Anda di halaman 1dari 19

Rank Matriks Atas Ring

Samsul Arifin
Jurusan Matematika FMIPA UGM
Sekip Utara Yogyakarta 55281


Abstrak

Matriks atas ring adalah matriks yang entri-entrinya elemen suatu ring. Definisi rank matriks
klasik erat kaitannya dengan matriks atas lapangan, yaitu matriks yang entri-entrinya elemen
suatu lapangan. Namun definisi rank matriks klasik tersebut tidak selalu dapat digunakan jika
lapangannya diganti dengan sebarang ring atau daerah integral, sehingga harus digunakan
definisi rank matriks atas lapangan.
Dalam tulisan ini akan dibahas kaitan atau hubungan antara rank suatu matriks atas sebarang
ring, rank suatu matriks atas lapangan, dan rank suatu matriks atas daerah integral yang termuat
dalam lapangan hasil bagi.

Kata kunci: rank matriks, matriks atas ring,


A. Matriks Atas Ring
Definisi 1:
Himpunan semua matriks berukueliran m x n dengan entri-entri elemen ring R, dinotasikan
dengan ( )
mxn
M R . Lebih jelasnya adalah sebagai berikut:
( )
11 1
1
. . .
. . .
. . . | , 1,..., , 1,...,
. . .
. . .
n
mxn ij
m mn
a a
M R a R i m j n
a a
(
(
(

( = = =
`
(

(

(

)


Definisi 2:
Diberikan matriks ( )
mxn
A M R . Untuk setiap 1,..., t r = dengan { } min , r m n = , ( )
t
I A
dinotasikan sebagai ideal di dalam ring R yang dibangun oleh minor berukuran t x t dari matriks
A.

Untuk menghitung ( )
t
I A , hal pertama yang harus dilakukan adalah menghitung determinan dari
setiap submatriks berukuruan t x t dari matriks A, kemudian tentukan ideal di ring R yang
dibangun oleh determinan-determinan tersebut. Selanjutnya, setiap minor berukuran
( ) ( ) 1 1 t x t + + dari matriks A termuat dalam ( )
t
I A , sehingga akan berlaku rantai ideal-ideal di
dalam ring R sebagai berikut:
( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 3 2 1
...
r r
I A I A I A I A I A R


Dari rantai ideal tersebut, dapat dibentuk definisi yang lebih umum, yaitu untuk semua t
dengan 0 t atau { } min , t r m n > = , yaitu sebagai berikut:
( )
{ } 0 ,
, 0
t
t r
I A
R t
>
=


Dengan demikian dapat diperoleh rantai ideal yang jauh lebih panjang daripada rantai ideal di
atas, yaitu sebagai berikut:
{ } ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 1 3 2 1 0
0 ...
r r r
I A I A I A I A I A I A I A R
+
=

Lemma 3:
Jika matriks ( )
mxp
B M R dan ( )
pxn
C M R , maka berlaku:
( ) ( ) ( )
t t t
I BC I B I C
untuk setiap t .
Bukti:
Untuk t = 0, maka berlaku ( )
0
I BC R = , ( )
0
I B R = , ( )
0
I C R = , sehingga jelas R R R .
Selanjutnya untuk { } 1 min , t m n dalam pembuktian lemma tersebut, akan dibagi menjadi tiga
klaim, yaitu sebagai berikut:
Klaim 1. ( ) ( )
t t
I BC I C . Lihat [3, Chapter 4, Lemma 4.5]
Klaim 2.
( ) ( )
t
n n
I A I A = untuk setiap n.
Hal ini jelas dari definisi ideal yang dibangun dari minor-minor berukuran t x t di atas.
Klaim 3. ( ) ( )
t t
I BC I B untuk setiap t .
Ambil sebarang n. Dengan menggunakan klaim 1 dan klaim 2 di atas, maka diperoleh:
( ) ( )
( )
( )
( )
( )
t
n n
t t
n
t
n
n
I BC I BC
I C B
I B
I B
=
=

=


Sampai sini, dapat didenisikan rank dari suatu matriks atas ring ( )
mxn
A M R . Perhatikan
kembali bahwa jika berlaku:
{ } ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 1 3 2 1 0
0 ...
r r r
I A I A I A I A I A I A I A R
+
=
dan kemudian menghitung setiap idealnya, maka akan diperoleh rantai ideal:
{ } ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 2 3
0 ... 0
R R R R R r R
Ann R Ann I A Ann I A Ann I A Ann I A Ann R = =

Perhatikan juga bahwa jika pada rantai tersebut semakin ke kanan akan semakin menjauh dari
{ } 0 , atau dengan kata lain jika ( ) ( ) { } 0
R t
Ann I A maka ( ) ( ) { } 0
R k
Ann I A .

Definisi 4:
Diberikan matriks ( )
mxn
A M R . Rank dari matriks A, dinotasikan rk(A), adalah sebagai berikut:
( ) ( ) ( ) { }
max | 0
R t
rk A t Ann I A = = .

Contoh:
1. Diberikan { } / 6 0,1, 2, 3, 4, 5 R = = . Akan dicari rank dari masing-masing matriks berikut:
Misalkan ( )
2 2
2 2
0 2
x
A M R
(
=
(


Jelas bahwa matrik A bukan matriks nol. Setiap entri dalam matriks A adalah pembagi
nol di ring R. Perhatikan bahwa 0 adalah pembagi nol di ring R karena berlaku 0.r = 0
untuk setiap r R tak nol, dan 2 juga pembagi nol di ring R, karena ada
6
3 R =
sehingga berlaku 2.3 = 0.
Matriks A tersebut berukuran 2 x 2 sehingga hanya ada dua ideal ( )
2
I A dan ( )
1
I A yang
dapat disusun dari minor-minor matriks A, yaitu masing-masing berukuran 2 x 2 dan 1 x
1 sebagai berikut:
( )
2
2 2
4 4
0 2
I A R = = =
Dari sini dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
2
4 | 4 0 3 0
R R
Ann I A Ann R a R a R R = = = =
Selanjutnya,
( )
1
0, 2 0 2 0.2 2 2 I A R = = + + = =
Dari sini juga dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
1
2 | 2 0 3 0
R R
Ann I A Ann R a R a R R = = = =
Karena ( ) ( ) { }
2
0
R
Ann I A dan ( ) ( ) { }
1
0
R
Ann I A maka ( ) 0 rk A = .

Misalkan ( )
2 2
2 0
0 3
x
B M R
(
=
(


Jelas bahwa matrik B juga bukan matriks nol. Sama seperti matriks A di atas, setiap entri
dalam matriks B adalah pembagi nol di ring R. Perhatikan bahwa 0 adalah pembagi nol di
ring R karena berlaku 0.r = 0 untuk setiap r R tak nol, 2 juga pembagi nol di ring R,
karena ada
6
3 R = sehingga berlaku 2.3 = 0, dan 3 juga pembagi nol di ring R, karena
ada
6
2 R = sehingga berlaku 3.2 = 0.
Matriks B juga berukuran 2 x 2 sehingga hanya ada dua ideal ( )
2
I A dan ( )
1
I A yang
dapat disusun dari minor-minor matriks B, yaitu masing-masing berukuran 2 x 2 dan 1 x
1 sebagai berikut:
( ) { }
2
2 0
6 0
0 3
I B = = =
Dari sini dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
2
0 | 0 0 0
R R
Ann I B Ann a R a R = = = =
Selanjutnya,
( )
{ } { } { }
1
0, 2, 3 0 2 3 0.2 0.3 2.3 2 3 2 3
0, 2, 4 0, 3 0,1, 2, 3, 4, 5
I B R R
R
= = + + + + + = + = +
= + = =

Dari sini juga dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
1
| 0 0
R R
Ann I B Ann R a R a R = = = =
Karena ( ) ( ) { }
2
0
R
Ann I B dan ( ) ( ) { }
1
0
R
Ann I B = maka ( ) 1 rk B = .

Misalkan ( )
2 2
1 2
3 5
x
C M R
(
=
(


Jelas bahwa matrik C juga bukan matriks nol, sama seperti matriks A dan matriks B
sebelumnya. Tidak setiap entri dalam matriks C adalah pembagi nol di ring R. Perhatikan
bahwa 2 dan 3 adalah pembagi nol di ring R, dan sudah dijelaskan pada matriks A dan
matriks B sebelumnya. Namun 1 dan 5 bukan pembagi nol di ring R, karena untuk semua
x R tak nol berlaku 1. 0 x dan 5. 0 x .
Sama seperti matriks A dan matriks B, matriks C juga berukuran 2 x 2 sehingga hanya
ada dua ideal ( )
2
I C dan ( )
1
I C yang dapat disusun dari minor-minor matriks C, yaitu
masing-masing berukuran 2 x 2 dan 1 x 1 sebagai berikut:
( )
2
1 2
5 5
3 5
I C R = = =
Dari sini dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
2
5 | 5 0 0
R R
Ann I C Ann R a R a R = = = =
Selanjutnya,
( )
{ }
1
1, 2, 3, 5 1 2 3 5 1.2 1.3 1.5 2.3 2.5 1.2.3
1.2.5 2.3.5 1.2.3.5
1 2 3 5 2 3 5 0 4 0 4 0 0
1, 2, 3, 4, 5
I C
R
= = + + + + + + + + + +
+ +
= + + + + + + + + + + + +
= =

Dari sini juga dapat diperoleh:
( ) ( ) ( ) ( ) { } { }
1
| 0 0
R R
Ann I C Ann R a R a R = = = =
Karena ( ) ( ) { }
2
0
R
Ann I C = dan ( ) ( ) { }
1
0
R
Ann I C = maka ( ) 2 rk C = .

2. Diberikan
12
R = . Akan ditentukan rank dari matriks ( )
3 3
2 3 5
2 0 2
2 4 6
x
D M R
(
(
=
(
(

.
Matriks D tersebut berukuran 3 x 3 sehingga akan ada tiga ideal ( )
3
I D , ( )
2
I D dan ( )
1
I D
yang dapat disusun dari minor-minor matriks D, yaitu masing-masing berukuran 3 x 3, 2 x 2
dan 1 x 1 sebagai berikut:
( ) ( ) ( )
( ) ( ) { }
3
2 3 5
2 0 2 2.0.6 3.2.2 5.2.4 5.0.2 2.2.4 3.2.6
2 4 6
0 0 4 0 4 0 0
I D = = + + + +
= + + + + =

sehingga diperoleh
( ) ( ) { } ( ) { } { }
3
0 | 0 0
R R
Ann I D Ann a R a R = = = =
Selanjutnya,
( )
{ }
2
2 3 2 5 3 5 2 0 0 2 2 2 2 3 2 5 3 5
, , , , , , , ,
2 0 2 2 0 2 2 4 4 6 2 6 2 4 2 6 4 6
6, 4, 8, 2,10 0, 2, 4, 6,8,10 2
I D
R
=
= = =

sehingga diperoleh
( ) ( ) ( ) { } { } { }
2
2 | 2 0 0, 6
R R
Ann I D Ann R a R a R = = = =
Dan terakhir,
( )
{ }
1
2, 3, 4, 5, 6 2 3 4 5 6 2.3 2.4 2.5 2.6 3.4
3.5 3.6 2.3.4 2.3.5 2.3.6 3.4.5 3.4.6 4.5.6 2.3.4.5
2.3.4.6 2.3.4.5.6
0,1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8, 9,10,11
I D
R
= = + + + + + + + + + +
+ + + + + + + + +
+
= =

sehingga diperoleh
( ) ( ) ( ) { } { } { }
1
| 0 0
R R
Ann I D Ann R a R a R = = = =
Karena ( ) ( ) { }
3
0
R
Ann I D , ( ) ( ) { }
2
0
R
Ann I D dan ( ) ( ) { }
1
0
R
Ann I D = , maka ( ) 1 rk D =
.
3. Diberikan R = . Akan ditentukan rank dari matriks ( )
2 3
2 1 0
3 1 4
x
E M R
(
=
(


.
Matriks E tersebut berukuran 2 x 3 sehingga akan ada dua ideal ( )
2
I E dan ( )
1
I E yang
dapat disusun dari minor-minor matriks E, yaitu masing-masing berukuran 2 x 2 dan 1 x 1
sebagai berikut:
( )
2
2 1 2 0 1 0
, , 5, 8, 4 5 8 4 5.4 5.8 5.8.4
3 1 3 4 1 4
I E R = = = + + + + + =


sehingga diperoleh
( ) ( ) ( ) { } { } { }
2
| 0 0
R R
Ann I D Ann R a R a R = = = =

Selanjutnya,
( )
( )
1
2,1, 0, 3, 1, 4 2 1 0 3 1 4 2.1 2.0 2.3 2. 1
2.4 ... 2.1.0.3. 1 .4
I E
R
= = + + + + + + + + + +
+ +
=

sehingga diperoleh
( ) ( ) ( ) { } { } { }
1
| 0 0
R R
Ann I D Ann R a R a R = = = =
Karena ( ) ( ) { }
2
0
R
Ann I D = dan ( ) ( ) { }
1
0
R
Ann I D = , maka ( ) 2 rk D = .

Beberapa sifat dari rank suatu matriks atas ring ( )
mxn
A M R

adalah sebagai berikut.
Teorema 5:
Diberikan ( )
mxn
A M R .
(a) ( ) { } 0 min , rk A m n
(b) ( ) ( )
t
rk A rk A =
(c) ( ) ( ) ( )
1
0 0
R
rk A Ann I A =
Bukti:
(a) Perhatikan bahwa ( )
0
I A R = dan ( ) ( ) ( ) { }
0
0
R R
Ann I A Ann R = = , sehingga jelas
( ) 0 rk A . Di lain pihak, untuk { } min , t m n > berlaku ( ) { } 0
t
I A = dan
( ) ( ) { } ( )
0
R t R
Ann I A Ann R = = . Oleh karena itu, pastilah ( ) { } min , rk A m n .
(b) Perhatikan juga bahwa selalu berlaku ( ) ( )
,
t
n n
I A I A n = , sehingga jelas
( ) ( ) ( ) ( )
t
R n R n
Ann I A Ann I A = .
(c) Dengan memperhatikan kembali rantai ideal-ideal:
{ } ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 1 3 2 1 0
0 ...
r r r
I A I A I A I A I A I A I A R
+
=

yang berakibat:
{ } ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 2 3
0 ... 0
R R R R R r R
Ann R Ann I A Ann I A Ann I A Ann I A Ann R = =

akan diperoleh hal-hal sebagai berikut:

Jika ( ) 0 rk A = maka ( ) ( ) ( ) { }
0
0
R R
Ann I A Ann R = = . Untuk 0 t akan berlaku
( )
t
I A R = dan ( ) ( ) ( ) 0
R t R
Ann I A Ann R = = . Selanjutnya untuk { } 0 min , t m n < < ,
artinya { } 1, 2, 3,..., min , t m n = , akan selalu berlaku ( ) 0 rk A dan ( ) ( )
0
R t
Ann I A .
Dengan kata lain, ( ) ( )
1
0
R
Ann I A .
Sebaliknya, jika ( ) ( )
1
0
R
Ann I A maka ( ) 1 rk A . Untuk 1 t > juga akan berlaku
( ) ( )
0
R t
Ann I A . Dari sini akan diperolah bahwa ( ) ( ) { }
0
0
R
Ann I A = , yang artinya
( ) 0 rk A = .

B. Rank Matriks Atas Lapangan
Pembahasan selanjutnya adalah kaitan atau hubungan antara rank suatu matriks atas lapangan,
( )
mxn
A M F dengan definisi rank yang lebih umum sebelumnya, yaitu rank suatu matriks atas
ring ( )
mxn
A M R . Namun sebelumnya akan diberikan terlebih dahulu definisi dari ruang baris
dan ruang kolom dari suatu matriks. Pembahasan rank atas lapangan ini banyak ditemui dalam
buku-buku teks mengenai aljabar linear elementer.

Definisi 6:
Misalkan diberikan lapangan dan ( )
mxn
A M F

dengan
11 12 1
21 22 2
1 2
. . .
. . .
. . . .
. . . .
. . . .
. . .
n
n
m m mn
a a a
a a a
A
a a a
(
(
(
(
=
(
(
(
(
(


Vektor-vektor:
( )
( )
( )
1 11 12 1
2 21 22 2
1 2
, ,...,
, ,...,
.
.
.
, ,...,
n
n
m m m mn
B a a a
B a a a
B a a a
=
=
=

yang dibentuk dari baris-baris matriks A disebut vektor-vektor baris matriks A, dan vektor-
vektor:
11 11 11
21 21 21
1 2
1 1 1
. . .
, , . . . ,
. . .
. . .
n
m m m
a a a
a a a
K K K
a a a
( ( (
( ( (
( ( (
( ( (
= = =
( ( (
( ( (
( ( (
( ( (
( ( (


yang dibentuk dari kolom-kolom matriks A disebut vektor-vektor kolom matriks A.
Selanjutnya, subruang
n
R yang dibangun oleh vektor-vektor baris matriks A disebut ruang baris
A, dan subruang
m
R yang dibangun oleh vektor-vektor kolom matriks A disebut ruang kolom A.

Contoh:
Diberikan ( )
2 3
2 1 0
3 1 4
x
A M
(
=
(


.
Dari matriks A tersebut, dapat diperoleh vektor-vektor baris, yaitu
( )
1
2,1, 0 B = dan ( )
2
3, 1, 4 B =
dan juga vektor-vektor kolom, yaitu
1
2
3
K
(
=
(

,
2
1
1
K
(
=
(


, dan
1
0
4
K
(
=
(



Perhatikan bahwa pada suatu matriks ( )
mxn
A M F , operasi baris elementer tidak mengubah
ruang baris suatu matriks A, dan operasi kolom elementer juga tidak akan mengubah ruang
kolom A. Selanjutnya, vektor-vektor baris tak nol yang berbentuk eselon dari matriks A akan
membangun basis untuk ruang baris A, dan vektor-vektor kolom tak nol yang berbentuk eselon
dari matriks A akan membangun basis untuk ruang kolom A.

Contoh:
Dari vektor-vektor berikut ( )
1
1, 2, 0, 0, 3 v = , ( )
2
2, 5, 3, 2, 6 v = , ( )
3
0, 5,15,10, 0 v = ,
( )
4
2, 6,18, 8, 6 v = , akan ditentukan sebuah basis untuk ruang yang dibangun oleh vektor-vektor
tersebut, yaitu sebagai berikut.
Ruang yang dibangun oleh vektor-vektor tersebut adalah ruang baris dari matriks
1 2 0 0 3
2 5 3 2 6
0 5 15 10 0
2 6 18 8 6
(
(

(
(
(


Dengan mereduksi matriks ini menjadi bentuk eselon baris, maka dapat diperoleh matriks
1 2 0 0 3
0 1 3 2 0
0 0 1 1 0
0 0 0 0 0
(
(
(
(
(


Dari sini diperoleh bahwa vektor-vektor baris tak nol pada matriks ini adalah ( )
1
1, 2, 0, 0, 3 w = ,
( )
2
0,1, 3, 2, 0 w = , dan ( )
3
0, 0,1,1, 0 w = .
Vektor-vektor ini membentuk basis bagi ruang baris tersebut, dan lebih lanjut lagi juga akan
membentuk basis untuk ruang baris yang dibangun oleh ( )
1
1, 2, 0, 0, 3 v = , ( )
2
2, 5, 3, 2, 6 v = ,
( )
3
0, 5,15,10, 0 v = , ( )
4
2, 6,18, 8, 6 v = .

Salah satu sifat dari ruang baris dan ruang kolom dari suatu matriks ( )
mxn
A M F

adalah sebagai
berikut.
Teorema 7:
Diberikan matriks ( )
mxn
A M F . Ruang baris dan ruang kolom dari matriks A memiliki dimensi
yang sama.
Bukti:
Nyatakan vektor-vektor baris ini
11 12 1
21 22 2
1 2
. . .
. . .
. . . .
. . . .
. . . .
. . .
n
n
m m mn
a a a
a a a
A
a a a
(
(
(
(
=
(
(
(
(
(


ke dalam
1 2
, ,...,
m
r r r .
Diandaikan ruang baris matriks A tersebut memiliki dimensi k dan ( )
1 2
, ,...,
k
B b b b = adalah basis
untuk ruang baris tersebut, dengan ( )
1 2
, ,...,
i i i in
b b b b = .
Karena B adalah basis, maka setiap vektor baris , 1, 2,...,
i
r i m = dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linear dari
1 2
, ,...,
k
b b b .


11 1
1
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
n
m mn
a a
a a
(
(
(
(
(
(
(


dengan
1 2 3
, , ,...,
m
r r r r .
Perhatikan bahwa,
1 11 1 12 2 1
2 21 1 22 2 2
1 1 2 2
...
...
.
.
.
...
k k
k k
m m m mk k
r c b c b c b
r c b c b c b
r c b c b c b
= + + +
= + + +
= + + +

dan dua buah vector pada
n
R akan sama dengan yang lainnya jika dan hanya jika komponen-
komponen yang bersesuaian adalah sama. Dari sini dapat disamakan komponen ke-j pada
masing-masing ruas persamaan ini untuk mendapatkan
1 11 1 12 2 1
2 21 1 22 2 2
1 1 2 2
...
...
.
.
.
...
j j j k kj
j j j k kj
mj m j m j mk kj
a c b c b c b
a c b c b c b
a c b c b c b
= + + +
= + + +
= + + +

atau secara ekuivalen dapat dinyatakan dengan
1 11 12 1
2 21 22 2
2
1 2
. . . .
...
. . . .
. . . .
j k
j k
ij j kj
mj m m mk
a c c c
a c c c
b b b
a c c c
( ( ( (
( ( ( (
( ( ( (
( ( ( (
= + + +
( ( ( (
( ( ( (
( ( ( (
( ( ( (
( ( ( (


Ruas kiri dari persamaan ini adalah vector kolom ke-j dari A dengan 1, 2,... j = , sedangkan n
adalah sebarang, sehingga setiap vector kolom dari matriks A terletak pada ruang yang dibangun
oleh vector k pada ruas kanan. Dari sini diperoleh bahwa ruang kolom matriks A memiliki
dimensi k .
Selanjutnya, karena k adalah dimensi dari ruang baris matriks A, k = dim(ruang baris A), maka
berlaku dim(ruang kolom A) dim(ruang baris A) = k, dan juga berlaku
dim(ruang kolom A
t
) dim(ruang baris A
t
) .
Namun, dengan mentranspose matriks, akan mengubah kolom menjadi baris dan mengubah baris
menjadi kolom, sehingga berlaku ruang kolom A
t
= ruang baris A, dan juga berlaku
ruang baris A
t
= ruang kolom A
Dari sini, dapat dituliskan kembali bahwa dim(ruang baris A) dim(ruang kolom A). Dengan
kata lain, terbukti bahwa dim(ruang baris A) = dim(ruang kolom A).

Setelah mengenal dan memahami ruang baris dan ruang kolom dari suatu matriks ( )
mxn
A M F ,
maka pendefinisian rank dari matriks A tersebut akan lebih mudah dipahami, yaitu sebagai
berikut.

Definisi 8:
Diberikan F adalah lapangan dan ( )
mxn
A M F . Rank dari matriks A, dinotasikan ( )
F
rank A ,
adalah dimensi dari ruang baris dan ruang kolom matriks A.

Perhatikan bahwa definisi ( )
F
rank A

tersebut juga bisa dinyatakan sebagai maksimal dari
vektor-vektor baris (atau vektor-vektor kolom) dari matriks A yang bebas linear. Dengan kata
lain, ( )
F
rank A

juga bisa dinyatakan sebagai t maksimal dimana matriks A memiliki submatriks
berukuran t x t yang determinannya tidak sama dengan nol.

Contoh:
Diberikan adalah lapangan, dan matriks ( )
2 3
2 1 1
0 1 1
x
B M
(
=
(


!
Dalam matriks B itu hanya ada dua baris, jadi rank matriks B tersebut adalah 2. Di lain pihak,
dalam matriks B tersebut juga hanya ada dua kolom yang bebas linear, yaitu
2
0
(
(

dan
1
1
(
(


karena untuk sebarang , a b jika
2 1 0
0 1 0
a b
( ( (
+ =
( ( (

maka berlaku
2 0
0
a b
b
+ =
=

sehingga a = 0. Oleh karena itu, rank matriks B tersebut adalah 2.

Jika F adalah lapangan dan ( )
mxn
A M F , maka berlaku ( ) ( ) { } 0
F t
Ann I A = jika dan hanya jika
( ) { } 0
t
I A . Dari sini diperoleh bahwa ( ) rk A adalah t maksimal sehingga matriks A memiliki
submatriks berukuran t x t yang determinannya tak nol. Dengan kata lain, ( ) ( )
F
rk A rank A = .
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa definisi rank matriks atas ( )
mxn
A M R

ring
tetap dipenuhi untuk sebarang matriks atas lapangan ( )
mxn
A M F .
Perhatikan bahwa setiap matriks persegi ( )
mxn
A M F mempunyai determinan. Determinan ini
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Jika dua baris atau dua kolom yang berurutan saling dipertukarkan, maka harga
determinan berubah tanda.
2. Jika terdapat baris atau kolom yang hanya terdiri dari unsure nol, maka harga
determinan adalah nol.
3. Jika unsure-unsur suatu baris (atau kolom) tepat sama dengan k kali unsur-unsur baris
(atau kolom) lainnya, maka harga determinan adalah nol ( k sebarang konstanta).
4. Jika pada suatu baris (atau kolom) ditambahkan suatu konstanta yang dikalikan dengan
baris (atau kolom) yang lain, maka harga determinan tidak berubah.
5. Jika suatu determinan dikalikan dengan suatu konstanta, maka hanya satu baris (atau
kolom) yang dikalikan dengan konstanta tersebut. Oleh karena itu determinan dari k kali
matriks persegi A nxn sama dengan k
n
kali determinan A atau
A k kA
n
=
6. Determinan hasil kali dua buah matriks A dan B sama dengan hasil kali determinan-
determinannya, atau
B A AB = == =
C. Rank Matriks Atas Daerah Integral yang Termuat Dalam Lapangan Hasil Bagi
Pembahasan rank suatu matriks atas ring atau lapangan ini dapat dikembangkan lebih lanjut,
yaitu dengan mengganti ring atau lapangan tersebut dengan daerah integral. Namun daerah
integral di sini adalah daerah integral yang strukturnya termuat dalam lapangan hasil bagi.
Lapangan kuotien atau lapangan hasil bagi F dari suatu daerah integral R adalah lapangan
terkecil yang memuat daerah integral dengan cara disisipkan. Elemen-elemen dalam himpunan
ini memiliki bentuk
a
b
, dengan , , 0 a b R b . Konstruksi dari lapangan hasil bagi adalah
sebagai berikut:
a) Lapangan hasil bagi adalah himpunan yang elemen-elemennya adalah kelas-kelas
ekuivalensi pasangan (n,d) dengan , , 0 n d R d ,
b) Relasi ekuivalensinya memiliki definisi ( ) ( ) , , n d m b nb md = .
c) Operasi penjumlahan dari kelas ( ) , n d dan kelas ( ) , m b adalah kelas ( ) , nb md db + , dan
operasi perkaliannya adalah ( ) , nm db .
d) Penyisipannya adalah dengan memetakan elemen n ke kelas ( ) , en e .
Misalkan R adalah daerah integral yang termuat dalam lapangan hasil bagi F, dan ( )
mxn
A M R .
Karena R F maka berlaku ( ) ( )
mxn mxn
M R M F , sehingga ( )
mxn
A M F . Dari sini diperoleh
jika R adalah daerah integral dan ( )
mxn
A M R , maka berlaku ( ) ( ) { } 0
R t
Ann I A = jika dan
hanya jika ( ) { } 0
t
I A . Oleh karena itu berlaku:
( ) { } max | memiliki suatu minor berukuran tak nol rk A t A t x t = .
Oleh karena R F , maka pendefinisian ( ) rk A bisa menggunakan definisi ( )
F
rank A , yaitu
sebagai berikut.
Definisi 9:
Diberikan R adalah daerah integral yang termuat dalam lapangan hasil bagi F, dan ( )
mxn
A M R .
Rank dari matriks A, ( ) ( )
F
rk A rank A = .

Contoh:
Diberikan R adalah daerah integral yang termuat dalam lapangan hasil bagi.
(a) ( )
2 3
2 1 0
1 3 0
x
A M R
(
=
(


Pada matriks tersebut, ada matriks bujur sangkar dengan ordo terbesar yaitu 2 x 2, yaitu
2 1
'
1 3
A
(
=
(

dengan ' 7 0 A = . Jadi, diperoleh ( ) 2 rk A = .
(b) ( )
2 2
2 1
3 1
x
B M R
(
=
(


Pada matriks B tersebut, nilai 5 0 B = . Jadi, diperoleh ( ) 2 rk B = .
(c) ( )
3 3
2 1 1
3 4 2
2 1 1
x
C M R
(
(
=
(
(


Perhatikan bahwa nilai 0 C = . Selanjutnya, ordo diturunkan menjadi 2 x 2, ada yang
nilai determinannya 0, yaitu
2 1
11 0
3 4

= . Jadi, diperoleh ( ) 2 rk C = .
(d) ( )
2 3
2 1 0
0 0 0
x
D M R
(
=
(


Pada matriks D ini, semua minor yang berukuran 2 x 2 nilai determinannya adalah 0. Saat
ordonya diturunkan menjadi 1 x 1, ternyata ada yang nilai determiannya tidak sama
dengan nol, misalkan -2 dan 1. Jadi, diperoleh ( ) 1 rk D = .
(e) ( )
3 3
1 3 1 1
5 2 0 0
2 6 1 1
x
E M R
(
(
=
(
(


Pada matriks E ini, bisa ditemukan minor terbesar yang berukuran 3 x 3 dengan nilai
determinanya tidak sama dengan nol, yaitu
1 3 1
5 2 0 39 0
2 6 1

=

. Jadi, diperoleh
( ) 3 rk E = .
( )
4 5
1 2 0 3 4
3 2 8 1 4
2 3 7 2 3
1 2 0 4 3
x
F M R
(
(
(
=
(
(



Perhatikan bahwa dengan operasi baris elementer, diperoleh basis dari ruang baris matriks F
ini adalah
[ ] [ ] [ ] { }
1 0 2 0 1, 0 1 1 0 1, 0 0 0 1 1
dengan dimensi dari ruang barisnya adalah 3. Selanjutnya, dengan operasi kolom elementer,
diperoleh basis dari ruang kolomnya yaitu

(
(
(
(

(
(
(
(


(
(
(
(

4
2
1
3
,
2
3
2
2
,
1
2
3
1

dengan dimensi dari ruang kolomnya adalah 3. Dengan demikian, diperoleh bahwa
( ) 3 rk E = .

Pembahasan rank matriks atas ring ini akan diakhiri dengan hasil yang lebih umum, yaitu
tertuang dalam lemma berikut.
Lemma 10:
Jika ( )
mxp
B M R dan ( )
pxn
C M R , maka ( ) ( ) ( ) { }
min , rk BC rk B rk C .
Bukti:
Akan ditunjukkan terlebih dahulu bahwa ( ) ( ) rk BC rk C . Dari Lemma 3 sebelumnya akan
diperoleh hal-hal sebagai berikut:
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
1 2 3
1 2 3
...
...
R I C I C I C
R I BC I BC I BC



Dari sini akan diperoleh rantai ideal berikut:
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 2 3
1 2 3
0 ...
0 ...
R R R R
R R R R
Ann R Ann I C Ann I C Ann I C
Ann R Ann I BC Ann I BC Ann I BC
=
=

Sekarang misalkan ( ) rk C q = , maka akan diperoleh ( ) ( ) ( ) 0
R q
Ann I C = dan juga diperoleh
( ) ( ) ( ) 0 , 0
R q k
Ann I C k
+
> .
Dari sini, karena ( ) ( ) ( ) ( )
R q k R q k
Ann I C Ann I BC
+ +
, maka ( ) ( ) ( ) 0 , 0
R q k
Ann I BC k
+
> .
Oleh karena itu, diperoleh bahwa ( ) ( ) rk BC q rk C = .
Selanjutnya, akan ditunjukkan bahwa ( ) ( ) rk BC rk B . Dari Lemma 3 sebelumnya, juga akan
diperoleh hal-hal sebagai berikut:
( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( )
1 2 3
1 2 3
...
...
R I B I B I B
R I BC I BC I BC



Dari sini akan diperoleh rantai ideal berikut:
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
1 2 3
1 2 3
0 ...
0 ...
R R R R
R R R R
Ann R Ann I B Ann I B Ann I B
Ann R Ann I BC Ann I BC Ann I BC
=
=

Sekarang misalkan ( ) rk B r = , maka akan diperoleh ( ) ( ) ( ) 0
R r
Ann I B = dan juga diperoleh
( ) ( ) ( ) 0 , 0
R r k
Ann I B k
+
> .
Dari sini, karena ( ) ( ) ( ) ( )
R r k R r k
Ann I B Ann I BC
+ +
, maka ( ) ( ) ( ) 0 , 0
R r k
Ann I BC k
+
> .
Oleh karena itu, diperoleh bahwa ( ) ( ) rk BC r rk B = .
Dengan demikian, kaena ( ) ( ) rk BC rk B dan ( ) ( ) rk BC r rk B = , maka diperoleh bahwa
( ) ( ) ( ) { }
min , rk BC rk B rk C .


D. Kesimpulan
Dari pembahasan rank matriks atas ring, rank matriks atas lapangan, dan rank matriks atas
daerah integral yang termuat dalam lapangan hasil bagi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
definisi rank atas matriks atas ring adalah yang paling umum, yang masih bisa berlaku dalam
sebarang matriks atas lapangan dan matriks atas daerah integral yang termuat dalam lapangan
hasil bagi. Selanjutnya, karena daerah integral selalu termuat dalam suatu lapangan hasil bagi,
maka definisi rank atas daerah integral ini menggunakan definisi rank atas lapangan.
Selanjutnya, jika diberikan sebarang ring R dan ( )
mxp
B M R , ( )
pxn
C M R , maka
( ) ( ) ( ) { }
min , rk BC rk B rk C .



E. DAFTAR PUSTAKA
1. Adkins, W. A., and Weintraub S.H., Algebra: An Approach via Modul Theory, 1992,
Springer Verlag, New York.
2. Anton, H., Aljabar Linear Elementer, 1987, Penerbit Erlangga, Jakarta.
3. Brown, W. C., Matrices Over Commutative Rings, 1992, Marcel Dekker Inc, New York.
4. Hungerford, T. W. , Algebra, 2000, Springer Verlag, New York.