80% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
8K tayangan13 halaman

Turbin Impuls

Dokumen tersebut membahas tentang tiga jenis turbin impulse, yaitu turbin cross-flow, turbin pelton, dan turbin turgo. Jenis-jenis turbin tersebut memiliki prinsip kerja berbeda dalam mengubah energi kinetik fluida menjadi energi mekanik untuk memutar poros.

Diunggah oleh

Adi Kurnia Muktabar
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
80% menganggap dokumen ini bermanfaat (5 suara)
8K tayangan13 halaman

Turbin Impuls

Dokumen tersebut membahas tentang tiga jenis turbin impulse, yaitu turbin cross-flow, turbin pelton, dan turbin turgo. Jenis-jenis turbin tersebut memiliki prinsip kerja berbeda dalam mengubah energi kinetik fluida menjadi energi mekanik untuk memutar poros.

Diunggah oleh

Adi Kurnia Muktabar
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS II MESIN FLUIDA DAN PERPINDAHAN

DISUSUN OLEH : GIGIH PRIBADI ANDRE KRISNA PUTRA ADI KURNIA MUKTABAR L2E009031 L2E009042 L2E009059

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

TURBIN IMPULS

A. Cara Kerja Turbin Impulse : Turbin jenis ini mengubah dari fluida dengan kecepatan tinggi. Impulse total akan memutar turbin. Turbin impuls merubah aliran semburan air. Semburan turbin membentuk sudut yang membuat aliran turbin. Hasil perubahan momentum (impuls) disebabkan tekanan pada sudu turbin. Sejak turbin berputar, gaya berputar melalui kerja dan mengalihkan aliran air dengan mengurangi energi. Sebelum mengenai sudu turbin, tekanan air (energi potensial) dikonversi menjadi energi kinetik oleh sebuah nosel dan difokuskan pada turbin. Tidak ada tekanan yang dirubah pada sudu turbin, dan turbin tidak memerlukan rumahan untuk operasinya. Hukum kedua Newton menggambarkan transfer energi untuk turbin impuls. Turbin impuls paling sering digunakan pada aplikasi turbin tekanan sangat tinggi. Yang termasuk jenis turbin ini antara lain : Turbin Pelton, Turbin Turgo dan Turbin MichellBanki (juga dikenal sebagai turbin crossflow atau ossberger).

B. Macam-Macam Turbin Impulse Turbin Cross-Flow Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang sama. Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih kecil dan lebih kompak dibanding kincir air. Diameter kincir air yakni roda jalan atau runnernya biasanya 2 meter ke atas, tetapi diameter Turbin Cross-Flow dapat dibuat hanya 20 cm saja sehingga bahan-bahan yang dibutuhkan jauh lebih sedikit, itulah sebabnya bisa lebih murah. Demikian juga daya guna atau effisiensi rata-rata turbin ini lebih tinggi dari pada daya guna kincir air. Hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh pabrik turbin Ossberger Jerman Barat yang menyimpulkan bahwa daya guna kincir air dari jenis yang paling unggul sekalipun hanya mencapai 70 % sedang effisiensi turbin Cross-Flow mencapai 82 % (

Haimerl, L.A., 1960 ). Tingginya effisiensi Turbin Cross-Flow ini akibat pemanfaatan energi air pada turbin ini dilakukan dua kali, yang pertama energi tumbukan air pada sudu-sudu pada saat air mulai masuk, dan yang kedua adalah daya dorong air pada sudusudu saat air akan meninggalkan runner. Adanya kerja air yang bertingkat ini ternyata memberikan keuntungan dalam hal effektifitasnya yang tinggi dan kesederhanaan pada sistim pengeluaran air dari runner.

Gambar 1 Turbin Cross-Flow Turbin Pelton Turbin pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang prinsip kerjanya memanfaatkan energi potensial air sebagai energi listrik tenaga air. Prinsip kerja turbin pelton adalah memanfaatkan daya fluida dari air untuk menghasilkan daya poros. Pada turbin pelton energi potensial air berubah menjadi energi kinetik melalui nosel disemprotkan ke bucket untuk dirubah menjadi energi mekanik yang digunakan untuk memutar poros generator. Turbin Pelton termasuk jenis turbin impuls yang merubah seluruh energi air menjadi energi kecepatan sebelum memasuki runner turbin. Perubahan energi ini dilakukan didalam nozzle dimana air yang semula mempunyai energi potensial yang tinggi diubah menjadi energi kinetis. Pancaran air yang keluar dari nozzle akan menumbuk bucket yang dipasang tetap sekeliling runner dan garis pusat pancaran air menyinggung lingkaran dari pusat bucket. Kecepatan keliling dari bucket akibat tumbukan yang terjadi tergantung dari jumlah dan ukuran pancaran serta kecepatannya. Kecepatan pancaran tergantung dari tinggi air di atas nozzlenya serta effisiensinya.

Gambar 2 Turbin Pelton Turbin Turgo Turbin Turgo adalah turbin impuls air yang dirancang untuk aplikasi kepala (head) sedang. Operasional Turbin Turgo mencapai efisiensi sekitar 87%. Dalam tes pabrik dan laboratorium Turbin Turgo tampil dengan efisiensi hingga 90%. Dikembangkan pada 1919 oleh Gilkes sebagai modifikasi dari roda Pelton, Turgo memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Francis dan desain Pelton untuk aplikasi tertentu. 1. Pertama, runner lebih murah daripada membuat roda Pelton. 2. Kedua, tidak memerlukan housing kedap udara seperti Francis. 3. Ketiga, ia memiliki tinggi kecepatan tertentu dan dapat menangani aliran lebih besar dari diameter roda Pelton yang sama, yang mengarah ke generator berkurang dan biaya instalasi. Turbin Turgo beroperasi dalam berbagai Head dimana Francis dan Pelton tidak bisa. Mereka juga populer untuk hidro kecil dimana biaya rendah adalah sangat penting. Seperti semua turbin dengan nozel, penyumbatan oleh sampah harus dicegah untuk operasi yang efektif.

Gambar 3 Turbin Turgo

Segitiga Kecepatan Segitiga kecepatan pada sudu turbin impuls

Gambar 4 Segitiga kecepatan pada sudu-sudu turbin impuls

Segitiga kecepatan adalah dasar kinematika dari aliran fluida gas yang menumbuk sudu turbin. Dengan pemahaman segitiga kecepatan akan sangat membantu alam pemahaman proses konversi pada sudu-sudu turin uap atau pada jenis turbin yang lain. Adapun notasi dari segitiga kecepatan adalah sebagai berikut Vs1 = Kecepatan absolut fluida meninggalkan nosel VB = Kecepatan sudu Vr1 = kecepatan relatif fluida Vr2 = Kecepatan relatif fluida meninggalkan sudu Vs2 = Kecepatan absolut fluida meninggalkan sudu

Dari segitiga kecepatan diatas, panjang pendeknya garis adalah mewakili dari besar kecepatan masing-masing. Sebagai contoh, fluida masuk sudu dari nosel dengan kecepatan VS1 kemudian keluar dari nosel sudah berkurang menjadi VS2 dengan garis yang lebih pendek, artinya sebagian energi kinetik fluida masuk sudu diubah menjadi energi kinetik sudu dengan kecepatan VB, kemudian fluida yang sudah memberkan energinya meningglkan sudu dengan kecepatan VS2. Proses perubahan atau konversi energi pada turbin adalah sama dengan perubahan energi pada motor bakar, tetapi dengan metode yang berbeda. Untuk motor bakar, pada langkah ekspansi fluida gas yaitu gas pembakaran energinya mengalami penurunan bersamaan dengan penurunan tekanan di dalam silinder, hal itu karena sebagian energinya diubah menjadi energi kinetik gas pembakaran dan dikenakan langsung pada torak. Karena ada dorongan dari energi kinetek gas pembakaran torak begerak searah dengan gaya dorong tersebut, kondisi ini disebut langkah tenaga.

Materi Tambahan: Turbin uap impuls A. Turbin impuls satu tahap ( Turbin De Laval) Pada gambar diatas adalah skema turbin De laval atau turbin impuls satu tahap. Turbin terdiri satu atau lebih nosel konvergen divergen dan sudu-sudu impuls terpasang pada roda jalan (rotor). Tidak semua nosel terkena semburan uap panas dari nosel, hanya sebagian saja. Pengontrolan putaran dengan jalan menutup satu atau lebih nosel konvergen divergen. Adapun cara kerjanya adalah sebgai berikut. Aliran uap panas masuk nosel konvergen divergen, di dalam nosel uap berekspansi sehingga tekanannya turun. Berbarengan dengan penurunan tekanan, kecepatan uap panas naik, hal ini berarti terjadi kenaikan energi kinetik uap panas. Setelah berekspansi, uap panas menyembur keluar nosel dan menumbuk sudu-sudu impuls dengan kecepatan abolut Vs1. Pada sudu-sudu impuls uap panas memberikan sebagian energinya ke sudu-sudu, dan mengakibatkan sudu-sudu bergerak dengan kecepatan Vb. Tekanan pada sudu-sudu turbin adalah konstan atau tetap, sedangkan kecepatan uap keluar sudu berkurang menjadi Vs2

Gambar 7 Turbin uap impuls satu tahap

B. Turbin impuls gabungan Turbin impuls satu tahap atau turbin De laval mempunyai kendal-kendala teknis yang tidak menguntungkan. Sebagai contoh berikut ini, kecepatan uap masuk sudu terlalu tinggi kalau hanya untuk satu baris sudu, efeknya kecepatan putar sudu menjadi tinggi, dan melampaui batas keselamatan yang diizinkan, karena tegangan sentrifugal yang harus ditahan material rotor. Disamping itu dengan kecepatan rotor yang tinggi diperlukan roda gigi reduksi yang besar dan berat untuk menghubungkan rotor dengan generator listrik. Dengan alasan-alasan tersebut,

dikembangkan dua pilihan turbin impuls gabungan yaitu turbin gabungan kecepatan atau turbin Curtiss dan turbin impuls gabungan tekanan atau turbin Rateau

B.1. Turbin impuls Curtiss Turbin uap Curtiss adalah turbin yang bekerja dengan prinsip impuls secara bertahap. Berbeda dengan turbin satu tahap, turbin Curtiss mempunyai beberapa baris sudu bergerak dan baris sudu tetap. Pada gambar 9.13 adalah susunan turbin uap Curtiss, proses ekspansi uap panas pada nosel, dimana kecepatan uap panas naik ( Vs1) dan tekanan turun. Uap panas yang mempunyai kecepatan tinggi masuk baris pertama sudu bergerak, pada tahap ini uap memberikan sebagian energinya sehingga kecepatannya turun (Vs2). Selanjutnya, sebelum masuk baris sudu bergerak tahap II, terlebih dahulu melewati sudu tetap. Pada sudu-sudu tetap yang berbentuk simetris, uap tidak kehilangan energinya, kecepatan (Vs3) dan tekanannya konstan. Uap dengan kecepatan Vs3 setelah melewati sudu tetap masuk baris sudu bergerak tahap II, uap memberikan energinya yang tersisa ke sudu-sudu bergerak, karena itu kecepatannya turun kembali menjadi Vs4.

Gambar 8 Susunan Turbin uap Curtiss

Pada turbin Curtiss penurunan uap terjadi dengan sempurna pada nosel sehingga tidak ada penurunan tekanan lagi pada sudu-sudu, dan energi kinetik dari nosel dipakai oleh dua baris sudu bergerak tidak hanya satu baris saja. Ciri khas dari turbin ini adalah kecepatan akan turun setelah melewati sudu bergerak, dan kecepatannya konstan pada sudu tetap. Untuk memahami lebih lanjut tentang perubahan nilai kecepatan, dapat menggunakan analisa segitiga kecepatan dari turbin Curtiss. Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar 9.14, dari segitiga tersebut dapat dilihat,

Gambar 9 Segitiga kecepatan turbin uap Curtiss

B.2. Turbin impuls Rateau Pada turbin Curtiss yaitu turbin gabungan kecepatan yang sudah dibahas pada sub bab diatas, masih mempunyai kelemahan yaitu kecepatan uapnya masih tinggi, sehingga timbul gesekan yang merupakan kerugian aliran, kondisi ini sama dengan turbin impuls satu tahap. Untuk mengatasi hal tersebut, Rateau membuat turbin impuls gabungan tekanan. Pada turbin ini, turbin dibagi menjadi beberapa bagian dengan susunan seri, dimana setiap bagian terdiri dari nosel dan sudu bergerak, yaitu sama dengan susunan turbin satu tahap.

Pada gambar 9 adalah skema sederhana dari turbin rateau. Dari gambar tersebut didapat susunan dasar turbin, yaitu terdiri dari dua bagian kombinasi nosel dan sudu bergerak. Dari diagram tekanan dan kecepatan absolut dapat dibahas sebagai berikut. Uap panas pertama masuk pada bagian pertama, kecepatan akan naik pada nosel dan kemudian turun pada sudu bergerak. Selanjutnya, uap panas masuk ke nosel bagian dua, kecepatan naik lagi pada nosel dan turun kembali pada sudu bergerak. Pada setiap bagian, uap akan mengalami penurunan tekanan setelah dari nosel. Jadi pada turbin Rateau, uap panas akan berekspansi setiap masuk nosel, dengan demikian energi uap akan terbagi merata. Jika dibandingkan dengan turbin satu tahap, pada turbin ini, jumlah energi uap panas yang berekspansi pernoselnya jauh lebih kecil, sehingga kenaikan kecepatan absolutnya tidak terlalu tinggi. Turbin ini mempunyai keunggulan yaitu kecepatan sudunya rendah, kecepatan uap rendah ( gesekan kecil),dan distribusi kerja perbagian merata. Kelemahannya adalah penurunan tekanan yang terus menerus pada setiap bagian, sehingga resiko kebocoran uap lebih besar. Untuk memperoleh efisiensi tinggin, turbin rateau juga harus mempunyai tahapan yang banyak. Dengan alasan-alasan tersebut, turbin Rateau banyak dipakai untuk unit yang besar, dimana efisiensi lebih penting daripada biaya investasi

Gambar 10 Segitiga kecepatan turbin uap Rateau

Gambar 11 Susunan turbin uap Rateau

Pada gambar adalah contoh segitiga kecepatan dari turbin rateau. dari segitiga tersebut terlihat bentuk dari segitiga adalah sama untuk setiap tahap, dimana bentuknya adalah segitiga kecepatan turbin satu tahap yang disusun seri. Kecepatan Vs1 dari sudu tetap yang berfungsi nosel, akan masuk ke sudu bergerak dan nilainya turun menjadi Vs2, demikian juga untuk kecepatan relatifnya juga turun. Kemudian, kecepatan Vs2 naik lagi setelah melewati sudu bergerak menjadi Vs3, dimana nilai kecepatan ini secara ideal adalah sama dengan Vs1, dan prosesnya berlanjut sampai tahap terakhir turbin.

Common questions

Didukung oleh AI

Single-stage impulse turbines like De Laval face challenges such as high rotational speeds that exceed safety limits and the requirement for large reduction gears due to high initial steam velocities . Compounded impulse turbines, like the Curtiss and Rateau, mitigate these issues through multiple-staged designs that distribute pressure and velocity reductions across several stages, leading to safer operational speeds and reduced mechanical stress . This approach also enhances energy distribution and minimizes losses due to reduced steam velocity.

The divided-stage design of Turbin Rateau enhances efficiency by distributing steam expansion across multiple stages, thereby minimizing kinetic energy spikes and associated friction losses during conversion . Each stage consists of a nozzle and moving blades, allowing steam to expand stepwise while effectively lowering the risk of leakage and maintaining stable operations. This methodically staged pressure distribution helps achieve higher efficiency levels crucial for large-scale applications where energy conservation and reliability are priorities.

Turbin Turgo operates with higher efficiency in medium-head applications, achieving around 87% up to 90% efficiency in tests, compared to Turbin Pelton's emphasis on high-head applications . Unlike Pelton turbines, Turgo handles higher flow rates due to its specific design, which allows for larger flows without requiring an airtight housing . The Turgo's efficient operation across varied head ranges and lower production costs make it more adaptable for mid-range hydro installations.

Turbin Pelton utilizes the potential energy of water by converting it into kinetic energy through nozzles. The potential energy transformation is optimized as the high-velocity jet emerging from the nozzle strikes the buckets on the runner. This interaction converts the kinetic energy of the water into mechanical energy to rotate the generator's shaft . The entire energy transition occurs before the water hits the runner, focusing on kinetic energy conversion.

Turbin Pelton transforms energy by converting water's potential energy into kinetic energy via a nozzle before directing this high-speed jet onto runner buckets for mechanical power generation, mainly suitable for high-head scenarios . Conversely, Turbin Cross-Flow uses a dual-stage process allowing water to act twice—initial impact and exit—to efficiently convert energy in lower head conditions . While Pelton achieves transformation pre-impact, Cross-Flow engages water throughout the turbine, offering greater overall efficiency in micro hydro settings.

The velocity triangle is crucial for understanding the energy conversion process in impulse turbines by depicting the relationship between the absolute, blade, and relative velocities of steam as it interacts with the turbine blades. In Turbin uap Curtiss, the velocity triangle illustrates how kinetic energy is transferred across multiple stages, with steam losing speed while passing through the moving blades and maintaining constant speed in fixed blades . This analysis helps optimize blade angles and configurations for efficient energy use.

Understanding the velocity triangle in a Turbin Curtiss allows engineers to precisely optimize the blade angles and spacing to maximize energy conversion efficiency . The velocity triangle clarifies how steam velocities are transformed as it moves through moving and stationary blades, facilitating more efficient energy transfer and steam utilization. This understanding helps minimize energy losses and ensure optimized pressure and flow continuity across the turbine stages, thereby improving the turbine's operational efficiency in practice.

Turbin Turgo’s strategic advantages in small hydro installations include its cost-effectiveness and ability to handle significant water flows without necessitating airtight housing, unlike Francis turbines . The design facilitates higher specific speeds and reduced material costs of the runner assembly compared to Pelton wheels. This versatility and financial savings are particularly advantageous for small-scale installations where balanced cost and performance are critical for project feasibility and long-term success.

Turbin Cross-Flow is more efficient than traditional water wheels due to its compact design and the ability to reutilize water energy twice: first during the initial impact on the blades and second during the water's exit . This dual utilization leads to a higher efficiency, averaging 82%, compared to the 70% maximum efficiency of conventional water wheels . The smaller size also reduces material costs, contributing to economic efficiency.

Preventing nozzle blockages in impulse turbines is crucial because nozzles are responsible for converting a fluid's potential energy into kinetic energy by shaping and accelerating the flow towards the turbine blades. Blockages would disrupt the flow, resulting in reduced turbine efficiency and operational damage . Nozzles play an essential role by directing a high-velocity jet onto the blades, which is critical for the turbine's energy conversion process and determining overall system performance.

Anda mungkin juga menyukai