 1 + +1
Rdc ~ 2 48
Dengan :

Mr ~ 0,018 f . A
f : frekuensi dalam Hz
A : penampang kawat dalam mm2

Dalam praktek harga tahanan dc dan ac ( untuk


beberapa frekuensi ) per satuan panjang dapat diperoleh
dari suatu pabrik dari kawat / kabel yang bersangkutan .

4. Simbol Tahanan

a b
DAFTAR PUSTAKA

1. Arismunandar .A , TEKNIK TENAGA LISTRIK , PT PRADNYA


PARAMITA, Jakarta, 1993

2. KERJA SAMA PENELITIAN PLN – ITB.

3. www. Karakteristik Listrik dari Saluran Transmisi. Com