Anda di halaman 1dari 24

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

1 Pengertian turbin Mesin turbo adalah suatu piranti yang memberi atau mengambil tenaga dari fluida. Kalau memberikan tenaga disebut dengan turbin, sedangkan jika sebaliknya disebut dengan pompa. Turbin merupakan suatu mesin turbo yang mengkonversikan energi fludia (potensial/kinetik) menjadi energi mekanik untuk menggerakkan poros pada generator yang menghasilkan energi listrik.

Gambar 2.1 Skema Turbin sederhana

2.2 Jenis-jenis turbin secara umum 2.2.1 Turbin uap Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin, lansung atau dengan bantuan roda gigi reduksi, dihubungkan dengan mekanisme yang akan digerakkan. Tergantung pada jenis mekanisme yang digunakan, turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang seperti pada bidang industri, untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk transportasi. Pada perkembangannya, turbin uap ini mampu menggantikan peranan dari kerja mesin uap piston torak. Hal ini disebabkan karena turbin uap memiliki kelebihan berupa efisiensi termal yang besar dan

perbandingan berat dengan daya yang dihasilkan yang cukup tinggi. Pada prosesnya turbin uap menghasilkan gerakan rotasi, sehingga hal ini sangat cocok digunakan untuk menggerakkan generator listrik. Pada

Universitas Andalas

saat ini, sudah hampir 80% pembangkit listrik diseluruh dunia telah menggunakan turbin uap.

Gambar 2.2 Turbin uap 2.2.2 Turbin gas Turbin gas adalah sebuah mesin panas pembakaran dalam, proses kerjanya seperti motor bakar yaitu udara atmosfer dihisap masuk kompresor dan dikompresi, kemudian udara mampat masuk ruang bakar dan dipakai untuk proses pembakaran, sehingga diperoleh suatu energi panas yang besar, energi panas tersebut diekspansikan pada turbin dan menghasilkan energi mekanik pada poros, sisa gas pembakaran yang keluar turbin menjadi energi dorong (turbin gas pesawat terbang). Jadi, jelas bahwa turbin gas adalah mesin yang bisa mengubah energi panas menjadi energi mekanik atau dorong.

Gambar 2.3 Turbin gas

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

2.2.3 Turbin angin Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill. Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensonal(Co:

PLTD,PLTU,dll), turbin angin masih lebih dikembangkan oleh para ilmuwan karena dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya alam tak terbaharui(Co : batubara, minyak bumi) sebagai bahan dasar untuk membangkitkan listrik.

Gambar 2.4 Turbin angin

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

2.3 Turbin air 2.3.1 Klasifikasi turbin air Air yang mengalir mempunyai energi sehingga dapat digunakan untuk memutar roda turbin. Turbin air merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengubah energi hidro yang dimiliki air menjadi energi listrik. Ada banyak keuntungan yang diberikan dalam penggunaan turbin air, diantaranya memiliki efisien yang tinggi, fleksibel dalam operasionalnya, mudah dalam perawatan dan tidak menghasilkan polutan yang dapat merusak atmosfer. Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi dua kelompok: 1. Turbin Impuls 2. Turbin Reaksi 2.3.2 Turbin Aksi (Impuls) Pada turbin ini proses ekspansi fluida (penurunan tekanan fluida) hanya terjadi pada sudu-sudu tetap, contohnya turbin pelton, turbin turgo, turbin crossflow, turbin screw. Energi potensial air diubah menjadi energi kinetik pada nozle. Air keluar nozle yang mempunyai kecepatan tinggi membentur sudu turbin. Setelah membentur sudu arah kecepatan aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impulse). Akibatnya roda turbin akan berputar. Turbin impuls adalah turbin tekanan sama karena aliran air yang keluar dari nozel tekanannya adalah sama dengan tekanan atmosfir sekitarnya. Semua energi tinggi tempat dan tekanan ketika masuk ke sudu jalan turbin dirubah menjadi energi kecepatan.

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

2.3.2.1 Turbin Pelton Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nosel. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi. Bentuk sudu turbin terdiri dari dua bagian yang simetris. Sudu

dibentuk sedemikian sehingga pancaran air akan mengenai tengahtengah sudu dan pancaran air tersebut akan berbelok ke kedua arah sehinga bisa membalikkan pancaran air dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya-gaya samping. Untuk turbin dengan daya yang besar, sistem penyemprotan airnya dibagi lewat beberapa nosel. Dengan demikian diameter pancaran air bisa diperkecil dan ember sudu lebih kecil.

Gambar 2.5 Turbin Pelton dengan nozle

Turbin Pelton untuk pembangkit skala besar membutuhkan head lebih kurang 150 meter tetapi untuk skala mikro head 20 meter sudah mencukupi. Untuk turbin Pelton dengan daya kecil, debit bisa diatur hanya dengan menggeser kedudukan jarum sudu. Untuk instalasi dengan daya yang lebih besar, harus menggunakan dua atau lebih sistem Turbin Air Kelompok 12 6

Universitas Andalas

pengaturan nosel. Hal ini dimaksdukan untuk menghindari terjadinya tekanan tumbukan yang besar dalam pipa pesat yang timbul akibat penumpukan nosel secara tiba-tiba saat beban dari turbin berkurang secara tiba-tiba pula. Jumlah nosel tergantung pada bilangan spesifik nq dari turbin Pelton, dapat dirumuskan sebagai berikut : nq n

Q 0,5 H 0, 75

dimana : n = putaran poros turbin (rpm) Q = debit aliran (m3/s) H = besar head total (m)

Gambar 2.6 Harga standar untuk perencanaan turbin Pelton

Roda jalan pada turbin berbentuk pelek (rim) dengan sejumlah sudu disekelilingnya. Pelek ini dihubungkan dengan poros dan seterusnya akan menggerakan generator. Sudu turbin Pelton berbentuk elipsoida atau disebut juga dengan bucket dan

ditengahnya mempunyai pemisah air (splitter). Bentuk sudu dibuat

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

sedemikian rupa dimaksdukan agar putaran air dapat membalik dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya samping. Prinsip Kerja Turbin Pelton Air jet kecepatan tinggi muncul bentuk nozel mogok ember di splitter, ditempatkan di tengah-tengah ember, dari mana jet dibagi menjadi dua aliran yang sama. Aliran sungai ini sepanjang kurva bagian dalam ember dan biarkan berlawanan arah dengan yang jet masuk. Jet air yang tinggi kecepatan menjalankan roda Turbin Pelton diperoleh dengan memperluas air tekanan tinggi melalui nozel ke tekanan atmosfer. Air bertekanan tinggi dapat diperoleh dari badan air yang terletak di ketinggian beberapa atau aliran air yang mengalir menuruni bukit. Perubahan momentum (arah serta kecepatan) aliran air menghasilkan impuls pada bilah roda Pelton Turbine. impuls ini menghasilkan torsi dan rotasi di batang Turbin Pelton. Untuk mendapatkan hasil optimal dari Turbin Pelton impuls yang diterima oleh pisau harus maksimal. Untuk itu, perubahan momentum aliran air harus maksimal. Yang diperoleh ketika aliran air dibelokkan berlawanan arah yang menyentuh ember dan dengan kecepatan yang sama relative terhadap ember. 2.3.2.2 Turbin Turgo Turbin Turgo dapat beroperasi pada head 30 s/d 300 m. Seperti turbin pelton turbin turgo merupakan turbin impulse, tetapi sudunya berbeda. Pancaran air dari nozle membentur sudu pada sudut 20 o. Kecepatan putar turbin turgo lebih besar dari turbin Pelton. Akibatnya dimungkinkan transmisi langsung dari turbin ke generator sehingga menaikkan efisiensi total sekaligus menurunkan biaya perawatan.

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

Gambar 2.7 Sudu turbin Turgo dan nozle

2.3.2.3 Turbin Crossflow Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell-Banki yang merupakan penemunya. Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang merupakan perusahaan yang memproduksi turbin crossflow. Turbin crossflow dapat dioperasikan pada debit 20 litres/sec hingga 10 m3/sec dan head antara 1 s/d 200 m.

Gambar 2.8 Turbin Crossflow

Turbin Zcrossflow menggunakan nozle persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Air mengalir keluar membentur sudu dan memberikan energinya (lebih rendah dibanding saat masuk)

Turbin Air Kelompok 12

Universitas Andalas

kemudian meninggalkan turbin. Runner turbin dibuat dari beberapa sudu yang dipasang pada sepasang piringan paralel. 2.3.2.4 Turbin Screw Adapun prinsip kerja dari turbin ini dimana tekanan dari air yang melalui bilah-bilah sudu turbin mengalami penurunan tekanan sejalan dengan penurunan kecepatan air akibat adanya hambatan dari bilah bilah sudu turbin maka tekanan ini akan memutar turbin dan mengerakan generator listrik setelah sebelumnya daya putaran poros ditransmisikan melalui gearbox. Adapun keuntungan turbin screw dibandingkan dengan jenis turbin lain adalah : Biaya konstruksinya yang efisien. Konstruksi bendungan dan pintu air yang sederhana. Tidak menganggu ekosistem ikan. Umur turbin lebih tahan lama jika dioperasikan dengan putaran rendah. Mudah untuk melakukan perawatan dan inspeksi pada turbin. Tidak membutuhkan draft tube, sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk penggalian pemasangan draft tube. Penggunaan unit peralatan standar dan generator standar dengan biaya yang rendah. Memiliki efisiensi yang tinggi, dengan variasi debit yang besar dan sangat baik untuk debit air yang kecil. Mudah pengoperasiannya dan biaya pemeliharaan yang rendah.

Turbin Air Kelompok 12

10

Universitas Andalas

Gambar 2.9 Turbin Screw 2.3.3 Turbin Reaksi Sudu pada turbin reaksi mempunyai profil khusus yang menyebabkan terjadinya penurunan tekanan air selama melalui sudu. Perbedaan tekanan ini memberikan gaya pada sudu sehingga runner (bagian turbin yang berputar) dapat berputar. Turbin yang bekerja berdasarkan prinsip ini dikelompokkan sebagai turbin reaksi. Runner turbin reaksi sepenuhnya tercelup dalam air dan berada dalam rumah turbin.

2.3.3.1 Turbin Francis Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu pengarah mengarahkan air masuk secara tangensial. Sudu pengarah pad turbin Francis dapat merupakan suatu sudu pengarah yang tetap ataupun sudu pengarah yang dapat diatur sudutnya. Untuk penggunaan pada berbagai kondisi aliran air penggunaan sudu pengarah yang dapat diatur merupakan pilihan yang tepat.

Turbin Air Kelompok 12

11

Universitas Andalas

Gambar 2.10 Turbin Francis

Efisiensi dari turbin Francis Energi potensial dari air tidak seluruhnya dapat dikonversikan menjadi energi mekanik poros turbin. Hal ini dikarenakan adanya kerugian energi seperti : 1. Kerugian energi akibat gesekan antara air dengan dinding saluran penghantar. 2. Kerugian energi akibat gesekan antara air dengan permukaan sudu-sudu roda jalan. 3. Kerugian energi akibat kebocoran dan gesekan poros turbin dengan dengan bantalan. 1. Daya Teoritis Turbin Francis Lth =

Q Hd 0,222 Q H d 75 60
= berat jenis air = 998 kg/m3

Dimana :

Hd = head aliran air 2. Daya Aktual Turbin Francis Lb =


2 L n W 1,81 10 4 n W 75 60

Dimana : L = panjang lengan rem prony = 0,13m N = putaran poros turbin, rpm W = berat rem prony

Turbin Air Kelompok 12

12

Universitas Andalas

3. Efisiensi Turbin Francis

Ln Lth

2.3.3.2 Turbin Kaplan Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin rekasi aliran aksial. Turbin ini tersusun dari propeller seperti pada perahu.. Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam sudu.

Gambar 2.11 Turbin Kaplan

Masing-masing jenis turbin memiliki karekteristik yang berbeda dengan yang lainnya, begitu juga dengan penggunaanya. Agar menghasilkan daya yang optimal maka harus dipilih turbin dengan karakteristik yang benar. Berikut adalah daerah operasi/penggunaan turbin untuk karakteristik tertentu : Tabel 2.1 Daerah Operasi Turbin berdasarkan Head Jenis Turbin Kaplan dan Propeller Francis Pelton Crossfiow Turgo Variasi Head, m 2 < h < 20 10 < h< 350 50 < h < 1000 6 < h< 100 50 < h< 250

Tabel 2.2 Putaran Nominal beberapa Turbin Turbin Air Kelompok 12 13

Universitas Andalas

Jenis Turbin

Putaran Nominal, N (rpm)

Semi Kaplan, single regulated Kaplan, double regulated Small-medium Kaplan Francis (medium & high head) Francis (low head) Pelton Crossflow Turgo

75-100 75-150 250-700 500-1500 250-500 500-1500 100-1000 600-1000

Tabel 2.3 Effisiensi Turbin Jenis Turbin Kaplan dan Propeller Francis Pelton 2.3.3.3 Turbin Propeller jenis dan-jenis dan turbin Secara umumThe turbin baling-baling dasar terdiri dari baling-baling, mirip dengan baling-baling kapal, dipasang di dalam kelanjutan dari tabung penstock. Poros turbin berlalu keluar tabung pada titik di mana tabung perubahan arah. baling-baling biasanya memiliki 3-6 pisau, tiga dalam kasus unit kepala yang sangat rendah dan aliran air diatur oleh pisau statis atau pintu putar ("gerbang gawang") hanya hulu baling-baling. Jenis turbin propeller dikenal sebagai pisau turbin aliran aksial tetap karena sudut pitch dari baling-baling tidak dapat diubah. Efisiensi bagian-aliran turbin baling-baling pisau tetap cenderung sangat miskin. Effisiensi / 80% - 90% 80% - 90% 80% - 85%

Turbin Air Kelompok 12

14

Universitas Andalas

Gambar 2.12 Turbin Propeller 2.3.4 Segitiga kecepatan 2.3.4.1 Turbin Aksi

Gambar 2.13 Segitiga kecepatan pada sudu turbin Impuls

Segitiga kecepatan adalah dasar kinematika dari aliran fluida gas yang menumbuk sudu turbin. Dengan pemahaman segitiga kecepatan akan sangat membantu alam pemahaman proses konversi pada sudu-sudu turin uap atau pada jenis turbin yang lain. Adapun notasi dari segitiga kecepatan adalah sebagai berikut Turbin Air Kelompok 12 15

Universitas Andalas

U1 = Kecepatan tangensial di sudu W1 = Kecepatan absolut fluida C1 = kecepatan relatif fluida U2 = Kecepatan tangensial meninggalkan sudu W2 = Kecepatan absolut fluida meninggalkan sudu C2 = kecepatan relatif fluida meninggalkan sudu = sudut nosel = sudut masuk sudu = sudut keluar sudu = sudut keluar fluida 2.3.4.2 Turbin Reaksi

Gambar 2.14 Segitiga kecepatan pada sudu turbin reaksi

2.3.5 Sistem pembangkit tanaga listrik Pembangkit adalah tempat dibangkitkannya energi listrik peralatan utama pada pembangkit adalah turbin dan generator. Pembangkit berfungsi untuk mengkonversikan sumber daya energi primer menjadi energi listrik.

Turbin Air Kelompok 12

16

Universitas Andalas

Pusat pembangkit listri konversional mencakup - Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) - Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA - Pusat Listrik Tenga Gas (Gas) - Pusat Listrik Tenga Diesel (PLTD) Disamping pembangkit listrik konversional masih ada pembangkit listrik non konversional seperti : - Pembang Listrik Tenaga Angin - Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Sebagai contoh pembangkit listrik tenaga air : Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) merupakan salah satu pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan berupa air. Salah satu keunggulan dari pembangkit ini adalah responnya yang cepat sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat terjadi gangguan di jaringan. Selain kapasitas daya keluarannya yang paling besar diantara energi terbarukan lainnya, pembangkit listrik tenaga air ini juga telah ada sejak dahulu kala. Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai pembangkit listrik tenaga air serta keberadaan potensi energi air yang masih belum digunakan. Sistem tenaga air mengubah energi dari air yang mengalir menjadi energi mekanik dan kemudian biasanya menjadi energi listrik. Air mengalir melalui kanal (penstock) melewati kincir air atau turbin dimana air akan menabrak sudu-sudu yang menyebabkan kincir air ataupun turbin berputar. Ketika digunakan untuk membangkitkan energi listrik, perputaran turbin menyebabkan perputaran poros rotor pada generator. Energi yang dibangkitkan dapat digunakan secara langsung, disimpan dalam baterai ataupun digunakan untuk

memperbaiki kualitas listrik pada jaringan.

Turbin Air Kelompok 12

17

Universitas Andalas

Jumlah daya listrik yang dapat dibangkitkan pada suatu pusat pembangkit listrik tenaga air tergantung pada ketinggian (h) dimana air jatuh dan laju aliran airnya. Ketinggian (h) menentukan besarnya energi potensial (EP) pada pusat pembangkit (EP = m x g x h). Laju aliran air adalah volume dari air (m3) yang melalui penampang kanal air per detiknya (q m3/s). Daya teoritis kasar (P kW) yang tersedia dapat ditulis sebagai:

Daya yang tersedia ini kemudian akan diubah menggunakan turbin air menjadi daya mekanik. Karena turbin dan peralatan elektro-mekanis lainnya memiliki efisiensi yang lebih rendah dari 100% (biasanya 90% hingga 95%), daya listrik yang dibangkitkan akan lebih kecil dari energi kasar yang tersedia. Gambar 1 menunjukkan pusat pembangkit listrik tenaga air pada umumnya.

Gambar 2.15 Pembangkitan listrik tenaga air umumnya

Turbin Air Kelompok 12

18

Universitas Andalas

2.4 Kriteria pemilihan turbin Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu : 1. Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah. 2. Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia. 3. Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi. 4. Daya yang dihasilkan pancaran jet 5. Kerja mekanik poros 6. Efisiensi turbin 7. Kecepatan spesifik

Turbin Air Kelompok 12

19

Universitas Andalas

Gambar 2.16 Kurva pemilihan turbin 2.5 Daerah Pengunaan Jenis Jenis Konstruksi Turbin Pada gambar berikut akan kelihatan daerah penggunaan jenis jenis turbin. Pokok utama pada gambar adalah adanya daerah penggunaan tipe turbin.

Gambar 2.36 Pemilihan Turbin Daerah yang dibatasi dengan garis terdapat banyak jenis turbin yang dibuat, jadi sebenarnya garis tersebut sudah bukan merupakan garis batas lagi. Karena ada turbin yang titik muatan beban penuhnya ( titik pada kondisi beban maksimum turbin )terletak di bawah atau di atas daerah yang diberi tanda. Titik beban penuh turbin dapat juga memang terletak di bawah daerah tersebut, bila dari Turbin Air Kelompok 12 20

Universitas Andalas

kondisi tempat membutuhkan pemasangan turbin dengan tinggi khusus dan berdasarkan alas an untuk menghindari kavitasi sehingga dengan demikian harus dipilih kecepatan spesifik yang kecil. 2.6 Fenomena pada turbin 2.6.1 Kavitasi Suatu cairan akan mendidih pada temperatur dimana tekanannya sekitarnya sama dengan tekanan uap air. Akibat dari mendidih tersebut akan terbantuk kantong kantong uap ( hal ini berbeda / tidak terjadi pada sebahagian besar atau keseluruhan cairan fluida tersebut mendidih ).

Gambar 2.17 Sudu turbin akibat Kavitasi Bila gelembung uap udara terbawa kedalam daerah yang bertekanan lebih tinggi , maka gelembung udara tersebut akan pecah dan disekitar cairan tersebut akan mengalir dengan cepat untuk mengisi rongga kekosongan yang terjadi akibat pecahnya gelembung udara tersebut. Kejadian dan kegiatan tersebut akan menimbulkan adanya dorongan yang mengakibatkan tekanan setempat yang lebih tinggi, serta dapat menyebabkan permukaan disekitarnya akan berlobang atau cacat .Gejala tersebut disebut atau dikenal dengan kavitasi. Jika kavitasi timbul pada turbin air yang sedang berjalan , maka akan terjadi gejala gejala yang berbahaya pada turbin dengan akibat : Turbin Air Kelompok 12 Menurunnya effisiensi Kedengaran suara berisik 21

Universitas Andalas

Timbulnya getaran

Dalam turbin air kavitasi terjadi terutama dibagian sudu rotor yang menghisap air ( runner ) dan pipa lepas ( draf tube ). 2.6.1 Run Away Speed Kecepatan liar yaitu suatu kecepatan yang terjadi akibat pada waktu turbin bekerja dimana tiba-tiba bebannya dihentikan dengan tiba-tiba. Dalam hal tersebut timbul gejala bahwa roda turbin akan berputar dengan sangat cepat, apabila karena suatu hal governor tidak bekerja dengan baik atau dalam keadaaan rusak. Kekuatan turbin harus diperhitungkan terhadap kecepatan liarnya untuk mencegah terjadinya kerusakan turbin atau generatornya. Kecepatan liar turbin air dapat dilihat seperti pada tabel dibawah (ref : Wiranto Arismunandar). Tabel 2.4 Kecepatan liar turbin Jenis Turbin Kecepatan liar (% Kecepatan Kerja) Kaplan Francis Impuls (pelton) 250 300 200 200

Kecepatan liar juga dipengaruhi oleh koefisien kavitasi ( ). Pengaruh karakteristik kavitasi terhadap kecepatan liarnya sangat kuat dalam suatu daerah tertentu dan juga tergantung dari jenis turbinnya. Kecepatan liar juga dipengaruhi oleh pembukaan pintu air atau katup, tetapi kecepatan liar yang maksimum tidak selalu terjadi pada permukaan pintu air yang maksimum.

Turbin Air Kelompok 12

22

Universitas Andalas

Gambar 2.18 Sudu turbin akibat run away speed 2.6.2 Water Hammer Water Hammer adalah terjadinya kenaikan atau penurunan tekanan penstocks dari pembangkit listrik dan stasiun pompa

karena perubahan kecepatan aliran. Water hammer beban harus dijaga dalam batas yang ditentukan karena mereka dapat

mengganggu pengoperasian sistem hidrolik dan komponen merusak sistem. Selama konstruksi baru atau

modernisasi dari pembangkit listrik

analisis diperlukan untuk

mendapatkan tekanan maksimum dan minimum sebagai salah satu parameter yang paling penting dalam proses desain pembangkit. Cara mengatasi water hammer ini dengan memasang control valve pada penstock.

Gambar 2.19 Penstock turbin akibat water hammer

Turbin Air Kelompok 12

23

Universitas Andalas

2.7 Teori dasar alat ukur Tachometer Tachometer merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur

kecepatan putarandengan menggunakan sensor mekanik ataupun infra merah. Apabila menggunakan sensor infra merah, sinar dari infra merah tadi diarahkan ke poros yang berputar dan diperoleh pembacaan berupa angka pada layar tachometer. Jika menggunakan sensor mekanik, sensor ditempelkan pada poros yang berputar dan diperoleh pembacaan pada skala yang ditunjukan oleh jarum.

Gambar 2.20 Tachometer Digital Rem torsi Rem torsi terdiri atas pulley dan sabuk. Prinsip kerjanya, jika terjadi gerakan pada pulley maka bel akan tertarik dan pegas pada neraca akan ikut tertarik juga lalu diperoleh gaya pembebanan melalui pembacaan skala gaya.

Gambar 2.21 Rem Torsi Head Meter Head meter merupakan alat untuk mengkompensasikan besarnya head tekanan yang masuk dari pompa ke dalam pipa pesat. Dari pembacaan skala diperoleh besar head dalam satuan meter Turbin Air Kelompok 12 24

Universitas Andalas

Gambar 2.22 Alat Ukur Head Meter

Stopwatch Merupakan alat yang digunakan untuk menghitung waktu yang

diperlukan untuk mendapatkan volume fluida tertentu, atau tujuan lain.

Gambar 2.23Stopwatch Digital

Turbin Air Kelompok 12

25