Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PAPER KLIMATOLOGI DASAR

MANFAAT KLIMATOLOGI DALAM BIDANG PERTANIAN

Disusun Oleh :

Yuhan Farah Maulida Golongan B2

(12162/PN)

LABORATORIUM AGROKLIMATOLOGI JURUSAN TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

MANFAAT KLIMATOLOGI DALAM BIDANG PERTANIAN

A. PENGERTIAN KLIMATOLOGI

Klimatologi berasal dari kombinasi dua kata Yunani, yaitu klima yang diartikan sebagai kemiringan(slope) bumi yang mengarah pada pengertian lintang tempat dan logos yang berarti ilmu. Jadi klimatologi didefinisikan sebagai ilmu yang memberi gambaran dan penjelasan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat berbeda dan bagaimana kaitan antara iklim dan aktivitas manusia, Secara mudahnya, ilmu iklim/klimatologi yaitu cabang ilmu pengetahuan yang membahas sintesis atau statistik unsur-unsur cuaca hari demi hari dalam periode tertentu (beberapa tahun) di suatu tempat dan wilayah tertentu. Sintesis Klimatologi dapat juga didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari jenis iklim di muka bumi dan faktor penyebabnya. Karena metereologi mencakup interpretasi dan koleksi data pengamatan maka ilmu ini memerlukan teknik statistik. Demikianlah klimatologi dapat pula disebut juga meteorologi statistik. Klimatologi merupakan ilmu tentang atmosfer. Mirip dengan meteorologi, tapi berbeda dalam kajiannya, meteorologi lebih mengkaji proses di atmosfer sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses-proses atmosfer. Menurut Bayong (2004), Klimatologi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu klimatologi fisis, klimatologi kedaerahan (regional). Klimatologi fisis mempelajari sebab terjadinya ragam pertukaran panas, pertukaran air dan gerakan udara terhadap waktu dan tempat, sehingga di muka bumi ini terdapat iklim yang berbeda. Klimatologi kedaerahan bertujuan memberikan gambaran (deskripsi) iklim dunia yang meliputi sifat dan jenis iklim, sedangkan klimatologi terapan mencari hubungan klimatologi dengan ilmu lain, misalnya: agroklimatologi: penerapan klimatologi dalam bidang pertanian. Menurut Handoko (1993), klimatologi dapat dibagi dalam beberapa cabang keilmuan iklim berdasarkan: a. Metode pendekatan keilmuan b. Ruang lingkupnya di atmosfer c. Pemanfaatannya

Berdasarkan pendekatan keilmuannya terdapat 4 cabang klimatologi antara lain: a. Klimatografi, pembahasan secara deskriptif (apa adanya) berdasarkan data, peta dan gambar. Pembahasan tak disertai analisis fisika dan matematika yang mendalam. Umumnya dikembangkan oleh pakar geografi. b. Klimatologi fisik, adalah klimatologi yang membahas perilaku dan gejala-gejala cuaca yang terjadi di atmosfer dengan menggunakan dasar-dasar ilmu fisika dan matematika. Tinjauannya ditekankan pada neraca energi dan neraca air antara bumi dan atmosfer. c. Klimatologi dinamik, adalah klimatologi yang membahas pergerakan atmosfer dalam berbagai skala, terutama tentang peredaran atmosfer umum di berbagai wilayah di seluruh dunia. d. Klmatologi terapan, adalah klimatologi yang membahas penerapan ilmu iklim untuk memecahkan berbagai permasalahan praktis yang dihadapi oleh masyarakat. Contoh klimatologi terapan antara lain: klimatologi pertanian (agroklimatologi), klimatologi perkotaan, klimatologi kelautan, klimatologi bangunan dan bioklimatologi.

Berdasarkan ruang lingkup atmosfer yang dibahas, terdapat 3 macam klimatologi dengan rincian sebagai berikut: a. Mikroklimatologi, yakni ilmu iklim yang membahas atmosfer sebatas ruang antara perakaran hingga sekitar puncak tajuk tanaman atau sifat atmosfer di sekitar permukaan tanah. b. Mesoklimatologi, yaitu klimatologi yang membahas perilaku atmosfer dalam daerah yang relatif sempit, tetapi pola iklimnya sudah berbeda dari iklim di sekitarnya. Sebagai contoh adalah iklim perkotaan dan iklim di daerah badai. Skala iklim meso berkisar antara 0-100 km. c. Makroklimatologi, yaitu klimatologi yang menekankan pembahasannya pada penelaahan iklim daerah luas dan skala besar. Wilayah lingkupnya mulai batas ruang iklim mikro hingga puncak atmosfer, serta meliputi seluruh dunia. Faktor pengendali utama massa udara antara benua dan samudra. Keeratan hubungan antara klimatologi dengan ilmu pertanian tercermin dengan berkembangnya cabang klimatologi yang khusus dikaitkan dengan kegiatan pertanian, yang disebut sebagai agroklimatologi. Agroklimatologi atau klimatologi pertanian adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara unsur-unsur iklim dengan proses kehidupan tanaman. Yang dipelajari dalam agroklimatologi adalah bagaimana unsur-unsur iklim itu

berperan di dalam kehidupan tanaman. Unsur-unsur iklim yang langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman

B. BEBERAPA KOMPONEN DALAM KLIMATOLOGI

Iklim merupakan salah satu faktor pembatas dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman. Jenis-jenis dan sifat-sifat iklim bisa menentukkan jenis-jenis tanaman yang tumbuh pada suatu daerah serta produksinya. Oleh karena itu kajian klimatologi dalam bidang pertanian sangat diperlukan. Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu pemanasan global dan akibatnya pada perubahan iklim, membuat sektor pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perilaku iklim dan perubahan awal musim dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat para petani begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Untuk daerah tropis seperti indonesia, hujan merupakan faktor pembatas penting dalam pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian. Setiap tanaman pasti memerlukan air dalam siklus hidupnya, sedangkan hujan merupakan sumber air utama bagi tanaman. Berubahnya pasokan air bagi tanaman yg disebabkan oleh berubahnya kondisi hujan tentu saja akan mempengaruhi siklus pertumbuhan tanaman. Itu merupakan contoh global pengaruh ikliim terhadap tanaman. Di indonesia sendiri akibat dari perubahan iklim, yaitu timbulnya fenomena El Nino dan La Nina. Fenomena perubahan iklim ini menyebabkan menurunnya produksi kelapa sawit. Tanaman kelapa sawit bila tidak mendapatkan hujan dalam 3 bulan berturut-turut akan menyebabkan terhambatnya proses pembungaan sehingga produksi kelapa sawit untuk jangka 6 sampai 18 bulan kemudian menurun. Selain itu produksi padi juga menurun akibat dari kekeringan yang berkepanjangan atau terendam banjir. Akan tetapi pada saat fenomea La Nina produksi padi malah meningkat untuk masa tanam musim ke dua. Selain hujan, unsur iklim lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah suhu, angin, kelembaban dan sinar matahari. Selain hujan, ternyata suhu juga bisa menentukkan jenis-jenis tanaman yg hidup di daerah-daerah tertentu. Misalnya perbedaan tanaman yang tumbuh di daerah tropis, gurun dan kutub. Indonesia merupakan daerah tropis, perbedaan suhu antara musim hujan dan musim kemarau tidaklah seekstrim perbedaan suhu musim panas dan musim kemarau di daerah-daerah sub tropis dan kutub. Oleh karena itu untuk daerah tropis, klasifikasi suhu lebih di arahkan pada perbedaan suhu menurut ketinggian tempat. Perbedaan suhu akibat dari ketinggian tempat (elevasi) berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman.

Sebagai contoh, tanaman strowbery akan berproduksi baik pada ketinggian di atas 1000 meter, karena pada ketinggian 1000 meter pebedaan suhu antara siang dan malam sangat kontras dan keadaan seperti inilah yang dibutuhkan oleh tanaman strowbery.

C. MANFAAT KLIMATOLOGI

Seperti diketahui kegiatan manusia tidak terlepas dari pengaruh cuaca, iklim, gempa dan kualitas udara. Kegunaan prakiraan cuaca atau manfaat prakiraan cuaca umumnya berkaitan dengan segala kegiatan operasional seperti pengangkutan barang dalam suatu jarak tempuh harian, pemupukan tanaman atau pemetikan hasil atau hasil lain dengan segala kegiatan manusia dalam jangka waktu yang sangat pendek atau antisipasi akan munculnya kondisi cuaca jangka pendek dati hasil kegiatan angin badai puting beliung, hujan badai (hujan dengan intensitas tinggi), badai guntur, suhu tinggi yang kesemuanya akan berdampak terhadap tanah longsor, banjir dan kebakaran. Perlunya data dari unsur tersebut sangat digunakan untuk perencanaan kegiatan baik khususnya bidang pertanian. Seperti diketahui dalam kaitannya dengan produksi pertanian umumnya sangat menentukan terutama hubungan antara produksi hasil pertanian dengan kondisi iklim yang bakal terjadi maupun yang telah berlangsung sebelumnya. Sehingga arti dari klimatologi dalam kaitannya dengan produksi hasil pertanian adalah sebagai alat atau tolok ukur produksi pertanian yang akan diperoleh dengan mengabaikan unsur buatan manusia atau munculnya hama, dengan kata lain klimatologi memberikan arti dalam perhitungan hasil produksi dengan kondisi rata-rata udara. Oleh sebab itu arti dan manfaat klimatologi dalam kaitan dengan produksi pertanian adalah untuk menghitung hasil produksi pertanian dari sisi kondisi alam baik yang telah berlangsung, sedang berlangsung dan akan berlangsung. Khusus untuk waktu mendatang hal ini berhubungan prakiraan produksi akan dapat ditentukan sebelumnya agar tidak terjadi kemelesetan yang sangat jauh atas kegiatan pertanian. Artinya, klimatologi berperan sebagai pola statistik yang dapat digunakan sebagai tolak ukur atau dasar dari pola penanaman yang maksimum. Dilain data klimatologi akan dapat pula digunakan dalam penyebaran bahan pangan terutama dalam kondisi rawan pangan ataupun operasi pasar.

Selain itu, klimatologi juga bermanfaat untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang dapat terjadi pada saat proses produksi, khususnya yang diakibatkan oleh iklim yang tidak menentu. Salah satunya adalah kekeringan yang merupakan dampak dari lebih panjangnya musim kemarau. Dengan menerapkan ilmu dari klimatologi, petani dapat terbantu dalam menentukan masa tanam dan masa panen sehingga petani dapat terhindar dari keadaan kering berkepanjangan. Tanpa mempelajari
Gambar 1. Kekeringan di Jawa Barat 2003

klimatologi, petani dan iklim tidak dapat sinergis, dan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekeringan dan banjir akan mengganggu proses produksi. Seluruh koordinasi mengenai pengumpulan serta pengelolaan data meteorologi di Indonesia dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebagai hasil dalam data pengelolaan cuaca dan iklim oleh BMKG adalah beberapa produk antara lain prakiraan cuaca harian, evaluasi dan prakiraan sifat hujan dan prakiraan awal musim dan sifat-sifat hujan dan prakiraan awal musim dan sifat curah hujan pada 2 musim di Indonesia. Produk atau hasil tersebut dari pengelolaan cuaca dan iklim di Indonesia diperoleh melalui pengamatan data di lapangan / di stasiun, analisis dan pengelolaan data dan penyusunan informasi diperoleh melalui usaha yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga hasil tersebut yang merupakan usaha bangsa Indonesia dalam kaitan pengelolaan cuaca untuk segala kebutuhan yang tergantung pada kondisi cuaca dan iklim, kita tentunya masih ingat dengan slogan sedia payung sebelum hujan agar kita bisa mengantisipasi masalah dan kita bisa mengatasi masalah. Selain berfungsi untuk mengetahui waktu tanam, klimatologi juga berpengaruh bagi varietas apa yang cocok untuk ditanam di suatu tempat. Tidak semua tanaman dapat ditumbuhkan di semua tempat, beberapa tanaman perlu adaptasi serta ada seleksi alam. Setiap tanaman, secara ekologis, memiliki batas-batas toleransi yang disebut faktor pembatas.setiap tanaman memiliki faktor pembatas yang bervariasi satu dengan yang
Gambar 2. Banjir di Jakarta 2007

lainnya. Contohnya pada kaktus dan lumut, kaktus banyak dijumpai di tempat yang kering seperti gurun, bersuhu tinggi dan relatif tumbuh di iklim tropis-subtropis. Berbeda dengan kaktus, lumut tidak dapat tumbuh di tempat yang kering dan panas. Lumut hidup di tempat lembab dengan kandungan air cukup tinggi serta suhu relatif rendah. Dengan memahami klimatologi petani dapat menanam suatu kultivar sesuai dengan habitat optimalnya sehingga dapat dicapai suatu hasil poduksi yang maksimal. Selain itu, dengan mempelajari klimatologi, akan diketahui teknologi yang dapat diterapkan. Pengembangan kultivar dengan baik dan efisien dapat mendatangkan keuntungan bagi petani baik itu secara otimal maupun maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Agustinas, F. 2009. Manfaat Klimatologi bagi Pertanian <http://fitriaagustinas.blogspot.com/2009/11/manfaat-klimatologi-bagipertanian.html?zx=cc1db80c907b267d>. Diakses pada tanggal 18 September 2011. Bayong, T.H.K, 2004. Klimatologi. Penerbit ITB. Bandung. Handoko. 1995. Klimatologi Dasar. Pustaka Jaya. Jakarta Hariadi, M. H. 2009. Socio-Economic Benefits Of Climate Information to Agricultural Sector. 1-7