Anda di halaman 1dari 5

Difusi Bunyi Pada ruang konser, studio rekaman, studio radio, atau ruang-ruang music dibutuhkan distribusi bunyi

yang merata, kualitas suara yang baik serta terhindar dari cacat akustik yang tidak diinginkan. Kondisi ini bisa tercapai bila terjadi difusi bunyi dalam ruangan, di mana medan bunyi serba sama atau homogen. Difusi bunyi dakan auditorium diperoleh dengan menggunakan: Ketidakteraturan permukaan Permukaan penyerap bunyi dan pemantul bunyi yang digunakan secara bergantian Lapisan akustik dengan penyerapan bunyi yang berbeda Difraksi Bunyi Difraksi adalah gejala akustik yang menyebabkan bunyi dibelokkan atau dihamburkan di sekitar penghalang yang memilikki celah atau lubang untuk dilalui, seperti dinding kolom atau balok. Difraksi sering menjadi bunyi yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, efek difraksi perlu diantisipasi dalam mendesain ruangan yang mengutamakan kualitas suara. Akustik adalah ilmu yang sebagian besar cenderung bersifat empiric psikologis dengan survey subjektif ke audensinya pada berbagai kepekaan telinga. Hal ini terus berkembang, sehingga akustik sepuluh tahun yang lalu berbeda dengan akustik sekarang. Kualitas akustik sepuluh tahun yang lalu sudah dianggap bagus, mungkin sekarang dirasa kurang memadai. Akustik ruang sangat diperlukan untuk menciptakaan suasana ruang yang tenang dan nyaman. Karena perancangan akustik ruang dapat mengurangi transmisi suara yang dapat menimbulkan efek psikologis pada manusia. Sedangkan gejala akustik yang terjadi pada ruang tertutup antara lain : 1. Pemantulan bunyi Permukaan yang keras tegar dan rata bersifat memantulkan hampir semua energi bunyi padanya. Permukaan pemantul cembung cenderung bersifat menyebarkan gelombang bunyi. permukaan cekung cenderung bersifat mengumpulkan gelombang bunyi pantul dalam ruang, sedangkan permukaan rata cenderung bersifat memantulkan gelombang bunyi secara tegak lurus terhadap arah sumber bunyi. 2. Penyerapan bunyi Bahan lembut berpori dan kain serta juga manusia bersifat menyerap sebagian besar sumber bunyi yang menumbuk mereka. Pada dasarnya semua bahan bangunan menyerap bunyi sampai batas tertentu, tetapi pengendalian akustik bangunan yang baik membutuhkan penggunaan bahanbahan dengan tingkat penyerapan bunyi yang tinggi. Dalam akustik lingkungan, unsur-unsur berikut dapat menunjang penyerapan bunyi: a. Lapisan permukaan dinding, lantai dan atap. b. Isi ruang dengan lapisan lunak dan karpet. c. Udara dalam ruang. 3. Difusi bunyi Difusi bunyi yang cukup adalah ciri akustik yang diperlukan pada jenis ruang tertentu, karena ruang itu membutuhkan distribusi yang merata, mengutamakan kualitas dan pembicaraan aslinya

serta mengalami terjadinya cacat akustik yang tidak diinginkan. Difusi bunyi dapat diciptakan dengan beberapa cara, yaitu: a. Pemakaian permukaan dan elemen penyebab yang tidak teratur dalam jumlah yang banyak. b. Penggunaan lapisan permukaan pemantul bunyi dan penyerap bunyi secara bergantian. c. Distribusi lapisan penyerap bunyi yang berbeda secara tidak teratur dan acak. 4. Difraksi bunyi Adalah gejala akustik yang menyebabkan gelombang bunyi dibelokan atau dihamburkan sekitar penghalang. Pembelokan dan penghamburan gelombang bunyi di sekeliling penghalang lebih nyata pada frekuensi rendah. 5. Dengung Bila bunyi tuna (steady) dihasilkan dalam suatu ruang, tekanan bunyi membesar secara bertahap dan dibutuhkan beberapa waktu bagi bunyi untuk mencapai nilai keadaan tuna-nya, sedangkan yang dimaksud dengan dengung adalah bunyi berkepanjangan akibat dari pemantulan yang berurut-urut dalam ruang tertentu setelah sumber bunyi dihentikan. 6. Resonansi ruang Suatu ruang tertutup dengan permukaan interior pemantul bunyi tapa diinginkan menonjolkan frekuensi tertentu yang disebut ragam getaran normal. Suatu ruang mempunyai ragam normal dalam jumlah yang banyak dan tergantung pada bentuk serta ukurannya. Efek ragam normal yang mengganggu pada jangkauan frekuensi rendah tidak didistribusikan secara sama. Pengaruh yang merusak dapat dikurangi dengan cara: a. Membagi ruang secara akustik b. Secara tidak teratur menempatkan dinding ruang c. Secara berlimpah menggunakan permukaan tak teratur d. Mendistribusikan elemen penyerap secara merata pada dinding pembatas.

Untuk terciptanya suasana ruang yang tenang dan nyaman, maka harus dipenuhi persyaratan desain akustik yang baik. Dalam desain akustik, kita harus memahami variable akustik.Varibel tersebut antara lain: 1. Sumber bunyi 2. Medium/penghantar suara 3. Penerima suara Adapun kelakuan bunyi dalam ruang tertutup adalah sebagai berikut: 1. Bunyi datang 2. Bunyi pantul 3. Bunyi yang diserap 4. Bunyi difusi 5. Bunyi difraksi 6. Bunyi yang ditransmisi 7. Bunyi yang hilang dalam struktur bangunan 8. Bunyi yang dirambatkan

Kelakuan bunyi dalam ruang tertutup disamakan dengan kelakuan sinar cahaya yang disebut sebagai akustik geometri. Muka gelombang dan sinar perjalanan suara dalam garis lurus, kecuali ketika sesuatu mendapat di jalan. Hambatan dapat menyebabkan suara yang akan berubah arah dari jalur aslinya. Proses dimana perubahan arah terjadi adalah disebut difraksi. Kendala mampu difraksi (lentur) suara harus besar dibandingkan dengan panjang gelombang suara yang terlibat. Efektivitas hambatan dalam suara difraksi ditentukan oleh ukuran akustik dari rintangan. Ukuran Acoustical diukur dalam hal panjang gelombang suara.

Dalam gambar A, tepi atas dinding bertindak sebagai sumber, virtual baru mengirimkan energi suara ke dalam zona "bayangan" di belakang dinding. Pada gambar B, sebagian besar energi suara yang dipantulkan dari permukaan dinding, tapi itu sebagian kecil bergerak melalui lubang itu bertindak sebagai sumber titik virtual, memancarkan belahan suara ke zona "bayangan" di balik dinding oleh difraksi.

Dalam gambar A, panah menunjukkan bahwa beberapa energi dalam balok utama dialihkan ke zona bayangan.

Dalam gambar Sebuah kendala yang sangat kecil dibandingkan dengan panjang gelombang yang tidak memiliki efek yang cukup besar pada bagian suara.

Untuk frekuensi 1 - 6 kHz tiba dari depan, perubahan tekanan suara di sekitar kepala. Pada frekuensi di bawah 1 kHz, perubahan tekanan suara diabaikan.

Difusi suara adalah menyebar keluar atau hamburan gelombang suara atau sinar dalam berbagai arah. Masalah yang paling merepotkan Difusi di kamar yang lebih kecil dan pada frekuensi audio yang lebih rendah. Masalah dengan ruang kecil adalah bahwa jarak modal dibawah 300 Hz menjamin medan suara jauh dari menyebar. Meskipun tak terjangkau, itu adalah instruktif untuk mempertimbangkan karakteristik bidang bunyi yang menyebar. Randall dan Ward telah memberikan kita sebuah daftar karakteristik ini: Frekuensi dan penyimpangan spasial yang diperoleh dari pengukuran steady state harus diabaikan Beats dalam karakteristik peluruhan harus diabaikan Meluruh harus sempurna eksponensial (garis lurus pada skala logaritmik) Waktu dengung akan sama di semua posisi di dalam ruangan Karakteristik pembusukan akan dasarnya sama untuk frekuensi yang berbeda Karakteristik pembusukan akan independen dari karakteristik arah dari mikrofon mengukur

Frick, Heinz, Ardiyanto, Antonius, Darmawan, AMS. (2008), Ilmu Fisika Bangunan, Seri Konstruksi Arsitektur 8, Penerbit Kanisius, Universitas Soeijapranata.