Anda di halaman 1dari 23

Pencairan Gas

Syam Asinar Radjam

Rekan-rekan,

Saya butuh bantuan menjawab pertanyaan yang diajukan anak-anak ke


majalah di tempat saya bekerja. Ternyata kita bisa dipusingkan oleh
pertanyaan anak-anak, hehehe...

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:

Tentang Pencairan Gas:


- Apa bedanya LPG dan LNG?
- Bagaimana proses pengubahan wujud dari gas ke cair?
- Apakah dipengaruhi suhu? Seberapa rendah suhu yang biasa digunakan
untuk mencairkan LPG/LNG
- Apakah dipengaruhi tekanan? Berapa tekanan yang biasa digunakan untuk
mencairkan LPG/LNG
- Lalu yang tersedia di rumah-rumah kita, tangki gas untuk kompor, itu LPG
atau LNG?
- Dalam kondisi cair atau gas kah tangki kompor gas tersebut?
- Lalu yang terdapat di korek api, samakah dengan yang ada di tangki
kompor?

Saya terbantu sekali jika ada rekan yang bisa menjelaskan kepada saya.
Terima kasih atas perhatian anda.

Darmawan Ahmad

Mas Syam dan Adik-Adiknya,

Istilah LPG dan LNG adalah pengistilahan umum untuk gas yang di cairkan
baik oleh manusia atau karena keadaan alam. Jika elpiji adalah gas cair
dengan komponen utama adalah propana, maka el-en-ji adalah gas cair
dengan komponen utama metana. Metana dan propana adalah senyawa
hidrokarbon rantai lurus yang tersusun untuk masing-masing satu unsur
karbon dan tiga unsur karbon. hidrokarbon sendiri? adalah istilah umum
untuk menyebut jenis senyawa tertentu yang terdiri atas unsur C (karbon)
dan unsur H (unsur hidrogen) yang terutama terbentuk sebagai hasil siklus
hidup dari fosil-fosil mahluk hidup purba.

Perubahan wujud dari pada menjadi cair bisa dilakukan (secara umum)
dengan dua hal. Yang pertama dengan mendinginkan gas melampaui di
bawah titik didihnya. Untuk elpiji (umumnya) titik didihnya pada tekanan
atmosfer adalah -42 degC. Untuk el-en-ji titik didihnya sekitar -162C. Dingin
sekali bukan? Untuk mendinginkan ini diperlukan energi, yang biasanya
diwujudkan oleh alat yang bernama refrigerator (kulkas di rumah adalah
contoh refrigerator). Perubahan wujud juga dapat dilakukan dengan
meningkatkan tekanan gas metana (menjadi LNG) dan gas propana (menjadi
LPG). Pada temperatur kamar (25 C) metana akan mulai mencair pada 6.64
bar atau 92.78 psia sementara propana mulai mencair pada 6.31 bar. Apakah
elpiji di rumah-rumah disimpan dalam bentuk 100% cair? TIDAK!, mereka
dalam kesetimbangan antara gas dan cair...

Manakah yang lebih berbahaya : menyimpan elpiji dengan temperatur


rendah tekanan atmosfer atau dengan tekanan tinggi dan temperatur kamar?
Penyimpanan dalam TEKANAN TINGGI lebih membahayakan!

Untuk kompor gas di rumah itu adalah LPG

Dalam kesetimbangan antara cair dan gas atau lebih tepatnya disimpan
dalam titik didihnya....

Umumnya yang terdapat di korek api adalah (biasa disebut dengan lighter
fluid) adalah senyawa butane dan senyawa naphta lainnya... jadi sedikit
berbeda dengan LPG dan LNG.. Di Amerika, seorang produsen korek api
harus mendapat persetujuan dari lembaga keselamatan produk... mengingat
dalam setahun beaya akibat kecelakaan pada produk konsumsi adalah
sebesar 700 milyar USD.

Semoga membantu,

Rudy Sugiarto

Terimakasih atas infonya Pak Darmawan Ahmad, informasinya sangat


berguna bagi kita yang awam meskipun ada juga di antara kita yang selalu
menggunakan LPG (untuk memasak) bahkan berjualan LPG dan LNG.

Dari Pak Darmawan :


"Perubahan wujud dari pada menjadi cair bisa dilakukan (secara umum)
dengan dua hal. Yang pertama dengan mendinginkan gas melampaui di
bawah titik didihnya. Untuk elpiji (umumnya) titik didihnya pada tekanan
atmosfer adalah -42 degC. Untuk el-en-ji titik didihnya sekitar -162C.
Dingin sekali bukan? Untuk mendinginkan ini diperlukan energi, yang
biasanya diwujudkan oleh alat yang bernama refrigerator (kulkas di rumah
adalah contoh refrigerator). Perubahan wujud juga dapat dilakukan dengan
meningkatkan tekanan gas metana (menjadi LNG) dan gas propana (menjadi
LPG). Pada temperatur kamar (25 C) metana akan mulai mencair pada 6.64
bar atau 92.78 psia sementara propana mulai mencair pada 6.31 bar."

Ini ada sedikit koreksi dari teman ex pekerja di Kilang LNG Bontang :

Dua cara mencairkan gas alam :


Proses refrigerasi (pd tekanan 1 atmosfir):
- Titik didih LPG Propane (C3) = -42 degC,
- Titik didih LPG Butane (C4) = - 7 degC (campuran iC4 + nC4)
- Untuk lengkapnya bisa dilihat di bawah ini :
Boiling points of HC Gases at atmospheric pressure, (- degC)

Methane, CH4 161.5


Ethane, C2H6 88.5
Propane, C3H8 42.2
Iso-Butane, C4H10 12.1
n-Butane, C4H10 0.5

Proses kompresi (pd temp ambient = 25 degC)


- Titik didih metana (C1) sekitar : 70 bar (perkiraan, tepatnya lupa)
- Titih didih LPG Propane (C3) sekitar 17 bar
- Titik didih LPG Butane (C4) sekitar 3 bar

Sugiharno Setiawan

Saya juga awam LPG & LNG tapi mohon diperjelas mengenai:

1. senyawa hidrokarbon rantai lurus yang tersusun untuk masing-masing satu


unsur karbon dan tiga unsur karbon.

Saya bingung, bukankan dengan satu karbon dan tiga karbon jadi empat
karbon. mohon pencerahannya.

2. mengapa titik didih itu adanya di titik minus? Bayangan saya selama ini
kalau saya merebus air dan sudah panas maka saya bilang, "Airnya sudah
mendidih!" Mohon pencerahannya.

Oh ya rumus kimianya boleh juga tuh, saya mungkin nggak berkecimpung di


kimia karbon tapi kalau nanti ketemu istilah dalam rumus kimia ya jadi
lumayan terbuka wawasan saya.

Terimakasih

gilbert d sihombing

Pak Sugi

1.Untu metana rumusnya CH4, untuk propana rumusnya C3H8 dalam kimia
karbon ada yang didebut rantai lurus metana dan propane termasuk yang
rantai lurus dimana ikatan antara atom C (karbon) lurus tidak ada
cabangnya. Tetapi ada juga jenis senyawa hidrokarbon yang
bercabang.
2. Semua zat ataupun unsur mempunyai titik didih yang berbeda contoh air
titik didihnya 100 C, titik bekunya 0 C cuka (asam asetat) titik didihnya 120 C
sedangkan LPG dan LNG titik didihnya dibawah 0 C jadi yah minus. untuk
zat2 yang kita jumpai dialam dalam keadaan gas umumnya titik didihnya
dibawah 0 C (seperti udara yang kita hirup ini).

M Zaki Zulqornain
Maksudnya 1 unsur karbon dan 3 unsur hidrogen. 1 ikatan karbon yg tersisa
bisa berikatan dg hidrogen lagi (menjadi CH4, metana) atau karbon lain yg
berikatan dg hidrogen (gugus alkil, dg rumus CnH2n-1).

Titik didih metana, propana dan butana ada di bawah nol derajat karena pada
kondisi ruangan, mereka berada dalam fasa gas. Jadi ketika perpindahan ke
fasa cair (titik embun = titik didih) berlangsung di bawah temperatur kamar.
Tergantung senyawa-nya, titik didih atau titik embun ini berbeda2.

Dirman Artib

Air mendidih pada 100 C pada tekanan 1 atm.


Kalau tekanannya bukan pada 1 atm, maka air akan mendidih tidak pada
temperatur 100 C.
Jadi titik didih air akan sangat tergantung kepada tekanan lingkungannya.
Semakin tinggi tekanannya, semakin tingi pula tidik didih air tersebut.

Begitu....
Sampai tekanan berapa air tidak akan bisa mencapai titik didihnya dalam
praktek ?

PR.
Sampai tekanan berapa air tidak akan bisa mencapai titik didihnya dalam
praktek ?

khoirul.ardityawarman

Salam kenal Pak Syam,

saya akan share apa yg saya tahu. Mungkin rekan yg laen juga bisa
menambahkan ato mengkoreksi.

1. Apa bedanya LPG dan LNG?

Perbedaannya utamanya adalah pada komposisi penyusunnya. Kalo LNG


(Liquefied Natural Gas = gas alam "yang dicairkan") berarti penyusun
utamanya adalah gas CH4 (metan) sebagai bagian terbesarnya gas alam.
Kalo LPG (Liquefied Petroleum Gas = gas petrol "yang dicairkan") berarti gas
petrol (gas hasil olahan minyak bumi) yang dicairkan. Komponen terbesarnya
biasanya propan (C3) dan butan (C4). Dulu, LPG adalah hasil samping dari
penyulingan minyak bumi, dan LNG adalah hasil dari ekspolari gas alam. Tapi
hari2 ini, biasanya dari pengolahan gas alam juga bisa dihasilkan LPG, asal
cadangan propan-butannya cukup banyak. Nah, dari perbedaan komponen
inilah nanti akan berbeda penanganan dan cara "pencairannya".

2. Bagaimana proses pengubahan wujud dari gas ke cair?


Ada dua cara, yaitu dengan menekan (memberi tekanan pada gas/uap) atau
mendinginkan gas/uap tsb (menurunkan temperatur). Untuk LNG, digunakan
cara yg kedua (didinginkan). Karena biasanya transportasi LNG dalam skala
besar, penggunaan kontainer bertekanan tinggi akan sangat mahal dan
riskan, maka digunakan cara yg kedua. Sedang LPG, digunakan cara yg
pertama. Karena itu anda temukan tabung2 LPG cukup tebal dan berat,
karena harus mampu menahan tekanan yang cukup supaya LPG tetap dalam
berada dalam fasa/bentuk cair.

3. Apakah dipengaruhi suhu? Seberapa rendah suhu yang biasa digunakan


untuk mencairkan LPG/LNG

Untuk LNG tentu dipengaruhi suhu, karena LNG didistribusikan pada tekanan
sedikit lebih tinggi dari tekanan atmosfer (1 atm). Untuk mendapatkan LNG,
maka gas alam harus didinginkan pada suhu kurang lebih -160 deg C. Kalau
ingin mendinginkan hingga cair pada tekanan yang lebih tinggi, tentu
temperaturnya sedikit lebih tinggi. Untuk LPG, biasanya suhunya sama
dengan suhu ruang. Tidak ada fasilitas pendinginan atau pemanasan pada
tabung2 LPG rumah tangga.

4. Apakah dipengaruhi tekanan? Berapa tekanan yang biasa digunakan untuk


mencairkan LPG/LNG

LPG rumah tangga dicairkan pada tekanan kira2 7-10 bar (ini saya nebak2
aja). Mungkin rekan2 di Pertamina ada yg lebih tahu kisaran pastinya. Pada
proses pengolahannya, sebenarnya LNG pun "sedikit" ditekan untuk
menaikkan titik cair (dew point) nya. Hanya saja, ketika sudah disebut produk
LNG, biasanya sudah pada tekanan atmosferik.

5. Lalu yang tersedia di rumah-rumah kita, tangki gas untuk kompor, itu LPG
atau LNG?

Itu LPG. Kalo itu LNG, pasti ada fasilitas pendinginannya.

6. Dalam kondisi cair atau gas kah tangki kompor gas tersebut?

Dua2nya ada. Ada kesetimbangan gas-cair. Ketika pertama kali diisi,


sebagian besar volum tabung diisi cair. Gasnya masih sedikit, tapi
tekanannya tinggi. Ketika mulai digunakan untuk bahan bakar, gas di dalam
tabung mengalir keluar, dan tekanan di dalam tabung sedikit demi sedikit
turun. Turunnya tekanan ini, menyebabkan sebagian cairan menguap
menjadi gas, dan demikian seterusnya hingga cairan di dalam tabung telah
menjadi gas semua, dan tekanan di dalam tabung "tidak kuat" untuk supply
gas bahan bakar lagi, dan artinya tabung LPG anda harus diisi lagi.

7. Dalam kondisi cair atau gas kah tangki kompor gas tersebut?

Tabung baru LPG, sebagian besar isinya cairan LPG, gasnya sedikit. Tabung
yang disebut habis, artinya cairan di dalam tabung sudah habis, dan tekanan
gas di dalam tabung sudah kira2 sama dengan tekanan ruang.
8. Lalu yang terdapat di korek api, samakah dengan yang ada di tangki
kompor?

Berbeda. Kalo di tabung LPG itu adalah propan-butan (C3-C4), sehingga


butuh tekanan hingga cair. Kalo di korek api, komponennya lebih berat dari
LPG, sehingga pada tekanan dan temperatur ruang, sudah berfasa/berwujud
cair. Mungkin campuran C5 sampai C8.

Moga membantu,

"M Zaki Zulqornain"

Berhubung cukup banyak email2 yg membahas ttg LNG dan LPG, saya jadi
teringat lagi utk bertanya kepada Pak Khoirul dan rekan2 lain:
Ditulis: Kalo LPG (Liquefied Petroleum Gas = gas petrol "yang dicairkan")
berarti gas petrol (gas hasil olahan minyak bumi) yang dicairkan. Komponen
terbesarnya biasanya propan (C3) dan butan (C4). Dulu, LPG adalah hasil
samping dari penyulingan minyak bumi, dan LNG adalah hasil dari ekspolari
gas alam. Tapi hari2 ini, biasanya dari pengolahan gas alam juga bisa
dihasilkan LPG, asal cadangan propan-butannya cukup banyak.
Pertanyaan:
a. Menurut sejarahnya sejak kapan LPG dan LNG diproduksikan? Mana yg
lebih dulu ada, LPG atau LNG?
b. Jika gas alam tdk mengandung cukup banyak propan & butan (tetapi tetap
ada), di kilang LNG yg bersangkutan, bgmn nasib kedua komponen ini?

khoirul.ardityawarman

Mas Zaki,

1. Kalo melihat kerumitan teknologinya, LPG lebih dulu dikenal sebagai


produk komersil. Untuk memperoleh LPG, dibutuhkan hanya fraksionasi
hidrokarbon ringan untuk memisahkan C3 dan C4. Untuk ini, teknologi
refrigerasi hanya membutuhkan pendingin (refrigerant) propan saja. Ya, jadi
sebagian propan digunakan sebagai pendingin melalui siklus refrigerasi untuk
pendingin (condenser) pada Depropanizer dan atau Debutanizer. Malah, bila
tekanan operasinya cukup tinggi, bisa jadi hanya cooling water yang
diperlukan untuk kondensasi C3 dan C4 tsb.
Temperaturnya relatif (tergantung tekanan) lebih rendah daripada pada
proses liquefaction (pencairan)-nya LNG.

Pada pengolahan LNG, dibutuhkan pendingin yang lebih "kuat dingin"


daripada propan, maka dikenallah MCR (mixed component refrigerant). MCR
ini gabungan dari bbrp senyawa, biasanya C2, C3, dan N2. Mungkin ada
sedikit C1, tapi setahu saya, APCI sebagai salah satu licensor teknologi
refrigerasi-liquefaksi LNG mostly prefer ketiga senyawa awal tadi.
2. Jika gas alam hanya sedikit mengandung C3 dan C4, asal LNG produk
masih on-spec (Btu/scf-nya, dan spec lain spt min. CH4 content) ya tidak
perlu repot. Kalo ternyata bisa bikin off-spec, bisa dialihkan untuk bahan
bakar supply energi ke plant. Tapi sekarang, melihat skala plant LNG yg
makin hari makin besar (terakhir ongoing project di Qatar yg 7.8 MTA / train)
hampir setiap LNG plant, memproduksi LPG juga.

Silakan rekan yang lain berkenan menambahkan atau koreksi.

MTA = million metric ton per annum / juta metrik ton per tahun

Crootth Crootth

Alle,

1. Konteks jawaban saya adalah untuk memberikan jawaban untuk anak


kecil, jadi sesimple mungkin saya menghindarkan equation dan proses yang
njelimet, tapi yah monggo bin silahkan menjawab dengan detail berikut
masing-masing lisensinya dan deskripsi proses pembuatan LNG dan LPGnya
jika memang anak kecilnya termasuk kategori INDIGO yang mampu
menangkap hal yang njelimet.
2. Untuk Pak Paul Wijaya, saya sangat tepatnya mengatakan "mulai
mencair", artinya menyentuh titik didihnya pertama kali dari kondisi gas
artinya bisa saja 0.999999999999999999999 raksi mol campuran dalam
bentuk gas... bukan 50%, 30% atau bahkan 100% mencair lho.....dan saya
juga sama sekali tidak menjelaskan detail operasi baik di Badak maupun di
Arun, dan memang tidak berniat menyinggungnya karena saya tidak pernah
bekerja di sana selain tentu saja jawaban buat anak kecil rasanya terlalu
detail kalau sampai menyebutkan deskripsi proses Joule Thompson segala...
Juga tentang harga, rasanya ngga bagus mengajarkan kepada anak kecil
tentang detail proses mana yang lebih mahal mana yang murah.. ntar jadi
mata duitan gedenya, hehehe...Jadi mohon maaf kalau karena tulisan saya
Pak Paul jadi salah tangkap....
3. Untuk Pak Khoirul, pengisi korek api, atau biasa disebut lighter fluid,
mostly adalah butane, bukan C5 - C8 seperti yang anda sampaikan, meski
dengan tambahan kata anda "MUNGKIN campuran C5 sampai C8". Penjelasan
anda "hanya saja, ketika sudah disebut produk LNG, biasanya sudah pada
tekanan atmosferik" juga masih kurang jelas, apa benar seperti itu?. Terakhir,
untuk penjelasan anda tentang dalam "kondisi gas atau cairkah tangki
kompor gas tersebut?" saya kira tidak tepat untuk menyebutkan "Kalau LNG
PASTI ada fasilitas pendinginnya". Saya kira dengan tekanan tinggi pun LNG
bisa disimpan dalam bentuk cair sedemikian hingga tidak memerlukan
pendinginan untuk penyimpanannya. Apakah aplikatif? tanyakan pada
bapak2 di Badak LNG.
4.Silahkan yang lain menambahkan...

khoirul.ardityawarman

Mas DAM dan rekans,


Tentang produk LNG yang biasanya sudah dalam tekanan atmosferik, ini
sebagian yang saya pelajari di bangku kuliah dahulu. Setahu saya, dalam
aplikasi refrigerasi, acuan temperaturnya adalah -160 deg C pada produk
akhir, dan ketika saya coba simulasikan, ternyata temperatur ini adalah
bubble point dari model LNG pada tekanan atmosferik. Tapi saya akui bahwa
penjelasan bahwa LNG produk pada tekanan atmosferik memang kurang
tepat juga, lebih tepatnya pada tekanan rendah (< 10 barg).

Kemudian bahwa tangki kompor rumah tangga itu adalah pasti LPG, saya
punya alasan kuat untuk ini. Bila anda coba simulasikan campuran C1-C2
sebagai model sederhana LNG (yg saya coba 80% C1, sisanya C2) dan anda
lihat kurva fasa (envelope) nya, maka akan anda lihat bahwa titik kritik
campuran tersebut berada pada kisaran temperatur -40 deg C. Artinya, pada
temperatur kamar (28 deg C) tidak akan mungkin akan anda dapatkan LNG
dalam bentuk cair, meski ditekan pada tekanan sebesar apapun. Karena
itulah satu2nya cara (yg saya tahu) untuk mendapatkan LNG pada
temperature kamar, adalah dengan mendinginkannya.

Senang juga bisa re-fresh pelajaran kuliah dulu. Keep accurate, mas DAM....

titik kritik : temperatur max suatu unsur/senyawa/campuran bisa dicairkan


dengan ditekan.

Crootth Crootth

Mas Khoirul,

1. Persoalannya adalah kita berdua (dan Mas Tri) memiliki baseline yang
berbeda dalam mengeluarkan pernyataan apakah LNG bisa disimpan pada
temperatur kamar (76.8F)? Dalam simulasi saya, LNG saya terdiri 79,61%
metana, 10.37% etana, 5.47% propana, 1.04% normal-Butana, sisanya lain-
lain adalah BISA disimpan pada temperatur kamar (pada keadaan
setimbangnya). Tapi jika dipersyaratkan yang disebut LNG HARUS memiliki
komposisi metana > 80% yah memang masih bisa disimpan pada temperatur
kamar dengan tambahan fraksi berat tentunya (C6+) yang cukup renik
(kurang dari 0.5%) dia sudah mencair)
Kalau Mas khoirul mengemukakan tentang C1(metana) dan C2(etana) saja
yang masing-masing 80% dan 20% yah tentu saja saya juga tahu ngga
bakalan bisa mencair dengan tekanan berapapun...

2. Tapi jika ditanyakan kembali, Mosok Mas Garonk, LNG kok mengandung
C3 - C5 lebih dari 8%? Wah kalau ini biar orang komersial yang menjawab...
apakah LNG itu HARUS metana > 80% dan fraksi C3+ < 0.5% ?? Apakah
salah kalau saya menyebutnya sebagai LMG = Liquefied Methane Gas... jika
memang gas methane nya >95% dan fraksi C3+ < 0.1% ???
Bingung kan? Apakah ada lembaga/organisasi resmi yang mengeluarkan
fatwa wajib tentang komposisi LNG? ataukah pasar yang lebih menentukan
berapa komposisinya? bukankah LNG dibeli berdasarkan nilai Btu/scf nya?
Tapi terlepas dari polemiknya, Mas Khoirul juga benar jika menyatakan
campuran 80% metana dan 20% etana tidak akan bisa mencair dan Mas Tri
juga benar...
Sekarang tinggal Mas Syam menjelaskannya pada anak-anak di Sumsel
sana...

Nugroho Wibisono

Mas Garonk,

Perkenankan saya memberikan pendapat saya, kalau salah ya mohon maaf.


Kalau sampeyan ekspor gas ke luar Indonesia, secara umum (sependek
pengalaman saya) bahwa pembeli mengharuskan supaya penjual gas
mengirimkan gas dengan content dari C1 (methane) minimum adalah 80%,
sedangkan komposisi C2 dan C3+ tidak diatur (artinya komposisi C2 dan C3+
boleh suka2 dong). Kita bisa membaca informasi tsb di kontrak penjualan
gas, yang merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual gas.

Gas dibeli berdasarkan total energy yg diterima (BTU), bukan BTU/SCF (ini
kalo ga salah satuannya GHV ato Wobbe Index ya?).

Mohon koreksinya.

Ronny Hendra

Pak Crooth2,
Mau ikut nimbrung Pak,

Mari kita luaskan diskusinya..


Saya baru dapat berita PT AAF di Aceh bakal dilikuidasi karena tidak ada
pasokan gas lagi.. Trus ada wacana untuk mengganti ketidak tersediaan gas
tersebut dengan batu bara (Detik 25/1/06). Saya yang awam tentang ini
tentu saja terkejut bukan kepalang ? :OOO Apa bisa gas di ganti batu bara ?
Gimana ya caranya ?
Sebenarnya gas itu di pake buat apa sih di pabrik pupuk ? Yang di salurkan
ke pabrik pupuk LNG or LPG or ntah apa ? Mungkin teman2 disini bisa
membantu ketidak tahuan saya.

adhia@rekayasa

Salam,
Untuk pabrik pupuk (urea) dan ammonia memerlukan Natural gas (methane,
CH4) sebagai bahan baku untuk memproduksi ammonia-nya. Ammonia
(NH3)sendiri merupakan senyawa antara nitrogen dengan hidrogen, dimana
bahan baku dalam pembuatannya nitrogen (N) diambil dari udara bebas (N2)
dan hydrogen (H) diambil dari natural gas melalui steam-reforming (reaksi
antara steam dan methane untuk menghasilkan hydrogen, sebagai bahan
baku ammonia).

Subtitusi natural gas dengan batu bara bisa saja dilakukan mengingat batu
bara sendiri merupakan senyawa hidrokarbon (senyawa karbon yg kaya dgn
hidrogennya). Ada process yg dikenal dengan istilah nama gasifikasi batu
bara. tetapi saya kurang faham mengenai process ini, apakah merupakan
process pemecahan batu bara (senyawa hidrokarbon kompleks
menjadi senyawa hidrikarbon yg lebih ringan dan sederhana ( H2, CH4, dll..)?
Apakah gasifikasi batu bara ini menggunakan steam-reforming jg?

mungkin ada yg bisa membantu?

Widodo Wahyu Purwanto

Pak Ronny,

Secara umum proses pembuatan pupuk dimulai dari pembuatan syngas


(campuran CO dan H2) dari gas alam (metana, CH4) biasanya menggunakan
proses steam reforming (CH4 + H2O) menghasilkan CO + H2 dengan
perbandingan 1 : 3 atau menggunakan proses lain seperti partial oxidation
dan CO2 reforming yang menghasilkan H2 yang lebih sedikit. Selanjutnya H2
direaksikan dengan N2 menjadi amonia (NH3), CO sisa dreaksikan dengan
H2O membentuk H2 dan CO2 (water gas shift), selanjutnya amonia
direaksikan dengan CO2 menjadi urea.

Kalau gas nya tidak ada bisa diganti dengan batubara, dengan reaksi
gasifikasi (batubara + O2 + H2O) akan menjadi syngas, selanjutnya
prosesnya sama dengan yang dari gas. Perlu dicatat karena batubara lebih
sedikit mengandung H dan kaya C, yaitu H/C sekitar 1:1 sementara gas
metana H/C=4 maka dengan syngas dari batubara akan kaya CO dan miskin
H2 sehingga perlu ajustment atau ekses CO, yang perlu dipikirkan
penggunaan selanjutnya jangan cuma dijadikan CO2akan menyebabkan
energi efisiensi rendah. Ekses CO mungkin bisa digunakan untuk reaksi oxo
atau hydroformilasi seperti menjadi asam asetat, alkohol rantai panjang dll.,
sehingga menghasilkan co-produk selain pupuk.

Boorham Rifai

Maaf Mas Garonk, saya tidak bisa menambahkan hal2 yang berkaitan dengan
LPG/LNG. Saya hanya mau menambahkan sedikit bahasannya.

Dari bahasan tentang pencairan LNG dan LPG, saya sangat tertarik dengan
fenomena Joule-Thompson (Joule-Thompson effect). Dalam simulasi HYSYS,
fenomena ini sangat mudah dimodelkan karena alat yang digunakan untuk
"merealisasikan" fenomena ini cukup berupa sebuah kerangan (valve). Valve
ini mampu digunakan sebagai alat penurun tekanan yang berkemampuan
luar biasa (karena tekanan keluarannya dapat kita set sampai tekanan
berapapun). Yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya apa benar ada
valve dengan kemampuan seperti ini? Apakah alat yang disebut Joule-
Thompson Valve (JTV) itu benar2 ada? Jika ada bagaimanakah filosofi
kerjanya? Jika tidak, dalam bentuk apakah fenomena Joule-Thompson ini
direalisasikan? Apakah dalam bentuk sebuah rangkaian alat? Jika memang
demikian sudilah kiranya Bapak2 yang mengetahui tentang hal ini untuk
berbagi sedikit pengetahuan dengan kami. Terima kasih.

said rusdi

Sekedar sumbang pengalaman untuk Mas Boorham...

Di Ethylene Plant kita juga menggunakan fenomena yang disebut Joule-


Thompson effect untuk pemisahan campuran gas methane, Ethylene dengan
Hydrogen.
Di beberapa Ethylene plant ada yang hanya menggunakan control valve saja
(memang benar ada Control valve dgn kemampuan tsb.) , tetapi di tempat
saya bekerja sekarang, (masih Ethylene Plant) kita menggunakan Turbo
Expander utk menurunkan tekanan gas nya sehingga sebagian besar
Methane dan Ethylene akan mencair tentunya diikuti dengan penurunan
temperature. Prinsipnya tetap dengan Joule-Thompson (JT)Effect. Hanya saja
Pressure dari gas nya dimanfaatkan utk menggerakkan Expander -
Compressor, dan gas yang tidak mencair akan dikompressi oleh
kompressornya selanjutnya kita sebut sebagai Tail Gas (dimanfaatkan utk
fuel Gas di Cracker), yang sebagian besar terdiri dari Hydrogen. Sedangkan
liquidnya kita manfaatkan untuk refrigerasi di Cold Box, yang selanjutnya
direcycle setelah berubah phase menjadi gas. Recycle gas nya kita sebut
sebagai JT Recycle. Jika perlu detail process parameter nya bisa kontak via
japri.
semoga membantu.....

Tri P. Adhi

Cak Dharmawan,

Sedikit menanggapi komentar anda :

" .............. Saya kira dengan tekanan tinggi pun LNG bisa disimpan dalam
bentuk cair sedemikian hingga tidak memerlukan pendinginan untuk
penyimpanannya. Apakah aplikatif? tanyakan pada bapak2 di Badak LNG.
4.Silahkan yang lain menambahkan... ......"

Dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana tetapi penuh rasa ingin tahu


tersebut, Anda boleh heran kalau adik-adik kita (anak-anak yang bertanya ke
Pak Syam) mungkin masih duduk di bangku SD. Tetapi begitulah jaman
sekarang, anak-anak SD sudah belajar IPA, termasuk di dalamnya mengenal
konsep perubahan fasa (wujud).
Mereka belajar konsep perubahan fasa itu dengan lingkup bahasan
komponen tunggal (murni). Dalam lingkup ini, kiranya bolehlah kita katakan
bahwa LNG adalah gas metana cair karena memang metana adalah
komponen dominannya (>90%-mol).

Masih dalam lingkup tersebut, mereka (utamanya yang sudah SMP/SMA) juga
sudah belajar bahwa gas dapat dicairkan dengan dua cara:
a. Didinginkan pada tekanan tetap; atau
b. Ditekan pada temperatur tetap.
Kiranya juga tidaklah janggal kalau diantara mereka ada yang berpikir bahwa
pencairan gas dapat dilakukan sebagai kombinasi dari kedua cara tersebut,
yaitu ditekan dan didinginkan secara bersamaan.

Masih dalam lingkup komponen tunggal tersebut, mereka juga diperkenalkan


dengan konsep kondisi kritik. Bila gas murni "dipertahankan" pada
temperatur di atas temperatur kritik, maka gas tersebut tidak akan dapat
dicairkan lagi dengan cara ditekan hingga setinggi apapun. Kata
"dipertahankan" sengaja diberi tanda kutip karena mereka juga belajar
bahwa gas akan mengalami kenaikan temperatur apabila ditekan. Meskipun
tidak cocok benar, biasanya bapak guru memberi contoh dengan merujuk
pada pompa angin ataupun kompresor tambal ban.

Memanfaatkan pemahaman ini, kiranya mereka bisa segera menjawab bila


diberi pertanyaan: "Apakah ada gas yang tidak bisa dicairkan dengan cara
ditekan pada temperatur ruang?". Mungkin jawabannya tidak spesifik : "Ada
Pak. Yaitu gas yang memiliki temperatur kritik lebih rendah dari pada
temperatur ruang. Contohnya gas apa ya Pak". Kemudian Pak Guru bisa
menjawab bahwa salah satu contohnya adalah gas metana. Dan .... jangan
heran kalau kemudian ada diantara adik-adik kita yang kemudian bergumam:
"Oo.. pantesan, LNG yang memiliki kandungan utama metana tidak bisa
diperoleh dalam bentuk cair pada temperatur ruang".

Bila penjelasan ini ditulis di milis Migas, maka akan ada anak yang masih
sekolah TK akan membantah. Dia bilang bahwa LNG kan tidak seratus persen
metana. Untuk campuran gas, maka definisi temperatur kritik seperti di atas
tidak berlaku lagi. Dia melanjutkan bahwa untuk campuran gas alam, masih
mungkin dijumpai temperatur di atas temperatur kritiknya yang
memungkinkan gas itu untuk dicairkan (paling tidak secara parsial) dengan
cara penekanan.

Saya boleh menebak, bahwa anak tersebut tidak duduk di sekolah TK (Taman
Kanak-kanak), tetapi duduk di bangku kuliah Teknik Kimia. Dia sudah
mengenal konsep Phase Envelope dan faham apa makna Cricondentherm.
Untuk dia, saya boleh menyampaikan bahwa pada rentang komposisi
campuran gas untuk produk LNG, maka harga cricondentherm-nya masih
lebih redah daripada temperatur ruang. Bila pemahaman konsep ini benar
adanya, maka itulah mungkin salah satu penjelasannya kenapa LNG dijumpai
pada fasa cair.
Crootth Crootth

Waduh,

Mas Tri udah turun gelanggang.. hehehe...


Anyway, menjelaskan persoalan proses sederhana sekalipun kadang lebih
susah untuk menjelaskannya kepada anak-anak dibandingkan pada yang
dewasa (dan kebetulan bukan mahasiswa/lulusan teknik kimia)...

Terima kasih mas atas koreksinya..

soedardjo batan

Maaf, betul-betul saya awam (NULL PUTHUL) terhadap pengertian LNG dan
LPG.
N itu apa? apakah NATURAL yang berarti alam, apakah NATURE yang berarti
sifat?
Jika berarti sifat atau alam, lalu dari nama LNG, itu sebenarnya gas yang
bersifat cair di alam (Gas alam bersifat cair), ataukah cairan alam yang
bersifat gas?

Lalu bagaimana dengan LPG?, yang cair Petrol (minyaknya) atau petrolnya
berubah menjadi Gas? dan L itu Liquid atau LiquiFIED?
Apakah dapat diambil kesimpulan bahwa LPG JIKA yang dominan Propane,
sehingga tepat disebut LPG (P bukan petroleum, tapi propana).

Lalu untuk LNG JIKA yang dominan metana, apa boleh disebut LMG?, jadi
Natural diganti Methane?

Selanjutnya apa PRINSIP dasar dari LPG untuk bahan bakar kompor dapur
(PANAS) dan LPG untuk pendingin (DINGIN) almari es?

Jadi apa betul LPG juga dapat digunakan untuk mendinginkan?

Jika ya, apa dapat LPG mendinginkan hingga MINUS 160 Centigrade (derajad
Celsius)? Maksud saya, jika bisa, maka apakah LNG di jadikan cair pada
tekanan atmosfer menggunakan pendingin LPG?

Maaf sedang kacau pikiran saya, karena betul-betuk saya awam.


Lalu mengapa LNG /LPG biasanya menggunakan TANGKI / TABUNG untuk
transportasinya, dan bukan dialirkan melalui pipa yang panjang? Apa takut
pipanya di tengah jalan di sabotase oleh teroris? (Teroris di sini mungkin saja
AGEN RAHASIA ASING YANG TIDAK SENANG jika KITA SEBAGAI PRODUSEN
LNG/LPG YANG LUMAYAN BESAR).

abdul malik

rekan milis yg saya hormati,


sebagai tambahan juga bahwa LPG sebenarnya gas yg tidak berbau, tapi ada
sejenis mercaptan yg diinjeksikan sebagai alat untuk deteksi kebocoran,tapi
saya tdk tau jenis mercaptannya tolong bagi rekan2 yg punya pengetahuan
bisa sharing dan mercaptan itu sendiri sangat berbahaya thd lingkungan,
kira2 ada nggak alternatif laen selain mercaptan, yang kedua selain
LPG,LNG juga saya pernah dengar NGL apa ya bedanya?
Bagi yg punya pengetahuan/pengalaman boleh sharing dong.

Eky Sukardi

Saya akan memberikan sedikit yg saya tau mengenai Natural Gas Liquids,
NGL adalah gas LP hasil bawaan dari oil production yang berbentuk moleculs
hydrocarbon yang terdiri dari ethane, propane, butan kira 95% dan sisanya
lain2. Setelah melalui separation dan stabilization kemudian dikirim ke
Debutanizer dimana C5+ nya dikeluarkan dan yg kemudian ditampung
ditanki2 seperti halnya LPG. Hohon dikoreksi maklum saya hanya praktisi yg
saya lihat dilapangan.

adhia@rekayasa

ikut nimbrung
LPG = Liquified Petroleum Gas, main component-nya propane+buthane
(C3H8 + C4H10)
LNG = Liquified Natural Gas, main componennya methane (CH4)
NGL = Natural Gas Liquifaction, yaitu proses untuk mencairkan natural gas,
sehingga productnya disebut LNG. (bukan begitu?)

Boorham Rifai

Nimbrung juga ah...

NGL bisa juga merupakan singkatan dari Natural Gas Liquids. Coba rekan2
buka www.naturalgas.org. Berikut ini sebagian artikel yang diambil dari
website tersebut.

=======
Processing Natural Gas

Source: Duke Energy Gas Transmission Canada

Natural gas, as it is used by consumers, is much different from the natural


gas that is brought from underground up to the wellhead. Although the
processing of natural gas is in many respects less complicated than the
processing and refining of crude oil, it is equally as necessary before its use
by end users.

The natural gas used by consumers is composed almost entirely of methane.


However, natural gas found at the wellhead, although still composed
primarily of methane, is by no means as pure. Raw natural gas comes from
three types of wells: oil wells, gas wells, and condensate wells. Natural gas
that comes from oil wells is typically termed 'associated gas'. This gas can
exist separate from oil in the formation (free gas), or dissolved in the crude
oil (dissolved gas). Natural gas from gas and condensate wells, in which there
is little or no crude oil, is termed 'nonassociated gas'. Gas wells typically
produce raw natural gas by itself, while condensate wells produce free
natural gas along with a semi-liquid hydrocarbon condensate.
Whatever the source of the natural gas, once separated from crude oil (if
present) it commonly exists in mixtures with other hydrocarbons; principally
ethane, propane, butane, and pentanes. In addition, raw natural gas contains
water vapor, hydrogen sulfide (H2S), carbon dioxide, helium, nitrogen, and
other compounds. To learn about the basics of natural gas, including its
composition, click here.

Natural gas processing consists of separating all of the various hydrocarbons


and fluids from the pure natural gas, to produce what is known as 'pipeline
quality' dry natural gas. Major transportation pipelines usually impose
restrictions on the make-up of the natural gas that is allowed into the
pipeline. That means that before the natural gas can be transported it must
be purified. While the ethane, propane, butane, and pentanes must be
removed from natural gas, this does not mean that they are all 'waste
products'.

In fact, associated hydrocarbons, known as 'natural gas liquids' (NGLs) can be


very valuable by-products of natural gas processing. NGLs include ethane,
propane, butane, iso-butane, and natural gasoline. These NGLs are sold
separately and have a variety of different uses; including enhancing oil
recovery in oil wells, providing raw materials for oil refineries or
petrochemical plants, and as sources of energy.

=================

Jadi yang bener yang mana nih?

Crootth Crootth

Perusahaan Minyak dan Gas aja rata rata mengalami 40 an minor leaking
pertahun... Kalau pabrik ethylene bocor, apa yang terjadi?

tunggu tulisan saya tentang ini...

syam asinar radjam

Kawan-kawan yang baik,


Saya berterima kasih sekali atas tanggapan atas pertanyaan saya lemparkan
di milis ini. Akhirnya info tersebut saya rangkum dalam bentuk naskah komik
5 halaman di majalah komik sains tempat saya bermain. tentu saja materinya
kemudian disederhanakan.

Naskah tersebut adalah seperti berikut:

NASKAH Komik : SYAM AR


Target group : Siswa kelas 3 - 4 SD
DURASI : 5 HALAMAN

------------------------------------------------------------------
SETTING : PADANG RUMPUT KOTA BIASA
TOKOH :
- OLAF [anak biasa, sebatang kara usia 9 tahun, sehari-hari menjaga
Perpustakaan keliling milik paman
- FISIO [mahluk fantasi yang punya mesin waktu berbentuk sepeda]
- KUARK [Icon majalah KUARK, dalam naskah ini berperan sebagai presenter]
------------------------------------------------------------------

PENGEMASAN GAS ALAM

HALAMAN 1
BOX : ADUH, SEBALNYA OLAF...
TEKS : [klakson truk] TUNG-TONK!!!
OLAF : HUU, BERISIK! TIAP KALI MAU BACA, ADA SAJA TRUK
MODEL INI YANG LEWAT!

o OLAF tampak asik membaca buku di atas atap perpustakaannya. Ia duduk,


memangku buku lebar dengan COVER bertulisan "MESIN WAKTU".
o Sebuah truk tangki melintasi padang rumput, melewati perpustakaan
keliling buuki wormi.
o Jarak truk dengan perpustakaan dekat sekali.
o Di dinding tangki mobil ada tulisan "GAS ALAM CAIR".
------------------------------------------------------------------

BOX : SEPERTINYA SUDAH TENANG...

o OLAF kembali tenang membaca buku dengan COVER bertulisan "MESIN


WAKTU".
------------------------------------------------------------------

BOX : TERNYATA TIDAK!


FISIO : [teriak] DOM-DOOOMM!!!
OLAF : [kaget] HYAAA....

o FISIO datang dengan cara mengejutkan. Dia beratraksi dengan sepedanya


dengan posisi sepeda njengking [ban belakang terangkat]
------------------------------------------------------------------
OLAF : AHH... FISIO! NGAGETIN SAJA!
OLAF : SEPERTI TRUK YANG BERISIK!
FISIO : WAH, KAMU NGGAK BOLEH SEBEL, DONG! TRUK ITU
MEMBAWA GAS ALAM YANG DICAIRKAN.

o OLAF bicara dengan sisa kagetnya ke FISIO. OLAF sambil mengacung-


acungkan kibasan bukunya. OLAF Mengacung ke arah truk yang datang dari
kejauhan. FISIO mengelak sambil bersalto di atas sepeda.
------------------------------------------------------------------

HALAMAN 2

OLAF : SEBENARNYA GAS ALAM ITU APA, SIH!


FISIO : YA... GAS ALAM ITU ADALAH SALAH SATU JENIS
BAHAN BAKAR.

o OLAF dan FISIO bicara. Olaf bergerak turun dari atap kereta perpustakaan
dengan cara berpegangan [bergantung pada tepian atap], olaf melompat
dengan salto.
------------------------------------------------------------------

FISIO : KARENA GAS ALAM BERSIFAT MUDAH TERBAKAR, GAS


ALAM DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK MEMASAK, MEMANASKAN
RUANGAN, DAN LAIN-LAIN.

o Fisio bicara. Ia sudah di dataran padang di samping gerobak perpustakaan.


------------------------------------------------------------------

FISIO : AWALNYA, GAS ALAM DITEMUKAN MEREMBES KE


PERMUKAAN BUMI MELALUI CELAH TANAH.
OLAF : OH, YA?!

o FISIO bicara sambil bersalto ke sepedanya. Olaf mengibas-kibaskan lapnya.


Ada balon visual dari lampu sepeda FISIO yang memvisualkan bangsa cina
kuno [setting 500 tahun Sebelum masehi] menemukan rembesan gas alam
yang terkaget-kaget karena semburan uap itu
bisa terbakar.
o Bikin 2 panel saja, awalnya orang membawa obor sambil melangkah
mendekati rembesan gas. Panel ke dua gas terbakar karena obor [tanpa
sengaja hingga si pembawa obor kaget]
------------------------------------------------------------------

FISIO : YA. BERABAD-ABAD KEMUDIAN, BARULAH ORANG


MENAMBANG GAS ALAM.
FISIO : YUK, KITA PELAJARI SAMBIL MENCOBA MESIN
WAKTUKU!
OLAF : MESIN WAKTU...?
o FISIO bicara sambil menarik tangan OLAF. Lampu sepeda FISIO
menyorotkan cahaya yang membentuk bulatan jam dengan jarum yang
berputar mundur.
------------------------------------------------------------------

SUARA : [mesin waktu] WUBBB!

o FISIO - OLAF [berboncengan di sepeda] bicara dalam fase perjalanan


dengan latar belakang cahaya saja.
o FISIO dan OLAF tampak seperti menerobos angin, rambut dan pakaian
mereka berkibar-kibar.
------------------------------------------------------------------

FISIO : SELAMAT DATANG... DI MASA PENAMBANGAN MINYAK


BUMI PERTAMA KALI DILAKUKAN.
SUARA : [mesin waktu] PLUK!

o FISIO dan OLAF keluar dari pendar cahaya dan tiba di setting penambangan
Jaman dulu
------------------------------------------------------------------

HALAMAN 3

FISIO : SAAT MENYEDOT BUMI DARI DALAM TANAH...


FISIO : ... BIASANYA DISERTAI DENGAN KELUARNYA GAS ALAM.

o FISIO bicara ke OLAF. Setting masih seperti panel sebelumnya. Ada balon
visual yang dijelaskan KUARK.

KUARK : [dalam balon visual menerangkan lapisan bumi yang berisi gas dan
minyak bumi]

ITU DAPAT TERJADI KARENA PROSES PEMBENTUKAN GAS ALAM DAN MINYAK
BUMI TERJADI BERSAMAAN DARI FOSIL HEWAN PURBA YANG TERJEBAK DI
DALAM BUMI.
------------------------------------------------------------------

FISIO : GAS ALAM ITU CUMA DIPAKAI UNTUK TUNGKU MASAK DI LOKASI
TAMBANG.
OLAF : SELEBIHNYA CUMA DIBUANG, DONG?!

o FISIO bicara ke OLAF. Setting masih seperti panel sebelumnya.


------------------------------------------------------------------

FISIO : YA. SEPERTI YANG KAMU LIHAT DI SALURAN


PEMBAKARAN GAS ITU.

o FISIO bicara tenang sambil menunjuk ke FLARE. Sebuah pipa pembuangan


gas yang sedang terbakar. Tampak di kejauhan ada menara sumur minyak.
------------------------------------------------------------------
FISIO : IDE PEMANFAATAN GAS ALAM ITU ADALAH...
MENGALIRKANNYA MELALUI PIPA KE RUMAH-RUMAH ATAU PABRIK.
OLAF : SEPERTI PIPA AIR LEDENG SAJA, YA!

o OLAF dan FISIO melintasi jaringan pipa-pipa dari


tambang ke stasiun pengumpul lalu ke pemukiman dan
pabrik.
------------------------------------------------------------------

OLAF : T-TAPI... GIMANA JIKA INGIN MENGIRIM GAS KE


SEBERANG LAUTAN LUAS?
FISIO : HMM, PERTANYAAN SEMACAM ITU MELAHIRKAN IDE PENGEMASAN
GAS.

o OLAF tiba-tiba berpikir saat mereka sampai salah satu bagian jaringan pipa
yang berada di pesisir pantai. Tampai gunung di kejauhan. FISO memuji OLAF
sambil bersalto di atas sepedanya.
------------------------------------------------------------------

FISIO : AGAR MUDAH DIKEMAS, GAS ALAM DICAIRKAN TERLEBIH DULU.


FISIO : KAMU MASIH INGAT KAN, BAHWA WUJUD DI ALAM TERBAGI 3...

FISIO bicara dengan balon visual yang dipresentasikan


KUARK.

KUARK [balon visual]:

1. PADAT. [contoh gambar: BATU]


2. CAIR. [contoh gambar: AIR]
3. GAS. [contoh gambar: UAP AIR]

BENDA-BENDA ITU, ADA YANG BISA BERUBAH WUJUD.


MISALNYA:
BENDA PADAT JADI CAIR, [contoh gambar: es meleleh]
BENDA CAIR JADI GAS, [contoh gambar: air panas
menguap]
GAS JADI CAIR. [contoh gambar: kabut menjadi embun]

------------------------------------------------------------------

HALAMAN 4

FISIO : CARANYA, GAS ALAM DIDINGINKAN PADA SUHU YANG


SANGAT... SANGAT DINGIN. JAUH LEBIH DINGIN DARI SUHU ES KRIM!
FISIO : AKIBATNYA, GAS ALAM BERUBAH JADI CAIR YANG DISEBUT JUGA LNG*.

o FISIO bicara tenang.


------------------------------------------------------------------
FISIO : SUPAYA LNG TETAP CAIR, SUHU TANGKI HARUS DIJAGA TETAP DINGIN.

KUARK [menjelaskan balon visual]:

KARENA ITU, TANGKI PADA KAPAL TANKER ATAU TRUK TANGKI YANG DIISI
LNG DIRANCANG KHUSUS. BIASANYA DIRANCANG SEPERTI TERMOS, DAN
DILENGKAPI DENGAN ALAT PENDINGIN.

o FISIO bicara dengan balon visual yang dijelaskan KUARK.


------------------------------------------------------------------

FISIO : GAS ALAM JUGA BISA MENCAIR JIKA DIBERI TEKANAN YANG TINGGI.
FISIO : NAH, SEKARANG... AYO KITA KEMBALI KE TAHUN 2006!

o FISIO bicara dengan percaya diri di sebelah OLAF yang tampak agak puas
sambil memutar-mutar lap buku seperti baling-baling. FISIO merenggut
tangan olaf menuju perjalanan menembus waktu.
------------------------------------------------------------------

SUARA : [mesin waktu muncul dari cahaya] PLUP!


OLAF : WAH... ITU TABUNG GAS ALAM! AKU MAU LIHAT
DIMANA ALAT PENDINGINNYA?!

o Perjalanan menembus waktu berhenti di sebuah took penjual gas ELPIJI.


OLAF melihat deretan gtabung elpiji yang berwarna biru dengan tulisan
"ELPIJI" [tulisan dibuat agak besar] di setiap tabung. Tampak ada pelayan
toko di sana.
o Olaf bicara bersemangat sambil duduk dibonceng FISIO.
------------------------------------------------------------------

FISIO : UPHS! ITU ELPIJI**, OLAF! BERBEDA DENGAN LNG!


OLAF : APA BEDANYA, SIH?!

o Dengan sigap FISIO menahan tubuh FISIO yang sudah melompat dari
boncengan. Caranya dengan menarik lap yang terlilit di leher OLAF. OLAF
menjawab dengan sewot sambil berusaha bergerak maju.
------------------------------------------------------------------

FISIO : BEGINI, YA! ELPIJI JUGA MERUPAKAN GAS YANG DICAIRKAN. TAPI,
BUKAN GAS ALAM. MELAINKAN, GAS YANG DIDAPAT DARI...
FISIO : ... PENGUAPAN MINYAK BUMI YANG SUDAH DITAMBANG!

o FISIO menjelaskan ke OLAF.


------------------------------------------------------------------

KUARKLOPEDIA:
* LNG: LNG (Liquefied Natural Gas = gas alam "yang dicairkan")
** Kata elpiji (el-pi-ji) berasal dari pengucapan dari singkatan dalam bahasa
inggris; LPG (liquefied petroleum gas), yaitu gas yang di dapat dari minyak
bumi lalu dicairkan.
HALAMAN 5

FISIO : PENCAIRANNYA GAS ELPIJI DILAKUKAN DENGAN MEMBERIKAN


TEKANAN SANGAT TINGGI...
FISIO : HINGGA, GAS DI DALAM TABUNG MENJADI MAMPAT.

o FISIO bicara berjumpalitan menjelaskan balon visual tentang pemampatan


gas.

Keterangan dalam balon visual:


- TEKANAN
- GAS MAMPAT [SAKING MAMPATNYA, GAS MENJADI CAIR].

------------------------------------------------------------------

FISIO : DALAM WUJUD CAIR, PENGEMASANNYA LEBIH HEMAT


TEMPAT, LHO...

o FISIO bicara dengan balon visual yang dipresentasikan KUARK

KUARK : BANYAKNYA ELPIJI DALAM SATU BOTOL SEBANDING


DENGAN 600 BOTOL GAS DALAM WUJUD ASLINYA

------------------------------------------------------------------

FISIO : INGAT, TEKANAN DI DALAM TABUNG SANGAT TINGGI DAN ELPIJI


SIFATNYA MUDAH TERBAKAR. KARENA ITU TABUNGNYA HARUS KUAT DAN
ANTI BOCOR...
FISIO : ... SUPAYA TABUNG TIDAK MELEDAK DAN MENCEGAH KEBAKARAN,
KAN?

o FISIO dan OLAF bicara. Mereka sudah dekat sekali dengan tumpukan
tabung elpiji.
------------------------------------------------------------------
FISIO : BENAR, OLAF!
PENJUAL : TABUNG ELPIJI INI DIRANCANG KHUSUS AGAR MUDAH DIGUNAKAN.
PENJUAL : ELPIJI DALAM HANYA BISA KELUAR DARI TABUNG, JIKA KLEPNYA
DIBUKA.

o Mereka berada di tempat penjualan tabung elpiji. Ruko tepi trotoar.


Penjualnya sedang mebnjelaskan ke seorang pembeli yang sedang melihat-
lihat.
------------------------------------------------------------------

PENJUAL: JIKA TABUNG DIRANGKAI DENGAN KOMPOR, SELANJUTNYA...


PENJUAL: ... PENGENDALI ALIRAN GAS PINDAH KE KLEP YANG TERDAPAT DI
KOMPOR.
o Mereka berada di tempat penjualan tabung elpiji. Ruko tepi trotoar.
Penjualnya sedang mebnjelaskan ke seorang pembeli yang sedang melihat-
lihat.

------------------------------------------------------------------
TAMAT

syam asinar radjam

Kawan-kawan yang baik,

Saya berterima kasih sekali atas tanggapan atas pertanyaan saya lemparkan
di milis ini. Akhirnya info tersebut saya rangkum dalam bentuk naskah komik
5 halaman di majalah komik sains tempat saya bermain. tentu saja materinya
kemudian disederhanakan.

Naskah tersebut adalah seperti berikut:

kadafi

Wah, bagus sekali pak,


Jadi penasaran pengen liat komiknya
Semoga Sukses selalu dengan majalah sains-nya

syam asinar radjam

Terima kasih Pak Dafi.

Tentang komik sains KUARK, mungkin anda bisa dapatkan di beberapa toko
buku di jakarta [Gunung Agung Blok M, Gramedia Pondok Indah].

Sugiharno Setiawan

Briliant...kenapa nggak dijadikan skenario film kartun dan diVCD-kan?


Lumayan lho satu episode bisa kira2 bisa dapet Rp.3jt (referensinya dari
sinetron per episode kira2 Rp.3jt untuk si penulis skenarionya). Saya rasa
dengan cara2 pembelajaran dari Mas Syam, wah anak2 kita jadi agak lebih
bisa berkembang alam pikirannya. Jadi bisa lebih inovatif & kreatif.

Production House di Indonesia buanyak dan berkompetisi, saya yakin


dengan mempresentasikan konsep pendidikan dikemas dalam bentuk film
kartun berdurasi 30 menit saja, bisa jadi terobosan. Kadang kita sebagai
orang tua bisa kok mengarahkan anak2 untuk menonton film2 pendidikan.
Asal dibuat menarik macam cerita Mas Syam dengan memasukkan unsur
"Science Fiction" dalam bentuk mesin waktu.
Saya yakin bisa diwujudkan itu jadi film pendidikan. Yakin sekali dan kalau
bentuk tokohnya unik (Tidak harus dengan gambar 3D tapi lihat Sponge Bob
atau Dora yang gambarnya sederhana), saya rasa OLAF atau FISIO bisa jadi
ikon baru buat anak2 sejajar Dora atau Sponge Bob.