Anda di halaman 1dari 2

Jaringan Keras : ialah jaringan yang mengandung bahan kapur, terdiri dari, jaringan email/enamel/glasir, jaringan dentin/tulang gigi,

dan jaringan sementum. Email dan Sementum : ialah bagian/bentuk luar yang melindungi dentin. Dentin : merupakan bentuk pokok dari gigi, pada satu pihak di liputi oleh jaringan email (korona) dan pada pihak lain di liputi oleh jaringan sementum (akar), merupakan baigian erbesar dari gigi dan merupakan dindingyang membatasi dan melindungi rongga yang berisi jaringan pulpa. Email : email berasal dari jaringan ektoderm , susunannya agak istimewa yaitu penuh dengan garam-garam Cacalsium. Bila di bandingkan dengan jaringan-jaringan gigi yang lain, email adalah jaringan gigi yang paling keras, paling kuat, oleh karena itu ia adalah pelindung gigi yang paling kuat terhadap rangsangan-rangsangan pada waktu pengunyahan. Email tidak mempunyai kemampuan untuk menggantikan bagianbagian lain yang rusak, oleh karena itu begitu gigi erupsi maka terisahlah ia dari jaringan-jaringan lainnya yang ada di dalam rgusi/rahang. Akan tetapi ada hal-hal lain yang memperkuat dirinya yaitu begitu gigi erupsi, laulu terjadi perubahan-perubahan susunan kimia pada dirinya sehingga email akan lebih kuat menghadapi rangsanganrangsangan yang diterimanya. Dentin dan Sementum : Dentin dan sementum berasal dari jaringan mesoderm yaitumempunyai susunan dan asal yang sama dari jaringan tulang. Dentin dan sementum mempunyai hubungan denan jaringna-jaringanyang ada di dalam rahan/gusi sehingga bila rusak mempunyai kemampuan untuk tumbuh kembali. Sementum : Sementum bagian dari jaringan gigi dan termasuk juga bagian dari jaringan periodontium karena menghubungkan gigi dengan tulang rahang dengan jaringan yang terdapat di selaput periodontal. Kegaalan Pembentukan Jaringan keras pada gigi Amelogenesis Imperfekta Amelogenesis imperfekta adalah kelainan cacat herediter pada enamel yang tidak berhubungan dengan kelainan cacat umumnya. Cacat ini merupakan gangguan pada lapisan ektodermal sedangkan lapisan mesodermalnya normal. Klasifikasi amelogenesis imperfekta menurut Winter dan Brook (1969) dibagi atas 3 tipe besar yaitu hipoplasia enamel, hipomaturasi dan hipokalsiflkasi dan kemudian dibagi 11 tipe kecil. Gambaran klinis tipe hipoplasia enamel adalah tipis berlubang, beralur dan bila menyeluruh mempunyai struktur tidak sempurna, tipe hipomineralisasi ketebalan normal dan permukaan halus. Sedangkan tipe hipokalslfikasi enamel terlihal normal tetapi lebih lunak dan abrasi mudah terjadi. Tujuan perawatan amelogenesis imperfekta adalah unluk menghilangkan rasa sakit, estetis, dan efisiensi pengunyahan sehingga dapat

menjaga ataupun mengoreksi lengkung gigi dan hubungan vertikal yang normal. Dentinogenesis Imperfekta Merupakan gangguan pembentukan dentin yag bersifat herediter, dimana terjadi anomali pada struktur dentin. Gangguan ini menyebabkan kerusakan matriks predentin yang mengakibatkan dentin sirkumpula tidak terbentuk dan tidak teratur. DI adalah suatu penyakit keturunan yang dominan yang tidak terpaut dengan jenis kelamin, ini terlihat frekuensiyang seimbang pada pria dan wanita. DI dapat terjadi sendiri atau gabungan dengankelainan mesodermal lainnya atau Osteogenesis Imperfekta yang merupakan penyakit kerapuhan tulang. Dento-Alveolar disporportion Ketidakseimbangan yang terjadi antara ukuran gigi-geligi dengan ruang yang tersedia pada lengkung giginya. Bisa mengakibatkan gigi berjejal atau jarang. Dental Hypoplasia Pembentukan dentin yang tidak normal akibat penyakit seperti campak atau akibat kelaparan. Hypoplasia Enamel Hipoplasia enamel merupakan gangguan pada masa pemhentukan matriks organik yang menyebabkan gangguan struktur pada enamel sehingga secara klinis terlihat pada suatu bagian dari gigi tidak terbentuk enamel dan kadangkadang sama sekali tidak terbentuk enamel, serta diikuti dengan perubahan warna pada gigi. Dikenal berbagai faktor penyebab hipoplasia enamel, salah satunya adalah penyakit eksantema yaitu menyebabkan infeksi pada bayi dan anak-anak. Gambaran histopatologis hipoplasia enamel adalah adanya perubahan pada ketebalan enamel, prisma enamel, lamella enamel, garis Retzius, enamel tuft, enamel spindle serta daerah interglobularis pada dentin yang bertambah dibandingkan dengan keadaan normal. Hypercementosis Pembentukan jaringan sementum yang berlebihan sekitar akar gigi setelah gigi erupsi, dapat di sebabkan oleh trauma, gangguan metabolisme, atau infeksi perapikal.

Anda mungkin juga menyukai