Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG TURBIN UAP PENGGERAK GENERATOR LISTRIK DENGAN DAYA 2000 Kw PADA PABRIK

GULA PG MADU BARU YOGYAKARTA

Disusun Oleh : Nama No.Mhs Jurusan Fakultaas : Charles Turnip : 07.03.3520 : Teknik Mesin : Teknologi Industri

Jenjang Studi : Strata-1 (S-1)

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA 2011

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul: PERANCANGAN ULANG TURBIN UAP PENGGERAK GENERATOR LISTRIK DENGAN DAYA 2000 KW PADA PABRIK GULA PG MADU BARU YOGYAKARTA yang dibuat untuk melengkapi persyaratan kurikulum Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, guna memperoleh gelar sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Mesin, Sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik dilingkungan Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta maupun di Perguruan Tinggi lainnya, kecuali bagian sumber informasi atau perolehan data yang dicantumkan sebagaimana mestinya.

Dibuat di Pada Tanggal

: Yogyakarta : 13 januari 2011 Penulis,

Charles Turnip 07.03.3520

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR PERANCANGAN ULANG TURBIN UAP PENGGERAK GENERATOR LISTRIK DENGAN DAYA 2000 kW PADA PABRIK GULA PG MADU BARU YOGYAKARTA
Diajukan untuk melaksanakan Skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Study S-1 (Strata-1) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta.

Disusun oleh : Nama No.Mhs Jurusan Fakultaas : Charles Turnip : 07.03.3520 : Teknik Mesin : Teknologi Industri

Jenjang Studi : Strata-1 (S-1)

Yogyakarta, 13 januari 2011 Menyetujui Ketua Jurusan Teknik Mesin Pembimbing

( Ir. Toto Rusianto, MT )

(.)

JUDUL

PERANCANGAN

ULANG

TURBIN

UAP

PENGGERAK

GENERATOR LISTRIK DENGAN DAYA 2000 KW PADA PABRIK GULA PG MADU BARU YOGYAKARTA A. Latar Belakang Masalah. Meskipun di Indonesia semakin berkembangannya pembangkit-pembagkit tenaga listrik tenaga air (PLTA), tetapi turbin uap tidak akan ketinggalan dalam perencanaan sebagai sumber energi, maka turbin uap akan memegang peranan penting. Hal ini disebabkan karena adanya bahan nuklir, maka panas yang dihasilkan sebagai pemanas air didalam ketel uap dan uap ini nantinya sebagai fluida kerja dari turbin uap, sehigga dengan demikian jelaslah bahwa dengan pengembangan perencanaan turbin uap di Indonesia merupakan salah satu faktor untuk ikut menunjang negara kita dalam kemajuan perencanaan pemerintah untuk proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Tidak hanya terbatas pada pembangkit untuk umum saja, tetapi kalau kita lihat sekarang, turbin uap mulai banyak dipergunakan oleh perusahaan guna effesiensi dari produksinya. Sebagai contoh banyak pabrik gula sekarang ini yang memakai turbin uap sebagai pengganti dari mesin uapnya, misalnya sebagai penggerak gilingan, generator atau feed water pump. Sehingga dengan demikian pengembangan pembelajaran dan perancangan turbin uap perlu mendapatkan tanggapan yang serius. Keuntungan yang diperoleh dari turbin uap dibanding dengan penggerak utama yang lain ialah, pada umumnya turbin uap berjalan stabil karena tidak ada gerak bolak-balik atau translasi, pemakaian uap lebih rendah dibandingkan dengan

pemakaian uap pada mesin uap, untuk daya yang sama ukuran turbin uap lebih kecil dibanding dengan mesin uap torak. Dan kerugian turbin uap dibandingkan dengan mesin uap torak ialah, untuk mencapai reduksi putaran yang besar diperlukan gear box yang prima dan tepat, dan untuk pengaturan kecepatan dengan governor yang diatur oleh hidrolik memerlukan fluida minyak yang cukup banyak.Tetapi kerugiankerugian ini, tidak ada artinya dibanding dengan keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari turbin uap.Karena efisiensi yang tinggi, konstruksi yang ringan, daya yang besar,dan pemakaian uap relatif kecil dibanding dengan mesin uap (Silalahi, 1984). B. Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan turbin uap ini sebagai bahan penyusun tugas akhir ini adalah sebagai berikut : a. Untuk memenuhi persyaratan guna menyelesaikan Studi S-1 pada

Jurusan Teknik Mesin Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. b. Perancangan ini dapat masukan bagi penulis dan mahasiswa Teknik Mesin umumnya untuk lebih mengerti dan memahami prinsip kerja turbin uap tersebut. c. Penulis ingin perancangan turbin uap penggerak pompa pengisi ketel uap dengan kapsitas 50 ton/jam dan tekanan 20 atm.

C. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka penulis akan mencoba untuk merencanakan turbin uap yang berada pada pabrik gula dalam memenuhi kebutuhan energi dengan menggunakan sistem pembangkit uap (boyler,turbin, dan generator). Pada umumnya pabrik gula dalam memenuhi energi menggunakan dua sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit tenaga diesel (PLTD). Pada perancangan turbin uap ini penulis menagambil judul : Perancangan Ulang Turbin Uap Penggerak Generator Listrik Dengan Daya 2000 Kw Pada Pabrik Gula Pg Madu Baru Yogyakarta Adapun hal-hal yang diperhatikan dalam perancangan turbin uap adalah sebagai berikut : Kuat adalah Faktor ini jelas mutlak harus dipenuhi dalam perencanaan, baik dilihat dari segi keamanan maupun konstruksi dari alat-alat tersebut. Murah adalah Defenisi murah disini dari segi ekonomis murah dalam

pembuatannya, bahan-bahan yang digunakan lebih murah dari harga yang ditawarkan. Mudah adalah Pemakaian maupun pemasangan, mudah dalam perbaikan dan pengoperasian disamping itu juga dalam perawatan. D. Batasan Masalah Untuk memfokuskan/memudahkan dalam perancangan dengan berbagai macam analisis dan pertimbangan disamping itu juga untuk menghindari kemungkinan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi akibat kurangnya pengalaman dan keterbatasan pengetahuan penulis dari masalah pokok maka perlu

dikemukakan terlebih dahulu batasan-batasan yang nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam perancangan ini.

E. Metodologi Perancangan 1. Data Primer Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis penyusunan laporan adalah melalui beberapa metode yaitu : a. Metode Observasi Dalam metode ini pengumpulan data dilakukan dengan mengamati secara langsung objek penelitian dengan pengamatan. b. Metode Interview Dalam metode ini pengumpulan data dilakukan dengan bertanya secara langsung kepada responden dalam hal ini adalah pembimbing (staf), karyawan dari pihak perusahaan. c. Metode Questioner Metode Questioner merupakan metode pengumpulan bahan yang dilakukan dengan cara pembuatan data-data atau daftar-daftar pertanyaan tertulis yang ditunjukan kepada pembimbing yang mengenai tanpa harus berhadapan. 2. Data Skunder Metode pengumpulan data-data yang diperoleh melalui literatu

perpustakaan atau buku-buku yang ada kaitannya dengan turbin uap dan perlengkapannya.

G. Tinjauan Pustaka Pantas Sulistiyo Nugroho (2002) Perancangan Turbin Uap Penggerak Generator dengan daya 12 MW. kesimpulan berdasarkan dari hasil Turbin adalah pesawat tenaga yang merubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dirubah menjadi energi listrik dalam bentuk putaran poros turbi dari Tipe Turbin Impluse dengan Daya pada teminal generator 12 MW. Taufiq Hidayat Suarsono (2001) Perancangan Turbin Uap Tiga Tingkat Tekanan Sebagai Peggerak Generator Listrik Dengan Daya 1600 KW berdasarkan dari hasil perhitungan termodinamika dan perhitungan turbin uap maka disimpulkan Turbin Rateau ini terdiri atas enam tingkat, dimana tiap tingkat terdiri atas sebuah . dan sebuah sudu gerak. lde dari adanya turbin Rateau ini adalah mengatasi penurunan kalor yang terlalu besar bila hanya menggunakan turbin impuls tingkat

tunggal. Pada pengerjaan tugas akhir dilakukan analisa secara termodinamika tiap tingkat tekanan, kemudian dilakukan perancangan terhadap dimensi nosel dan sudu gerak. Sedangkan pada perancangan rotor, poros, dan bantalan hanya dilakukan analisa kekuatan meterial. Data hasil analisa termodinamika untuk baris pertama, merupakan data masukan

data keluaran pada,fluent 5.2, untuk mensimulasikan kondisi uap air di sekitar nosel sudu gerak. Pada pengerjaan tugas akhir ini, fluent 5.2 menganalisis distribusi kecepatan dan distribusi tekanan disekitar nosel dan sudu gerak untuk tingkat baris pertama dari turbin uap.Selain itu fluent 5.2 dapat menganalisis besar daya yang

dihasilkan oleh tiap tingkat turbin uap untuk kemudian dibandingkan dengan perhitungan secara termodinamika .Anton Asfunadik (2004) Perencanaan Turbin Uap Untuk Penggerak Generator Dengan Daya 1500 KW. Diperoleh dimensi dari komponen turbin uap yang pada perencanaan ini hanya komponen turbin uap pada tingkat pertama yang merubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dirubah menjadi energi listrik dalam bentuk putaran poros turbi dari Tipe Turbin Impluse Untuk Penggerak Generator Dengan Daya 1500 KW Supriyanto (1998)Perencanaan Turbin Uap Sebagai

Penggerak Generator Daya 1280 KW dari perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan Tenaga hydrolistrik dibandingkan dengan tenaga thermo listrik. 1. 2. 3. mengenai biaja pemakaian per kwh lebih murah. mengenai biaja pembangunannja lebih mahal. mengenai waktu pembangunannja lebih lama. Dalam usaha nasional menambah produksi tenaga listrik dengan tjepat harus walaupun diberi priorita rangka kepada tenaga

thermolistrik,

dalam

pembangunan

ekonomi nasional keseluruhannja, pembangkitan hydrolistrik djuga diusahakan setjara nasional menurut sarat2 jang ada. Abstrak : Perencanaan Turbin Uap Pada Unigrator Yang Mempunyai Daya 35 Hp Dan Kapasitas 250 Ton/Jam dapat di simpulkan Dari hasil perencanaan nantinya akan didapatkan hasil berupa ukuran dari dimensi bagian-bagian turbin uap selain

itu pula akan bias diketahui umur pakai dari suatu bahan sehingga nantinya diharapkan bias memprediksi kapan suatu bahan itu nanti diganti.(Perencanaan Turbin Uap Pada Unigrator Yang Mempunyai Daya 35 Hp Dan Kapasitas 250 Ton/jam. (s1) File:5abstrak.rtf igilib.unikom.ac.id/go.php?id=jiptumm-

Perpustakaan Pusat Unikom ) Jurnal Simulasi aliran tunak dan tak tunak pada suhu baris pertama dari hasil perancangan turbin impuls enam tingkat tekanan berdaya 12800 kw

menyimpulakan : Pembangkitan tenaga listrik dengan turbine gas di Indonesia

1.

hingga sekaraug belum digunakan dan djuga belum direntjanakan. 2. Pembangkitan tenaga. listrik dengan turbin uap sudah

direntjanakan dan akan segera dilaksanakan. 3. Pembangkitan tenaga listrik dengan mesin Diesel (Dieselagregat), sudah dari dulu dilaksanakan. 4. Mengenai biaja pemakaian tenaga thermolistrik, diantaranja ketiga djenis pembangkitannja ini maka : (a) listrik dengan turbine gas-lah jang paling murah. (b) kemudian menjusul listrik dengan turbine nap, sedangkan listrik dengan diesel jang paling mahal.

H. Landasan Teori Turbin adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi pontensial uap menjadi energi kinetik dan kemudian energi kinetik ini diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin uap dapat dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan baik secara langsung maupun dengan bantuan roda gigi reduksi, tergantung dari mekanisme yang digunakan. Turbin uap dapat dipergunakan pada berbagai bidang industri, pembangkit tenaga listrik dan transportasi. Sejarah perkembangan turbin uap dimulai sekitar 120 SM, yaitu ketika Hera Dan Alexsandria membuat prototipe turbin yang pertama yang berkerja menggunakan prinsip reaksi. Alat ini menjadi alat instalasi tenaga uap yang primitif. Semprotan uap yang keluar dari nosel akan menyebabkan gaya reaksi pada nosel itu sendiri dan memaksa bola itu berputar pada sumbu mendatarnya. Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Sumber Kalor Bejana air Penampang berbtk bola Pipa penyokong Nosel

6. Aksel berongga Gambar. Turbin Hera Alexandria


Sumber : P.Shyakhin, Steam Turbines (Teory and Design), Hal 7

Beberapa abad kemudian muncul kembali sekitar tahun 1629, Giovani Branca memberika gambaran sebuah mesin uap. Mesin buatan Branca dari prinsip aksinya adalah prototipe turbin impulse.

Keterangan : 1. Ketel. 2. Nosel. 3. Poros. 4. Roda gigi transmisi. 5. Kilang penumbuk

Gambar. Turbin Giovanni Branca.


Sumber : P.Shyakhin, Steam Turbines (Teory and Design), Hal 7

Setelah ditemukan kedua mesin uap diatas, kemajuan besar pada pengembangan dan konstruksi turbin uap terjadi pada abad ke-19 tepatnya pada tahun 1890. Guslav De Laval seorang ahli teknik berkebangsaan Swedia membuat sebuah turbin uap cakram tunggal dengan kapasitas 5 DK, dengan poros fleksibel dan cakram. Energi kecepatan semprotan uap memberikan gaya implus pada sudusudu dan melakukan kerja mekanis pada poros atau turbin.

Sekitar tahun 1900 Gustav DE Laval mengembangkan turbin impluse dengan tingkat banyak (multi stage impluse turbine). Pada konstruksi turbin ini adalah sebagai salah satu grup yang bergantian, yang bersama dengan cakram-

cakram sudu gerak membentuk beberapa tingkat turbin. Ekspansi uap terjadi pada masing-masing tingkat, sementara pada sudu gerak hanya arah aliran uap yang diubah dan akibatnya energi kecepatan uap diubah menjadi kerja mekanis.

Gambar. Turbin impuls nekatingkat


1. poros dengan 7 cakram; 2. kopling; 3. bantalan luncur depan dan belakang; 4. bantalan dorong jenis kelepak; 5. ruang bentuk cicin yang mensuplai uap ke tingkat pertama; 6. pipa buang; 7. gland paking poros; 8. pompa minyak roda gigi; 9. rumah turbin Sumber : : P.Shyakhin, Steam Turbines (Teory and Design), Hal 4

L.Jungstrom bersaudara pada abad 20 tepatnya tahun 1910 membuat turbin radial yang arah aliran uapnya tegak lurus terhadap porosnya. Turbin ini terdiri dari

2 cakram-cakram yang saling berhadapan, mempunyai sudu gerak yang dipasang melingkar dengan jari-jari yang berbeda. Uap yang mengalir dari pipa utama uap 3 memasuki ruang tengah melalui lubang pada cakram dan kemudian mengalir melalui semua baris sudu-sudu gerak dan dialirkan melalui pipa buang turbin tersebut.

Gambar. Turbin Ljungstrom


(Prof. Fritz Dietzel; Turbin, Pompa dan Kompresor ; hal: 121)

Turbin uap adalah suatu mesin penggerak utama (prime mover engine) yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yang digerakkan, turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik, dan transportasi. Pada turbin, mula-mula uap yang memiliki energi potensial mengalir dari ketel uap, dan kemudian berekspansi ke dalam nosel. Energi potensial uap dalam nosel ini akan dirubah menjadi energi kinetik uap atau energi kecepatan uap. Uap yang memiliki kecepatan tinggi akan menuju sudu gerak (moving blade) yang

dipasang pada sebuah rotor dan membuat rotor tersebut berputar sehingga menghasilkan energi mekanis yang berupa putaran poros. Gerakan putar tersebut dirubah menjadi energi listrik pada generator listrik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada turbin uap terjadi:

Energi potensial

Energi kinetik

Energi Listrik

Gambar 2.8 Bagan perubahan energi uap

Gambar 2.9 Bagan cara kerja uap ketika melewati sudu-sudu turbin (Prof. Fritz Dietzel; Turbin, Pompa dan Kompresor ; hal: 90)

Skema dari sebuah sistem turbin uap dapat dilihat pada gambar sistem tersebut terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu: Air dari tanki air dipompa kedalam ketel uap,kemudian didalam ketel uap air dipanaskan sehingga menjadi uap,uap ini masih mengandung uap air(uap basah)kemudian mengalir ke superheater(pemanas lanjut),sehingga setelah uap keluar dari superheater uap basah berubah menjadi uap jenuh (uap kering),uap keing ini dialirkan kepipa pancar (nozel).Semburan uap dari nozel mengenai sudu-sudu turbin sehngga memutar cakram dan poros turbin,setelah uap mendorong sudu-sudu,kemudia meninggalkan sudu-sudu dan menjadi uap bekas yang dialirkan ke evaporator untuk diembunkan menjadi air.Air dari evaporator dipompa ke tanki air dan proses berulang lagi.

Biasanya uap bekas digunakan kembali untuk memanaskan air yang akan dipompa ke ketel,sehingga kerugian panas dapat dikurangi dan penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat,karena air yang dimasukkan ke ketel sudah panas.

(Gambar 3.3 Skema Turbin Uap) ( Sumber : Abel Silalahi,Turbin Uap,hal.1 )

Di dalam turbin, tekanan dan temperatur uap turun, setelah itu uap meninggalkan turbin dan masuk kedalam kondensor. Kondensor adalah sebuah alat yang berfungsi mengembunkan uap dengan jalan mendinginkannya. Air pengembunan yang terjadi di dalam kondensor dinamai air kondensat. Maka dengan pertolongan sebuah pompa, air kondensat dialirkan kembali ke dalam ketel uap. Pompa tersebut diletakkan lebih rendah atau dibawah kondensor, karena pada umumnya kondensor bekerja dengan tekanan vakum. Oleh karena ada kemungkinan terdapat kebocoran uap, maka perlu dimasukkan air tambahan (make up water), sebanyak 3-4% kapasitas produksi uap atau lebih, sesuai dengan sistem yang digunakan. Boleh dikatakan bahwa kemajuan teknologi turbin uap banyak dipengaruhi oleh kondisi uap yang dapat dihasilkan, aero-termodinamika dan kemajuan dalam

bidang material. Tujuan yang ingin dicapai oleh teknologi turbin adalah mengambil manfaat sebesar-besarnya dari energi fluida kerja yang tersedia, mengubahnya menjadi kerja mekanis dengan efisiensi yang maksimal, yaitu menggunakan instalasi yang sangat terpercaya dengan biaya serendah-rendahnya, pengawasan yang minimal, dan waktu start yang minimal pula.turbin biasanya dirancang supaya dapat beroperasi selama 30-40 tahun.

Pada turbin uap semprotan uap bertekanan pada nosel atau dari satu grup nosel akan memberikan gaya sudu turbin yang besarnya Pu (kg) dalam arah putarannya. Gaya Pu yang dihasilkan oleh uap sewaktu uap tersebut didalam laluanya melalui sudu turbin ini diubah menjadi kerja mekanis pada pinggir sudu. Kerja yang dilakukan oleh 1 kg uap pada sudu dalam satu detik adalah : L = Pu. U (kg.m/detik) Turbin uap mempunyai jenis dan konstruksi yang berbeda-beda meskipun prinsip dan bagian-bagiannya sama, namun dalam perencanaan ini secara garis besar turbin uap klasifikasikan menjadi 3 macam yaitu : a. Turbin uap impulse Turbin uap impulse atau aksi dapat didefinisikan sebagai turbin, dimana ekspansi uap sebagai fluida kerjanya hanya terjadi pada nosel dan tidak terjadi pada sudu-sudu jalannya (moving blade). b. Turbin uap reaksi Turbin uap reaksi ini biasanya dibuat dengan tingkat banyak (multi stage turbin), dan didefinisikan sebagai turbin dimana ekspansi uap yang digunakan terjadi baik pada guide blade maupun moving blade. c. Turbin uap kombinasi aksi-reaksi

Turbin uap dapat diklasifiksikan kedalam katagori yang berbeda, tergantung pada konstruksinya, proses penurunan kalor, kondisi-kondisi awal dan akhir uap, pemakaian dibidang industri adalah sebagai berikut : 1. Menurut jumlah tingkat tekanan a. Turbin satu tingkat dengan satu atau lebih tingkat kecepatan, dan biasanya berkapasitas kecil, untuk tekanan rendah antara 1,2 sampai 2 ata. b. Turbin impulse dan reaksi bertingkat : Turbin dalam jangka kapasitas yang los, yang biasanya mencapai tinggi diatas 40 ata. 2. Menurut arah aliran uap. a. Turbin aksial, dimana uapnya mengalir dalam arah yang sejajar terhadap sumbu turbin, tegak lurus terhadap sumbu turbin, satu atau lebih tingkat kecepatan pada turbin itu dibuat aksial. b. Turbin radial, dimana uapnya mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin. 3. Menurut jumlah slinder a. Turbin silinder tunggal b. Turbin silinder ganda c. Turbin tiga silinder d. Turbin empat silinder 4. Menurut metode pegaturan a. Turbin dengan pengaturan pencekikan (trotling) yang uap sejajarnya masuk melalui satu atau lebih (tergantung daya yang dihasilkan) katup pencekikan yang dioperasikan secara serempak.

b. Turbin dengan pengaturan nosel yang uap segarnya masuk melalui satu atau lebih pengatur pembuka (opening regulator) yang berurutan. c. Turbin dengan pengaturan langkah (by-pass governing) yang uap segarnya disamping dialirkan ketingkat pertama juga langsung dialirkan kesatu, dua tingkat. 5 Menurut prinsip aksi uap a. Turbin impluse, yang energi pontensial uapnya diubah menjadi energi kinetik didalam nosel atau laluan yang dibentuk oleh sudu-sudu gerak, dan selanjutnya energi kinetik uap diubah menjadi energi mekanis. b. Turbin reaksi aksial, dimana ekspansi uap antara laluan sudu-sudu, baik sudu penggerak maupun sudu gerak tiap tingkat berlangsung hampir pada derajat yang sama. c. Turbin reaksi radial tanpa sudu penggerak yang diam. d. Turbin reaksi radial dengan sudu penggerak yang diam. 6. Menurut proses penurunan kalor. a. Turbin kondensasi (kondensing turbin) dengan generator, pada turbin jenis uap pada tekanan yang lebih rendah dari tekanan atmosfir dialirkan kekondensor, uap juga dicerat dari tingkat menengah untuk memanaskan air pengisi ketel. b. Turbin kondensasi dengan satu atau dua penceratan dari tingkat menengah pada temperatur tertentu untuk keperluan-keperluan industri dan pemanas. c. Turbin tekanan lawan (back pressure turbin), pada turbin ini uap buang dipakai untuk keperluan industri dan pemanas, dengan penceratan uap dari tingkat

menengah pada tekanan tertentu, turbin ini dioperasikan untuk mensuplai uap kepada konsumen pada berbagai tekanan dan temperatur. d. Turbin tekanan campur satu atau dua tingkat tekanan dengan suplai uap buang ketingkat-tingkat menengah. e. Turbin tumpang adalah jenis turbin tekanan lawan dengan perbedaan bahwa uap buang dari jenis ini lebih lanjut dipakai untuk turbin-turbin kondensasi tekanan rendah dan menengah. Turbin ini beroperasi pada kondisi tekanan dan temperatur awal yang tinggi, biasanya digunakan untuk memperbesar kapasitas pembangkit pabrik yaitu untuk mendapatkan efesiensii yang lebih baik. f. Turbin tekanan rendah (tekanan buang) dengan menggunakan tekanan buang dari mesin-mesin uap. 7. Menurut pemakaian dalam bidang industri. a. Turbin uap stasioner dengan kecepatan putar yang konstan, dan biasanya dipakai untuk penggerak alternator. b. Turbin uap tidak stasioner dengan kecepatan yang bervariasi, biasanya dipakai pada kapal-kapal uap, lokomotif kereta api dan lain-lain. c. Turbin uap stasioner dengan kecepatan uap yang bervariasi, biasanya dipakai untuk menggerakkan blower-turbo, dan lain-lain Dasar-Dasar Perhitungan 1. Jumlah aliran uap melalui turbin (Go) Go = 860 N e (kg / det) 3600. H o . re . g ....................... ....................... 1 2

2. Kecepatan keliling sudu gerak (u)

u=

u . c1 (m / s ) c1

.......................

3. Diameter rata-rata cakram yang bersudu (d) d= 60.u (m) .n ....................... 4

4. Penurunan kalor toritis dengan mengabaik kerugian-kerugian katup (Ho) H 0 = i0 i1t (kkal/kg) ....................... 5

5. Penurunan kalor toritis dengan menghitung kerugian-kerugian pada katup (Ho)


' H 0 = i0 i1' t (kkal/kg)

.......................

6. Kerugian tekanan dengan menggunakan katup pengatur P = (0,03 0,05).P0 ....................... 7

7. Segitiga kecepatan untuk tingkat impuls

Gambar 2.16 Segitiga kecepatan

8. Kecepatan mutlak teoritis uap keluar dari nosel (c1) c1 = 91,5. h0 (m/detik ....................... 8

dengan, h0 : penurunan kalor pada tiap tingkat (kkal/kg) 9. Kecepatan mutlak uap keluar dari sudu gerak (c2)
2 c2 = 2 + u 2 ( 2.u.2 . cos 2 ) (m/detik) .......................

10. Kecepatan relatif uap masuk sudu gerak ( 1 )

1 = c12 + u 2 2.u.c1. cos 1 (m/detik) .......................


11. Kecepatan relatif uap keluar sudu gerak ( 2 )

10

2 = .1 (m/detik) 1
dengan,

.......................

11

: koefisien kecepatan untuk sudu pengarah


12. Sudut uap masuk relatif ( 1 ) sin 1 = c1 sin 1 1 ....................... 12

13. Sudut uap keluar relatif ( 2 )

2 = 1 (2 sampai 10)

.......................

13

14. Sudut keluar mutlak uap meninggalkan sudu gerak ( 2 ) sin 2 =

2 sin 2 c2

.......................

14

15. Kerugian energi kinetik di dalam nosel, dalam satuan kalor ( hn ) hn = c12t c12 (kkal/kg) 8.378 ....................... 15

16. Kerugian energi kinetik pada sudu gerak, dalam satuan kalor ( hb ) hb =
2 12 2 (kkal/kg) 8.378

.......................

16

17. Kerugian energi akibat kecepatan keluar, dalam satuan kalor ( he )


1

he =

2 c2 (kkal/kg) 8.378

.......................

17

18. Kerugian akibat gesekan cakram dan pengadukan ( hge.a ) hge.a = dengan, Nge.a : daya gesekan dan ventilasi cakram (kW) Nangin= 10 10.d 4 .n 3 .l. (kW) 2 102.N angin 427.G (kkal/kg) ....................... 18

: koefisien cakram turbin


d : diameter rata-rata turbin (m) l : tinggi sudu diasumsikan (m) n : putaran turbin (rpm) : bobot spesifik uap (kg/m3) 19. Efisiensi dalam relatif tingkat turbin ( oi )

oi =

' H i H o hn hb he hge.a = ' ' Ho Ho

.......................

19

2 3

I. Diagram Alir Perancangan

Mulai

Pendahuluan

Pengumpulan Data

Pemilihan Jenis Turbin

Komponen-komponen Turbin Uap

Perhitungan Komponen-komponen Turbin Uap

Kesimpulan dan Saran

Selesai

J. Sistematik Penulisan Laporan Sistematika penulisan laporan skripsi yang berjudul Perancangan ulang turbin uap Penggerak generator listrik Dengan daya 2000 kw Pada pabrik pg.madu baru yogyakarta adalah sebagai berikut: HALAMAN COVER KATA PENGGANTAR HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN JUDUL SKRIPSI DENGAN BAHASA INGGRIS HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN MOTTO DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, manfaat dan tujuan perancangan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan laporan.

BAB II LANDASAN TEORI Berisi tentang sejarah perkembangan turbin uap, tinjauan umum turbin uap, klasifikasi turbin uap, landasan teori, bagian-bagian turbin uap. BAB III PERHITUNGAN TERMODINAMIKA Menentukan penurunan kalor, kebutuhan uap tiap detik dari turbin, pembagian tingkat. penurunan kalor, menentukan efesiensi turbin, penurunan kalor berguna, besarnya tekanan dan volume tiap

BAB IV PERHITUNGAN KOMPONEN-KOMPONEN TURBIN UAP Berisi tentang perhitungan komponen-komponen turbin uap yang meliputi: perhitungan sudu gerak, nosel, cakram, diafragma, poros, pasak, perapat labirin, bantalan, dinding silinder, flens, dan baut. BAB V SISTEM PENGATURAN PADA TURBIN UAP Berisi tentang sistem pemutus hubungan pada kepesatan lebih, sistem suplai minyak pelumas, governor pengatur kecepatan, governor pengatur tekanan. BAB VI PENUTUP Berisi tentang kesimpulan dan saran. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

K. Alokasi Waktu

Bulan Kegiatan Persiapan Pengajuan proposal Penulisan Laporan Pendadaran

September 2 3 4

Oktober 2 3 4

November 2 3 4

februari 2 3 4

DAFTAR PUSTAKA
Arismunandar.W. !997. Penggerak mula turbin uap.Bandung Universitas ITB.

A.Merin,Syamsir.1993. Pesawat-pesawat konversi energi II (turbin uap) Jakarta; Citra niaga rajawaliu pero. Black Paul H. 1981. Machine Elemen. Moscow: Foreign Language Company LTD. Church, Edwin F., 1950, Steam Turbines, Third Edition, McGraw-Hill Book Company, Inc., New York. Daryanto 1985. contoh perhitungan turbin uap.Bandung.Tarsito. Dietzel, Fritz., 1988, Turbin, Pompa dan Kompresor, Alih bahasa, Sriyono, Dakso., Erlangga, Jakarta. Moran, Michael J dan Howard, N Shapiro., 2004, Termodinamika Teknik. Alih bahasa, Nugroho, Yulianto Sistyo., Erlangga, Jakarta. Shlyakhin,P.,1999, Turbin Uap, Teori dan Rancangan. Alih bahasa, Harahap, Zulkifli., Edisi keempat. Erlangga, Jakarta. Surbakty, BM., 1985, Pesawat Tenaga Uap II, Mesin Dan Turbin Uap. Edisi kedua, Mutiarasolo, Surakarta. Sularso/Kiyakatsu.S.19997.Elemen Mesin, Dasar Perancangan dan Pemilihan. Jakarta ; Pradnya Paramita Wawan Setiawan (1999), Perecanaan Turbin Uap Penggerak Untuk Pompa Pengisi Ketel Uap Pada PT.Madu Baru IST AKPRIND. Taufiq Hidayat Suarsono (2001) Perancangan Turbin Uap Tiga Tingkat Tekanan Sebagai Peggerak Generator Listrik Dengan Daya 1600 KW IST AKPRIND Pantas Sulistiyo Nugroho (2002) Perancangan Turbin Uap Penggerak Generator dengan daya 12 MW