P. 1
Teknik Wawancara Psikiatri Sdh

Teknik Wawancara Psikiatri Sdh

|Views: 590|Likes:
Dipublikasikan oleh mariamunsri

More info:

Published by: mariamunsri on Jun 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2014

pdf

text

original

TEKNIK WAWANCARA PSIKIATRIK

Dr.Victor Eliezer Departemen Psikiatri FK UNJA

PENDEKATAN WAWANCARA

Secara eklektik (rinci dan selektif) Holistik (memandang manusia sbg satu kesatuan yg utuh yg tak dpt dipisahkan yaitu dr segi organobiologis, psiko-edukatif dan sosiokultural) Tidak hanya mencari riwayat penyakit, tapi juga memperhatikan perasaan pasien dan membina hubungan baik dg pasien

TUJUAN WAWANCARA

Mengumpulkan data tentang riwayat masalah pd pasien
Memeriksa keadaan mental pasien Menegakkan diagnosis Merencanakan terapi

  

WAWANCARA PSIKIATRIK

 

Membutuhkan keterampilan khusus krn PS seringkali malu mengemukakan masalah emosionalnya PS tidak terbuka mengatakan gejala yg dia rasakan Perlu menjaga kerahasiaan PS Jangan lakukan wawancara di depan umum Bl perlu membicarakan kasus, lakukan dg anonim

BINA HUBUNGAN DOKTER/PERAWAT - PASIEN

Beri salam sambil tersenyum


 

Perkenalkan diri
Duduk berhadapan, ada kontak mata Lingkungan nyaman, tidak bising dan tidak banyak intervensi (bunyi tel, orang lalu lalang dll) Sesuaikan tingkat komunikasi dg keadaan PS


Hargai PS & perhatikan perasaannya
Bl ingin bertanya kepada keluarga, minta izin terlebih dulu kepada PS

PASIEN YG MEMERLUKAN PERHATIAN
 


  

Tak ditemukan kelainan fisik Ps yg datang berulangkali Ps dg keluhan berganti-ganti Ps dg keluhan beraneka Ps yg emosional Ps yg jelas menunjukkan ggn jiwa atau perilaku

WAWANCARA

Bantu PS agar merasa cukup nyaman memberikan informasi
Perhatikan komunikasi PS, baik verbal maupun nonverbal Pada awal wawancara biarkan PS mengemukakan keluhannya, yang membawa dia mencari pertolomgan

KOMUNIKASI NONVERBAL
1. Ekspresi wajah: tatapan mata, kerut dahi, alis, hidung dan kesesuaian antara sorot mata dan ekspresi wajah 2. Suara: nada, intonasi, jeda kata, cara bicara 3. Sikap tubuh: cara bersikap, gerakan tubuh, tangan, kaki 4. Reaksi fisiologis: wajah merah/pucat, berkeringat, napas tersengal, pupil mata melebar 5. Penampilan: cara berpakaian, sikap dlm duduk dan berdiri

PROSES WAWANCARA
1. Perkenalan dan memberi salam
Sebaiknya terapislah yg terlebih dulu memberi salam dan memperkenalkan diri. Pakailah bahasa yg mudah dimengerti oleh PS, temponya sesuaikan dg keadaan PS, jangan terburu-buru.

2.Bina hubungan slg mempercayai
Terapis tidak secara spontan dipercaya oleh PS, tapi perlu dibina melalui sikap & perilaku terapis yg berempati dan mengerti perasaan mereka.

PROSES WAWANCARA
3.Menjadi pendengar yang efektif
Seringkali orang mulai merasa lebih baik, apabila mereka diberi kesempatan utk bicara dan yakin bahwa mereka didengarkan. Masalah depresi, kecemasan, ketakutan yang tak dapat diatasi, sakit dan nyeri yang tak ditemukan ggn fisiknya, dan berbagai gejala lainnya, dapat disebabkan oleh perasaan yg ditekan dan tidak diekspresikan.

CARA MENJADI PENDENGAR YANG EFEKTIF
        

Duduk berhadapan dan membungkuk ke arah PS Membuat kontak mata Rileks dan sikap terbuka, hangat & empatik Memberi perhatian sepenuhnya Suara lembut Tidak memotong pembicaraan Tidak menghakimi Tidak memberi penilaian Menganggukkan kepala dan mengatakan “Ya, saya mengerti”

MENDENGARKAN: TINGKATAN
  

Memperhatikan perkataan PS Memperhatikan nada suara Mengamati gerak tubuh saat bicara Memperhatikan keheningan dan apa yg tidak dikatakan oleh PS Memperhatikan makna dr kata-kata PS Memperhatikan perasaan PS

KESALAHAN YG SRG DILAKUKAN


     

Mendengar sb menulis atau kerja lain Pandangan menerawang Cenderung memperhatikan penampilan Tidak sabar, menyela/interupsi Berargumentasi Banyak bicara atau menasihati Berbasa-basi Terlalu cepat menyimpulkan

TEKNIK WAWANCARA
Gunakan pertanyaan terbuka dan pertanyaan spesifik a. Pertanyaan terbuka memberi kesempatan kepada PS untuk bebas menjawabnya dg bahasanya sendiri misalnya: “Bagaimana keadaan di runah bapak/ibu? b. Pertanyaan spesifik  yaitu pertanyaan tertutup dg jawaban “ya” atau “tidak”. Misalnya: “Apakah bapak/ibu berpikir untuk bunuh diri?” atau “Pernahkah bapak/ibu berobat untuk keluhan ini?”

TEKNIK WAWANCARA
Tunjukkan pd PS bhw anda mendengarkan mereka a. Perhatian secara nonverbal  biarkan PS menceritakan hal yg mereka anggap penting. Lakukan kontak mata, anggukkan kepala untuk menunjukkan bahwa anda tertarik b. Fasilitasi  komentar spt “Bisa anda cerita lb lanjut ttg itu” akan menolong PS memusatkan pada ceritanya c. Menyimpulkan  misalnya: “Jadi anda mengalami sedih sejak 3 minggu ini, sulit tidur dan berat badan menurun”. Hal ini membuat PS merasa anda mendengarkan dan dia dpt mengoreksi kesalahan d. Klarifikasi  untuk menyimpulkan dan menghubungkan satu sama lain. Misalnya “jadi anda merasa sedih dan susah tidur stl anak DO dari sekolah?”

TEKNIK WAWANCARA Riwayat penyakit sekarang
1. Onset, deviasi dan perubahan gejala dari waktu ke waktu 2. Stres pemicu khususnya ttg kehilangan, kematian, PHK atau kehilangan uang/harta 3. Persepsi PS ttg dirinya atau persepsi orang lain ttg PS (pasangan, O.T.) 4. Gangguan dan pengobatan sebelumnya 5. Kemampuan adaptasi sosial (pekerjaan, sekolah dll), Keuntungan sekunder yg diperoleh PS (dari pekerjaan, sekolah, rumah)

TEKNIK WAWANCARA Riwayat pribadi
a. Perkembangan b. Informasi ttg perkembangan usia dini (riwayat kehamilan, kelahiran). Informasi didpt dr keluarga c. Temperamen waktu kecil, kejadian penting dlm keluarga (kematian, perpisahan, perceraian) yg dpt mempengaruhi berkembangnya temperamen ini d. Riwayat sekolah, teman, stabilitas keluarga, penelantaran atau penganiayaan, hubungan PS dg O.T., saudara kandung dan teman merupakan barometer penting

TEKNIK WAWANCARA Riwayat sosial
a. Apakah PS pendiam dan tidak berkawan atau mudah dan banyak kawan b. Apakah ada perubahan kepribadian yg dirasakan oleh PS atau diamati oleh keluarga atau teman c. Status perkawinan dan taraf fungsi seksual sekarang d. Riwayat pekerjaan (sudah berapa kali pindah dan alasan pindah), masalah alkohol atau perilaku anti sosial e. Riwayat berhubungan dg aparat (masalah disiplin atau tindak kekerasan)

TEKNIK WAWANCARA Riwayat keluarga
a. Riwayat masalah keswa pada anggota keluarga (ggn jiwa, problem NAPZA, usaha bunuh diri dll) b. Riwayat penyakit genetik, sikap keluarga thd ggn jiwa dan pengobatannya c. Riwayat jenis obat yg berhasil baik untuk terapi ggn yg sama. Kemungkinan obat yg sama juga akan bereaksi baik thd PS sekarang

TEKNIK WAWANCARA Riwayat Psikiatrik
Perlu dicatat dlm riwayat penyakit
sekarang.

 Masalah keswa sebelumnya
 Riwayat pengobatan: nama dokter dan tempatnya, jenis obat, dosis dan hasil terapi

TEKNIK WAWANCARA Riwayat penggunaan atau penyalahgunaan zat
Secara hati-hati tanyakan juga penggunaan: - Narkotika - Psikotropika - Alkohol

- Nikotin
dan dampaknya thd PS termasuk aspek legal

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
STATUS MENTAL DINYATAKAN SAAT DIPERIKSA BERDASARKAN WAWANCARA DAN OBSERVASI  Penampilan: cara berpakaian & penampakan  Sikap: kooperatif/tidak, menggoda, hostil, bosan dll  Perilaku & psikomotor: Posisi berdiri, gerakan, agitasi/retardasi, sikap aneh

 Pembicaraan: cepat/lambat, monoton, emosional, bicara besar, gangguan bicara, aphasia

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
5. Mood/afek & emosi: mendatar, apropriate/ tidak, stabil/labil 6. Persepsi: halusinasi, ilusi, depersonalisasi, derealisasi 7. Proses pikir: asosiasi longgar, tangensial sirkumstansial, bloking, perseverasi, echolalia, ide meloncat-loncat 8. Isi pikir: waham, obsesi, bunuh diri atau membunuh

9. Pendapat: sesuaikan dengan budaya setempat
10. Sensorium dan kognitif

PENEGAKAN DIAGNOSIS
1. 0801  Gangguan Psikotik 2. 0802  Gangguan Neurotik 3. 0803  Retardasi Mental 4. 0804  Gangguan Jiwa yg bermula pd anak dan remaja

5. 0805  Gangguan Jiwa lainnya

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->