Anda di halaman 1dari 306

1 Aku mencintaimu suamiku (kisah nyata)

Cerita ini adalah kisah nyata dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita (semoga menjadi pengingat bagiku, ketika ku sudah melangkah ke dalam kehidupan baru) semua.

*** Cinta itu butuh kesabaran Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

ari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita.. Aku menjadi perempuan yg paling bahagia.. Pernikahan kami sederhana namun meriah.. Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu. Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula. dia sudah sukses dalam karirnya. Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu.. Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci.

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

*** Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungkuIa mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipanNYA.Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamikuDidepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu. Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al Quran. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku. Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, Assalammualaikum dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata Assalammualaikum, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Lalu.. Ibu nya berbicara denganku Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri.Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, lebih baik kau pulang saja, ada,kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan

ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

*** Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain. Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikanikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.Aku bertanya, Ada apa kamu memanggilku?Ia berkata, Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang Aku menjawab, Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan? Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku, jawabnya tegas. Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti, jawabnya tegas. Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya. Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku. Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku

hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku. *** Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang. Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3. Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi.. Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, kapankah ia segera pulang? aku tak tahu. Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitungSudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

Ia menulis, aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulangnya satu hari lagi, aku akan kabarin lagi. Hanya itu saja yang diinfokannya. Aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba, aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan nantinya aku juga akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir-akhir ini. Bel pun berbunyi, kubukakan pintu untuknya dan ia pun mengucap salam. Sebelum masuk, aku pegang tangannya kedepan teras namun ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan kucuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami. Setelah itu akupun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksinya.. Masya Allah.. ia tidak mencium keningku, ia hanya diam dan langsung naik keruangan atas, kemudian mandi dan tidur tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikir, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta. Biasa nya kami selalu berjamaah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangunkannya. Aku hanya mengelus wajahnya dan aku cium keningnya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 rakaat. *** Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku melihat dirinya dari balkon kamar kami yang bersiap-siap untuk pergi. Lalu aku memanggilnya tapi ia tak mendengar. Kemudian aku ambil jilbabku dan aku berlari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku untuk mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi.Aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Ada apa dengan suamiku? Mengapa ia bersikap tidak biasa terhadapku?Aku tidak bisa diam begitu saja, firasatku mengatakan ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku dan kebetulan Dian yang mengangkat telponnya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang sedang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab, Loe pikir aja sendiri!!!. Telpon pun langsung terputus.Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia kembali dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan aku.Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami. Kami hanya berbicara seperlunya saja, aku selalu diintrogasinya. Selalu bertanya aku dari mana dan mengapa pulang terlambat dan ia bertanya dengan nada yg keras. Suamiku telah berubah.. Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah dituduhnya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat.. sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu pedoman yang aku pegang Aku hanya berdoa semoga suamiku sadar akan prilakunya. Dua tahun berlalu, suamiku tak kunjung berubah juga. Aku menangis setiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja berkenalan. Kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna. Walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiakan segala yang ia perlukan. Penyakitkupun masih aku simpan dengan baik dan sekalipun ia tak pernah bertanya perihal obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir. Bersyukurlah.. aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru ngaji, jadi aku tak perlu meminta uang padanya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku. Sungguh.. suami yang dulu aku puja dan aku banggakan, sekarang telah menjadi orang asing bagiku, setiap aku bertanya ia selalu menyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba-tiba saja malam itu setelah makan malam usai, suamiku memanggilku. Ya, ada apa Yah! sahutku dengan memanggil nama kesayangannya Ayah.

Lusa kita siap-siap ke Sabang ya. Jawabnya tegas. Ada apa? Mengapa?, sahutku penuh dengan keheranan. Astaghfirullah.. suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, dia membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami. Dia mengatakan Kau ikut saja jangan banyak tanya!! Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis, sedih karena suamiku kini tak ku kenal lagi. Lima tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buatku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami, sekarang menjadi dingin.. sangat dingin dari batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa. Suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barangbarang. Dia bilang perbuatan itu menunjukkan sikap ketidakhormatan kepadanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini, dalam kesendirianku.. ** Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur karena terus berpikir. Keluarga besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik-adiknya. Aku tidak tahu ada acara apa ini.. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun langsung keluar bergabung dengan keluarga besarnya. Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dalam lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua yang telah ada sebelum suamiku lahir, tiba-tiba Tante Lia, tante yang sangat baik padaku memanggil ku untuk bersegera berkumpul diruang tengah, aku pun menuju ke ruang keluarga yang berada ditengah rumah besar itu, yang tampak seperti rumah zaman peninggalan belanda. Kemudian aku duduk disamping suamiku, dan suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya padanya. Tiba-tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya, membuka pembicaraan.Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha. Neneknya berbicara sangat tegas, dengan sorot mata yang tajam.Ada apa ya Nek? sahutku dengan penuh tanya.. Nenek pun menjawab, Kau telah bergabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda-tanda kehamilan yang sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!!. Aku menangis.. untuk inikah aku diundang kemari? Untuk dihina ataukah dipisahkan dengan suamiku? Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu.. sebelum kau menikah dengannya. Tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia dengan kau. Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya.

Dan aku dengar dari ibu mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya, neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian itu.Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari ucapannya dengan mimik wajah yang sangat menantang kemudian berkata, kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan? MasyaAllah.. kuatkan hati ini.. aku ingin jatuh pingsan. Hati ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku.. Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini. Fish, jawab!. Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab. Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas. Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah. Untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.. Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cintaku dibagi. Dan pada saat itu juga suamiku memandangku dengan tetesan air mata, tapi air mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.Aku lalu bertanya kepada suamiku, Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti, yah?Suamiku menjawab, Dia Desi! Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara, Kapan pernikahannya berlangsung? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek?. Ayah mertuaku menjawab, Pernikahannya 2 minggu lagi. Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruhnya mengurus KK kami ke kelurahan besok, setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar. Tak tahan lagi.. air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar dan aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku.. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini? Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, sudah tidak cantikkah aku ini?Ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.Tiba-tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suamiku yang datang, ia berdiri dibelakangku. Tak kuhapus air mata ini, aku bersegera memandangnya dari cermin meja rias itu.Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan, terima kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku. Jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti! Iya kan?.Suamiku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya kenapa rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo.Dalam hatiku bertanya, mengapa ia sangat cuek? dan ia

sudah tak memanjakanku lagi. Lalu dia berkata, sudah malam, kita istirahat yuk!Aku sholat isya dulu baru aku tidur, jawabku tenang. Dalam sholat dan dalam tidur aku menangis. Ku hitung mundur waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku.Aku tak tahu kalau Desi orang Sabang juga. Sudahlah, ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku atas rasa sayang dan cintanya itu..Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku. Di laptop aku menulis saat-saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam itu kepadaku. Aku save di mydocument yang bertitle Aku Mencintaimu Suamiku. Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, karena mungkin saja aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat lama.. lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku. Apakah kamu sudah siap? Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata : Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan doa di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu setelah itu.., perkataanku terhenti karena tak sanggup aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak. Tiba-tiba suamiku menjawab Lalu apa Bunda? Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binarBisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan?, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar. Dia mengangguk dan berkata, Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda?, sambil ia mengelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena dia sangat tinggi, aku hanya sedadanya saja. Dia tersenyum sambil berkata, Kita lihat saja nanti ya!. Dia memelukku dan berkata, bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama.. Kemudian ia mencium keningku, aku langsung memeluknya erat dan berkata, Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja? Mengapa Ayah berubah? Aku kangen sama Ayah? Aku kangen belaian kasih sayang Ayah? Aku kangen dengan manjanya Ayah? Aku kesepian Ayah? Dan satu hal lagi yang harus Ayah tau, bahwa aku tidak pernah berzinah! Dulu.. waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama Ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari. Bukan berarti aku pernah berzina Ayah. Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata, Aku minta maaf Ayah, telah membuatmu susah. Saat itu juga, diangkatnya badanku.. ia hanya menangis. Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba-tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres denganku dan ia bertanya, bunda baikbaik saja kan? tanyanya dengan penuh khawatir.Aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu

kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik, Yah. Aku hanya tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau membuat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu, membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, Ayah jangan!!, tapi aku ingat akan kondisiku.Jantung ini berdebar kencang saat mendengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik napas panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku.. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini. Ya aku kuat.Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding dipelaminan. Orang-orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku dengan tatapan sangat aneh, mungkin melihat wajahku yang selalu tersenyum, tapi dibalik itu.. hatiku menangis.Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini?Sementara itu Desi disambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, yang di musuhi.Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana.

Sepertiga malam pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus wajahnya yang lelah, tiba-tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.Kamu datang ke sini, aku pun tahu, ia berkata seperti itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail ia berkata, maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik-adikkuAku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah.. apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, karena aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi.. masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.. Suamiku berbisik, Bunda kok kurus?Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.Aku pun berkata, Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi?Aku kangen sama kamu Bunda, aku tak mau menyakitimu lagi. Kamu sudah sering terluka oleh sikapku yang egois. Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.Lalu suamiku berkata, Bun, Ayah minta maaf telah menelantarkan bunda.. Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalau bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti mengejar harta ayah dan satu lagi.. ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya kalau bunda gak mau berbuat seperti itu dan tulisan seperti itu diberi tanda kutip (seperti itu). Ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung dan ayah berpikir kalau bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluarga ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda..Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan di dirinya, hanya karena omongan keluarganya yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.Aku hanya menjawab, Aku sudah ceritakan itu kan Yah.. Aku tidak pernah berzinah dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa aku memilih kamu?

Padahal banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah.. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu..Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian dikamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluarganya juga. Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci. Keesokan harinya Ketika aku ingin terbangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. aku mengalami pendarahan dan suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit.. Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku.. Aku merasakan tanganku basah.. Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran. Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan, Bunda, Ayah minta maaf Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku? Aku berkata dengan suara yang lirih, Yah, bunda ingin pulang.. bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya, Yah.. Ayah jangan berubah lagi ya! Janji ya, Yah !!! Bunda sayang banget sama Ayah. Tiba-tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakitnya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi.. aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku. Kulihat wajahnya yang tampan, berlinang air mata.Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku.. Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka.. Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafasku. Untuk Ibu mertuaku : Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu. Ketahuilah Ma.. dari dulu aku selalu berdoa agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya buktinya Ma?Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku.. Dengan Desi kau sangat baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sebaliknya..Setelah ku buka laptop, kubaca curhatan istriku. Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku? Aku dihina oleh mereka ayah.. Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu? Pernah suatu ketika aku bertemu Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat terlihat Ayah..

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ? Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..Aku diusir dari rumah sakit. Aku tak boleh merawat suamiku. Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku. Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku. Aku sangat marah.. Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya.. Aku tak mau sakit hati lagi.. Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku.. Engkau Maha Adil.. Berilah keadilan ini padaku, Ya Allah.. Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.. Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja-manja lagi padamu.. Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.. Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku.. Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.. Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu. Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui, tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku. Aku harus sadar diri.Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu.. Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku? Ayah.. aku masih tak rela..Tapi aku harus ikhlas menerimanya. Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku. Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku. ''Ayah.. aku kangen Ayah..'' Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu, Bunda.. Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi di Pulau Kayu ini. Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri. Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.. Bunda akan selalu hidup dihati ayah.. Bunda.. Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah.. Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya. Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup dalam kesendirianmu.. Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin Ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda.. Bunda.. kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.. Aku menyesal telah asik dalam ke-egoanku.. Bunda.. maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat di tidurmu yang panjang..Maafkan aku, tak bisa bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja.. Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana? Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana? Tunggulah Ayah disana Bunda.. Bisakan? Seperti Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon.. Ayah Sayang Bunda." Betapa sering kita baru merasa memiliki setelah kehilangannya???? *TAMAT*

2 Curhat Seorang Akhwat **.**.

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 23 Oktober 2010 jam 14:34 Nitip dari teman, untuk saling mengingatkan

Saudariku.sahabatku..ukhty muslimah. Sungguhpun taaruf bukanlah sebuah permainan. bukan sekedar coba-cobabukan sekedar perkiraan hmm..siapa tau cocok hmmsiapa tau jodoh siapa tausiapa tauatau bahkan Hmm.lumayanlahbuat hepihepian? Astaghfirullah. SungguhTaaruf itu bukanlah sebuah keisengan seperti itu.!!!! Bagaimana mungkin SATU-SATUNYA JALAN YANG DIHALALKAN OLEH ALLAHOLEH ISLAM..adalah sebuah permainan isengpermainan coba-cobasebuah kesenangan terselubung?????? Bagaimana mungkin suatu upaya untuk menghindari PACARANjustru tanpa disadari masuk dalam PACARAN tersebut Bagaimana mungkin sebuah upaya untuk membuahkan suatu yang sucisuatu ikatan yang mahal harganyasebuah perjanjian agung yakni PERNIKAHAN adalah sebuah lelucon yang bisa dilakukan dengan siapa sajasiapa saja yang mausiapa saja yang adaatau sebuah iseng-iseng berhadiah?????????????? Dengan perkataan coba ahsama diasiapa tauhehehe..??????????? TAARUF BUKAN HAL-HAL REMEH SEPERTI ITU.!!!!!!! TAARUF ITU SUNGGUH SUCI!!! Sungguh bukan hak saya untuk berkata demikian sebenarnya Saya bukan siapa-siapabahkan saya adalah orang yang sangat sangat awam dengan masalah ini. Tapisungguh miris hati saya ketika melihat realitataaruf seakan jadi sebuah solusi atau jalan lain karena tidak boleh pacaran!!!

Akibatnya??? taaruf tiada bedanya dengan pacaran??? Lalu??? taaruf adalah pacaran hanya dibungkus dengan selimut Islami???????? Jika pacaran yang dibicarakan adalah(hmm..mungkin ..^^) sayangketemuan yuk Taaruf ukhtysholat tahajud dulu?????????? Jika pacaran mengungkapkan perasaan dengan sayangaku cinta kamu Taaruf ?? ukhtysungguh hati ini mencintaimu karena Allah???? Sms-sms penuh perhatiantiap haritiap jam Telepon-telepon mengobrol kehidupan sehari-hari Chatting..??? YANG DIBICARAKAN??????? hmm..tidak jauh beda!!! Kiranya semuanya telah tau Bahwa wanita adalah fitnah terbesar bagi seorang laki-laki Namunsaya wanitadan ukhty pun wanita Tapi kita juga taubahwa perhatian lakilakikasih sayangnyasikap melindunginyakesetiaannya adalah cobaan yang tidak kalah hebatnya bagi seorang wanita Mungkin kami para akhwat pada awalnya akan berkata iihiseng bgt sih nyebelin ganjen TP TP ngapain sih ngajak-ngajak taarufan nggak jelas.. TAPI.kita semua juga tau. Cinta itu tumbuh karena terbiasa terbiasa dekat, terbiasa ada, terbiasa bersama, terbiasa berantem..hhe, terbiasa saling menyapa, terbiasa diberi perhatian, terbiasa saling mengobrolhmm Cinta itu teramat bening Saat ini tiada apapun namun perlahan tanpa kita sadari dia sudah menjalar ke seluruh bagian jiwa kita, menguasai kita Awalnya mungkin kita akan merasa sebal dengan kehadirannya ,terganggu oleh sms-sms isengnya. Terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan anehnya, namun tanpa kita sadari saat ia tiada saat sms tak kunjung tiba saat telepon tak berdering lama, akan ada perasaan kehilangan, setiap saat melihat ke HP menunggu deringnya setiap saat melongok ke komputer menunggu onlinenya. Dan itukah? Itukah saudariku? Yang dinamakan dengan MENCINTAI KARENA ALLAH? Itukah? Ya akhi, para ikhwan, sungguh hati wanita ini lemah hati wanita itu mudah terjangkiti virus dan bagaimana jika kita telah jatuh cinta? Bagaimana ternyata hati kita sudah saling merindu menginginkan adanya kebersamaan, merindukan adanya kasih yang tanpa akhir? Sementara.KITA BELUM HALAL.!!!!!! DAN MUNGKIN KITA TIDAK AKAN PERNAH JADI HALAL.!!!!!!

Sanggupkah engkau pertanggungjawabkan sms-sms mesramu? Sangggupkah engkau pertanggungjawabkan telepon mesramu? Sanggupkah engkau pertanggungjawabkan tangis kami karena mulai merindukanmu? Mulai berharap padamu?

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA. Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Ya akhi ikhwan calon pemimpin kami di masa depan. Jika engkau benar-benar serius mengapa engkau hanya bersembunyi dibalik internetmu? Bersembunyi dibalik HPmu? Bersembunyi dalam kata-katamu? Kita sudah lelah dengan semua itu.

Sungguhpun kita tidak mengharapkan seorang laki-laki BERMENTAL TEMPE yang hanya berani di dunia maya yang hanya berani di dunia sms dan yang lari dari tanggungjawab setelah merasa tidak cocok. Jika engkau memang sungguh serius. DATANGLAH PADA ORANGTUA KAMI!!! JAWAB PERTANYAAN KAMI DENGAN LANTANG!!! DIHADAPAN KAMI!!!! JAWAB PERTANYAAN KAMI SECARA LANGSUNG.!!!! Kami wanita ingin pemimpin yang berani. Kami wanita yang ingin menjaga diri. Kami wanita yang tidak ingin diberi harapan palsu, janji gombal Kami wanita yang ingin lakilaki yang halal. DENGARLAH AKHIKAMI WANITA YANG BERBEDA!!! PERNIKAHAN ADALAH KESUCIAN. DAN JALAN MENUJU PERNIKAHAN TENTUNYA HARUS SESUCI PERNIKAHAN ITU PULA!!! Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana. Tetapi aku

juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain,dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

ATAS NAMA TAARUF? MUNGKIN SALAH SEORANG LAKI-LAKI AKAN BERTANYA mengapa wanita begitu selektif memilih orang yang akan taaruf.. maka, wanita akan menjawab, suami kami nanti kelak akan menjadi pemimpin kami, akan kami layani kebutuhannya, akan kami tunggu kehadirannya, akan kami berikan jiwa kami, raga kami. Bagaimana mungkin kami lalai dalam memilih calon suami meski hanya dalam rangka taaruf? Suami kami nanti akan menjadi pembimbing agama kami, penjaga kami, pelindung kami, Bagaimana mungkin kami akan gegabah dalam menentukan pilihan, meski hanya sebatas tukaran biodata? Mentaati suami kami adalah salah satu jalan kami ke surga, ketaatan pada suami adalah lambang kesholihan kami. Bagaimana mungkin kami akan cepat memutuskan siapa pilihan kami meski hanya sebatas katabaik saya setujutaarufan

Ya akhi, saudaraku, para ikhwan. JANGAN TAWARKAN KEISENGAN ATAS NAMA TAARUF KETAHUILAHKAMI ADALAH WANITA YANG BERBEDA! PADA KAMI!

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (Al Baqarah, 2: 45)

3 Kisah Wanita Yang Menjajakan Keperawanannya

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya: Maaf, nona Apakah anda sedang menunggu seseorang? Tidak! Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain. Lantas untuk apa anda duduk di sini? Apakah tidak boleh? Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam.. Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami. Maksud, bapak? Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual Kata wanita itu dengan suara lambat. Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur. Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. Saya ingin menjual diri saya, Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu. Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Mari ikut saya, Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

anita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung. Apakah anda serius? Saya serius Jawab wanita itu tegas. Berapa tarif yang anda minta? Setinggi-tingginya. . Mengapa? Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu. Saya masih perawan Perawan? Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini..Pikirnya Bagaimana saya tahu anda masih perawan? Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan Kalau tidak terbukti? Tidak usah bayar Baiklah Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan. Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda. Cobalah. Berapa tarif yang diminta? Setinggi-tingginya. Berapa? Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah. Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? Tidak adakah yang lebih tinggi? Ini termasuk yang tertinggi, Petugas satpam itu mencoba meyakinkan. Saya ingin yang lebih tinggi Baiklah. Tunggu disini Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri. Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? Tidak adakah yang lebih tinggi? Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda,

andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh Saya ingin tawaran tertinggi Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu. Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat. Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. Kata petugas satpam itu dengan agak kesal. Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua. Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? Kata petugas satpam itu dengan sopan. Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu Berapa? Tanya pria itu kepada Wanita itu. Setinggi-tingginya Jawab wanita itu dengan tegas. Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? Kata pria itu kepada sang petugas satpam. Rp.. 6 juta, tuan Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu. Bagaimana? tanya pria itu. Saya ingin lebih tinggi lagi Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut. Bawa pergi wanita ini. Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras. Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? Tentu! Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu Saya minta yang lebih tinggi lagi Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.

Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya. Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: Pak, apakah anda butuh wanita Huh Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya. Ada wanita yang duduk disana, Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini. Dia masih perawan.. Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. Benarkah itu? Benar, pak. Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu Dengan senang hati. Tapi, pak Wanita itu minta harga setinggi tingginya. Saya tidak peduli Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu. Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah . Kata petugas satpam itu dengan nada kesal. Mari kita bicara di kamar saja. Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya. Di dalam kamar Beritahu berapa harga yang kamu minta? Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit Maksud kamu? Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih . Hanya itu Ya !

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat. Siapa nama kamu? Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar Kata wanita itu Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! Ada ! Kata pria itu seketika. Sebutkan! Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya. Saya tidak mengerti Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar Dan, apakah bapak ikhlas? Apakah uang itu kurang? Lebih dari cukup, pak Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? Silahkan Mengapa kamu begitu beraninya Siapa bilang saya berani. Saya takut pak Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan Keyakinan apa? Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar.

Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini Kesadaran .. . . Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya. Kamu sudah pulang, nak Ya, bu Kemana saja kamu, nak Huh Menjual sesuatu, bu Apa yang kamu jual? Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum *`*.*`*.*`*.*`*.*`*. Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan. *`*.*`*.*`*.*`*.*`*. Kini saatnya ibu untuk berobat Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: Tuhan telah membeli yang saya jual . Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi: Antar kami kerumah sakit @Ma'af Beribu Ma'af jika ada yang salah dalam cerita ini. Astaqfirullahal'azim. (`v) ~ `.. *`*.*`*.*`*.*`*.*`*.az.

4 UKHTI.....IKHWAN JUGA MANUSIA..

oleh Annisa Syuhada Ummu Abdillah pada 13 Mei 2011 jam 11:41 Bismillaahirrohmaanirrohiim isaat seorang ikhwan baik-baik menawarkan diri kepada seorang akhwat untuk menikahinya, itu bukanlah hal mudah baginya. Ikhwan juga manusia! Tentu si ikhwan sudah berfikir dan memperhitungkan sebaik-baiknya apa dampak positif dan negatifnya, bagaimana besarnya maslahat dan mudhorotnya. Apakah Alloh Azza wa Jalla meridhoi langkah-langkahnya atau justru Alloh Azza wa Jalla murka dengan langkah yang dia ambil. Sepatutnya ia harus berfikir terlebih dahulu, bagaimana ia harus bersikap jika proposalnya di tolak dan bagaimana ia harus bersikap bila proposalnya di terima. Begitulah seharusnya seorang calon Imam mengambil langkah. Bila ikhtiar dan doa telah dilakukan, maka sepatutnyalah ia menyandarkan diri kepada Alloh Taala, dan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya semata.

Sebagaimana disepakati oleh al-Bukhari muslim telah diriwayatkan, dimana Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin itu. Alloh tidak menetapkan suatu keputusan baginya melainkan keputusan itu adalah baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, maka ia akan bersabar, dan yang demikian itu lebih baik baginya. Jika mendapatkan kesenangan, maka dia akan bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan hal tersebut tidak akan menjadi milik seorang pun kecuali orang mukmin. (HR. Muslim no.2999. Dari Shuhain rodhiyalloohuanhu) Seorang ikhwan baik-baik akan menawarkan dirinya secara baik-baik pula. Tidak akan melakukan hal-hal yang sekiranya dapat melukai hati seorang akhwat dan mendatangkan murka Alloh Subhanahu wa Taala. Bukan dengan cara-cara yang tercela dan dilarang oleh syariat islam yang mulia. Karena ikhwan baik-baik tahu bagaimana harus memperlakukan seorang akhwat.

Rosululloh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya. Berwasiatlah kepada wanita yang baik. Sebab, mereka diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian

atasnya. Jika engkau meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok. Oleh karena itu, berwasiatlah kepada wanita dengan baik. (Hadist shohih : Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no.5185-5186) dan Muslim (no.1468 (62)), dari Abu Hurairoh rodhiyalloohuanhu) Dalam riwayat Tirmidzi, Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang paling baik diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap kaum wanitanya (istri, saudara wanita atau anak-anak wanita Dan ikhwan yang baik-baik akan sangat berHATI-HATI dalam membawa HATI serta memikat HATI, karena ketakutannya dengan murka Alloh Subhanahu wa Taala. Dan Alloh Taala memuji orang-orang yang takut didalam Kitab-Nya dan menyanjung mereka. Sesungguhnya orang-orang yg BERHATI-HATI karena takut akan (adzab) Robb mereka, dan orang2 yang beriman terhadap ayat-ayat Robb mereka, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Robb mereka (sesuatu apapun), dan orang-orang yg memberikan apa yg telah mereka berikan, dengan HATI YANG TAKUT, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Robb mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. (QS. AlMukminun : 57-61) Sesungguhnya ikhwan baik-baik yang menjaga Alloh dalam setiap hembusan nafasnya, akan memiliki tiga pilar sentral, yaitu Mahabbah (Cinta), Khauf (Takut) dan Roja (Harap) didalam hatinya. Sebagaimana firman-Nya : Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Alloh (QS. Al-Baqoroh : 165) Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan HARAP dan CEMAS. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami. (QS. Al-Anbiya : 90) Mereka tidak mengedepankan hawa nafsu dan syetan. Mereka memiliki visi dan misi untuk selalu memperoleh ridho Alloh Taala, dengan mencari kebenaran yang tak henti-hentinya dan senantiasa ada taubat disetiap hembusan nafasnya. Ya ukhty, KETAHUILAH DAN INGATLAH!!! Bahwa mereka tidak akan pernah mencapai tingkat kesempurnaan, karena mereka juga manusia, sama hal-nya seperti antunna. Tak akan ada yang mampu menyerupai ummul mukminin Khodijah binti Khuwailid. Sebagaimana Rosulullooh Sholalloohu alaihi wa Sallam bersabda : Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imron. Sebaik-baik wanita ialah Khodijah binti Khuwailid. (HR Muslim dari Ali bin Abu Thalib radiyallahu anhu).

Tapi yang harus diperhatikan adalah adakah didalam dirinya semangat untuk bertaubat dan memperbaiki diri dengan cara yang benar? Karena begitu banyak orang lain menginginkan kebenaran, tapi caranya salah! Sebagaimana Ibnu Masud berkata : Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak benar caranya!Sesungguhnya Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Nanti akan ada kaum yang membaca al-Quran tidak melewati tenggorokan mereka! Untuk mengetahui hal ini, maka dapat dibuktikan dengan pola berfikirnya, apakah dia tunduk kepada Kitabulloh, Sunnah Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam & Sunnah Khulafaur Rasyidin atau justru tunduk kepada HAWA NAFSUnya dan syetan??? Jika akal tunduk kepada hawa nafsu & syetan, bukan termaksudkan nafsu syahwat saja, namun bagaimana dia mengedepankan hawa nafsunya dalam mencari kebenaran. Disinilah letak awal siapa dia. Begitu banyak ikhwan lulusan pesantren-pesantren, tapi begitu banyak pula yang hasilnya bermain dengan hawa nafsu dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, terjadilah penolakan-penolakan terhadap sebagian firman-firman Alloh Subhanahu wa Taala dan sabdasabda Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam karena dianggapnya tidak sesuai dengan zaman saat ini. Naudzu billah min zalik. Mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa ISLAM SUDAH SEMPURNA dan Rosululloh Shollallohualaihi wa Sallam telah bersabda : Sungguh, aku tinggalkan kalian diatas ISLAM yang putih bersih, malamnya seperti siangnya. Tidaklah berpaling dari ISLAM yang putih bersih ini sepeninggalku, melainkan akan BINASA. (HR. Ibnu AbiAshim & Ibnu Majah)

Begitukah taubat dan memperbaiki diri yang benar??? Menurut penulis, hidup bersama orang seperti itu adalah hal yang paling menakutkan. Sebaliknya, walaupun kenyataannya lebih banyak laki-laki yang gila dunia dan lupa Sang Khalik (penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati). Tapi diantara mereka, ada laki-laki biasa. Dia tidak pernah mengikuti pesantren atau sekolah Islam lainnya, tapi memiliki keinginan untuk senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri dengan menundukkan akal-nya kepada Kitabulloh, Sunnah Rosululloh Shollallohualaihi wa Sallam & Sunnah Khulafaur Rasyidin. Rosululloh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Sungguh ada beberapa kaum bila mereka banyak berbuat kesalahan-kesalahan, maka mereka bercita-cita menjadi orang-orang yang Alloh

Azza wa Jalla akan mengganti kesalahan-kesalahan mereka dengan kebajikan (Hadist hasan riwayat al-Hakim (IV/252), dari Shahabat Abu Hurairoh)

Maka menurut antunna, mana yang lebih baik diantara mereka yang telah disebutkan diatas? Jawabnya adalah berdasarkan sabda Rosulullooh Shollalloohu alaihi wa Sallam : Setiap anak Adam banyak berbuat salah dan sebaik-baik orang yang banyak berbuat kesalahan adalah yang banyak bertaubat (HR. Ahmad,at-Tirmidzi, Ibnu Majah & al-Hakim)

Mengapa dengan taubat? Karena TAUBAT adalah langkah pasti untuk menuju istiqomah dan menyongsong HIDAYAH ALLOH Taala, menjauhkan diri dari ketergelinciran dan kenistaan. Ia adalah pintu kehormatan yang dibuka bagi para pendosa untuk kembali tanpa DITUNDA-TUNDA. Sesungguhnya taubat disisi Alloh hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima ALLOH taubatnya, dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa : 17) Orang yang bertaubat kepada Alloh ialah orang yang kembali dari perbuatan maksiat menuju perbuatan TAAT. Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah rohimahullooh mengatakan :Taubat merupakan awal persinggahan, pertengahan dan akhir perjalanan hidup. Seorang hamba yang sedang mengadakan perjalanan menuju Alloh Taala tidak boleh lepas dari taubat hingga ajal menjemputnya. Taubat merupakan awal langkah seorang hamba kepada Alloh dan kesudahannya. Dan kebutuhan seorang hamba terhadap taubat diakhir hayatnya teramat penting dan sangat mendesak. Sebagaimana juga taubat dibutuhkan di awal perjalanan hidup seorang hamba. (Madaarijus Saalikiin (I/98). Itulah titik awal yang harus diperhatikan untukmu duhai Ukhty. Karena Alloh Taala sangat mencintai orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana firman-Nya :Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang TAUBAT dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqoroh : 222) Maka, selayaknyalah kita turut mencintai orang-orang yang senantiasa bertaubat dan memperbaiki diri. Bukan begitu?!? Dan tentu saja, untuk itu dibutuhkan ILMU. Maka terus meneruslah berada di majelis ilmu untuk menuntut ILMU. Karena menuntut ilmu syari hukumnya WAJIB! Dan Taubat adalah kewajiban seumur hidup!

Ukhtyfillah yang dirahmati Alloh Subhanahu wa Taala, jika engkau menginginkan ikhwan baikbaik untuk mengkhitbahmu, maka sebagaimana dirimu, si ikhwan pun dianjurkan untuk mencari akhwat baik-baik. Yang harus menjadi instropeksi diri adalah apakah diri ini sudah menjadi akhwat baik-baik? Karenanya terus meneruslah kita bertaubat dan memperbaiki diri dengan ILMU, Alloh Taala berfirman: Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuanperempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuanperempuan yang baik (pula) (QS. An-Nuur :26) Ya ukhty,langkah selanjutnya ketika laki-laki baik-baik datang untuk mengkhitbahmu, maka perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam berikut : Jika datang kepada kalian seseorang yang kalian ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dibumi dan kerusakan yang besar. Masalahnya sekarang adalah kebanyakan akhwat masih LEBIH mempermasalahkan HARTA dibandingkan dengan AGAMA. Pengaruh materialisme telah banyak menimpa para akhwat dan orang tuanya. Tidak sedikit dari mereka, pada zaman sekarang ini, yang selalu menitikberatkan pada kriteria banyaknya harta, keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja dalam memilih calon jodohnya. Masalah kufu (sederajat, sepadan) hanya diukur berdasarkan materi dan harta saja. Sementara pertimbangan agama tidak mendapat perhatian yang serius. Padahal, Islam sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal pernikahan. Dengan adanya kesamaan antara kedua suami istri itu, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islam, insya Alloh akan terwujud. Tapi kafa-ah menurut Islam diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang, bukan diukur dengan banyaknya harta, status social, keturunan, dan lain2. Hendaklah seorang akhwat dan orang tuanya benar-benar waspada terhadap fitnah yang akan ditimbulkannya, karena diantara manusia ada yang terseret oleh kecintaannya yang berlebihan terhadap seorang akhwat sehingga ia berbuat durhaka kepada orang tua, memutuskan tali silaturahmi dan berbuat kerusakan dibumi, sehingga laknat Alloh menimpanya. Dan yang paling banyak diantara manusia ada yang diseret oleh kecintaannya kepada seorang akhwat untuk mencari harta yang haram guna memenuhi kecintaannya dan memuaskan syahwatnya. Maka hendaklah seseorang berhati-hati terhadap fitnah wanita. Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita. (Shahih, HR al-Bukhari (no.5096) dan Muslim (no.2740(97)), dr Shahabat Usamah bin Zaid rodhiyalloohuanhu)

Sesungguhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Alloh menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada didalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh Karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani Israil adalah karena wanita (Shahih, HR Muslim (no.2742 (99), dr Shahabat Abu Said al-Khudri rodhiyalloohuanhu) Ya ukhty, sadarilah, bahwa kita adalah sumber fitnah yang paling utama. Sumber penyakit yang paling utama. Sadarilah, bahwa jika kita tidak mengekangnya, maka akan timbul kerusakan dimuka bumi ini Ukhty perhatikanlah sabda Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam berikut : Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni Neraka. Dikatakan, Wahai Rosulullooh, siapakah yang selalu berbuat fasik itu? Beliau menjawab,Para wanita. Seorang Shahabat bertanya,Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, saudara-saudari kita, dan isteri-isteri kita? Beliau menjawab,Benar. Akan tetapi apabila mereka diberi sesuatu, mereka bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak sabar. (Shahih, HR Ahmad (III/428,IV/604) dr Shahabat Abdurrahman bin Syabl rodhiyalloohuanhu. Ukhty, mari kita jaga diri ini dari siksa api neraka Jagalah Alloh Subhanahu wa Taala, niscaya Alloh Taala akan menjagamu. Jagalah Alloh, maka engkau akan mendapati-Nya dihadapanmu Ya ukhty, Jika memang kau masih bersih kukuh juga dengan masalah harta, jika kau masih juga mempermasalahkan harta. Maka simaklah firman Alloh Subhanahu wa Taala berikut : Sesungguhnya HARTA dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan disisi Alloh-lah pahala yang besar. (QS. At-Thoghoobun : 15) Dalam kitab Ibnu Katsir dijelaskan, bahwa sesungguhnya harta dan anak itu akan menjadi bahan UJIAN DAN COBAAN dari Alloh Taala bagi makhluk-Nya agar Dia mengetahui siapakah hamba-hamba-Nya yang taat dan yang durhaka kepada-Nya. Dan disisi Alloh pada hari Kiamat kelak adalah PAHALA YANG BESAR. Maka ukhty, berhati-hatilah dengan syirik yang tak nampak, yaitu dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali daripada jejak semut yang merayap diatas batu hitam ditengah kegelapan malam. Syirik yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Syirik seperti ini adalah seperti syirik dalam ucapan (selain perkara keyakinan). Salah satu contoh yang sering kita jumpai adalah MENGGANTUNGKAN NASIB KEPADA MAKHLUK YANG TIDAK DAPAT BERBUAT APA- APA. Lidah ini begitu mudahnya bersandar pada makhluk yang tidak mampu berbuat sedikitpun. Terlalu menggantungkan nasib kepada makhluk-Nya dengan memperhitungkan kemampuan manusia (PEKERJAAN & HARTA). Ada sebagian akhwat yang beranggapan

bahwa dia tidak dapat hidup dengan laki-laki yang penghasilannya jauh dibawah dia. Tak tahukah engkau ya ukhty, bahwa : Rosulullooh Shollalloohu alaihi wa Sallam bersabda : Sesungguhnya Alloh adalah Pencipta semua pekerja dan pekerjaannya. (HR. al-Hakim I/31-32, dan Majma az-Zawaid VII/197) Demi Alloh, bukan kuasa kita untuk memberikan rizki kepada diri kita maupun keluarga kita. Bukan pula kuasa itu karena kemampuan suami. Alloh Taala-lah yang berkuasa. Bahkan hembusan nafas kita-pun dikuasainya oleh-Nya. Lantas mengapa kita masih menyandarkan diri kepada selain Alloh Taala? Dan Allah jadikan bagimu dari diri-dirimu sendiri berupa isteri, lalu Dia jadikan bagimu dari isteri-isterimu berupa anak-anak dan cucu, dan Dia memberimu rezeki yang baik-baik. (QS. An-Nahl : 72) Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui. (QS An-Nur: 32) Rosulullooh Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda: Carilah oleh kalian rizki dalam pernikahan (dalam kehidupan berkeluarga). (HR Imam Dailami dalam musnad Al Firdaus) Ya ukhty, selayaknya bagimu untuk mempermudah ikhwan yang akan mempersuntingmu!!! Sungguh mereka juga manusia yang dapat dengan mudahnya tergoda oleh syetan dan hawa nafsu yang disebabkan oleh FITNAH yang paling utama, yaitu WANITA. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi Shollalloohualaihi wa Sallam bersabda : Sesungguhnya diantara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya, dan mudah rahimnya. (Hasan, HR. Ahmad (VI/77,91), Ibnu Hibban (no.1256-Al-Mawaarid) dan alHakim (II/181)) Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah (Shahih, HR. Abu Dawud (no 2117), Ibnu Hibban (no.1262-al-Mawaarid), dan ath-Thobrani dlm Mujamul Ausath (I/221,no 724), dr Uqbah bin Amir rodhiyalloohuanhu) Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan kebaikan yang banyak padanya (QS. An-Nisaa:19) Ya ukhty, rubahlah dirimu, semoga Alloh menganugerahi seorang Imam yang sholeh. Amin

5 Tiada lagi kata-kata indah

oleh Pohon Korma pada 13 Mei 2011 jam 14:04

ama jangan menangis lagi, Renata kan milik Allah. Kata-kata ini seketika meluncur begitu saja dari bibir Renata seakan ingin menghapus kesedihan sang Mama. Renata, ini obatnya diminum, ada berapa? tukas sang Papa. Ada tiga, jawab Renata pendek.

Bismillah Ya Allah, aku adalah milik-Mu dan aku akan kembali kepada-Mu. Sembuhkan aku dengan obat ini, berilah orang tuaku kesabaran dan rizki, lanjutnya seraya meminum obatnya. Tak dinyana, kalimat-kalimat itu adalah ucapan terakhir Renata karena tak berapa lama kemudian ia pun tak sadarkan diri dan melewati hari-hari terakhirnya tanpa kesadaran di ruang PICU R.S. Fatmawati. Meningitis -radang selaput otak- telah menghampirinya hingga Allah menetapkan maut menjemputnya empat puluh hari kemudian. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiun. Ucapan terakhir itu seakan menjadi gambaran perjalanan hidup Renata, si gadis kecil itu. Belum hilang dari ingatan sang Mama saat putri kecilnya itu selalu mendampingi dan mengalirkan kalimat-kalimat nasihat. Mama, kalau beli ayam hati-hati; harus tanya dulu motongnya pakai bismillah tidak? Mama, kenapa enggak pakai jilbab? Khan wajib. Anjing itu bisa najis kalau terkena jilatannya. Harus dicuci pakai tanah dan air. Orang sebelah harus diingatkan kalau anjingnya main-main ke rumah. ***** Kini, gadis kecil itu telah pergi, tak ada lagi kalimat-kalimat indah itu. Tak ada lagi celotehan riangnya saat berangkat mengaji. Bahkan tak ada lagi yang membangunkan orang rumah untuk shalat Shubuh. Ia terbiasa bangun lebih awal saat adzan berkumandang, tutur sang Papa.

Renata ingin lihat Mama pakai jilbab,tutur Renata suatu hari sebelum ia tak sadarkan diri. Seolah-olah selama ini ia ada untuk mengingatkan dan menasihati kami, kenang sang Mama. ***** Wahai Mama, bersabarlah. Yakinlah putrimu ini, dengan izin Allah, akan berbuah pahala bagimu untuk meraih surga yang dijanjikan. Tidakkah engkau ingat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda: Benar-benar ada lima hal yang sangat berat takarannya di akhirat kelak, yaitu ucapan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar dan anak shalih yang meninggal sedang orang tuanya bersabar dan berharap pahala kepada Allah dari musibah itu. [1] Wahai Papa, janganlah larut dalam kesedihan. Yakinlah, ini bukan perpisahan abadi bahkan ini adalah awal dari kebersamaan abadi, dengan izin Allah. Bukankah Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyampaikan: Bahwa pada hari kiamat anak-anak kecil akan berdiri lalu dikatakan kepada mereka, Masuklah ke surga! Merekapun menjawab,(Kami akan masuk) jika bapak dan ibu kami masuk juga ke surga. \"...Maka diserukan kepada anak-anak kecil itu, Masuklah kalian dan bapak (orang tua) kalian ke surga! [2] ***** Ya Allah, Ar-Rahman Ar-Rahim, Engkau telah memberi amanah kepada kami seorang putri, yang kami didik agar menjadi putri sholehah yang bertaqwa kepada-Mu dan kini Engkau telah memanggilnya. "Ya Allah, dengan amal kami ini jadikanlah putri kami syafaat bagi kami. Jadikanlah putri kami ini salah satu dari anak-anak kecil yang menanti orang tuanya di pintu surga untuk masuk bersama-sama. Amin. ----------------------------------Renata Aulia Anjani meninggal di usia 7 tahun pada 26 April 2011 akibat meningitis - radang selaput otak. Renata adalah siswi kelas 1 Madrasah Ibitidaiyah As-Sa'adatuddarain I Pamulang Tangerang Selatan. Kisah di atas merupakan penuturan kedua orang tuanya kepada Tim Sahabatku Sehat Al-Sofwa, yang telah melakukan dampingan sejak Renata dirawat di RS.Fatmawati. Semoga Allah merahmatinya dan semoga kisah ini menjadi hikmah bagi kita. Amin. -------[1]. HR. An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim; dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih atTarghib wa at-Tarhib 2/214 no.2009.

[2]. Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya 28/174 dan dinilai baik oleh Al-Arna\'uth. Hadits ini dikuatkan oleh hadits-hadits shahih lain yang semakna oleh Imam Muslim, An-Nasai dan yang lainnya. Lihat Shahih at-Targhib wa at-Tarhib dan juga Fatawa Al-Azhar 8/104.

6 Ngapain Juga Sih Gw Ngaji !!!

Arif : Cuy, gue pinjem Qur'an Lu dunk.. duh seharian gw Belum ngaji sama skalii inii .. Gw lupa bawa mushaf pas berangkat ke rumah lu tadi Joko : Yah rip, Qur'an gw ilaang dari kapan tauuuu.. Arif : Ilang ? sejak kapan ? Joko : Beeeehhh, udah lama banget, sejak gw lulus SMA Arif : Eh busseettt, udah 4 taun lu kgak punya Qur'an ?Jangan bilang udah 4 taun juga Lu kgak pernah ngaji .. Joko : Yaaa iyyyaaa laaahhh .. Lu gimana sih, jelas-jelas gw kga punya! Udah ah, GAK PENTING tau ngaji.. mana ntu hurup KRIWIL-KRIWIL gak jelas, Liak-Liuk bisa bikin mata gw MINUS.. Arif : Ih Elu kok gtu siih Tapi Lu masih bisa ngaji kaaann ? Joko : Bisa dooonggg, kan kita dulu sama-sama di SD Islam Al-Fajar, diajarin cara ngaji sama Pak Budi .. Masa Elu Lupa!! Udah kaya kakek gw pelupa mulu ampe BETE gw kalo ngobrol ama die Arif : Lha trus trus, kalo Lu masih bisa ngaji knapa Lu kgak ngaji ?? Joko : Gw belum dapet hidayah Rip Arif : Idiiih, masa Lu harus nunggu dapet hidayah ?? Lahhhh, kalo ampe Lu mati Lu kagak dapet hidayah, gmana ntu ? Joko : Ya biarin aja Arif : sembarangan Lu ngomong!!! Joko : Ya elaaahh Rip, yg penting kan gw gak lupain sholat 5 waktu !! Lha kan amalan pertama yg ditanya ntar sholatnya !! kalo sholatnya bae, ya kesono-sononya juga bae Lu gak denger apa kata Haji Umam pas ceramah kemaren !! Lagi-lagi Lu lupa deh.. ! Arif : I.iiiya siiih, tapi kaaann Joko : Hayooo mau ngomong apa Lu ???? kalah kan Lu ama gw !!! hahaha Arif : Kooo, apa Lu gak bangga sebagai muslim ?

Joko : Ya jelas bangga dong meeenn buktinya gw masih solat.. taraweh di masjid gw pake koko rapiihh, ampe tetangga kita yang bening ntu naksir ma gw .. ahaha Arif : Trus Lu bangga gak dengan pedoman hidup Lu ?? Joko : maksud Lu Qur'an ?? Arif : ya iya laaaahhh. Masa komik DN Angel .. ! Joko : Jelas bangga dong boy .. kan Qur'an itu nunjukin ke arah kebaikan Arif : Trus knpa Lu kgak baca ???!!! Joko : nah ntu dia Rip, BELUM DAPET HIDAYAH !!!! Arif : Ko, apa Lu pikir hidayah itu harus ditunggu ? Joko : Ya iya lah Rip Arif : tanpa ada usaha ?? Joko : Yoyoooiii Arif : Skarang gini deh, Lu ada program Qur'an digital gak d komputer Lu ? Joko : ada Arif : Coba Lu buka deh Joko : Udeh.. Lu mau apa sii ? mau nyuruh gw baca Qu'ran lewat monitor computer ? Ogah ah, kgak enak tau baca dari monitor.. Tar mata gw JURING Arif : gw gak nyuruh lu untuk itu kok, coba deh di program ntu, Lu masuk fasilitas SEARCH, trus Lu ketik kata lautan.. trus enter Joko : Udeh boy Arif : coba deh Lu itung tuh, kata lautan ada berapa di Qur'an? Joko : Idih, ogah banget deh gw dsuruh ngitung!! emank gw BABU Lu! Arif : gw kasih wafer satu bungkus deh, ni udah gw siapin khusus buat Lu.. Joko : bener yeee awas Lu bo'ong mmm .. atu, dua .. ada 32 kali cuy Arif : sekarang coba Lu ketik daratan, ada berapa ntu kata di Qur'an ? Joko : atu dua tiga .. lebih banyak cuy, ada 45 ..!! Ntar dulu deh, maksud Lu nyuruh gw ngitung-ngitung kyak anak SD gini buat apa siii ? gak jelas banget kayaknya

Arif : Udeh deh, Lu ikutin aja itu angka Lu simpen dulu di otak Lu ye.. skarang gw mau Tanya, jumlah lautan ama daratan di bumi ini banyakan mana si luasnya ?? Joko : ya lautan lah boyy, Lu gmana sih .. Wong lautan aja ampe kurang lebih 70% dari luas permukaan bumi .. kalo gak salah tepatnya 71,111 % Arif : Pinter Lu ?? Joko : Ya elah, itu kan pelajaran geografi SMP, masih dasar jadinya gue ingett Arif : Ok.. masih inget tadi Allah nyebutin kata lautan dan daratan berapa ? Joko : 32 ama 45 Arif : coba Lu bagi 32 dengan 45 .. nih pake kalkulator gw Joko : mmm. Hasilnya .. 0,711111111111 Arif : itu kan baru bilangan desimalnya .. kalo dalam skala 100 % ???? Joko : yaaa berarti jadi 71,111111 % . Arif : gmana menurut Lu ? Joko : gimana apanya ? Arif : ya itu tuuu .. ituuuhhh, angka 71,11111 % .. kata Lu jumlah lautan kisarannya ada 71,1111 % dari luas permukaan bumi Joko : Iya Rip ye, sama banget sama perhitungan gw ini Arif : Itu baru satu contoh keajaiban Al-Qur'an bro masih banyak prediksi Qur'an yang di kemudian hari bener!! Joko : keren juga ya btw, kok Lu bisa pinter Rip ? perasaan Lu dulu rada-rada bandel deh Arif : Ya itu karna gw sering ikut pengajian ko, makanya gw tau .. di samping ngaji gw juga baca-baca buku agama.. jadinya tau deh.. Nih ada pertanyaan lagi, Lu kan anak farmasi, pasti tau dunk.. nomor massa besi berapa ? Joko : ada yang 56, 57, ama 58 gr/mol Cuma yang stabil ntu 57 gr/mol Arif : Coba Lu liat surat ke 57 di Qur'an digital Lu ntu. Itu surat apa ? Joko : Surat Al-Hadiid.. Arif : Artinya ?? Joko : artinya Besi

Arif : Tuh kan klop! 57 . !! Gak mungkin ini suatu kebetulan, Penyusunan Al-Qur'an itu udah hampir 14 abad yang lalu.. Orang dulu mana tau nomor massa besi yang terstabil 57 gr/mol .. !! Ini emang udah Alloh rancang supaya kita bisa ngambil hikmah kalo Quran ini bener dari Alloh datangnya, luar biasa, supaya kita gak segan-segan untuk ngebacanya.. Joko : Iya Rip, Qur'an keren yaa Gw gw baru tau Parah banget gw kgak pernah baca kitab gw sendiri, padahal di dalemnya isinya luar biasa dahsyat Gw ngerasa ilmu agama gw cetek banget . Gw males banget Cuma baca Qur'an .. Gw gw (tertunduk lesu) Arif : Nih Ko, gue mau kasih tau ke Lu .. hidayah itu gak akan bisa dateng kalo kita Cuma nunggu sambil males-malesan.. sampe MATI juga bisa-bisa ntu hidayah untuk ngaji gak kan dateng Lu tau Salman AlFarishi kan?? Sahabat Nabi yang terkenal di perang Khandaq pas kaum muslimin udah dikepung di dalem kota.Tapi dia ngusulin bkin parit di sepanjang lingkar kota yang gak ketutupan bukit. Alhasil, kaum muslimin menang!! Joko : maksud Lu ? Arif : itu Cuma selingan.. balik lagi ke yang tadi .. hidayah itu bisa dateng kalo disertai usaha juga! Orang mau berhenti mabok, tapi kalo masih temenan ama yang mabok-mabok, masih ke diskotik, ya pasti ujung-ujungnya kena juga .. Sama aja kayak si Salman ini.. dia ntu dulu lahir d tanah Persia, terlahir sebagai penyembah Api, agamanya Majusi.. Tapi, suatu ketika ia sadar cara beribadahnya salah.. Ia keluar dari agamanya, tapi yang ia dapet kakinya malah dirantai sama bokapnya Akhirnya ia ketemu sama pemuka agama yang lewat depan rumah. Atas ijin Alloh lepaslah tu rantai dan dia ikut belajar sama pemuka agama ntu. Sekian lama belajar, eh ntu guru udah tua dan gak bisa lagi ngajarin Salman. Akhirnya ia disuruh ke pemuka agama yang lain atas rekomendasi gurunya ntu. Akhirnya pindahlah ia ke daerah Mosui. Setelah beajar di sana, si guru yang baru juga udah tua, sakitsakitan, dan nyuruh salman pergi ke guru yang lain di Amuria. Itu di daerah Romawi boy, Lu bayangin aja pindah sejauh itu ! Akhirnya pindah lagi deh die. Sesampainya di sana, ketemulah ia sama ntu guru. Ia belajar sekian lama, sampai suatu waktu ntu guru juga udah gak sanggup dan minta Salman pergi.. Si Guru berpesan ke Salman kalo sekarang udah ada nabi terakhir yang turun, lokasinya di daerah yang ditumbuhi pohon kurma dan datarannya gersang berpasir. Ntu guru minta Salman supaya nemui tuh orang, karna dia nabi terakhir dan ada cap kenabiannya. Dengan berbagai upaya yang panjang, ia ketemu sama kafilah yang juga menuju ke tanah Arab, si Salman ikut dan singkat cerita ia ketemu dengan Rasulullah Muhammad SAW trus menyatakan diri ke Islamannya!! Hmm, sebenernya ceritanya panjang banget boy, ini gue singkat-singkat aja .. kalo Lu baca shironya Salman yang mencari Tuhan, Gw yakin Lu nangis bacanya Joko : (menitikkan air mata)

Arif : Ya udah Ko, ga pa pa gw Cuma pengen sohib gue tau aja.. Kan kita wajib saling nasihatmenasihati dalam kebaikan bukan ?? Joko : Rip, makasi ya, Lu emang sohib gue .. Gw nyesel banget gak pernah baca Qur'an .. Rip anterin gw ke toko buku ya sekarang Arif : mau ngapain ? Joko : Ya beli Qur'an lah Rip, Kan gw gak punya Qur'an Arif : Alhamdulilah .. terimakasih Ya Alloh pasti Ko, pasti gw anterin hayuu

Setelah peristiwa itu, Joko menjadi rajin mengaji. Setiap setelah maghrib dan shubuh, ia selalu menyempatkan membaca 2-5 lembar Al-Quran. Subhanalloh. Kita pun bisa seperti Joko, selama kita memiliki usaha untuk menjemput hidayah yang kita inginkan.

***

7 Nasehat pernikahan putriku

oleh Nadyana Shop Collections pada 13 Mei 2011 jam 10:34 Melepas Bahtera Mengarungi Samudera "Nasihat Perkawinan" (Abu Khaulah Zainal Abidin)

, , , , , , , , . { { { { { , , { Pagi ini, kita semua berkumpul di majelis yang mulia ini untuk sama-sama menghadiri...dan menjadi saksi...pernikahan, antara: Abu Abdirrohman Yudha dengan Azhyieta Khairunnisa

Kita semua akan menyaksikan satu di antara sekian banyak dari tanda-tanda Kebesaran ALLAH SWT dengan ditegakkan syariat-NYA yang mulia dan suci ini, yakni diikatnya dua hati dari hamba-hamba ALLAH di dalam ikatan yang kuat ,) ) pernikahan. Anak-anakku Yudha dan Citha. Hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah di dalam kehidupan kalian berdua. Sejak hari ini kalian menjadi sepasang suami-isteri, yang darinya kelak akan lahir anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan kalian akan menjadi seorang bapak dan seorang ibu, untuk kemudian menjadi seorang kakek dan seorang nenek, ......insya . Rentang perjalanan hidup manusia yang begitu panjang ... sesungguhnya singkat saja. Begitu pula...liku-liku dan pernik-pernik kerumitan hidup sesungguhnya jugalah sederhana. Kita semua.. diciptakan ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa tidak lain untuk beribadah kepada-NYA. Maka, jika kita semua berharap kelak dapat berjumpa dengan ALLAH Subahaanahu wa ta'alaa ...dalam keadaan IA ridlo kepada kita, hendaklah kita jadikan segala tindakan kita semata-mata di dalam rangka mencari keridloan-NYA dan menyelaraskan diri kepada Sunnah Nabi-NYA Yang Mulia -Shallallahu alaihi wa sallam. (Maka barangsiapa merindukan akan perjumpaannya dengan robb-nya, hendaknya ia beramal dengan amalan sholeh, serta tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun di dalam peribadatahan kepada robb-nya.) (Al Kahfi: 110) Begitu pula pernikahan ini, ijab-qabulnya, adanya wali dan dua orang saksi, termasuk hadirnya kita semua memenuhi undangan ini adalah ibadah, yang tidak luput dari keharusan untuk sesuai dengan syariat ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa. Sesuai dengan syariat Allah; mulai dari niat yang ikhlas , semata mencari keridhoan Allah, disertai keinginan untuk meneladani Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-. Kemudian tentunya di dalam rangka menjaga kehormatan dan kesucian, melangsungkan keturunan, serta taawun alal birri wattaqwa (tolong- menolong di dalam menjalankan ketaatan serta meninggalkan kemashiyatan). Ya, itulah antara lain tujuan pernikahan di dalam Islam.

Oleh karena itu..., kepada anakku Yudha... Saya ingatkan bahwa wanita itu dinikahi karena empat alasan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam:

: : Wanita dinikahi karena empat alasan. Hartanya, keturunannya, kecantikannya,atau agamanya. Pilihlah karena agamanya, niscaya selamatlah engkau. (HR:Muslim) Ya, tentunya kaupun memilih Citha karena alasan agamanya, bukan karena yang lain. Maka ambillah dia sebagai isterimu sekaligus sebagai amanah yang kelak kamu dituntut bertanggung jawab atasnya di hadapan ALLAH. Dengannya dan bersamanya lah kamu beribadah kepada ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa, di dalam suka...di dalam duka. Gaulilah ia secara baik, sesuai dengan yang diharuskan menurut syariat ALLAH. Terimalah ia sepenuh hati, kelebihan dan kekurangannya, karena ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa telah memerintahkan demikian: (Dan gaulilah isteri-isterimu dengan cara yang maruf. Maka seandainya kalian membenci mereka, karena boleh jadi ada sesuatu yang kalian tidak sukai dari mereka, sedangkan ALLAH menjadikan padanya banyak kebaikan.) (An-Nisaa':19) Dan jangan sekali-kali kau bandingkan ia dengan ibumu. Ia adalah calon ibu dari anak-anakmu, insya Allah. Maka, berikan ia kesempatan dan kemudahan untuk menjadi ibu yang dibanggakan oleh anak-anakmu kelak. Ingatlah pula wasiat Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: (Pergaulilah isteri-isteri dengan baik. Karena sesungguhnya mereka itu mitra hidup kalian) Dan perlakuanmu terhadap isterimu ini menjadi cermin kadar keimananmu, sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-; (Mumin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya) (HR: At-Tirmidzi) Dan kamu -sebagai laki-laki- adalah pemimpin di dalam rumah tangga.

(Lelaki itu pemimpin bagi wanita disebabkan ALLAH telah melebihkan yang satu dari yang lainnya dan disebabkan para lelaki yang memberi nafkah dengan hartanya.) (An-Nisaa': 34) Maka agar kamu dapat memimpin rumah tanggamu, penuhilah syarat-syaratnya, berupa kemampuan untuk menafkahi, mengajari, dan mengayomi. Raihlah kewibawaan agar isterimu patuh di bawah pimpinanmu. Jadilah suami yang bertanggungjawab, arif dan lemah lembut , sehingga isterimu merasa tentram dan hangat di sisimu. Berusahalah sekuat tenaga menjadi teladan yang baik baginya, sehingga ia bangga bersuamikan kamu. Ya, inilah saatnya untuk membuktikan bahwa kamu laki-laki sejati, laki-laki yang bukan hanya lahirnya.

Kepada Citha... Saya ingatkan kepadamu akan sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- : : - :

. Jika datang kepadamu (-wahai para orang tua anak gadis-) seorang pemuda yang kau sukai akhlaq dan agamanya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan menyebarnya kerusakan di muka bumi. (HR: Ibnu Majah) Dan semoga -tentunya- suamimu ini datang dan diterima karena agama dan akhlaqnya, bukan karena yang lain. Maka hendaknya engkau pun meluruskan niat. Sambutlah Syamsul sebagai suami sekaligus pemimpinmu. Jadikanlah perkawinanmu ini sebagai wasilah ibadahmu kepada ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa. Camkanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: (Seandainya aku boleh memerintahkan manusia untuk sujud kepada sesamanya, sungguh sudah aku perintahkan sang isteri sujud kepada suaminya.) (HR: At-Tirmidzi) Karenanya sekali lagi saya nasihatkan , wahai Citha... Terima dan sambutlah suamimu ini dengan sepenuh cinta dan ketaatan.

Layani ia dengan kehangatanmu... Manjakan ia dengan kelincahan dan kecerdasanmu... Bantulah ia dengan kesabaran dan doamu... Hiburlah ia dengan nasihat-nasihatmu... Bangkitkan ia dengan keceriaan dan kelembutanmu... Tutuplah kekurangannya dengan mulianya akhlaqmu... Manakala telah kamu lakukan itu semua, tak ada gelar yang lebih tepat disandangkan kepadamu selain Al Maratush-Shalihah, yaitu sebaik-baik perhiasan dunia..Sebagaimana Sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: (Dunia tak lain adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.) (HR: Muslim) Inilah satu kebahagiaan hakiki, bukan khayali, yang diidam-idamkan oleh setiap wanita beriman. Maka bersyukurlah, sekali lagi, bersyukurlah kamu untuk semua itu, karena tidak semua wanita memperoleh kesempatan sedemikian berharga semacam ini Kesempatan menjadi seorang isteri dan kesempatan menjadi seorang ibu. Bahkan lebih dari itu, kesempatan diundang masuk ke dalam surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. Yang demikian ini mungkin bagimu selagi kamu melaksanakan sholat wajib lima waktu -cukup yang lima waktu-, puasa -juga cukup yang wajib- di bulan Ramadhan, menjaga kemaluan -termasuk menutup aurat- , dan taat kepada suami. Cukup, cukup itu. Sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-: : (Jika seorang isteri telah sholat yang lima, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya. Dikatakan kapadanya: Silahkan masuk ke dalam Surga dari pintu mana saja yang engkau mau.) (HR; Ahmad)

Juga perlu kau camkan. Jangan pula kau banding-bandingkan ia dengan bapakmu. Ia adalah calon bapak dari anak-anakmu, insya Allah. Maka, beri kesempatan dan kemudahan agar ia menjadi bapak yang dibanggakan oleh anak-anaknya. Anak-anakku, Yudha dan Citha..., Melalui rangkaian ayat-ayat suci Al Quran dan Hadits-Hadits Nabi Yang Mulia, kami semua yang hadir di sini menjadi saksi dan mengantarkan kalian berdua memasuki gerbang kehidupan yang baru, bersiap-siap meninggalkan ruang tunggu dan mengakhiri masa penantian kalian yang lama. Kami semua hanya dapat mengantar kalian hingga di dermaga. Untuk selanjutnya, bahtera rumah-tangga kalian akan mengarungi samudra kehidupan, yang tentunya tak sepi dari ombak, bahkan mungkin badai. Karena itu, jangan tinggalkan jalan ketaqwaan. Karena hanya dengan ketaqwaan saja ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa akan mudahkan segala urusan kalian, mengeluarkan kalian dari kesulitan-kesulitan, bahkan mengaruniai kalian rizki. 2 (Artinya: Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan berikan baginya jalan keluar dan mengaruniai rizki dari sisi yang tak terduga.) (Artinya: Dan barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, niscaya ALLAH akan mudahkan urusannya.) (Ath-Thalaq: 3 / 4) Bersyukurlah kalian berdua akan nimat ini semua. ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa telah mengarunia kalian separuh dari agama ini, ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa telah mengarunia kalian kesempatan untuk menjalankan syariat-NYA yang mulia, ALLAH Subhaanahu wa ta'ala juga telah mengaruniai kalian kesempatan untuk mencintai dan dicintai dengan jalan yang suci dan terhormat. Ketahuilah, bahwa pernikahan ini telah menyebabkan kalian harus lebih berbagi. Orang tua kalian bertambah, saudara kalian bertambah, bahkan sahabat-sahabat kalian pun bertambah, yang kesemua itu tentu memperpanjang tali silaturahmi, memperlebar tempat berpijak, memperluas pandangan, dan memperjauh daya pendengaran. Bukan saja semakin banyak yang perlu kalian atur dan perhatikan. Sebaliknya, semakin banyak pula yang akan ikut mengatur dan memperhatikan kalian. Maka, barang siapa yang tidak kokoh sebagai pribadi dia akan semakin gamang menghadapi kehidupannya yang baru.

Juga hendaknya kalian ketahui, bahwa anak-anak yang sholeh dan sholehah yang kalian idam-idamkan itu sulit lahir dan tumbuh kecuali di dalam rumah tangga yang sakinah penuh cinta dan kasih sayang. Dan tentunya tak akan tercipta rumah-tangga yang sakinah, kecuali dibangun oleh suami yang sholeh dan isteri yang sholehah. Akan tetapi, wahai anak-anakku, jangan takut menatap masa depan dan memikul tanggung jawab ini semua. Jangan bersedih dan berkecil hati jika kalian menganggap bekal yang kalian miliki sekarang ini masih sangat kurang. ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa berfirman: (Artinya: "Dan janganlah berkecil hati juga jangan bersedih. Padahal kalian adalah orangorang yang mulia seandainya sungguh-sungguh beriman.") (Ali Imran: 139) Ya, selama masih ada iman di dalam dada segalanya akan menjadi mudah bagi kalian. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling tolong-menolong di dalam kebajikan dan taqwa. Bukankah dengan pernikahan ini kalian bisa saling menutupi kelemahan dan kekurangan masing-masing. Bersungguh-sungguhlah untuk itu, untuk meraih segala kebaikan yang ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa sediakan melalui pernikahan ini. Jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan kepada ALLAH. kemudian jangan merasa tak mampu atau pesimis. Jangan, jangan kalian awali kehidupan rumah tangga ini dengan perasaan lemah ! . (Bersungguh-sungguhlah kepada yang bermanfa'at bagimu, mohonlah pertolongan kepada ALLAH, dan jangan merasa lemah!) (HR: Ibnu Majah) Terakhir, jangan kalian lupa bahwa nikah merupakan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya: (Nikah itu merupakan bagian dari Sunnahku. Maka barang siapa berpaling dari Sunnahku, ia bukanlah bagian dari umatku.) Maka janganlah justru melalui pernikahan ini atau setelah aqad ini kalian justru meninggalkan Sunnah untuk kemudian bergelimang di dalam berbagai bidah dan kemashiyatan. Kepada orangtua dari kedua mempelai...

Terimalah masing-masing mereka sebagai tambahan anak bagi kialian. Malumilah kekurangan-kekurangannya, karena mereka memang masih muda. Bimbinglah mereka, karena inilah saatnya mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Wajar, sebagaimana seorang anak bayi yang sedang belajar berdiri dan berjalan, tentu pernah mengalami jatuh untuk kemudian bangkit dan mencoba kembali. Maka bantulah mereka sampai benar-benar kokoh untuk berdiri dan berjalan sendiri. Bantu dan bimbing mereka, tetapi jangan mengatur. Biarkan.., Karena sepenuhnya diri mereka dan keturunan yang kelak lahir dari perkawinan mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri di hadapan ALLAH Subhaanahu wa ta'alaa. Hargailah harapan dan cita-cita yang mereka bangun di atas ilmu yang telah sampai pada mereka. Keterlibatan kita yang terlalu jauh dan tidak pada tempatnya di dalam persoalan rumah tangga mereka bukannya akan membantu. Bahkan sebaliknya, membuat mereka tak akan pernah kokoh, sementara mereka dituntut untuk menjadi sebenar-benar bapak dan sebenar-benar ibu di hadapan...dan bagi anak-anak mereka sendiri. Ketahuilah, bahwa bukan mereka saja yang sedang memasuki kehidupannya yang baru, sebagai suami isteri. Kita pun, para orang tua, sedang memasuki kehidupan yang baru, yakni kehidupan calon seorang kakek atau nenek - insya . Maka hendaknya umur dan pengalaman ini membuat kita,...para orang tua, menjadi lebih arif dan sabar, bukannya semakin pandir dan dikuasai perasaan. Pengalaman hidup kita memang bisa jadi pelajaran, tetapi belum tentu harus jadi acuan bagi mereka. Jika kelak -dari pernikahan ini- lahir cucu-cucu bagi kalian. Sayangilah mereka tanpa harus melecehkan dan menjatuhkan wibawa orang tuanya. Berapa banyak cerita di mana kakek atau nenek merebut superioritas ayah dan ibu. Sehingga anak-anak lebih taat kepada kakek atau neneknya ketimbang kepada kedua orang tuanya. Sungguh, akankah kelak cucu-cucu kalian menjadi anak-anak yang taat kepada orang tuanya atau tidak, sedikit banyak dipengaruhi oleh cara kalian memanjakan mereka. Kepada semua, baik yang pernah mengalami peristiwa semacam ini, maupun yang sedang menanti-nanti gilirannya, marilah kita doakan mereka dengan doa yang telah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-:

8 Siapa yang tidak mau??

oleh Ummu Muhammad As-Salafiyyah pada 12 Mei 2011 jam 10:22 i Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah.

Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya. Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya. Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang tajub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis. Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakuma fii khairin mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah. Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersamasama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya. Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Ohsegala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ala kulli halin. Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban. Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku. Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya. Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini. Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah taala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang. Sang suami menuturkan, Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan

perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyuannya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku. Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malammalamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Quran yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya. Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya. Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya. Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup. Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi dai besar di kota Madinah. Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata

hidupnya yang tak ternilai dan bukan permata biasa. (Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak).

9 Kapan Terakhir Kali Engkau Mengusap Air Matamu??

oleh Ummu Khubaib pada 11 Mei 2011 jam 21:31 Saudariku yang tercinta... Masihkah engkau ingat kapan terakhir kali engkau mengusap air mata di matamu? Air mata penyesalan, air mata kesedihan, air mata ketakutan, air mata pengharapan? Sudahkah engkau menitikkan dan mengalirkan air mata atas dosa-dosamu?! Dosa memfitnah?! Dosa adu domba?! Dosa matamu yang khianat?! Dosa meninggalkan sholat?! Dosa menyaksikan film-film yang haram dilihat?! Dosa musik, nyanyian dan tari-tarian?! Dosa tenggelam dalam permainan dan kesia-siaan?! Dosa berdusta, curang dan penipuan?! Dosa profesi, dosa politik, dosa seni, dosa pemikiran dan dosa-dosa lain?! Apakah engkau telah meneteskan air mata sebelum datangnya hari penyesalan dan perhitungan?! Sudahkah engkau mengusapnya sebelum kedua mata berbicara?! Sudahkah engkau mengusapnya sebelum nyawa tercabut dari raga?!

Kapan terakhir kali engkau mengusapnya karena dosa-dosa dan maksiat?! Allah subhaanahu wata'aala berfirman yang artinya : "Belumkah datang waktunya bgi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik". [QS. Al Hadid : 16] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Tujuh golongan yang Allah akan memberi mereka naungan dalam naungan-Nya pada hari yang tiada naungan selain naunganNya: seorang imam yang adil; seorang pemuda yang tumbuh berkembang dalam peribadatan kepada Allah; seorang laki-laki yang hatinya tergantung di masjid-masjid; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah; seorang laki-laki yang diajak (bermaksiat) oleh seorang wanita yang memilki kedudukan dan kecantikan, kemudian dia berkata: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah"; dan seorang laki-laki yang bersedekah dengan sedekah yang disembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya; dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian kemudian mengalirlah air matanya". [HR. Al Bukhori (3/51)] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang begadang menjaga (berpatroli) di jalan Allah". [HR. Tirmidzi (6/190)], dishohihkan oleh Al Albani dalam alMisykah (3829) Sebagian salaf berkata : "Aku menangis karena takut kepada Allah lebih aku cintai daripada bersedekah seribu dinar". Saudariku yang tercinta... Menangislah saat engkau sujud! Saat engkau sholat! Saat engkau bersendirian! Menangislah...! Betapa manis dan lezatnya air mata taubat

Sebelum sholat subuh, saat manusia tidur Engkau bersendirian di tempat sholatmu Periksalah dirimu! Periksalah dosa-dosamu! Setiap kita bersalah Sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat Ya Allah... Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu Dari hati yang tidak khusyu' dan dari mata yang tidak bisa menangis Sebagai penutup kukatakan Jika engkau tidak menangis karena dosa-dosamu... Maka siapakah yang akan menangisinya?!

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut Allah hingga air susu kembali ke dalam payudara". (Shohih, Misykatul Mashabih: 2/370 no.3828) "Tebusan dosa adalah penyesalan". [HR. Ahmad dihasankan oleh Syu'aib al Arnauth: 2623] "Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berdosa niscaya Allah akan melenyapkan kalian dan mendatangkan satu kaum yang berbuat dosa lalu mau meminta ampun kepada Allah, dan Allahpun mengampuni mereka". [HR. Muslim: 6914] Tulisan ini ana tujukan utamanya kepada diri ana pribadi, dan juga kepada saudarisaudariku yang ana cintai karena Allah...Semoga kita semua dipertemukan di jannah-Nya kelak, Aamiin...

10 Penyakit Syubhat dan Syahwat

Oleh Muslim Atsari

Rabu, 27 April 2011 14:33

yaithan merupakan musuh nyata manusia. Dia selalu berusaha menjerumuskan manusia kedalam jurang kekafiran, kesesatan dan kemaksiatan. Di dalam menjalankan aksinya itu syaithan memiliki dua senjata ampuh yang telah banyak memakan korban. Dua senjata itu adalah syubhat dan syahwat. Dua penyakit yang menyerang hati manusia dan merusakkan perilakunya.

Syubhat artinya samar, kabur, atau tidak jelas. Penyakit syubhat yang menimpa hati seseorang akan merusakkan ilmu dan keyakinannya. Sehingga jadilah perkara maruf menjadi samar dengan kemungkaran, maka orang tersebut tidak mengenal yang maruf dan tidak mengingkari kemungkaran. Bahkan kemungkinan penyakit ini menguasainya sampai dia menyakini yang maruf sebagai kemungkaran, yang mungkar sebagai yang maruf, yang sunnah sebagai bidah, yang bidah sebagai sunnah, al-haq sebagai kebatilan, dan yang batil sebagai alhaq. (Tazkiyatun Nufus, hal: 31, DR. Ahmad Farid) Penyakit syubhat ini misalnya: keraguan, kemunafikan, bidah, kekafiran, dan kesesatan lainnya. Syahwat artinya selera, nafsu, keinginan, atau kecintaan. Sedangkan fitnah syahwat (penyakit mengikuti syahwat) maksudnya adalah mengikuti apa-apa yang disenangi oleh hati/nafsu yang keluar dari batasan syariat. Fitnah syahwat ini akan menyebabkan kerusakan niat, kehendak, dan perbuatan orang yang tertimpa penyakit ini. Penyakit syahwat ini misalnya: rakus terhadap harta, tamak terhadap kekuasaan, ingin populer, mencari pujian, suka perkara-perkara keji, zina, dan berbagai kemaksiatan lainnya. KEKHAWATIRAN RASULULLAH TERHADAP PENYAKIT SYUBHAT DAN SYAHWAT Rasulullah sholallohu'alaihi wasallam telah mengkhawatirkan fitnah (kesesatan) syahwat dan fitnah syubhat terhadap umatnya. Beliau sholallohu'alaihi wasallam bersabda: Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kamu. Tetapi aku khawatir atas kamu jika dunia dihamparkan atas kamu sebagaimana telah dihamparkan atas orang-orang

sebelum kamu, kemudian kamu akan saling berlomba (meraih dunia) sebagaimana mereka saling berlomba (meraih dunia), kemudian dunia itu akan membinasakan kamu, sebagaimana telah membinasakan mereka. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya dari Amr bin Auf AlAnshari) Dalam hadits lain beliau bersabda: Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan. (HR. Ahmad dari Abu Barzah Al-Aslami. Dishahihkan oleh Syeikh Badrul Badr di dalam taliq Kasyful Kurbah, hal: 21) Syahwat mengikuti nafsu perut dan kemaluan adalah fitnah syahwat, sedangkan fitnah-fitnah yang menyesatkan adalah fitnah syubhat. Kedua fitnah ini sesungguhnya juga telah menimpa orang-orang zaman dahulu dan telah membinasakan mereka. Allah berfirman; (Keadaan kamu hai orang-oang munafik dan musyirikin adalah) seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anakanaknya daripada kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah nikmati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagian mereka, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. 9:69) Syekhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: Allah menggabungkan antara menikmati bagian dengan mempercakapkan (hal yang batil), karena kerusakan agama itu kemungkinan: terjadi pada keyakinan yang batil dan mempercakapkannya (hal yang batil) atau terjadi pada amalan yang menyelisihi itiqad yang haq. Yang pertama adalah bidah-bidah dan semacamnya. Yang kedua adalah amalan-amalan yang fasiq. Yang pertama dari sisi syubhat-syubhat. Yang kedua dari sisi syahwat-syahwat. Oleh karena itulah Salafush Shalih dahulu menyatakan: Waspadalah kamu dari dua jenis manusia: Pengikut hawa-nafsu yang telah disesatkan oleh hawa-nafsunya (inilah fitnah syubhatpen), pemburu dunia yang telah dibutakan oleh dunianya (ini fitnah syahwat-pen).

Mereka juga menyatakan: Waspadailah kesesatan orang alim (ahli ilmu) yang durhaka (karena terkena fitnah syahwat-pen), dan kesesatan abid (ahli ibadah) yang bodoh (karena terkena fitnah syubhat-pen), karena kesesatan keduanya itu merupakan kesesatan tiap-tiap orang yang tersesat. Maka yang itu (orang alim yang durhaka) menyerupai (orang-orang Yahudi) yang dimurkai, orang-orang yang mengetahui al-haq, tetapi tidak mengikutinya. Sedangkan yang ini (abid yang bodoh) menyerupai (orang-orang Nashara) yang sesat, orang-orang yang beramal tanpa ilmu. (Iqtidha Shirathil Mustaqim, hal: 55, tahqiq Syeikh Khalid Abdul Lathif As-Sab Al-Alami) Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah juga berkata: Firman Allah Subhaanahuwata'aala : kamu telah nikmati bagianmu mengisyaratkan pada mengikuti hawa-nafsu syahwat, ini merupakan penyakit para pelaku maksiat. Dan firman Allah: Dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya mengisyaratkan pada mengikuti syubhat-syubhat, ini merupakan penyakit para pelaku bidah, pengikut hawanafsu, dan perdebatan-perdebatan. Dan sangat sering keduanya (penyakit itu) berkumpul. Maka jarang engkau dapati orang yang aqidahnya ada kerusakan, kecuali hal itu nampak pada lahiriyahnya. (Iqtidha Shirathil Mustaqim, hal: 55) BENTENG FITNAH SYUBHAT DAN SYAHWAT Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata: Asal seluruh fitnah (kesesatan) hanyalah dari sebab: mendahulukan fikiran terhadap syara (agama) dan mendahulukan hawa-nafsu terhadap akal.Yang pertama adalah asal fitnah syubhat, yang kedua adalah asal fitnah syahwat. Fitnah syubhat ditolak dengan keyakinan, adapun fitnah syahwat ditolak dengan kesabaran. Oleh karena itulah Alloh menjadikan kepemimpinan agama tergantung dengan dua perkara ini. Allah Subhaanahuwata'aalaberfirman: Dan Kami jadikan di antara mereka (Bani Israil) itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar.Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. 32:24) Ini menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan keyakinan akan dapat diraih kepemimpinan dalam agama. Alloh Subhaanahuwata'aala juga menggabungkan dua hal itu di dalam firmanNya: Dan mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Maka mereka saling menasehati supaya mentaati kebenaran yang menolak syubhat-syubhat, dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran yang menghentikan syahwat-syahwat. Alloh Subhaanahuwata'aala juga menggabungkan antara keduanya di dalam firmanNya: Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yaqub yang mempunyai perbuatanperbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. (QS. 38:45) Maka dengan kesempurnaan akal dan kesabaran, fitnah syahwat akan ditolak. Dan dengan kesempurnaan ilmu dan keyakinan, fitnah syubhat akan ditolak. Wallahul Mustaan. [Kitab: Mawaridul Amaan, hal: 414-415] Maka hendaklah setiap kita berusaha meraih ilmu yang haq dan bersabar di atasnya, sehingga selamat dari penyakit syubhat dan syahwat

11 "13 Cara Memanggil Setan" Menurut Akidah Kita

oleh pada 18 April 2011 jam 17:38 asyarakat sepertinya belum banyak menyadari besarnya bahaya kesyirikan, terbukti dari membludaknya penonton film 13 Cara di atas. Seperti yang diberitakan beberapa media, film yang diproduseri Ki Kusumo ini ternyata mendapat atensi yang luar biasa dari masyarakat, melebihi film lokal lainnya yang dirilis bersamaan. Sebenarnya tanpa harus ikut menyaksikan harusnya seorang yang beriman sadar, dari judulnya saja sudah menegaskan akan muatan kesyirikan di dalamnya. Memanggil setan di dalam Islam adalah kesyirikan dan membatalkan keimanan (kufur), karena cara-caranya yang tidak lepas dari peribadatan kepada selain Allah Taaala. Padahal Allah Taaala telah menegaskan di dalam Kitab-Nya:

Dan barangsiapa menyeru (menyembah) sesembahan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. (QS. Al Muminun:117) Kata menyeru pada ayat di atas yang dalam teks Qurannya yadu berarti juga doa. Dan doa di dalam Islam ada dua pengertian: meminta dan beribadah, dan kedua-duanya apabila dialamatkan kepada selain Allah Taaala merupakan kesyirikan. Apakah memanggil jin (setan) atau orang mati dengan keyakinan mereka bisa membantunya dalam urusan yang tidak disanggupi kecuali oleh Allah atau sekedar menjadikan mereka sebagai perantara antara dia dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti dalam menurunkan hujan, memberi rezeki, dlsbnya atau memberikan kepada jin-jin atau orang-orang mati tersebut salah satu dari macam-macam bentuk peribadatan, seperti meyembelih untuk selain Allah, sujud kepada selain Allah dlsbnya dari macam-macam ibadah. Dan pada akhir ayat di atas Allah Taaala menyebutkan bahwa orang yang menyeru selain Allah dengan sebutan orang kafir pada firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung. Dalam salah satu rilisnya Ki Kusumo mengklaim bahwa cara-cara memanggil setannya asli dan bisa dilakoni siapa saja tanpa harus berpuasa. Kendati demikian, klaim bisa dilakukan siapa saja

tanpa harus puasa tidak serta merta menjadikannya halal dilakukan, bukan semata-mata karena cara-caranya yang bisa menjadikan seseorang kesurupan, tapi lebih dari sekedar itu seseorang yang melakukannya meski hanya dalam adegan film, bisa menjadi kafir atau batal islamnya, terlebih lagi apabila dipraktekkan di alam sungguhan, sebagaimana yang diterangkan pada ayat di atas. Terlebih lagi apabila kita perhatikan firman Allah Taaala berikut: Inginkah Aku beritakan kepadamu, tentang orang-orang yang setan-setan itu turun kepadanya? Mereka (setan-setan itu) turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. (QS. Asy-Syuaara: 221-223) Al Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan tentang firman Allah Taaala: ((Mereka (setansetan itu) turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa)). Beliau berkata: yaitu orang-orang yang gemar bicara dusta, membuat-buat kebohongan dan banyak mengerjakan dosa. Merekalah orang-orang yang setan-setan turun kepadanya seperti dukun-dukun (paranormal) dan orangorang yang semisal dengan mereka dari para pendusta lagi gemar melakukan kefasikan. Dan seorang yang beriman adalah orang yang berusaha menjauh dari segala macam dosa dan kefasikan, apalagi yang berupa kesyirikan atau kekufuran. Dari ayat 221-223 dari surat AsySyuaara di atas kita memahami bahwa tidak sepatutnya seorang muslim memanggil setan karena setan-setan itu hanya turun kepada seseorang yang gemar melakukan kemaksiatan dan dosa. Sebagaimana tidak perlu seseorang menyaksikan film ini dengan maksud untuk menambah wawasan tentang alam gaib atau untuk mengetahui bahwa setan itu ada dan bisa dipanggil, seperti yang dikatakan sang produser. Karena di dalam Al Quran dan Al Hadits terdapat bukti-bukti yang otentik tentang hal itu. Artinya seseorang bisa mengetahui hal-hal itu tanpa harus menjadi konsumen dari produk kesyirikan. Wallahualam.

12 Surat Dari Iblis Untukmu

oleh Ummu Rafi Wulandari pada 17 April 2011 jam 9:30 ungguh aku telah melihat dirimu kemarin Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk bekerja tanpa memikirkan shalat fajar..! Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal dan haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu.. Saat engkau pulang kerumah, engkaupun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Alloh Sang pemberi rizki kepadamu Juga tidak ada waktu sholat Isya sebelum tidur, meskipun kamu sempatkan nonton TV sampai engkau tertidur pulas!

Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi Nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu. Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat berbahagia melihatmu hidup seperti itu. Engkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu. Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan diantara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan yang sangat panjang..! Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu. Aku membecimu, dengan segenap hatiku dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku.. Alloh telah mengeluarkanku dari surga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu Adam..! Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku. Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam dalam memahami hakikat kehidupan ini. Betapa tidak, Alloh telah membuka pintu surga dan pintu taubat dari dosa untukmu Akan tetapi engkau justru menghadap kepadakuengkau mengharap janjiku, yang itu hanyalah angan-angan, dan pasti akan menghantarkanmu ke neraka Terima kasih wahai kekasihku!

Sungguh aku telah bersumpah kepada Alloh untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku. Agar aku yakinbahwa engkau mentaati perintah-perintahku. Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu..! Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur Engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah Engkau suka mengerjakan yang bidah dan menyelishi Nabimu serta perintah-perintahnya, karena tidak cukup puas dengan Sunnah..! Engkau meminta perlindungan kepada selain Alloh dengan benda-benda yang telah Robbmu ciptakan itu Engkau mengira itu sebagai penangkal dari seluruh kejahatanku..kau telah tertipu teman... Engkau gantung didepan rumahmu.. Engkau ikatkan dileher anakmu.. Engkau letakkan mereka ditempat yang malaikat-malaikat tidak dapat masuk ke dalam rumahmu.. Ya benar, engkau telah menyusupkan kawan-kawanku yang lain untuk bergabung bersamamu. Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah anggapan bahwa engkau membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engaku melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan pemahaman manhaj Salaf (pendahulu umat) mu. Engkau mendengarkan nayanyian-nyanyian Engkau melihat film-film Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan Engkau melaknat manusia..mencuri..menipu..berkhianat..dan seterusnya. Terima kasih kawan atas semuanya itu. Sungguh engkau telah membahagiakanku. Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Alloh! Maka, marilah sahabatku..mari kita terbakar bersama-sama. Dihadapan kita pun, masih banyak langkah untuk kita berdua. Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan diserati ketakwaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Alloh..! Aku menginginkanmu wahai kekasihku, agar engkau menyebarkaan kerusakan diantara manusia sesamamu Doronglah mereka untuk melakukan maksiat dan dosa.

Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Robbnya dengan segenap cara yang kau mampu. Sebarkanlah diantara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian, serta berbagai permainan. Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Alloh, jangan lupa dirimu menghina mereka.. Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa. Maaf sekarang aku ada urusan..aku akan meninggalkanmu, menyemangati orang-orang yang sama seperti dirimu. Cukuplah bagimu pasukanku setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali demi melanjutkan kerjasama kita untuk memikirkan langkah baru bagi maksiat baru! Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku. Kemudian engkau memohon ampun kepada Alloh dari dosa-dosamu. Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Alloh dari dosa-dosamu di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini! Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridho Alloh Azza wa Jalla yang abadi di dalam surgadaripada engkau dilemparkan kedalam neraka bersamaku selamanya. Akan tetapi aku yakin, bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Robbmu. Bahwasanya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Alloh dan janji surga yang masih jauh katamu. Engkau adalah sahabatku yang terkasih!!!! Yang menyesatkanmu, IBLIS YANG TERKUTUK Pemimpin Para Setan

13 Rintihan Seorang Ibu

oleh Albirru Manit Taqaw pada 11 April 2011 jam 18:34 Untuk anakku yang ku sayangi di bumi Allah taala Segala puji ku panjatkan ke hadirat Allah taala, yang telah memudahkan ibu untuk beribadah kepada-Nya. Sholawat serta salam, ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-, keluarga, dan para sahabatnya. Wahai anakku Surat ini datang dari ibumu, yang selalu dirundung sengsara. Setelah berpikir panjang, ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri ini. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan ini terhalangi oleh tangis. Dan setiap kali menitikkan air mata, setiap itu pula, hati ini terluka. Wahai anakku Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, lakilaki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau akan remas kertas ini, lalu engkau robek-robek, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati ibu, dan telah engkau robek pula perasaannya. Wahai anakku 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengerti arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini, sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi ibu. Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan. Tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi, itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu. Aku mengandungmu wahai anakku, pada kondisi lemah di atas lemah. Bersamaan dengan itu, aku begitu gembira tatkala merasakan dan melihat terjalan kakimu, atau balikan badanmu di perutku.

Aku merasa puas, setiap aku menimbang diriku, karena bila semakin hari semakin berat perutku, berarti dengan begitu engkau sehat wal afiat di dalam rahimku. Anakku Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah tiba pada malam itu, yang aku tidak bisa tidur sekejap pun, aku merasakan sakit yang tidak tertahankan, dan merasakan takut yang tidak bisa dilukiskan. Sakit itu berlanjut, sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula, aku melihat kematian di hadapanku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia, dan engkau lahir. Bercampur air mata kebahagiaanku dengan air mata tangismu. Ketika engkau lahir, menetes air mata bahagiaku. Dengan itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah, dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu, sebelum ku raih minuman. Aku peluk cium dirimu, sebelum meneguk satu tetes air yang ada di kerongkongan. Wahai anakku Telah berlalu setahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku, memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Sari pati hidupku, kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur, demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku selalu melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat, adalah setiap permintaanmu agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku. Lalu berlalulah waktu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, selama itu pula, aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah dan mendoakan selalu kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selau memperhatikan dirimu, hari demi hari, hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu, wahai anakku Tatkala itu, aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan, demi mencari pasangan hidupmu, semakin dekat hari perkawinanmu anakku, semakin dekat pula hari kepergianmu. Tatkala itu, hatiku serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka. Tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan karena engkau telah mendapatkan jodoh karena engkau telah mendapatkan pendamping hidup Sedangkan sedih karena engkau adalah pelipur hatiku, yang akan berpisah sebentar lagi dari diriku. Waktu pun berlalu, seakan-akan aku menyeretnya dengan berat, kiranya setelah perkawinan itu, aku tidak lagi mengenal dirimu. Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihanku, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan

buluh perindu, sekarang telah tenggelam, seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran, aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku. Terasa lama hari-hari yang ku lewati, hanya untuk melihat rupamu. Detik demi detik ku hitung demi mendengar suaramu. Akan tetapi penantianku seakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu, aku menyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering, aku merasa bahwa engkau yang akan menelponku. Setiap suara kendaraan yang lewat, aku merasa bahwa engkaulah yang datang. Akan tetapi semua itu tidak ada, penantianku sia-sia, dan harapanku hancur berkeping. Yang ada hanya keputus-asaan Yang tersisa hanya kesedihan dari semua keletihan yang selama ini ku rasakan, sambil menangisi diri dan nasib yang memang ditakdirkan oleh-Nya. Anakku Ibumu tidaklah meminta banyak, ia tidaklah menagih padamu yang bukan-bukan. Yang ibu pinta kepadamu: Jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu. Dan ibu memohon kepadamu nak, janganlah engkau pasang jerat permusuhan dengan ibumu. Jangan engkau buang wajahmu, ketika ibumu hendak memandang wajahmu. Yang ibu tagih kepadamu: Jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana, sekalipun hanya sedetik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi. Atau sekiranya terpaksa engkau datang sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi. Anakku Telah bungkuk pula punggungku bergemetar tanganku karena badanku telah dimakan oleh usia, dan telah digerogoti oleh penyakit Berdirinya seharusnya telah dipapah duduk pun seharusnya dibopong Akan tetapi, yang tidak pernah sirna -wahai anakku- adalah cintaku kepadamu masih seperti dulu masih seperti lautan yang tidak pernah kering masih seperti angin yang tidak pernah berhenti Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikan dengan kebaikan, sedangkan ibumu, mana balas budimu, mana balasan baikmu?! bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air serupa?! bukan sebaliknya air susu dibalas dengan air tuba?!

Dan bukankah Alloh taala, telah berfirman: Bukankah balasan kebaikan, melainkan kebaikan yang serupa?! Sampai begitukah keras hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu. Wahai anakku Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak?! Karena engkau adalah buah dari kedua tanganku Engkau adalah hasil dari keletihanku Engkaulah laba dari semua usahaku Dosa apakah yang telah ku perbuat, sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah suatu hari aku salah dalam bergaul denganmu?! Atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?! Tidak dapatkah engkau menjadikanku pembantu yang terhina dari sekian banyak pembantupembantumu yang mereka semua telah engkau beri upah?! Tidak dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu?! Dapatkah engkau sekarang menganugerahkan sedikit kasih sayang demi mengobati derita orang tua yang malang ini?! Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berbuat baik. Wahai anakku Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain. Wahai anakku Hatiku terasa teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan, bahwa engkau adalah laki-laki yang supel, dermawan dan berbudi. Wahai anakku Apakah hatimu tidak tersentuh, terhadap seorang wanita tua yang lemah, binasa dimakan oleh rindu berselimutkan kesedihan, dan berpakaian kedukaan?! Mengapa? Tahukah engkau itu?! Karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya Karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya Karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya Karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim. Wahai anakku Ibumu inilah sebenarnya pintu surga, maka titilah jembatan itu menujunya Lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, kemaafan, dan balas budi yang baik Semoga aku bertemu denganmu di sana, dengan kasih sayang Alloh taala sebagaimana di dalam hadits:

Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah! (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dishohihkan oleh Albani) Anakku Aku mengenalmu sejak dahulu semenjak engkau telah beranjak dewasa aku tahu engkau sangat tamak dengan pahala engkau selalu cerita tentang keuatamaan berjamaah engkau selalu bercerita terhadapku tentang keutamaan shof pertama dalam sholat berjamaah engkau selalu mengatakan tentang keutamaan infak, dan bersedekah Akan tetapi satu hadits yang telah engkau lupakan satu keutamaan besar yang telah engkau lalaikan yaitu bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdulloh bin Masud, ia mengatakan: : : . : : . . : : . () Aku bertanya kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-: Wahai Rosululloh, amal apa yang paling mulia? Beliau menjawab: sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Kemudian berbakti kepada kedua orang tua. Aku bertanya lagi: Kemudian apa wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Kemudian jihad di jalan Alloh. Lalu aku pun diam (tidak bertanya) kepada Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lagi, dan sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. Itulah hadits Abdulloh bin Masud Wahai anakku Inilah aku, ibumu pahalamu tanpa engkau harus memerdekakan budak atau banyak-banyak berinfak dan bersedekah aku inilah pahalamu Pernahkah engkau mendengar, seorang suami yang meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, berangkat jauh ke negeri seberang, ke negeri entah berantah untuk mencari tambang emas, guna menghidupi keluarganya?! Dia salami satu persatu, dia ciumi isterinya, dia sayangi anaknya, dia mengatakan: Ayah kalian, wahai anak-anakku, akan berangkat ke negeri yang ayah sendiri tidak tahu, ayah akan mencari emas Rumah kita yang reot ini, jagalah Ibu kalian yang tua renta ini, jagalah Berangkatlah suami tersebut, suami yang berharap pergi jauh, untuk mendapatkan emas, guna membesarkan anak-anaknya, untuk membangun istana mengganti rumah reotnya. Akan tetapi apa yang terjadi, setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, yang ia bawa hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia gagal dalam usahanya. Pulanglah ia kembali ke kampungnya. Dan sampailah ia ke tempat dusun yang selama ini ia tinggal. Apa lagi yang terjadi di tempat itu, setibanya di lokasi rumahnya, matanya terbelalak. Ia melihat, tidak lagi gubuk reot yang ditempati oleh anak-anak dan keluarganya. Akan tetapi dia melihat,

sebuah perusahaan besar, tambang emas yang besar. Jadi ia mencari emas jauh di negeri orang, kiranya orang mencari emas dekat di tempat ia tinggal. Itulah perumpaanmu dengan kebaikan, wahai anakku Engkau berletih mencari pahala engkau telah beramal banyak tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu masuk surga Ibumu adalah orang yang dapat menghalangimu untuk masuk surga, atau mempercepat amalmu masuk surga Bukankah ridloku adalah keridloan Alloh?! Dan bukankan murkaku adalah kemurkaan Alloh?! Anakku Aku takut, engkaulah yang dimaksud oleh Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- di dalam haditsnya: ( ) Celakalah seseorang, celakalah seseorang, dan celakalah seseorang! Ada yang bertanya: Siapakah dia wahai Rosululloh? Beliau menjawab: Dialah orang yang mendapati orang tuanya saat tua, salah satu darinya atau keduanya, akan tetapi tidak membuat dia masuk surga. (HR. Muslim 2551) Celakalah seorang anak, jika ia mendapatkan kedua orang tuanya, hidup bersamanya, berteman dengannya, melihat wajahnya, akan tetapi tidak memasukkan dia ke surga. Anakku Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, aku tidak akan adukan duka ini kepada Alloh, karena jika seandainya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan, yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya Aku tidak akan melakukannya wahai anakku tidak bagaimana aku akan melakukannya, sedangkan engkau adalah jantung hatiku bagaimana ibu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit, sedangkan engkau adalah pelipur lara hatiku bagaimana ibu tega melihatmu merana terkena doa mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku Bangunlah nak bangunlah bangkitlah nak bangkitlah uban-uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa, sehingga engkau akan menjadi tua pula. Sebagaimana engkau akan berbuat, seperti itu pula orang akan berbuat kepadamu.

Ganjaran itu sesuai dengan amal yang engkau telah tanamkan. Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam. Aku tidak ingin engkau menulis surat ini aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama, dengan air matamu kepada anak-anakmu, sebagaimana aku telah menulisnya kepadamu. Wahai anakmu Bertakwalah kepada Allah takutlah engkau kepada Allah berbaktilah kepada ibumu peganglah kakinya, sesungguhnya surga berada di kakinya basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya kencangkan tulang ringkihnya dan kokohkan badannya yang telah lapuk Anakku Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar dan engkau akan kembali, atau engkau akan merobeknya. Wa shollallohu ala nabiyyina muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wa sallam. Dari Ibumu yang merana.

14 Adakah Anjuran Memperlama Sujud Terakhir untuk Berdoa?

oleh Romi Swadesi pada 03 April 2011 jam 19:49 Segala puji bagi Allah, pemberi segala nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Kita ketahui bersama bahwa doa ketika sujud adalah waktu terbaik untuk berdoa. Seperti disebutkan dalam hadits, Yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu. (HR. Muslim no. 482, dari Abu Hurairah) Namun seringkali kita lihat di lapangan, sebagian orang malah seringnya memperlama sujud terakhir ketika shalat, tujuannya adalah agar memperbanyak doa ketika itu. Apakah benar bahwa saat sujud terakhir mesti demikian? Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Al Baro bin Azib mengatakan, Ruku, sujud, bangkit dari ruku (itidal), dan duduk antara dua sujud yang dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, semuanya hampir sama (lama dan thumaninahnya). (HR. Bukhari no. 801 dan Muslim no. 471) Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin pernah ditanya, Apakah diperkenankan memperpanjang sujud terakhir dari rukun shalat lainnya, di dalamnya seseorang memperbanyak doa dan istighfar? Apakah shalat menjadi cacat jika seseorang memperlama sujud terakhir? Beliau rahimahullah menjawab, Memperpanjang sujud terakhir ketika shalat bukanlah termasuk sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena yang disunnahkan adalah seseorang melakukan shalat antara ruku, bangkit dari ruku (itidal), sujud dan duduk antara dua sujud itu hampir sama lamanya. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam hadits Baro bin Azib, ia berkata, Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Aku mendapati bahwa berdiri, ruku, sujud, duduk beliau sebelum

salam dan berpaling, semuanya hampir sama (lamanya). Inilah yang afdhol. Akan tetapi ada tempat doa selain sujud yaitu setelah tasyahud (sebelum salam). Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika mengajarkan Abdullah bin Masud tasyahud, beliau bersabda, Kemudian setelah tasyahud, terserah padamu berdoa dengan doa apa saja. Maka berdoalah ketika itu sedikit atau pun lama setelah tasyahud akhir sebelum salam. (Fatawa Nur ala Ad Darb, kaset no. 376, side B) Dalam Fatawa Al Islamiyah (1/258), Syaikh Abdullah Al Jibrin rahimahullah berkata, Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menyebutkan untuk memperlama sujud terakhir dalam shalat. Yang disebutkan dalam berbagai hadits, rukun shalat atau keadaan lainnya itu hampir sama lamanya. Syaikh Abdullah Al Jibrin rahimahullah juga menjelaskan, Aku tidak mengetahui adanya dalil yang menganjurkan untuk memperlama sujud terakhir dalam shalat. Akan tetapi, memang sebagian imam melakukan seperti ini sebagai isyarat pada makmum bahwa ketika itu adalah rakaat terakhir atau ketika itu adalah amalan terkahir dalam shalat. Karenanya, mereka pun memperpanjang sujud ketika itu. Dari sinilah, mereka maksudkan agar para jamaah tahu bahwa setelah itu adalah duduk terakhir yaitu duduk tasyahud akhir. Namun alasan semacam ini tidaklah menjadi sebab dianjurkan memperpanjang sujud terakhir ketika itu. (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, Ahkam Qothush Sholah, Fatawan no. 2046 dari website beliau) Dari penjelasan singkat ini, nampaklah bahwa tidak ada anjuran untuk memperlama sujud terakhir ketika shalat agar bisa memperbanyak doa ketika itu. Yang tepat, hendaklah gerakan rukun yang ada sama atau hampir sama lamanya dan thumaninahnya. Silakan membaca doa ketika sujud terakhir, namun hendaknya lamanya hampir sama dengan sujud sebelumnya atau sama dengan rukun lainnya. Apalagi jika imam sudah selesai dari sujud terkahir dan sedang tasyahud, maka selaku makmum hendaklah mengikuti imam ketika itu. Karena imam tentu saja diangkat untuk diikuti. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Imam itu diangkat untuk diikuti, maka janganlah diselisihi. (HR. Bukhari no. 722, dari Abu Hurairah) Hanya Allah yang memberi taufik

15 Izinkan aku menembus atap langit-langitMu...

oleh Salman Alfarisi pada 25 Maret 2011 jam 11:00 Yaa Ilahii.. Dipenghujung malamMu ini... Aku hanya ingin berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku, seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, seorang wanita yang akan meletakkan ku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau, seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku, seorang wanita yang tidak hanya memujaku, tetapi juga menasehatiku ketika aku berbuat salah, seorang yang mencintaiku bukan karena ketampananku tetapi karena hatiku, seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi, seorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang pria ketika berada di sebelahnya, Aku tidak meminta seseorang yang sempurna, namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu. seorang wanita yang membutuhkan dukungan ku sebagai peneguhnya, seorang wanita yang membutuhkan doaku untuk kehidupan dan segala urusannya, seorang wanita yang membutuhkan senyumanku untuk menghapus kesedihannya, seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna, Dan aku juga minta... Jadikanlah aku seorang pria yang dapat membuat wanita itu bangga dan bahagia, berikanlah aqu sebuah hati yang sungguh mencintai Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya sekedar cintaku, berikanlah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya, Berikanlah aku penglihatanMu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya, berikanlah aku mulut Mu sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap detik.

dan bila mana akhirnya kami bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan : "Betapa besarnya kasihsayangMU itu karena Engkau telah memberikan kepada ku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah pada waktu yang Engkau tentukan, Ya Allah yang Maha Pemurah.... Terimakasih engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya, Terimakasih untuk saat-saat terindah yang kami nikmati bersama, Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama, Terimakasih untuk sat-saat yang lalu, saya datang bersujud dai hadapanMU, sucikan hatiku ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMu dalam hidupku...., Ya Allah.... Jika Engkau ciptakan ia untukku, Ya Allah....tolonglah satukan hati kami. bantulah aku untuk mencintainya, mengerti dan menerima dia seutuhnya. berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk menenangkan hatinya. ilhami dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima ku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku sebagaimana aku telah kau ciptakan, Yakinkanlah ia bahwa aku sungguhsungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka ku dengan dia.. Ya Alah yang Maha Pengasih... izinkan doaku ini menembus langit-langit Mu,biarkanlah para malaikatMu melihat untaian doaku ini agar mereka juga ikut mengaminkan doaku ini, Ya Allah aku tahu telapak tangan ini takkan mampu menyentuh langitMu aku hanya akan menghamparkan dan mengangkatkatnya padaMu aku memohon padaMu lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan KehendakMu.. Amieenn yaa Robbal 'Alamin..

16 Hakikat Cinta

oleh Muhammad Nur Qo'im pada 23 Februari 2011 jam 20:12

Aku sungguh mencintaimu dengan cinta yang jika kau merasakan cinta ini niscaya kau akan gila karenanya

aku mencintaimu laksana bulan yang cahayanya menerangi taman nan luas dan bukit nan hijau..

aku mencintaimu.. seakan-akan rasa cinta berkumpul dan merasakan ketenangan di tulang rusukku,,,

kalaulah ku memiliki dua hati.. aku kan hidup dengan satu hati.. dan aku sisakan satu hatinya tertawan dengan mencintaimu..

cintaku kau menyihirku dengan hitam matamu.. sesungguhnya sihir itu ada pada hitamnya mata..

palingkanlah hatimu kepada siapa saja yang kau cinta.. tidaklah cinta kecuali kembali kepada cinta yang pertama..

janganlah kau berdusta atas nama cinta.. lalu kau lampiaskan cinta dengan syahwatmu.. jagalah hati dengan cinta Nya.. karena betapapun kita memalingkan hati, hanya kepada Nya lah kita kembali.. dan hanya Ia lah cinta Nya abadi.. kecantikan yang mempesonamu.. apalah artinya jika hanya menyesatkanmu.. jangan tertipu dengan bisik godaannya.. betapa banyak orang yang mengaku patah hati.. padahal cinta belum lah halal baginya.. lalu merenunglah ia dan menangisinya.. sudikah ia menangisi maksiatnya karena enggan menjauh darinya?? sesungguhnya cinta hakiki membawa kepada kebahagiaan abadi.. raihlah cinta yang berpahala.. cinta yang suci di atas perjanjian yang kuat.. Ia menggambarkannya sebagai "mitsaqon gholidzho" "...Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. (An-Nisa: 21) -allahummaghfirlii maa qoddamtu wa maa akh-khortu-

17 Perkataan Para Ulama Salaf Mengenai Nyanyian (Musik)

oleh Cipto Abu Yahya pada 19 Februari 2011 jam 19:36 Ibnu Masud mengatakan, Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran. Al Qasim bin Muhammad pernah ditanyakan tentang nyanyian lalu beliau menjawab, Aku melarang nyanyian padamu dan aku membenci jika engkau mendengarnya. Lalu orang yang bertanya tadi mengatakan, Apakah nyanyian itu haram? Al Qasim pun mengatakan,Wahai anak saudaraku, jika Allah telah memisahkan yang benar dan yang keliru, lantas pada posisi mana Allah meletakkan nyanyian[?] Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya, isinya adalah: Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. Demi Allah, menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati. Fudhail bin Iyadh mengatakan, Nyanyian adalah mantera-mantera zina. Adh Dhohak mengatakan, Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah. Yazid bin Al Walid mengatakan, Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina. (Lihat Talbis Iblis, 289)

Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian Imam Abu Hanifah membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa. (Lihat Talbis Iblis, 282) Imam Malik bin Anas pun melarang nyanyian dan melarang mendengarkannya. Sampai-sampai Imam Malik mengatakan, Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat aib. (Talbis Iblis, 284) Imam Asy Syafii mengatakan, Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak. (Talbis Iblis, 283) Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya. (Talbis Iblis, 280)

Bila Sudah Tersibukkan dengan Nyanyian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali, beliau mengatakan, Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyariatkan, maka pasti dia akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyariatkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyariatkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut, agama dan islamnya pun akan semakin sempurna. Lalu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, Oleh karena itu, banyak sekali orang yang terbuai dengan nyanyian (atau syair-syair) yang tujuan semula adalah untuk menata hati. Maka pasti karena maksudnya, dia akan semakin berkurang semangatnya dalam menyimak Al Quran. Bahkan sampai-sampai dia pun membenci untuk mendengarnya. (Iqtidho Ash Shiroth Al Mustaqim, 1/543) Jadi perkataan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (yang dijuluki Syaikhul Islam) memang betul-betul terjadi pada orang-orang yang sudah begitu gandrung dengan nyanyian, gitar dan bahkan dengan nyanyian Islami (yang disebut nasyid). Tujuan mereka mungkin adalah untuk menata hati. Namun sayang seribu sayang, jalan yang ditempuh adalah jalan yang keliru karena hati mestilah ditata dengan hal-hal yang masyru (disyariatkan) dan bukan dengan hal-hal yang tidak masyru yang membuat kita sibuk dan lalai dari kalam Robbul alamin yaitu Al Quran. Tentang nasyid yang dikenal di kalangan sufiyah dan bait-bait syair, Syaikhul Islam mengatakan, Oleh karena itu, kita dapati pada orang-orang yang kesehariannya dan santapannya tidak bisa lepas dari nyanyian, maka mereka pasti tidak akan begitu merindukan lantunan suara Al Quran. Mereka pun tidak begitu senang ketika mendengarnya. Mereka tidak akan merasakan

kenikmatan tatkala mendengar Al Quran dibanding dengan mendengar bait-bait syair (nasyid). Bahkan ketika mereka mendengar Al Quran, hatinya pun menjadi lalai, begitu pula dengan lisannya akan sering keliru. (Majmu Al Fatawa, 11/567) Sebagai penutup, kami hanya katakan bahwa pengganti nyanyian dan musik adalah dengan mendengarkan Al Quran karena inilah yang disyariatkan dan inilah yang bisa menata dan menghidupkan hati. Jika seseorang meninggalkan musik dan nyanyian, pasti Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik (HR. Ahmad. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) Semoga Allah membuka hati dan memberi hidayah bagi setiap orang yang membaca risalah ini. Washallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi ajmain. Walhamdulillahi robbil alamin.

18 Suamiku kini telah tiada... (STORY FROM KASKUS)

oleh Yudhi Prabowo pada 02 Februari 2011 jam 13:03

etika membuka-buka halaman blog, ada sebuah kisah yang cukup menyentuh hati. Ceritanya tentang pengakuan penyesalan seorang istri yang dituangkannya dalam tulisan di akun Facebook-nya.

Meski kisah ini mungkin sudah lama beredar di dunia maya, namun saya merasa tak ada salahnya untuk mengingat kembali kisah ini. saya berharap nanti, tidak seperti sang istri di kisah ini. Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yang terus ada. Ini adalah kisah nyata di kehidupanku. Seorang suami yang kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku. Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku. Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup. Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah. Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku, tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya. Tapi kini aku tahu. Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada. Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya. Dia berkata, Setiap kali kami ajak dia makan siang, Mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya selalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia

jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang, lalu bagaimana aku bisa makan siang. Saat itu tertegun, aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan. Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat. Teringat akan amarahku pada suamiku,aku selalu mengatakan dia selalu menyibukkan diri pada pekerjaan, tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen-dokumen pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, Perusahaan kecil CV. Anwar Sejahtera dibangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV. Anwar Sejahtera, melainkan akan diteruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian, tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu. Membaca itu, benar-benar baru kusadari, betapa suamiku menyayangi putraku, betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita. Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, Ibu capai? Istirahat dulu saja. Dengan kasar kukatakan, Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.Titik. Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari, beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat dibanding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas. Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya, tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku. Pak kenapa cari klinik yang

termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yang lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula? Dan suamiku menjawab, Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas. Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada. Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apaapa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa. Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari. Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya. Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana. Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu. Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar. Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya. Teruntuk suamiku. Maafkan aku sayang. Terlambat sudah kata ini ku ucapkan. Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu. Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu. Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu. Aku bangga padamu,aku sayang padamu. Istrimu Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara, teman, kerabat Anda. Saya berharap pengalaman yang saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua

19 Indahnya Malam Pertama...???

oleh Abu Ibrahim Al-Wathany pada 23 September 2010 jam 10:14

atu hal sebagai bahan renungan Kita Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara. Hari itumempelai sangat dimanjakan. Mandipunharus dimandikan. Seluruh badan Kita terbuka. Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. . Tak Ada sedikitpun rasa malu Seluruh badan digosok Dan dibersihkan Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan Bahkan lubang lubang itupun ditutupi kapas putih Itulah sosok Kita. Itulah jasad Kita waktu itu Setelah dimandikan.. ., Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu .jarang orang memakainya.. Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian ditaburkan ke baju Kita Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan Tataplah. tataplah. ..itulah wajah Kita Keranda pelaminan langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir* Akad nikahnya bacaan talkin** Berwalikan liang lahat.. Saksi saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan Dan akhirnya. . Tiba masa pengantin.. Menunggu Dan ditinggal sendirian Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan Malam pertama bersama KEKASIH.. Ditemani rayap rayap Dan cacing tanah Di kamar bertilamkan tanah.. Dan ketika 7 langkah tlah pergi. Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.. Kita tak tahu.Dan tak seorangpun yang tahu. Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan .. Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima Kita sungkan sekali meneteskan air mata Seolah barang berharga yang sangat mahal

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga.. Atau melemparkan dirimu ke neraka.. Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga Tapi.tapi ..sudah pantaskah sikap kita selama ini Untuk disebut sebagai ahli syurga. * mengumandangkan azan ketika mengantar atau meletakkan mayat di dalam kubur adalah bidah. **mentalkin mayat setelah dikuburkan tidak ada dasanya dalamIslam, maka perbuatan ini adalahbidah mungkarah

20 MAHROM BAGI WANITA

oleh Ummu Abdirrazzaq pada 09 Mei 2011 jam 19:20 Oleh Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif ahrom merupakan masalah yang penting dalam Islam karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah dan kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait dengan mahrom.

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain. Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan "Muhrim" padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Dari sinilah, maka kami mengangkat masalah ini agar menjadi bashiroh (pelita) bagi ummat. Wallahu Al Muwaffiq

[1]. Definisi Mahrom Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah : Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan. [1] Berkata Imam Ibnu Atsir rahimahullah : Mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman dan lain-lain. [2]

Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan : Mahrom wanita adalah suaminya dan semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab seperti bapak, anak, dan saudaranya, atau dari sebab-sebab mubah yang lain seperti saudara sepersusuannya, ayah ataupun anak tirinya. [3]

[2] Macam-Macam Mahrom Dari pengertian di atas, maka mahrom itu terbagi menjadi tiga macam: 1. Mahrom Karena Nasab (Keluarga) Mahrom dari nasab adalah yang disebutkan oleh Alloh Ta'ala dalam surat An-Nur: 31 Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka .... Para ulama' tafsir menjelaskan: "Sesungguhnya lelaki yang merupakan mahrom bagi wanita adalah yang disebutkan dalam ayat ini, mereka adalah: .

[1]. Ayah Termasuk dalam kategori bapak yang merupakan mahrom bagi wanita adalah kakek, baik kakek dari bapak maupun dari ibu. Juga bapak-bapak mereka ke atas. Adapun bapak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom berdasarkan firman Alloh Ta' ala: "....Dan Alloh tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu ... " [Al-Ahzab : 4] Dan ayat ini dilanjutkan dengan firman-Nya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak'mereka, itulah yang lebih adil disisi Alloh, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.... [Al-Ahzab : 5]

Berkata Imam Al Qurthubi rahimahullah: "Seluruh ulama tafsir sepekat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Zaid bin Haritsah. Para imam hadits telah meriwayatkan dari Ibnu Umar, Beliau berkata: "Dulu tidaklah kami memanggil Zaid bin Haritsah kecuali dengan Zaid bin Muhammad sehingga turun firman Alloh Taala: "Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka...."[4] Berkata Imam Ibnu Katsir: "Ayat ini menghapus hukum yang terdapat di awal Islam yaitu bolehnya mengambil anak angkat, yang mana dahulu kaum muslimin memperlakukan anak angkat seperti anak sendiri dalam masalah kholwah dan yang lainnya. Maka Alloh memerintahkan mereka untuk mengembalilcan nasab mereka kepada bapak-bapak mereka yang sebenarnya. Oleh karena itulah Alloh membolehkan menikah dengan bekas istri anak angkat. Dan Rosululloh menikah dengan Zainab binti Jahsy setelah di ceraikan oleh Zaid bin Haritsah. Alloh berfirman: Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu'min untuk mengawini istri-istri anak angkat mereka... [Al Ahzab : 37] Oleh karena itu Alloh berfirman tentang wanita-wanita yang diharamkan menikah dengannya: Dan istri anak kandungmu... [An Nisa' : 23] Jadi tidak termasuk yang diharamkan istri anak angkat. [5] Berkata Imam Muhammad Amin Asy Syinqithi: "Difahami dari firman Alloh Ta'ala : "Dan istri anak kandungmu" [An Nisa': 23]. Bahwa istri anak angkat tidak termasuk yang diharamkan, dan hal ini ditegaskan oleh Alloh dalam surat Al Ahzab ayat 4, 37, 40." [6 ] Adapun bapak tiri dan bapak mertua akan kita bahas pada babnya. Setelah mengetahui definisi mahrom dari para ulama' dan sebagian dari jenis mahrom (yakni mahrom karena nasab keluarga), maka pembahasan selanjutnya adalah mengenai contoh-contoh dari mahram dengan sebab keluarga. Juga, berikut ini akan dibahas secara singkat tentang persusuan. Bagaimana definisinya dan batasan-batasannya?

[2]. Anak laki-laki Termasuk dalam kategori anak laki-laki bagi wanita adalah cucu, baik cucu dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka. Adapun anak angkat, maka dia tidak termasuk

mahrom berdasar pada keterangan di atas. Dan tentang anak tiri dan anak menantu laki-laki akan kita bahas pada babnya. [3]. Saudara laki-laki, baik saudara laki-laki kandung maupun saudara sebapak ataupun seibu saja. [4]. Anak laid-laki saudara (keponakan), baik keponakan dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keturunan mereka. [7] [5]. Paman, baik paman dari bapak ataupun paman dari ibu. Berkata Syaikh Abdul Karim Zaidan: "Tidak disebutkan paman termasuk mahrom dalam ayat ini [An Nur: 31] di karenakan kedudukan paman sama seperti kedudukan kedua orang tua, bahkan kadang-kadang paman juga disebut sebagai bapak. Alloh Ta'ala berfirman: Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu Ibrahim, Ismail dan Ishaq...." [Al-Baqarah: 133] Sedangkan Isma'il adalah paman dari putra-putra Ya'qub. [8] Dan bahwasanya paman termasuk mahrom adalah pendapat jumhur ulama'. Hanya saja imam Sya'bi dan Ikrimah, keduanya berpendapat bahwa paman bukan termasuk mahrom karena tidak disebutkan dalam ayat ini juga dikarenakan hukum paman mengikuti hukum anaknya (padahal anak paman atau saudara sepupu bukan termasuk mahrom -pent).[9]

2. Mahrom Karena Persusuan Pembahasan ini kita bagi menjadi beberapa fasal sebagai berikut: Definisi Hubungan Persusuan Persusuan : Adalah masuknya air susu seorang wanita kepada anak kecil dengan syarat-syarat tertentu. [10] Sedangkan persusuan yang menjadikan seseorang menjadi mahrom adalah lima kali persusuan, berdasar pada hadits dari Aisyah, beliau berkata :

Termasuk yang di turunkan dalam Al Qur'an bahwa sepuluh kali persusuan dapat mengharamkan (pernikahan) kemudian dihapus dengan lima kali persusuan." [11] Ini adalah pendapat yang rajih di antara seluruh pendapat para ulama'. [12] Dalil Tentang Hubungan Mahrom Dari Hubungan Persusuan 1). Dari Al Qur'an : Firman Alloh Ta'ala tentang wanita-wanita yang haram dinikahi: ...Juga ibu-ibu yang menyusui kalian serta saudarasaudara kalian dari persusuan... [An Nisa': 23] 2). Dalil dari Sunnah: Dari Abdulloh Ibnu Abbas ia berkata : Rasululloh bersabda: Diharamkan dari persusuan apa-apa yang diharamkan dari nasab. [13] Dari Aisyah ia berkata. "Sesungguhnya Aflah saudara laki-laki Abi Qu'ais meminta izin untuk menemuiku setelah turun ayat hijab, maka saya berkata: "Demi Alloh, saya tidak akan memberi izin kepadamu sebelum saya minta izin kepada Rosululloh, karena yang menyusuiku bukan saudara Abi Qu'ais, akan tetapi yang menyususiku adalah istri Abi Qu'ais. Maka tatkala Rosululloh datang, saya berkata: Wahai Rasululloh, sesungguhnya lelaki tersebut bukanlah yang menyusuiku, akan tetapi yang menyusuiku adalah istrinya. Maka Rasululloh bersabda: "Izinkan baginya, karena dia adalah pamanmu" [14]

Siapakah Mahrom Wanita Sebab Persusuan? Berdasarkan ayat dan hadits di atas maka kita ketanui bahwa mahrom dari sebab persusuan seperti mahrom dari nasab yaitu: 1). Bapak persusuan (suami ibu susu). Termasuk mahrom juga kakek persusuan yaitu bapak dari bapak atau ibu persusuan, juga bapak-bapak mereka keatas. 2). Anak laki-laki dari ibu susu. Termasuk anak susu adalah cucu dari anak susu baik lakilaki maupun perempuan. Juga anak keturunan mereka. 3). Saudara laki-laki sepersusuan. Baik dia saudara susu kandung, sebapak maupun cuma seibu. 4). Keponakan persusuan (anak saudara.persusuan). Balk anak saudara persusuan laki-laki maupun perempuan, juga keturunan mereka. 5). Paman persusuan (saudara laki-laki bapak atau ibu susu). [15]

Pada bagian ketiga tentang mahrom, akan dibahas jenis mahrom selanjutnya, yaitu mahrom karena mushoharoh. Apa yang dimaksud dengan mushoharoh, dari mana dalil-dalil penyebab mahrom-nya serta siapa sajakah mereka itu? Berikut jawabannya secara singkat mengenai hal itu semua.

3. Mahrom Karena Mushoharoh Pembahasan ini kita bagi menjadi beberapa fasal, yaitu: Definisi Mushoharoh Mushoharoh berasal dari kalimat : Ash-Shihr. Berkata Imam Ibnu Atsir : "Shihr adalah mahrom karena pernikahan". [16] Berkata Syaikh Abdul Karim Zaidan: "Mahrom wanita yang disebabkan mushoharoh adalah orang-orang yang, haram menikah dengan wanita tersebut selama-lamanya seperti ibu tiri, menantu perempuan, mertua perempuan". [17] Maka mahrom yang disebabkan mushoharoh bagi ibu tiri adalah anak suaminya dari istrinya yang lain (anak tirinya), dan mahrom mushoharoh bagi menantu perempuan adalah bapak suaminya (bapak mertua), sedangkan bagi ibu istri (ibu mertua) adalah suami putrinya (menantu laki-laki)." [18] Dalil Mahrom Sebab Mushoharoh Firman Alloh: ...Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka,atau ayah mereka,atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka... [An Nur : 31] Firman Alloh Ta'ala: Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu (ibu tiri)... [An Nisa' : 22] Firman Alloh Ta'ala: Diharamkan atas kamu (mengawini) ... ibu-ibu istrimu (mertua), anakanak istrimu (anak: tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya, dan istri-istri anak kandungmu (menantu)... [An Nisa': 23]

Siapakah Mahrom Wanita Dari Sebab Mushoharoh? Berdasarkan ayat-ayat di atas maka dapat kita ketahui bahwa orang-orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab mushoharoh ada lima yaitu:

1). Suami Berkata Imam Ibnu Katsir, ketika menasirkan firman Alloh ta'ala surat An Nur: 31 "Adapun suami, maka semua ini (bolehnya menampakkan perhiasan, perintah menundukkan pandangan dari orang lain -pent) memang diperuntukkan baginya: Maka seorang istri berbuat sesuatu untuk suaminya yang tidak dilakukannya dihadapan orang lain." [19] Berkata Imam Qurthubi dan Syaukani: "Makna [bu'uulatihinna] adalah suami dan tuan bagi seorang budak wanita sebagaimana firman Alloh: Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri dan budak mereka, maka mereka itu tidak tercela [Al Mu'minun: 56]. [20] 2). Ayah Mertua (Ayah Suami) Mencakup ayah suami atau bapak dari ayah dan ibu suami juga bapak-bapak mereka keatas. [21] 3). Anak Tiri (Anak suami dari istri lain) Termasuk anak tiri adalah cucu tiri baik cucu dari anak tiri laki-laki maupun perempuan, begitu juga keturunan mereka. [22] Maka haram bagi seorang wanita untuk menikah dengan anak tirinya, begitu juga sebaliknya. Berkata Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan firman Alloh : Janganlah kalian menikah dengan wanita-wanita yang (pernah) dinikahi oleh bapak-bapak kalian [An Nisa': 22] "Alloh Ta'ala mengharamkan menikah dengan istri-istri bapak (ibu tiri) demi menghormati mereka, dengan sekedar terjadi akad nikah baik terjadi jima' ataupun tidak, dan masalah ini telah disepakati oleh para ulama'." [23] 4). Ayah Tiri (Suami ibu tapi bukan bapak kandungnya). Maka haram bagi seorang wanita untuk dinikahi oleh ayah tirinya, kalau sudah berjima' dengan ibunya. Adapun kalau belum maka hal itu dibolehkan. [24] Berkata Abdulloh Ibnu Abbas: "Seluruh wanita yang pernah dinikahi oleh bapak maupun anakmu, maka dia haram bagimu." [25]

5). Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung) [26] Dan kemahroman ini terjadi sekedar putrinya di akadkan kepada suaminya. [27] Alhamdulillah, setelah tuntas membahas mengenai definisi mahrom, jenis-jenis dan siapa-siapa saja yang dihukumi mahrom, maka yang akan dibahas berikutnya adalah menepis anggapan sebagian kaum muslimin yang salah dalam menentukan mahrom. Siapa-siapa saja yang biasa mereka menganggap mahrom, padahal bukan? [Disalin dari Majalah Al Furqon, Edisi 3 Th. II, Dzulqo'idah 1423, hal 29-31. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma'had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma'had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur] _______ Footnote [1]. Al-Mughni 6/555. [2]. An-Nihayah 1/373. [3]. Tanbihat 'Ala Ahkam Takhtashu bil mu'minat, hal. 67. [4]. Al Jami' Li Ahkamil Qur'an: 14/79. [5]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/435 dengan sedikit perubahan dan Tafsir As-Sa'di hal: 613. [6]. Adlwaul Bayan 1/232. [7]. Lihat Tafsir Qurthubi 12/232-233. [8]. Lihat Al-Mufashal Fi Ahkamil Mar'ah 3/159. [9]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/267, Tafsir Fathul Qodir 4/24 dan Tafsir Qurthubi 12/155. [10]. Al Mufashol Fi Ahkamin Nisa' 6/235. [11]. HR. Muslim 2/1075/1452, Malik 2/608/17, Abu Dawud 2/551/2062, Turmudzi 3/456/1150 dan lainnya. [12]. Lihat Nailul Author 6/749, Raudloh Nadiyah 2/175.

[13]. HR. Bukhori 3/222/ 2645, Muslim: 2/1068/ 1447, Abu Dawud 1/474, Nasa'i 6/82, Darimi 2/156, Ahmad 1/27. [14]. HR. Bukhori: 4796; Muslim: 1445. [15]. Lihat Al Mufashol 3/160 dengan beberapa tambahan. [16]. An Nihayah 3/63. [17]. Lihat Syarh Muntahal Irodat 3/7. [18]. Lihat Al Mufashshol 3/162. [19]. Tafsir Ibnu Katsir 3/267. [20]. Lihat Tafsir Al Qurthubi 12/153 dan Tafsir Fathul Qodir 4/23. [21]. Lihat Tafsir Sa'di hal: 515 dan Tafsir Fathul Qodir 4/24 dan Tafsir Qurthubi 12/154. [22]. Lihat Tafsir Qurthubi 12/154 dan Fathul Qodir 4/24. [23]. Tafsir Ibnu Katsir 1/413 dengan sedikit perubahan, lihat juga Tafsir Qurthubi 5/75. [24]. Lihat Tafsir Qurthubi 5/74. [25]. Tafsir Thobari 3/318. [26]. Lihat Al Mufashshol 3 /162. [27]. Lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/417.

21 Sudahkah kita optimal menangis karena Allah?

oleh Izzah Islm Full pada 08 Mei 2011 jam 17:58 Belajar Menangis dari Para Salaf Menangis Karena Takut Kepada Allah Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam, beliau berkata: Aku mendengar Abu Hazim berkata: Telah disampaikan kepada kami bahwa menangis karena takut kepada Allah adalah pintu rahmatNya. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim." Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepadanya, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud." (Al-Isra: 107) Dan Allah berfirman: "Apabila dibacakan ayat-ayat Ar Rahman (Dzat yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis." (Maryam: 58) Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Andai seseorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya." "Tidak ada satu amalanpun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikitpun nilai dari setiap tetes air matanya." (Mawa'izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, halaman 132-133)

Dan beliau juga berkata: "Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia." (Mawa'izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, halaman 109) Abdul Karim bin Rasyid rahimahullah berkata:Aku pernah berada di majelis Al-Hasan Al Bashri, kemudian ada yang menangis dengan mengeraskan tangisannya. Maka Al-Hasan berkata: "Sesungguhnya sekarang setan telah membuat orang ini menangis." (Mawa'izh lil Imam AlHasan Al-Bashri, halaman 152) Al-Imam Fudhail bin 'Iyyadh rahimahullah berkata: "Menangis itu bukanlah dengan tangisan mata (saja). Akan tetapi dengan menangisnya hati. Sungguh, ada seseorang yang terkadang kedua matanya menangis sementara hatinya mengeras. Karena tangisan seorang munafik adalah dengan kepalanya bukan dengan hatinya." (Mawa'izh lilImam Al-Fudhail bin 'Iyyadh, halaman 54) Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: "Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim." Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepadanya, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud." (Al-Isra: 107) Dan Allah berfirman: "Apabila dibacakan ayat-ayat Ar Rahman (Dzat yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis." (Maryam: 58) (Mawa'izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, halaman 132-133)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Andai seseorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya." "Tidak ada satu amalanpun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikitpun nilai dari setiap tetes air matanya." Dan beliau juga berkata: "Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia." (Mawa'izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, halaman 109)

Tangisan Hasan Al Bashri Dikisahkan, Al-Hasan Al-Bashri menangis pada suatu malam, hinga membuat tetanggatetangganya ikut menangis. Esok paginya, salah seorang tetangga datang kepada Al-Hasan AlBashri dan berkata kepadanya: "Tadi malam, engkau membuat keluarga kami menangis". Beliau berkata dengan tetangganya itu: "Tadi malam, aku berkata kepada diriku. 'Hai Hasan, barangkali Allah melihat sebagian aibmu, lalu berfirman, 'Kerjakan apa saja, tapi aku tidak menerimanya sama sekali". (Az-Zuhdu: 280)

Tangisan Sa'id bin Abdul Aziz Abu Abdurrahman al-Asady berkata : Aku bertanya kepada Said bin Abdul Aziz : Kenapa anda menangis dalam di dalam shalat? Beliau menjawab : Wahai anak saudaraku, untuk apa anda bertanya seperti itu ? Aku menjawab : Semoga Allah memberi manfaat darinya. Beliau berkata : Aku tidak berdiri melakukan shalat, kecuali seolah-olah aku berada di Jahannam. (VIII/31)

Air Mata Mahal Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: "Jika mata seseorang mengucurkan air mata karena takut kepada Allah, maka Dia mengharamkan neraka menyentuh tubuhnya. Jika air mata mengalir ke pipinya, maka wajahnya tidak hitam dan hina pada hari qiyamat. Tidak ada amal perbuatan yang berbobot berat dan diberi pahala, kecuali air mata yang keluar karena takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Air mata yang seperti itu memadamkan panasnya api neraka. Jika seseorang pada suatu umat menangis karena Allah subhanahu wa ta'ala, aku berharap umat itu secara keseluruhan dirahmati Allah gara-gaa tangis satu orang tersebut". (Al-Hasan Al-Basri: 96)

Di Hari Kiamat Nanti Mereka Adalah Musuhmu Dari asy-Syaby : Adalah Sulaiman bin Abdul Malik (Amirul Mukminin sebelum Umar bin Abdul Aziz) menunaikan haji bersama Umar bin Abdul Aziz, tatkala beliau melihat rakyatnya berjubel di hari raya haji itu, beliau berkata kepada Umar bin Abdul Aziz : Apakah engkau tidak melihat orang-orang itu yang tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah semata, dan tidak ada yang mencukupi rizki mereka kecuali Allah juga. Umar bin Abdul Aziz menimpali : Wahai Amirul Mukminin, hari ini mereka adalah rakyat anda, dan besok di hari kiamat mereka

adalah musuh-musuh anda di sisi Allah. Mendengar hal itu Sulaiman bin Abdul Malik menangis keras dan berkata : Hanya kepada Allhlah aku meminta pertolongan. (Al Bidayah IX/187)

Tangisan Atha' as-Sulaimy Abu Sulaiman ad-Dary berkata : Ia (Atha' as-Sulaimy) sangat takut kepada Allah, dia tidak menanyakan jannah tapi menanyakan pengampunan. Dikatakan, adalah dia jika menangis, menangis selama tiga hari tiga malam. (VI/87)

Tangisan Umar bin Abdul Aziz Dari Mughirah bin Hakim, telah berkata Fatimah putri Umar bin Abdul Aziz bahwasanya dia lebih banyak shalat dan berpuasa daripada manusia pada waktu itu. "Saya tidak pernah melihat seseorang yang takut kepada Rabbnya selain dari Umar bin Abdul Aziz. Adalah beliau bila shalat Isya' beliau duduk di dalam masjid kemudian beliau mengangkat kedua tangannya lalu beliau menangis terus-menerus sehingga kedua matanya bengkak, lalu beliau masih meneruskan doanya seraya menengadahkan tangannya dan menangis sampai bercucuran air matanya. Yang seperti itu dia lakukan terus menerus setiap malamnya lantaran takutnya kepada Allah." [V/137]

Menuju Surga Atau Neraka? Dari Salm bin Qasyier, bahwasanya Abu Hurairah menangis di kala sakit. Ditanyakan kepadanya, "Apa yang membuat anda menangis?" Beliau menjawab, "Aku bukan menangis terhadap dunia kalian ini, tetapi karena jauhnya perjalanan, sedangkan bekalku sedikit. Aku akan berjalan mendaki, lalu turun menuju surga atau turun menuju neraka. Aku tidak tahu mana yang akan kutuju." (II/625)

Musibah Seorang shalih berkata, "Aku berjalan bersama Sufyan ats-Tsauri, tiba-tiba seorang pengemis datang kepadanya, sedangkan dia tidak memiliki sesuatu untuk diberikan, maka Sufyan menangis. Aku bertanya, 'Apakah yang membuatmu menangis?' Dia menjawab, 'Suatu musibah bila seseorang mengharapkan kebaikan darimu tapi ia tidak mendapatkannya'."

Ke Mana Engkau Kembali? Tsabit al-Bunani berkata, "Kami pernah menyaksikan beberapa jenazah, maka kami tidak menyaksikan mereka kecuali dalam keadaan menangis. Demikianlah rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wa ta'ala." Ketika saudara Malik bin Dinar meninggal, Malik keluar mengikuti jenazahnya dengan menangis seraya berkata, "Demi Allah, aku tidak terhibur hingga aku tahu ke mana engkau kembali, dan aku tidak tahu selagi aku masih hidup."

Neraka Tidak Membiarkanku Tidur Qatadah berkata, " Menjelang kematiannya,Amir bin Qais menangis. Ditanyakan kepadanya, 'Apakah yang membuatmu menangis?' Ia menjawab, 'Aku tidak menangis karena ber-sedih terhadap kematian dan tidak pula karena menginginkan harta duniawi. Tetapi aku menangisi kehausan di tengah hari (yakni puasa) dan qiyamul lail." Ibunya berkata kepadanya pada suatu hari, "Orang-orang sedang tidur, mengapa kamu tidak tidur?" Ia menjawab, "Neraka Jahanam tidak membiarkanku tidur."

Rahasia Kebahagiaan Yang Sebenarnya Untukmu Perindu Akhirat Hammad bin Salamah berkata, "Tsabit membaca, 'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna,' (Al-Kahfi: 37) pada shalat malam sambil menangis dan mengulangulangnya." Tsabit al-Bunani berkata, "Tidak ada sesuatu pun yang aku jumpai dalam hatiku yang lebih lezat daripada qiyamul lail. Seandainya kaum yang celaka mencobanya, niscaya mereka mengetahui rahasia kebahagiaan yang sebenarnya." Hammad bin Zaid berkata tentang Tsabit al-Bunani, "Aku melihat Tsabit menangis hingga tulang-tulang rusuknya berselisih." Raghib al-Qathan menuturkan dari Bakr al-Muzani, "Barangsiapa yang ingin melihat orang yang paling gemar beribadah di zamannya, maka lihatlah Tsabit al-Bunani." Tsabit al-Bunani adalah seorang imam panutan, tabi'in, tsiqah, abid dan zahid, meninggal pada tahun 127 H. Lihat, Siyar A'lam an-Nubala', 5/ 220

Menangislah Dari Abdullah bin Syaqiq al-Uqaily, dari Kaab, ia berkata, Sungguh, air mata yang membasahi pipiku karena takut kepada Allah jauh lebih aku sukai dari pada berinfak emas seberat tubuhku. Demi jiwa Kaab yang berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba menangis karena takut kepada Allah sehingga air matanya membasahi bumi, lalu ia tersentuh api neraka selama-lamanya, sehingga tetesan air hujan yang membasahi kembali ke tempat turunnya, sedang tetesan itu tak kan pernah kembali selamanya. (Shifatush Shafwah).

Balasan Bagi Tetesan Air Mata Diriwayatkan dari Abu Imran Al-Juuni, beliau berkata: Setiap amal kebaikan ada balasannya, dan semuanya adalah kebaikan. Kecuali air mata yang menetes dari mata seorang hamba, tidak ada timbangan dan takaran tertentu baginya, sehingga air mata dapat memadamkan lautan api naar.

Apa Yang Harus Dilakukan Seorang Mukmin Selain Menangis? Untukmu Perindu Akhirat Diriwayatkan dari Hamzah Al-Amaa, beliau berkata: Ibuku membawaku kepada Al-Hasan, ia berkata: Wahai Abu Said, aku ingin anakku ini belajar denganmu. Semoga Allah memberi manfaat dari anak ini. Maka akupun pulang pergi belajar kepada beliau. Pada suatu hari beliau berkata kepadaku: Wahai anakku, senantiasalah bersedih atas kebaikan akhirat, semoga ia menyampaikanmu kepada nya. Menangislah saat sendiri, semoga Allah melihatmu kemudian mengasihanimu, sehingga engkau termasuk orang-orang yang beruntung. Maka pada suatu hari aku datang ke rumah beliau sementara ia sedang menangis. Lalu aku menemui beliau di tengah keramaian dalam keadaan sedang menangis. Kadang kala aku datang sementara beliau sedang shalat, aku bisa mendengar tangisan dan sesegukan beliau. Pada suatu hari aku berkata kepada beliau: Wahai Abu Said, engkau ini sering kali menangis. Beliaupun menangis dan berkata: Wahai anakku, apa yang harus dilakukan oleh seorang mukmin selain menangis. Wahai anakku, sesungguhnya tangisan itu akan membawa rahmat. Kalaulah engkau mampu mengisi hidupmu dengan menangis maka lakukanlah, semoga Allah melihatmu dalam keadaan menangis lalu Dia merahmatimu. Dan engkau akan selamat dari naar.

Menangis Karena Allah Abu Masyar berkata: Aku melihat Abdullah bin Aun menangis dalam majelis Abu Hazim. Beliau mengusap wajah dengan air mata dan berkata: Telah disampaikan kepadaku bahwa naar (neraka) tidak akan menyentuh bagian tubuh yang terseka air mata.

Menangis Karena Allah Untukmu Perindu Akhirat Umar bin Dzar berkata: Tidaklah aku melihat seorang yang menangis melainkan tergambar olehku bahwa rahmat sedang turun. Dinukil dari Al-Khasyyah wal-Baka,

Menangis Adalah Pintu Taubat Untukmu Perindu Akhirat Diriwayatkan dari Hakim bin Jafar, beliau berkata: Aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata: Menangis adalah salah satu pintu taubat, tidakkah engkau lihat orang yang menangis itu, lembut hatinya dan menyesal terhadap perbuatannya. Dinukil dari Al-Khasyyah wal-Baka,

22 Hukum Selamatan Kematian (Tahlilan)

oleh Fitri Kurnia Handayani pada 07 Mei 2011 jam 11:11 erikut akan dijelaskan mengenai hukum melakukan Tahlil untuk orang mati seperti yangbanyak dilakukan di masyarakat kita. Kegiatan tersebut biasanya dibarengkan denganselamatan 7, 40, 100 dan 1000 hari setelah seseorang meninggal dunia. Juga dilakukanpada haul (peringatan setiap tahun). Bagaimanakah hukumnya? SELAMATAN KEMATIAN (TAHLILAN) BAGAIMANA HUKUMNYA ? Sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia ketika salah seorang anggota keluarganyameninggal dunia, maka diadakan acara ritual Tahlilan . Apakah acara tersebut berasaldari Islam ? Mari kita simak dengan hati nurani yang murni untuk mencari yang haq daridien yang kita yakini ini. Kita lihat acara dalam Tahlilan ( maaf ini hanya sepanjangpenulis ketahui, bila ada yang kurang harap maklum)Biasanya bila musibah kematian pagi hari maka di malam harinya diadakan acaraTahlilan ini yaitu dibacakan bersama-sama surat Yasin atau doa lainnya. Kemudian didoakan untuk ahli mayit dan keluarganya dan terkadang ahli mayit menyediakanmakanan guna menghormati tamunya yang ikut dalam acara Tahlilan tersebut.

Bahkanbiasanya acara ini bukan hanya pada hari kematian namun akan berlanjut pada hari ke 40dan seterusnya.Saudaraku, Mari kita simak Hadits Shahih berikut : Dari Jarir bin Abdullah Al Bajalii, Kami (yakni para Shahabat semuanya) memandang /menganggap (yakni menurut madzhab kami para Shahabat) bahwa berkumpul-kumpul ditempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk daribagian meratap.Sanad Hadits ini shahih dan rawi-rawinya semuanya tsiqat ( dapat dipercaya ) atas syaratBukhari dan Muslim, bahkan telah di shahihkan oleh jamaah para ulama Mari kitaperhatikan ijma/kesepakatan tentang hadits tersebut diatas sebagai berikut:Mereka ijma atas keshahihan hadits tersebut dan tidak ada seorang pun ulama(sepanjang yang diketahui penulis-Wallahualam ) yang mendhaifkan hadits tersebut.Mereka ijma dalam menerima hadits atau atsar dari ijma para shahabat yang diterangkanoleh Jarir bin Abdullah. Yakni tidak ada seorang pun ulama yang menolak atsar ini.Mereka ijma dalam mengamalkan hadits atau atsar diatas. Mereka dari zaman shahabatsampai zaman kita sekarang ini senantiasa melarang dan mengharamkan apa yang telahdi ijmakan oleh para shahabat yaitu berkumpulkumpul ditempat atau rumah ahli mayit

Page 2 yang biasa kita kenal di negeri kita ini dengan nama Tahlillan atau Selamatan Kematian. Mari kita simak dan perhatikan perkataan Ulama ahlul Ilmi mengenai masalah ini: Perkataan Al Imam Asy SyafiI, yakni seorang imamnya para ulama, mujtahid mutlak,lautan ilmu, pembela sunnah dan yang khususnya di Indonesia ini banyak yang mengakubermadzhab beliau, telah berkata dalam kitabnya Al Um (I/318) : Aku benci al matam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak adatangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan . ini yang biasa terjadi dan Imam SyafiI menerangkan menurut kebiasaan yaitu akan memperbaharui kesedihan. Ini tidak berarti kalau tidak sedih boleh dilakukan. Samasekali tidak ! Perkataan Imam SyafiI diatas tidak menerima pemahaman terbalik ataumafhum mukhalafah. Perkataan imam kita diatas jelas sekali yang tidak bisa ditawil ataudi Tafsirkan kepada arti dan makna lain kecuali bahwa : beliau dengan tegasMengharamkan berkumpul-kumpul dirumah keluarga/ahli mayit. Ini baru berkumpulsaja, bagaimana kalau disertai dengan apa yang kita namakan disini sebagai Tahlilan ? Perkataan Al Imam Ibnu Qudamah, dikitabnya Al Mughni ( Juz 3 halaman 496-497cetakan baru ditahqiq oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki ) : Adapun ahli mayit membuatkan makanan untuk orang banyak maka itu satu hal yangdibenci ( haram ). Karena akan menambah ( kesusahan ) diatas musibah mereka danmenyibukkan mereka diatas kesibukan mereka dan menyerupai perbuatan orang-orangjahiliyyah. Dan telah diriwayatkan bahwasannya Jarir pernah bertamu kepada Umar.Lalu Umar bertanya, Apakah mayit kamu diratapi ? Jawab Jarir, Tidak ! Umarbertanya lagi, Apakah mereka berkumpul di rumah ahli mayit dan mereka membuatmakanan ? Jawab Jarir, Ya ! Berkata Umar, Itulah ratapan ! Perkataan Syaikh Ahmad Abdurrahman Al Banna, dikitabnya : Fathurrabbani Tartib Musnad Imam Ahmad bin Hambal ( 8/95-96) : Telah sepakat imam yang empat ( Abu Hanifah, Malik, SyafiI dan Ahmad) atas tidakdisukainya ahli mayit membuat makanan untuk orang banyak yang mana merekaberkumpul disitu berdalil dengan hadits Jarir bin Abdullah. Dan zhahirnya adalahHARAM karena meratapi mayit hukumnya haram, sedangkan para Shahabat telahmemasukkannya ( yakni berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit ) bagian dari meratapdan dia itu (jelas) haram. Dan diantara faedah hadits Jarir ialah tidak diperbolehkannyaberkumpul-kumpul dirumah ahli mayit dengan alas an taziyah /melayat sebagaimanadikerjakan orang sekarang ini. Telah berkata An Nawawi rahimahullah, Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alas an untuk Taziyah telah dijelaskan oleh ImamSyafiI dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atasdibencinya

( perbuatan tersebut ). Kemudian Nawawi menjelaskan lagi, Telah berkatapengarang kitab Al Muhadzdzab : Dibenci duduk-duduk ( ditempat ahli mayit ) dengan

Page 3 alas an untuk Taziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats ( halyang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah Bidah. Perkataan Al Imam An Nawawi, dikitabnya Al Majmu Syarah Muhadzdzab (5/319-320)telah menjelaskan tentang Bidahnya berkumpul-kumpul dan makan-makan dirumah ahlimayit dengan membawakan perkataan penulis kitab Asy Syaamil dan ulama lainnya danbeliau menyetujuinya berdalil dengan hadits Jarir yang beliau tegaskan sanadnya shahih. Perkataan Al Imam Asy Syairazi, dikitabnya Muhadzdzab yang kemudian disyarahkanoleh Imam Nawawi dengan nama Al Majmu Syarah Muhadzdzab : Tidak disukai /dibenci duduk-duduk ( ditempat ahli mayit ) dengan alasan untukTaziyah karena sesungguhnya yang demikian itu muhdats sedangkan muhdats adalah Bidah . Perkataan Al Imam Ibnul Humam Al Hanafi, dikitabnya Fathul Qadir (2/142) dengan tegas dan terang menyatakan bahwa perbuatan tersebut adalah Bidah yang jelek .Beliau berdalil dengan hadits Jarir yang beliau katakana shahih. Perkataan Al Imam Ibnul Qayyim, dikitabnya Zaadul Maaad (I/527-528) menegaskanbahwa berkumpul-kumpul ( dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk taziyah danmembacakan Quran untuk mayit adalah Bidah yang tidak ada petunjuknya dari Nabi. Perkataan Al Imam Asy Syaukani, dikitabnya Nailul Authar (4/148) menegaskan bahwahal tersebut menyalahi sunnah. Perkataan Al Imam Ahmad bin Hambal, ketika ditanya tentang masalah ini beliaumenjawab : Dibuatkan makanan untuk mereka (ahli mayit ) dan tidaklah mereka (ahli mayit )membuatkan makanan untuk para pentaziyah. (Masaa-il Imam Ahmad bin Hambal olehImam Abu Dawud hal. 139) Perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, Disukai membuatkan makanan untuk ahlimayit dan mengirimnya kepada mereka. Akan tetapi tidak disukai mereka membuatmakanan untuk para pentaziyah. Demikian menurut madzhab Ahmad dan lain-lain. (AlIkhtiyaaraat Fiqhiyyah hal. 93 ). Perkataan Al Imam Al Ghazali, dikitabnya Al Wajiz Fighi Al Imam Asy SyafiI ( I/79 , Disukai membuatkan makanan untuk ahli mayit.Kesimpulan: Bahwa berkumpul-kumpul ditempat ahli mayit hukumnya adalah BIDAH dengankesepakatan para Shahabat dan seluruh imam dan ulama termasuk didalamnya imamempat. Akan bertambah bidahnya apabila ahli mayit membuatkan makanan

Page 4 pentaziyah. Akan lebih bertambah lagi bidahnya apabila disitu diadakan tahlilan padahari pertama dan seterusnya.Perbuatan yang mulia dan terpuji menurut SUNNAH NABI Saw kaum kerabat /sanakfamili dan para tetangga memberikan makanan untuk ahli mayit yang sekiranya dapatmengenyangkan mereka untuk mereka makan sehari semalam. Ini berdasarkan sabdaNabi Saw ketika Jafar bin Abi Thalib wafat : Buatlah makanan untuk keluarga Jafar !Karena sesungguhnya telah datang kepada mereka apa yang menyibukakan mereka( yakni musibah kematian . (Hadits Shahih, riwayat Imam Asy SyafiI ( I/317 , AbuDawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad (I/205 Wahai Saudaraku, Apakah perkataan orang-orang yang ahli dalam ilmu agama tersebutmasih belum meyakinkan?Marilah kita mencoba merenungi dengan hati yang jernih, janganlah kita kedepankanhawa nafsu kita. Tentu dalam hati kita senantiasa banyak pertanyaan yang mengganjaldiantaranya: Kenapa sejak dahulu, kakek kita, bapak kita, ustadz kita bahkan kyiai kitamengajarkannya dan bahkan sudah lumrah dimasyarakat ?Darimana mereka ( ustadz/kyiai kita ) mengambil dalilnya apa hanya budaya ?Wahai saudaraku, Dalam menilai sebuah kebenaran bukanlah disandarkan oleh banyakatau sedikitnya orang yang mengikuti, karena hal ini telah disindir oleh Alloh SWT dalamQS. Al Anaam 116 :Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscayamereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk. Marilah kita dalam beragama bersandarkan kepada dalil-dalil yang shahih karena denganberdasar hujjah ( dalil ) yang kuat maka kita akan selamat. Kita tidak boleh beragamahanya mengikuti orang lain yang tidak mengetahui tentangnya karena di akhirat kelakkita akan dimintai pertanggung jawaban terhadap yang telah kita lakukan di dunia,perhatikan peringatan Alloh dalam QS. Al Israa 36; Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuantentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintapertanggunganjawabnya.Semoga Allah SWT memberikan taufik serta hidayah kepada kita sehingga mendapatridho dari Allah SWT atas amal-amal yang kita lakukan dan bukan sebaliknya, Amiin. Maraji, dari kitab Al Masaail oleh Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat

23 Antara Berbakti kepada Orang Tua dan Taat kepada Suami

oleh Sumarwati Wongsodidjoyo pada 06 Mei 2011 jam 21:21 Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

emilih antara menuruti keinginan suami atau tunduk kepada perintah orangtua merupakan dilema yang banyak dialami kaum wanita yang telah menikah. Bagaimana Islam mendudukkan perkara ini? Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman: Maka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara mereka (An-Nisa: 34

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya: Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu1.

Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan2. Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhiyallahu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: anha, ia berkata,

Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga. At-Tirmidzi berkata, Hadits ini hasan3.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, Hadits ini hasan4. Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan lafadznya: niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan kewajibankewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.5

Dalam Al-Musnad dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan hak suaminya.6

Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah radhiyallahu anha dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.7

Demikian pula dalam Al-Musnad, Sunan Ibni Majah, dan Shahih Ibni Hibban dari Abdullah ibnu Abi Aufa radhiyallahu anhu, ia berkata: : : : .

Tatkala Muadz datang dari bepergiannya ke negeri Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, maka beliau menegur Muadz, Apa yang kau lakukan ini, wahai Muadz? Muadz menjawab, Aku mendatangi Syam, aku dapati mereka (penduduknya) sujud kepada uskup mereka. Maka aku berkeinginan dalam hatiku untuk melakukannya kepadamu, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jangan engkau lakukan hal itu, karena sungguh andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada selain Allah niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang istri tidaklah menunaikan hak Rabbnya sampai ia menunaikan hak suaminya. Seandainya suaminya meminta dirinya dalam keadaan ia berada di atas pelana (hewan tunggangan) maka ia tidak boleh menolaknya8.

Dari Thalaq bin Ali, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Suami mana saja yang memanggil istrinya untuk memenuhi hajatnya9 maka si istri harus/wajib mendatanginya (memenuhi panggilannya) walaupun ia sedang memanggang roti di atas tungku api. Diriwayatkan oleh Abu Hatim dalam Shahih-nya dan At-Tirmidzi, ia berkata, Hadits ini hasan10.

Dalam kitab Shahih (Al-Bukhari) dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Apabila seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya, namun si istri menolak untuk datang, lalu si suami bermalam (tidur) dalam keadaan marah kepada istrinya tersebut, niscaya para malaikat melaknat si istri sampai ia berada di pagi hari.11

Hadits-hadits dalam masalah ini banyak sekali dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu berkata, Suami adalah tuan (bagi istrinya) sebagaimana tersebut dalam Kitabullah. Lalu ia membaca firman Allah Subhanahu wa Taala: Dan keduanya mendapati sayyid (suami) si wanita di depan pintu. (Yusuf: 25) Umar ibnul Khaththab radhiyallahu anhu berkata, Nikah itu adalah perbudakan. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat/memerhatikan kepada siapa ia memperbudakkan anak perempuannya. Dalam riwayat At-Tirmidzi dan selainnya dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: Berwasiat kebaikanlah kalian kepada para wanita/istri karena mereka itu hanyalah tawanan di sisi kalian.12

Dengan demikian seorang istri di sisi suaminya diserupakan dengan budak dan tawanan. Ia tidak boleh keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya baik ayahnya yang memerintahkannya untuk keluar, ataukah ibunya, atau selain kedua orangtuanya, menurut kesepakatan para imam. Apabila seorang suami ingin membawa istrinya pindah ke tempat lain di mana sang suami menunaikan apa yang wajib baginya dan menjaga batasan/hukum-hukum Allah Subhanahu wa Taala dalam perkara istrinya, sementara ayah si istri melarang si istri tersebut untuk menuruti/menaati suami pindah ke tempat lain, maka si istri wajib menaati suaminya, bukannya menuruti kedua orangtuanya. Karena kedua orangtuanya telah berbuat zalim. Tidak sepantasnya keduanya melarang si wanita untuk menaati suaminya. Tidak boleh pula bagi si wanita menaati ibunya bila si ibu memerintahnya untuk minta khulu kepada suaminya atau membuat suaminya bosan/jemu hingga suaminya menceraikannya. Misalnya dengan menuntut suaminya agar memberi nafkah dan pakaian (melebihi kemampuan suami) dan meminta mahar yang berlebihan13, dengan tujuan agar si suami menceraikannya. Tidak boleh bagi si wanita untuk menaati salah satu dari kedua orangtuanya agar meminta cerai kepada suaminya, bila ternyata suaminya seorang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Taala dalam urusan istrinya. Dalam kitab Sunan yang empat14 dan Shahih Ibnu Abi Hatim dari Tsauban radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Wanita mana yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada apa-apa15 maka haram baginya mencium wanginya surga.16 Dalam hadits yang lain: Istri-istri yang minta khulu17 dan mencabut diri (dari pernikahan) mereka itu wanita-wanita munafik.18 Adapun bila kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya memerintahkannya dalam perkara yang merupakan ketaatan kepada AllahSubhanahu wa Taala, misalnya ia diperintah untuk menjaga shalatnya, jujur dalam berucap, menunaikan amanah dan melarangnya dari membuangbuang harta dan bersikap boros serta yang semisalnya dari perkara yang Allah Subhanahu wa Taala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam perintahkan atau yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Taala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wa sallam untuk dikerjakan, maka wajib baginya untuk menaati keduanya dalam perkara tersebut. Seandainya pun yang menyuruh dia untuk melakukan ketaatan itu bukan kedua orangtuanya maka ia harus taat. Apalagi bila perintah tersebut dari kedua orangtuanya.

Apabila suaminya melarangnya dari mengerjakan apa yang Allah Subhanahu wa Taala perintahkan atau sebaliknya menyuruh dia mengerjakan perbuatan yang Allah Subhanahu wa Taala larang maka tidak ada kewajiban baginya untuk taat kepada suaminya dalam perkara tersebut. Karena Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.19 Bahkan seorang tuan (ataupun raja) andai memerintahkan budaknya (ataupun rakyatnya/orang yang dipimpinnya) dalam perkara maksiat kepada Allah Subhanahu wa Taala, tidak boleh bagi budak tersebut menaati tuannya dalam perkara maksiat. Lalu bagaimana mungkin dibolehkan bagi seorang istri menaati suaminya atau salah satu dari kedua orangtuanya dalam perkara maksiat? Karena kebaikan itu seluruhnya dalam menaati Allah Subhanahu wa Taala dan RasulNya Shallallahu alaihi wa sallam, sebaliknya kejelekan itu seluruhnya dalam bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. (Majmuatul Fatawa, 16/381-383). Wallahu alam bish-shawab.

Catatan kaki: 1 HR. Ahmad (2/168) dan Muslim (no. 3628), namun hanya sampai pada lafadz: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah. Selebihnya adalah riwayat Ahmad dalam Musnad-nya (2/251, 432, 438) dan An-Nasai. Demikian pula Al-Baihaqi, dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu, ia berkata: : : Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: Wanita (istri) yang bagaimanakah yang paling baik? Beliau menjawab, Yang menyenangkan suaminya bila suaminya memandangnya, yang menaati suaminya bila suaminya memerintahnya, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara dirinya dan tidak pula pada harta suaminya dengan apa yang dibenci suaminya. (Dihasankan Al-Imam Al-Albanirahimahullahu dalam Irwaul Ghalil no. 1786) 2 Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Al-Jami Ash-Shaghir, no. 660. 3 HR. At-Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854, didhaifkan Al-Imam Albani rahimahullahu dalam Dhaif Sunan At-Tirmidzi danDhaif Sunan Ibni Majah. 4 HR. At-Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1853, kata Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Hasan Shahih. Al-Imam Al-

Al-

5 HR. Abu Dawud no. 2140, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud. 6 HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu Nuaim dalam Ad-Dalail (137). Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad (10/513), cet. Darul Hadits, Al-Qahirah. 7 HR. Ahmad (6/76) dan Ibnu Majah no. 1852, Albani rahimahullahu dalam Dhaif Sunan Ibni Majah. didhaifkan Al-Imam Al-

8 HR. Ahmad (4/381) dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Ibni Majah, Hasan Shahih. Lihat pula AshShahihah no. 1203.

9 Kinayah dari jima. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ar-Radha, bab Ma Jaa fi Haqqiz Zauj alal Marati) 10 HR. At-Tirmidzi no. 1160 dan Ibnu Hibban no. 1295 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, Al-Misykat no. 3257 dan AshShahihah no. 1202. 11 HR. Al-Bukhari no. 5193. 12 HR. At-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dihasankan Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi danShahih Sunan Ibni Majah. 13 Misalnya maharnya tidak tunai diberikan oleh sang suami saat akad namun masih hutang, dan dijanjikan di waktu mendatang setelah pernikahan. 14 Yaitu Sunan At-Tirmidzi, Sunan Abi Dawud, Sunan An-Nasai, dan Sunan Ibnu Majah. 15 Lafadz: (( )) maksudnya tanpa ada kesempitan yang memaksanya untuk meminta pisah. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Lian, bab Ma Jaa fil Mukhtaliat) 16 HR. At-Tirmidzi no. 1187, Abu Dawud no. 2226, Ibnu Majah no. 2055, dan Ibnu Hibban no. 1320 (Mawarid), dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, dll. 17 Tanpa ada alasan yang menyempitkannya. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Lian, bab Ma Jaa fil Mukhtaliat) 18 HR. Ahmad 2/414 dan Tirmidzi no. 1186, dishahihkan Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Tirmidzi, Ash-Shahihahno. 633, dan AlMisykat no. 3290. Mereka adalah wanita munafik yaitu bermaksiat secara batin, adapun secara zahir menampakkan ketaatan. Ath-Thibi berkata, Hal ini dalam rangka mubalaghah (berlebihlebihan/sangat) dalam mencerca perbuatan demikian. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Ath-Thalaq wal Lian, bab Ma Jaa fil Mukhtaliat) 19 HR. Ahmad 1/131, kata Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam taliqnya terhadap Musnad Al-Imam Ahmad, Isnadnya shahih. Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=754

24 ::: Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya :::

oleh Nurul Binti Abidin pada 06 Mei 2011 jam 12:28 etiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.

Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : (Apakah perumpamaan (penghuni Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? (QS. Muhammad : 15 Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anakanak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al Waqiah : 10-21) Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Taala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Quran yang mulia, diantaranya :

Dan (di dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. Al Waqiah : 22-23) Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka dan tidak pula oleh jin. (QS. Ar Rahman : 56 Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (QS. Ar Rahman : 58) Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya. (QS. Al Waqiah : 35-37) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau : seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya. (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan. Dan mereka juga mendendangkan : Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi. (Shahih Al Jami nomor 1557

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi? Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia. Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :

1. Bertakwa. 2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. 3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu. 4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya. 5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepadaNya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya. 6. Gemar membaca Al Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata. 7. Menghidupkan amar maruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat. 8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya. 10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia. 11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk. 12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah). 13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya. 14. Berbakti kepada kedua orang tua. 15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Taala berfirman : dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar. (QS. An Nisa : 13 .

Wallahu Alam Bis Shawab. (Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)

25 Salafus Shalih Menilai Seseorang Dengan Melihat Teman Dekatnya

oleh Dzulkifli Baqir Al-Farizi pada 05 Mei 2011 jam 20:40 Salafus Shalih Menilai Seseorang Dengan Melihat Teman Dekatnya 148. Abu Qilabah berkata: [Qaatalallahu! Semoga Allah binasakan penyair yang mengucapkan syair: Janganlah bertanya siapa dia tapi tanyakan siapa temannya Karena setiap orang akan meniru temannya] Saya katakan: Ucapan Abu Qilabah (Qaatalallahu) ini adalah ungkapan yang menunjukkan kekagumannya dengan bait syair tersebut dan ini adalah syairnya Ady bin Zaid Al Abadiy. Al Ashmaiy berkata: Saya belum pernah menemukan satu bait syair yang paling menyerupai As Sunnah selain ucapan Ady ini. 149. Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: (Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu. (As Shahihah 927) 150. Ibnu Masud berkata: Nilailah seseorang itu dengan siapa ia berteman karena seorang Muslim akan mengikuti Muslim yang lain dan seorang fajir akan mengikuti orang fajir yang lainnya. (Al Ibanah 2/477 nomor 502 dan Syarhus Sunnah Al Baghawi 13/70) 151. Dan ia berkata: Seseorang itu akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan mempunyai sifat seperti dirinya. (Al Ibanah 2/476 nomor 499) 152. Beliau melanjutkan: Nilailah seseorang itu dengan temannya sebab sesungguhnya seseorang tidak akan berteman kecuali dengan orang yang mengagumkannya (karena seperti dia). (Al Ibanah 2/477 nomor 501) 153. Abu Darda mengatakan: Tanda keilmuan seseorang (dilihat) dari jalan yang ditempuhnya, tempat masuknya, dan majelisnya. (Al Ibanah 2/464 nomor 459-460)

154. Yahya bin Abi Katsir mengatakan, Nabi Sulaiman bin Daud Alaihis Salam bersabda: Jangan menetapkan penilaian terhadap seseorang sampai kamu memperhatikan siapa yang menjadi temannya. (Al Ibanah 2/480 nomor 514) 155. Musa bin Uqbah Ash Shuriy tiba di Baghdad dan hal ini disampaikan kepada Imam Ahmad bin Hanbal lalu beliau berkata: Perhatikan dimana ia singgah dan kepada siapa dia berkunjung. (Al Ibanah 2/479-480 nomor 511) 156. Qatadah berkata: Sesungguhnya kami, demi Allah belum pernah melihat seseorang menjadikan teman buat dirinya kecuali yang memang menyerupai dia maka bertemanlah dengan orang-orang yang shalih dari hamba-hamba Allah agar kamu digolongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka. (Al Ibanah 2/477 nomor 500) 157. Syubah berkata, aku dapati tulisan dalam catatanku (menyatakan) bahwasanya seseorang akan berteman dengan orang yang ia sukai. (Al Ibanah 2/452 nomor 419-420) 158. Al Auzaiy berkata: Siapa yang menyembunyikan bidahnya dari kita tidak akan dapat menyembunyikan persahabatannya. (Al Ibanah 2/476 nomor 498) 159. Al Amasy mengatakan: Biasanya Salafus Shalih tidak menanyakan (keadaan) seseorang sesudah (mengetahui) tiga hal yaitu jalannya, tempat masuknya, dan teman-temannya. (Al Ibanah 2/476 nomor 498) 160. Ayyub As Sikhtiyani diundang untuk memandikan jenazah kemudian beliau berangkat bersama beberapa orang. Ketika penutup wajah jenazah itu disingkapkan beliau segera mengenalinya dan berkata: Kemarilah kepada temanmu ini, saya tidak akan memandikannya karena saya pernah melihatnya berjalan dengan seorang ahli bidah. (Al Ibanah 2/478 nomor 503) 161. Abdullah bin Masud berkata: Nilailah tanah ini dengan nama-namanya dan nilailah seorang teman dengan siapa ia berteman. (Al Ibanah 2/479 nomor 509-510) 162. Muhammad bin Abdullah Al Ghalabiy mengatakan: Ahli bidah itu akan menyembunyikan segala sesuatu kecuali persatuan dan persahabatan (di antara mereka). (Al Ibanah 1/205 nomor 44 dan 2/482 nomor 518) 163. Muadz bin Muadz berkata kepada Yahya bin Said: Hai Abu Yahya, seseorang walapun dia menyembunyikan pemikirannya tidak akan tersembunyi hal itu pada anaknya tidak pula pada teman-temannya atau teman duduknya. 164. Amru bin Qais Al Mulaiy berkata: Jika kamu lihat seorang pemuda tumbuh bersama Ahli Sunnah wal Jamaah harapkanlah dia dan bila ia tumbuh bersama ahli bidah berputus-asalah

kamu dari (mengharap kebaikan)nya. Karena pemuda itu bergantung di atas apa yang pertama kali ia tumbuh dan dibentuk. (Al Ibanah 1/205 nomor 44 dan 2/482 nomor 518) 165. Ia juga mengatakan: Seorang pemuda itu benar-benar akan berkembang maka jika ia lebih mementingkan duduk dengan Ahli Ilmu ia akan selamat dan jika ia condong kepada yang lain ia akan celaka. 166. Ibnu Aun mengatakan: Siapa pun yang duduk dengan ahli bidah ia lebih berbahaya bagi kami dibanding ahli bidah itu sendiri. (Al Ibanah 2/273 nomor 486) 167. Ketika Sufyan Ats Tsaury datang ke Bashrah melihat keadaan Ar Rabi bin Shabiih dan kedudukannya di tengah ummat, Yahya bin Said Al Qaththan berkata: Ia bertanya apa madzhabnya? Mereka menjawab bahwa madzhabnya tidak lain adalah As Sunnah, ia berkata lagi: Siapa teman baiknya? Mereka menjawab: Qadary. Beliau berkata: Berarti ia seorang Qadariy. (Al Ibanah 2/453 nomor 421) Ibnu Baththah berkata: [Semoga Allah merahmati Sufyan Ats Tsauri, ia sungguh telah berbicara dengan Al Hikmah maka alangkah tepat ucapannya itu dan ia juga telah berkata dengan ilmu yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah serta apa-apa yang sesuai dengan hikmah, realita, dan pemahaman Ahli Bashirah, Allah berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orangorang yang bukan golonganmu (sebab) mereka senantiasa menimbulkan bahaya bagi kamu dan mereka senang dengan apa yang menyusahkanmu. (QS. Ali Imran: 118) ] 168. Imam Abu Daud As Sijistaniy berkata, saya berkata kepada Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal (jika) saya melihat seorang Sunniy bersama ahli bidah apakah saya tinggalkan ucapannya? Beliau menjawab: Tidak. Sebelum kamu terangkan kepadanya bahwa orang yang kamu lihat bersamanya itu adalah ahli bidah. Maka jika ia menjauhinya, tetaplah bicara dengannya dan jika tidak mau gabungkan saja dengannya (anggap saja ia ahli bidah). Ibnu Masud pernah berkata, seseorang itu (dinilai) siapa teman dekatnya. (Thabaqat Hanabilah 1/160 no 216)

169. Ibnu Taimiyyah mengatakan: Dan siapa yang selalu berprasangka baik terhadap mereka (ahli bidah) dan mengaku belum mengetahui keadaan mereka kenalkanlah ahli bidah itu padanya maka jika ia telah mengenalnya namun tidak menampakkan penolakan terhadap mereka, gabungkanlah ia bersama mereka dan anggaplah ia dari kalangan mereka juga. (Al Majmu 2/133 170. Utbah Al Ghulam berkata: Barangsiapa yang tidak bersama kami maka dia adalah lawan kami. (Al Ibanah 2/437 nomor 487) 171. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: Ruh-ruh itu adalah juga sepasukan tentara maka yang saling mengenal akan bergabung dan yang tidak mengenal akan berselisih. (HR. Al Bukhary 3158 dan Muslim 2638) 172. Al Fudlail bin Iyyadl mengomentari hadits ini dengan berkata: Tidak mungkin seorang Sunniy akan berbasa-basi kepada ahli bidah kecuali jika ia dari kalangan munafiq. (Lihat Ar Rad Alal Mubtadiah li Ibni Al Banna 173. Ibnu Masud berkata: Jika seorang Mukmin memasuki mesjid yang di dalamnya berkumpul 100 orang dan yang muslim hanya satu ia tentu akan masuk ke dalamnya lalu duduk di dekatnya dan jika seorang munafiq memasuki mesjid yang di dalamnya berkumpul 100 orang dan hanya terdapat satu orang munafiq juga ia akan tetap masuk dan duduk di dekatnya. 174. Hammad bin Zaid mengatakan, Yunus berkata kepadaku: Hai Hammad, sesungguhnya jika saya melihat seorang pemuda berada di atas perkara yang mungkar saya tetap tidak akan berputus-asa mengharapkan kebaikannya kecuali bila saya melihatnya duduk bersama ahli bidah maka ketika itu saya tahu kalau dia binasa. (Al Kifayah 91, Syarh Ilal At Tirmidzy 1/349) 175. Ahmad bin Hanbal berkata: Jika kamu melihat seorang pemuda tumbuh bersama Ahli Sunnah wal Jamaah maka harapkanlah (kebaikannya) dan jika kamu lihat dia tumbuh bersama ahli bidah maka berputus-asalah kamu dari (mengharap kebaikan)nya. Karena sesungguhnya pemuda itu tergantung di atas apa ia pertama kali tumbuh. (Al Adabus Syariah Ibnu Muflih 3/77) 176. Dlamrah bin Rabiah berkata, (saya mendengar) dari Ibnu Syaudzab Al Khurasaniy berkata: Sesungguhnya di antara kenikmatan yang Allah berikan kepada para pemuda ialah ketika ia beribadah dan bersaudara dengan seorang Ahli Sunnah. Dan ia akan bergabung bersamanya di atas As Sunnah. (Al Ibanah 1/205 nomor 43 dan Ash Shughra 133 nomor 91 dan Al Lalikai 1/60 nomor 31)

177. Dari Abdullah bin Syaudzab dari Ayyub ia berkata: Termasuk kenikmatan bagi seorang pemuda dan orang-orang non Arab ialah jika Allah menurunkan taufiq kepada mereka untuk mengikuti orang yang berilmu di kalangan Ahli Sunnah. (Al Lalikai 1/60 nomor 30)

(Sumber: Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, terjemah dari kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Matsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits, Pengantar Ustadz Muhammad Umar As Sewwed. Diambil dari www.assunnah.cjb.net.)

26 Untaian Nasihat

oleh Ummu Huwaida pada 01 Mei 2011 jam 20:09 ...

"Betapa banyak orang yang mengingatkan manusia kepada Allah, namun dia sendiri lupa kepada Allah..."

"Betapa banyak orang yang memperingatkan manusia agar takut kepada Allah, namun dia sendiri adalah orang yang berani menentang Allah..."

"Betapa banyak orang yang mengajak manusia agar dekat kepada Allah, namun dia sendiri sangat jauh dari Allah..."

"Betapa banyak orang yang mengajak manusia kepada Allah,

namun dia sendiri adalah orang yang lari dari Allah.."

"Dan betapa banyak orang yang membaca kitabullah, namun dia adalah orang lalai dari ayat-ayat Allah..."

Ya Allah... Sungguh aku berlindung kepada Mu... dari ilmu yang tidak bermanfaat...

Bait-bait ini diucapkan oleh Ibnus Samak rahimahullah

Penulis: Abu Fauzan Hanif Nur Fauzi hafizhahullah http://hanifnurfauzi.wordpress.com/

27 Luka (aku) berkisah tentang lukanya....

oleh Aas Marwah Shafa pada 30 April 2011 jam 16:17

"Ya Alloh...,aku punya masalah yang besar.." aku ingin sembuhkan luka yang disebabkan lisan. begitu perih...begitu menghujam!!. aku ingin "waspada". sebab...aku tahu luka itu akan memicu kebencianku pada iman dan keshalihanku.sungguh!! aku melawan rasa tak nyaman ini. aku ingin mengubah ini dengan menerima luka sebagai peringatan...sebagai nasihat yang hangat. tapi...lagi lagi..aku merasakan sisi sisi yang lain. yang lebih mengedepankan ego di hati. tidak..tidak cuma di hati..tapi pada pikiran yang menjadi polanya

"Ya Alloh...,aku punya masalah yang besar.." aku tak mau jadi orang yang terluka, yang menjadi pengeluh. bukankah ada ENGKAU yang MAHA BESAR?... kewajibanku adalah datang dan mengadukan segala kesedihanku, kesusahanku, sebab hanya ENGKAU yang MAHA MENGETAHUInya. bukankah sembarang mengeluh pada ciptaanMU adalah sebuah kesalahan..bahkan mampu menambah luka kian membesar?...akan berbahaya... aku tidak mau menjadi orang terluka yang tak mau belajar dari luka orang lain. sebab itu bukan aku....!. aku juga tak ingin enggan untuk bertindak. aku ingin bersemangat untuk mampu memecahkan masalah besar ini. sebab...aku sadar..aku tahu..ini karena kesalahanku.

"Ya Alloh...aku punya masalah yang besar.." aku tak ingin lisan yang menyakitiku mengakui kesalahannya sebelum aku. aku ingin...aku yang meminta maaf padanya....seharusnya. aku tak ingin membesarkan kesalahan lagi..tak ingin membiarkan luka ini menjadi lama. aku ingin segera menyembuhkannya...aku tak ingin merawat luka ini baik baik!!! tidak!!! dan tidak!!!! aku tidak akan menampilkan luka ini sebagai pajangan bagi mata yang bebas menikmatinya. dan aku tak ingin memamerkan kesakitan atas lukaku.aku tak ingin melebih lebihkan dan bertingkah dengan rasa terancam yang begitu tinggi. dan...demi Alloh..aku tak ingin mendatangkan kuman kuman. aku tidak ingin terus merasakan kesakitan.aku tak ingin menjadi tersiksa dengan sentuhan salam lisan itu. aku tidak ingin jadi pengecut yang bersembunyi di balik luka ini. sebab aku tak ingin menjadi bagian dari: orang orang yang jika berkata dia dusta,..jika berjanji maka dia akan ingkar,,,, jika berselisih dia akan melampaui batas!! dan itu bukan aku....bukan aku!!!

"Ya Alloh...aku punya masalah yang besar,,," aku memang merasakan sakit.....karena apa yang terjadi memang sangat menyakitkan!. mungkin...aku merasakan sakit ini karena memang aku sedang terluka. tapi...aku tak ingin luka ini menjadi berdarah darah...apalagi bernanah nanah...!! bukan seperti itu. aku tak ingin menjerit!! sebab aku tak ingin menanggapi luka ini diluar batas kewajaran. aku tidak ingin menyerang, sebab itu akan menjadi tindakan yang merupakan sebuah tanggapan...sebuah balasan. dan bila itu aku lakukan...maka aku akan menjadi lebih buruk dari rasa sakit dan luka ini. aku memang terluka....merasakan sakit...tapi,,aku juga mampu untuk memaafkan dengan penuh ketulusan. dengan penuh senyuman.... "Ya Alloh.....aku punya masalah besar...".....tapi,,," masalah...aku punya Alloh yang Maha Besar...!!"

28 Surat ananda untuk ibunda tercinta

oleh Irma Apri Hastuti pada 28 April 2011 jam 23:08

uara hati seorang hamba yang berusaha tetap istiqomah di jalan ALLOH, suara hati yang merintih dan berusaha tegar dengan berbagai terpaan tudingan yang ada padanya... juga suara hati seorang muslimah yang sedang berjuang mempertahankan jati diri dan kemerdekaanya....

Bismillahirrahmanirrohim... Teruntuk ibunda yang lembut hatinya.... Bukan aku menetang semua kata-katamu.. Bukan aku tak mau mendengarkan nasehatmu..

Aku tahu... Batapa besar rasa cinta dan sayangmu untuku.. Dan akupun sama...

Aku teramat sangat mencitai dan menyayangimu... Tapi maafkan aku... Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu... Aku begitu mencintai apa yang aku kenakan... Aku mencintainya karena itu adalah seruan Alloh.. Rabb kita..

Perasaanku begitu sedih.. Manakala ibu mengatakan bahwa apa yang aku kenakan itu bukanlah suatu kewajaran... Hatiku teriris... Manakala ibu mengatakan bahwa aku telah tersesat dari jalan islam..

Dan air mataku tumpah... Ketika ibu mengatakan semua teguran-teguran keras kepadaku.. Semua itu terekam sebagai ancaman di pita memory otaku..

Aku tahu... Maksud dari semua yang ibu lakukan terhadapku.. Tapi maafkan aku ibu... Ketika Ayatulloh itu hadir dan mengisi relung keimananku yang kosong... Entah mengapa..seruan itu begitu menyentuhku... Menyentuh sisi kewanitaanku sebagai hambaNya yang selama ini kurang bersyukur...

Aku malu pada ALLOH ibu... dosaku sudah bertumpuk.. Ketika aku melangkahkan kakiku, setapak demi tapak dihadapan kaum adam dengan auratku yang terbuka... Tanpa aku sadari.. aku telah meletakan batu bata untuk membangun istana di neraka.. naudzubillah..aku tidak menginginkannya!

Aku merasa nyaman dengan apa yang aku kenakan sekarang... Aku merasa lebih terjaga dari pandangan nakal kaum lelaki... Aku merasa lebih bebas bergerak.. Aku merasa lebih cantik dihadapan Alloh.. Aku merasa menjadi diriku sendiri!!

Karena itu... Ijinkan aku mengenakan pakaian takwa ini.. Biarkan kain ini menjulur pada tubuhku... Biarkan dia menutup semua lekuk tubuhku.. Jangan lagi kau peduli dengan ucapan orang di luar sana... Bukankah engkau lebih mengenal anakmu?? Ibu...

Aku selalu mencintai dan menyayangimu... Tapi alangkah lebih menyenangkan.. Bila kita membingkai rasa cinta kita ini dengan rasa cinta kita pada ALLOH...

Karena... Hanya Dialah yang lebih pantas kita cintai lebih dari apa pun....

Wallahu Taala Alam... *************************** semoga ana bisa sepertimu ukhti.... Baarokallahu fiik

29 Untuk ukhti tersayang......

oleh Rodhiah Muzdalifah pada 22 April 2011 jam 21:44

Dear ukhti... apa kabar imanmu hari ini... semoga selalu menapak maju apa kabar hatimu hari ini... semoga selalu bersih dari debu dan kelabu apa kabar cintamu hari ini... semoga selalu berpeluh rindu pada-Nya

Ukhti... sungguh indah hidup setelah menikah, apa yang sebelumnya haram menjadi halal semua perbuatan mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya suka duka dilalui berdua.. senang sedih ada yang menemani.. tawa tangis pun bersama

Ukhti... menikah adalah setengah dien.. dan ia menggenapkan dien menjadi satu sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah dikunjungi sebelumnya apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka

begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu pernikahan ini "Bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah"

Ukhti... menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat pernah ada yang berkata... "saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian berat di ucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis di sana.. tangis suka.. tangis duka.. Allah yang menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat Lagi Menatap dan setiap undangan yang datang akan mendo'akan pernikahan ini

Ukhti... yang sedang menanti "terkasih" nantilah dengan sabar sungguh Allah Maha Tahu yang terbaik untuk dirimu... siapkan dirimu, hatimu.. sungguh sangat mudah bagiNya memberikan "terkasih" untukmu atau pun tidak berharap dan mintalah padaNya.. Pemilik alam raya dan Pencipta "terkasih" mu

Ukhti... yang sedang menjelang akad

berdo'alah selalu padaNya... penentu segalanya... mohon petunjukNya jika "terkasih" adalah yang terbaik untukmu kemudahan juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti sungguh, Allah Maha Tahu yang terbaik untuk dirimu... siapkan dirimu, hatimu

Ukhti... yang telah menikah... jagalah nikmatNya yang besar ini hanya dengan izinNya dirimu dengan "terkasih"mu bersatu, tiada yang lain jadilah penyejuk hati dan pandangannya.. menjadi istri sholehah dambaan...

Ukhti... bahagiamu adalah bahagiaku... sedihmu juga sedihku... tawamu, tawaku juga... tangismu adalah tangisku semoga Allah Yang Maha Indah,.. memudahkan langkah ini... memberikan yang terbaik menurutNya..., dan menjadikanmu wanita dan istri juga ibu sholehah... Amin....

30 Buat kekasih halalku kelak

oleh pada 20 April 2011 jam 6:57 Kepadamu yg akan menjadi pendampingku kelak.. Terima kasih krn tlh memilihku di antara ribuan bidadari di luar sna yg siap utk kamu pilih. Padahal kamu begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yg sgt jauh dari sempurna, aku begitu byk kekurangan. Maka ketahuilah...

Kepadamu yg akan memilihku kelak.. Aku tak sebijak Siti Khadijah, krna itu ku ingin kau tahu, aku akan saja berbuat silap dan begitu menyedihkan. Maka ku pohon padamu, bijaklah dlm menghadapiku, jgn marah padaku, nasihatilah aku dgn hikmah..krna bagiku kamulah pemimpinku, takkan berani ku membangkang padamu...

Duhai kau yg tlh memilihku kelak... Ingatlah, tak selamanya aku akn cantik di matamu, ada kalanya mgkin aku akn begitu kusam & lesu. Mgkin krna aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan utk kamu & ank2 kita nanti (InsyaAllah). Maka aku akn tampak kotor & berbau asap...atau seharian ku harus menguruskan istana kecil kita, agar kamu & ank kita dpt tinggal dgn nyaman & damai. Maka, mungkin aku tak sempat berdandan utk menyambutmu pulang bekerja. Maafkan ku jika itu terjadi. Ataukah mgkin kamu akn melihatku tersengguk-sengguk saat mendengar keluhan & ceritamu, bkn kerana aku tak suka mjadi tempatmu meluahkan segala rasamu tetapi semalam saat kau tertidur dgn nyenyak, aku tak sedetik pun tertidur kerana harus menjaga ank kecil kita yg sedang sakit & aku tahu kamu penat mencari rezeki utk kami. Maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lenamu. Jadi

jika esok pagi kau mendapati aku begitu letih & ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku krna kau adalah kekuatanku.

Padamu yg menjadi nahkoda dlm hidupku kelak.. Ketahuilah aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis...bukan krna ku membangkang padamu tapi aku hanya wanita biasa, aku juga perlu tmpt utk menumpahkan beban hatiku, tmpt utkku melepaskan penatku & mgkin saat itu aku tak menemukanmu atau kau begitu sibuk dgn pekerjaanmu. Maka bersabarlah, yg aku perlukan hanya pelukan & belaianmu..krna bagiku kau adalah titisan embun yg mampu memadamkan segala resahku.. Ataukah ada kalanya tgnku akan mencubit & memukul penuh kasih syg si kecil krna lelah & penatku di tmbh rengekannya yg tak habis-habisan. Sungguh bukan krna ku ingin menyakitinya, tapi kdg2 aku kehabisan cara utk menenangkan hatinya. Maka jgn memarahiku krna tlh menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku & bisikkan kata syg di telingaku..krna dgn itu ku tahu kamu selalu mghargai semua yg ku lakukan utk kalian & kamu akn melihatku menangis menyesali perlakuanku pd ank kita..& aku akn merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yg aku berikan pdanya. Dan aku berjanji tdk akan mengulanginya lagi...

Padamu yg menjadi Iman dlm hidupku kelak... Ketahuilah aku tak secerdas Aisyah. Maka jgn pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arahNya. Jgn segan membangunkn ku di sepertiga mlm utk bersamamu bermunajat kpd Kekasih yg Maha Kasih..Jgn letih mengingatkanku utk terus bsamamu mendulang pahala dlm amalan2 sunnah. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kamu & aku tetap bersatu di dlmnya.

Padamu yg menjadi kekasih hati & teman dlm hidupku.. Seiring berjalannya waktu, kamu akn melihat rambutku yg dulu hitam legam & indah, akn menipis & memutih. Kulitku yg bersih akn mulai kusam. Tanganku yg halus akan mjadi kasar..& kau takkan menemukanku sbgai wanita yg cantik, yg kau khitbah puluhan tahun yg lalu. Bukan wanita muda yg selalu menyenangkan matamu. Maka jgn pernah berpaling dariku..krana satu yg tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akn terus bertambah & kian bertambah, yaitu rasa cintaku padamu...

Ketahuilah..tiap harinya, tiap jam, minit & detiknya, telah aku lewati dgn selalu jatuh cinta padamu. Maka, cintailah aku apa adanya aku. Jgn berharap aku menjadi wanita sempurna...maafkan aku krna aku bukan puteri..Aku hanya wanita biasa..

31 Perjuangan Seorang Ibu

dah sering lah ya? ngeliat gambar di samping ini gambar janin manusia yang sedang berkembang dalam perut ibunya. tapi tahukah kawan? nyimpen janin kayak di samping ini ternyata gak asal aja kayak nyimpen laptop dalam tas trus dibawa kemana-mana. ternyata lebih dari itu!

berawal dari sel telur berukuran 0,2 mm yang dibuahi oleh sebuah sperma, kemudian berkembang menjadi 2,4,8, dst sel yang terus membelah hingga menjadi blastosis yang kemudian terus berkembang menjadi embrio, dan terus berkembang menjadi janin, membuat sang ibu terus saja merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan dari pertumbuhan kita. dimulai dari minggu2 pertama tersebut hingga minggu ke 3, Ibu kita akan merasakan perubahan fisiologi berupa morning sickness, nyeri di ulu hati, hingga konstipasi (susah buang air besar). hal ini disebabkan volume tubuh kita yang menekan bagian-bagian tubuh Ibu kita sehingga menyebabkan nyeri di bagianbagian tersebut.

Ibu, Beliau terus saja merasakan sakit pada fisiknya karena kehadiran kita

Belum sampai di situ, Ibu kita juga akan lebih memproduksi banyak urin pada ginjalnya, sehingga akan sering buang air ke belakang. ini sangat merepotkan sekali! membawa diri kita yang ada di dalamnya, lalu bolak balik ke kamar kecil. belum lagi tubuh Ibu kita yang akan menjadi lordosis karena membawa beban di perutnya. hal ini akan menyebabkan nyeri punggung pada beliau. dyspnea (susah bernafas) juga bisa terjadi pada Ibu kita. hal ini juga dikarenakan tekanan dari tubuh kita yang menekan paru-parunya.

sudahkah sampai di situ? ternyata belum teman-teman Ketika Ibu kita akan melahirkan kita, beliau akan merasakan sakit yang luar biasa. hal ini dikarenakan uterus akan berkontraksi karena adanya pengeluaran hormon oksitosin dari sang fetus (kita) dan yang selanjutnya juga akan memicu pengeluaran oksitosin dari kelenjar hipotalamus Ibu, hal ini untuk mempermudah kita keluar tapi juga meningkatkan rasa sakit dari Ibu kita. Begitulah segelintir perjuangan Ibu kita melawan begitu banyak rasa sakit karena kehadiran kita. tapi ternyata walaupun begitu banyak sakit yang beliau rasakan, kasih sayangnya tetap mengalir deras untuk kita. (23) )42( )52( Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil. Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat. (QS Al-Isra [17]: 2325)

Ibu, Rasa lelah dan letih ku dalam belajar di kampus ini, serta sakit dan penat yang menghadangku kini, tidak lebih besar dari sakit dan lelah yang Kau rasakan saat mengandungku.

Ibu, suatu saat nanti, kuingin kau tersenyum melihat hasil jerih payahmu dulu, akan mengenakan toga berwarna biru dan bersumpah apoteker di hadapan para cendikiawan kampus ini. mohon doamu, wahai Ibu ku kuingin kau tersenyum selalu.

32 Ketika Allah memilihmu untukku..

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku.. Ingin ku beri tahu padamu.. Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia.. Orang tua yg begitu sempurna.. Dengan cinta yg begitu membuncah.. Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga.. Maka, padamu ku katakan.. Saat Allah memilihmu dalam hidupku, Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku.. Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku.. Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku, Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan.. Maka, ketika Dia memilihmu untukku, Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu. Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna.. Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu.. Karena kelak kita akan satu.. Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku, Kau dan aku akan menjadi 'kita'..

Padamu yg Allah pilihkan untukku.. Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah, Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..

Maka ketika Dia memilihmu untukku, Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita.. Itulah visi pernikahan kita.. Ibadah pada-Nya ta'ala.. Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..

Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok.. Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah.. Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah, Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan.. Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah.. Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..

Namun tatap mataku, tersenyumlah.. Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..

Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah.. Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu.. Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku.. Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan.. Maka dimataku kau adalah yang terindah, Kata2mu adalah titah untukku, Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu.. Maka kalau kau berkenan ku meminta.. Jadilah hunian yg indah, yang kokoh Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya.. Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita.. Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga.. Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah, Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad.. Yang darahnya mengalir darah syuhada.. Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka.. Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka.. Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku Ku memohon padamu.. Ridholah padaku, Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi.. Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya.. Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

33 == Ta'aruf ==

ekumpulan huruf yang begitu dahsyat bagi setiap orang yang mendengarnya. Tidak dipungkiri pula dalam setiap Tema yang diangkat berkaitan dengan kata tersebut selalu mendapat rating tertinggi jamaah dalam setiap tausyiah/Kajian kerohanian. Hal ini telah dibuktikan pada sebuah Materi pendidikan SII (Studi Islam Intensif) maupun kajiankajian serta tema Ifthor Jama'i yang dilakukan serta berada di ranah Organisasi kepemudaan YISC Al-Azhar jakarta.

Tak ayal, dalam sebuah tema ifthor jama'i yang diangkat berupa kata "Ta'aruf" mendapat atensi serta apresiasi yang cukup dahsyat. Tidak kurang dari 40 (empat puluh) Jama'ah hadir dalam sebuah kesempatan pada majelis Ifthor (Buka Puasa Senin-Kamis) YISC.

Selidik punya selidik..sebenarnya apa siyy ta'aruf itu sendiri ??? Pengertian umum, taaruf bermakna mengenal orang lain sebagai bentuk hubungan silaturahim. Makna ta'aruf yang sebenarnya adalah berkenalan. Mengenal ini bukan hanya terbatas pada mengenal nama saja. Bahkan Rasulullah SAW dapat mengenal sahabat-sahabatnya dengan hanya mendengar suara langkah kaki sahabatnya sehingga suatu waktu beliau berujar pada sahabat-sahabatnya, Si fulan sedang menuju kemari dia sedang berjalan ke sini. Dengan taaruf yang demikian Rasulullah SAW mengenal para sahabatnya. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Adapun tujuan dari ta'aruf yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan. Taaruf yg biasa terjadi di kalangan ikhwan/akhwat melalui perantara, bisa teman dekat orang tua atau murobbi/guru ngaji bahkan saat ini terdapat pula fasilitas biro ta'aruf sebagai usaha mencari pasangan hidup secara islami. Biasanya adanya pertukaran biodata dr kedua belah pihak. Istilahnya proposal menikah. Biodata ini berisi, data-data dari data pribadi sifat kelebihan/kekurangan hingga penyakit yang pernah diderita. Bila sudah setuju, maka proses dilanjutkan dengan nazhar (saling melihat).

Apabila seseorang diantara kamu meminang seorang perempuan, jika ia dapat melihat lebih dahulu apa yang menjadi daya tarik untuk menikahinya, hendaklah ia melakukannya (HR. Abu Daud) Dari mughirah bin syubah, ia pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya: Sudahkah engkau melihatnya? Jawabnya belum. Beliau bersabda:lihatlah dia terlebih dahulu agar nantinya kamu berdua dapat hidup bersama lebih langgeng (dalam keserasian berumah tangga). (HR. An-nasai, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Hadits hasan) Dari Jabir disebutkan, Rasulullah SAW bersabda Jika salah seorang diantara kalian meminang seorang perempuan, sekiranya ia dapat melihat sesuatu darinya yang mampu menambah keinginan untuk menikahinya, maka hendaklah ia melihatnya (HR. Abu Dawud & Hakim) Dan dalam proses ini, dalam bertemunya haruslah ditemani oleh mahramnya sehingga pembicaraan dapat tetap terarah. Rasulullah SAW bersabda : Janganlah sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya (HR. Ahmad & Bukhari)

Hal-hal yang dibicarakan mencakup visi, misi dan komitmen dalam berumah tangga dan juga tentang kecerdasan emosi maupun spiritual yang mencakup sifat maupun pribadi masing-masing. Sebagai contoh, jika setelah menikah nanti apakah si akhwat dibolehkan bekerja atau melanjutkan kuliah. Setelah itu, Apakah setelah menikah pasangan ini akan tinggal di pihak keluarga istri atau sebaliknya, lalu ada pula hal-hal apa saja yang disukai atau tidak disukai, bagaimana pula emosinya serta kepasrahan/tawakal saat menghadapi persoalan sulit dan lainlainnya. Selama proses taaruf ini, perlu kiranya mencari sekumpulan informasi yang BAL (Benar, Akurat dan Lengkap) tentang calon pasangan baik berupa sifat, akhlak maupun hal lainnya yang dianggap penting. Hal ini sangat penting untuk diketahui agar kelak tidak menyesal setelah menikah nanti. Cara untuk mendapat informasi yang ditempuh pun dapat melalui orang-orang terdekat yang pernah tinggal dengan yang bersangkutan lebih dari 24 jam.

Untuk masa berlaku waktu maksimalnya ideal berkisar antara 3 sampai 4 bulan. jika lebih dikhawatirkan lebih banyak mudaratnya bahkan bisa menjurus ke pacaran. Bukankah sesungguhnya jangka waktu taaruf yang singkat ini tidak akan berpengaruh pada hati.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Ust.Qodrat (Aktivis Dakwah, Ketua Umum YISC Al-Azhar Periode 2006-2007) dalam suatu majelis tausyiah yang menyatakan bahwa kadar kecantikan/kerupawanan seseorang umurnya hanya bertahan 3 bulan. Hal ini dilakukan berdasarkan riset penelitian. Selain itu, berdasarkan riset lain dikabarkan pula bahwa seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor kebosanan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: Detik.com, 09/12/2009) *** Dikisahkan pada suatu waktu Para ulama sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai: Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku? Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku. Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya, Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu. Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu anhu, maka

Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu anhu. Betapa gembiranya Abdurrahman, bagai pucuk cinta ulam pun tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada Aisyah istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya. Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima? Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya memble (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada Aisyah radhiallahu anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata: .

Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Dikisahkan pula, Imam Ibnu Jauzy dalam bukunya Shaidul Khathir pernah menceritakan kisah Abu Utsman an-Naisaburi yang ditanya oleh seseorang, pertanyaan menggelitik tentang harapan Abu Utsman :" Apa yang paling anda harapkan dari amal anda ? " Abu Utsman terdiam beberapa saat. lalu ia mulai bertutur. "Pada saat aku masih muda, keluargaku berusaha menikahkanku. Akan tetapi aku tidak bersedia. suatu saat ada seorang wanita yang datang kepadaku dan berkata :" Wahai Abu Utsman, sungguh aku sangat mencintaimu. Sudilah kiranya engkau menikahiku." wanita itu menghadirkan ayahnya yang sangat miskin. Akupun dinikahkan dengan wanita itu. Nah, ketika aku berkumpul dengannya dalam satu kamar, ternyata ia pincang dan sangat buruk."

"karena kecintaannya kepadaku," Kata Abu Utsman melanjutkan, " Ia melarangku keluar rumah. Aku terpaksa duduk didalam rumah untuk menjaga hatinya. Aku sama sekali tidak menampakkan kemarahan kepadanya, padahal aku seperti diatas bara. sungguh. Demikianlah kejadian itu berlangsung selama lima belas tahun hingga ia meninggal."

Bahasa Takwa itu terpancar dari ungkapan Abu Utsman," tidak ada amal yang kuharapkan, kecuali menjaga hatinya agar tidak terluka." ...... Ali bin thalib ra berpesan:" sesungguhnya hati itu bisa bosan sebagaimana badan pun bisa bosan (letih), maka carikanlah untuknya hiburan yang mengandung hikmah." lebih lanjut Ali menambahkan," senangkanlah hati sebentar, sebentar, karena hati itu kalau dipaksa bisa menjadi buta." Dr.Yusuf Qardhawi pernah memaparkan kehidupan sekilas Rasulullah bersama keluarga dalam Hadyu Islam fatawi Mu ashirah. Apabila berada dirumah, beliau suka bersenda gurau dengan istri - istri beliau, serta mendengarkan mereka bercerita. ada banyak kisah-kisah menarik tentang kebiasaan humor Rasulullah saw. *** Al-Hasan Al-Bashri , ketika ia ditanya oleh seseorang :" ada dua orang yang melamar putriku, siapa yang harus aku terima ?" "Terimalah yang paling baik agamanya, karena jika ia cinta kepada istrinya, pasti ia akan merawat dan menghormatinya; sedangkan jika ia benci kepada istrinya, ia tidak akan menganiayanya." Sayangilah oleh kalian apa saja yang ada dibumi (saling tolong- menolong), niscaya kalian akan disayangi oleh siapa saja yang ada dilangit (HR.Ath-Thabari & Al-Hakim) ------Berikut ini sekilas proses taaruf secara Islami pada umumnya terbiasa yang dilakukan dengan harapan agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah :

1. Melakukan Istikharoh dengan sekhusyu-khusyunya Setelah ikhwan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya, agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah memang ingin benar-benar membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2. Menentukan Jadwal Pertemuan (taaruf Islami) Setelah Ikhwan melakukan istikharoh dan adanya kemantapan hati, maka segeralah melaporkan pada Ustadz, lalu Ustadz pun memberikan data dan foto kepada Ustadzah (guru akhwat), dan memberikan data dan foto ikhwan tersebut kepada Akhwat. Biasanya akhwat yang memang sudah siap, Insya Allah setelah istikharoh juga segera melaporkan kepada Ustadzahnya. Lalu segeralah atur jadwal pertemuan taaruf tersebut. Bisa dilakukan di rumah Ustadzah akhwatnya. Memang idealnya kedua pembimbing juga hadir, sebagai tanda kasih sayang dan perhatian terhadap mutarabbi (murid-murid). Hendaknya jadwal pertemuan disesuaikan waktunya, agar semua bisa hadir, pilihlah hari Ahad, karena hari libur.

3.Gali pertanyaan sedalam-dalamnya Setelah bertemu, hendaknya didampingi Ustadz dan Ustadzah, lalu saling bertanyalah sedalamdalamnya, ya bisa mulai dari data pribadi, keluarga, hobi, penyakit yang diderita, visi dan misi tentang rumah tangga. Biasanya pada tahap ini, baik ikhwan maupun akhwat agak malu-malu dan grogi, maklum tidak mengenal sebelumnya. Tapi dengan berjalannya waktu, semua akan menjadi cair. Peran pembimbing juga sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana. Jadi tidak terlihat kaku dan terlalu serius. Dibutuhkan jiwa humoris, santai namun tetap serius.Silakan baik ikhwan maupun akhwat saling bertanya sedalam-dalamnya, jangan sungkan-sungkan, pada tahap ini. Biasanya pertanyaan-pertanyaan pun akan mengalir.

4.Menentukan waktu taaruf dengan keluarga akhwat Setelah melakukan taaruf dan menggali pertanyaan-pertanyaan sedalam-dalamnya, dan pihak ikhwan merasakan adanya kecocokan visi dan misi dengan sang akhwat, maka ikhwan pun segera memutuskan untuk melakukan taaruf ke rumah akhwat, untuk berkenalan dengan keluarga besarnya. Ini pun sudah diketahui oleh Ustadz maupun Ustadzah dari kedua belah pihak. Jadi memang semua harus selalu dikomunikasikan, agar nantinya hasilnya juga baik. Jangan berjalan sendiri. Sebaiknya ketika datang bersilaturahim ke rumah akhwat, Ustadz pun mendampingi ikhwan sebagai rasa sayang seorang guru terhadap muridnya. Tetapi jika memang Ustadz sangat sibuk dan ada dawah yang tidak bisa ditinggalkan, bisa saja ikhwan didampingi oleh teman pengajian lainnya. Namun ingat,ikhwan jangan datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ngapel (pacaran).Hendaknya waktu ideal untuk silaturahim ke rumah akhwat pada sore hari, biasanya lebih santai. Tapi bisa saja diatur oleh kedua pihak, kapan waktu yang paling tepat untuk silaturahim tersebut.

5.Keluarga Ikhwan pun boleh mengundang silaturahim akhwat ke rumahnya Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua ikhwan ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua ikhwan ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah ikhwan, akhwat pun tidak sendirian, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya sebagai tanda perhatian dan kasih sayang pada mutarabbi.

6.Menentukan Waktu Khitbah Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari ikhwan dan akhwat juga dengan keluarga besarnya, maka jangalah berlama-lama. Segeralah tentukan kapan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Jarak waktu antara taaruf dengan khitbah, sebaiknya tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

7.Tentukan waktu dan tempat pernikahan Pada prinsipnya semua hari dan bulan dalam Islam adalah baik. Jadi hindarkanlah mencari tanggal dan bulan baik, karena takut jatuh ke arah syirik. Lakukan pernikahan sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu sederhana, mengundang anak yatim, memisahkan antara tamu pria dan wanita, pengantin wanita tidak bertabarruj (berdandan),makanan dan minuman juga tidak berlebihan. (Sumber dikutip: Indahnya Taaruf Secara Islami, Ustadzah. Zahrina Nurbaiti)

Lanjut ke ta'aruf lainnya lagi...yuuk,, Nah teman-teman, sekilas tadi telah dijelaskan secara singkat gambaran tentang ta'aruf itu sendiri. Namun, alangkah lebih baik jika kita melihat yuuk sedikit kisah, curhat maupun proses perjalanan menuju "TA'ARUF" para Ustadz (maupun curhat sang Istri Ustadz) yang sudah tidak asing lagi bagi Akhi dan Ukhti semuanya di Indonesia..

#Kisah Ust.Arifin Ilham Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana-mana! Begitu petuah orang tua. Kisah itulah yang terjadi pada pasangan Arifin dengan Wahyuniati Al-Waly, putri ketiga dari enam bersaudara dari mantan anggota DPR, Drs. Teuku Djamaris. Arifin pertama kali bertemu Yuni saat usai berceramah di kediaman keluarga H. Yusuf di Depok, bulan September 1997. Saat itu Arifin

tengah duduk menunggu antrean makan, begitu juga Yuni. Jarak di antara mereka sekitar tigaempat meter. Tiba-tiba di antara keduanya saling beradu pandang dan keduanya pun saling tersenyum. Hanya beberapa detik saja adu pandang itu berlangsung dan setelah itu mereka pun pulang. Setelah itu, mereka pun tidak pernah saling bertemu, apalagi saling berbicara. Malam itu Yuni tidak pulang ke rumah orang tuanya di Kompleks DPR di Kalibata, karena ia memang berniat menginap di rumah sahabatnya, Fitrah, di Depok. Semula ia tidak berniat mengikuti pengajian itu, karena niatnya memang hanya ingin kangen-kangenan ke rumah sahabatnya yang sama-sama dari Padang itu. Karena itu, ia pun pergi ke pengajian dengan pakaian seadanya, yaitu celana jins, baju berwarna biru, dan kerudung putih. Tapi, ia tidak merasa rugi mendatangi pengajian itu. Ustadnya masih muda, cakep, dan materi ceramahnya pun lumayan menarik, kenangnya. Meski yakin matanya tidak salah saat melihat kecantikan gadis itu, Arifin tidak mau mengumbar perasaannya. Ia tak berusaha mencari tahu siapa dan dari mana gadis itu. Ia biarkan kehidupannya mengalir sesuai kehendak-Nya. Sebagai makhluk yang berusaha menyerahkan seluruh kehidupannya hanya untuk Allah, dalam urusan jodoh pun ia pasrahkan seutuhnya kepada Sang Mahakuasa. Setiap malam dia bangun kemudian salat tahajud dan berserah diri kepada-Nya. Sejak masih kuliah di Universitas Nasional, kemudian lulus kuliah, dan selanjutnya menjadi dosen di Universitas Borobudur, sudah beberapa kali ia berteman dengan wanita. Tapi, sejauh itu selalu saja gagal sampai ke pelaminan. Hari-hari pun berjalan, ternyata Tuhan belum pula menunjukkan tanda-tanda akan hadirnya seorang pujaan hati. Suatu hari, ada salah seorang temannya, Hasan Sandi, yang menawarinya berkenalan dengan seorang gadis. Katanya, Ustad Arifin... mau tidak kalau saya kenalkan dengan seorang gadis. Dia seorang putri ulama. Mau, anaknya tinggal di mana? Arifin balik bertanya. Di Kalibata. Tapi, lebih baik kita ketemu di tempat lain saja, deh. Suatu hari di bulan Februari 1998 Hasan menghubungi Arifin lagi. Ia mengundang Arifin untuk memberikan ceramah dalam acara syukuran menempati rumah baru. Nanti saya kenalkan sekalian dengan gadis itu, kata Hasan. Saat memasuki rumah itu, Arifin kaget ketika melihat salah satu foto yang terpampang di kamar tamu, yang rupanya pernah dia kenal. Ini, lho, foto gadis itu, kata Hasan sambil menunjuk foto itu. Bertepatan dengan tangan Hasan menunjuk foto gadis itu, seperti disihir, gadis itu keluar bersama kedua orang tuanya. Hanya beberapa detik, karena setelah itu gadis yang mengenakan celana biru, baju biru, dan kerudung putih itu langsung masuk ke dalam lagi. Saat itu Arifin baru ingat bahwa ia pernah bertemu dengan gadis itu sekitar enam bulan yang lalu, saat ia berceramah di Depok. Kali ini Arifin benar-benar jatuh cinta. Sejak kedua kalinya bertemu gadis itu, ada perasaan yang aneh di hatinya. Bayang-bayang gadis kerudung putih itu terus mengusik kesendiriannya. Tapi, berbeda dengan kebanyakan muda-mudi lain, ia menyampaikan perasaan hatinya kepada Sang Maha Pencipta. Setiap kali

bangun malam, ia langsung bersujud dan bersimpuh di hadapan-Nya. Sambil berdoa ia menangis dan memohon petunjuk agar diberikan pendamping hidup yang terbaik untuknya. Selama ini, ia memang selalu memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir untuk-Nya. Hanya, kini kualitas dan kuantitas penghambaannya kepada Allah itu kian ditingkatkan. Setiap malam ia salat malam delapan rakaat ditambah witir tiga rakaat. Memasuki hari kesebelas, ia tiba-tiba mengalami kelelahan yang luar biasa hingga ia pun tertidur. Di tengah kelelapan tidurnya, ia bermimpi seolah menjalankan ibadah umroh bersama gadis itu tepat tanggal 1 Muharam. Arifin percaya, mimpinya kali ini bukan sekadar kembang tidur. Ini adalah petunjuk Allah yang Arifin terjemahkan untuk menikah tanggal 1 Muharam, tegasnya. Pagi-pagi, usai salat subuh, ia langsung menelepon gadis itu. Aku Muhammad Arifin Ilham, katanya memulai pembicaraan. Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu. Pertama, aku ingin menikah dengan kamu tanggal 1 Muharam. Kedua, niatku ini karena Allah. Ketiga, karena sunah Rasul. Keempat, aku ingin terbang ke langit. Cuma sayang, sayapku cuma satu. Bagaimana kalau salah satu sayap itu adalah kamu? Kelima, aku butuhkan jawabanmu besok pukul 5 pagi. Gadis itu terduduk lunglai. Berbagai perasaan menyelimuti kalbunya. Di satu sisi ia merasa tersanjung dan bahagia, tapi disisi lain ia juga merasa sedih dan khawatir. Bagaimanapun, ia belum mengenal lelaki itu, walaupun ia seorang ustad. Sebagai gadis, selama ini ia belum pernah pacaran atau pergi berduaan dengan lelaki. Selain tidak suka pergi-pergi iseng, pendidikan ayahnya pun sangat ketat. Sudah beberapa kali ia dilamar, tapi selalu ditolak oleh kedua orang tuanya. Karena itu, awalnya ia gamang saat ingin menyampaikan lamaran Arifin itu. Apa boleh buat, lamaran mengagetkan dari ustad muda itu harus segera dia sampaikan kepada kedua orang tuanya, karena esok subuh sudah ditunggu jawabannya. Untunglah kedua orang tuanya menyetujuinya. Saat esok harinya, pukul 5 pagi, Arifin telepon dan yang menerima Yuni sendiri, ia yakin lamarannya bakal diterima. Satu bulan kemudian, tepat tanggal 1 Muharam (28 April 1998), Arifin dan Yuni menikah di Masjid Baiturrahman di Kompleks DPR Kalibata. Dua sejoli ini ternyata banyak kesamaannya. Antara lain, Arifin maupun Yuni adalah alumni Pesantren Darunnajah dan Universitas Nasional. Hanya tenggang waktu mereka yang berbeda. Kedua kakek mereka sama-sama memiliki pesantren, yang namanya juga sama, Darussalam. Kini, pasangan ini dikaruniai dua putra, Muhammad Alvin Faiz (4 Februari 1999) dan Muhammad Amer Adzikro (21 Desember 2000). Saat ini pasangan muda yang berbahagia ini tengah menantikan bayinya yang ketiga, yang diharapkan lahir pada bulan Oktober ini. Saya sangat bahagia, doa saya dikabulkan oleh Allah, tutur Yuni yang sehari-hari dipanggil Sayang oleh suaminya. Diceritakannya, sejak sekolah SMP sampai kemudian mengakhiri masa gadisnya, setiap kali usai salat wajib ia selalu berdoa. Tanpa ada yang menyuruh dan tak ada yang mengajarinya, Yuni selalu memohon kepada Tuhan agar mendapatkan jodoh pria dengan 10 kriteria. Antara lain, pria yang saleh, beriman, ganteng, berkecukupan, terkenal, berakhlak mulia, disayang semua umat, bertanggung jawab, dan pintar. Katanya, Alhamdulillah... semua yang saya mohon itu ternyata ada pada diri Kak Arifin! (Femina Online)

Curhat Yuni Yuni mengaku bangga menjadi seorang istri ustadz. Di benaknya tak pernah terlintas sedikit pun penyesalan untuk memilih sebagai ibu rumah tangga. Sejak kecil saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi istri ustad, karena saya memang dibesarkan dalam keluarga ulama. Karena itulah, saya memilih jadi ibu rumah tangga, ungkapnya. Yuni dan Arifin membiasakan anak-anaknya salat Subuh berjamaah di masjid. Karena itu, pukul 04.00 kedua anak laki-lakinya wajib bangun dan bersiap pergi ke masjid bersama rombongan ayah mereka. Itu rutinitas wajib. Setelah dari masjid, anak-anak mengaji dan menghafal Al Quran. Entar ayahnya yang ngetes mereka, ujarnya. Pernikahan Yuni dan Arifin dilaksanakan pada 28 April 1998. Yuni menuturkan, hubungan mereka sebelum menikah tidak diawali dengan pacaran. Keduanya bahkan tidak pernah bertatap muka. Sebelum menikah, kami hanya bertatap muka dua kali. Itu pun secara tidak sengaja, kata ibu tiga anak itu.

#Kisah Ust.Yusuf Mansur Kisah Anak Asuh dan Segunung Utang Suka dan duka adalah dua hal yang mengiringi perjalanan hidup manusia. Setidaknya hal itu diakui Yusuf Mansyur, dai muda yang kini sedang naik daun. Jauh sebelum dikenal sebagai ustad atau penceramah di layar kaca, Yusuf pernah memiliki pengalaman getir. Ia seringkali dicari-cari orang lantaran terlilit utang. Saat itu, Yusuf memang sempat gagal berbisnis. Gara-gara utang yang sudah terlampau banyak. Tak heran bila setiap hari pria kelahiran 19 Desember 1976 itu sering menerima beragam ancaman. Bahkan, seorang penagih utang sampai mengancam Yusuf akan dimasukkan ke penjara jika tidak segera melunasi utang-utangnya. Karena tak ingin masuk bui, Yusuf berusaha keras untuk bisa membayar seluruh utang-utangnya. "Saat itu saya kebetulan sedang mengambil anak yatim untuk diasuh. Lantas, saya berdoa kepada Allah. Ya Allah, sekarang terserah Engkau, kalau saya sampai masuk penjara berarti siapa yang akan membiayai anak yatim ini," ujarnya. Doanya ternyata didengar Tuhan. Yusuf tak henti-hentinya bersyukur. Dia pun kembali berniat membiayai satu anak yatim lagi. "Meski saya tengah dililit utang, tapi niat saya untuk membiayai anak yatim tetap ada karena saya yakin Allah pasti kasih jalan ke luar bagi mereka yang memiliki niat baik dan tulus," ujar Yusuf. Tanggal 9 September 1999, Yusuf mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SLTP) di Cipondoh, Tangerang, mencari seorang anak yatim untuk dibiayai. Kebetulan lokasi sekolah tersebut berada di depan toko fotokopi tempatnya bekerja.

Uniknya, Kepala SLTP justru merekomendasikan Siti Maemunah, seorang siswi kelas 3, bukan untuk menjadi "anak asuh" Yusuf, tapi menjadi pendamping hidup. "Gadis ini cocok juga kok kalau untuk dijadikan istri," tutur Yusuf menirukan selorohan sang kepala sekolah. Tapi saat itu Yusuf tidak menanggapi. Pasalnya, dia benar-benar berniat mencari anak asuh. Mumun sapaan akrab Maemunah, memang seorang yatim. Ayahnya baru saja meninggal. Bersama ketiga adiknya yang masih kecil-kecil, Mumun diasuh oleh ibundanya. Yusuf pun tak ragu memutuskan untuk membiayainya. Tapi, Tuhan ternyata memiliki rencana lain. Ta'aruf dengan Bakso dan "Ancaman" Nikah Mumun belakangan bukan lagi sebagai adik asuh tapi menjadi pujaan hati Yusuf. Kebetulan, kediaman Mumun berdekatan dengan rumah kakak kandung Yusuf. Kalaupun dai muda itu sering berkunjung ke rumah Mumun, itu lantaran ingin menjalin silaturahmi saja. "Belakangan saya pikir-pikir, dia cantik juga. Enggak kalah sama artis-artis yang ada di televisi," ujar sang ustad terkekeh. Akhirnya kedekatan pun terjalin. Pasangan ini enggan menyebut masa-masa itu dengan sebutan pacaran. Mereka merasa lebih sreg dengan menyebutnya sebagai masa ta'aruf (masa perkenalan). "Kalau kata pacaran kok kayaknya negatif banget, ya," ujar Yusuf. Pasangan ini menikah secara siri pada Ramadan tahun 1999 di kediaman guru Yusuf di bilangan Bogor, Jawa Barat. Setahun kemudian, tepatnya 9 September 2000, pasangan ini meresmikan pernikahan mereka di KUA Tangerang. Salat Gantikan Suplemen Hamil Ada cerita unik ketika malam pengantin. Begitu pulang dari Bogor, tempat mereka menikah, Mumun langsung masuk kamar pengantin. Saat itu ustad Yusuf berpikir kalau istrinya tengah bersiap-siap naik ke peraduan. Siapa sangka, Mumun masuk ke kamar hanya untuk mengambil bantal dan selimut. Katanya, dia mau tidur. Yusuf pun melihatnya sambil terheran-heran. "Dengan wajah lugu, dia bilang mau tidur sama ibunya. Bayangkan saja, sudah punya suami kok mau tidur sama ibunya lagi," ujarnya tertawa. Kala menikah, usia Mumun 14 tahun sedangkan ustaz Yusuf berusia 23 tahun. Tapi, ada keajaiban Allah dalam pernikahan mereka. Setiap kali selesai menjalankan kewajiban sebagai suami-istri, pasangan ini langsung sujud dan meminta kepada Allah supaya jangan memberi anak terlebih dahulu. Hal tersebut mereka lakukan hampir dua tahun. Alasannya, karena Mumun masih terlalu muda. Masih malu. Di samping itu, pasangan ini pun belum siap jika langsung diberi momongan. Dari kejadian itu mereka sangat yakin ternyata KB yang manjur adalah doa.

Pada tanggal 29 November 2001, bayi perempuan yang diberi nama Wirda Salamah Ulya lahir dari rahimnya, Mumun merasa bahagia. "Setelah bayi kami lahir, saya berani gendong-gendong sampai ke luar rumah. Apalagi Wirda cantik sekali," ujar Mumun yang 20 Juli 2005 lalu melahirkan putri kedua, Qumii Rahmatul Qulmul itu.

Setahun Tidur dengan Ranjang Berderit Sebelum mencapai kecukupan di bidang materi seperti sekarang, ternyata pasangan ini telah mengalami pahit getirnya membangun perekonomian keluarga. Tapi, Yusuf bahagia karena Mumun tetap setia mendampingi. Yusuf juga pernah menjadi tukang ayam potong di pasar dan memasok sejumlah rumah makan. "Upah saya sehari hanya Rp 20 ribu. Dari kandang, masukin ke mobil bak kijang sampai di pasar dipotong-potong," kenang Yusuf.

Pasangan ini juga tak pernah menutupi kalau setelah menikah mereka sempat tidur di kasur yang supertipis dengan ranjang besi yang suka berderit kala bergerak. Ranjang itu adalah peningggalan ibunda Yusuf. "Itu kan ranjang besi lama. Pokoknya sakit deh kalau buat tidur. Papannya saja berasa banget. Kami mengalaminya selama satu tahun," kenang Yusuf.

Satu hal perlu dicatat: selaksa pengalaman pahit hidup dalam serba kekurangan, tak cukup kuat melunturkan cinta di hati Yusuf dan Mumun. Sedikit resep mereka (sengaja atau tidak) terapkan: keduanya terhitung pasangan yang paling suka bercanda. Hidup bisa diisi dengan tawa dan canda meski ekonomi serba kekurangan.

Curhat Yusuf Mansur Pernah saya tunjukkan kepada istri saya, sebuah riwayat indah pasangan abadi sepanjang masa : Sayyidatinaa Fathimah dan Sayyidina Ali. Seseorang yang pernah saya rindukan wajahnya untuk saya lihat. Dulu saya pernah mengaji tentang imam Ali. Beliau kata guru saya diriwayatkan tidak pernah melihat kemaluannya, dan karena itu beliau digelari Karromawloohu Wajhah, wajah yang dimuliakan Allah. Tentu lepas dari itu, sebab memang beliau sangat menjaga mata, menjaga pandangannya. Nah suatu hari saya tunjukkan satu riwayat tentang istrinya, yakni Sayyidatinaa Faathima Rodhiyallahu anhaa, Suatu hari, Fatimah berkata kepada suaminya. Perkataan Fatimah ini membuat saya hampir menangis, Jika aku mati begitu kata Fatimah, Mandikanlah aku dengan tanganmu wahai suamiku. Berikan bidara dan kafani aku, serta kuburkanlah aku diwaktu malam. Jangan sampai ada yang memandikan aku kecuali engkau wahai suamiku, dan jangan ada yang menyaksikan perkuburanku. Aku tidak menambah wasiatku dan aku titipkan engkau wahai suamiku kepada Allah sampai aku bertemu dengan mu kelak.. Jamaawloohu baini wa bainaka fii daarihii wa qurbi jiwaarih, Semoga Allah mengumpulkan aku dan engkau suamiku di Rumah-Nya dan di sisi-Nya. Dan istri saya pun berkaca-kaca matanya ketika saya katakan lembut kepadanya bahwa saya pun akan memegang wasiat ini kalau beliau menutup matanya

kelak. Kecuali barangkali soal penguburan yang tidak mungkin zaman sekarang tidak ada yang tidak mengetahuinya.(krosceknews.com)

#Curhat Aa Gym Dikisahkan oleh Aa Gym tatkala mengisahkan kepribadian yang disukai oleh Ninih Muthmainnah (teh Ninih/istri pertama Aa Gym). Aa mengatakan bahwa kehadiran istri merupakan kunci yang amat penting dalam karier hidup saya. Benar-benar bagian dari skenario pertolongan Allah dalam mengemban amanah dan dakwah. Latar belakang istri yang putri dan turunan seorang ulama, serta dibesarkan dalam lingkungan dan pendidikan yang kental dalam agama Islam, betul-betul membantu saya untuk mengejar kekurangan pengetahuan dasar agama Islam yang kurang intensif untuk dipelajari pada masa belia. Yang mengesankan dari istri saya adalah kesederhanaannya untuk mau diajak hidup prihatin dan tak banyak keinginan duniawi. Hal ini benar-benar meringankan beban pikiran dan selaras dengan cita-cita untuk belajar hidup bersahaja. Boleh jadi karena memang biasa hidup prihatin dan mandiri selama masa kecil dan mudanya. Disamping itu, ketangguhan ibadahnya yang tak tidur sebelum shalat dan membaca Al-Quran, tahajud yang tak tertinggal, dan shaumnya yang istiqamah, benar-benar memacu saya untuk lebih tangguh juga dalam ibadah. Apalagi kiriman SMS-nya yang banyak memotivasi untuk memelihara kualitas ibadah. Subhanallah! Yang amat saya sukai dari istri adalah kegemarannya membaca. Jika punya uang, membeli buku adalah prioritasnya sesudah sedekah. Hal ini membuat selain sikapnya kian hari kian matang dan dewasa, dalam mendidik anak juga kian bermutu karena berbasis kepada ilmu yang benar. Dan yang paling penting bisa menyuplai ilmu secara intensif, menyiapkan aneka bahan ceramah, memberikan input yang sistematis sehingga membuat saya kian siap dan mantap dalam berdakwah. Kekayaan termahal baginya adalah perhatiannya untuk menjaga sang suami agar tak tergelincir, kesabarannya memilih kata dan suasana dalam mengoreksi kealpaan suami. Ah... saya benar-benar beruntung dikaruniai istri yang manis, baik hati, pintar, sederhana, dan ahli ibadah. Semoga dikau menjadi bidadari di dunia jua di akhirat kelak. Amin. Ujar Aa Gym (Apa Adanya, MQ Publishing,September 2003, hal.48-49)

#Curhat Pipik (Istri Ust. Jefry Al- Bukhori) Aku pertama kali melihatnya sedang makan nasi goreng di Menteng sekitar tahun 1996 1997. Rambutnya gondrong. Waktu itu, aku bersama Gugun Gondrong. Setahuku, Jeffry adalah pemain sinetron Kerinduan, karena aku mengikuti ceritanya. Aku ingin berkenalan dengannya,

tapi Gugun melarangku.Tak tahunya, waktu buka puasa bersama di rumah Pontjo Sutowo, aku bertemu lagi dengannya. Rambutnya sudah dipotong pendek. Aku nekat berkenalan. Kami mulai dekat dan saling menelepon. Aku enggak tahu kapan kami resmi pacaran, karena enggak pernah jadian. Dia juga tak pernah menyatakan cinta. Waktu pacaran, dia cuek setengah mati. Awalnya, semangatnya boleh juga. Pertama kami pergi bareng, dia datang ke rumah di Kebon Jeruk, di tengah hujan deras dari rumahnya di Mangga Dua. Jeffry naik taksi dengan memakai jins dan sepatu bot. Ia yang hanya bawa uang Rp 50 ribu, mengajakku nonton di Mal Taman Anggrek. Di dalam bioskop, kami seperti nonton sendiri-sendiri. Dia diam saja selama nonton. Sejak itu, kami sering jalan bareng, karena kami memang hobi nonton dan makan. Semakin dekat dengannya, aku makin tahu ternyata dia pemakai narkoba kelas berat. Teman-temanku mulai bertanya, mengapa aku mau berpacaran dengannya. Aku sendiri tak tahu persis alasannya. Mungkin rasa sayang yang sudah terlanjur muncul dalam hati yang membuatku mau bertahan. Hatiku terenyuh dan tak mau meninggalkan dia sendiri. Tentu saja keluargaku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca kisah hidupnya di berbagai media. Sementara itu, aku sibuk tur keluar kota sebagai model, sehingga kami sering tak ketemu. Akhirnya kami putus. Waktu akhirnya ketemu lagi, ternyata dia sudah punya pacar lagi. Karena masih sayang, aku sering membawakannya hadiah dan memberi perhatian.

Setelah Jeffry putus dari pacarnya, kami kembali bersatu. Perasaan sayang yang sangat kuat membuatku mantap menikah dengannya. Aku tak peduli lagi meski dia pecandu, bahkan pernah mengalami over dosis dan hampir gila karena paranoidnya. Aku banyak mengalami hal-hal luar biasa dengannya. Kalau tidak sabar, mungkin aku sudah tidak bersamanya lagi. Awal menikah, kami tinggal di rumah Umi. Meski hidup seadanya, beliaulah yang membiayai hidup kami. Aku dan Jeffry tak jarang makan sepiring berdua, karena memang benar-benar tak ada yang bisa dimakan. Berat rasanya jadi istri dari suami penganggur, apalagi setelah menikah aku tidak lagi bekerja. Tapi aku yakin, Allah tidak mungkin memberikan cobaan pada umat-Nya melebihi kemampuannya. Aku yakin, pasti ada sesuatu yang akan diberikan Allah padaku. Beruntung, Umi sangat sayang padaku. Aku sendiri tak jera memberi masukan padanya untuk mengubah hidup. Kami sama-sama saling belajar menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Pelan-pelan, hidupnya mulai berubah menjadi lebih baik, terutama setelah aku hamil. Mungkin dia sendiri sudah capek dengan kehidupannya yang seperti itu. Perlahan-lahan, Jefry kembali dekat pada agama. Perubahan besar terjadi dalam hidupnya pada tahun 2000. Kala itu, Fathul Hayat, kakak kedua Uje (sapaan akrab Ustadz Jefry Al Bukhori) yang meninggal karena kanker otak, meminta menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Pada waktu bersamaan, dia diminta menjadi imam besar di Singapura. Fathul memang seorang pendakwah. Selama dia di Singapura, semua jadwal ceramahnya diberikan pada Uje. Pertama kali ceramah, mendapat honor Rp 35 ribu. Uang dalam amplop itu diserahkan pada saya (Pipik). Beliau (Uje) mengatakan, ini uang halal pertama yang bisa kuberikan padamu. Akhirnya, kami pun

berpelukan sambil bertangisan. Selanjutnya, kakak Uje memintanya untuk mulai menjadi ustadz. Beliau (uje) mengisahkan: Inilah jalan hidup yang kemudian kupilih. Betapa indah hidup di jalan Allah. Aku mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Namun, perjuanganku tak semudah membalik telapak tangan. Tak semua orang mau mendengarkan ceramahku karena aku mantan pemakai narkoba.

Tapi aku mencoba sabar. Alhamdulillah, makin lama ceramahku makin bisa diterima banyak orang. Bahkan sekarang, aku banyak diundang untuk ceramah di mana-mana, termasuk di luar kota dan stasiun TV. Aku bersyukur bisa diterima semua kalangan. Aku pun ingin berdakwah untuk siapa saja. Akhirnya, kebahagiaan kami pun bertambah ketika tahun 2000 itu, lahir anak pertama kami, Adiba Kanza Az-Zahra. Dua tahun kemudian, anak kedua Mohammad Abidzan Algifari juga hadir di tengah kami. Mereka, juga istriku, adalah inspirasi dan kekuatan dakwahku. Kehidupan kami makin lengkap rasanya. Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Semoga, kisahku ini bisa jadi bahan pertimbangan yang baik untuk menjalani hidup. Pesanku, cintailah Alloh SWT dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik. Ujar Uje. (Sumber : Tabloid Nova - EDISI NO. 919-920-921/XVIII/2005 Re-Post : Milis Kisah Islam) ###

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurt [49]: 13)

Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa yang menikahi seorang wanita karena ingin menutupi farjinya dan mempererat silaturahmi maka Allah akan memberikan barakah-Nya kepada keduanya (suami isteri ) Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan lakilaki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik. (QS.24:26)

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka

miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui (QS an-Nur [24]: 32)

Ada 3 golongan manusia yang berhak ditolong oleh Allah, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) Tidaklah seorang lelaki bersepi-sepian (berduaan) dengan seorang perempuan melainkan setan yang ketiganya (HR.Tirmidzi) Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk (QS. Al-Israa:32)

Katakanlah kepada orang-orang beriman laki-laki hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya.. (QS. An-Nur:30)

Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan kemaluan. (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)

Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada allah (QS. Al-Hasyr :7)

Dan janganlah kamu mencampuradukan antara yang haq dan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu padahal kamu mengetahui nya. (QS. Al-Baqarah [2]:42)

"Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud) "Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab,

seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama."(H.R. Ibnu Majah)

Seorang hamba tidak dapat mencapai derajat taqwa (muttaqin) sehingga meninggalkan apa yang tidak berdosa , semata-mata karena khawatir terjerumus dalam dosa (H.R. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

"Rasulullah SAW bersabda: 'Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka.'" (Al Hadits)

Bila Allah Swt cepat mengabulkan doamu maka Allah menyayangimu, bila Allah lambat mengabulkan doamu maka Allah ingin menguji kasih sayangmu terhadap-Nya, bila Allah tidak mengabulkan doamu, percaya dan yakinlah bahwa Allah swt telah merancang sesuatu yang terbaik untuk hamba-Nya (Sumber perumusan artikel: Tim Kepanitiaan Ifthor Jama'i (Senin-Kamis) YISC Al-Azhar Jakarta)

34 KEPADA LELAKI :::

Kepada lelaki, keindahan perempuan bukanlah sekedar dari kesempurnaan fisik belaka, ada hati yang lebih elok yang perlu kau tahu. Suatu keegoisan , bila hanya menuntut kesempurnaan wajah dan fisik, tak aka ada kenyamanan hati yang tentram . Cobalah lihat keelokan hati wanita tanpa kecantikan fisik dan wajahpun, kenyamanan dan ketentraman hatimu tentunya akan kau raih.

Kepada lelaki, Disaat perempuanmu, kesempurnaan fisiknya harus hilang dari sebuah kanker yang menggerogoti kecantikannya, apakah segala rasa yang kau miliki kepadanya masih lengkap? Mungkin hanya dari keikhlasan dan ketulusan saja rasa itu masih terpatri, mungkin pula rasa itu akan bertambah, hanya dengan dua kata itu cinta sejati akan terbukti dari perjanjian hati yang pernah kau ikrarkan dulu kepada perempuanmu.

Kepada lelaki, Jangan kau pandang hanya dengan belas kasihan wajah perempuanmu yang sayu dan kuyu, jangan kau pandang tanpa cinta badannya yang kurus kering, bila kanker menyerang dan menggerotinya, pandanglah dengan cinta yang pernah hadir untuknya, karena ujiannya ujianmu , deritanya deritamu, sakitnya sakitmu.

Kepada lelaki, Hanya dengan cintamulah, semangat perempuanmu tumbuh, bila ada dalam sakit menderita dari ujian-NYA, hanya dengan kasih sayangmulah kekuatan hidupnya akan tegar, hanya dengan senyuman-mulah, kepulihan kesehatannya akan pulih kembali.

Kepada lelaki, Kemuliaan hatimulah yang dibutuhkan oleh perempuanmu disaat kanker itu menggerogoti. Kesadaran dan kesabaranmulah yang akan membawa cinta kasihmu bertambah untuknya.

35 Menikahlah karena Allah, bukan karena Cinta :::**.**.

a Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku.

Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU. Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia- sia. Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas. Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku. Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah. Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya. Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya. Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta: Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku. Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya. Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja. Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi. Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna". Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan. buat temen2 yang baca.. semoga bermanfaat juga ya.. jangan menikah karena cinta, karena ketika cinta itu habis, maka apa lagi yang dipertahankan.. tapi menikahlah karena Allah,,karena cinta kita pada Allah adalah kekal

36 Sebuah Nasehat Untuk Para Istri :::

1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu membuat suaminya bahagia. 2. Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami. 3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu. 4. Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami. 5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain. 6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya. 7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut. 8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu. 9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula. 10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling menghormati dalam semua urusan. 11. Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya. 12. Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup. 13. Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih. 14. Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara. 15. Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan. 16. Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami anda dan ia tidak suka melihatnya.

17. Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah, hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya anda duduk mendengarkannya. 18. Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu. 19. Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya. 20. Janganlah anada mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya. 21. Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya. 22. Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu. 23. Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya. 24. Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang disenangi suami anda. 25. Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar dengannya. 26. Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah. 27. Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang kepadanya. 28. Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur. 29. Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu. 30. Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan dia berdosa. 31. Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira. 32. Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya. 33. Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yang dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya. 34. Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan. 35. Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya. 36. Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya. 37. Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuatu kepadamu.

37 Inilah yang Terjadi Pada Bayi yang di-Aborsi (Hentikan Aborsi!)

April 7, 2009 oleh Putri Chairina ari itu saya terhenyak dengan sebuah email dari seorang rekan kerja yang berisi tentang foto-foto yang terjadi dibalik layar proses aborsi. Sebelumnya saya tidak pernah menyangka bahwa prosesi itu begitu sadis. Setelah membaca email itu, barulah saya benar-benar ngeh betapa mengerikan praktek yang dilakukan! Berikut ini adalah gambaran mengenai apa yang terjadi didalam suatu proses aborsi. Sebelumnya saya peringatkan kepada teman-teman bahwa gambar-gambar ini mungkin akan membuat perutmu mual. Jadi, bersiap-siaplah..

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan) Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.

Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan) Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bagian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.

Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini.. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan. Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan) Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik. Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan) Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.

Semua proses ini seringkali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan. Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.

Seandainya wanita-wanita yang melakukan aborsi itu tahu apa yang dilakukan terhadap janin yang ada di dalam rahim mereka, niscaya mereka akan berpikir seribu kali sebelum mengambil jalan pintas, aborsi! Duhai para wanita shalehah (amin), jagalah diri dan kehormatanmu. Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, (QS. AnNur:31) Teruntuk para wanita yang telah melakukan aborsi (naudzubillahi min dzalik), wanitawanita yang telah melampaui batas, bertaubatlah! Takutlah akan azab Allah dan berharaplah akan ampunannya. Mohonlah ampun kepada Allah SWT banyak-banyak. Iringi keburukan dengan kebaikan. Dan jangan pernah berputus asa akan rahmat-Nya. Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar. (QS.AlBuruj:10) Ibrahim berkata: Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat. (QS. Al-Hijr:56) Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. AzZumar:53) Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. (QS. Ali-Imran:132)

Kepada para wanita yang sedang berpikir-pikir aborsi..ngga..aborsi..ngga.., jangan bunuh janin yang tak berdosa itu! Jangan limpahkan kesalahan itu padanya! Ia punya hak untuk hidup, menjadi rahmat bagi seluruh alam. Melakukan aborsi sama dengan melakukan pembunuhan! Ingat, setiap amal dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Maka pada hari itu manusia dan jin tidak akan ditanya akan dosanya. (tetapi akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya). (QS.ArRahman:39) Aborsi Diperbolehkan! Dengan syarat Walau begitu, ternyata ada kondisi-kondisi yang membolehkan seseorang untuk melakukan aborsi. Dan (tentunya) ada pula kondisi dimana aborsi itu menjadi haram. MUI telah membuat fatwa atas hukum aborsi. Berikut ini adalah kutipan fatwa MUI tersebut. (terima kasih kepada Surya atas masukannya untuk memasukkan bagian ini dalam tulisan saya) Ketentuan Hukum Aborsi 1. Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi). 2. Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat ataupun hajat. 2.1. Keadaan darurat yang berkaitan dengan kehamilah yang membolehkan aborsi adalah: 2.1.1 Perempuan hamil menderita sakit fisik berat seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan caverna dan penyakit-penyakit fisik berat lainnya yang harus ditetapkan oleh Tim Dokter. 2.1.1 Dalam keadaan di mana kehamilan mengancam nyawa si ibu. 2.2. Keadaan hajat yang berkaitan dengan kehamilan yang dapat membolehkan aborsi adalah: 2.2.1 Janin yang dikandung dideteksi menderita cacat genetic yang kalau lahir kelak sulit disembuhkan. 2.2.2 Kehamilan akibat perkosaan yang ditetapkan oleh Tim yang berwenang yang didalamnya terdapat antara lain keluarga korban, dokter, dan ulama. 2.3. Kebolehan aborsi sebagaimana dimaksud 2.2 harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari. 3. Aborsi haram hukumnya dilakukan pada kehamilan yang terjadi akibat zina.

Proses aborsi (pengguguran)

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)

Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut . Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan) Pada tahap ini, di mana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bahagian-bahagian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara

menusuk anak tersebut kemudian bahagian-bahagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan peralatan khas untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diambil dengan menggunakan peralatan tersebut, dengan cara menusuk bahagian yang boleh tercapai. Boleh dicapai, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bahagian-bahagian tubuhnya. Tulang-tulangnya diremukkan dan seluruh bahagian tubuhnya disiat-siat menjadi bahagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan. Dalam klinik aborsi, biasa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala

dan bahagian-bahagian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan. Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan) Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bagian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik. Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan memberontak, mencuba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini. Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan) Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk upacara seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selepas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat di dalam aborsi ini bahawa pembunuhan keji telah terjadi. Semua proses ini seringkali tidak disedari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahawa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sedar kerana di bawah pengaruh obat bius. Mereka boleh segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan. Benar, bagi wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar

tidak berperikemanusiaan. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri. Adakah anda setuju bila lebih ramai kalangan remaja dan anak-anak mengetahui, hal ini, ia akan menghindari zina dan pengguguran, memandang jijik walaupun menyebutnya. . Tolong sebar luaskan sehingga semakin banyak yang tahu dan sedar bahwa Aborsi (pengguguran) itu adalah suatu pembunuhan.. .. yang keji !!!!!!!!

38 _Ukhti, Izinkan aku mengkhitbahmu_

Bismillah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Ukhti.. Kami hanya sesosok pria biasa yang ingin mencoba menjadi luar biasa dengan menjaga pandangan hanya untuk wanita yang akan menemani perjuangan kami. Meski kadang mata ini tak mampu untuk menahan karna syetan yang terus mengganggu kami,maka kami ingin segera menghilangkan syetan ini dari mata kami. Maka Ukhti,ijinkan kami mengkhitbahmu.

Ukhti.. Kami memang bukan lah seorang pria sejati bak seorang Ali ra,tapi kami berusaha untuk memegang janji seperti Ali ra,kami akan mengungkapkan cinta kami setelah menikahimu. Maka ijinkanku mengkhitbahmu.

Ukhti.. Kami begitu terpesona denga keindahanmu. Maka kami akan begitu bangga bila kami ikut menjaga kehormatanmu bila kau mau menjaga kehormatanmu. Tak kau buka auratmu selain pada mahrammu,kau kibarkan jilbabmu,menandakan kau tulus menjaga kehormatanmu. Maka ukhti,ijinkanku mengkhitbahmu..

Ukhti.. Kami ingin menjaga kesucianmu sebagai seorang muslimah. Kami tidak ridho bila hawa nafsu akan hadir di antara kita yang membawa kita pada ujung kemaksiatan. Dari khalwat bahkan jangan sampai terbuai zina.. Naudzubillah..Maka ukhti,ijinkanku mengkhitbahmu..

Ukhti.. Kami ingin membentengi diri kami dari kemaksiatan. Hingga tak ada waktu lagi kami memikirkan maksiat bila kau ada untuk menjaga diri kami dari setiap langkah kami menuju ladang kehinaan. Maka ukhti,ijinkanku mengkhitbahmu.

Ukhti.. Kami ingin menanam benih perhiasan dunia padamu. Karna kami yakin,pasangan kami adalah istri yang sholehah. Tentu kau pun tahu,perhiasan terindah di dunia ini adalah wanita sholehah,yang akan membuat kami nyaman dan tentram. Maka ukhti,ijinkan ku mengkhitbahmu. Ijinkan kami yaa ukhti untuk mengkhitbahmu,agar setelah itu kita bisa menjalankan Sunnah Rasulullah Alaihi Wasallam yaitu MENIKAH. Tak ada lagi daya upaya kami untuk berusaha menjaga setiap langkah ibadah kami,agar engkau mau berjuang bersama kami. Maka bukalah sayapmu,jangan kau tutup kesempatan kami dengan alasan -alasan yang tak mampu kami terima. Kami ingin membentengi diri dan tentu membentengi dirimu dari perangkap syetan.

Ukhti..Ijinkanku mengkhitbahmu,lalu kita siarkan sunnah Rosul,sampai menuju JannahNya.

Wallahualam bi Shawwab.

39 Surat Untuk Ikhwan dan Surat untuk Akhwat

SURAT DARI AKHWAT ..... Wahai ikhwan Dengarkanlah pula sejenak pesan kami barisan akhwat untuk kalian..

Wahai ikhwan Sungguh kami itu senang jika diperhatikan, apalagi jika kalian adalah ikhwan yang dewasa, atau ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, atau ikhwan yang cerdas padahal kami belum mampu berhijab secara baik, karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya, dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya. Jangan pernah kautatap kami penuh Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihat kami. Bukan, bukan karena kami terlalu indah, tapi karena kami seorang yang masih kotor. kami biasa memakai topeng keindahan pada wajah buruk kami, mengenakan pakaian sutra emas yang akan bisa memalingkan diri kalian. Wahai Akhi, berhati-hatilah ketika kalian menyapa kami dengan chating didunia maya, diskusi dengan hal-hal yang tidak perlu, katanya dakwah di dunia maya, tetapi yang diobrolkan jauh dari nilai esensi dakwah

Duhai Akhi

Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan, tapi maafbukan karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami, meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini, terkadang kami pun terlepas kata dan tingkah laku, yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas, karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami Akhi.... Wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, tapi itu fakta. Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Akhi, Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa. Atau membuang muka kalau dipuji. Tetapi, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan kami suka pada antum (mungkin).. Tapi suka karena diperhatikan lebih. Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama taaruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan. Duhai akhi, Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu, jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu, jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu, jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu Wahai akhi, kalian Sebagai saudara kami,

tolong, jaga kami. Karena kami akan kuat menolak rayuan preman, Tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian. Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA? Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhoiNYA? Karenanya saudaraku Janganlah kita berbuka sebelum waktunya Memanen sebelum masanya Bersabarlah, tunggulah hingga saatnya tiba Allahu alam bish shawwab ~Peringatan buat sahabat2 dan jua pada diri ini yg sentiasa khilaf padaNya, Akhir kata aku memohon Ampun kepada Allah.. Robb yang Maha Penyayang dan Maha Pemberi Petunjuk~

SURAT DARI IKHWAN ..... Ukhti Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang ? Atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan. Ukhti Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi?? Bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. Ukhti Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih

sayangmu?? Ukhti Lembutnya parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir.. Akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain. Ukhti Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malammalammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan dininabobokkan dengan mimpimimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh. Ukhti Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat Ukhti Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri antum sendiri, pernahkah antum menyadari bahwa kecantikan yang antum punya hanya titipan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan antum masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya di jadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.. Ukhti Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.. Ukhti Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamumu yang tertindas di palestina, pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kecil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan

begitu saja, pernahkah antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahidah-mujahidah teladan.. Ukhti Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat. Coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berprilaku binatang yang tak karuan. Sanggupkah antum menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam?? Ukhti Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Khaliqm.. Antum adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba. Ukhti Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas ratarata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu Ukhti Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola.. Sadarkah antum kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan mengkhawatirka. Tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan, maukah antum di beri rizki sepelit itu. Ukhti Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang antum laksanakan, kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.

Ukhti Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati, sikap ramahmu pada orang yang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah Ukhti Rajinnya shalat malammu (tidak menjamin) keistiqomahan seperti Rosulullah sebagai panutanmu.. Ukhti Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholiqmu, Masihkah antum senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu?? Ukhti Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi. Akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu Ukhti Masih ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik. Jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu.. Ukhti Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu. Maka tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu Ukhti Muhasabah yang antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu. Sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlaq busukmu di lupakan, kenapa muhasabah

tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik Ukhti Pernahkah antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan past. Bukankah apa yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah?? Kenapa tidak dari sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang solehah?? Ukhti Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri antum, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton TV yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan hati Sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang birrul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, Mulai kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah?? Ukhti Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar?? Ukhti Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlaq maka akan merusak citra akhwat yang lain Ukhti Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, Siapkah antum sekarang menjadi istri solehah yang selalu didamba-dambakan oleh semua orang..

40 Renungan untuk ikhwan dan ukhti

Akhi Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat. Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Quran, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan. Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi saya, antum, kita semua pernah bermasiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya? Saya tidak mengharamkan antum berdakwah kepada wanita, karena Nabi pun berdakwah kepada wanita! Saya pun tidak mengharamkan muslim atau muslimah memanfaatkan facebook, karena untuk mengharamkan sesuatu membutuhkan dalil. Siapa yang melarangmu mendakwahi mereka akhi? Bahkan, dulu kumasih berprasangka baik padamu bahwa kau kan dakwahi teman-teman lamamu, termasuk para wanita itu Namun, yang terjadi adalah sebagaimana yang kau tahu sendiri Tak perlu kutulis Karena kau pasti tahu sendiri .Catat! Tak kubuka friendlist FB-mu karena aku tak mencari-cari aibmu

Namun, tidakkah kau sadar bahwa FB itu sangat-sangat terbuka? Hingga dirimu sendiri yang tak sadari Bahwa tingkah lakumu pada para akhwat itu, Dapat dilihat kawan-kawanmu yang lain, termasuk diriku Yang inilah sebab yang mendorongku menorehkan pena dalam lembaran-lembaran ini Duh. Betapa sering Allah menutupi aib seorang hamba Namun dirinyalah sendiri yang membongkar aibnya .Ya Allah Kuadukan kesedihan hatiku ini hanya kepadaMu Hanya kepadaMulah kuserahkan hatiku Mudah-mudahan Kau mendengar doaku Dan Kau maafkan kesalahan kawan-kawanku itu Di samping ku terus berhadap agar Kau pun maafkan diriku .Akhi Pernahkah kau baca firman Allah yang menyinggung mata yang berkhianat? Baiklah, kita periksa kembali. Allah berfirman dalam surat Al-Mukmin: 19 Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat Nah, apakah yang dimaksud dengan mata yang berkhianat itu? Akhi, sesungguhnya Al-Quran itu turun di masa para shahabat. Shahabat Nabilah yang paling mengerti makna Al-Quran karena mereka hidup bersama Nabi, langsung mendapat bimbingan dan pengarahan Nabi. Maka, kini kan kubawakan tafsir Ibnu Abbas, sebagai hadiahku untukmu. Akhi ingat kan siapa Ibnu Abbas? Naam! Dia adalah ahli tafsir dari kalangan shahabat Nabi. Kudapatkan tafsir ini dari Abul Faraj Al-Jauzy (Ibnul Jauzy), dalam kitab beliau, . Ibnu Abbas berkata Seseorang berada di tengah banyak orang lalu seorang wanita melintasi mereka. Maka, ia memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa IA MENAHAN PANDANGANNYA DARI WANITA TERSEBUT. Jika ia melihat mereka lengah, ia pandangi wanita tersebut. Dan jika ia khawatir kawan-kawannya memergokinya, ia menahan pandangannya. Padahal, Allah azza wa

jalla mengetahui isi hatinya bahwa ia ingin melihat aurat wanita tersebut . Camkan itu akhi! Kita sudah lama mengenal Islam Kita sudah lama ngaji Apakah seseorang yang sudah lama ngaji pantas seperti itu? Inginkah akhi dikenal manusia sebagai pemuda yang shalih Yang senantisa menundukkan pandangan di alam nyata Namun kau berkhianat dengan matamu Kau tipu kawan-kawanmu yang berprasangka baik kepadamu Tidakkah kau malu kepada Allah Yang melihatmu di kala tiada orang lain di sisimu selain laptopmu, komputer, atau HP-mu? Yang dengan laptopmu kau bisa pandangi wanita sesuka hatimu? Yang komputermu kau bisa sapai mereka sepuasmu..? Yang HP-mu kau bisa berbincang-bincang dengan mereka sekehendakmu? Akhi Janganlah kau marah padaku Marahlah pada Ibnu Abbas jika kau mau Karena dialah yang menjelaskan arti mata khianat kepadaku .Akhi Jika kau malu bermaksiat di hadapan kawan-kawanmu, apalagi di hadapan para wanita itu Ketahuilah bahwa Sedikitnya rasa malumu terhadap siapa yang berada di sebelah kanan dan sebelah kirimu, saat kamu melakukan dosa, itu lebih besar daripada dosa itu sendiri! Eits sebentar akhi, jangan marah dulu. Itu di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas! Silakan lihat di halaman 181. .Akhi Apakah engkau masih sempat-sempanya tertawa, melempar senyum pada akhwat itu, meski sebatas: simbol ^__^ atau kata-kata: xiixiii..xii.., atau: hiks..hikshiks, atau: hiii..hi..hi..,

atau: ha..ha..ha, atau: so sweet ukhti, atau sejenisnya yang kau tulis di wall-wall atau ruang komentar Facebook para akhwat itu! Maka, Ketahuilah bahwa Tertawa saat kamu tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadapmu, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI! dan juga Kegembiraanmu dengan dosa ketika kamu melakukannya, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI Afwan akhi jika antum mulai emosi (semoga tidak). Jangan lihat saya karena dua kalimat di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas pula, afwan. . Akhi Kalau antum masih bermudah-mudahan dalam berfacebook ria dengan para wanita itu, Ketahuilah bahwa antum adalah pengecut! Karena kalau kau berani, kau kan temui ayahnya dan kau pinang dirinya Kalaupun hartamu tidak mendorongmu untuk itu Kau tetap pengecut karena kau hanya tunjukkan perhatian Sementara kau tidak berani maju melangkah Jika kau mampu tahan pandanganmu dari bunga-bunga facebook itu, barulah kau ini seorang pemberani! Sabar dulu akhi, jangan marah dulu. Siapa saya? Saya ini masih sama-sama belajar seperti antum, atau malah saya masih tergolong anak baru ngaji. Namun, mohon jikalau akhi menolak ucapan saya, perhatikanlah untaian kata yang dikutip Ibnul Jauzi di bawah ini.. Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya Pada saat peperangan, ketika api berkobar

Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan Itulah prajurit yang ksatria!

Akhi Sekali lagi, kalau kau tersinggung dengan ucapanku. Mohon janganlah kau lihat siapa saya, kawanmu ini. Saya tidak ada apa-apanya. Namun, sekali lagi, kumohon lihatlah siapa orang yang perkataannya kuhadirkan padamu. Salaf memberi nasehat kepada kita dengan untaian katanya di bawah ini: Pahamilah wahai saudaraku apa yang aku pesankan kepadamu Penglihatanmu tidak lain adalah nikmat dari Allah atasmu Janganlah mendurhakai-Nya dengan menggunakan nikmat-Nya. Perlakukanlah penglihatan tersebut dengan menahannya dari yang haram, Maka kamu beruntung. Jangan sampai engkau mendapat sangsi berupa hilangnya kenikmatan itu. Waktu berjihad untuk menahan pandangan adalah sejenak. Jika kau melakukannya, kau kan dapatkan kebaikan yang banyak, dan selamat dari keburukan yang panjang.

Akhi Sekali lagi, demi Allah, saya tidak melarangmu untuk berdakwah, termasuk dakwah kepada wanita. Sudah kuterangkan di atas bahwa Nabi pun berdakwah kepada wanita. Namun, wahai akhi Antum memiliki kewajiban yang besar sebelum antum berdakwah, yaitu ilmu! Sudahkah kita berdakwah dengan ilmu? Akhi ini kutujukan pula untuk diriku: Manakah waktu yang lebih banyak kita habiskan? Mendakwahi wanita itu, atau waktu kita dalam mengikuti majelis ilmu? Silakan kita jawab sendiri. .Akhi Laki-laki memang tidak dilarang bahkan bisa diwajibkan mendakwahi wanita, sebagaimana yang Nabi dan para shahabat lakukan Namun, mendakwahi mereka tidak harus lewat facebook kan? Antum bisa membuat blog/webiste yang dari situ antum bisa menulis risalah. Antum bahkan bisa berbicara di alam

nyata jika diperlukan, selama tidak ada khalwat. Namun, tidakkah kita ingat bahwa para shahabat menimba ilmu dari istri Nabi tidak berhadapan langsung, tetapi di balik tabir? Jika ingin berdakwah, antum bisa menukilkan artikel bermanfaat, lalau kau cantumkan di facebookmu.. Antum juga bisa membuat page, atau grup yang dengannya kau bisa kirimkan artikel kepada kaum muslimin atau muslimah sehingga bisa membaca nasehatmu. Itu saja! Lalu kau log-out dari FB. Selesai kan? TANPA KITA HARUS MELIHAT-LIHAT LAWAN JENIS dan berbincang-bincang dengannya. Akhi di saat antum akan mendakwahi wanita, di saat itu pula antum harus menjaga diri antum untuk jauh.. menjauh sejauh-jauhnya dari pintu fitnah! Tidak ingatkah akhi bahwa para shahabat ketika ingin menimba ilmu kepada para istri nabi, mereka lakukan di balik tabir? Di balik tabir akhi! Bukan melihat wajah-wajah wanita yang kau add di facebookmu itu! .Akhi Jangan kau anggap ini kaku. Kalau akhi tidak percaya. Silakan periksa sendiri. Demi Allah, silakan periksa sendiri para akhwat teman-teman lama antum ketika di SLTP / SMU dulu, termasuk di kampusmu yang kau add di FB-mu. Berapa di antara mereka yang menerima nasehatmu dalam praktik yang nyata? Hingga para akhwat tersebut memakai hijabnya Menutupi wajahnya dari pandanganmu Meninggalkan maksiat-maksiat karena menrima nasehatmu.. Atau akhwat-akhwat itu hanya katakan, Subhanallah akhi, bagus sekali nasehatnya., izin share ya. Saya di-tag dong Kok ana tidak di-tag akhi? Makasih ya bang telah di-tag Jangan bosan-bosan nasehatin ana Bah! Jangan terburu-buru kau biarkan hatimu berbunga-bunga dengan kata-kata di atas akhi, karena Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah (Q.S. An-Nisa: 28)

maka ingatlah bahwa jika akhwat itu bisa berkata-kata lembut kepadamu, padahal dia bukan istrimu, tentu dia pun akan bersikap demikian pada laki-laki lain, selain dirimu! Sadarlah wahai hati dari kasmaranmu, dan dengarkan! Ucapan kesedihan dan kasihan kepadamu Kamu terpikat dengan gadis yang hatinya terpikat dengan selainmu! .Akhi. Sebelum kau terpukau dengan gaya bahasa para akhwat itu, ingatlah bahwa Nabi memberikan peringatan kepada kita Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki ketimbang wanita [ H.R Bukhari dan Muslim Akhi Apakah kau tidak merasakan kesedihan sebagaimana yang kurasakan? Akhi Bagaimana mata ini tidak mengalir di saat kita baca pesan istri Nabi, Aisyah, berkata, Seandainya Rasulullah melihat apa yang diperbuat kaum wanita pada hari ini, niscaya beliau melarang mereka keluar rumah atau mengharamkan mereka keluar rumah Ya.. Allah, afallahu anhunna .Akhi Kapan Aisyah (radhiyallahu anha) mengatakan demikian? Kapan? Kapan? Lebih dari seribu tahun yang lalu, akhi, di saat Islam masih di puncak kejayaannya, di saat para shahabat yang menerima langsung pengajaran nabi masih hidup. .

Duhai Ibunda, Aisyah. Kau katakan demikian di kala Nabi belum lama wafat meninggalkan dirimu di kala para shahabat terbaik masih hidup di antaramu.. Kau katakan demikian di kala para wanita masih tutupi dirinya dengan hijab kemuliaan Aku tahu tak tahu apa yang kan kau katakan Jika kau hidup di masa kami Di saat kami tenggelam dalam kotornya dunia Di saat manusia menghiasi dirinya dengan tipisnya rasa malu Di saat kaum wanita ceburkan dirinya dalam alam tabu Maka, demikian pula Engkau wahai saudariku muslimah! Jikalau tulisan ini sampai kepadamu, mengapa tidak kau katakan kepada kami, para laki-laki, suatu ucapan yang kami justru bangga mendengarnya jika kau ucapkan: ! ! Menjauhlah kau dariku! Menjauhlah kau dariku! Karna aku bukan milikmu Dan kau pun bukan bagian dari ku Ya ukhti Mengapa mau add, atau kau terima permintaan pertemanan facebook dengan para laki-laki, sementara ia bukan milikmu? Belumkah kau ketahui tahu bahwa Laki-laki ketika melihat wanita Seperti bintang buas ketika melihat daging Jika daging-daging itu tidak disimpan dengan rapi Ia kan dibabat tanpa konpensasi apapun dan tanpa harga

Ya ukhti Belumkah sampai kepadamu pesan Nabi kita? Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni mayoritas di neraka. (H.R. Muslim: 132) Wahai ukhti Tidakkah kau ingat bahwa kau pun diperintah untuk menahan pandanganmu? Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka! (Q.S. An-Nuur: 31) Belumkah sampai kepadamu pesan Nabi kita? Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni mayoritas di neraka. (H.R. Muslim: 132) Wahai ukhti Tidakkah kau ingat bahwa kau pun diperintah untuk menahan pandanganmu? Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka! (Q.S. An-Nuur: 31)

41 Akhwat sejatikah kita?

khwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa mengawasi segala tindak-tanduknya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada. Tak ada perbendaharaan kata cemburu buta dalam kamus kehidupannya. Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah), tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam

dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah Quran dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Quran dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang. Menjadi akhwat sejati, niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari, menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani, menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah, serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu. Menjadi Akhwat sejati, Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohuanha ajmain. Dikutip dari Buku : Surat Cinta Untuk Sang Aktivis Musafir Hayat

41 Surat buat akhi

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Untuk Akhifillah Dimanapun kau berada Kutulis surat ini samata-mata atas dasar cinta karena Allah Mohon maaf atas kelancanganku telah berani menuliskan ini untukmu. Namun aku ingin kau mengetahui, bahwa ada beberapa dari sifatmu yang tidak kami (para akhwat) sukai. Berbesar hatilah untuk mengetahuinya. Kami ingin kau terlihat baik dimata kami dan tentunya di mata Allah juga. Akhi fillah Setiap kaum wanita merindukan sorang ikhwan yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Jangan kau siasiakan waktu hidupmu dengan tujuan yang tidak jelas, tidak ada pegangan dan berlalu begitu saja dengan percuma. Ingatlah, bahwa lakilaki adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Berprinsiplah! Komitmenmu pada islam teguhkanlah. Bukankah kau telah mngkajinya tentang ini dalam majlismajlis kajian AlQuran yang biasa kau ikuti setiap bulannya. Di mana pengamalannya selama ini. Akhi fillah Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Oleh karenanya berlaku lembutlah terhadap perempuan. Ingatlkah engaku, dalam sebuah hadits, rasulullah memberitahukan bahwa sebaikbaik manusia adalah yang berlaku lembut terhadap wanita. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki, wanita

mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Sudahkah selama ini kau berlaku lembut terhadap perempuan. Adakah kau pernah menyakiti hati seorang perempuan.. Akhi fillah Hal selanjutnya yang tidak para akhwat sukai adalah kesombonganmu. Sombong adalah sifat setan laknat. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Perempuan adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan yang dimiliki perempuan. Jangan kira kekuasaanmu sebagai seorang lakilaki membuat dirimu menjadi sombong. Dengan sifat mengaturmu yang berlebihan, dan sifat tidak ingin di kalahkan oleh perempuan dalam hal apapun. Kami tau, bahwa ada batasan hakhak antara perempuan dan lakilaki yang telah Allah tetapkan. Kami tidak menuntut emansipasi, tapi sadarlah wahai akhi, bahwa kau sering kali berlaku sombong di mata kami. Akhi fillah Setiap akhwat sangat mendambakan seorang ikhwan yang mempunyai pendirian. Bukan ikhwan yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama dapat bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa (An Nisa:34). Akhifillah Kau adalah penopang kami. Dikala kami membutuhkan penguat dalam situasi kekufuran yang sedang menerjang ini tak pantas bila kau malah ikut gentar atau juga lemah. Akhwat ingin ikhwan yang tegar, bukan ikhwan yang cengeng. Dalam hal ini bukan cengeng menangis ketika mendengar ayatayat Allah dilantunkan. Itu adalah kelembutan hati. Tetapi cengeng yang gentar menghadapi tantangan yang ada di depan. Bagaimana kau akan memimpin kami bila kau sendiri bersifat lemah. Ikhwan yang cengeng cendrung nampak serba tidak meyakinkan. Akhi Kututup surat ini sampai disini. Semoga kau bisa mengambil maksud dari kami menuliskan ini untukmu. Salam sejahtera untukmu selalu. Semoga Allah selalu memberi cahaya ilmuNya kepada kita semua. Dan semoga Allah selalu menangi kita dalam rahman dan rahimNya. Amin.

42 Surat saudara

Assalaamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Wahai saudaraku seakidah yang belum pernah kulihat dan belum kukenal. Aku memuji Allah Taala yang telah memberikan motivasi kepadamu untuk membaca suratku ini dan saya berharap Anda tetap bersamaku hingga akhir surat ini Maafkanlah saya jika Anda menjumpai kekasaran dalam surat ini. Ia tak lebih keluar dari hati yang mengasihi dirimu. Wahai saudaraku seakidah Saya sungguh merasa sedih melihat banyaknya manusia di sekitarku melakukan perbuatan tercela dengan menjalin hubungan yang diharamkan oleh Allah. Hatiku menangis, pertama kali menangisi saudara2 ikhwan dan akhwat. Bagaimana sebahagian mereka telah berani berbicara mesra dengan yg bukan mahramnya? Bagaimana mereka meremehkan maksiat yg mengubur rasa malu? Bagaimana mereka berlalu di jalan untuk menyebar kekejian? Jalan yg diperindah oleh syetan, tetapi diancam oleh Yang Maha Penyayang? Bagaimana mereka menghancurkan pembatas pergaulan yg mulia, yg menjaga agama dan kehormatannya. Begitukah cara dia mendurhakai agama? Mengapa dia cepat2 ingin menikmati kelezatan yg di haramkan? Seandainya dia mau bersabar tentu akan memperolehnya juga saat setelah pernikahan, di bawah ikatan syara yg bersih dan suci. Dan apakah saudaraku seakidah belum mendengarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa, kaki zinanya melangkah, dan hati zinanya berhasrat serta berharap. Semua itu di benarkan oleh kelamin atau digagalkannya. Saudaraku Waspadalah, terus menerus berbuat maksiat akan mengakibatkan pandangan bahwa maksiat itu baik. Siapa yg selalu melakukannya maka ia tidak akan melihat keburukannya, sebab telah menjadi kebiasaan baginya, dan dengan melakukannya berulang kali tanpa di sertai permohonan ampun maka akan mengakibatkan matinya hati. Bahkan mungkin ia melakukan dosa besar yg paling buruk tetapi dia tertawa tak peduli, sebab hatinya telah ditutup. Mengapakah saudaraku seakidah mencari berbagai kenikmatan ini dengan jalan maksiat, sedang Allah telah menghalalkannya dgn jalan pernikahan? Jalan fitrah yg suci. Jalannya orang2 yg menahan diri dari berbagai kemungkaran. Jalan yg dengan hati dan anggota tubuh menjadi

bersih. Kenapa usaha keras dan waktu dikorbankan, sehingga seseorang sengsara demi memburu kekasih dan bukan isteri/suami. Pamer ketampanan/kecantikan adalah langkah kemungkaran kekasih Anda yang pertama. Anda mengatakan, kekasih Anda itu jujur, dia berbeda dengan pemuda/gadis lainnya. Dia mengaku kepadaku bahwa dengan gadis2/pemuda2 lain ia hanya sekedar iseng. Bagaimana aku tidak harus mempercayai kesungguhan cintanya ? Saya katakan, sesungguhnya seorang pendosa terkadang mengakui dosa2-nya, apakah aku menghormati dan memuliakannya sebab dia telah dengan jujur mengakui dosanya meskipun belum bertaubat ? Bukankan Rasulullah SAW telah memperingatkan dengan keras, Janganlah kamu sekali2 masuk kepada wanita2. [Muttafiq Alaih ] Dan setiap pemuda/pemudi hendaknya jalan hidupnya tidak meniru sinetron2 atau telenovela murahan yg di persaksikan di hadapan mata. Sungguh sandiwara tidak sama dengan kehidupan nyata. Saudaraku seakidah.. Suara Anda yang lembut, ungkapan kalimat2 Anda yang indah dan segenap cinta Anda seyogyanya hanyalah Anda berikan kepada seorang laki2/wanita saja. Dia adalah suami/isteri Anda yang shaleh. Dan itu adalah panggilan fitrahmu, juga keluargamu. Jauhkanlah dirimu dari berbagai maksiat dan apa yang di haramkan Allah, seperti film dan nyanyian haram yg bisa menimbulkan nifaq dalam hati. Perasaan yang ada dalam hatimu untuk kekasihmu bukanlah cinta yang sesungguhnya. Demi Allah,seandainya hatimu penuh dengan cinta kepada Allah, niscaya engkau tidak akan mendapati dalam hatimu rasa cinta kepada tukang maksiat selamanya. Islam telah melarang di dekatinya faktor2 yang dapat menimbulkan cinta membabi buta pada sang kekasih,di antaranya : 1 Cinta akan semakin membara dgn semakin seringnya memandang,bertemu dan bercakap2. (Imam Al-Jauzi) 2. Mendengarkan syair2 dan nyanyian tentang cinta,sebab ia akan membuai jiwa dengan bayangan orang yang dirindukannya. Saudaraku seakidah. Sesungguhnya seorang pemuda yang shaleh, jika hatinya jatuh pada seorang gadis, entah karena mendengar kebaikannya atau karena melihatnya secara tak sengaja, maka ia akan melamar atau berusaha menikahinya.Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, Tidak tampak dua orang yang saling mencintai seperti [yang sudah terikat] dengan pernikahan. Saudaraku seakidah Adalah mustahil hati yang cinta kepada Allah pada saat yang sama bercinta pula dengan lawan jenisnya. Salah satu daripadanya harus keluar dari hati.Kedua macam cinta itu tak mungkin bertemu dalam satu hati. Dan siapa yang mencintai selain Allah maka ia akan disiksa dengan

cinta kepada selain-Nya itu. Dia akan selalu merasa sengsara. Jika sang kekasih jauh, ia menangis karena rindu. Jika dekat, ia menangis karena takut berpisah. Dan pikirannya selalu sibuk tentang sang kekasih, hatinya selalu sibuk dengannya, sibuk dengan pikiran2 yang dangkal. Kembalillah pada Allah, karena cinta-Nya abadi. Dan jika engkau berniat untuk bertaubat, waspadalah! Karena setan terkadang menghalangimu dari jalan taubat. Ia akan mengingatkan masa lalumu dengan lawan jenismu itu, menakut-nakutimu bahwa engkau tak akan bisa melupakannya sehingga engkau meninggalkan jalan kebenaran dan petunjuk. Jika terbetik godaan2 seperti itu maka segeralah berlindung pada Allah daripadanya. Secara yakin saya katakan, dengan pertolongan Allah, kesedihanmu berpisah dengannya tidak akan berlanjut,ia akan berakhir. Dan ingatlah, bahwa mengulur-ulur taubat merupakan dosa tersendiri yang wajib di taubati. Saudaraku seakidah... Akhirnya saya ingin membisikkan sesuatu di telingamu : Anda sekarang berada di masa muda,yang oleh orang2 disebut sebagai masa penuh bunga. Berikanlah masa mudamu ini untuk Allah. Demi Allah, engkau akan di tanya tentang lima hal pada hari kiamat,diantaranya. Tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan.. Apa jawaban yang akan Anda berikan ? Karena itu,j angan engkau lewatkan kesempatanmu. Kita harus takut pada masa muda kita ,sebab ia sangat cepat berlalu dari kehidupan kita. Saudaraku seakidah, janganlah engkau mengkhianati calon suami/isterimu kelak, meskipun engkau belum tahu siapa dia. Pantaskah menjadi seorang suami/isteri, sementara anda berani sebelumnya menjalin hubungan dengan pria/wanita bukan mahram. Tidak, demi Allah, imanmu sendiri lebih utama, dirimu sendiri lebih utama dari itu. Lelaki/perempuan itu namanya tidak tercatat dalam ingatanmu, juga tidak alamat atau nomor telefonnya. Ia hanya deretan sifat2 akhlak baik yang jika terdapat pada diri seorang laki2 yang melamar maka dialah calon suami/isteri. Jika belum ada, maka tidak ada ketergantungan apapun kepada seseorang. Wassalaamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh ..

43

Fenomena Akhwat melamar Ikhwan ^^

Tiada kehinaan bagi yang memulai kebaikan. Laki-laki maupun perempuan punya hak yang sama dalam hal melamar.

Selama ini dipopulerkan teori bahwa laki-lakilah yang berada dalam posisi aktif dalam hal melamar, sementara perempuan dalam posisi pasif atau menunggu lamaran. Tapi kenyataannya tidak bisa dipukul rata, karena banyak juga laki-laki yang pemalu berat. Hatinya perlu diketuk agar sadar bahwa sesungguhnya ada yang sedang mendamba cintanya. Pada kondisi tertentu sejumlah pria sibuk dengan agenda karier, jihad, dakwah, pendidikan, dan lainnya. Ambilah contoh pria yang larut menuntut ilmu hingga sampai ke puncak teringgi dunia akademis. Sayang seribu kali sayang, dia lupa mengurus masa depan cinta. Pria yang begini neh akrab dengan sebutan PKI ( Perjaka Korban Ilmu) ~hehe.. jangan padhe marah yaa ikhwani~ Perbedaan status, juga merupakan salah satu faktor yang membuat laki-laki segan pada gadis yang lebih terhormat.Muhammad SAW adalah pegawai yang memasarkan dagangan Khadijah. Ada perbedaan status yang jelas, sehingga wajar kiranya sinyal itu selayaknya datang dari Khadijah. Faktor-faktor budaya juga amat mempengaruhi. Santri miskin dari kalangan rakyat jelataakan berat mengutarakan niat suci terlebih dahulu pada putri kyai yang amat disegani. Pria dilahirkan untuk menaklukkan dunia, sedang wanita tercipta untuk menaklukkan hati lakilaki. Dengan rumus ini bisa dimaklumi bila sebagian pria terlupa agenda nikah demi perjuangan idealismenya. Bagi mereka, kebanggaan tertinggi saat melakukan hal yang hebat bagi dunia. Sementara wanita bisa memenang laki-laki idamannya merupakan anigrah terindahnya.

Wanita yang menyatakan cinta pada pria shaleh untuk menikah di jalan Allah, bukanlah perbuatan yang tercela. Ini lebih baik daripada harapan itu disimpan. Yang hanya membikin sakit karena harapan yang tidak jelas. Menyampaikannya hanya butuh waktu semenit dua menit. Tapi untuk mengungkapkan rahasia hati luar biasa beratnya, sangat dibutuhkan kekuatan lahir batin. Asalkan sudah selesai disampaikan, maka berton-ton beban di hati hilang melayang. Selanjutnya tinggal menguatkan mental untuk menerima segala hasil dari buah usaha Qta. Apapun hasilnya, perempuan itu akan memperoleh kepastian hitam atau putih. Hidupnya tidak lagi dirajam gelisah tanpa arah. Jika di terima Alhamdulillah, maka bersemilah bunga cinta di pernikahan yang halal. Bila belum mendapat sambutan terbuka, maka jangan patah hati. Ucapkanlah Allahu akbar!!! penolakan menambah kedewasaan jiwa menerima kenyataan hidup. Dan insya Allah akan datang jodoh yang lebih baik. Sebenarnya tak ada aib yang patut dikhawatirkan. Syaratnya, proposal menikah disampaikan pada laki-laki sholeh. Jika dia pria baik, maka akan menerima dengan baik atau menolak dengan baik pula. Sehingga, harkat dan martabat perempuan tetap terpelihara. Pilihannya lumayan unik: *pertama, menyampaikan isi hati sekaligus menguatkan mental untuk siap menghadapi resiko singkat. *Kedua, memendam dan menderita batin berkepanjangan hingga menjadi sesal tiada akhir. Maka, keberanian menjadi sangat penting demi mendapatkan posisi kepastian. Khadijah adalah salah satu dari sedikit perempuan yang punya nyali meminang pria. Keberanian itu muncul dan kuat setelah berakar pada keyakinan. Sebenarnya masih banyak proposal cinta yang datang dari pihak perempuan. Termasuk didalamnya menawarkan puteri atau saudara perempuan pada pria yang sholeh. Sikap proaktif tersebut merupakan langkah terpuji dan bertanggung jawab terhadap keturunan. Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya mengumpulkan pada satu bab khusus hadits mengenai orangtua yang menawarkan puterinya agar dinikahi laki-laki sholeh. Seorang wali diperbolehkan bahkan disunahkan melakukan hal demikian. Bahkan ada satu bab yang mencantumkan wanitawanita yang minta dinikahi oleh laki-laki sholeh. Kalau orangnya berkualitas, mengapa tidak proaktif mengutarakan kejujuran hati. Jika berat menyatakan secara langsung, bisa lewat perantara ; orang yang lebih tua, saudara, sahabat dan lain-lain. Bisa pula minta bantuan ayah-bunda, teman setia, atau orang terpercaya lainnya. Bisa juga melalui perantara; sepucuk surat, telepon langsung ke dia, atau dgn cara lain. Jika bernyali, silakan menyampaikan sendiri. Berani mencoba?

Sumber: Di sini Bolehkah Akhwat Melamar Ikhwan? Tsabit al Bunnani berkata, Aku berada di sisi Anas, dan di sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, Seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW. Menawarkan dirinya seraya berkata, Wahai Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu riwayat(1), wanita itu berkata, wahai Rasulullah, aku datang hendak memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, Betapa sedikitnya perasaan malunya, idih idiih. Anas berkata, Dia lebih baik dari pada engkau, dia menginginkan Nabi SAW. Lalu menawarkan dirinya kepada beliau. (HR Bukhari)(2) Bukhari membuat hadits ini di dalam bab wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, Diantara kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus, yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya .(3) Dan Ibnu Daqiqil Id berkata, Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan diperbolehkan wanita menawarkan dirinya kepada orang yang diharapkan berkahnya .(4) Di dalam syarahnya, Ibnu Hajar menambahkan penjelasan terhadap cara peminangan ini, katanya, Dan di dalam hadits ini terdapat beberapa faedah antara lain bahwa orang yang ingin kawin dengan orang yang lebih tinggi kedudukannya itu tidak tercela, karena mungkin saja keinginan tersebut akan mendapatkan sambutan yang positif, kecuali jika menurut adat yang berlaku yang demikian itu pasti ditolak, seperti seorang rakyat jelata hendak meminang putri raja atau saudara perempuannya. Dan seorang wanita yang menginginkan kawin dengan laki-laki yang lebih tinggi kedudukannya dari pada dirinya juga tidak tercela, lebih-lebih jika dengan tujuan yang benar dan maksud yang baik, mungkin karena kelebihan agama laki-laki yang hendak dilamar, atau karena suatu keinginan yang apabila didiamkan saja akan menyebabkannya terjatuh ke dalam hal-hal yang terlarang .(5) Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh salah seorang teman dari Al Jazair, bahwa ketika ia berkunjung ke Mauritania, ada seorang wanita yang datang kepadanya menawarkan diri untuk kawin dengannya. Ketika dia merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, Apakah aku mengajak anda untuk berbuat yang haram? Aku hanya mengajak anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya. Maka berangkatlah kami ke qadhi (pengadilan), dan terjadilah akad nikah dengan dihadiri dua orang saksi.

44 Surat Ummu Taqi dari Gaza

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, khwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda kenal dan tidak anda kenal.

Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan Islam dan umat Muhammad SAW. Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah. Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya Allah. Insya Allah. Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air yang baru. Kami tidak memiliki gas, dan kami sudah tidak memilikinya selama empat bulan terakhir. Kami memasak sedikit makanan yang kami masak dengan api yang kita telah pelajari untuk mempersiapkannya. Semua pria disini telah kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka menghabiskan waktu di rumah. Suami saya dapat menghabiskan waktu sehari pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan air yang sangat kami perlukan. Dia biasanya kembali dengan tangan hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank dimana kita dapat menarik uang. Hanya sedikit rumah sakit yang buka bagi orang-orang yang terluka. Anda selalu menyadari risiko yang akan anda hadapi ketika anda keluar rumah dan ketika Anda berada dalam ruangan. Mereka mengenakan jam malam kepada kami antara jam 1-4 sore. Mereka bilang, kita dapat keluar dengan aman untuk

mendapatkan kebutuhan kami, tapi itu adalah dusta. Mereka seringkali punya kesempatan untuk menambah syuhada ke dalam daftar mereka. Sehari kami makan nasi dan keesokan harinya kami makan roti. Daging dan susu adalah barang mewah. Mereka menggunakan bahan kimia di daerah-daerah perbatasan. Mereka tidak hanya membunuh kami dengan peluru dan tank-tank dan pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka membunuh kami secara perlahan dengan membuat anak-anak kami kelaparan, yang menyebabkan munculnya penyakit yang sulit digambarkan yang disebabkan bahan kimia itu dan mereka tertawa atas penderitaan kami yang berkepanjangan dan tak tertahankan ini. Tapi atas semua hal ini kami diberitahu bahwa orang-orang berdemonstrasi di seluruh dunia. MashAllah, kenyataan bahwa Anda pergi ke kedutaan-kedutaan besar dan meninggalkan rumah Anda benar-benar membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini. Tapi Anda dapat pulang pada malam hari dan mengunci pintu. Kami tidak dapat melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Karena seandainya terjadi serangan, kami bisa cepat-cepat keluar dari lantai dasar. Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan menyelamatkan kita dari kematian? Di manakah tentara Salahudin Ayubi? Jangan berharap pada PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara pada tahun 1949 dan mengunci nasib kami menjadi seperti pada hari ini. Jangan menoleh ke Amerika atau Inggris, bukankah mereka yang menyerbu ummat Islam di Irak dan Afghanistan? Panggilah para tentara di Mesir, Syria, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di manakah tentara Bangladesh, Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah mereka cukup hanya menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika musuh mengubur anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak bisa mendengar jeritan saudaranya para ikhwan dan akhwat? Bukankah kami memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman. Bukankah kami juga punya hak untuk tertawa dan hidup dengan memiliki harapan? Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar suara roket dan bom dan melihat pesawat-pesawat yang terbang sangat rendah menghampiri gedung-gedung tempat kami berada, saya berteriak sementara anak-anak dan suami saya merasa putus harapan. Para ikhwan akan tahu seperti apa rasanya ketika merasa putus asa untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan keluarga Anda. Ada sesuatu yang membunuh dia dari dalam. Kami sering bertanya-tanya kapan mereka akan menjual tanah kami dengan harga murah, apakah serangan ini akan merenggut nyawa seribu atau dua ribu orang. Kami masih menunggu dan melihat. Orang-orang Israel sudah merencanakan di tempat mana mereka akan buat pemukiman baru di Gaza. Seperti inilah keadaan kami.

Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima, dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena kami sedang sekarat. Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala tempat. InshAllah. Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saudaramu Ummu Taqi

45

UNTUK IKHWAN DAN AKHWAT (Renungilah)

ungkin lucu yaaah kalo ikhwan akhwat yang notabene orang yang alim tapi juga bisa genit hihihi.....Mungkin aja looo kan mereka juga manusia, punya rasa punya hati hehehe . Ikhwan kalo arti yang bener itu saudara laki laki, tapi kalo di Indonesia ikhwan itu pastinya beda yaitu cowok yang biasanya pake baju koko,celana gantung melihara jenggot de el el.

Kalo pake celana levis gondrong pake baju kaos oblong ga dianggep ikhwan ( padahal kalo berjuang demi islam paling depan ). Trus kalo akhwat arti yang bener saudara perempuan, yaaa kalo di Indonesia yang biasa pake jilbab ( bukan kerudung atau burqa ) pandangan nunduk terus ( duitnya jatoh kali ! ) dan tertutup banget deh.trus apa hubungannya dengan genit ??? mereka genit ??? Emang sih si ikhwan mungkin ga bilang ma akhwat Roses are red violent are blue sugar is sweet so do you! ( Preee....t ) trus gimana kalo mereka lagi genit??? bukannya genit tapi gombal yang islami....af1(afwan) kalo bilang gombal tapi memang kenyataannya, bahkan mereka seperti ini ini termasuk ikhwan blacklist...ikhwan yang bisa ngerusak ikhwan lainnya. Akhwat juga sama..Yuk kita intip

> SUKA SMS ATAU CHAT YANG GA JELAS Ini ciri ciri menonjol dari IBL ( ikhwan blacklist ) suka sms-an atau chat yang ga penting sama akhwat ( sama aja akhwatnya juga ! huh ) pertama chatting bilang salam ukhuwah yaa ukh eeehh akhwatnya juga futur hatinya gara gara lihat profilenya tinggi 185cm keturunan Arab lagi menyesaikan S2 di Al-Azhar, kebetulan lagi libur panjang jadi pulang ke Indonesiapadahal kalo akhwat ketemu ikhwan item pendek bilangnya jaga pandangan tapi lihat ikhwan kaya di atas luntur hatinya hehehehe....

hari sudah malam ukh,sholat witir dan lansung tidur dan jangan lupa berdo'a agar mimpi indah...... akhwatnya bales lagi Jazakallah akhi,akhi juga yaaah ( Gubrak ! ) eeeeeh gamau kalah sama orang pacaran jam 2 pagi misscalin abis itu sms-an lagi ukh dah bangun?, jangan lupa tahajud? di ladenin lagi ma akhwatnya sudah kuq, ana habis wudhu nih baru mau sholat, akhi sudah? Alhamdulillah sudah ukh! GEDUBRAK ( lebih parah dari gubrak )....... Kalian mau tau kan pacaran yang islami ????? tuh contohnya hihihihi masih mending ane jam 1 pagi sms-an juga si Ani jalan mundur , hari gini dah tidur ? si Emen julan tomat, cemen amat buah aren dimakan rusa,orang keren lagi buang pulsa hahaha cuih...

> TAAT KALO ADA YANG LIHAT Iklan banget ga sih? Aha bener kok...kalo ada akhwat buru buru kaya jojon ditaekin celananya biar ga isbal hehehe.....kalo dateng buat halqah ogah -ogahan soalnya ketemu sama yang sejenis, coba kalo lagi liqo waaaaah paling cepet kalo dateng, udah cepet datengnya duduknya dibelakang lagi biar bisa lirik lirikan ( gaswat ) yang akhwat juga sama aja lagi mau aja ikut ngelirik juga ( ckckck... ) yang lebih parah lagi kalo rapat LDK akhwat sampe pulang malem juga mau ( astagfirullah ) kemana iffah ( harga diri )mu ukh ??? ( apa ga masuk waktu halqah tentang iffah ? ).

>ISLAMI SAMA KAFIR DICAMPUR Nahlo gimana maksudnya niih??? sebenarnya kita lihat dulu baik baik, biasanya para aktivis yang masih usia 25 kebawah apalagi kalo baru belajar islam ( kaya ane :D ), kita biasanya mengambil relatif lain contoh : saat orang lain mendengar lagu lagu cabul kita beralih ke nasyid.... fatwa tentang lagu sebenarnya sudah HARAM bila tidak mengajak ke Allah SWT walaupun ada hadist hadist yang membolehkan lagu tetapi itu terbatas...tetapi para ulama sepakat lagu yang tidak mengajak kita kepada Allah SWT adalah HARAM, cuma kitanya yang ga sepakat ( wong bukan ulama ). Tetapi realita sekarang ane juga suka lagu nasyid ( yang nasyid perjuangan ),

kebanyakan dari nasyid yang ada hanya berbicara jihad, jihad dan dakwah ( kok terbalik) jadi banyak sekali dari para ikhwan menganggap yang penting jihad deh yang laen ga penting ( gaswat ), berbicara jihad fisabilillah nilai UAN-nya jeblok, prestasi akademik 0 ( ckckck... ) inilah yang sangat membahayakan, karena tidak seimbang..... ngomong jihad paling semangat belajar matematika malah tidur ( kascau ! ), bicara jihad IPK-nya 2,2 ( gubrak ).

SEORANG MUSLIM PINTAR DALAM AGAMA PASTI PINTAR DI AKADEMIK Buat ukhti juga bicara jihad fisabilillah ikut konser nasyid buat penggalangan dana di Palestina, denger nasyid sampe loncat loncatan histeris ( astagfirullah ) ga sekalian moshing sekalian ukh? Biar metaaaaaaaaaaaaallll !!! abis konser berebut kejar munsyidnya minta tanda tangan sekalian foto bareng ( kalo gitu apa bedanya ukh sama konser penyanyi laeeen ?) belum lagi kalo sms-an ma ikhwan Assalamu'alaikum akh, besok ada syuro jangan telat yaaach yaaaa ikhwan juga futur, kucing kalo di kasih ikan masa nolak Walaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu ( waaaa lengkap bener, padahal kalo sms-an ma ustadnya tad, ana besok ga ngaji ga pake salam langsung to the point ) syukron yaa ukhti sdh ngingetin ana, insya Allah ana ga telat, ukhti juga yaaa? semoga Allah selalu merahmati ukhti ! ahhhh akhi bisa aja, semoga akhi juga Zina hati gak? tanya sama diri antum sendiri!! yaa Allah maafkan kekhilafan hambamu ini..... sebenarnya tulisan ini buat para cowok dan cewek yang menghijrahkan dirinya kepada Allah agar setelah kita hijrah kita tidak masuk keperangkap setan yang sangat halus dan para ikhwan dan akhwat afwan jiddan kalau tulisan ana menyinggung antum ( berarti merasa yaa ) ini hanya untuk sekedar koreksi diri "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, (QS.An-Nuur[ 24]:30-31) jadi untuk kita semua hati hati dengan jebakan setan.... kita sudah tahu soal adab para akhwat kalo minta tausiyah sama ustadzahnya dunk masa sama ikhwan, ikhwan juga gitu kalo mau kasih tausiyah sama akhwat aja bukan berarti kita tidak boleh saling tausiyah, sepengalaman ane di dunia maya kalo kita memberi tausiyah ke semua teman kita biasanya yang akhwat hanya membalas syukron, jazakallah jadi ga usah di timpalin lagi.... ( antum nimpalin siiih ).

para cowok dan cewek berubahlah menjadi power rangers ( lho!),berubahlah menjadi pengemban dakwah sejati dan lepaskan diri kita dari belenggu blacklist dari diri kita, tenang aja jodoh sudah ada yang mengatur jangan takut kehabisan, buat ikhwan jangan alesan ta'aruf buat deket ma akhwat tapi ga dilamar lamar... buat akhwat sabar aja jodoh antuna ga kemana mana kok ! [Martias Al - Fatih]

46 Putriku, Kembalilah ke Jalan Tuhanmu

utriku tercinta! Aku adalah seseorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun.*) Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu, dengarlah nasihat-nasihatku yang benar lagi jelas berdasarkan pengalaman-pengalamanku. Dan tentang hal ini? Engkau belum pernah mendengar dari orang lain.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kebejatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih dan kami tidak menghasilkan apaapa. Tidak ada kemungkaran yang dapat kami berantas, bahkan bertambah, kerusakan mewabah, pakaian terbuka dan merangsang semakin merajalela, semakin meluas. Berkembang dari suatu negeri ke negeri yang lain, sampai tak ada satu negeri Islam pun menurut dugaanku terhindar dari wabah itu. Negeri-negeri Syam (Syiria, Yordania, Libanon, Pales-tina) sendiri yang dulu benar-benar bersih, menutup aurat, sangat menjaga kehormatan wanitanya, kini para wanita itu ke luar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan dan lehernya. Kami belum berhasil, kami kira tidak akan berhasil. Tahukah engkau, mengapa? Karena sampai saat ini, kami belum menemukan cara untuk memperbaikinya, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya ada di tanganmu. Bila engkau percaya bahwa kunci itu ada, lalu engkau menggunakannya untuk masuk, maka keadaan akan baik. Memang benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama di dalam lorong dosa, wanita tidak akan pernah memulainya. Tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani dan andaikan bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, dia yang masuk, kau katakan pada si pencuri itu, Silakan ketika ia telah mencuri, engkau berteriak, Maling ! Tolongtolong! Saya kemalingan. Jika engkau mengerti bahwa semua laki-laki adalah serigala dan engkau adalah domba, niscaya engkau akan lari dari mereka, sebagaimana domba lari dari serigala. Kalau kau sadar bahwa mereka pencuri, engkau pun akan hati-hati, sebagaimana seorang yang pelit takut kecurian. Apabila serigala hanya menginginkan daging domba saja, maka sesuatu yang diharapkan lelaki dari engkau, lebih mulia dari daging domba itu. Kematian lebih baik bagimu daripada kehilangan

sesuatu yang mulia itu. Lelaki itu mengharapkan sesuatu yang paling mahal bagimu, yaitu kehormatan yang menjadi kebanggaan, kemuliaan dan dengan itu pula engkau hidup. Hidup wanita yang kehormatannya telah terenggut lelaki, sungguh seratus kali lebih pahit daripada kematian seekor domba yang mati diterkam serigala. Ya demi Allah tidaklah seorang pemuda melihat gadis, melainkan gadis itu dikhayalkannya di dalam keadaan tanpa pakaian. Demi Allah, begitulah. Yang kami bersumpah untuk ke dua kalinya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis, melainkan (hanya ingin mengetahui) akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat, ia akan mencintainya sebagai seorang kawan. Demi Allah ia telah bohong! Jika engkau mendengar obrolan di antara anak-anak muda di dalam kesepian mereka, engkau akan mendengar sesuatu yang mengeri-kan. Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya atau paling tidak, pemuda itu sendiri merasa bahwa itu adalah rayuan! Setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai putriku? Coba kau pikirkan! Kalian berdua sesaat berada di dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, sedang engkau yang menang-gung beban kehamilan di dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng. Masyarakat yang zhalim dapat mengampuni pemuda itu dengan mengatakan, Ia anak muda yang sesat lalu bertaubat. Tetapi engkau, selama hidupmu tetap berkubang kehinaan dan keaiban. Masyarakat tidak akan mengampunimu selama-lamanya. Namun jika saat engkau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan muka, kau tunjukkan kepribadian dan menghindar dan kalau pengganggu-mu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat perkataan atau tangan usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya. Jika semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal tidak akan mengganggumu lagi dan juga gadis-gadis lain. Dan tentunya, -jika ia seorang pemuda yang shalih- akan datang kepadamu untuk minta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengha-rapkan hubungan yang baik dan halal. Ia akan datang melamarmu. Wanita, bagaimanapun keadaan status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, tidak akan mendapatkan sesuatu yang sangat diangan-angankan dan kebahagiaan, melainkan di dalam perkawinan. Menjadi istri yang baik, seorang ibu yang terhormat dan pendidik keluarga. Baik wanita itu seorang ratu, putri raja atau seorang bintang film Hollywood kenamaan yang penuh dengan gemerlapan dan mempesona kebanyakan wanita.

Aku mengenal dua sastrawati besar di Mesir dan Syria, benar-benar sastrawati. Mereka telah meraih supremasi karya sastra dan kekayaan. Akan tetapi, mereka kehilangan suami, lantas akal pun hilang dan mereka menjadi gila. Jangan pojokkan aku dengan me-nanyakan siapa mereka, karena nama itu sudah terkenal. Cita-cita tertinggi seorang wanita adalah perkawin-an, walaupun ia seorang anggota parlemen, pemegang kekuasaan. Takkan ada seorangpun yang mau menga-wini wanita pelacur. Seorang yang bermaksud menga-wini wanita baik pun, kalau ia ternyata sesat, orang itu akan pergi meninggalkannya. Kalau mau menikah, ia akan memilih wanita lain yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral. Seorang pria, sekalipun fasik, bila di tempat kelezatan tidak menemukan wanita yang mau mengor-bankan kehormatannya di bawah telapak kakinya dan sesuka hati mau dijadikan barang mainan, dan jika pria itu sudah tidak mendapatkan perempuan lengah yang mau diajak kawin menurut agama iblis serta seperti kucing di Bulan Februari, pria itu akan mencari istri menurut cara Islam. Maka, penyebab krisis perkawinan adalah kalian, wahai kaum wanita! Kalau saja tidak karena wanita fasik, krisis perkawinan tidak akan terjadi dan kesempatan berbuat maksiat tidak akan meluas, lalu mengapa kalian tidak sadar? Dan mengapa wanita-wanita mulia tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalian yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum lelaki untuk melakukan usaha itu. Kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, apalagi yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita terpelihara, mulia, wanita yang terjaga dan beragama. Pada setiap rumah di Syria terdapat gadis-gadis berusia cukup untuk kawin, namun belum juga mendapatkan suami. Hal ini dikarenakan para pemuda sudah mendapatkan kekasih dan tidak butuh lagi pada istri. Barangkali keadaan serupa terjadi di negeri lain. Maka bentuklah jamaah-jamaah dari kalian baik sastrawati, wanita berpendidikan, guru-guru sekolah dan para mahasiswi untuk mengembalikan saudari-saudari kalian yang tersesat menuju kebenaran. Ajaklah mereka bertaqwa kepada Allah. Jika mereka tidak mau bertaqwa, berilah peringatan akan terjangkitnya suatu penyakit. Jika mereka masih tidak menurut, jelaskanlah dengan melihat kenyataan. Katakanlah kepada mereka, Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, Oleh karena itu, banyak pemuda menemui kalian dan berebut di sekitar kalian. Akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Akan tetapkah yang remaja dengan keremajaannya dan yang cantik dengan kecantikannya? Benda apakah di dunia ini yang bersifat kekal? Bagaimana kelanjutannya, jika kalian sudah menjadi nenek-nenek dengan punggung bungkuk dan wajah berkeriput? Saat itu, siapakah yang akan simpati? Tahukah kalian,

siapakah yang memperhatikan, meng-hormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan cucunya. Saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu di tengah rakyatnya. Duduk di atas singga-sana dengan memakai mahkota. Tetapi nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Kalian sendiri lebih tahu apa yang terjadi dengan nenek itu. Di Brussel, di sebuah trotoar yang ada di persim-pangan jalan, aku menyaksikan seorang nenek tua yang tak mampu menyangga kedua kakinya. Anggota tubuh-nya bergetar dimakan usia. Perempuan tua itu ingin menyeberang, saat itu, mobil-mobil di sekelilingnya hampir saja melindasnya, tak seorangpun yang mau menggandeng tangannya. Maka kukatakan kepada pemuda yang bersamaku, Hendaknya salah seorang dari kalian menghampiri dan menolongnya. Waktu itu kami bersama seorang kawan yaitu Ustadz Nadim Zhubayan. Ia telah tinggal di Brussel lebih dari 40 tahun. Beliau berkata kepadaku, Tahukah anda bahwa nenek tua itu dahulunya adalah seorang primadona negeri dan banyak membuat fitnah (ujian) bagi manusia? Para lelaki selalu menguntitnya dengan segenap hati (dan dengan apa yang di kantong mereka) untuk sekedar mendapatkan pandangan atau sentuhan-nya. Tetapi ketika masa bunganya telah habis dan kecantikannya sirna, tak seorangpun yang anda lihat mau menyentuh tangannya. Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderita-an di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara? Dan tentu masih ada nasehat-nasehat serupa. Kalian para wanita, tidak memerlukan petunjuk orang lain dan tidak akan kehabisan cara untuk memberi nasehat kepada saudari-saudari kalian yang sesat dan patut dikasihani. Jika kalian tidak dapat mengasihani mereka, berusahalah untuk menjaga wanita baik-baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh agar mereka tidak menempuh jalan yang salah itu. Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis, mengembalikan wanita masa kini kepada keada-an yang dimiliki wanita yang benar-benar muslimah. Tidak, kami tahu bahwa perubahan cepat itu mustahil. Ibaratnya malam yang gelap gulita dan pagi yang cerah bercahaya. Allah tidak akan memindahkan dari kege-lapan kepada cahaya di dalam sekejap. Tetapi Dia memasukkan siang ke dalam malam dan engkau tidak merasakan perubahan itu. Seperti halnya jarum jam yang ada pada sebuah jam waktu. Engkau melihatnya diam tak bergerak. Tetapi lihatlah kembali setelah dua jam kemudian, nicaya engkau melihatnya telah berjalan. Demikian pula dengan perubahan manusia dari masa kanak-kanak ke masa remaja, dari masa remaja ke masa tua. Sama halnya dengan perubahan sebuah negeri dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain. Akan tetapi, kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak, sebagaimana engkau menerima kerusakan setapak demi setapak. Kalian memendekkan pakaian

sedikit demi sedikit. Kalian pertipis kerudung dan sabar melalui masa yang panjang. Kalian lakukan perubahan ini, sedangkan lelaki shalih tidak menyadari. Majalah-majalah porno menggalakkan masalah ini. Orang-orang fasik riang gembira, sampai akhirnya kita mencapai suatu keadaan yang tidak diridhai Islam, bahkan tidak pula oleh agama Nasrani. Juga tidak dilakukan oleh para penyembah api yang berita mereka sudah kita baca di buku-buku sejarah. Bahkan hingga sampai pada suatu keadaan yang tidak dapat diterima para hewan. Dua ayam jago apabila sama-sama menginginkan ayam betina, saling menyerang karena cemburu dan membela. Tetapi di pesisir Iskandariah, Mesir dan Beirut, lelaki muslim tidak merasa cemburu saat wanita muslimah dilihat orang-orang asing. Bukan saja wajahnya, namun kedua belah tangan. Juga bukan hanya leher mereka, tetapi terlihat segala yang ada pada tubuh mereka, hanya tersisa benda yang menjijikkan peman-dangan jika terlihat -dan tentu lebih baik ditutup- yakni kemaluan dan buah dada. Di dalam klub-klub malam, suami-suami muslim menyuguhkan istri-istri mereka untuk berdansa, berang-kulan dengan lelaki asing. Dada bertemu dada, perut bertemu perut, bibir dengan pipi, kedua tangan memeluk tubuh. Tetapi meskipun demikian, tak seorang pun protes. Di universitas-universitas Islam, mahasiswa muslim duduk dengan mahasiswi muslimah dengan aurat terbuka. Tak seorang pun, orang tua muslim mengingkari. Hal semacam ini banyak terjadi. Tidak dapat diatasi hanya di dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat. Akan tetapi dengan cara kembali ke jalan yang benar, melalui jalan yang semula kita lewati untuk menuju kejelekan. Walaupun jalan itu sekarang telah jauh. Orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas bercampurnya laki-laki dengan wanita di dalam satu majlis tanpa hijab (ikhtilath). Dan tidaklah sama antara ikhtilath dengan membuka penutup wajah (cadar). Adapun menampakkan wajah, jika dengan menampakkannya tidak membahayakan si gadis dan tidak mengakibatkan pelanggaran terhadap kehormatannya, maka masalahnya lebih ringan. Bahkan mungkin lebih ringan dari apa yang di negeri Syam kita sebut dengan hijab (yang ia kemudian disalah-mengertikan, pen). Ia tidak lain hanyalah sebagai penutup cacat, membentuk lekuk keindahan tubuh dan untuk memperdaya orang yang memandang. Membuka, jika hanya sebatas pada wajah sebagaimana wajah yang diciptakan Allah tidaklah semua ulama sepakat mengharamkannya, meskipun kita berpendapat bahwa menutupnya adalah lebih baik dan lebih utama. Tetapi menutupnya saat ditakutkan terjadinya fitnah, hukumnya adalah wajib. Adapun ikhtilath adalah sesuatu yang lain. Tidaklah mesti gadis yang membuka wajahnya selalu bercampur baur dengan yang selain mahramnya. Tidak pula istri yang tanpa tutup wajah harus menyambut kawan suami di rumahnya atau menyalaminya jika bertemu di kereta, bertemu di jalan. Atau seorang gadis menjabat tangan pria di universitas, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian dan lupa bahwa Allah menjadikan ia sebagai wanita dan si

kawan sebagai pria, satu dengan yang lainnya dapat saling terangsang. Baik wanita, pria atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka. Saya memiliki beberapa makalah tentang persamaan gender (jenis kelamin). Di situ saya berbicara tentang beberapa hak dan kewajiban, pahala dan siksa, tetapi tidak di dalam masalah pekerjaan, karena tidaklah mungkin seorang laki-laki hamil dan menyusui menggantikan para wanita. Sementara wanita, tidak mungkin berperang atau melakukan pekerjaan-pekerjaan berat menggantikan peran laki-laki, juga bukan pekerjaan-pekerjaan haram atau yang bisa mengakibatkan kepada yang haram. Mereka yang menggembar-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas nama kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab: Pertama, karena semua itu mereka lakukan untuk memberikan kepuasan kepada diri mereka sendiri. Mereka merasakan nikmat melihat anggota badan yang terbuka itu dan kenikmatankenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi, mereka tidak berani berterus terang. Oleh karena itu, mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan, yang sama sekali tidak ada artinya, yakni: kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, jiwa olahraga dan ungkapanungkapan lain yang kosong tanpa makna, bagaikan gendang. Kedua, mereka bohong, oleh karena bermakmum kepada Eropa, menjadikan Eropa sebagai suluh dan mereka tidak dapat memahami sesuatu kecuali dengan cara Eropa. Kebenaran, menurut mereka bukan kebalikan kebatilan. Akan tetapi, kebenaran adalah segala sesuatu yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di universitas, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau kolam renang). Kebatilan adalah segala sesuatu yang datang dari sini, dari Al-Azhar di Mesir, sekolah-sekolah Islam di Timur dan dari masjid-masjid Islam. Walaupun hal itu berupa kehormatan, petunjuk kebenaran, keterpeliharaan dan kesucian. Suci hati dan badannya. Di Eropa dan Amerika, seperti kita baca dan dengar dari mereka yang mengunjungi negerinegeri itu, terdapat banyak keluarga yang tidak rela dan tidak mengizinkan pergaulan bebas. Di Paris, ya di Paris! Para bapak dan ibu melarang anak gadis mereka berjalan dengan seorang pemuda atau pergi bersama ke gedung bioskop. Bahkan mereka tidak diperbolehkan nonton, kecuali film-film yang sudah diketahui jalan ceritanya dan mereka tahu benar bahwa di dalam film-film itu, tidak ada adegan porno dan jorok. Yakni: Adegan-adegan yang sangat disayangkan, selalu terdapat dalam acara-acara untuk muda-mudi yang oleh perusahaan film Mesir yang bodoh dinamakan seni perfilman. Mereka bodoh mengenai film, seperti juga mereka bodoh tentang agama. Mereka katakan adegan-adegan itu sebuah seni perfilman.

Kata mereka, Pergaulan bebas itu dapat mengu-rangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan kegiatan seksualitas di dalam jiwa. Untuk menjawab ini saya limpahkan kepada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, yaitu orang Rusia yang tidak beragama, yang tidak pernah mendengar petuah ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini, setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? Amerika, apakah mereka belum membaca, bahwa problem Amerika, adalah semakin meningkatnya siswi-siswi hamil? Karena itu, mereka mengajarkan pelajaran seks di sekolahsekolah. Artinya, mereka menuangkan bensin ke dalam api. Mereka menjelaskan kepada para gadis yang suci dan tak mengerti soal seksualitas tentang: Apa yang tersembunyi dari aurat lakilaki dan apa yang dilakukan laki-laki jika sedang berduaan dengan wanita. Pada saat yang sama, ada setan-setan dari jenis manusia yang mengajak kita agar melakukan seperti apa yang me-reka lakukan. Sebagaimana mereka juga membiasakan dan melatih para siswi sekolah-sekolah menengah untuk menggunakan pil pencegah kehamilan. Siapa yang akan merasa bahagia, apabila univer-sitas-universitas Mesir, Syria, (Indonesia) dan seluruh negeri-negeri Islam mengalami persoalan yang sama? Saya tidak berbicara kepada para pemuda. Saya tidak ingin mereka mendengar. Saya tahu bahwa mungkin mereka menyanggah dan menertawakan saya. Karena saya telah menghalangi mereka menikmati kelezatan yang benar-banar mereka peroleh. Akan tetapi, saya berbicara kepada kalian, putri-putriku. Wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara! Ketahuilah bahwa yang menjadi korban bukan orang lain, tetapi engkau. Oleh karena itu, jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis. Jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan demi kebebasan, modernisasi, kemaju-an dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terlaknat itu tidak beristri dan tidak punya anak. Mereka sama sekali tidak perduli dengan kalian, selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedang saya adalah seorang ayah dari beberapa gadis. Jika saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia seperti yang aku inginkan untuk putri-putriku. Sesungguhnya tak ada yang mereka kagumi, selain memperkosa kehormatan gadis yang sudah sirna. Kemuliaan yang tercela tidak akan pernah kembali dan begitu juga dengan martabat yang hilang. Jika anak putri telah jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau membimbing tangannya atau mengangkat dari lembah kejatuhan. Yang engkau dapati, mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu, selama kecantikan itu masih ada. Jika sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut. Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yang tak berdaging sedikitpun.

Inilah nasihatku kepadamu, putriku. Inilah kebenaran, selain ini jangan dipercaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah kunci pintu perbaikan, bukan di tangan kami kaum lelaki. Jika mau, perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik.

47 Izinkan Aku Bercerita Tentangmu!!!

Jangan pernah lelah wahai Mujahidku Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu Bidiklah tepat dijantungnya Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya Maju terus jangan pernah menyerah Lepaskanlah duniamu Karena sungguh dunia ini hina Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan Hanya untukmu, hanya untukmu Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu Dua pilihan yang menguntungkan, bukan? Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian? Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat Bukankah kau tidak demikian? Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga Dengan berbagai kenikmatan didalamnya Dan akupun mendengarkan dengan seksama Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya Menuai keridhaan-Nya selamanya Wahai Mujahidkuaku sering melihatmu bercucuran air mata Dan seketika itu kau tersungkur bersujud

Memanjatkan sebuah doa Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu Namun ku tau Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar mengembalikan izzah mereka wahai Kekasihkuku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu meski kerinduanku belumlah pupus meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu meski kau tak lagi mengimamiku shalat meski kau tak akan menyakasikan kehadiran Mujahid kecilmu menghirup udara kehidupan aku ridha, sungguh aku ridha asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya untuk selamanya Jika kita tak berjumpa kembali Maka kan ku semai cintamu disyurga Dalam istana takwa senyumku mengembang jika ku membayangkannya (syurga) namun ku tak bisa menyembunyikan rasa cemburuku pada bidadari bermata jeli yang akan membagi kasihmu dengan ku kecantikan mereka tiada tandingan meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari namun seperti yang kau tau aku adalah wanita pecemburu jiaka rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu kecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu didunia Dan seketika itu pula hatiku riang Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang Wahai pujaanku.tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman

Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula Yakinlah itu Wahai kekasih hati.jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali Jangan fikirkan aku Karena ku kan baik-baik saja Ku kan setangguh isteri Handzalah yang merelakan malam pengantinya untuk memenuhi seruan-Nya Kan kutopang hidupku tanpamu Karena kini ku telah terbiasa Kau yang mengajarkannya padaku, bukan? Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan dan saat ijab Kabul diucapkan untuk mendirikan bangunan kasih kita diatas jalanNya hingga syahid menjemput? Kita tau perjumpaan didunia adalah sementara Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu Allaahumma Amiin Salam rinduku untuk mu selalu Aisyah-mu

48 Ayah

iasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.... Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.... Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

49 HIKMAH KEMATIAN

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja. Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya. Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini: Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 62:8) Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya! Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua kenyataan dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan hari-hari indah di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang

anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti. Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apaapanya lagi selain seonggok daging. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan. Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi. Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda.

Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda. Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan seranggaserangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi. Singkatnya, onggokkan daging dan tulang yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda atau lebih tepatnya, jiwa anda akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda tubuh anda akan menjadi bagian dari tanah. Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi? Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang dibungkus dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakanakan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup. Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja. (QS. 33:16) Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

50 ^^^ Maafkan..bila ia tak bs memberi yg sempurna...^^^^

Mendekati Subuh di pagi hari, saudaraku, bangunlah sejenak. Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi. Sesudahnya, saudaraku, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya. Di saat seperti itu, saudaraku, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, saudaraku, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak, Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih,sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar.begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, saudaraku, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan.

Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Saudaraku! Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada. butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita.

Saudaraku! Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan, Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian,cinta dan kasihsayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia. Saudaraku: Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang?

Saudaraku! Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita.

Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.

Saudaraku! Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana BundaAisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku. Saudaraku! Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Saudaraku! Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,kata Rasulullah Saw. melanjutkan, kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.

Saudaraku! Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala bagairnana kita menunaikan amanah dari-Nya kah kita mengabaikannya sehingga gurat-gurat an dengan cepat rnenggerogoti wajahnya, jauh awal dari

usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk isti Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik janganjangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya benar-benar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya. Jangan sampai istri-istri kita di pengadilan Allah nanti menyeret kita ke dalam daftar penghuni neraka jahannam Nauzdu mindhalik./

51 Nasehat seorang ikhwan untuk para akhwat yang masih memajang foto di FB...

Dengan Nama Allah yang Maha Rahman Maha Rahiim Semoga apa yang ana sampaikan nantinya tidak ternoda dengan hawa nafsu pribadi, tapi memberikan jawaban yang sesuai apa yang telah ana pahami selama ini, insya Allah...... Saudaraku fillah, Allah telah memerintahkan kepada wanita-wanita yang beriman, laki-laki yang beriman untuk menundukkan pandangan, dan menundukkan pandangan itu jika kita mau memahaminya sungguh luas cakupannya, tidak hanya menahan pandangan kedua mata, tapi juga setiap anggota tubuh dari apa-apa yang menurut syari'at itu tidaklah layak untuk dinikmati... Janganlah kita menjadi sebab orang lain berbuat dosa, tidakkah kita juga merasa berdosa telah membuat saudara kita yang lain berbuat dosa, karena kita? Bukankah Allah telah memerintah bagi wanita-wanita yang beriman untuk menundukkan pandangan, begitu juga laki-laki yang beriman? Dimanakah kalian hamba-hamba Allah yang beriman mengaplikaikan perintah Allah ini? Allah menganuriakan kepada kita wajah yang cantik, tampan, tapi ada pula yang menurut kata manusia itu wajah yang buruk, jelek, padahal itu sesungguhnya sebaik-baik ciptaan yang telah Allah karuniakan kepada kita masing... Lantas bukan berarti yang berwajah tampan, cantik kemudian takabur, merasa bangga, merasa dirinya layak untuk diketahui semua orang, sehingga ia mendapatkan sanjungan dan pujian, dan tidak sedikit karena kecerobohan sikapnya itu, iya kecerobohannya, ia telah membuat hamba Allah lainnya cemburu,bahkan berbuat dosa karena sikapnya itu... Dan bukan berarti pula yang dikaruniai wajah yang kurang tampan,kurang cantik harus berkecil hati,sungguh tidak ada yang patut untuk disedihkan,karena Allah tidak melihat semua itu, Allah hanya melihat apa yang ada didalam hati... Saudaraku fillah, bagaimana mungkin perintah Allah untuk menundukkan pandangan itu akan tercipta dengan baik, jika salah satu pihak dari kaum muslimin meremehkannya? Tidak cukup dengan laki2 yang beriman yang menundukkan pandangannya sj akan tetapi wanita2 yang beriman malah mengumbar perhiasan mereka??? bagaimana mungkin seorang laki2 bisa menjaga kedua matanya dari memandang yang

seharusnya tak ia pandangan sedangkan disamping kiri kanannya ada wanita2 yang tidak mau mengindahkan perintah Allah untuk menjaga perhiasan mereka? siapakah yang bersalah misal terjadi yang demikian yaa ikhwah??? Nasihat saudaramu yang masih jahil ini kepada saudariku, sungguh, janganlah kalian menampakkan wajah kalian dihadapan laki2 yang bukan mahram kalian,jangan mengusik hati kami dengan indahnya wajah kalian,simpan baik2 wajah indah itu,itu karunia Allah tak seharusnya kalian tempatkan pada tempat yang tidak mulia, tidakkah kalian berpikir jika misal ada laki2 beriman menjadi kotor hatinya karena melihat foto antum,baik sengaja atau tidak sengaja? kemudian hatinya gelisah, sungguh kami ingin menjaga kedua mata ini tapi wanita2 itu malah menampakkannya, benar iman kami lemah yaa Allah,tapi apa kami yang salah sedangkan kami sudah mencoba pandangan kedua mata ini,tapi hambamu yang bernama wanita itu tidak mau melaksanakan perintahmu untuk menundukkan pandangan,tidak menjaga perhiasannya???a pakah kalian wahai para wanita,siap dihadapkan pada pengadilan Allah atas aduan2 itu nantinya???apa yang akan kalian katakan pada Allah,saudariku? Nasihat untuk saudaraku laki-laki yang beriman, janganlah kalian lemah akan tipu daya syaithan, sungguh wanita itu memang diciptkan akan menjadi fitnah yang sungguh dahsyat kerusakannya untukmu laki2 beriman jika kalian lengah dr pada menjaga hati dan kedua matamu...dikedua mata wanita itu terdapat binar2 iblis yang mana jika kalian melihatnya maka ia akan bisa menjadikan kalian layaknya iblis yang tunduk patuh pada hwa nafsu dan menjadi budak2nya syaithan...oleh karena itu,tidak usah kalian dekat2 dengan mereka jika memang tidak ada kepentingan yang mana dibenarkan oleh syar'i, cukuplah wanita yang akan menjadi istrimu kelak engkau berasyik masyuk dengannya... Saudariku, niat baik itu tidak cukup untuk melakukan sebuah kebaikan,tapi hendaknya niat baik itu juga diikuti dengan cara yang baik pula untuk meraihnya. sungguh, tidak perlu,tidak penting kalian memasang foto kalian dimedia semacam fb ini,itu hanya akan menimbulkan fitnah,jangan hanya melihat maslahatnya sj,tapi tengoklah juga madharatnya nanti, jangan hanya menuruti keinginan pribadi,tapi ingini pulalah kami kaum laki2,kami ingin menjaga diri,kami ingin menundukkan pandangan,jangan kalian menjadi semacam penggoda mata2 kami ini. Sejak awal,tidak hanya sekali,ana sudah menyerukan kepada wanita2 beriman yang memasang fotonya di fb,untuk segera diganti dengan gambar lain sj,alhamdulillah ada beberapa yang

menerima pendapat ana,karena jika kita melakukan suatu kebaikan,hendaklah diliat maslahat dan madharat yang akan terjadi,tidak cukup dengan niat baik,tapi juga diiringi dengan niat yang benar pula. apa tujuan kalian memperlihatkan foto wajah kalian? bahkan tidak sedikit wanita yang bercadar yang melakukan ini,ana tanyakan kepada beliau2 ini,apa tujuan antum semua bercadar? untuk menjaga wajah dari tatapan mata laki2? kalau memang begitu,lalu kenapa setelah antum bercadar malah antum tampakkan didepan khalayak yang bisa semua orang diseluruh penjuru dunia ini melihat antum? memandangi antum? menatap,bahkan mencermati setiap lekuk dari wajah itu,atau mencetaknya dan dismpan dalam kamarnya? apa kalian tidak merasa jijik? tidak merasa risih? yaa ikhwah, dakwah itu memang wajib,tidak ada larangan wanita berdakwah kepada laki2 dan sebaliknya,tapi jagalah batas2 yang ada,jangan melanggarnya,perhatikan adab2nya bagaimanapun jug antum kelak hanya akan bersuamikan seorang laki2,tidak kasihankah antum jika foto2 antum itu tidak hanya menjadi milik laki2 yang akan menjadi suami antum kelak? tapi juga menjadi foto yang mngkin sj setiap laki2 yang meliat foto antum mempunyai,menjadikannya teman tidur dikala malam,memandanginya??? Na'udzubillah kalau begitu,apa antum tidak sebaiknya menyimpan foto2 pribadi antum saudariku??? berbicara sebagai identita, sungguh ini alasan yang tidak logis menurut kaca mata syari'at, kenapa? dengan memasang foto itu tidak menjamin orang lain tidak bisa menggunakan identitas kita untuk berbohong,jika itu alasannya, apa antum tidak berpikir foto antum itu bisa di save? dan kemudian di jadikan picture di account fb orang tsbt? ini alasan yang tidak mendasar, sungguh..yang ada hanya akan timbul fitnah,saudariku... apakah antum hanya akan menyalahkan kaum laki2 yang berbuat demikian,misalnya?apakah antum tidak berpikir bagaimana bisa para2 laki2 itu bisa berbau demikian?karena apa dan siapa???tidakkan antum merasa punya andil bagi laki2 tersebut berbuat dosa?niat dan tujuan sj

itu tidak cukup saudariki,wallahi tidak cukup...tapi hendaknya diiringi dengan cara yang benar....kalau antum meyakini kebenaran niat dan tujuan yang baik itu sudah cukup tanpa dibarengi dengan cara yang baik,maka akan timbul banyak kerusakan,lalu bagiamana dengan seorang pencuri yang mencuri dengan niat untuk disedekahkan?untuk menafkahi keluarganya?apa antum juga membenarkan tindakan yang semisal demikian?baik itu niatnya,untuk sedekat,memberi nafkah,tapi apa antum menafikan bagaimana orang itu merealisasikan niat baiknya itu????

------------------------------------------------------------------------------

Ukhti, marilah kita mengoreksi isi hati kita....

52 Surat terbuka dari ikhwan u/ akhwat (2)

Ukhti yang baik, Kami kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero jagad ini adalah istri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan sarana oleh para pendosa sebagai ajang bermaksiat? Apakah mereka mengijinkan pria-pria selain mahram mereka itu menyimpan foto-foto tersebut?

Ukhti, Kami kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan... Kami kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Karena mungkin aja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur'an serta Akhlakul karimah kepada kami. Apakah semua ini akan di biarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada seorang pun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan jahat memanfaatkannya untuk merusak harga diri dan menyebar aib yang seharusnya ditutup rapat-rapat?

Ukhti yang baik.. Jazakillah Khairan... Terima kasih banyak karena ukhti tetap pandai menjaga diri dari sedikit apapun celah-celah kealpaan.

Tapi tolong sampaikan pula pada kawan-kawan ukhti, agar mereka pun mengikuti jejak ukhti dengan menghapus foto-foto mereka dari facebook dan blog-blog mereka. Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak. Jika mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka cantik, cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja, atau orangtua dan anak-anak mereka saja... karena Allah Maha Tahu Atas Segala Sesuatu. Jika mereka membutuhkan sanjungan atas kecantikan yang telah di anugerahkan Allah pada mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak. Dan jika mereka ingin kecantikan mereka di kagumi, biarkanlah suami mereka saja yang mengagumi, lalu memberikan sejuta hadiah cinta yang tidak akan pernah ada bandingnya... Sementara kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah asyik masyuk tenggelam dalam do'a, agar di anugerahi istri yang cantik dan sholehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga martabatnya... Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surga-Nya, meraih ridho dan ampunan-Nya serta dihindarkan dari adzab neraka...

Atas perhatian dari ukhti, saya ucapkan Jazakillah khairal jaza'.

53 MARHABAN YA RAMADHAN... Selamat Datang Ramadhan

Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh Marhaban Yaa syahru ramadhan Marhaban syahrul maghfirah Marhaban syahrul Quran.... Marhaban Yaa Syahrul ibadah... Betapa bahagia kami masih boleh bertemu dengan mu lagi Serasa lebih dari bertemu sang kekasih lantaran engkau terlalu berarti Kedatanganmu membawa harapan Agar keluar kami umat ini dari kegelapam Menuju cahaya fitrimu yang terang benderang... Malam seribu bulan sudah kami rindu dari sekarang Ketika langit menggenapkan semua perjanjiannya Menerima amanat rahmat hingga pagi harinya Bagi siapa saja yang mendaki jalan ini Berpuasa bukan untuk mulut dan hati Namun berpuasa semata-mata hanya untuk Ilahi Rabbi Marhaban Yaa ramadhan Kami sambut kau dengan segenap harapan Agar kami jalani hari demi harimu nanti Dengan saling memperbaiki diri Sebab hidup bukanlah hari ini Yang ada disini tidaklah abadi Sedang disisimu nanti , itulah yang abadi Segala lelah payah, segala sakit, segala duka dan derita, darah dan airmata Dalam perjuangan ini akan Engkau ganti Melalui Ramadhan suci... Bawalah kami pada titik cahaya tertinggi yang mampu kami daki Melalui Ramadhan suci... Basuhlah segala iri, dengki, ghibah, amarah dan fitnah Dusta, putus asa, malas , serakah , bimbang dan sedih.... Basuhlah dari diri kami segala yang menghalangi turunnya RahmatMU pada kami Ya Rabbi...

Melalui Ramadhan suci..... Cucilah...cucilah dosa-dosa kami hingga bersih Di bulan suci ini dihari yang penuh barokah ini Semoga kami diberi kekuatan besar untuk tahan menjalani malam-malam tarawehMu Wahai Ramadhan , mengisi nafas dengan tilawatil quran Jadikanlah kami perindu-perindu malam Mu Akan sampaikah kami padaMU wahai pemilik Ramadhan? Akan kah kau terima segala upaya kami yang dhoif Fakir dan sangat mengharapkan ampunan-MU Yaa Rabbi.... ampunilah dosa-dosa kami Ampunilah segala salah dan khilaf selama ini Karena kelalaian yang kami lakukan.... Ya Rabbi tuntunlah kami di jalan-MU menjalani hari-hari suci-Mu Agar kami kembali kepada-MU kelak dalam keadaan suci Agar kami termasuk hamba-hamba Yang Engkau Rindukan Walaupun hamba bukanlah termasuk hamba-hamba Pilihan-MU Marhaban Ya Ramadhan... Selamat datang Ramadhan Kami sambut datangmu.... dengan semangat untuk menang! Kami tunggu datangmu dengan saling berkasih sayang Kami tunggu datangmu dengan segala suka cita Kami tunggu datangmu dengan segenap Rindu dan Harapan Marhaban Ya Syahru Ramadhan Marhaban Ya Syahrul maghfirah... Marhaban Ya syahrul Quran Marhaban Ya Syahrul Ibadah... Marhaban Ya Ramadhan..... *** Assalamualaikum saudaraku semuanya Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf lahir dan batin Atas segala salah dan khilaf selama ini, Mungkin ada yang tidak berkenan dari saya , baik disengaja ataupun tanpa sengaja Semoga kita bisa saling memaafkan, saling mengingatkan dengan berkasih sayang.... Semoga Rahmat Allah selalu meyertai kita semua-NYA Semoga RidhaNya mengiringi langkah kita... Semoga di bulan suci ini DIA berkenan membersihkan jiwa dan raga...untuk kembali suci... Sebelum kelak kita menghadap Nya.... Sebelum hari perjanjian itu datang....

Ampuni kami Ya Rabbi ampuni salah dan khilaf kami selama ini...Ampuni dosa-dosa kami... Amin Ya Allah.... Amin Ya Rabbal alamin.... Saudaraku , saya ucapkan Selamat menyambut Ramadhan... Selamat menunaikan ibadah shaum.... Wassalamualaikum warahmatullahi wabaarakatuh... Bulan cahaya 04082010

54 BAGAIMANA MUSLIMAH BERHIAS DIRI

Berhias adalah hal yang lumrah dilakukan oleh seorang manusia, entah lelaki atau wanita bahkan banci. Islam sebagai agama yang sesuai dengan naluri manusia tentu saj tidak menyepelekan masalh berhias.Sehingga masalh berhias ini tentu saja sudah di bahas dalam syariat Islam. Sehingga berhias ini bisa menjadi amal shaleh ataupun amalan salah, tergantung sikap kita mau atau tidak mengindahkan kaedah syariat tentang berhias. Semoga memberikan manfaat bagi kita dengan adanya artikel ini, yang berupaya menuturkan beberapa kaedah dan disiplin dalam berhias yang dibolehkan, agar dapat menjadi barometer setiap kali wanita akan berhias, baik dengan menggunakan hiasan klasik maupun moderen, dimana para ulama belum menyebutkan pendapat tentang hiasan itu. Kaedah pertama: Hendaknya cara berhias itu tidak dilarang dalam agama kita segala bentuk perhiasan yang dilarang oleh Alloh Azza wa Jalla dan Rasulnya, berarti haram, baik Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam telah menjelaskan bahayanya kepada kita maupun tidak. Kaedah kedua: Tidak mengandung penyerupaan diri dengan orang kafir ini kaedah terpenting yang harus dicermati dalam berhias. Batas peyerupaan diri yang diharamkan adanya kecendrungan hati dalam segala hal yang telah menjadi ciri khas orang kafir, karena kagum dengan mereka sehingga hendak meniru mereka, baik dalam cara berpakaian, penampakan, dan lain-lain. kalaupun pelakunya mengaku tidak bermaksud menirukan orang kafir, namun penyebabnya tetap hanyalah kekerdilan dirinya dan hilangnya jati diri sebagai muslim yang berasal dari kelemahan dari akidahnya. Anehnya, seorang muslim terkadang mengamalkan suatu amalan yang memiliki dasar dalam ajaran syariat kita, tetapi kemudian ia berdosa dalam melakukannya, karena ia berniat menirukan orang kafir. Contohnya, seorang laki-laki yang membiarkan panjang jenggotnya. membiarkan jenggot menjadi panjang pada dasarnya adalah salah satu dari syariat Islam bagi kaum laki-laki, tetapi ada sebagian laki-laki yang membiarkan panjangkan jenggotnya karena mengikuti mode dan meniru mentah-mentah orang barat. Ia berdosa dengan perbuatannya itu, karena seperti informasi yang tholibah peroleh, terdapat seorang pemuda yang baru datang dari barat dengan jenggotnya yang panjang, menurut tren/kecenderungan mode orang-orang barat. Ketika dia tahu bahwa di negrinya jenggot merupakan syiar Islam dan juga syiar orang Shalih dan mengerti agama, segera ia memotomg jenggot!! Contohnya dikalangan wanita, memanjangkan ujung pakaian. Perbuatan itu (yakni memanjangkan ujung satu jengkal atau satu hasta )adalah termasuk sunnah-sunah bagi kaum wanita yang telah ditinggalkan orang pada masa sekarang ini. Tetapi ketika orang-orang kafir juga melakukannya pada beberapa acara resmi mereka sebagaian kaum muslimin yang sudah

ternodai pikiran mereka menganggap itu sebagai kebiasaan yang bagus, dan merekapun mengikutinya, untuk meniru orang-orang kafir tersebut. Sebaliknya, diselain acara-acara khusus tersebut mereka kembali kepada kebiasaan orang kafir dengan mengenakan pakaian mini/ketat atau You Can See !!! dalam dua kesempatan itu mereka tetap berdosa. Kaedah ketiga: Jangan sampai menyerupai kaum lelaki dalam segala sisinya. Kaedah keempat: Jangan berbentuk permanen sehingga tidak hilang seumur hidup Kaedah kelima: Jangan mengandung pengubahan ciptaan Alloh Azza wa Jalla. Kaedah keenam: Jangan mengandung bahaya terhadap tubuh. Kaedah ketujuh: Jangan sampai menghalangi masuknya air ke kulit, atau rambut terutama yang sedang tidak berhaid Kaedah kedelapan: Jangan mengandung pemborosan atau membuang-membuang uang. Kaedah kesembilan: Jangan membuang-buang waktu lama dalam arti, berhias itu menjadi perhatian utama seorang wanita Kaedah kesepuluh: Penggunaannya jangan sampai membuat si wanita takabur, sombong dan membanggakan diri dan tinggi hati dihadapan orang lain Kaedah kesebelas: Terutama, dilakukan untuk suami. boleh juga ditampakkan dihadapan yang halal melihat perhiasannya sebagaimana difirmankan oleh Alloh Azza wa Jalla dalam Al-Quran ayat 31 dari surat An-Nur Kaedah keduabelas: Jangan bertentangan dengan fitrah Kaedah ketigabelas: Jangan sampai menampakan aurat ketika dikenakan. Aurat wanita dihadapan sesama wanita adalah dari mulai pusar hingga lutut namun itu bukan berarti seorang wanita bisa dengan wanita menampakan perut punggung atau betisny dihadapan sesama wanita tetapi maksudnya adlah bila diperlukan, seperti ketika hendak menyusukan anak atau mengangkat kain baju unutk satu keperluan sehinggan sebagian betisnya terlihat, dst. Adapu bila ia sengaja melakukannya karena mengikuti mode dan meniru wanita-wanita kafir, tidak dibolehkan. Wallahualam. Dan terhadap kaum laki-laki adalah seluruh tubuhnya tanpa terkecuali.. Kaedah keempat belas: Meskipun secara emplisit, janggan sampai menampakan postur wanita

bagi laki yang bukan mukhrim menampakan diri wanita dan menjadikannya berbeda dari wanita lain, sehingga menjadi pusat perhatian. Itulah yang dinamakan: jilbab modis. Kaedah kelima belas: Jangan sampai meninggalkan kewajibannya, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian wanita pada malam penggantin mereka atau pada berbagai kesempatan lainnya. Inilah beberapa kaedah penting bagi wanita dalam berhias sebatas yang nampak bagi penulis dari nash-nash syariat dan pernyataan para ulama hendaknya setiap wanita menghadapkan diri kepada masing-masing kaedah ini ketika berhias. Satu saja yang hilang, maka berati ia dilarang berhias dengan cara itu. Wallahu alam

55 BERHIAS MENUJU NERAKA

Berhias adalah salah satu fitroh manusia, lebih khusus lagi bagi kaum hawa, mereka diciptakan dengan tabiat menyukai keindahan. Dan Allah, Rabb kita satu-satunya yang wajib kita taati, juga mencintai keindahan. Sebagaimana disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. (HR. Muslim :131) Namun, sekarang ini banyak kita jumpai kaum hawa, termasuk orang yang mengaku muslimah menampakkan keindahan secara berlebihan, sampai melanggar batas-batas yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kita lihat terjadinya kerusakan di kalangan kaum muslimin, yaitu dengan menebarnya kekejian, rusaknya tatanan rumah tangga, dan semakin banyaknya perzinaan. Berhias Diri yang Haram * Menyerupai orang kafir Dari Abu Syuaib, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidak termasuk golongan kami orang yang meniru selain kami, janganlah kamu meniru orang yahudi dan nasrani. (HR. Tirmidzi) * Bergaya untuk mencari keanehan Dari Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa berpakaian untuk mencari popularitas di dunia, maka Allah akan mengenakan baginya pakaian yang hina pada hari kiamat, lalu dinyalakan api di dalamnya. (HR. Abu Dawud) Syaikh Albani menjelaskan maksud pakaian popularitas adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas ditengah-tengah orang banyak, baik pakaian itu harganya mahal yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan harta dan perhiasannya, maupun pakaian murah yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya (kesederhanaannya terhadap dunia, pen.) dengan tujuan riya. * Menato, Menyambung rambut, merenggangkan gigi dan mencukur bulu alis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan minta untuk dicukur, dan wanita yang merenggangkan atau mengikir giginya untuk kecantikan, merubah ciptaan Allah. (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasa-i, dll.)

* Menyemir rambut dengan warna hitam Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Rubahlah (rambut dan jenggot) yang putih dengan pewarna dan hindarilah warna hitam. (HR. Muslim) Adapun merubah warna rambut yang hitam dengan warna lain adalah tidak boleh, karena tidak perlu, warna hitam termasuk warna yang paling baik untuk rambut, dan karena mereka (orang yang merubah warna selain hitam, pen.) meniru orang kafir (Syaikh Sholeh al-Fauzan). * Membiarkan kuku lebih dari 40 hari Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya tentang hukum memanjangkan kuku, beliau menjawab, Memanjangkan kuku makruh sekalipun bukan haram, karena Nabi menentukan pemotongan kuku empat puluh hari. * Mencukur rambut tanpa ada udzur Ali berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang wanita mencukur rambutnya. (HR. An-Nasa-i, dilemahkan oleh Al-Albani). Akan tetapi, wanita boleh mencukur rambutnya bila ada sesuatu yang sangat mendesak, seperti jika kepalanya luka, dan yang semisalnya. * Rambut model poni Lajnah Daimah Ulama Saudi Arabia ditanya hukum potong poni, mereka menjawab, Jika bertujuan menyerupai wanita kafir, maka hukumnya haram. Apabila untuk keindahan dan karena sulit merawatnya karena terlalu panjang, maka ulama membolehkan memotong sekedarnya. * Menyanggul rambut diletakkan dibelakan kuduk atai di atas kepala Ibnu Daqiq bin Al-Ied berkata, Dianjurkan wanita menyisir rambutnya dan memintalnya. Adapun yang dilakukan oleh sebagian wanita muslimah pada zaman sekarang dengan menyanggulnya di atas kepala atau ditengkuknya hukumnya haram, karena menyerupai wanita Inggris dan wanita kafir. * Memakai parfum Dari Abi Musa, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Perempuan yang memakai wewangian, lalu dia lewat di hadapan laki-laki agar mereka mencium baunya, maka dia adalah

pezina. (HR. An-Nasa-i, Abu Dawud, dll). * Menyerupai laki-laki Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Allah melaknat di antara wanita yang menyerupai laki-laki dan di antara laki-laki yang menyerupai wanita. (HR. Ath-Thabrani) Lajnah Daimah Ulama Saudi Arabia ditanya hukum wanita memakai celana seperti laki-laki, mereka menjawab, Tidak boleh wanita memakai pakaian ketat karena yang demikian ini akan menampakkan bentuk badannya dan umumnya membangkitkan fitnah, dan celana umunya sempit memperlihatkan bentuk badan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ada dua golongan penduduk neraka yang sekarang saya belum melihat keduanya, yaitu wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan memiringkan kepalanya seperti punuk unta, dimana mereka tidak akan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak. Kemudian sekelompok laki-laki yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul hamba-hamba Allah. (HR. Muslim) Itulah beberapa hal yang dilarang dalam berhias, hendaknya kita berusaha untuk menjuhinya. Wanita muslimah diperintahkan untuk berhias, tetapi bukan untuk diperlihatkan, sehingga akan menarik pandangan nakal dan hati yang sakit, lalu ia akan menjadi penyebab orang lain berbuat dosa. Tapi, berhiaslah untuk suamimu sehingga engkau akan mendapatkan pahala karenanya dan berhijablah untuk menutup pintu-pintu syaithon, lanatullah alaihi. Maraji : 1. Majalah Al-Furqon, Edisi 1, tahun ke 7, 1428/2008 2. Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashirudin Al-Albani

56 TERUNTUK PARA GADIS REMAJA

Assalammu'alaikum wa Rahmatullah wa Barokattuh... Dengan terbata-bata dan diiringi linangan air mata penyesalan seorang remaja putri bertutur, "Peristiwa ini bermula hanya dari pembicaraan melalui telepon antara diriku dengan seorang pria, lalu berlanjut membuahkan kisah cinta di antara kami. Ia merayu bahwa dirinya sangat mencintaiku dan ingin segera meminangku. Dia berharap dapat bertemu muka denganku, namun aku sungguh merasa keberatan, bahkan aku mengancam ingin menjauhi dirinya, kemudian menyudahi hubungan ini. Akan tetapi aku tak kuasa melakukan itu. Maka aku putuskan dengan mengirimkan fotoku dalam sebuah surat cinta yang semerbak dengan wangi aroma bunga mawar. Gayung bersambut suratku pun dibalas olehnya, dan semenjak itu kami sering saling kirim surat. Suatu ketika melalui surat, ia mengajakku untuk keluar pergi berduaan, aku menolak dengan keras ajakan itu. Tetapi ia balik mengancam akan membeberkan semua tentang diriku, fotofotoku, surat cintaku, dan obrolanku dengannya selama ini melalui telepon, yang ternyata ia selalu merekamnya. Aku benar-benar dibuat tak berdaya oleh ancamannya. Akhirnya aku pun pergi keluar bersamanya dan berharap dapat pulang kembali ke rumah dengan secepatnya. Memang aku pun akhirnya pulang, namun sudah bukan sebagai diriku yang dulu lagi, aku telah berubah. Aku kembali ke rumah dengan membawa aib yang berkepanjangan, dan suatu ketika kutanyakan kepadanya, "Kapan kita akan menikah?" Apakah tidak secepatnya? Namun ternyata jawaban yang ia berikan sungguh menyakitkan, dengan nada menghina dan merendahkanku ia berkata, "Aku tak mau menikah dengan wanita rendahan sepertimu!" Wahai saudariku tercinta! kini engkau tahu bagaimana akhir dari hubungan kami yang jelas-jelas terlarang dalam agama ini. Oleh karena itu waspada dan berhati-hatilah jangan sampai engkau terjerumus dalam hubungan semacam itu. Jauhilah teman yang buruk perangai, yang suatu saat bisa saja ia menjerumuskanmu lalu menyeretmu ke dalam pergaulan yang rendah dan terlarang. Ia hiasi itu semua sehingga seakan-akan menarik dan merupakan hal biasa yang tidak akan berakibat apaapa, tak akan ada aib dan lain sebagainya. Jangan percaya omongannya, sekali lagi jangan gampang percaya! Itu semua tak lain adalah tipu daya yang dilancarkan oleh syetan dan teman-temannya. Dan jika engkau tak mau berhati-hati maka sungguh hubungan haram itu akan berakibat sebagaimana yang telah kusebutkan di atas atau bahkan lebih parah dan menyakitkan lagi.

Berhati-hatilah jangan sampai engkau terpedaya dengan bujuk rayu para laki-laki pendosa itu yang kesukaannya hanya mempermainkan kehormatan orang lain. Mereka adalah pembohong, pendusta dan pengkhianat, walau salah satu dari mulut mereka terkadang menyampaikan kejujuran dan keikhlasan. Apa yang diinginkan mereka adalah sama, dan semua orang yang berakal mengetahui itu, seakan tiada yang tersembunyi. Berapa kali kita mendengarkan, demikian juga selain kita tentang perilaku keji mereka terhadap para gadis remaja. Namun sayang seribu sayang bahwa sebagian para gadis tak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa memalukan yang menimpa gadis lainnya. Mereka tak mempercayai segala ucapan dan nasehat yang diberikan kecuali setelah peristiwa itu benar-benar menimpa, dan setelah terlanjur menjadi korban kebiadaban lelaki amoral itu. Tatkala musibah dan aib yang mencoreng muka telah terjadi, maka ketika itulah ia baru terbangun dari keterlenaannya, timbullah penyesalan yang mendalam atas segala yang telah dilakukannya. Ia berangan-angan agar aib, derita, dan kegetiran itu segera berakhir, namun musim telah berlalu dan segalanya telah terjadi,yang hilang tiada mungkin kembali! "Mengapa semua jadi begini?" Saudariku Tercinta! Bagi yang terlanjur jatuh dalam hubungan yang haram dan terlarang, jika mau berpikir maka tentu ia akan menjauhi cara seperti itu sejak awal mulanya. Sehingga tak seorang pun bisa mengajaknya demikian berpetualang dalam cinta. Sebab dalam petualangan tersebut mempertaruhkan sesuatu yang paling mulia yang merupakan lambang harga diri dan kesucian wanita. Jika sekali telah hilang, maka tak akan mungkin kembali selamanya. Wanita mana yang menginginkan agar miliknya yang paling berharga hilang begitu saja dengan sia-sia demi kesenangan sekejap? Lalu setelah itu kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat dalam keadaan terhina dan tersisih tiada mampu mendongakkan kepala? Tiada lagi laki-laki yang mengingin kannya, hidup terkucil dan penuh kerugian yang selalu mengiringi sisa umurnya. Hatinya makin teriris manakala melihat teman sebayanya atau yang lebih muda telah menjadi seorang istri, seorang ibu rumah tangga dan pendidik generasi muda. Oleh karena itu wahai saudariku, pikirkanlah semua ini! Jauhilah olehmu hubungan muda-mudi yang melanggar aturan agama agar engkau tidak menjadi korban selanjutnya. Ambillah pelajaran dari peristiwa yang menimpa gadis selainmu, dan jangan sampai engkau menjadi pelajaran yang diambil oleh mereka. Ketahuilah bahwa wanita yang terjaga kehormatannya itu sangatlah mahal, jika ia mengkhianati dan tak menjaga kehormatan itu, maka kehinaanlah yang pantas baginya. Tetaplah engkau pada kondisi jiwamu yang suci dan mulia dan janganlah sekali-kali engkau membuatnya hina serta menurunkan martabat dan ketinggian nilainya.

Jangan kau kira bahwa untuk mendapatkan seorang suami yang baik hanya dapat diperoleh melalui obrolan lewat telepon ataupun pacaran dan pergaulan bebas. Banyak di antara mereka yang jika dimintai pertanggung jawaban agar segera menikah justru mengatakan: Bagaimana mungkin aku menikahi wanita sepertinya. Bagaimana pula aku rela dengan tingkah laku dan caranya. Bagi wanita yang telah mengkhianati kehormatannya sehari saja. Maka tiada mungkin bagi diriku untuk memperistrinya. Bila engkau tak menginginkan jawaban yang menyakitkan seperti ini maka jangan sekali-kali menjalin hubungan terlarang, cegahlah sedini mungkin. Selagi dirimu dapat mengen-dalikan segala urusan yang menyangkut pribadimu, maka kemuliaan dan harga diri akan terjaga. Carilah suami dengan cara yang baik dan benar, sebab kalau toh engkau mendapatkannya dengan cara gaul bebas dan cara-cara lain yang tidak benar, maka biasanya akan berakibat tersia-sianya rumah tangga dan bahkan perceraian. Rata-rata kehidupan mereka dipenuhi oleh duri, saling curiga, menuduh, dan penuh ketidakpercayaan. Jangan kau percayai propaganda sesat yang berkedok kemajuan zaman atau mereka yang menggembar-gemborkan kebebasan kaum wanita yang mengharuskan menjalin cinta terlebih dahulu sebelum menikah. Janganlah terkecoh, sebab cinta sejati tak akan ada kecuali setelah menikah. Sedang selain itu, maka pada umumnya adalah cinta semu, hanya mengikuti anganangan dan fatamorgana, sekedar menuruti kesenangan, hawa nafsu, dan pelampiasan emosi belaka. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini sangatlah singkat dan sementara, mungkin sebentar lagi engkau akan meninggalkannya. Maka jika ternyata engkau telah terkhilaf dengan dosa-dosa segera saja bertaubat memohon ampunan sebelum ada dinding penghalang antara taubat dengan dirimu. Demi Allah nasihat ini kusampaikan dengan tulus untukmu dan itu semua semata-mata karena rasa sayang dan cintaku kepadamu. Sumber: Buletin Darul Wathan "nihayatu fatah" Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan "Artikel Nasihat untuk gadis remaja" kepada saudarasaudara kita yang belum mengetahuinya. Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin Waassalammu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakattuh

57 Akhwat Bagaikan Obat bagi Para Ikhwa???

Akh, ada yang bisa cariin ana akhwat, gak? ??????? E maksudnya buat temen ana. Mau nikah. Huh, ente nih, ngomong gampang banget. Minta cariin akhwat dah kaya minta cariin obat! Sekiranya demikian dialog singkat namun menggugah selera yang terlontar dengan renyah di bibir para Ikhwan sehabis syuro di sebuah senja yang membuncah dari tempat yang penuh hikmah, xx xxx Jakarta (ini kalimat gak efektif banget sih. Hehe ^_^). Yang pasti, dari apa yang dibicarakan tersebut, tercetuslah satu statement nyari akhwat dah kaya nyari obat. Beberapa detik setelah kalimat itu keluar, saya berfikir ada benarnya juga statement tersebut. Setidaknya ada beberapa persamaan antara akhwat dan obat (jangan melihat hal ini dengan kaca mata negatif, ya. Ambil hikmahnya aja. Hehe): Sama-Sama Menyembuhkan Penyakit. Bedanya, kalau obat menyembuhkan penyakit fisik, sedangkan akhwat menyembuhkan penyakit MTK alias Malarindu Tropi Kangen yang sebelumnya diawali dengan gejala BPKB alias Butuh Perhatian, Kedamaian, dan Belaian. Ikhwan (laki-laki) konon adalah makhluk yang berhati tegar, anti lembek hati, dan kokoh dalam menahan beban kehidupan. Makhluk inilah yang juga konon menjadi tempat sandaran dan berlindung, bagai pohon rindang yang menjadi tempat berteduh di kala gersang. Namun siapa sangka, ternyata sosok ini pulalah yang mudah goyah kekuatannya oleh sosok lembut bernama akhwat (wanita). Kalau sudah begitu, bisa dipastikan bahwa ikhwan tengah menderita virus merah jambu dan harus segera diobati. Lantas apa obatnya? Tentu saja akhwat. Karena akhwat yang menyebabkan hati ikhwan gundah, maka akhwat pulalah yang dapat menjadi penawarnya. Namun dalam hal ini, selayaknya mencari dan menggunakan obat pada umumnya, pada obat ini pun ada poin-poin yang harus diperhatikan. Cocok-Cocokan. Tidak selalu obat yang sama cocok kepada semua orang. Cocok atau tidak dapat ditentukan dari pemahaman diri. Hal ini penting sekali, karena jika salah-salah obat bukannya sembuh malah makin parah sakitnya! Pun demikian dalam memilih akhwat.

Tidak semua akhwat cocok dengan ikhwan manapun, begitu pula sebaliknya. Maka dari itu sebelum memilih akhwat, hendaklah memperhatikan bebet, bibit, dan bobotnya. Jangan karena bagus kemasannya, lantas tanpa pikir panjang langsung memilihnya. Seperti memilih obat pula, lihat dulu komposisinya, efek sampingnya, dan kadaluarsanya. Artinya jangan sampai memilih tanpa tahu kekurangan dan kelebihannya. Maka tatkala kita sudah paham luar dalamnya, bukankah kita akan lebih ikhlas meminum obatnya? Dan bukankah keikhlasan mendatangkan rahmat-Nya? Jangan sampai ada penyesalan di hari kemudian. Namun jangan khawatir, Allah SWT itu Maha Adil. Dia tidak akan mendzholimi hamba-Nya, kecuali hamba-Nya itu sendiri yang berbuat dzholim kepada dirinya sendiri. Allah SWT akan mempertemukan ikhwan dan akhwat yang seusai kapasitasnya sebagaimana memberikan obat kepada pasien sesuai dosisnya. Artinya barang siapa yang sholeh, maka akan dipertemukan dengan akhwat yang sholehah; barang siapa yang jahat, maka akan dipertemukan dengan akhwat yang jahat pula; dan lain sebagainya. Gunakan Sesuai Aturan Semua ada aturannya, termasuk menggunakan obat. Kalau obat harus sesuai anjuran dokter, maka akhwat harus sesuai anjuran Islam. Anjuran-anjuran tersebut dibuat untuk kebaikan dan kesembuhan. Jangan sampai yang didapatkan hanyalah kesembuhan sesaat, bukan kesembuhan sejati. Untuk itulah harus ditaatinya aturan-aturan yang telah ditentukan. Hal ini misalnya, gunakan pada waktunya. Waktu di sini mengacu pada prasyarat dalam kematangan diri, baik lahir mau pun batin, sebelum menerima obat. Aturan lainnya adalah tidak boleh melebihi dosis karena akan berakibat buruk jika diri ini tidak mampu menanganinya.

Jangan Coba-Coba Buat sehat kok coba-coba? Buat bahagia kok coba-coba? Pilih akhwat jangan sampai coba-coba, karena hasilnya juga akan coba-coba. Namun dewasa ini kerap sekali perbuatan coba-coba yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi yang biasa dikenal sebagai pacaran. Perbuatan ini cukup buruk. Selain bukan akhlak Islam, perbuatan ini juga akan membuat hati ini tidak perawan lantaran telah sering disinggahi oleh banyak hati yang bukan mahromnya. Jangan sampai kita memberikan hati yang tidak perawan kepada pasangan hidup

kita nantinya. Jika kembali dianalogikan sebagai obat, maka pacaran adalah obat sementara penawar sakit. Bukan obat sebenarnya. Cepat atau lambat akan sakit kembali. Apabila seperti ini terus, maka tubuh akan memberikan proteksi kepada obat-obat yang pernah digunakan, sehingga obat tersebut tidak dapat efektif menyembuhkan. Dan ketika kita terbiasa pacaran, yang artinya sudah terbiasa berganti-ganti dambaan hati, maka ketika muncul cinta sejati ia tidak akan bisa merasakan nikmatnya cinta pertama kembali. Obat yang benar bukanlah pacaran, melainkan langsung pada cara yang tepat, yaitu menikah. Dengan cara yang benar seperti ini, penyakit tidak akan hilang dengan tuntas dan tidak ada penyakit lain jika memang diniatkan beribadah karena Allah SWT. Efek yang ditimbulkannya pun akan menyehatkan dan menyegarkan. Semua ada waktunya. Cari akhwat pun ada waktunya, semua terkait dari syarat dan kapasitas ikhwan dalam mencari akhwat. Pilihan untuk mengkhitbah akhwat adalah pilihan yang matang dan bukan lagi main-main. Yakinlah, semua akan indah pada waktunya. Jika Sakit Berlanjut, Hubungi Dokter Sebuah penyakit akan hilang 100% setelah meminum obat. Pada teorinya memang demikian. Namun jika tidak diimbangi dengan menjaga kesehatan dan mengikuti pola hidup sehat maka tidak menutup kemungkinan penyakit itu akan muncul lagi. Lalu dengan apa menjaga kesehatannya? Serahkanlah pada yang ahlinya. Bisa kepada seniorsenior yang lebih dulu berpengalaman dalam cinta. Atau bisa kepada konsultan cinta yaitu guruguru spiritual yang dapat dipercaya. Namun dari segala dokter cinta yang ada, pastikan untuk rutin chek up kepada Allah SWT, sehinga hati ini selalu tenang dan nyaman. Jangan lupa juga untuk mencontoh Rosulullah SAW, sosok teladan no.wahid yang tidak akan tergeser peringkatnya sampai kapan pun. Ikuti bagaimana Rosulullah SAW menjaga hubungan dengan isteri-isteri dan keluarganya dengan penuh cinta dan berkah sebagai ibadah kepada Allah SWT. Dan jika masih terdapat gangguan, yakinlah bahwa Allah SWT tengah menguji hamba-Nya dengan penuh cinta. WaAllahualam

^_^

58 Surat cinta buat calon suamiku

Bismillah Surat ini ana copas dari sebuah blog.. isinya cukup mewakili keadaan dan komentar orang orang disekitar kita saat ini.. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Calon suamiku yangg kukasihi tiada pernah aku bermimpi engkau akan menyatakan niatmu untuk menikahi tahun depan, saat itu hatiku tiba-tiba gelisah, aku panik bercampur bahaggia rasanya aku tak sabar menunggu saat-saat yang paling bersejarah dalam hidupku itu? bergitu bahagianya hatiku, ingin aku berbagi rasa dengan para sahabatku, lalu dengan bangganya aku menceritakan tentang dirimu yang sangat mencintai Alloh kepada sahabat-sahabatku? alangkah terkejutnya aku mendengar perkataan mereka tentang dirimu, beberapa sahabat wanitaku bertanya padaku ? apa loe serius mau nikah sama cowo yg sok alim?.. .loe tau kan cowo yg sok alim itu pasti ngekang istrinya gak boleh keluar rumah, gak boleh kerja, malahan ada yg suruh istrinya pake cadar, ih gw seh ogah!!!?, dan salah satu sahabat lelakiku mengatakan ? serius loe mau nikah secepet itu, loe kan belum pernah liat orangnnya, mending PACARAN dulu 2 ato 3 thn buat saling kenal ? kalo gw seh sebagai seorang modern, realistis dan open minded gak mau nikah cepet-cepet, dan nantinya gw bakal kasih kebebasan buat istri gw, kan wanita berhak bebas juga?? kata-kata itu bagai petir menyambar hatiku, aku tak menyangka sahabat-sahabat yg selama ini sangat dekat denganku ternyata menganut faham kebebasan dan faham modernisasi? sesaat niatku untuk menikahimu karena mencari Ridha Alloh pun menghilang, syukurlah aku tersadar dan kupanjatkan do'a dengan sungguh-sungguh kepada sang Illahi agar Ia memberikan Petunjuk-Nya kepadaku? SubhanAlloh niatku yang telah memudar kembali jernih sejernih air zam-zam, tiada ada kebimbangan dan keragu-raguan dalam hatiku? Kini jika kelak aku menjadi istrimu dapat kuyakinkan padamu bahwa: Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja ? aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia? Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun? aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu? Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita? aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku

menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku? Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu? aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah? Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku? aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka? Yaa? aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami? Aku heran dengan para istri yang menyerukan kebebasan, sungguh sangat bodoh jika seorang istri merasa bahagia saat sang suami membebaskan cara berpakaian istrinya, tahukah sang istri bahwa perlakuannya itu pertanda sang suami tidak memiliki rasa cemburu kepadanya sekalipun banyak mata lelaki buaya yang menikmati kemolekan tubuh istrinya? Dan aku heran dengan para suami yang memperbolehkan istrinya untuk keluar rumah dengan bebas, lalu saat sang suami pulang kerja didapatinya rumah berantakan dan tidak ada makan malam untuknya karena sang istri terlalu sibuk bekerja atau bergosip dengan tetangganya? Duhai calon suamiku, saat aku telah menjadi istrimu gunakanlah hakmu sebagai seorang suami untuk membimbingku, agar aku tidak akan pernah terperosok ke dalam faham kebebasan yang penuh dengan tipu daya? Namun saat melihat kenyataannya bahwa begitu banyak rumah tangga yang awalnya saling mencintai, harmonis, dan bahagia tapi tak lama berselang rumah tangga tersebut hancur tak bersisa dan tidak sedikit pula suami-istri yang saling menyakiti baik fisik maupun mental ? Aku tak bermaksud untuk meragukanmu wahai calon suamiku, aku yakin suami yg bertakwa kepada Alloh pasti akan memperlakukan istrinya dengan baik.? Tapi sebelum aku memasuki kehidupan baru denganmu, izinkanlah aku mengajukan beberapa pormohonan padamu agar engkau dapat memahami isi hatiku sebagai seorang wanita dan seorang istri? Duhai calon suamiku? aku bukanlah robot yang tidak akan pernah merasakan letih, kelak bantulah aku dalam mengatur rumah tangga kita, jangan kau limpahkan semua urusan rumah

tangga hanya padaku tanpa mau memperdulikan dan mengerti keletihanku? Duhai calon suamiku? aku bukanlah mahkluk bisu tempat engkau memuaskan nafsumu, kelah janganlah engkau mencumbuiku dengan cara yang kasar dan dingin, cumbuilah aku dengan lembut dan penuh kasih sayang? Duhai calon suamiku?aku bukanlah patung tak berperasaan, kelak setialah padaku, sayangilah aku, dan hormatilah aku layaknya ratu dalam hatimu? Duhai calon suamiku? sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu, yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat?Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, mari kita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu?oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih?SubhanAlloh? Duhai calon suamiku? sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku? Sungguh aku akan menjadi istri yang paling berbahagia jika memiliki suami yang menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu? Calon suamiku sekian surat cinta untukmu yang kutulis penuh dengan kasih dan harapan? Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan yang tiada akan pernah berakhir?Amiieen? Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

59 Teman vs Sahabat

Teman sebuah kata yang penuh dengan makna seorang teman bukanlah yang selalu mengajak untuk tertawa bukan yang selalu bergembira dengan irama suka bukan yang selalu bercanda bukan yang berkata santai saja bukan yang mengajak berleha leha bukan yang selalu mengajak membicarakan orang lain bukan yang selalu membuat hati kita berbunga bunga bukan yang memenuhi segala keinginan kita bukan yang mengajak mengejar dunia bukan yang mengajak kita bersuka ria bukan yang mengajak untuk tidak menangis bukan yang hanya berharap masa muda hura hura tua kaya raya kalau mati masuk surga bukan yang berfikir mumpung masih muda tidak apa apa, nanti kalau sudah tua tidak bisa bukan yang berfikir saat muda boleh melakukan apa saja Namun seorang teman adalah yang bisa mengajak kita untuk menangis kala bahagia yang mengajak kita tabah saat bencana yang memahamkan kita akan maksud hidup kita di dunia yang membiasakan kita untuk melihat kedalam diri yang mengajak kita untuk berfikir akan akhir hidup dunia yang mengajarkan kita tahu bagaimana cara menghargai dan memuliakan diri yang dengannya kita semakin dekat dengan Nya yang saat bersamanya semakin dekat kita dengan ketaatan pada Nya yang membuatkan pakaian untuk kita dari bahan taqwa yang mengajari kita untuk selalu bersyukur atas segala karunia Nya (sehat, mata, telinga, hidung, kaki, kulit, rambut, usia dan banyak yang lainnya) yang mengajari kita untuk hanya takut pada Nya yang menjadikan kita tahu dan mengerti akan kerendahan diri yang mengajarkan kita tuk rendah hati yang menjadikan kita terikat oleh ikatan cinta kepada Nya yang selalu saling mencinta karena Nya yang memberi pilihan terbaik bagi kita tentang kekasih sejati kita yang mengajarkan untuk tidak menduakan cinta kapada Nya maka tiada ikatan yang lebih kuat lagi saat bersama ketika bersama karena ikatan cinta kepada Nya

60 Sahabatku, Jangan Marah! (Sebuah Nasehat Agar Selalu Bisa Menjaga Diri Dari Amarah)

Marah, sepertinya hal yang sering kita lakukan, entah itu kepada orang yang tidak kita suka, kepada temen, saudara, pasangan hidup kita atau mungkin kepada anak kita. Apalagi di saat kita pulang kerja, badan capek, letih, di rumah ada masalah, kayaknya pengennya marah-marah.

Coba kita latih untuk meredam emosi kita. Soalnya sebagai orang beriman ada beberapa dalil yang perlu kita perhatikan, di dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits banyak yang memerintahkan kita untuk menahan marah.

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali Imran - 134)

Dari Abu Hurairah Ra., seorang lelaki berkata pada Rasulullah Saw, berilah saya nasehat. Rasulullah Saw bersabda "Janganlah engkau marah" Rasulullah mengulang-ulang pada ucapannya. (HR. Bukhari)

Banyak Hikmah Yang Kita Dapat Dari Menahan Emosi Kita.

1. Mungkin ada hikmah dari yang membuat kita emosi.

Di dalam surat Al-Baqarah ayat 216 diterangkan,

"Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia sangat baik untukmu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui."

Dari ayat ini kita bisa ambil hikmah dari sesuatu yang membuat kita emosi bukan berarti buruk untuk kita, mungkin sesuatu yang baik untuk kita, jadi jangan marah dulu, renungkan masalah yang sedang menimpa kita. Atau malah marah kita hanya untuk menutupi kekurangan kita.

2. Tidak ada penghalang antara do'a kita dan Allah.

Nah, kalau yang membuat emosi kita itu sifatnya penganiayaan pada diri kita, kita juga tidak perlu emosi, karena dengan bersabar terhadap penganiayaan itu, adalah sesuatu yang sangat hebat, yaitu doa orang yang dianiaya wajib dikabulkan oleh Allah SWT.

"Takutlah kamu pada do'anya orang yang dianiaya, maka sesungguhnya do'anya orang yang dianiaya tidak ada penghalang antara do'a dan Allah." (HR. Tirmidzi)

3. Akan menjadi orang terkuat.

Di dalam hadits Rasulullah Saw bersabda :

"Orang yang kuat bukanlah orang yang hebat dalam bertengkar, sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika harus marah." (HR. Bukhari)

Bukti orang yang emosi lemah dibuktikan oleh Muhammad Ali dengan julukan si mulut besar, setiap akan melakukan pertandingan dia selalu melakukan psi-war ke lawan mainnya, tujuannya supaya lawannya terpancing emosinya saat bertanding, jika emosinya sudah terpancing mainnya tidak bisa konsentrasi jadilah Muhammad Ali sebagai pemenang dalam pertandingan itu. (Hehehe...)

Imbalan Yang Akan Diterima Disisi Allah :

1. Allah akan memasukkan kedalam Surga.

Dalam surat Ali Imran 133-134 Allah Swt berfirman,

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

2. Menjadi pemimpin ahli Surga.

"Barangsiapa yang dapat menahan marah ketika dia harus marah maka Allah akan memanggilnya bersama para pemimpin mahluk sehingga dia disuruh memilih bidadari yang dia mau." (HR. Tirmidzi)

Cara Mencegah Marah :

1. Berwudhu.

"Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan dari api, dan sesungguhnya api dimatikan dengan air. Maka ketika salah satu kalian marah-marah maka hendaklah berwudhu." (HR. Abu Dawud)

2. Rubah posisi.

"Ketika salah satu kalian marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk, maka hilang marah-marahnya. Dan jika tidak hilang maka hendaklah berbaring." (HR. Abu dawud)

3. Redam ego.

Orang marah biasanya karena egonya naik, cobalah untuk merendahkan ego serendahrendahnya, insya Allah emosi kita bisa terkendali.

Semoga nasehat-nasehat yang disadur dari kalamullah dan hadith-hadith Rasulullah Saw menjadi penyejuk hati bagi yang ingin marah, dan bagi yang sedang marah, bersabarlah, karena sabar itu separuh dari Iman. Karena sabar akan senantiasa menjadikanmu mulia disisi Robbul Izzati, Allah jalla wa'ala. Semoga bermanfaat!

Wallahu a'lam bish showab, Walhamdulillahi robbil a'lamin..

61 SELEMBAR BULU MATA

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah yang sedang diadili. Dia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi dia bersikeras membantah, Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan hal itu. Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa, jawab malaikat. Orang itu menoleh kekiri dan kekanan, lalu kesegenap penjuru. Tetapi anehnya, dia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Disitu hanya ada dia sendirian. Makanya diapun menyanggah, Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu. Inilah saksi-saksi itu, jawab malaikat Tiba-tiba mata angkat bicara, saya yang memandangi, Disusul oleh telinga, saya yang mendengarkan Hidung pun tidak ketinggalan, saya yang mencium Bibir mengaku, saya yang merayu Lidah menambah, saya yang mengisap Tangan meneruskan, saya yang meraba Kaki menyusul, saya yang dipakai lari ketika ketahuan. Nah kalau kubiarkan, semua anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang peerbuatan aibmu itu, ucap malaikat Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Dia putus asa dan amat berduka, sebeb sebentar lagi bakal dihujamkan ke dalam jahannam. Padahal, rasa-rasanya dia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala dia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya, Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi Silakan, kata malaikat Terus terang saja menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika dia sedang menyesali perbuatan buruknya. Bukankah

nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa dia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan. Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesyurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga, Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga karna pertolongan selembar bulu mata. Firman Allah Subhana wa taala, Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, yang saling menasehati supaya menaatai kebenaran, dan yang saling menasehati dalam kesabaran. (QS. Al Ashr ayat 1-3) Dari Abdullah bin Amr radiyallahu anhu, Rasulullah sallallahi alaihi wa sallam bersabda, Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat

62 Penantianku Terhadap yang Halal Untukku.

oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 04 Mei 2011 jam 11:26 **.*****. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran sseorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang. Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu. Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat kodrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata. Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki. Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati. Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu

menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik? Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen. Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan. Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak. Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana. Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatanperbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga. Wassalam Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnyacukuplah dengan itu hilan harga dirinyadi hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah. PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN.

63

Pesankan Saya Tempat Di Neraka.. (Sebuah Renungan)

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang perhatian kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya. Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang! Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda! Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam. Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu. Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria .

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar. Bangunkan saja! kata seorang penumpang. Iya, bangunkan saja! teriak yang lainnya. Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming. Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka! Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata. Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya setiap orang mengetahui akhir hidupnya. Seandainya setiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat Seandainya setiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk Seandainya setiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbingNya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA untuk semakin dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar mumpung kesempatan itu masih ada! Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu alam. Ditulis dalam majalah Almanar (bukan Almanar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almanar itu, melainkan Almanar Aljadid/neo-Almanar)

64 Sebuah Kisah tentang Cadar

Sebuah Kisah tentang Cadar

Cadar Satu kata yang dulu sempat membuat diriku takut untuk mendekati orang-orang yang memakainya. Mungkin mereka jelek, makanya menutupi wajahnya, atau mungkin dia mempunyai gigi taring seperti drakula ataukah mungkin dia..begini..begini dan begitu. Begitu banyak pikiran-pikiran yang menghantuiku ketika masih menjadi orang yang belum tahu tentang syariat Alloh tentang cadar ini. Sampai suatu ketika Alloh menakdirkanku untuk mengenal sekumpulan akhwat yang bercadar, subhanalloh satu kata yang terlontar dari lisanku waktu itu. Ternyata mereka tidak seperti yang aku pikirkan selama ini, ternyata cadar merupakan salah satu syariat dari islam. Berawal dari perkenalanku dengan para akhwat, disitulah awal mula diriku mengenal ilmu yang shohih, hari-hari kujalani dengan ilmu-ilmu yang yang selama ini kuanggap hanya sebatas budaya dan pemikiran orang-orang belaka. Sedikit demi sedikit kuamalkan ilmu yang telah kudapatkan, pergaulan antara lawan jenis, musik, ikhtilath, sampai ke syarat-syarat jilbab yang syari pun kulalui dan kuamalkan. Alhamdulillah, meski banyak rintangan dan cobaan dalam mengamalkannya. Tapi begitulah perjuangan. Begitulah konsekuensi dari amalan yang telah kita ilmui. Tapi untuk masalah cadar, ah, diriku sungguh tak tertarik untuk menggunakannya. Sempat mempelajari tentang hukum dari cadar dan waktu itu berkeinginan untuk mempelajarinya lebih dalam, tapi teringat akan ucapan bapak, kamu boleh pakai jilbab yang besar tapi jangan sampai bercadar. Nanti boleh bercadar kalau sudah nikah. Ya sudahlah mendingan aku ambil hukum yang sunnahnya saja, daripada bapak marah. Toh nanti kalau dah nikah aku akan pakai cadar juga insya Alloh, untuk sekarang ga usahlah, pikirku dalam hati. Akhirnya niat untuk mempelajari hukum cadar lebih lanjutpun aku urungkan. Astghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki?

Manusia boleh berencana tapi Alloh lah yang berhak menentukan jalan hidup kita. Alhamdulillah, hidayah Alloh datang kepadaku, yang awal mulanya diriku begitu kekeh untuk tidak bercadar, niat untuk mempelajari hukumnya pun ogah-ogahan, namun Alloh menakdirkan padaku untuk lebih mengetahui tentang cadar ini melalui sebuah fitnah yang kualami di kampus. Seorang teman memberitahukan padaku bahwa ada seseorang yang terfitnah gara-gara diriku. Astghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki? Airmatapun mulai mengalir, bukan karena terharu disebabkan ada orang yang ngefans tapi karena merasa bahwa diri ini adalah sumber fitnah. Belum bisa menyempurnakan hijab, tidak bisa menjaga diri, dll. Lama diriku merenung. Kenapa sampai ada yang terfitnah? Toh aku tak pernah berkomunikasi dengannya? Jangankan berbicara, senyumpun tak pernah. Apa yang menyebabkan semua itu??Apa??? Wajah Ya inilah sumber dari fitnah itu Seketika itu pun diriku bertekad dengan kuat untuk mempelajari hukum cadar, walaupun masih teringat dengan kata-kata bapak, namun tak mengurungkan niatku untuk belajar.. Alhamdulillah, Alloh memudahkan jalanku untuk mempelajari ilmu tentang cadar ini, mulai dari dukungan akhwat, cerita cerita akhwat yang memberikan motivasi, buku-buku yang mereka pinjamkan, sampai ketika salah seorang ustadzah dari Arab datang ke kota Serambi Madinahku buat memberikan dirosah. Sampai suatu hari ketika sang ustadzah telah selesai memberikan dirosahnya, kulihat dirinya sedang duduk untuk istirahat, aku pun mengajak seorang kakak untuk menemaniku berbicara kepada ustadzah tentang masalah cadar (karena ketidaktahuanku bercakap dalam bahasa arab, makanya minta tolong ke akhwat buat jadi penerjemahnya. Syukron wa jazaakillahu khair buat kakak yang membantu diriku saat itu.) Kakak : Adik ini ingin bertanya kepada anda wahai ustadzah, dia ingin sekali memakai cadar namun orangtuanya melarangnya, tolong berikan nasehatmu padanya. Ustadzah: Kalau dia meyakini bahwa hukum cadar adalah wajib maka apapun konsekuensi yang harus dia dapatkan sekalipun orangtua melarang maka dia tetap harus memakainya, tapi ketika dia meyakini bahwa itu hanyalah sunnah maka lebih baik dia mengikuti permintaan orang tuanya. (Kira-kira seperti itulah percakapan mereka kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia.) Sampai suatu ketika keyakinanku mengatakan bahwa cadar itu adalah sebuah kewajiban. Hemm. Ternyata, point yang kudapatkan dari pernyataan ustadzah adalah ilmu sebelum berbuat. Ya, aku harus mempelajarinya lagi lebih dalam tentang cadar (waktu itu aku masih menganggapnya sebatas sunnah). Hari-haripun kulalui dengan berusaha mencari tahu tentang hukum cadar. Mulai dari bertanya ke ustadz, bertanya ke akhwat dan berbagai cara kutempuh untuk mengetahui hukum sebenarnya dari cadar. Sampai suatu ketika keyakinanku mengatakan bahwa cadar itu adalah sebuah kewajiban. Tapi bagaimana dengan orangtua? Inilah ujianku selanjutnya. Aku harus berusaha memahamkan kepada mereka sedikit. Akhirnya akupun

berusaha menutupi wajah ini sedikit demi sedikit, walaupun belum menggunakan cadar tapi wajah ini sering kututup dengan jilbabku ketika ada seorang laki-laki ajnabi yang lewat dihadapanku. Dan ini berlangsung sampai beberapa hari. Suatu hari tiba-tiba keluargaku berkumpul di ruang keluarga, bapakku tiba-tiba mengatakan padaku, bapak ga mau lihat kamu pakai cadar. Tiba-tiba suasana di rumah menjadi tegang (ternyata selama ini bapak memperhatikanku, karena begitu seringnya aku menutup wajahku dengan jilbab yang kupakai, sampai beliau mengira bahwa aku telah bercadar waktu itu.) Bapak dengan berbagai ucapannya sambil menunjuk-nunjuk ke arahku mengatakan, bapak ga mau kamu pakai cadar!!! Apapun alasannya, bapak ga mau kamu pakai cadar. Kalau sampai pakai cadar, kamu jadi anak durhaka sama bapak!!! Ga usah suruh temanmu kesini lagi, kalau ada temanmu yang datang, bapak akan usir. Bla..bla..bla Berbagai macam perkataan bapak pada diriku saat itu. Aku bisa paham terhadap ucapan bapak, karena memang beliau kurang paham apalagi beliau jarang bermulazamah dengan ustadz-ustadz. Tapi yang membuatku begitu sedih adalah ketika ibuku mendukung argumen bapak dan juga ikut-ikutan memarahiku dan melarangku. Aku kaget, karena yang selama ini aku tahu bahwa ibu mengenal beberapa ustadz dan teman-temanku yang bercadar. Pikirku waktu itu, ibu mungkin setuju-setuju saja pada saat aku bercadar. Tapi ternyata, ibuku pun melarang dan ikut-ikutan memboikotku. Pada hari itu, bertepatan dengan perginya bapak kembali berlayar, sebelum beliau berangkat beliau datang ke kamarku dan mendapati diriku yang hanya bisa menangis tersedu-sedu dan mengatakan, Ingat, bapak ga mau kamu pakai cadar!!! Ya Alloh, sekeras itukah hati bapak, sampai tidak mau mendengarkan penjelasanku tentang cadar, pikirku dalam hati. Teringat dengan kisah-kisah beberapa akhwat yang juga sempat mengalami kejadian yang sama. Hari pertama sejak peristiwa malam itu kulalui dengan tangisan di kamar. Menangis, menangis, dan terus menangis. Satu hal yang membuatku begitu sedih ketika melihat sikap ibuku padaku, dulu ketika ada sebuah masalah yang kuperbuat di rumah hingga membuatku menangis tersedusedu. Ibu biasanya langsung datang menghiburku dan mengatakan, sudahlah nak, nda usah menangis lagi. Tapi sekarang, seakan-akan beliau bukan ibuku, sikapnya yang keras dan cuek saja melihat diriku menangis tetap tidak mengubah pendiriannya untuk melarangku bercadar. Jangankan berbicara padaku, bahkan hanya sekedar menyuruhku makan, beliau menyuruh adikku datang ke kamar. Yang bisa kulakukan saat itu hanya menangis dan berdoa pada Alloh. Namun aku yakin bahwa ujian ini akan segera berakhir, entah sehari, sepekan, sebulan, setahun

bahkan bertahun-tahun, ya pasti akan berkahir!! Teringat dengan kisah-kisah beberapa akhwat yang juga sempat mengalami kejadian yang sama. Ada yang menyembunyikan cadarnya hingga dua tahun lamanya. Ada yang hampir diusir oleh orang tuanya. Ada yang cadarnya dibakar. Dan berbagai macam ujian yang dihadapi mereka. Namun toh akhirnya orang tua mereka mengizinkan bahkan sekarang mendukung anaknya.. Hey, kamu baru diuji seperti ini, masa mau nyerah begitu saja. Apa ga ingat gimana perjuangan Rosululloh dan para shahabatnya ketika memperjuangkan islam??? Rosulullah shallallahu alaihi wasallam diusir oleh kaumnya sendiri, kaki beliau berdarah-darah karena dilempar batu. Para shahabat, bahkan ada yang rela tidak diakui oleh ibunya sendiri. Dan kamu ingat Sumayyah? Wanita syahidah pertama yang rela disiksa oleh orang-orang kafir karena memeluk islam, hingga beliau menemui ajalnya. Sekarang lihat dirimu??? Kalau cobaan ini saja bisa membuatmu menyerah dan jauh dari Alloh. Kira-kira ketika kamu hidup pada zaman nabi, apa kamu bisa menjadi salah seorang shahabiyah? Ataukah kamu adalah salah seorang musuh dari islam? Akupun tersadar setelah melakukan dialog dengan diriku sendiri, segera aku ambil air wudhu dan sholat. Dalam sholat kubaca Surah An-Nashr innamaal usri yusro..fainnamaal usri yusro rasanya keyakinan akan pertolongan Alloh semakin dekat itu begitu kuat. Ya, pertolongan itu akan datang fikirku. Sampai hari ketiga, keadaan di rumah masih tetap sama. Ibu juga nenekku masih memboikotku. Aku masih saja berada dalam kamar sambil memikirkan cara untuk meminta izin kembali ke bapak. Tiba-tiba teringat akan cerita salah seorang kakak. Ketika dia ingin mengutarakan keinginannya memakai cadar kepada orangtuanya, dek, dulu waktu ana ingin bercadar, orangtua melarang. Namun karena kayakinan yang mantap untuk menutup aurat secara sempurna, akhirnya kutempuh berbagai cara meyakinkan bapak. Dan cara yang kupilih adalah mengirimkan surat ke beliau dengan kalimat yang syahdu, wahai ayahku. Kutulis surat ini, bla..bla..bla. (Afwan, lupa isi suratnya.) Hemmm. Tiba-tiba cara yang ditempuh sang kakak tadi, terlintas di dalam pikiranku. Tapi bukan melalui surat, hanya sms yang bisa kukirimkan kepada bapakku untuk menjelaskan kenapa aku ingin bercadar. Assalamualaikum, pak kabarnya gimna? Semoga bapak baik-baik saja. Maaf sebelumnya jika saya lancang sms bapak, tapi saya sms hanya ingin menjelaskan kenapa saya ingin bercadar. Maaf pak, bukannya saya ingin menjadi anak yang durhaka karena tidak mematuhi perintah bapak, tapi karena keinginan saya yang ingin mengikuti perintah Alloh makanya saya berani untuk memakai cadar. Saya begitu sedih ketika melihat ekspresi bapak yang begitu marah ketika mengetahui bahwa saya ingin bercadar, seakan-akan bapak sangat membenci cadar. Saya tidak ingin bapak seperti itu, karena cadar juga merupakan bagian dari syariat islam. Dan yang saya

pelajari bahwa istri-istri nabi pun pakai cadar, kalau bapak benci cadar artinya bapak juga benci istri-istri Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam. Bla..bla..bla Sms yang kukirm begitu panjang, 1 sms sampai 7 layar dan aku mengirimkan sebanyak 3 kali sms. Jadi kalau mau dihitung. Kira-kira aku mengirim sebanyak 21 sms ke bapak. Beberapa saat setelah kukirimkan sms ke bapak, tiba-tiba ada sms yang masuk ke hp-ku, tapi belum berani kubuka isinya. Sampai akhirnya hpku berdering, ketika kulihat nama yang memanggil ternyata adalah bapakku. Sambil deg-degan kuangkat telpon bapakku, dan siap menerima omelan dari bapak lagi karena kelancanganku untuk meminta izin memakai cadar. Aku : Assalamualaikum. Bapak: Waalaikumsalam, lagi dimana nak??? Aku: Di rumah pak. Lagi di kamar. Bapak: Kamu masih nangis?? Aku: I..i..iya pak. (Sambil menghapus airmata.) Bapak: Bapak dah terima sms dari kamu. Kamu beneran mau pakai cadar??? Aku: I..i..iyya pak.. Bapak: Ya udahkalau mau pakai cadar, pakai cadar saja. Asal hati harus lembut ya nak Aku: Hah?? (Dalam keadaan yang masih belum percaya, tiba2 sikap bapak berubah 180 derajat.) Beneran pak?? Bapak: Iya nak mana mamamu? Bapak mau bicara. Akhirnya bapak bicara ke ibu, dan dari percakapannya ibu mengatakan kalau bapak mengizinkan aku pakai cadar. Ibu dilarang untuk melarangku bercadar. Masih belum percaya dengan keputusan bapak, akupun membaca sms yang dikirimkan bapak kepadaku sesaat sebelum beliau menelponku, ya udah kalau kamu mau pakai cadar bapak izinkan, ingat ya, hati harus lembut..janji ya.. Alhamdulillah, bapak benar-benar mengizinkanku. Dan akhirnya. Bismillah. Tepat tanggal 5 Ramadhan, aku pun keluar dari rumah pertama kali dengan menggunakan cadar yang menutupi wajahku. Tak henti-hentinya aku mengucapkan syukur di atas angkot dan airmata terus saja mengalir karena akhirnya pertolongan Alloh datang

juga setelah 3 hari diriku harus menangis di kamar tanpa henti. Diboikot oleh orang tua sendiri. Yaa, akhirnya akupun memakainya. Semoga pakaian ini akan terus kukenakan hingga ajal menjemput. Amin, Allohumma amin. yaa muqallibal qulub tsabbit qalbi ala diinik. Seperti yang dikisahkan seorang akhwat

Aku sungguh mencintaimu dengan cinta yang jika kau merasakan cinta ini niscaya kau akan gila karenanya

aku mencintaimu laksana bulan yang cahayanya menerangi taman nan luas dan bukit nan hijau

aku mencintaimu.. seakan-akan rasa cinta berkumpul dan merasakan ketenangan di tulang rusukku

kalaulah ku memiliki dua hati.. aku kan hidup dengan satu hati.. dan aku sisakan satu hatinya tertawan dengan mencintaimu

cintaku kau menyihirku dengan hitam matamu.. sesungguhnya sihir itu ada pada hitamnya mata

palingkanlah hatimu kepada siapa saja yang kau cinta.. tidaklah cinta kecuali kembali kepada

cinta yang pertama

Janganlah kau berdusta atas nama cinta.. Lalu kau lampiaskan cinta dengan syahwatmu... Jagalah hati dengan cinta Nya.. Karena betapapun kita memalingkan hati, hanya kepada Nya lah kita kembali... Dan hanya Ia lah cinta Nya abadi.. Kecantikan yang mempesonamu.. apalah artinya jika hanya menyesatkanmu... Jangan tertipu dengan bisik godaannya.. betapa banyak orang yang mengaku patah hati... padahal cinta belum lah halal baginya.. Lalu merenunglah ia dan menangisinya... Sudikah ia menangisi maksiatnya karena enggan menjauh darinya..?! Sesungguhnya cinta hakiki membawa kepada kebahagiaan abadi.. Raihlah cinta yang berpahala.. Cinta yang suci di atas perjanjian yang kuat... Ia menggambarkannya sebagai mitsaqon gholidzho Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. An-Nisa: 21

65 Jonathan Arnold : Dari Belenggu Salib Menuju Keteduhan Islam

Kisah berikut adalah kisah seorang mualaf dari kota Malang mantan Pendeta Militan pelaku Pemurtadan yang banyak mengandung pelajaran berharga dan bahan renungan bagi kita bersama, berikut ini penuturannya.

Saya dilahirkan 14-Juli 1943 di kota Malang Jawa Timur, hari Minggu pukul 09.00 WIB saat lagu kidung suci dikumandangkan di Gereja. Ayah saya seorang militer AD yang ditokohkan dan disegani oleh warga Kristiani (Protestan). Hidup dalam kedisiplinan yang tinggi adalah ciri keluarga kami. Sebagai seorang anggota militer, ayah saya telah menerapkan kedisiplinan yang tinggi dalam kehidupan kami dan sebagai seorang Kristiani yang ditokohkan, maka ayah saya termasuk yang sangat tidak bersahabat dengan umat Islam. Saya masih ingat betapa hebatnya orang tua menanamkan kebencian-kebencian dalam hati saya terhadap Islam. Menurut penuturan ibu, hal itu bermula dari tingkah laku oknum-oknum orang Islam yang banyak membikin sakit hati ayah. Itulah sebabnya saya dilarang bergaul dengan mereka dan selalu diawasi dengan ketat.

Pada usia tiga bulan saya di babtis di gereja GPI Malang dengan nama Jonathan Arnold. Tiga tahun kemudian saya mulai sekolah di sekolah Minggu ( Zondaag School ) di gereja, sampai kemudian melanjutkan ke SMP dan SLTA Kristen.

1. Menjadi Pengkabar Injil

Kelebihan-kelebihan saya dalam sastra, kelancaran lidah saya dalam menyampaikan nas-nas suci BIBLE, ditunjang dengan keberanian dan penamplan saya yang meyakinkan, maka beberapa sesepuh Gereja menyatakan bahwa saya cocok sekali untuk menjadi pengkabar Injil. Inilah alasan ayah saya mengirim saya ke sekolah Theologia di kota Batu-Malang. Nilai akhir yang gemilang dan suksesnya theater yang saya tangani, para pendeta dan tokoh gereja mendesak orang tua saya agar mau mengirimkan saya ke Universitas Leiden-Belanda.

Perjalanan ke negeri Kincir Angin saya lewati dengan mulus, saya memilih jurusan Pekabaran Injil dan filosofia, prinsip mata kuliahnya tidak jauh berbeda dengan yang saya terima di STI Batu-Malang.

Setelah lulus dari Belanda, saya diangkat menjadi pendeta di kabupaten Lumajang pada akhir tahun 1967, saya langsung membentuk misi pekabaran yang sering dikenal dengan istilah kristenisasi, apa yang saya lakukan ini bukanlah hal yang baru. Hal ini telah dilakukan sejak zaman Belanda.

2. Perjalanan hidupku sebagai penginjil

Saya susun personil-personil yang cukup terlatih, terampil dan mau bekerja untuk Tuhan, ramah tamah, murah senyum dan tak kalah pentingnya bekal yang harus dimiliki anggota misi adalah sabar dan tahan pukul. Karena tugas meraka memang sangat berat. Mereka harus berani menyampaikan berita dari Allah dengan door to door system, Semua harus dilaksanakan dengan iklash, bersih hati dan senang. Karena Tuhan Yesus ( padahal Yudas-lah yang memanggul salib) telah rela memanggul salib sengsaranya yang cukup jauh. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk berberat hati.

3. Mencari kelemahan orang Islam

Sebelum operasi benar-benar mulai, saya tebarkan anggota misi untuk meneliti dari dekat kehidupan orang-orang muslim. Ternyata ada 3 kelemahan :

Pertama, Banyak orang Islam yang ikut-ikutan, Islamnya hanya Islam KTP dan tidak paham tentang Islam. Kedua, seringkali terjadi perpecahan antar umat Islam. Ketiga, banyak umat Islam yang serakah, tamak, bakhil tidak mau menolong fakir miskin dan yatim piatu. Dengan tiga faktor ini saya mulai misi, darah militer orang tua rupanya mengalir dalam tubuh saya, seperti seorang jendral mengatur pasukan tempur, saya sebar anggota saya ke daerah-daerah terpencil, berpendidikan rendah dan berekonomi rendah.

4. Strategi memurtadkan orang Islam

Saya menyebut misi ini dengan sebutan Operasi Simpati, yaitu agar memperoleh simpati orang-orang Islam dengan jalan menolong fakir miskin. Dana yang kami peroleh cukup besar, karena di samping bersumber dari jemaat sendiri juga dari luar negeri seperti : Belanda, Amerika dan Australia. Saya juga berpesan kepada anggota misi agar segala sesuatunya tidak berkesan menarik orang masuk Kristen. Yang kesulitan biaya untuk sekolah di beri bea siswa, yang sakit diberi obat-obatan, yang susah dihibur, yang lapar diberi makan, yang lemah ekonomi diberi modal, bahkan yang keluarganya matipun ditolong dalam biaya dan pelaksanaan pemakaman, maka operasi simpati ini tampak dari luar sebagai operasi kemanusiaan, sehingga orang Islam banyak yang tertarik masuk Kristen tanpa dipaksa.

Hasilnya sangat mengagumkan, dalam waktu singkat dapat memurtadkan hampir 1000 orang. Namun saya belum puas dengan hasil ini, saya meragukan kemurtadan mereka, apakah karena ekonomi atau benar-benar iklash masuk Kristen. Maka saya bikin formula baru yaitu saya kembangkan pergaulan bebas muda-mudi ala barat, saya kenalkan valentine day, pakaian dan kesenian barat, kebudayaan hingga olahraga dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mencuri waktu sholat hingga banyak anak-anak tidak sholat dan mengaji, padahal, hal tersebut sebelumnya telah menjadi budaya umat Islam.

5. Usaha saya melemahkan pondok pesantren

Penyusunan sistem, metode, personil untuk pelayanan pekerjaan Tuhan juga telah saya persiapkan sangat matang, bahkan gerejapun sudah saya dirikan lengkap dengan sekedul kegiatannya. Dalam perjalan-an pengkabaran Injil ke daerah Jember saya rencanakan hendak melemahkan pondok-pondok pesantren, terutama pondok pesantren Kyai Haji Ahmad Shiddiq. Di sinilah saya bertemu dengan gadis berkerudung putih, pertemuan yang kemudian membuahkan pernikahan antara pendeta dan gadis muslimah. Saya dapat menikahinya karena berpura-pura telah masuk Islam dengan surat palsu yang saya bikin di penghulu Jatiroto.

Rumah tangga berjalan aman hanya beberapa hari saja. Sebab masing-masing punya akidah yang tidak bisa dipertemukan, kebencian saya terhadap Islam makin lama semakin tidak bisa ditutup-tutupi, terjadilah pertengkaran demi pertengkaran dan setiap kali saya marah, istri saya tidak pernah melawan, yang dilakukannya yaitu langsung shalat dan baca Al-Quran. Dari sinilah timbul keinginan saya yang makin lama makin keras untuk mengetahui kandungan Al-Quran, maka saya pinjam AL-Quran yang ada terjemahannya terbitan dari DEPAG.

6. Hatiku mulai mendapat petunjuk

Terus terang saya belum pernah membaca Al-Quran, kalau membuang hampir tiap hari, pada suatu malam terjadilah sesuatu yang aneh, saat semua orang tidur nyenyak, sepi dan hening, Al-Quran saya buka dan seluruh tubuh saya seolah gemetar semua, ketika saya buka persis pada halaman yang ditandai benang pembatas yaitu surat Ar-Rahman, saya terpana dengan keindahan bahasa Al-Quran yang di ulang-ulang walau kalimatnya sederhana Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.

Lembar demi lembar saya buka, dan sampailah pada surat Maryam, Maryam ibunya Yesus dikisah-kan dalam Al-Quran lebih terhormat, suci, luhur dan mulya dari pada kisah Maryam dalam Alkitab.

Begitu juga dengan sifat Tuhan dalam Al-Quran, Tuhan itu Esa adanya, ini berarti tidak boleh ada alternatif lain selain Allah SWT. Berbeda dengan Alkitab yang menyatakan Tuhan itu tiga yang amat tidak logis, apalagi doktrin Tuhan trinitas tersebut baru ada 325 tahun setelah Yesus diangkat kelangit. Al-Quran mengisahkan Allah itu kekal, yang membedakan antara mahluk dengan Tuhan, tetapi dalam Alkitab dikisahkan Tuhan telah mati di salib dan Tuhan dikisahkan kalah berkelahi dengan Yakub. Masih banyak hal-hal logis yang tidak saya jumpai dalam Alkitab yang membuat imanku mulai goyang.

Hari masih pagi ketika itu, langit tampak cerah dan matahari begitu hangatnya, semalaman saya tidak dapat tidur dengan pikiran yang kalut. Kemarin saya bertengkar dengan istriku, seperti biasa karena keyakinan yang berbeda. Pagi itu istriku minta dipulangkan ke rumah orang tuanya, karena tidak kuat menahan perasaan karena suami selalu memojokkan bahkan menghina keyakinan.

Maaf mas, saya mau nikah sama mas karena kehendak orang tua. Di Islam hukumnya anak harus nurut sama orang tua. Saya sudah taat, tetapi rupanya saya mau di-Kristenkan, maaf mas, bagi saya lebih baik kehilangan Mas dari pada harus kehilangan Iman-Islam, Besok setelah sholat subuh antarkan saya kembali ke orang tua.

Besok harinya, tiba-tiba istri saya sudah siap untuk minta dipulangkan ke orang tuanya. Kamu harus tetap tinggal di rumah ini bersama saya kata-kataku memulai dan dia menatapku dengan tajam. sampai perasaanku hancursampai imanku hancur..?? tanyanya. ..Tidak..!!, aku tidak akan berbuat sekasar itu

lagi terhadapmu, aku berjanji didepan Tuhan, kau bebas dengan agamamu, bahkan kau bebas membaca kitab sucimu. Tadi malam kitab itu telah aku baca, isinya luar biasa dan benar mutlak. Tapi maafaku masih belum yakin, bahwa Islam agama yang benar, aku akan menyelidiki jawabku menjelaskan pada istriku. Kalau Islam yang benar mas ? tanya istriku. Kalau Islam yang benar maka aku akan masuk Islam, tetapi kalau ternyata Islam yang salah atau keliru, maka kamu haarus masuk gereja jawab saya menantang.

7. Iman saya mulai goyang dan tertarik dengan agama Islam

Saya mulai membeli buku-buku Islam, minta bantuan ke kedutaan-kedutaan Islam, bagian penerangan Kerajaan Islam Saudi Arabia. Saya datang ke pondok-pondok pesntren mulai dari Banyuwangi sampai ke Kediri. Tidak ada waktu yang berlalu kecuali saya isi dengan belajar perbandingan agama, saya bertekad mencari kebenaran. Saya tidak ingin membohongi hati nurani.

Banyak sekali kebenaran hakiki yang saya jumpai dalam Al-Quran, semakin lama semakin nampak kejanggalan-kejanggalan dalam Alkitab, dalam Alkitab banyak sekali pertentangan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya, banyak juga berkisah tentang pornografi dan mensifati Tuhan dengan sifat yang mustahil, belum lagi Alkitab tidak ditulis dalam bahasa Yesus. Kejanggalan-kejanggalan ini membuat saya semakin bernafsu mencari sampai dimana kekeliruan-kekeliruan Alkitab.

8. Aku resmi keluar dari Gereja Protestan

Pada suatu malam saya bermimpi melihat menara gereja saya yang dikerubuti burung-burung. Langit mendadak terbuka, Para malaikat dan bidadari turun, dan seorang bidadari cantik menyanyikan lagu yang amat merdu, sampai saya terjaga dari tidur, dan masih kedengaran suara bidadari itu. Setelah saya amati, ternyata suara itu adalah suara istri saya yang sedang membaca Al Quran. Sejenak kemudian istri saya membangunkan saya Mas katanya ingin ketemu Tuhan, mari silakan. Malam itu saya bangun, di luar hujan deras diselingi petir menyambar-nyambar. Saya bangun dan cuci muka lalu duduk di atas sajadah yang biasa digunakan istri saya sholat. Saya memang sering bangun tengah malam. Kalau istri saya sholat, saya cuma berdoa saja. Sementara hujan belum reda saya khusu berdoa sampai tidak terasa air mata saya berlinang, saya memohon kepada Tuhan, ..Ya Tuhan tolonglah saya, berilah petunjuk kepada

saya, kalau memang benar Yesus itu Tuhan, tetapkan hati saya, akan tetapi kalau bukan, tolong beri saya petunjuk kepada siapa saya harus menyembah. Tiba-tiba badan saya menggigil, keringat dingin mengucur amat derasnya, kembali terngiang suara kiai-kiai, ulama-ulama, yang pernah berdialog dengan saya bahkan suara dari buku-buku Islam yang saya pelajari, seolah semua berkata Islam adalah agama yang benar.

Lalu secepatnya saya menulis surat kepada Dewan Gereja Jatirto-Lumajang dengan tembusan ke Jakarta, saya menyatakan keluar dari gereja protestan, dan ketika membaca surat saya, istri saya terkejut dan berkata, Terlalu cepat pernyataan ini, sudahkah Mas pikirkan benar?. Saya jawab, Bagiku bahkan terlalu lamban, sekian lamanya aku terombangambing antara kebenaran dan ketidak benaran, aku sudah tak sanggup lagi membohongi diri sendiri. Sudah mantap benar Mas?, tanya istri saya, Yah, aku mantap bahwa Islam adalah agama yang benar!. Jawab saya, Kalau begitu mari saya bimbing membaca syahadat. Lalu istri saya berwudhu dan sholat dua rakaat. Sementara itu saya melihat lonceng di dinding menunjuk pukul 02.10 WIB dini hari. Usai ia sholat, tangan saya dijabat, katanya, Mari saya bimbing masuk Islam, disaksikan oleh Allah, seluruh malaikat, Nabi dan Rasul, termasuk junjungan kita Nabi Muhammad saw, coba tirukan: Asyhadu Alla Ilahaillallah, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. Istri saya tak kuat menahan air matanya jatuh bercucuran. Dan sejak itu tersiarlah berita dari mulut ke mulut, ..Jonathan masuk Islam..!. Majalah dan surat-kabar juga turut meramaikan. Ayahpun akhirnya mengetahui kalau saya masuk Islam dan memanggil saya pulang, ayah menyodorkan majalah ke hadapan saya dan saya menganggukkan berita tentang saya. Ayah marah sekali dan wajahnya nampak merah padam.

Ayah saya marah sekali, Terlalu gila kamu..Biaya ayah habis banyak karena kamu. Ini berarti kamu telah mengkhianati cita-cita orang tua. Sekarang aku perintahkan kamu pulang kembali ke Malang dan kembali ke Gereja!. Saya hanya dapat menundukkan kepala dan ti-dak berani menatap wajah ayah yang merah padam itu. Saya jawab, Tidak ayah, saya sudah menyatakan masuk Islam dan saya sudah berjanji mati bersama Islam. Ayah saya semakin berang dan tiba-tiba menggedor meja, Terlalu gila..jadi kau sudah benar-benar hendak meninggalkan gereja?. Saya hanya bisa menganggukkan kepala, langsung ayah saya menyahut tidak senang, Baiklah kalau kamu sudah tidak bisa diatur lagi, kamu tidak usah mengaku orang tua di sini, keluar! Dan jangan menginjakkan kakimu lagi di rumah ini!.

9. Saya diusir dan kerja di pabrik gula

Sejak itu saya diusir dan sayapun meninggalkan rumah . Di Jatiroto, saya ajak istri saya untuk segera meninggalkan rumah dinas Gereja. Tidak ada yang saya bawa dari rumah itu, sebab saya memang merasa

semua kekayaan di rumah itu milik gereja. Selanjutnya, saya ditolong oleh orang-orang Islam, ditempatkan di rumah dinas PG. Jatiroto yang kebetulan tidak ada yang menempati.

Alhamdulillah, berkat perjuangan tokoh-tokoh Islam akhirnya saya masuk dan menjadi karyawan PG.Jatiroto. Saya mulai belajar sholat dan membaca Al-Quran, dibawah tuntunan istri saya sendiri.

Satu ketika, disaat lagi asyik-asyiknya belajar sholat, datanglah adik saya yang anggota marinir dua jip lengkap dengan anggota-anggotanya. Agaknya keluarga saya di Malang tetap akan memaksa saya kembali ke Malang dan kembali mengelola gereja. Saat itu dengan tegas saya jawab,Maaf, saya sudah memilih Islam dan berjanji mati dengan Islam!. Agaknya sudah diatur sebelumnya, begitu mendengar jawaban saya, ia langsung membuka sabuk kopelreim dan dipukul-pukulkan di kepala saya dan saya terjatuh ke lantai dengan berlumuran darah. Saya baru sadar kembali setelah di RS Jatiroto.

Kala itu, ulama-ulama dan tokoh-tokoh agama Islam sama berdatangan menjenguk saya di RS. Jatiroto. Setelah peristiwa itu, beberapa ulama dan kyai mulai menampilkan saya di masjid-masjid untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran ajaran Islam. Atas bimbingan dan dorongan dari mereka itulah saya akhirnya lebih giat lagi mempelajari, memperdalam Al-Quran dan Hadits.

Saya mulai dikenal masyarakat Islam secara luas, waktu-waktu saya terisi dengan acara-acara pengajian, dari kampung ke kampung, dari pesantren ke pesantren, dari kota ke kota, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Alhamdulillah sampai ke Malaysia.

Bapak M. Nasir dengan Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) nya mendengar cerita tentang saya dan pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 8-9-1991 saya mendapat kehormatan diundang pada kesempatan Silaaturrahmi Jamaah Muhtadien di Cisalopa, Bogor Jawa Barat, dimana pada kesempatan itu dihadiri pula oleh para Pengurus Rabithah Al Alam Islamy dari Saudi Arabia.

10. Bergabung ke jamaah Muhtadien

Forum silaturrahmi Jamaah Muhtadien ini adalah suatu acara yang diselenggarakan oleh orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah SWT yang kemudian masuk Islam, mereka terdiri dari bekas orang-orang Kristen, Pendeta maupun Pastur.

Sejak itu, setiap kali diundang pengajian, saya selalu dipanggil dengan Haji Muhammad Abdillah sebenarnya saya merasa sangat malu, karena saya belumlah menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Pada suatu malam, sepulang dari acara pengajian, sebelum berangkat tidur saya menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat tahajjud. Pada saat sholat itulah, sengaja saya menangis dihadapan Allah SWT, saya bermunajat, memohon kemurahan Allah SWT agar saya dapat menunaikan ibadah haji.

Setelah sekian puluh kali hal ini saya lakukan, Allah Yang Maha Rahman dan Rahim mendengar munajat saya dan Alhamdulillah pada musim haji tahun 1992, di suatu pagi sekitar tiga hari setelah hari raya Idul Fitri, datang kepada saya sepucuk surat undangan dari Raja Fadh Arab Saudi yang isinya mengundang saya untuk menunaikan ibadah haji.

Allah sungguh Maha Besar, saya seolah dalam mimpi ketika tiba-tiba saya sudah bersujud di Masjidil Haram persis di muka Kabah. Kala itu air mata saya tak terbendung lagi, mengalir deras membasahi pipi dan seolah-olah menjeritkan suara hati saya, .. Yaa Allah, pada akhirnya telah sampailah perjalanan saya yang sangat meletihkan dari Yerusalem ke Tanah Suci Mekkah, ampuni dan terima taubat hambamu ini dan jadikan hambamu ini termasuk golongan haji yang mabruramien Ya Robbal Alamin... (alislahonline)

66 Dzikir pagi dan petang..

Seorang muslim sangat butuh pertolongan dan perlindungan Allah setiap harinya. Sebagai pembuka dzikir di shubuh atau pagi hari, sangat baik sekali jika seseorang mengamalkan dzikir pagi berikut ini. Keutamaan dzikir pagi amatlah banyak, di antaranya akan lebih memperlancar aktivitas di hari tersebut. Moga Allah mudahkan untuk mengamalkan dzikir ini. Dzikir Dibaca di Waktu Pagi (Antara Shubuh hingga matahari terbit)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Taala mulai dari shalat Shubuh hingga matahari terbit lebih kusukai dari empat budak keturunan Ismail[Di sini disebutkan budak keturunan Ismail karena budak tersebut adalah budak yang paling berharga] yang dimerdekakan.[HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698)] Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi

Maha besar. (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)[HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655).Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila iadengki. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan(bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)[Dalam hadits dari Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182))] Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Milik Allah

kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur. (Dibaca 1 x)[HR. Muslim (4/2088, no. 2723)] Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan denganrahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk). (Dibaca 1 x)[HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142)]

Membaca Sayyidul Istighfar Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku padaMu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yangkuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. (Dibaca 1 x)[Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari (7/150, no. 6306))] Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul 'Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (Dibaca 4 x)[Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda,

Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23)] Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu). (Dibaca 1 x)[Dalam hadits dari Abdullah bin Ghonnam radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur dimalam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24)] Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah,selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. (Dibaca 3 x)[HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26] Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai Arsy yang agung. (Dibaca 7 x)[Dalam hadits dari Abu Ad Darda radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu (sampai pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syuaib dan Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Maad (2/376))]

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihatorang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).(Dibaca 1 x)[HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332] Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim. (Dibaca 1 x)[HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142] Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Dibaca 3 x)[Dalam hadits Utsman bin Affan radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)] Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah). (Dibaca 3 x)[Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)]

Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu). (Dibaca 1 x)[HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)] : Kami memasuki waktu pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka(rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya. (Dibaca 1 x)[HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syuaib dan Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Maad (2/273)] Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammadshallallahu alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. (Dibaca 1 x)[HR. Ahmad(3/406,407), Ibnus Sunni dalam Amal Yaum wal Lailah no. 34. Lihat Shahih Al Jaami (4/209, no. 4674)] Maha suci Allah, aku memujiNya. (Dibaca 100 x)[Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang mengucapkan kalimat subhanallah wa bi hamdih di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim (4/2071, no. 2692))] Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. (Dibaca 1o x[HR. An Nasai dalam Amal Yaum wal Lailah no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak

10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akanmendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar Syaikh Ibnu Baz (hal. 55)] atau 1 x[HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Maad (2/377) dan dalamnya ada lafazh 10 x] jika dalam keadaan malas) Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. (Dibaca 100 x)[Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. Bukhari disertai Fathul Bari (4/95, no. 3293) dan Muslim (4/2071, no. 2691))] : Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerelaanNya, seberattimbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimatNya. (Dibaca 3 x)[HR. Muslim (4/2090, no. 2726)] Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik). (Dibaca 1 x)[HR. Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh Abdul Qodir dan Syuaib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Maad 2/375] Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. (Dibaca 100 x dalam sehari)[HR. Bukhari dan Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslim (4/2075, no. 2702)] Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad. (Dibaca 10 x)[Dari Abu Darda, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa bershalawat

untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaatku di harikiamat nanti. (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))] - Bersambung pada bacaan dzikir petang-

Riyadh-KSA, 22 Rabi'uts Tsani 1432 H (27/03/2011) www.rumaysho.com

Sebelumnya Rumaysho.com telah memaparkan mengenai bacaan dzikir pagi. Sebagai sambungan dari tulisan sebelumnya, berikut kami paparkan dzikir sore. Moga dengan dzikir ini, Allah semakin menguatkan aktivitas kita di sore hari.

Dzikir Dibaca di Waktu Petang (Antara Ashar hingga terbenam matahari) Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Taala mulai dari shalat Ashar hingga matahari tenggelam lebih kusukai dari empat budak keturunan Ismail yang dimerdekakan.[HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698)] Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar. (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)[HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655). Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)[Dalam hadits dari Abdullah bin Khubaib

disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182))] . Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur. (Dibaca 1 x)[HR. Muslim (4/2088, no. 2723)] . Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk). (Dibaca 1 x)[HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142)] Membaca Sayyidul Istighfar Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku padaMu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. (Dibaca 1 x)[Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari (7/150, no. 6306))]

. Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu sore ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul 'Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. (Dibaca 4 x)[Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambersabda, Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka. (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23)] . Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di sore ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu). (Dibaca 1 x)[Dalam hadits dari Abdullah bin Ghonnam radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24)] Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau. (Dibaca 3 x)[HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26]

Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai Arsy yang agung. (Dibaca 7 x)[Dalam hadits dari Abu Ad Darda radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu (sampai pada Nabi shallallahu alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syuaib dan Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Maad (2/376))] Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).(Dibaca 1 x)[HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332] Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim. (Dibaca 1 x)[HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142] Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Dibaca 3 x)[Dalam hadits Utsman bin Affan radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)]

Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai nabi (yang diutus oleh Allah). (Dibaca 3 x)[Dalam hadits Tsauban bin Bujdud radhiyallahu anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)] Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu). (Dibaca 1 x)[HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)] . Kami memasuki waktu sore, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di malam ini. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya. (Dibaca 1 x)[HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syuaib dan Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Maad (2/273)] Di waktu kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammadshallallahu alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik. (Dibaca 1 x)[HR. Ahmad (3/406,407), Ibnus Sunni dalam Amal Yaum wal Lailah no. 34. Lihat Shahih Al Jaami (4/209, no. 4674)] Maha suci Allah, aku memujiNya. (Dibaca 100 x)[Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang mengucapkan kalimat subhanallah wa bi hamdih di pagi dan sore hari sebanyak 100 x, maka

tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. (HR. Muslim (4/2071, no. 2692))] Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. (Dibaca 1o x[HR. An Nasai dalam Amal Yaum wal Lailah no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10 x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar Syaikh Ibnu Baz (hal. 55)] atau 1 x[HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Maad (2/377) dan dalamnya ada lafazh 10 x] jika dalam keadaan malas) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya. (Dibaca 3 x pada sore hari)[Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhudisebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45)] Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad. (Dibaca 10 x)[Dari Abu Darda, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat nanti. (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))]

KONTINU DALAM BERAMAL Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Taala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit. Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. [HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya] Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah mengatakan, Allah Taala telah menjelaskan di dalam Al Quran Al Karim dalam beberapa ayat bahwa kedua ujung siang adalah waktu dzikir pagi dan petang, di antaranya firman Allah, Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). (QS. Qaaf: 39). Dari sini menunjukkan bahwa waktu dzikir pagi adalah ketikaibkar dan ghuduw yaitu setelah shalat subuh dan sebelum terbit matahari, dan waktu dzikir petang adalah ketika asyiyy dan al-aashal yaitu setelah shalat ashar sebelum tenggelam matahari. Namun waktunya sebenarnya luas, terutama bagi orang yang memiliki kesibukan (sehingga luput dari dzikir), walhamdulilllah.[Tash-hih Ad Dua, hal. 337]

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna

67

Bahkan Allah Menciptakan Pembersih Alami Untuk Telinga Manusia..(Masih Kurang Bersyukur Pada Allah?)
Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta. Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik kotoran telinga. Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja. Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh kotoran telinga. Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: Dan banyak sekali tandatanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya. (QS. Yusuf, 12:105) Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan kotoran telinga. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu. Kotoran telinga sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru kotoran telinga itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari. Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar. Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: (1). pembersih, (2). pelembab, dan (3). pembunuh kuman berbahaya.

Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga.

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Quran: Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran

telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah. Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman. Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus. Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan. Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara: Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifatsifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al Anaam, 6:102)

(Sumber : hidayatullah)