Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH SENJAKU DI PANTI JOMPO

( Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah character building )

Disusun oleh : Diani Syarifah (18082344) Ratna Suminar (18082352) Devia Anggraeni (18082358) Nunung Nuraisyah (18082360)

CHARACTER BUILDING MANAJEMEN INFORMATIKA BINA SARANA INFORMATIKA 2009

Kata Pengantar
Puji serta syukur alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Allah S.W.T telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga pada akhirnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dimana makalah ini penyusun sajikan dalam bentuk buku yg sederhana. Adapun judul makalah kami adalah Senjaku Di Panti Jompo . Tujuan makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat memenuhi nilai mata kuliah Character Building untuk jurusan Manajemen Informatika Diploma III ( DIII ). Sebagai bahan penulisan yang diambil berdasarkan hasil penelitian, wawancara, dan observasi. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tasikmalaya, 29 April 2009

Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar Daftar Isi BAB I .................................................................................................. i .................................................................................................. ii : Pendahuluan ...................................................................................... 1

BAB II

:Pembahasan ......................................................................................... 2 A.Penyakit yang sering dialami kaum lansia ..................................... 3 B.Plus-Minus dipanti jompo .............................................................. 4 C.Profil pengurus ............................................................................... 5 D.Profil penghuni panti ...................................................................... 6 E.Undang-Undang ............................................................................. 7

Kesimpulan Penutup Daftar Pustaka

.................................................................................................. 10 .................................................................................................. 11 .................................................................................................. 12

ii

BAB I PENDAHULUAN

Panti jompo ( zaman dahulu ) adalah suatu tempat / lembaga dimana terdapat orang tua lansia ( lanjut usia ) yang hidupnya kurang mampu dalam segi ekonomi,maka didirikanlah sebuah tempat yang dinamakan PANTI JOMPO dimana orang tua lansia dapat tinggal ditempat itu hingga akhir hidupnya, Pada zaman dahulu panti jompo ini memang benar-benar didirikan untuk orang tua lansia yang tidak memiliki sanak famili, atau bahkan anak kandung sendiri. Panti jompo ( zaman sekarang ) adalah suatu tempat / lembaga dimana terdapat orang tua lansia ( lanjut usia ) yang dititipkan secara sengaja oleh anaknya sendiri ( anak kandung ) . Hal ini terjadi disebabkan oleh kurangnya rasa kasih sayang antara anak dan orang tuanya. Bagi orang tua yang sadar telah 'membesarkan' anaknya, selama mereka bisa melupakan jasa baiknya, maka tidak akan timbul harapan-harapan itu, yang berarti tidak ada kesedihan atau masalah, meskipun anak / cucunya benar-benar melupakan. Sebagai orang tua mereka menyadari bahwa kemarahannya juga menjadi kemarahan Tuhan dan keridhoannya menjadi keridhoanNya. Orang tua dengan tingkat pemahaman seperti ini, bisa merasakan "cinta" dan kasih sayang tersebar dimana-mana, tidak hanya kepada anak/cucunya saja. Rasanya kurang hati-hati mudahnya orang tua mengutuk anak yang dianggap durhaka, meski itu manusiawi, seolah menutup kemungkinan perubahan pada anaknya. Bukankah atas kehendakNya waktu dan kondisi bisa merubah sifat manusia. Bagi anak yang memahami etika di atas, dia akan selalu mengingat budi baik orang tua yang telah diterimanya. Sebagai anak yang berbakti dia akan merawat orang tuanya dengan penuh kesabaran bila sekarang sedang bersamanya dan bila berjauhan akan mengunjungi secara rutin orang tuanya tanpa diminta, meski orang tua tidak mengetahui etika di atas, hal yang menjadi kesedihanya sudah pasti tidak akan pernah terjadi. Salah satu pihak bisa memahami etika itu sudah cukup untuk memberikan keharmonisan, apalagi kedua-duanya mengetahui, tentu semakin tinggi tingkat pengertian antara orang tua dan anak.

BAB II PEMBAHASAN

Ayah dan ibu adalah dua orang yang sangat berjasa pada kita. Lewat keduanya lah kita terlahir didunia ini. Keduanya menjadi sebab seorang anak bisa mencapai surga. Doa mereka ampuh. Kutukannya juga manjur. Namun betapa banyak sekarang ini kita jumpai anak - anak yang durhaka kepada orang tuanya. Panti jompo menjamur dimana-mana, ini menunjukkan tidak mengertinya sang anak akan harga kedua orang tuanya. Mereka titipkan kedua orang tuanya disana dalam keadaan sengsara dan kesepian melewati masa - masa tuanya, sementara mereka bersenang - senang dirumah mewah. Kejadian seperti ini juga akibat kesalahan orang tua yang tidak memberi pendidikan agama kepada anaknya. Nash yang berbicara tentang perintah dan anjuran berbuat baik kepada kedua orang tua : Dari AL-Quranul karim ALLAH Subhanahu wa taala berfirman : Beribadahlah kalian kepada ALLAH dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua(An Nisa:36). MENITIPKAN orangtua di Panti Jompo, ada plus ada minusnya. Mereka bisa bergaul dengan orang seusianya. Namun, melupakan orangtua itu bukanlah suatu yang baik. Yang penting siapkan anak secara baik. Jika disiapkan secara baik, kebaikan pula yang diperoleh orangtua.

A. Penyakit yang sering dialami kaum Lansia - STRESS Stress merupakan perasaan tertekan saat menghadapi permasalahan. Stress bukan penyakit, tapi bisa menjadi awal timbulnya penyakit mental atau fisik jika terlalu lama. Stress menimpa tiap orang. Ciri orang stress bisa dilihat dari caranya bicara. Masalah yang sama bisa memberikan stress dan beban yang berbeda pada orang berbeda. Hampir tidak ada ciri fisik pada orang stress, tapi bisa dilihat dari tekanan darah dan jantung. Lama mengalami stress bisa mempengaruhi sistem tubuh, misalnya menimbulkan sakit maag. Penyebab stress di kalangan lansia, beda dengan remaja dan anak-anak. Masalah yang paling sering menyebabkan stress pada lansia post power syndrome. Kehilangan jabatan bisa menjadi penyebab, perasaan kecewa karena tidak lagi dihormati seperti dulu, menyebakan perilakunya sering seperti anak kecil, ingin diperhatikan orang. Hubungan dalam keluarga, juga bisa menimbulkan stress. Sering orang lansia merasa tidak diperhatikan lagi anak atau menantunya. Padahal dulu mereka selalu dekat dengan anak. Menghadapi situasi itu, orangtua itu harus cepat menyadari bahwa anaknya juga punya kesibukan dan kehidupan sendiri. Kiat mengatasi stress, dengan cara memandang permasalahan dari sudut pandang lebar, dari berbagai aspek, kemudian berusaha membuat kegiatan dan mencari kebanggaan di tempat lain. Tidak usah mengingat kebanggaan dulu. Dalam hubungan dengan anak dia harus menyadari anaknya sekarang memiliki kehidupan lain.

B. Plus-Minus di Panti Jompo

Secara psikologis, stress tidak apa, asalkan bisa keluar darinya. Malah akan lebih baik jika seseorang sudah terbiasa dari kecil menghadapi tekanan-tekanan dalam batas tertentu. Dia akan bisa mandiri, beda dengan anak yang sejak kecil biasa tergantung, dan segala kebutuhannya terpenuhi. Pelaku bunuh diri sebagian besar mereka yang daya tahannya terhadap tekanan begitu rapuh. Secara ilmiah tidak ada perbedaan antara lansia wanita dan pria. Yang membedakan, masa lalu. Orang yang masa lalunya banyak kekecewaan, misalnya broken home akan terpengaruh masa tuanya. Masa lalu yang baik, harmonis, akan menjadi modal di masa tua. Soal panti jompo, plus minus lansia dititipkan di panti jompo. Bagi si anak, tidak repot, karena sudah ada yang mengurus. Tapi lebih banyak sisi negatif dari segi hubungan emosi dengan anak. Orangtua akan merasa diri dikucilkan, merasa dibuang. Perasaan dibuang ini akan berdampak kurang baik bagi kesehatan fisik. Kalau masih bisa jangan menitipkan orangtua di panti jompo.

Mbok Rosidah dan ibu Aah

Kamar Salah Satu Penghuni Panti

Kamar Mandi untuk penghuni Panti Wredha Welas Asih

Dapur Panti Werda Welas Asih

C. Pengurus Harian.

PROFIL

Nama TTL Alamat

: Eka Sukmawati : Tasikmalaya, 22 Oktober 1977 : Kp.Pengkolan, Ds.Cikadongdong, RT 03/01 Kec. Singaparna.

Jabatan

: 1. Bendahara 2. Pengurus Harian

Pend.Terakhir : D3 Stikes Muhamadiah

D. Sebagian Penghuni Panti 1. Rosidah

Nama Asal Umur Pengalaman Bekerja Alasan Masuk Panti

: Rosidah : Banyumas : 73 Thn : Wiraswasta : Hidup Sebatang Kara.

Singkat Cerita Tentang Beliau,

Mbok Rosidah berasal dari Banyumas, Sebelum dititipkan di Panti beliau pernah berjualan Pecel di Sekitaran Mesjid Agung Tasikmalaya, Dikarenakan beliau mengidap penyakit darah tinggi dan hidup sebatang kara, beliau dititipkan oleh salah satu orang yang bekerja disekitaran Mesjid Agung 8

2.

R. Dedi

Nama TTL Asal Pengalaman kerja Alasan Masuk Panti

: R.Dedi Surya,S.pd : Pandeglang, 21 Juni 1960 : Pandeglang, Banten : Wiraswasta : Karena berbagai musibah

Singkat Cerita Tentang Beliau,

Bapak Dedi berasal dari Pandeglang, Banten. Sebelum dititipkan di Panti beliau pernah bekerja sebagai Operator Penyiaran di salah satu Station Televisi Swasta dan Pernah menjadi Dosen di salah satu Universitas di Tanggerang. Dikarenakan beliau mengalami berbagai musibah.

E.

Undang Undang Kesejahteraan Lanjut Usia

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KESEJAHTERAAN LANJUT USIA UMUM Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudi luhur mempunyai ikatan kekeluargaan yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa, yaitu menghormati serta menghargai peran dan kedudukan lanjut usia yang memiliki kebijakan dan kearifan serta pengalaman berharga yang dapat diteladani oleh generasi penerusnya. Perwujudan nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa tersebut harus tetap dipelihara, dipertahankan, dan dikembangkan. Upaya memelihara, mempertahankan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya tersebut dilaksanakan antara lain melalui upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan para lanjut usia. Agar upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia dapat dilaksanakan secara berdaya guna dan berhasil guna serta menyeluruh dan berkesinambungan, diperlukan undang-undang sebagai landasan hukum yang kuat dan merupakan arahan baik aparatur Pemerintah maupun masyarakat. Undang-undang tersebut juga dimaksudkan sebagai pengganti Undang-undang Nomor 4 Tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan Penghijauan Orang Jompo (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2747). Secara umum materi yang diatur dalam Undang-undang ini, antara lain meliputi: 1. Tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial lanjut usia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 2. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia dilaksanakan melalui pelayanan: a. keagamaan dan mental spiritual; b. kesehatan; c. kesempatan kerja; d. pendidikan dan pelatihan; e. kemudahan dalam penggunaan fasilitas sarana dan prasarana umum; f. kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum; g. perlindungan sosial; i. bantuan sosial. 3. Upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat. 4. Ketentuan pidana dan sanksi administrasi dimaksudkan untuk lebih memberikankepastian hukum terhadap upaya pelayanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. 5. Ketentuan mengenai koordinasi dimaksudkan untuk memadukan penetapan dan pelaksanaan kebijakan Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial lanjut usia.
10

Kesimpulan
Kita sebagai generasi muda harus menyadari kita lahir dan tercipta dari mana. Hidup harus tetap berjalan walaupun berbagai musibah melanda karena di balik itu semua pasti ada hikmahnya. Pergunakanlah masa mudamu sebaik mungkin sebelum menjelang masa tuamu. Sayangilah kedua orang tuamu sebagaimana mereka menyayangimu sewaktu kecil.

11

BAB III PENUTUP


Panti jompo adalah suatu tempat atau lembaga suatu tempat / lembaga dimana terdapat orang tua lansia ( lanjut usia ) yang dititipkan oleh anaknya baik secara sengaja ataupun tidak. Penyakit yang sering ditemui pada lansia adalah stress. Dan masalah yang sering dialami yang bisa mengakibatkan stress berat pada lansia adalah post power syndrome. Menitipkan orangtua di Panti Jompo ada plus minusnya. Bagi si anak, tidak repot, karena sudah ada yang mengurus. Tapi lebih banyak sisi negatif dari segi hubungan emosi dengan anak. Orangtua akan merasa diri dikucilkan, merasa dibuang. Perasaan dibuang ini akan berdampak kurang baik bagi kesehatan fisik. Kalau masih bisa jangan menitipkan orangtua di panti jompo. Karena kita pasti akan menyesal karena telah menelantarkan orangtua kita.

12