Anda di halaman 1dari 3

Kristus lahir di hatiku dan di hatimu

DRAMA NATAL
Lampu panggung menyala,musik Lagu-lagu Natal Elvis Prisley Seorang bapak dengan mengenakan piama duduk mendengarkan lagu-lagu Elvis. Seorang ibu masuk dengan pakaian bagus habis pergi. Ibu : Alahalahbapak ini lhoLha wong temannya pada sibuk, lha kok malah nglarasItu Pak Anton latihan koor, Pak Ngatari jadi panitia natal, lha bapak nyantaimbok yo ikut kegiatan apa gitu Bapak : (berdiri) Ehbubusadar (memegang dahi istrinya) Natal itu yang penting disini nih(memegang dadanya sendiri) Ndak usah rame-rame, pokoke Yesus lahir di hatikukalau sudah, aku harus hidup dengan teladan Yesus wis cukup (duduk lagi dengan memilih CD) Ibu : Memang aneh kok bapak ikiorang yang aneh. Orang lain bersuka cita menyatakan kegembiraan dengan segala daya, bapak ompong pong pong bengong. Bapak : Lhokok ngajak tawuran?? Masing-masing orang itu ya punya gaya sendirisendiri, stylegitu lhoaku kok disamakan dengan pak Anton, ya jelas beda apalagi Pak Narso, beda bangetbodinya saja lainnuwun sewu Pak Narso ben rak kuwalat. Ibu : Wisben terserahsusah men dikasih tau. (Ibu masuk, Bapak meneruskan kegiatan mendengarkan CD) Bapak : Begini kan nyaman, tenteram, di hati enak. Suara Elvis merdu, lagunya sesuai suasana hati yang mau natalan. Ini berkatndak usah ditonjol-tonjolken. Wong kalau di gereja khotbah natal juga paling disuruh menolong yang kekurangan natal itu kok kadang-kadang ngucek-ngucek orang kayayang beruntung yang miskin, yang kaya itu salah aja (asyik mendengarkan lagu, Seorang nenek tua datang mengetuk pintu). Nenek : permisi anak.. Bapak : (menoleh) sebentar, nek, bubuneada yang minta-minta tuh (kembali sibuk, Ibu keluar) Ibu : Oh, ada tamu. Bapak : Peminta-minta kok tamu. Nenek : Maaf, saya bukan peminta-minta. Tadi saya lewat dengar lagu-lagu natalnya Elvis, saya jadi mampir mau ikut dengar. Ibu : ohboleh. Silahkan, ibu, silahkan. Nenek : Tidak, disini saja.

Ibu

: Jangan, silahkan duduk.

(Sambil memelototi bapak yang menatap bengong) Nenek : Tidak usah, anak Ibu : Tidak apa-apa, tunggu sebentar. (masuk ke dalam)Nenek mencoba ramah pada bapak, tapi bapak pura-pura cuek. Nenek : Saya paling suka lagu White Chistmasnya Elvis, sebenarnya anak saya yang suka. Bapak : (masa bodoh) ooohh Ibu keluar membawa minuman. Ibu Nenek Ibu Nenek monggo, silahkan diminum aden dari tanah jawa ya? Iya nekjangan panggil itu, Sri nama saya. Saya dari Sulawesi, nak Kita orang lari dari tanah kelahiran karena di sana ada kerusuhan. Dorang baku bunuh. Jadilah nenek mencari anak nenek yang merantau ke Bogor, tapi tidak ketemu. Ibu : Puteranya tinggal di mana, Nek? Nenek : Katanya di babakan. Di sini banyak babakan, ada babakan gunung gede, babakan fakultas, pokoknya nenek bingung. Tadi waktu dengar, eitu lagu Elvishati nenek bergetar, ingat natal di kampong. Kita suka manari rock n Roll. (tersenyum sambil menutup mulutnya) Ibu ikut tersenyum, bapak kelihatan mulai tertarik. Ibu : Rock n Roll, nek? : : : :

Nenek : Betulyang begini (memperagakan) Waktu muda nenek suka sekali. Bapak : Ya jelas waktu muda, masa nenek sekarang mau menari rock n roll? Nenek : Betul, nakbisa-bisa patah kaki nenek. Tapi di kampong nenek, meskipun sederhana, kitorang suka badansa, jojadi segala musik kita suka. Ibu : ceritakan tentang natal di kampung nenek. Nenek : Iyo.. disana semua orang berebut menjadi panitia, kalau tidak paduan suara atau vocal grup. Ibu : Wah beda dong dengan di sini ya.. semua orang berebut menolak menjadi panitia. Ya to pak? Apa lagi bapak-bapak, kalau diminta paduan suara, susah banget. Nenek : Mungkin kalian belum tahu hakikat Natal. Bapak : Maksud nenek?

Nenek : Ya.. natal, itu harus lahir di hati kita, karena Yesus Juru selamat memeberikan tiket gratis untuk kita nonton konser malaikat di Sorga ya kan? Ibu : Ah, masa menonton konser Nenek : Betul itu! Malaikat tiap hari memuji Allah. Jadi, siapa menjadi anggota paduan suara itu temannya malaikat kan? Saat Allah menjadi manusia dan menjadi jembatan bagi kita kembali ke kebenaran Allah. Hati kita senang. Bapak : Wah ya yang paling penting hati kita terima Yesus to nek? Memperbarui komitmen kesetiaan pada Yesus. Nenek : Pintar.. tapi setalah itu apa? Bapak : Yo mengubah perilaku agar sesuai kehendak Kristus, mengikuti teladan Kristus. Nenek : Bagus, lalu Bapak : (garuk-garuk kepala) opo .. yo! Nenek : Coba kalian bayangkan, tempat penampungan air. Kalau kita isi terus, bagaimana? Bapak : Luber tumpah. Nenek : Sia-sia kan? Malah merusak kayu-kayu dan barang-barang disekitarnya, tetapi kalau dari tempat penampungan air itu kita alirkan ke tempat lain, meski kita isi, dia tidak akan tumpah. Bisa untuk mandi di bak, menyiram tanaman dan lain-lain. Ibu : Aku mengerti jadi berkat Tuhan yang harus disalurkan ya nek. Nenek : Iyo Yesus akhirnya tidak hanya lahir di hatiku, tapi dihatimu, dan di hati semua orang. Karena tiap orang mau berbagi. Tidak hanya si kaya memberi si miskin, tapi si miskinpun memberi si kaya dan yang lain-lain. Ibu : Tuh pak Sukacita natal, harus dibagikan juga. Nenek : Betul, apa yang kalian perbuat untuk Tuhan menjadi panitia, tukang ketik, paduan suara, bahkan hadir di perayaan sudah menjadi berkat, asal kalian tulus melakukan untuk Tuhan. Ibu : Wah kita dapat pelajaran berharga hari ini. Nenek tinggal di sini aja, sambil mencari anak nenek. Jadi orang tua buat kami. Nenek : Puji Tuhan . Tapi apakah tidak merepotkan? Ibu : Tidak .. yo to pak? (Bapak tersenyum masam). Nenek : Baiklah Tuhan memberkati kalian. Ibu : Ayo nek mana tasnya tadi, mbok dibawakan to pak? Sini saya tunjukkan kamar nenek. Pemain meninggalkan panggung. Narator: Natal! Biarlah selalu harir di hatiku, di hatimu, di hati setiap orang percaya. Gloria in exelcis Deo