Anda di halaman 1dari 7

Nama: Kania Kalyanamita Satwikararas Kelas: B NIM: 2010-11-066

1. Flasking Adalah suatu cara/proses penanaman model malam (mahkota gigi, gigi tiruan) ke dalam suatu alat (cuvet/flask) untuk memperoleh suatu cetakan (mould) Ada 2 cara flasking yg kita lakukan, yaitu: Cara penanaman tanpa dinding Biasanya digunakan pada pembuatan GTP atau pada sayap labial yang besar dan lebar atau pada Free End Sadle. Cara penanaman dengan dinding Pada GTS , Jacket Crown, Bridge Work dengan facing acrylic. Disini semua gigi geligi tiruan ditutup keseluruhannya dengan stone gips atau dental plaster sehingga setelah Boiling Out nantinya cuvet dibuka dan akan terlihat lubang kecil. Lubang kecil inilah nantinya acrylic dimasukan kedalam mould space Cara melakukan Flasking pada GTP/GTS: Model malam sudah diteliti dan baik sesuai dengan ukiran yang dikehendaki Model malam ini dibersihkan dengan larutan detergen untuk membersihkan dari kotoran dan lemak Siapkan cuvet sesuai dengan besarnya model malam tersebut Model malam tersebut diisi dengan White Stone yang dalam hal ini kita gunakan Dental Stone, diisi sampai terisi penuh Aduk gips dengan perbandingan tepat dan tuangkan kedalam cuvet bawah sambil digetarkan hingga penuh

Model malam tersebut ditanam kedalam cuvet bawah, kemudian setelah gips mulai mengeras sekeliling model malam dan tepi dari cuvet dibersihkan dan dirapikan supaya cuvet atas dapat ditutup

Oleskan vaselin Pasang cuvet atas, tuangkan gips sambil digetarkan Pasang tutup cuvet atas kemudian baut dipasang dan ditekan (dipress) lalu kelebihan gips dibersihkan Tunggu sampai gips mengeras Siap untuk di Boiling Out

2. Boiling Out Adalah suatu prosedur untuk menghilangkan malam sesudah model kerja ditanam (flasking) yang nantinya akan terdapat suatu ruangan seperti model yang kita buat yang disebut mould space. Cara melakukan Boiling Out: Masukan cuvet kedalam air dengan temperature kamar, kemudian panaskan. Setelah mendidih, tunggu 4-5 menit, kemudian cuvet diangkat dan dibuka. Bagian dari model malam disedu dengan air mendidih sampai bersih dari residu yang tertinggal. Setelah bersih dari residu, mould space tersebut diradier tepi tepi yang tajam agar pada waktu Packing tidak patah apabila ditekan. Sesudah diradier diperiksa lagi apakah sudah bersih, kemudian diulasi dengan CMS. Setelah kering dan rapi tahap selanjutnya adalah Packing. 3. Packing Adalah suatu prosedur pengisian acrylic kedalam Mould Space dengan cara ditekan (dipress) Cara Packing: Suhu dari cuvet harus sama dengan temperature kamar pada waktu akan melakukan packing. Dalam hal ini kita harus memperhatikan Packing Time, yaitu dimana acrylic sudah

mencapai tahap DOUGH STAGE. Tahap ini bias dilihat dari acrylic tersebut tidak melekat pada jari bila dipegang. Setelah acrylic mencapai tahap DOUGH STAGE kita ambil adonan acrylic dan masukkan kedalam Mould Space. Tekan pelan pelan dan hati hati supaya gigi tiruan tidak lepas. Sesudah acrylic penuh pada cuvet atas maupun bawah, beri lapisan plastic (Celophane) antara cuvet atas dan bawah lalu ditutup, kemudian dilakukan penekanan dengan suartu alat Pres. Pres pertama harus secara pelan dan bertahap. Hal ini untuk memberikan kesempatan acrylic untuk masuk kesela-sela yang lebih kecil. Diamkan beberapa saat, setelah itu cuvet dibuka dan dilihat kelebihan acrylicnya, lalu dipotong dengan pisau tanpa merusak Mould Space dan tepi dari gips. Bagian yang belum terisi dengan baik diisi acrylic yang sebelumnya dioleskan Liquid agar bagian yang akan ditambah tidak berbekas. Tutup kembali dengan cellophane dan cuvet disatukan kembali dan dilakukan pres kembali seperti tahap pertama. Pres atau penekanan yang berulang ini disebut juga TRIAL CLOSURE. Setelah itu dilihat apakah acrylic sudah penuh dan tidak ada porous. Cellophane harus dilepas dan dipres kembali (FINAL CLOSURE), ini tidak boleh dibuka lagi. Kemudian dimasukan kedalam air dengan suhu kamar selama jam lalu sesudah itu dilakukan Curing. 4. Curing Adalah proses polymerisasi antara monomer yang bereaksi dengan polymer bila dipanaskan atau ditambah dengan zat kimia lainnya. Polymerisasi secara thermis disebut juga HEAT CURING/HOT CURING. Polymerisasi secara Chermis disebut juga COLD/SELF CURING yaitu dengan zat kimia yang sudah ditambahkan di monomernya.

Cara Curing: Cuvet dimasukkan dalam air biasa dengan temperature kamar sampai tenggelam jam kemudian dipanaskan dari temperatur kamar sampai naik 70C selama 30 menit. Pada temperatur 70C dibiarkan selama 30 menit, kemudian temperature dinaikan lagi sampai 100C selama 15 menit dan biarkan mendidih selama 30 menit 1 jam. Selanjutnya, dinginkan pada suhu kamar sampai dingin sendiri. Setelah dingin, cuvet dibuka. 5. Deflasking Yaitu dimana cuvet setelah selesai curing dan dingin lalu dibuka. Cara Deflasking: Gips dengan model yang telah selesai dari acrylic dikeluarkan secara utuh dengan cara memotong sebagian-sebagian supaya tidak patah/hancur. Dapat digunakan pisau gips/gergaji kecil dan tang potong gips. Pemotongan dilakukan dengan hati-hati sebagian demi sebagian sampai model acrylic kelihatan dan dilepaskan dari model kerja. Waktu pembukaan model jangan sampai patah. Perhatikan cengkeram/klamer jangan sampai berubah bentuk atau letaknya. Jangan membuka cyvet pada waktu masih panas sebab bisa terjadi perubahan bentuk dari model acrylicnya. 6. Investing Adalah suatu cara yang dipergunakan dala kedokteran gigi untuk mendappatkan mould space yang nantinya akan diisi dengan logam, dengan cara menanamkan model lilin dalam bahan pemendam, kemudian model lilin ini dihilangkan dengan cara pemanasan. Ruang yang terbentuk dalam bahan pemendam tersebut disebut mouldspace. saluran cor/sprue pin pada pola lilin. Pembuatan saluran cor dimaksudkan untuk menghubungkan rongga cetakan dengan kawah.

Tempat pemasangan sprue: sprue ditempatkan pada bagian yang paling tebal dari pola lilin, sprue tidak ditempatkan pada fossa/fissure dan tidak boleh dipaasang di bagian dalam. macam-macam sprue: logam, batang-batang plastik, batang-batang lilin. pembentukan kawah/sprue base/crusible former. Benda ini merupakan kerucut yang sudutnya disesuaikan dengan cara pengecoran. Kawah untuk pengecoran dengan slinger sebaiknya dibuat dangkal dengan sudut 120. Maksudnya agar api lebih mudah memanasi logam yang dengan cara ini logam dicairkan ke kawah. Kawah untuk pengecoran dengan mesin centrifugal harus dibentuk lebih curam. Dengan sudut 80-90 karena pencairan logam dilakukan di luar kawah. Jika kawah terlalu dangkal, arus logam akan terhambat memasuki saluran cor. asbestor liner Yaitu berbentuk helai/pita yang dipasang pada sekeliling permukaan dalam dari casting ring dengan tidak melebihi permukaan dari casting ring. Guna asbestor: a. untuk memberi kesempatan pada bahan tanam untuk mengadakan setting dan thermal expantion. b. bekerja sebagai isolator untuk mempertahankan panas selama proses penuangan. c. untuk memudahkan melepaskan bahan tanam dari bumbung tuang. d. mencegah keretakan dan investment karena pemuaian dari casting ring. teknik pemendaman ada 2 cara: a) Pemendaman biasa/manual/hand investing caranya: setelah bahan pemendam diaduk dengan air sesuain dengan anjuran pabrik diatas vibrator dengan cara menggetarkan, lalu adukan diulaskan pada permukaan pola lilin dengan menggunakan kuas yang lunak guna mendapatkan lapisan yang tipis dan merata serta melepaskan gelembunggelembung

b) Pemendaman hampa udara udara yang berada di dalam adukan bahan pemendam/yang terkurung dibagian pola lilin/tabung cor, sering kali menghasilkan coran dengan permukaan yang kasar/terdapat bintil-bintil. Untuk menghilangkan udara dalam adonan dan tabung cor dapat disedot keluar dengan pompa hampa udara. 7. Casting Adalah suatu pekerjaan yang dilakukan dalam kedokteran gigi dengan cara menuangkan logam cair ke dalam mouldspace. 1. Burn out Sebelum dilakukan pengecoran logam yang pertama harus dikerjakan adalah pembakaran yaitu pekerjaan mencairkan model lilin yang telah tertanam dalam bumbung tuang, sehingga didapatkan suatu mouldspace. 2. Oven pembakaran Untuk mendapatkan mouldspace, jadi lilin dari model lilin/plastik dihilangkan dengan cara pemanasan sehingga seluruh lilin mencair dan menguap. 8. Polishing Untuk menghaluskan/mengkilapkan semua bahan-bahan prothesis/restorasi dengan alat-alat abrasive dan bahan poles, sehingga restorasi yang ditempatkan di dalam mulut menjadi mulus. Alat-alat abrasive: separating disk, stone, round bur no. 4, round wheel, monoril, rubberpoint, ruber cup, rubber wheel, amplas, dan penjepitnya, frisher, silikon rubber clone, felt cone, ragwheel. Bahan-bahan poles: rouge, pumice, CaCo3 Tahap-tahap pemolesan: a) dengan menggunakan separating disk, spruepin dipotong tepat diatas permukaan mahkota b) sisa-sisa tonjolan bekas sprue pin pada mahkota kita ratakan dengan stone. Bila pada permukaan hasil casting ada nodule dapat kita ambil dengan stone poles dengan tidak mengurangi batas permukaan. Bila pada

permukaan yang melekat pada die terdapat tonjolan-tonjolan kecil dapat dihilangkan menggunakan round bur yang kecil. c) kemudian anatomi dari model dibentuk dengan menggunakan steel/diamond bur/stone bur, harus diperhatikan adalah bentuk sentral groove dan supplemental groove tidak merupakan garis lurus tetapi merupakan garing lengkung dan pada waktu membentuk groove pit, fossa jangan sampai menembus oklusal. Dengan stone bur seluruh permukaan anatomi diratakan dan dihaluskan dengan batu-batu yang kian lebih halus butir bahan pengasahnya. Setelah itu penghalusan model casting dengan stone poles. a) stone poles yang berbentuk kerucut. Dapat digunakan untuk penghalusan sentral groove, buccal groove, fissure b) stone poles yang berbentuk bulat. Dapat digunakan untuk penghalusan daerha fossa, lereng-lereng cusp, cingulum c) stone poles yang berbentuk silindris dapat digunakan untuk menghaluskan permukaan buccal, palatal, mesial, distal, dan sudut-sudut axial, puncak cusp. Kemudian kita gunakan rubber sulci wheel untuk memoles permukaan sentral groove, suplemental groove, groove tambahan dan inclined plane dari ujung-ujung cusp. Untuk permukaan palatal, buccal, dapat dihaluskan deng rubber poles Kemudian dikilapkan dengan rag wheel dan sebagai bahan pemolesnya (Fe2O3) Cara lain untuk mengkilapkan ialah dengan menggosok-gosokan logam keras yang mempunyai permukaan licin terhadap logam yang akan dipoles

Setelah mengkilap, sudah memantulkan cahaya/cermin. Lalu dibersihkan dengan cara mencucinya dengan larutan sabun.