Anda di halaman 1dari 6

BAB 23 LAPORAN AUDIT

STANDAR LAPORAN AUDIT TANPA PENGECUALIAN Bagian Dari Standar Laporan Audit Tanpa pengecualian 1. Judul laporan. Standar audit mensyaratkan bahwa laporan harus diberi judul dan judulnya memasukkan kata independen. 2. Alamat laporan audit. Laporan biasanya dialamatkan kepada perusahaan, pemegang saham, atau dewan direksi. Pada tahun terakhir ini, laporan tersebut biasanya khusus dialamatkan kepada dewan direksi dan pemegang saham. 3. Paragraf pembuka. Paragraf pertama laporan terdiri dari pernyataan sederhana bahwa KAP sudah menyelesaikan audit, dimaksudkan untuk membedakan laporan ini dengan kompilasi laporan telaah 4. Paragraf ruang lingkup. Merupakan pernyataan faktual mengenai apa yang dilakukan auditor dalam audit. Paragraf ruang lingkup menyataka bahwa audit didesain untuk mendapatkan kepastian yang wajar bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. 5. Paragraf opini. Menyatakan tentang kesimpulan auditor berdasarkan hasil audit. Bagian laporan ini sangat penting sehingga seluruh laporan audit merujuk pada opini auditor. Paragraf opini dinyatakan dalam bentuk opini dan bukan pernyataan atas fakta absolut atau jaminan. Maksudnya adalah untuk mengindikasikan bahwa kesimpulan dibuat berdasarkan penilaian profesional. 6. Tanda tangan, nama akuntan publik, nomor lisensi akuntan publik, dan nomor lisensi kantor akuntan publik. Nama tersebut mengindentifikasikan akuntan publik yang melakukan audit. Nomor lisensi dari akuntan publik dan KAP juga diperlukan. 7. Tanggal laporan audit. Merupakan salah satu yang harus dipenuhi dalam prosedur audit di lapangan. Tanggal ini penting bagi pengguna laporan karena mengidentifikasikan tanggal terakhir pertanggungjawaban auditor

dalam melakukan telaah atas kejadian kejadian penting yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan. Kondisi untuk Laporan Standar Audit Tanpa Pengecualian Laporan standar audit tanpa pengecualian diterbitkan saat kondisi berikut ini dipenuhi : Seluruh laporan neraca, laporan laba/ rugi, laporan aliran kas dimasukkan dalam laporan keuangan. Tiga standar umum diikuti dalam seluruh penugasan. Bukti yang tepat dan memadai telah diakumulasi dan auditor melakukan penugasan sesuai dengan cara yang membuat ia dapat memastikan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan sudah dipenuhi. Laporan keuangan dinyatakan sesuai dengan prinsip prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia. Hal ini juga berarti pengungkapan yang dimasukkan dalam penjelasan tambahan dan bagian lain dalam laporan keuangan sudah memadai. Tidak ada keadaan yang memerlukan paragraf penjelasan tambahan atau modifikasi dalam laporan. LAPORAN AUDIT TANPA PENGECUALIAN DENGAN PENJELASAAN ATAU MODIFIKASI KATA Dalam situasi tertentu, laporan audit tanpa pengecualian pada laporan keuangan diterbitkan, namun dengan kata kata yang berbeda dengan laporan standar tanpa pengecualian. Laporan audit tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasaan atau modifikasi kata juga telah memenuhi kriteria audit hasil yang memadai dan laporan keuangan yang disajikan dengan wajar, tetapi auditor yakin perlunya menyediakan informasi tambahan. Berikut adalah penyebab utama paragraf penjelasan atau modifikasi kata dalam laporan standar tanpa pengecualian : Kurangnya penerapan konsisten atas prinsip akuntansi berlaku umum Keraguan atas kelangsungan usaha perusahaan

Auditor menyetujui adanya perbedaan dengan prinsip yang wajib diterapkan Penekanan atas suatu hal Pelaporan yang melibatkan auditor lain

Penerapan GAAP yang Kurang Konsisten Standar pelaporan kedua mensyaratkan auditor memperhatikan kondisi mana prinsip akuntansi tidak diterapkan secara konsistendalam periode berjalan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Konsistensi versus keterbandingan. Auditor harus dapa membedakan anatara perubahan yang mempengaruhi konsistensi dan perubahan yang dapat mempengaruhi perbandingan, tetapi tidak mempengaruhi konsistensi. Keraguan tentang kelangsungan usaha. Faktor yang menyebabkan keraguan akan kemampuan perusahaan untuk memiliki kelangsungan usaha, yaitu : Terjadi kerugian operasional cukup besar atau kurangnya modal kerja Ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajiban saat jatuh tempo Kehilangan konsumen terbesar, terjadinya bencana yang tidak diasuransikan, seperti gempa bumi atau banjir, atau masalah ketenagakerjaan yang tidak lazim Tuntutan hukum, pelanggaran undang undang, atau hal sejenis yang dapat menganggu kemampuan perusahaan dalam beroperasi.

Auditor Menyetujui Adanya Perbedaan dengan Prinsip yang Wajib Diterapkan

Kode etik IAPI menyebutkan bahwa pada situasi tertentu, tidak ditetapkannya suatu prinsip akuntansi berlaku umum tidak harus disertai opini dengan pengecualian ataupun tanpa opini. Penekanan atas Suatu Hal Dalam situasi tertentu, seorang akuntan publik ingin menekankan pada hal hal tertentu mengenai laporan keuangan, meskipun ia bermaksud memberikan opini tanpa pengecualian. Laporan yang Melibatkan Auditor Lain Saat akuntan publik bergantung pada KAP lain untuk melakukan bagian tertentu dari audit, yang biasanya terjadi bila klien memiliki cabang atau subdivisi yang banyak dan terbesar. Adapun alternatif yaitu : 1. Tidak membuat referensi dalam laporan audit 2. Membuat referensi dalam laporan (laporan dengan modifikasi kata) 3. Memberikan opini dengan pengecualian LAPORAN AUDIT YANG BERBEDA DENGAN LAPORAN AUDIT TANPA PENGECUALIAN Ruang lingkup audit dibatasi (pembatasan ruang lingkup). Saat auditor tidak dapat mengakumulasi bukti yang memadai untuk menyimpulkan laporan keuangan dinyatakan sesuai GAAP. Laporan keuangan tidak dibuat sesuai prinsip akuntansi berlaku umum (berbeda dengan GAAP). Jika klien memaksa penggunaan biaya penggantian aset tetap atau penilaian persediaan pada harga jual, sedangkan seharusnya menggunakan harga historis, maka auditor tidak dapat memberikan opini tanpa pengecualian. Auditor tidak independen.

Opini dengan pengecualian. Laporan opini pengecualian adalah laporan yang dapat dihasilkan dari pembatasan ruang lingkup auditor atau tidak diterapkannya prinsip akuntansi berlaku umum. Dapat digunakan hanya saat auditor menyimpulkan kesekuruhan laporan keuangan dinyatakan dengan wajar. Laporan ini dapat berbentuk pengecualian atas ruang lingkup dan opini ataupun opini itu saja.

Opini tidak wajar. Digunakan jika auditor yakin bahwa keseluruhan laporan keuangan secara material telah salah saji atau mneysatkan karena tidak dinyatakan dengan wajar sesuai posisi keuangan atau hasil operasi dan aliran kas sesuai GAAP. Tidak memberikan opini. Diterbitkan bila auditor tidak dapat meyakinkan dirinya bahwa laporan keuangan keseluruhan dinyatakan dengan wajar. Perbedaan antara tidak memberikan opini dan opini tidak wajar terletak pada kurangnya pengetahuan. Tingkat materialitas. Jumlahnya tidak material jika salah saji dalam laporan keuangan muncul, tetapi tampaknya tidak akan mempengaruhi keputusan pengguna informasi yang rasional. Jumlahnya material tetapi tidak menutupi laporan keuangan secara keseluruhan, tingkatan materialitas yang kedua muncul bila salah saji yang terjadi dalam laporan keuangan mempengaruhi keputusan pengguna. Jumlahnya sangat material sehingga kewajaran penyajian laporan keuangan diragukan, karena material nyang tinggi muncul bila pengguna informasi cenderung membuat keputusan yang salah jika mereka mengandalkan laporan keuangan secara keseluruhan. Keputusan materialitas. Ada dua yaitu : keputusan materialitas buka kondisi GAAP Perbandingan jumlah rupiah dengan basisnya Keterukuran Sifat salah saji Keputusan materilitas kondisi keterbatasan ruang lingkup.

PEMBAHASAN ATAS KONDISI YANG TIDAK MEMENUHI OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN Pembatasan Ruang Lingkup Auditor. Disebabkan oleh klien yang disebabkan oleh kondisi di luar kendali klien dan aduitor. Dampaknya penerbitan laporan tanpa pengecualian, pengecualian pada ruang lingkup dan opini. Auditor Tidak Independen. Jika auditor tidak memenuhi persyaratan yang disebutin dalam kode etik, maka disyaratkan untuk tidak mengeluarkan opini meskipun seluruh prosedur audit yang diperlukan sudah dilakukan.

PROSES KEPUTUSAN AUDITOR UNTUK LAPORAN AUDIT. Auditor menggunakan proses yang baik untuk menemukan laporan audit yang tepat pada situasi tertentu. Auditor pertama kali harus menilai kondisi yang ada dan mensyaratkan perbedaan dari laporan standar tanpa pengecualian. Jika kondisi lain muncul, maka auditor harus menilai materialitas kondisi tersebut dan menentukan jenis laporan yang tepat. DAMPAK E-COMMERCE PADA PELAPORAN AUDIT Banyak perusahaan publik yang menyediakan akses informasi keuangan melalui situs jaringan. Pengunjung situs dapat melihat hasil audit laporan keuangan perusahaan terbaru, termasuk laporan auditor. Bahkan sebelum penggunaan internet meluas, perusahaan sering memublikasikan dokumen yang berisi informasi tambahan atas hasil audit laporan keuangan dan laporan auditor independen.

Nama : Shely Christanti NRP : 3203010261 Kelas : A