Anda di halaman 1dari 4

Manifestasi Klinis dan Patofisiologi Cerebral Palsy

A. Manifestasi Klinis Sulit berjalan Hemiparesis kanan Sulit bicara Kejang tonik klonik Strabismus konvergen Tremor Retardasi mental

Sulit Berjalan Lobus frontalis dan lobus parietal yang berfungsi untuk koordinasi gerakan Pertumbuhan tungkai terhambat dan dipengaruhi oleh lobus parietal Biasanya terjadi spastisitas pada pergelangan kaki sehingga terjadi deformitas

Hemiparesis Dextra

Sulit Bicara Keterlibatan gangguan otot-otot pada orofaring Kalimat-kalimat tertelan dan modulasi suara terganggu Terkait dengan lobus temporal

Kejang Tonik Klonik Kejang : loncatan muatan listrik yang berlebihan dan sinkron pada otak atau depolarisasi otak yang mengakibatkan gerakan yang berulang. Untuk mempertahankan potensial membrane sel memerlukam energi yang berasal dari ATP dan tergantung pada mekanisme pompa yaitu keluarnya natrium dan masuknya kalium. 1. Diawali dengan hilangnya kesadaran dan saat tonik, kaku umum pada otot ektremitas, batang tubuh dan wajah, yang langsung kurang dari 1 menit. 2. Dapat disertai dengan hilangnya kontrol kandung kebih dan usus.

3. Tidak adan respirasi dan sianosis 4. Saat tonik diikuti dengan gerakan klonik pada ekstremitas atas dan bawah. 5. letargi, konfusi, dan tidur dalam fase postical

Strabismus Konvergen Kelumpuhan m. rektus lateralis (N. VI Abdusen) Berkaitan dengan lobus occipital

Tremor Tremor dapat didefinisikan sebagai gerakan bergetar involunter dan ritmis yang disebabkan oleh kontraksi otot berlawanan secara bergantian yang sinkron dan irregular.

Retardasi Mental Suatu keadaan dengan intelegensia yg kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau masa anak-anak) Disebut juga oligofrenia Faktor yg mempengaruhi: Genetik prenatal prematuritas infeksi maternal

Encephalitis Kelainan fungsi otak menyeluruh yang dapat akut atau kronik, progresif atau statis Radang jaringan otak yg dapat disebabkan olleh bakteri, cacing, jamur, atau virus Penyebab terbanyak : virus (HS, Arbo virus) Bakteri Staphylococcus aureus, E. Coli, Streptokok Patfis :

Virus masuk melalui: kulit, sal. Nafas, sal. Cerna lalu menyebar dengan beberapa cara (setempat, hematogen, saraf-saraf) sehingga terjadi gangguan tumbang, peningkatan TIK, kerusakan SSP